What do you think?


Bertanya atau Mati!
Bertanya atau Mati! is an Indonesian humor book, which tickles its readers to think and laugh. Isman, a former professional bus-chaser, corporate fodder, and experienced uncle, unveils the other sides of everyday, small things in this collection of humorous essays. From uncovering the mystery behind dogs that sing Nessun Dorma to planning wedding receptions that can repel tornados, the author proves that life can be more meaningful by asking trivial questions, such as:
+ When do we need to lose weight for the sake of the world?
+ How can a 21-month-young baby can become a good presidential candidate?
+ And why do flying naked women do wonders to scientific achievements?
"Reading this book is like looking at [my] own reflection. I became more aware and instropective. Not that [the book] is hard to read. It's funny and light."
--Arie Dagienkz
+ When do we need to lose weight for the sake of the world?
+ How can a 21-month-young baby can become a good presidential candidate?
+ And why do flying naked women do wonders to scientific achievements?
"Reading this book is like looking at [my] own reflection. I became more aware and instropective. Not that [the book] is hard to read. It's funny and light."
--Arie Dagienkz
240 pages, Paperback
First published January 1, 2004
About the author
Isman H. Suryaman
11 books101 followers(Click "...more" and scroll down for the English version.)
Isman H. Suryaman adalah penulis humor dan komedian yang mengandalkan humor pengamatan.
Ia menerbitkan buku pertamanya, Bertanya atau Mati, sebuah kumpulan esai humor, pada September 2004. Karya-karyanya setelah itu, selalu mengandung komedi. Bahkan buku ketiganya, 7 Dosa Besar Penggunaan PowerPoint, yang membahas teknik presentasi pun tetap memuat humor. (Buku ini dipilih menjadi 1 dari 3 buku nonfiksi terbaik tahun 2007 versi pembaca Ruang Baca Koran Tempo.)
Pada Ubud Writers and Readers Festival 2007, Isman terpilih sebagai salah satu penulis tuan rumah. Bertanya atau Mati bahkan disebut-sebut di kalangan panitia seleksi sebagai "Parasit Lajang versi Laki". Dalam festival sastra bergengsi ini, Isman menjadi salah satu panelis dalam topik "The Art of Satire" dan tampil pertama kali sebagai komedian tunggal (stand-up comedian) di Jazz Cafe Bali.
Oksimoron adalah novel pertama dan buku kelimanya.
Pada tahun 2012, Isman mengundurkan diri dari posisi direktur utama sebuah perusahaan teknologi informasi untuk terjun penuh waktu sebagai penulis dan komedian.
Karya-karyanya setelah itu lebih banyak menghiasi layar kaca, antara lain Malam Minggu Miko, Lo Banget Gue Banget, Comic Story, dan Marmut Merah Jambu: The Series.
______________
"To paraphrase Lisa Snellings, I didn't make any conscious choice to do comedy. I've simply been drawn to it over and over."
--Isman H. Suryaman
Isman is an Indonesian humor writer who also does stand-up and improv comedy. He likes to poke fun at himself and question things that few people care to mind. Such as:
+ What does it mean when your dog starts singing Nessun Dorma?
+ In wedding receptions, where do telepathic communications occur the most?
+ How can a 21-month-old baby be a good presidential candidate?
+ And when do we need to lose our weight for the sake of the world?
Bertanya atau Mati is his first book; a collection of humorous essays. From then on, his work always includes humor--even on his third book, which covers presentation techniques.
Isman H. Suryaman adalah penulis humor dan komedian yang mengandalkan humor pengamatan.
Ia menerbitkan buku pertamanya, Bertanya atau Mati, sebuah kumpulan esai humor, pada September 2004. Karya-karyanya setelah itu, selalu mengandung komedi. Bahkan buku ketiganya, 7 Dosa Besar Penggunaan PowerPoint, yang membahas teknik presentasi pun tetap memuat humor. (Buku ini dipilih menjadi 1 dari 3 buku nonfiksi terbaik tahun 2007 versi pembaca Ruang Baca Koran Tempo.)
Pada Ubud Writers and Readers Festival 2007, Isman terpilih sebagai salah satu penulis tuan rumah. Bertanya atau Mati bahkan disebut-sebut di kalangan panitia seleksi sebagai "Parasit Lajang versi Laki". Dalam festival sastra bergengsi ini, Isman menjadi salah satu panelis dalam topik "The Art of Satire" dan tampil pertama kali sebagai komedian tunggal (stand-up comedian) di Jazz Cafe Bali.
Oksimoron adalah novel pertama dan buku kelimanya.
Pada tahun 2012, Isman mengundurkan diri dari posisi direktur utama sebuah perusahaan teknologi informasi untuk terjun penuh waktu sebagai penulis dan komedian.
Karya-karyanya setelah itu lebih banyak menghiasi layar kaca, antara lain Malam Minggu Miko, Lo Banget Gue Banget, Comic Story, dan Marmut Merah Jambu: The Series.
______________
"To paraphrase Lisa Snellings, I didn't make any conscious choice to do comedy. I've simply been drawn to it over and over."
--Isman H. Suryaman
Isman is an Indonesian humor writer who also does stand-up and improv comedy. He likes to poke fun at himself and question things that few people care to mind. Such as:
+ What does it mean when your dog starts singing Nessun Dorma?
+ In wedding receptions, where do telepathic communications occur the most?
+ How can a 21-month-old baby be a good presidential candidate?
+ And when do we need to lose our weight for the sake of the world?
Bertanya atau Mati is his first book; a collection of humorous essays. From then on, his work always includes humor--even on his third book, which covers presentation techniques.
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 27 of 27 reviews
April 30, 2008
jangan percaya klo lihat foto mas isman yang kurus di buku ini ^^
October 25, 2012
893 - 2012
Jauh sebelum stand-up comedy diterima dan menjadi populer di Indonesia, tepatnya pada tahun 2004, terbitlah sebuah buku yang mengadopsi gaya stand-up comedy dalam penuturannya. Buku itu begitu berbeda dengan buku-buku lain yang ditaruh di rak buku humor di toko buku pada saat itu, yang pada umumnya hanya berupa kumpulan lelucon atau tebak-tebakan lucu tapi garing gitu deh. Saking berbedanya, wajar saja kalau toko buku kadang-kadang bingung di mana harus menempatkannya karena tidak mengenalinya sebagai BUKU HUMOR. Sama halnya dengan buku Kambing Jantan Raditya Dika yang bisa ditemukan di rak buku peternakan, buku yang berjudul Bertanya atau Mati! ini waktu itu konon hanya bisa ditemukan di rak buku psikologi, self-help, atau... AGAMA, karena toko bukunya tidak tahu harus menaruhnya di mana.
Anyway, pertama kali aku membaca tulisan Isman H. Suryaman adalah dari bukunya yang berjudul 7 Dosa Besar (Penggunaan) Power Point (pernah kureview di sini) yang kubeli dan kubaca pada tahun 2008. Genre-nya sih buku nonfiksi, yang ingin mengajari cara penggunaan power point secara baik dan benar, tapi gaya penulisannya yang kocak dan jenaka membuatku penasaran apakah Isman pernah menulis buku lain. Dan ternyata memang ada, terbit empat tahun sebelumnya, dan... jelas sudah tidak ada di toko buku. Waktu sudah putus asa mencari, sempat ku-PM Isman di akun goodreads demi bisa membeli langsung dari tangan pertama, tapi apa daya Isman tak dapat memenuhi karena sudah tidak punya stoknya. Maklum, sudah empat tahun sejak pertama terbit. Sampai akhirnya... aku baru bisa membacanya EMPAT TAHUN KEMUDIAN, alias tahun 2012. Itu pun dengan cara meminjam dari salah satu teman goodreads yang ternyata punya buku ini di rak bukunya (trims ya, Mas Tomo :P). Iya sih, seharusnya bisa pinjam lebih awal... tapi kan kalau aku suka tulisan seseorang, aku maunya PUNYA BUKUNYA!!! (hoarder mode on).
Mengapa aku menganggap buku Bertanya atau Mati! menggunakan gaya stand up comedy? Karena cara penuturannya yang memang tidak lazim. Buku ini berisi hasil pengamatan, pendapat, atau pengalaman pribadi penulisnya, serta mengutarakan keresahan, mengangkat kenyataan, memotret kehidupan sosial masyarakat, dan menyuguhkannya kembali kepada masyarakat dengan jenaka (ini berdasarkan definisi Pandji untuk stand-up comedy di buku MDB). Jadi, buku ini berisi opini dan pandangan penulis, yang menyampaikannya dengan kocak.
Jadi, jangan heranlah kalau menemukan banyak kalimat set-up dan punchline di buku ini. Seperti misalnya di bagian awal buku pada bab Mengapa Harus Bertanya? (atau dikenal juga sebagai "Prakata"), waktu Isman bercerita tentang tantangan dalam menulis buku:
Kelihatan, kan, yang mana premise, set-up dan punchline-nya?
Isman mengakui buku ini berisi berbagai esai yang berdasarkan pemikiran, cerita, referensi, pengalaman, dan karangannya. Sebagian dari isi buku bisa ditemukan di blog-nya (yang kubaca sebelum akhirnya bisa membaca versi bukunya). Apa saja dibahas, dari yang penting sampai yang tidak penting. Ada yang dibahas seperlunya, ada juga yang dibahas panjang lebar. Suka-suka saja. Dari kentongan dan celengan yang dijual bareng peuyeum di kios oleh-oleh Padalarang, sejarah mobil yang awalnya cuma berkecepatan 4 km/jam (ini juga jadi salah satu bit stand-up Isman), panduan singkat membeli pakaian bayi untuk pria lajang, tanda-tanda yang perlu diperhatikan orang tua untuk segera membimbing anak mengenai seks, rambu kuning dan rambu merah berat badan, sampai pengalaman pribadi dalam merancang syukuran pernikahannya dengan Primadonna Angela.
Meskipun disampaikan dengan ringan dan jenaka, banyak esai di buku ini yang akan membuat kita berpikir dan mendapatkan wawasan baru. Dan itulah yang penting dari buku humor dengan genre seperti ini: bukan hanya sekedar lucu. Dan itu pula yang membuat buku ini menjadi salah satu buku favoritku.
Jauh sebelum stand-up comedy diterima dan menjadi populer di Indonesia, tepatnya pada tahun 2004, terbitlah sebuah buku yang mengadopsi gaya stand-up comedy dalam penuturannya. Buku itu begitu berbeda dengan buku-buku lain yang ditaruh di rak buku humor di toko buku pada saat itu, yang pada umumnya hanya berupa kumpulan lelucon atau tebak-tebakan lucu tapi garing gitu deh. Saking berbedanya, wajar saja kalau toko buku kadang-kadang bingung di mana harus menempatkannya karena tidak mengenalinya sebagai BUKU HUMOR. Sama halnya dengan buku Kambing Jantan Raditya Dika yang bisa ditemukan di rak buku peternakan, buku yang berjudul Bertanya atau Mati! ini waktu itu konon hanya bisa ditemukan di rak buku psikologi, self-help, atau... AGAMA, karena toko bukunya tidak tahu harus menaruhnya di mana.
Anyway, pertama kali aku membaca tulisan Isman H. Suryaman adalah dari bukunya yang berjudul 7 Dosa Besar (Penggunaan) Power Point (pernah kureview di sini) yang kubeli dan kubaca pada tahun 2008. Genre-nya sih buku nonfiksi, yang ingin mengajari cara penggunaan power point secara baik dan benar, tapi gaya penulisannya yang kocak dan jenaka membuatku penasaran apakah Isman pernah menulis buku lain. Dan ternyata memang ada, terbit empat tahun sebelumnya, dan... jelas sudah tidak ada di toko buku. Waktu sudah putus asa mencari, sempat ku-PM Isman di akun goodreads demi bisa membeli langsung dari tangan pertama, tapi apa daya Isman tak dapat memenuhi karena sudah tidak punya stoknya. Maklum, sudah empat tahun sejak pertama terbit. Sampai akhirnya... aku baru bisa membacanya EMPAT TAHUN KEMUDIAN, alias tahun 2012. Itu pun dengan cara meminjam dari salah satu teman goodreads yang ternyata punya buku ini di rak bukunya (trims ya, Mas Tomo :P). Iya sih, seharusnya bisa pinjam lebih awal... tapi kan kalau aku suka tulisan seseorang, aku maunya PUNYA BUKUNYA!!! (hoarder mode on).
Mengapa aku menganggap buku Bertanya atau Mati! menggunakan gaya stand up comedy? Karena cara penuturannya yang memang tidak lazim. Buku ini berisi hasil pengamatan, pendapat, atau pengalaman pribadi penulisnya, serta mengutarakan keresahan, mengangkat kenyataan, memotret kehidupan sosial masyarakat, dan menyuguhkannya kembali kepada masyarakat dengan jenaka (ini berdasarkan definisi Pandji untuk stand-up comedy di buku MDB). Jadi, buku ini berisi opini dan pandangan penulis, yang menyampaikannya dengan kocak.
Jadi, jangan heranlah kalau menemukan banyak kalimat set-up dan punchline di buku ini. Seperti misalnya di bagian awal buku pada bab Mengapa Harus Bertanya? (atau dikenal juga sebagai "Prakata"), waktu Isman bercerita tentang tantangan dalam menulis buku:
Bagi saya, menulis buku sudah cukup sulit. Apalagi menulis buku komedi. Bukan karena saya pemula dalam dunia tulis-menulis. Pengalaman menulis saya sangat banyak. Sebagai contoh, waktu SD kelas satu saya berhasil menulis kalimat saya yang pertama: "Ini Budi". Sayangnya, ibu saya tidak menyambut keberhasilan ini dengan sukacita. Mungkin karena pertama, semua anak SD melakukannya. Dan kedua, tetangga sebelah meminta kami agar menghapus tulisan tersebut dari tembok mereka.
Kelihatan, kan, yang mana premise, set-up dan punchline-nya?
Isman mengakui buku ini berisi berbagai esai yang berdasarkan pemikiran, cerita, referensi, pengalaman, dan karangannya. Sebagian dari isi buku bisa ditemukan di blog-nya (yang kubaca sebelum akhirnya bisa membaca versi bukunya). Apa saja dibahas, dari yang penting sampai yang tidak penting. Ada yang dibahas seperlunya, ada juga yang dibahas panjang lebar. Suka-suka saja. Dari kentongan dan celengan yang dijual bareng peuyeum di kios oleh-oleh Padalarang, sejarah mobil yang awalnya cuma berkecepatan 4 km/jam (ini juga jadi salah satu bit stand-up Isman), panduan singkat membeli pakaian bayi untuk pria lajang, tanda-tanda yang perlu diperhatikan orang tua untuk segera membimbing anak mengenai seks, rambu kuning dan rambu merah berat badan, sampai pengalaman pribadi dalam merancang syukuran pernikahannya dengan Primadonna Angela.
Meskipun disampaikan dengan ringan dan jenaka, banyak esai di buku ini yang akan membuat kita berpikir dan mendapatkan wawasan baru. Dan itulah yang penting dari buku humor dengan genre seperti ini: bukan hanya sekedar lucu. Dan itu pula yang membuat buku ini menjadi salah satu buku favoritku.
November 18, 2007
Saya akhirnya mendapatkan buku ini, langsung dari penulisnya *Ups, sebenarnya melalui mba’ Donna, partner mas Isman=P.
Bertanya atau Mati! (BaM) adalah kumpulan esai tentang kehidupan. Kita dapat membacanya dari dua sisi. Sisi merenung dan sisi menghibur :)
Sisi merenung; karena sesungguhnya seluruh esai berbalut komedi yang ada dalam buku ini mengajak kita untuk merenung dan, tentu saja, bertanya. Mulai dari hal yang tampak remeh seperti ‘kenapa peuyeum dan kentongan dijual bersamaan?’ hingga sisi penting dari kehidupan keseharian kita. Bahkan terselip juga beberapa penjelasan ilmiah, yang salah satunya cukup sering disebut dalam lembaran-lembaran buku ini, yaitu si belalang. Dan membuat saya bertanya (Nah, saya jadi bertanya, kan?^^), apakah mas Isman penggemar belalang? =P.
Sisi menghibur; karena BaM –tidak mungkin tidak– akan membuat kita tertawa, mulai dari taraf tersenyum simpul hingga terbahak-bahak. Bahkan Miki –kucing saya– pun menatap bingung melihat saya terbahak sendirian sambil memegang BaM (mungkin dia bertanya-tanya ,“Apakah majikan tersayang saya sudah gila?”)
BaM mengajak kita merenung, bercermin untuk instropeksi diri, namun tidak dengan cara mengerutkan kening.
Bertanya atau Mati! (BaM) adalah kumpulan esai tentang kehidupan. Kita dapat membacanya dari dua sisi. Sisi merenung dan sisi menghibur :)
Sisi merenung; karena sesungguhnya seluruh esai berbalut komedi yang ada dalam buku ini mengajak kita untuk merenung dan, tentu saja, bertanya. Mulai dari hal yang tampak remeh seperti ‘kenapa peuyeum dan kentongan dijual bersamaan?’ hingga sisi penting dari kehidupan keseharian kita. Bahkan terselip juga beberapa penjelasan ilmiah, yang salah satunya cukup sering disebut dalam lembaran-lembaran buku ini, yaitu si belalang. Dan membuat saya bertanya (Nah, saya jadi bertanya, kan?^^), apakah mas Isman penggemar belalang? =P.
Sisi menghibur; karena BaM –tidak mungkin tidak– akan membuat kita tertawa, mulai dari taraf tersenyum simpul hingga terbahak-bahak. Bahkan Miki –kucing saya– pun menatap bingung melihat saya terbahak sendirian sambil memegang BaM (mungkin dia bertanya-tanya ,“Apakah majikan tersayang saya sudah gila?”)
BaM mengajak kita merenung, bercermin untuk instropeksi diri, namun tidak dengan cara mengerutkan kening.
July 13, 2007
bagus banget!
itu kata pertama yang gw bilang ttg buku ini
awal lihat buku ini rada2 saru, buku jenis apakah ini?
ternyata eh ternyata, ini buku analisa tentang segala hal tapi dengan jenaka.
ada 1 bagian dimana Isman membahas mengenai kehidupan yang menurutnya seperti balapan. ketika kuliah, ada teman yang lulu maka akan ditanya "kapan nyusul?". ketika teman ada yang menikah, maka akan ada pertanyaan lagi, "kapan nyusul?". yah, jangan sampe aja ketika ada teman yang meninggal akan ditanya, "kapan nyusul?" hehehe...
secara keseluruhan, its a must read book...
humornya cerdas, kontennya disertai data2 komplit *dan insyaallah valid..*
itu kata pertama yang gw bilang ttg buku ini
awal lihat buku ini rada2 saru, buku jenis apakah ini?
ternyata eh ternyata, ini buku analisa tentang segala hal tapi dengan jenaka.
ada 1 bagian dimana Isman membahas mengenai kehidupan yang menurutnya seperti balapan. ketika kuliah, ada teman yang lulu maka akan ditanya "kapan nyusul?". ketika teman ada yang menikah, maka akan ada pertanyaan lagi, "kapan nyusul?". yah, jangan sampe aja ketika ada teman yang meninggal akan ditanya, "kapan nyusul?" hehehe...
secara keseluruhan, its a must read book...
humornya cerdas, kontennya disertai data2 komplit *dan insyaallah valid..*
June 28, 2007
Buku ini adalah buku yang paling mencerahkan buat saya sepanjang tahun ini (2005?).
Anda dapat tertawa dengan cerita-cerita "konyol" yang ada di dalamnya, tetapi pada tingkat kedalaman tertentu, cerita-cerita tersebut bisa mengajak Anda lebih merenungi banyak hal di dalam hidup Anda, yang (biasanya) luput dari perhatian.
Pada tingkat tertentu, buku ini lebih dari sekadar buku humor belaka.
Kudos buat Isman!
Anda dapat tertawa dengan cerita-cerita "konyol" yang ada di dalamnya, tetapi pada tingkat kedalaman tertentu, cerita-cerita tersebut bisa mengajak Anda lebih merenungi banyak hal di dalam hidup Anda, yang (biasanya) luput dari perhatian.
Pada tingkat tertentu, buku ini lebih dari sekadar buku humor belaka.
Kudos buat Isman!
August 8, 2009
barusan beli di Jogja Book Fair semalam..
180809
Satu lagi buku yang berhasil dibaca tuntas dalam bulan Agustus ini.. (harap maklum, sudah cukup lama sy cuma menumpuk buku di rak 'currently reading" tanpa berhasil memindahkan ke rak 'read' untuk buku-buku yang udah selesai dibaca). Hehehe, baca buku ini menyenangkan sekali, soalnya tiap 2 halaman pasti berhasil membuat sy tertawa sendiri (sampe diliatin suami dan anak dengan tatapan heran)..
Jadi pengen baca bukunya mas Isman yang laen..
180809
Satu lagi buku yang berhasil dibaca tuntas dalam bulan Agustus ini.. (harap maklum, sudah cukup lama sy cuma menumpuk buku di rak 'currently reading" tanpa berhasil memindahkan ke rak 'read' untuk buku-buku yang udah selesai dibaca). Hehehe, baca buku ini menyenangkan sekali, soalnya tiap 2 halaman pasti berhasil membuat sy tertawa sendiri (sampe diliatin suami dan anak dengan tatapan heran)..
Jadi pengen baca bukunya mas Isman yang laen..
March 1, 2013
Buku ini berisi kumpulan esai yang ditulis secara menghibur. Tiap tulisan dikelompokkan dalam kategori tertentu. Saat saya membaca bagian awal buku ini, saya merasa tulisannya bagus juga dan membuat saya mikir 'oh iya juga ya. Tapi makin ke belakang saya merasa bahwa kualitas tulisannya tidak konsisten; ada yang biasa saja, ada juga yang 'hah? maksudnya?' banget :|, ada juga yang agak bertele-tele sehingga saya cuma baca sekilas aja (skimming).
November 5, 2007
The best laugh I ever had since the days I pulled pranks with my cousins when we were in elementary school, and that was 10 years BC (Before Cellphone)---if you consider the first appearance of cellphone to be around 1990.
I'm starting to fill up my Indonesian bookshelf now since everybody else does and I don't have to add the books manually anymore. Yes, I'm that lazy.
I'm starting to fill up my Indonesian bookshelf now since everybody else does and I don't have to add the books manually anymore. Yes, I'm that lazy.
October 21, 2008
Sejak baca buku ini, gua mulai bertanya tentang hal-hal yang tadinya gua anggap remeh.. seperti :
1. mengapa roda belakang selalu lebih cepat botak daripada roda depan?
2. mengapa aktor/aktris kung-fu selalu berteriak ketika menyerang lawan... padahal mereka mendekati musuh dengan mengendap-endap supaya kedatangan mereka tak diketahui lawan.
1. mengapa roda belakang selalu lebih cepat botak daripada roda depan?
2. mengapa aktor/aktris kung-fu selalu berteriak ketika menyerang lawan... padahal mereka mendekati musuh dengan mengendap-endap supaya kedatangan mereka tak diketahui lawan.
June 28, 2007
this is what i learned from this book:
1. i learned that peyeum seller sold bamboo bell* and piggybank** too.
2. ... [to be continued]
*is this the english word for kentongan?
**if the shape wasn't pig, should it called this too?
1. i learned that peyeum seller sold bamboo bell* and piggybank** too.
2. ... [to be continued]
*is this the english word for kentongan?
**if the shape wasn't pig, should it called this too?
August 31, 2007
Gw demen ni ma buku-buku kocak kayak gini. Katanya yang nulis anak ITB ya? Dan keknya di salah satu cerita gw menangkap bahwa salah satu tokohnya adalah dosen gw, hehehe... Lucu deh, tapi bahasannya cerdas ...
Read
February 20, 2010buku yang membuat kita kembali merasa bahwa mempertanyakan bayak hal itu adalah harus. tidak hanya menerima. karena mungkin saja sesuatu yang kita terima itu sudah tidak relevan atau ada alasan lain di balik suatu hal.
June 18, 2007
Ini buku esai superkonyol yg pertama kali gue temuin.... Tulisan2nya sih ringan, tapi maknanya dalemmm !
-www.iralennon.blogspot.com
-www.iralennon.blogspot.com
Read
June 23, 2007I don't have the privilege to review or rate my own books. So please share yours.
June 29, 2007
Good Book, nice to read
July 3, 2007
fun book! many times as i read this book i tell myself, 'so true, that is so true' and other times i just laugh at the foolishness of everyday life.
September 16, 2007
"THE BEST LAUGH I EVER HAD!!!!!"
It's the reflection of our own life, after you read this book, you'll be laughing at your life instead of complaining about it....
It's the reflection of our own life, after you read this book, you'll be laughing at your life instead of complaining about it....
September 17, 2007
Buku ini ngasih kita tentang Sebuah Arti Hidup yang beda banget
wajib baca buku ini
wajib baca buku ini
October 30, 2007
this book great ,. but saking greatnya gwmalah menghilangkan ni buku n harus menggantinya,. yah, secara waktu itu gw minjem pnya tmn..
March 12, 2008
**RECOMMENDED**
May 18, 2010
udah lama banget baca buku ini..lucuuu
August 12, 2010
duh,gwe blom punya ni buku ni? ada yang tau bisa dapet drimana gk?
April 16, 2012
pingin baca buku ini, cari di gramedia ga nemu *sigh
October 17, 2013
Buku yang membuat anda berpikir sekaligus tertawa. Penasaran? Baca aja! Eh, harus nunggu cetak ulang dulu tapi. Kalo ada....
Read
July 17, 2007Can't really remember what it was about ..
Read
October 4, 2007ya..gitu deh...
asking...or die!
asking...or die!
Read
May 20, 2009liat dunk
Displaying 1 - 27 of 27 reviews






















