Jump to ratings and reviews
Rate this book

Jangan Diklik

Sekala dan Hantu Tanpa Kepala

Rate this book
Hidup Sekala sudah cukup rumit dengan serangkaian masalah, mulai dari terpaksa pindah ke Bandung setelah ibunya menikah lagi, berada di kelas yang sama dengan Fabian si kakak tiri yang suka mem-bully, dihajar berandal sekolah yang menganggapnya tukang ngadu, hingga naksir Karin si cewek cantik gebetan Fabian.

Kini, masalah hidup Sekala bertambah pelik. Pada hari ulang tahunnya yang ke-17, Sekala mendapat kado istimewa dari leluhurnya, yaitu kemampuan melihat makhluk tak kasatmata. Raphael, satu-satunya teman di sekolah barunya, menyarankan agar Sekala memanfaatkan kemampuan tersebut untuk membuat konten mistis, tetapi Sekala menolak.

Para makhluk astral yang menampakkan diri membuat Sekala depresi. Sesosok hantu tanpa kepala terus muncul dan mengikuti ke mana pun Sekala pergi. Bukan hanya kemunculannya yang bertepatan dengan hilangnya Raphael, postur tubuh hantu tanpa kepala itu pun sangat mirip dengan Raphael.

Sekala tak tahu harus meminta bantuan siapa. Sampai suatu ketika, aplikasi JanganDiklik terinstal secara misterius di ponselnya. Aplikasi itu memberinya petunjuk sekaligus teka-teki baru. Menguak misteri sekaligus membawa Sekala ke kegelapan yang sangat berbahaya. Ada banyak nyawa yang terancam. Salah satunya... nyawanya sendiri.

264 pages, Paperback

First published March 22, 2023

3 people are currently reading
37 people want to read

About the author

Dadan Erlangga

16 books96 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
9 (20%)
4 stars
25 (58%)
3 stars
9 (20%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
Profile Image for Viri Shin.
165 reviews
April 15, 2023
⭐4/5

Banyak perbedaan yang ditemukan dari buku ini yuhuu!~

Paling jelas keliatan tentunya cover bukunya dongg, udah ganti gak item campur darah ala buku Lexie Xu lagi wkwk. Trus di tiap babnya juga dikasi judul, gak cuma angka doang. Dan yang paling krusial buatku, peran utama perspektif pertamanya tuh cowok!

Agak sulit awalnya, jujur aja, karna biasa kan yang bercerita yah dari sisi cewek, dan seringnya yang bantuin tuh cowok yg nanti bakal jadi suka ala-ala gitu. Eh ini cowok sama cowok anjayy aku tidak bisa untuk tidak berpikir kemana-mana. Tapi nggak kok, biasa aja ternyata. Sama kayak alur cerita anime bromance contoh kayak Naruto Sasuke atau Shinichi Kudo Heiji Hattori.

Dan seperti yang diselipin di epilog seri Ketika Sukma Terjaga, mereka berdua saling berkesinambungan. Pastinya karna penulisnya sama sih heheh, makanya seri ke-3 diloncatin. Pantesan bingung kok baca buku ke-3 gak ada Sukma, eh ternyata kak Dadan nulis lagi di buku ke-4.

Untuk karakternya, aku suka sih. Nunjukin berbagai personaliti yang abu-abu, gak serta-merta mesti baik semua atau jahat semua. Dan porsi pengenalannya pun nggak terkesan memaksain kalo antagonis ternyata gak sejahat itu atau sebaliknya. Pokoknya pas!

Untuk alurnya, seperti biasa entah ya cerita dari kak Dadan nih awal-awal selalu bikin aku bosen, lambat banget buat bacain bab pertama. Tapi makin ke belakang makin seru terus jadi page turner deh. Ditambah lagi narasinya udah nggak sekaku kayak di buku ke-2, jadi makin cepet buat deket sama pemerannya. Oh, mungkin aja karna di awal-awal bab masih pengenalan karakter yg biasanya murung, banyak cerita sedihnya. Jadi ngerasa capek sendiri. Mungkin gitu.

Kayak di thread reactionku di akun Twitter, tangisku pecah di bab-bab terakhir, pas ketauan kalo ternyata si hantu dan Sekala ternyata emang terkoneksi dari awal! Aku.... sakit hati. Dan ini juga jadi perbedaan dari tiga bulu sebelumnya. Hantunya nih bukan ada di sisi antagonis, itu bikin aku terharu.

Trusss aku masih curiga ini si kawan deket Sekala nih siapa yah hm apa memang mereka dipertemukan karena takdir persahabatan atau justru lebih dari itu hm. Tapi aku masih mau berposthink dia memang baik.

Dan terakhir, epilognya nih kenapa gantunggg banget heyyy! Bakal lanjut lagi ada Sekalanya atau engga ya? Berhubung Kalex bilang series Jangandiklik emang bakal masih panjang jalannya hmmm semoga ketemu lagi deh sama Sekala Raphael, sama Sukma Ramdan juga, hehe.

Okee cukup itu aja. Aku sangat enjoy bacanya. Peace! ✌️
Profile Image for Naza N.
359 reviews10 followers
June 15, 2023
Pada hari ulang tahunnya yang ketujuh belas, Sekala mendapatkan 'hadiah' berupa mata batinnya yang terbuka. Akibatnya, dia jadi bulan-bulanan para mahkhluk halus dan juga roh jahat di sekitarnya. Masalah semakin rumit ketika sebuah aplikasi aneh bernama JanganDiklik mendadak terinstal di ponselnya, diikuti dengan sosok Hantu Tanpa Kepala yang seolah ngotot meminta bantuannya. Ditambah lagi, hantu itu kerap bersikap brutal terhadap orang-orang yang menyakitinya. Bersama Raphael, satu-satunya teman yang Sekala miliki, dia mencoba memecahkan misteri antara si hantu dengan aplikasi tersebut sebelum nyawa mereka semakin terancam.

Seri keempat JanganDiklik ini rilisnya agak lama setelah Surat Untuk Hera, sampai-sampai aku bertanya, "Ini dilanjutin enggak, sih?". Begitu terbit, langsung saja aku memboyongnya pulang, dan ini sama sekali tidak mengecewakan.

Sekala dan Hantu Tanpa Kepala ini paket komplet. Dari segi horor, meski mungkin enggak se-ekstrem Pengabdi Setan, tetap saja cukup mengerikan. Kemunculan si Hantu Tanpa Kepala dan segenap kebrutalannya digambarkan dengan detail yang apik, sehingga menambah rasa ngeri dan deg-degan yang muncul tiap kali dia nongol di buku. Kayaknya enggak afdal buat kedua penulis ini kerja sama kalau enggak ada unsur komedinya di tengah-tengah adegan menegangkan, tetapi porsinya pas, sehingga tidak meng-overshadow aspek horornya.

Untuk aspek misterinya sendiri... so-so lah. Bukan tipe yang berat banget, tapi juga bukan yang sekadar tempelan aja. Agak terlalu cepat, tapi wajar, mengingat bukunya juga enggak tebal-tebal amat. Yang membuatnya makin menarik adalah dua tokoh yang mencoba memecahkannya: Sekala dan Raphael. Aku suka sekali dengan dinamika mereka berdua di sini. Sekala yang lemah lembut dan welas asih tetapi kurang greget dipungut dengan sangat baik oleh sosok Raphael yang kuat, tangguh, dan mengayomi. Kalau mereka dibuatkan serial sendiri, dengan bromance mereka yang super asyik, dan berfokus pada kemampuan Sekala dalam mengurusi berbagai entitas halus serta Raphael sebagai tukang pukul alias bodyguard-nya, kayaknya bakalan super seru.

(Mereka berdua ini kayak Erika Guruh dan Valeria Guntur versi cupu.)

Meski tanpa romansa, buku ini asyik banget buat dibaca!

P.S. Aku juga mau disayang Sekala :(
Profile Image for Amaya.
754 reviews58 followers
October 28, 2023
Actual rating: 3,5

Enggak nyangka bisa sampai buku keempat. Ini baca di gramdig, tapi formatnya masih PDF gitu jadi mesti pelan-pelan dan sedikit-sedikit biar mata nggak pedih. Btw, kok, TMI banget, ya. Intinya, ini cerita keempat dari seri JanganDiklik, bahas soal Sekala yang kehidupan di sekolahnya banyak dirundung dan dijadikan sasaran empuk untuk disalah-salahkan ketika ada yang salah dalam tim basket. Suatu saat dia pingsan setelah kepalanya terkena bola dan bermimpi bertemu dengan seorang kakek yang memberi tahunya soal bakat istimewa, yaitu bisa melihat makhluk tak kasat mata. Awalnya Sekala menolak karena ya kurang kerjaan aja gitu bisa lihat makhluk halus.

Duh, kayaknya nggak perlu diperpanjang ini sinopsis, blurb buku ini udah jelas banget intinya. Langsung masuk ke bagian reviu aja. Jujur, aku lebih suka cerita Sekala. Memang ada bagian (banyak, sih) yang heart warming dan alih-alih bikin merinding justru bikin haru, tapi apa ya, Sekala ini lebih banyak aksi ketimbang banyak tanya dan cuma niat mau begini begitu berujung diserang setannya duluan.

Misteri soal siapa hantu tanpa kepala ini sempat mengecoh. Awalnya aku kira memang Raphael. Well, ini salah satu bagian yang aku suka. Penulis berhasil memasukkan perasaan penasaran ke pembaca.

Karakternya sendiri kurasa cukup bagus, walaupun voice-nya masih belum kelihatan jelas bedanya satu sama lain. Horornya agak dapet sih, tapi memang ya ini tuh, ringan muatannya, jadi alih-alih fokus ke horor, aku salfok ke misterinya sendiri.

Profile Image for C.
168 reviews1 follower
June 18, 2024
koreksi. this was the best out of #JANGANDIKLIK series. plot + pesan moralnya.. also the heartwarming stories 🥺 sangat menyentuh.. terutama ketika kita ditinggalkan orang-orang yang disayang untuk selamanya..
Profile Image for 3unfly.
68 reviews2 followers
January 16, 2026
“Sebenarnya, tanpa lo punya aplikasi ini pun, kesialan dan keberuntungan itu udah pasti bakal terjadi, karena udah jadi bagian dari takdir hidup lo.”

4.75/5⁠☆
Sekala found the true meaning of life after his 17th Birthday.

I love that we got some background stories before it reaches the main plot of this book. How it was fully tense because there are probabilities of who the ghost is. And how the mystery is solved slowly but engaging at the same time so readers can't stop turning the pages.

I read this book in one sitting, two hours to be exact and this is exactly what I need to read during a holiday. I can always trust Dadan Erlangga because seriously his writing is so comfortable to read despite its genre. There isn't any plot hole, or a jump skip from scene to scene. Everything was written very well.

I love that this book shows the character development, I think it was driven more by characters than plot, and how Sekala found how life could still go on prettily even without his dad's presence. I love Sekala's monologue where he said that he will be strong to save his friend because like Raphael said, "Meskipun dunia ini dipenuhi orang jahat, lo harus percaya orang baik tetap ada."

— spoiler ahead —

Profile Image for Elisabeth Beatrice.
161 reviews8 followers
May 23, 2023
"Dendam dan amarah nggak akan pernah tercukupkan dan terpuaskan, kecuali lo sendiri yang meredam dan menghentikannya." - Pg. 227

Sekala adalah seorang remaja yang baru saja berusia 17 tahun. Namun bukannya bahagia dengan usia barunya, Sekala malah ketakutan setengah mati karena bertemu dengan kakek buyutnya yang mengatakan kalau ia akan menerima warisan istimewa. Mata batinnya akan dibuka.

Tumbuh sebagai pribadi yang tertutup, berada di lingkungan baru yang asing, mengalami perundungan, dan juga menerima warisan istimewa membuat Sekala merasa hidupnya semakin berat. Apalagi makhluk tak kasatmata itu sering muncul di sekitar Sekala. Beruntung, saat itu Sekala bertemu Raphael yang menyelamatkannya dan menjadi temannya.

Raphael yang sempat menghilang bersamaan dengan munculnya Hatala/Hakepbun, membuat Sekala berpikir yang tidak-tidak. Juga dengan kemunculan sms misterius berisi tautan link aplikasi JanganDiklik yang kemudian terinstal secara misterius pula di ponselnya.
.
Saat membaca kisah ini jujur merinding karena penggambaran makhluk astral yang terasa nyata. Bagaimana kemudian Sekala malah membaca sebuah kisah di aplikasi tersebut yang membawanya menguak misteri yang ternyata berkaitan dengan orang di sekitarnya.

Walau kisah ini kuat diunsur horror, thriller, dan misteri, tapi ada pesan moral yang dapat kita ambil berkaitan dengan persahabatan, berbuat baik, keluarga, bahkan dendam dan amarah. Tipe buku page turner dan rekomen bagi kalian penggemar genre horror.
Profile Image for Intan Jannadya.
30 reviews
August 12, 2025
Kurang suka dengan pilihan diksi dari ka Dadan, tapi balik lagi, audience dari buku ini adalah untuk segala usia walaupun gore yang ada di dalamnya belongs to 17+ sih yaa.
Cukup bikin penasaran, such a page turner book. Tapi penyelesaian masalah kurang greget. Kek… lah segampang itu?
Anyway duo Sekala - Raphael remind me of Tony - Markus dan Vik - Les hahahaha.
So far it is worth to get 4 stars.
Keep up the good work ka!
Anyway i love ka Lex so much jadi apapun yg blio terbitkan akan aku beli🥰🥰
Profile Image for Annisa Erou.
68 reviews1 follower
January 18, 2026
Original rating 3.5 bumped down to 3.

Pertama kali baca ini kayaknya beberapa bulan yang lalu atau setahun yang lalu, terus DNF karena perhatianku terpecah untuk hal-hal duniawi lainnya dan kemungkinan besar aku kehilangan minat melanjutkan membaca. Setelah beberapa hari lalu sadar aku belum selesai baca buku ini, aku putuskan untuk baca ulang dari awal lagi, terutama juga karena aku baru aja beli 3 buku setelahnya sekaligus yaitu Jangan Diklik #5, #6, dan #7.

Ini beberapa bagian favoritku:

“Aku tak sanggup menyaksikan adegan ketika mereka menarik tubuh Devon hingga kepalanya benar-benar terlepas. Meskipun Devon sudah tewas dan fisiknya tak bisa lagi merasakan sakit, aku percaya jiwanya terluka saat melihat kejadian ini. Tubuhnya diperlakukan sekeji itu seperti tak ada harganya sama sekali. Bagaimanapun, tubuh itu anak kesayangan orangtuanya, kakak kesayangan adiknya, sahabat terbaik bagi seseorang, murid kesayangan gurunya, dan mungkin pacar impian bagi seseorang yang diam-diam mengaguminya.” (Halaman 211)

“Di dalam kedukaan, tangisan yang paling pedih adanya di dalam tangisan yang paling sunyi.” (Halaman 233)

Dan perhatian khusus berikut komentarku soal dendam dan amarah:

“Dendam dan amarah nggak akan pernah tercukupkan dan terpuaskan, kecuali lo sendiri yang meredam dan menghentikannya.” (Halaman 227)

My comment: aku percaya dendam dan amarah nggak seharusnya diredam dan dihentikan, karena sesuatu yang ditimbun dalam batin hanya akan menjadi bumerang untuk diri kita sendiri. Dendam dan amarah lebih baik dirasakan untuk kemudian dilepaskan, bukan dipaksa diredam dan dihentikan.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Nur Reti Jiwani.
110 reviews27 followers
March 22, 2024
Sudah lama mau posting kesan setelah baca buku ini tapi kelupaan terus 🥲 #LetMeTellYouThisBook

Aku tuh baca buku ini waktu lagi insomnia. Nggak bisa tidur, tapi kepala udah nggak mau diajak mikirin kerjaan, gabut mau ngapain lagi tapi di ajak merem kok ngga mau. Jadilah iseng kutak-kutik @gramediadigital dan baru ngeh kalau series #JangandiKlik ternyata ganti sampul! Wow, yang versi ini aku lebih suka. Keewwreennn ✨️

Bercerita soal Sekala yang ujug-ujug nggak bisa lihat terus didatengin sama leluhurnya di mimpi. Suruh milih deh tuh, mau lihat terus tapi yang tadinya 'nggak kelihatan' jadi terlihat, atau kalau takut yaudah buta aja. Nah loh. Enteng bener itu kayaknya suruh milih 😂 udah jelas dong ya Sekala milih yang mana, soalnya kalau milih buta aja ya bukunya nggak jadi di tulis. Wkwkw.

Aku menyelesaikan buku ini cepet aja sih, semalem kelar. Karena SERU WOY! Terus emang boleh ya ada bromance se-cute itu? 🤭 sesungguhnya aku lupa-lupa inget isi cerita detailnya. Aku pokoknya inget pas abis baca buku ini langsung tidur pules 🤣

Jadi kayaknya kalau kamu insom terus bingung mau ngapain, wis baca ini aja! Nggak serem kok, beneran 👻

📚 13/2023 — Baca di @gramediadigital ♥︎

•••
#bookstagramindonesia #bookstagram #bibliophile #bookdragon #bookstagrammer #booksbooksbooks #unitedbookstagram #AyoBaca #perempuanmembaca #SekaladanHantuTanpaKepala
Displaying 1 - 11 of 11 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.