Jump to ratings and reviews
Rate this book

Hingga Ujung Cakrawala

Rate this book
Sepertinya masalah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup Anjani beberapa tahun terakhir. Ayahnya yang belum lama meninggal dunia ternyata memiliki anak laki-laki dari perempuan lain, dan harus tinggal dengan mereka. Ibunya menderita berbagai penyakit komplikasi yang nyaris menguras segala yang mereka miliki. Anjani tidak punya waktu untuk urusan asmara. Apalagi dengan seorang laki-laki yang berbeda kasta sosial dengannya. Itu sama saja mengundang masalah tambahan. Namun, bisakah Anjani menghindari laki-laki itu? Bisakah dia menolak cinta dari laki-laki yang terus mengejarnya hingga ujung cakrawala?

376 pages, Paperback

Published April 5, 2023

5 people are currently reading
63 people want to read

About the author

Titi Sanaria

32 books203 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
21 (19%)
4 stars
41 (38%)
3 stars
42 (39%)
2 stars
3 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 28 of 28 reviews
Profile Image for Disha.
71 reviews1 follower
August 22, 2024
Dari beberapa buku Titi Sanaria yang pernah aku baca, entah kenapa yang satu ini terasa datar dari semua sisi. Overall ide ceritanya tetap bagus dan menarik. Aku suka female lead yang sangat mandiri dan tidak menye-menye begini, sekaligus male lead yang tenang dan bijaksana.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
April 29, 2023
Permasalahan dalam hidup Anjani sudah sangat banyak. Ibunya yang butuh transplantasi ginjal sampai harus cuci darah setiap minggu, kehadira seorang adik hasil perselingkuhan ayahnya, dan tentu saja kondisi ekonomi keluarga yang membuat Anjani harus berpikir keras dan super berhemat. Kehadiran seorang kekasih tidak ada dalam agenda Anjani, apalagi yang status sosialnya sangat jauh di atasnya. Tapi Anjani tidak bisa menyangkal kalau kehadiran Dyas dalam hari-harinya membuat hatinya tergoda.

Slow burn romance dalam novel Metropop ini memang membutuhkan kesabaran membacanya. Beberapa deskripsi juga disebutkan berulang, seperti penyakit ibunya Anjani, perselingkuhan ayahnya, dan juga kondisi ekonomi Anjani. Tapi kepiawaian penulis dalam menyajikan kisah roman memang tak diragukan. Sosok Anjani dan Dyas sebagai orang dewasa menyajikan kisah cinta yang matang, tidak menggebu-gebu dan penuh pertimbangan. Saya juga suka dengan pengembangan karakter Rayan, adiknya Anjani, yang awalnya bersikap dingin hingga akhirnya bisa membuat Anjani menaruh kepercayaan bahwa adiknya itu tidak akan meninggalkannya.

Satu hal tentang grup nongkrongnya Dyas dan teman-temannya yang membuat sedikit jengah adalah kelakar yang berbau seksual. Mungkin memang dibutuhkan untuk penegasan karakter Risyad dan Rakha, tapi kalau setiap pertemuan obrolannya kayak gitu yah berlebihan juga sih.
Profile Image for Utha.
824 reviews400 followers
November 29, 2023
Kalau aku belum pernah baca novel sang penulis, kayaknya aku bakal ngira ini novel yang berisi kata-kata sukar dimengerti, bukannya chicklit. :))

Novel ringan, formula dreamy, bahasa lincah, dan page turner. Lumayan asyik mengikuti kisah cinta beda kasta versi Dhyas dan Anjani. 🌿

Catatan: lebih asyik editan di sini ketimbang di sebelah.
Profile Image for Amaya.
745 reviews57 followers
May 18, 2024
Actual rating: 3,8

Anjani bukan Cinderella, tapi kisah hidupnya sudah hampir menyamai karakter dari cerita klasik yang sering menjadi idaman para wanita itu. Mendadak ada lelaki yang tertarik menjalin hubungan dengannya, padahal berpacaran atau sekadar menjalin hubungan belum menjadi prioritas Anjani. Ibunya yang sedang sakit dan adiknya yang hendak masuk kuliah menjadi fokus Anjani saat ini. Tapi, perasaan tidak bisa menipu. Usaha yang dilakukan Dhyas lambat laun membuat Anjani merasa tidak ada salahnya menerima cinta Dhyas. Usaha Dhyas memang bagus dan menyentuh hati, hubungan mereka juga baik-baik saja, tetapi status sosial tidak bisa berbohong. Anjani harus menyiapkan porsi sakit hati di masa depan karena ibu Dhyas tidak terlihat senang dengan hubungan mereka.

Cinderella modern? Yah, bisa dibilang begitu, minus nggak ada adegan pangeran lagi nyari pemilik sepatu yang ketinggalan di depan istananya karena Anjani nggak pernah merasa melepas sepatunya di sembarangan tempat. Lagipula, ibu Cinderella nggak sakit dan saudara tirinya bukan cowok remaja yang sifatnya kaku plus susah untuk didekati.

Perbedaan sosial begini bisa jadi bumerang untuk trope romance. Pemikiran pesimistis Anjani memang bukannya tanpa pertimbangan. Anjani realistis, lho. Dia bisa memprediksi gimana nasib hubungannya dengan Dhyas di masa depan. Pun, dia nggak merasa perlu berandai-andai harus menerjang badai atau sampai perlu berdarah-darah demi mendapat restu ibu Dhyas. Walaupun yah, sikapnya agak menyebalkan, sih; kelewat pesimistis.

Karakter Anjani yang terbiasa mandiri bikin Dhyas gerah. Rasanya kepengin kasih pengertian, tapi sayang nggak bakal ketemu juga sama orangnya. Sifat Anjani yang begitu rasanya sangat wajar. Sering juga ada bahasan atau obrolan mengenai wanita mandiri yang terbiasa melakukan semuanya tanpa bantuan orang lain, eh dapat pasangan yang kepenginnya melayani dia. Bukannya nggak sopan atau nggak peka atau apalah you name it, tapi harusnya memang ada omongan nggak, sih. Kayak sejauh mana si cewek mau dibantu dan di bagian apa cowoknya harus biarin si cewek ngelakuin berbagai hal sendiri.

Oke, jadi melantur ke mana-mana. Aku suka dengan bahasan mengenai sandwich generation di sini. Realistis dan nggak banyak drama. Even sewaktu Dhyas protes karena Anjani lebih sering menolak dijemput dan berakhir naik motor ke tempat janjian mereka itu rasanya ya masih bisa diterima, belum sampai masuk ranah drama.

Justru emaknya Dhyas nih drama abis! Well, karakter dia sebenernya nggak begitu berkesan. Ibunya cuma mengulang kalimat yang sama, tapi dikemas dengan susunan yang berbeda. Bikin kesel iya, biki jengkel; banget! Jengkel karena argumennya itu-itu terus dan Dhypas pakai jurus memersuasi yang begitu-begitu pula. Oalah, ruwet.

Ada satu hal yang kurang sreg sebetulnya; bagian perasaan Anjani. Yah, ada penjelasan Anjani berpikiran seperti apa ketika melihat atau di dekat Dhyas, tapi ya cuma itu. Sampai dia mulai mempertanyakan motif Dhyas yang terus ke kantor Anjani itu aku masih sangsi, apa benar yang dirasakan Anjani itu cinta? Kalau iya, aku nggak merasakan wujud "intangible"-nya. Kayak harusnya ada, tapi pas berusaha dicari tetap nggak nemu. Tiba-tiba Anjani merasa begitu? Hmm, apa ada bagian yang hilang di sini?

Berawal dari itu, aku jadi menyayangkan beberapa bagian yang sengaja diperpanjang padahal nggak terlalu berpengaruh ke alur. Terutama guyonan dewasa Dhyas cs. Bukan hal baru lagi sih, kalau baca karya penulis ini ada lah terselip satu-dua bagian yang harus banget bahas selakangan. Mostly cowok. Dunno juga apa ini penegasan kalau cowok-cowok kumpul yang dibicarakan hanya soal seggs atau ya biar kelihatan asyik aja tongkrongannya? Once again, dunno. Yang amat disayangkan, bagian ini harusnya diisi dengan pendalaman perasaan Anjani ke Dhyas karena semakin lama malah kesannya hambar. Kalau aja bisa nemu titik awal atau momen yang bikin perasaan Anjani langsung "klik" ke Dhyas, mungkin sampai akhir bakal terus-terusan baper.

Beberapa percakapan atau narasi yang intinya sama diulang terus. Again, menyayangkan aja terpaksa harus fokus di situ alih-alih bukunya punya banyak halaman buat memperlihatkan kemistri antar karakter utama atau mengembangkan karakter. Dan masih sama seperti kesan dari buku terakhir dari penulis yang kubaca, ending-nya terlalu express.

Bagian yang malah kayak scene stealer itu hubungan Rayyan dengan keluarga Anjani. Pembangunan emosinya kelihatan banget. Berkembang juga karakternya, terutama Rayyan. Di awal-awal beneran membangun ekspektasi banget ini dan nggak kecewa lah karena kemistri Anjani-Rayyan emang bagus. Hubungan antara Dhyas dan adik-adik kembarnya juga oke, kok, aku demen sama alur setelah para wali ketemuan di ruang BK itu, setelahnya agak bubrah wkwkwk. Jadi salah fokus haha.

Oh, dan aku nggak tahu apakah buku ini ada semacam extra part-nya di platform lain, yah pengalaman testimoni dari teman kalau versi buku terasa kayak ada yang kepotong dan nggak lengkap ternyata pas baca extra chap di salah satu pf malah bisa mencerahkan. Apakah HUC juga begini? Entahlah. Tapi, kalaupun ada, nggak akan baca juga sih haha, penasaran aja apa emang sengaja dipotong buat nantinya "dilengkapi" di extra chap di luar buku.

Anyway, yang demen cerita macam Upik Abu tapi ceweknya tipikal cewek mandiri dan nggak gampang kegoyah sama harta berlimpah, bisa coba baca ini.
Profile Image for Tia Ayu Sulistyana (tiareadsbooks).
266 reviews71 followers
March 8, 2024
•read•
3,8/5⭐️


Hingga Ujung Cakrawala, novel pertama karya Titi Sanaria yang aku miliki, tapi tentunya novel kesekian dari Kak Titi yang aku baca. Inget banget dulu ngikutin baca di Wattpad pas judulnya masih Chasing Upik Abu! Makanya seneng pas akhirnya terbit jadi buku cetak!🤩

Novel ini bercerita tentang kisah cinta Anjani dan Dhyastama yang memiliki perbedaan status sosial dan ekonomi. Perbedaan inilah yang menjadi sumber permasalahan di antara keduanya. Anjani yang berasal dari keluarga yang biasa, menerima penolakan dari keluarga Dhyas—terutama ibunya—yang notabene berasal dari keluarga yang sangat berada.

Kisah cinta beda kasta tuh gak ada matinya. Meski premise-nya sangat umum, tapi novel ini jelas gak boleh kalian lewatkan untuk dibaca! Kak Titi selalu berhasil mengemas ceritanya dengan menarik. Gaya penulisannya begitu mengalir, ringan, dan enak dibaca.

Menurutku, kisah cinta Anjani dan Dhyas begitu dewasa, tidak menggebu-gebu, namun realistis. Suka gemes aku tuh sama Anjani dan Dhyas. Anjani dengan pesimistis-nya terhadap keberlangsungan hubungannya dengan Dhyas. Pun pada sosok Dhyas yang terlalu penuh pertimbangan, namun berani jujur pada perasaannya dan mau berjuang untuk hubungannya dengan Anjani.

Tak hanya fokus pada kisah percintaannya saja, tapi novel ini juga mengangkat problematika keluarga yang cukup dominan. Salut banget dengan bagaimana Anjani dan ibunya mampu menerima Rayan dengan tangan terbuka. Terharu dengan perjuangan Anjani merawat dan membesarkan hati ibunya. Pun pada perkembangan karakter Rayan.

Oh iya, aku pun suka interaksi Anjani dengan Kiera dan Alita yang menghibur dan selalu ada untuk satu sama lain. Gak hanya itu, persahabatan Dhyas dengan Yudis, Risyad, Rakha, dan Tanto pun gak kalah kompak. Yah, meskipun aku rada jengah sih sama jokes mereka yang berbau seksual terus.😪

All in all, aku menikmati novel satu ini!😍 Yah, meski ditutup dengan happy ending, namun alur menuju endingnya terasa diburu-buru banget sih.😅 Well, tapi aku merekomendasikan novel ini buat kalian yang pengen baca novel romance slow burn dengan konflik keluarga yang cukup kompleks dan pelik!🙌🏼😉

#tiareadsbooks #tiawritesreviews

•••

FAVE QUOTES:

❝Awalnya, hubungan jarak jauh bukan masalah karena kami pikir cinta bisa jadi jembatan, tapi praktiknya ternyata jauh lebih sulit daripada teori.
Perasaan orang bisa berubah, Jan. Cinta perlahan jadi tawar.❞
—Page 51

❝Kenapa gue nggak heran kalau semua hubungan lo nggak ada yang umurnya panjang ya?
Apa gunanya punya hubungan panjang kalau akhirnya putus juga? Malah lebih sakit hati. Gue nggak bermaksud nyindir lo sih.
Gue nggak pernah sakit hati waktu putus. Waktu putus, gue tahu kok itu pilihan yang logis.
Cinta nggak selalu logis. Mungkin lo nggak sakit hati karena sebenarnya hubungan jangka panjang lo itu dasarnya kecocokan, bukan cinta. Cocok dan cinta itu beda. Orang bisa salah mengerti karena cocok dan cinta sama-sama bikin nyaman.❞
—Page 105

❝Menjaga hati sendiri jauh lebih penting daripada memikirkan kenyamanan orang lain❞
—Page 168

❝Kalau kita terus bertemu karena Mas ingin tahu apakah benar-benar tertarik dan bukan sekadar euforia, karena saya mungkin berbeda dengan semua perempuan yang pernah dekat dengan Mas, itu nogak adil untuk saya. Bagaimana kalau nanti saya yang suka sama Mas saat Mas sudah menyimpulkan saya benar-benar hanya euforia? Maaf, tapi saya nggak mau mempertaruhkan hati saya hanya untuk menunggu Mas memastikan perasaan. Itu egois banget.❞
—Page 171=

❝Cinta itu soal rasa, jadi jangan terlalu banyak pakai otak saat mau ngambil keputusan. Iya, kemungkinan gagalnya memang ada, so what? Nggak ada orang yang mati karena patah hati. Sakitnya mungkin bakalan lama kalau hubungan kalian berakhir saat lo lagi sayang-sayangnya. Tapi pada akhirnya lo akan move on. Semua orang juga gitu. Itu artinya dia bukan jodoh lo. Sesimpel itu.
Kira lagi bahas kisah cinta. Anjani, bukan konfik dalam none lo. Move on dalam novel lo mah gampang banget. Tinggal bikin saru karakter lain untuk bikin perempuannya jatuh cinta lagi.
Gue nggak mau kedengaran kejam dengan bilang ini, tapi Jani sudah pernah ada di fase parah patah hati dan move on itu. Gue sama lo juga sudah pernah menangis sebelum begoin diri karena jatuh cinta pada orang yang salah.❞
—Page 184

❝Aku nggak mau kamu salah paham dan menganggap bahwa aku belum mengenalkan kamu dengan orangtuaku karena aku nggak serius dengan hubungan kita, Jan. Aku juga nggak suka kamu main maklum-maklum aja dan memenggal percakapan hanya supaya kita nggak berdebat. Komunikasi itu penting, Jan. Aku jadi tahu apa yang kamu pikirkan, dan aku juga akan memberitahu keinginan dan harapanku. Kamu berhak mengeluarkan isi hati. Jangan ber-sembunyi di balik kata 'aku ngerti' padahal kamu sebenarnya sakit hati dan kecewa dengan sikap ibuku.❞
—Page 222-223

❝Siapa yang tidak suka uang? Memang ada kata-kata bijak yang mengatakan uang bukanlah penentu kebahagiaan, tapi jujur saja, tapa uang, jarak kebahagiaan itu akan semakin jauh. Hampir semua barang dan jasa nilainya ditukar dengan uang.
Anjani menjual rumah juga demi uang, demi mendapatkan perasaan tenteram itu. Dengan uang di rekeningnya, dia merasa lebih positif menghadapi hidup, karena tahu ada wang untuk membiayai pengobatan ibunya dan pendidikan Rayan.❞
—Page 279

❝Kita akan terus bertualang dari hati ke hati sampai menemukan tempat berlabuh. Akan banyak sakit hati dalam prosesnya, tapi itu hakikat hidup, kan? Nggak seru juga kali, kalau kita bahagia dan ketawa melulu saban hari.
Gue pasti sedih banget kalau beneran putus sama Dhyas. Tapi seperti yang lo bilang, itu hanya satu fase yang pasti bisa gue lalui. Akhirnya, gue akan baik-baik saja.❞
—Page 334

❝Suatu saat, ketika Rayan mengenal asmara, dia akan tahu cinta yang berbeda bisa hadir lebih dari sekali di dalam hati. Pada akhir-nya, patah hati hanya sebuah siklus yang akan terlewati.
Dan Anjani ingin segera melewati siklus yang sedang dijalaninya sekarang.❞
—Page 346

❝Lo nggak harus melarikan diri sejauh itu sih untuk melupakan Dhyas. Perasaan itu ajaib. Sehancur-hancurnya, selalu bisa sembuh dan balik utuh lagi. Kisah lo dan Pangeran Dhyastama akan berubah jadi kenangan manis saat lo sudah menemukan cinta baru.❞
—Page 347
Profile Image for The Eod.
134 reviews6 followers
July 28, 2024
Sebenarnya aku mau kasih tiga setengah, tapi nggak jadi karena eksekusinya beda dari cinta beda kasta lainnya. Buset sepanjang baca ini aku ngangguk" di beberapa pemikiran Anjani saking realistisnya. Namun, di satu sisi sifat pesimisnya ini astaga bikin hawa negatifnya keluar. Alhamdulillah sifat Dhyas tuh mengimbangi banget. Belum lagi si Rayan, tapi kusuka sih karakterisasinya berkembang banget.

Plotnya sih klise bangt, cinta beda kasta. Namun, eksekusinya unik banget. Narasi pemikiran Anjani inilah menurutku penyebabnya. Belum lagi ditopang sama obrolannya sama Alita dsn Kiera, beuhhh these friendship is really precious.

Kekurangannya sih ini ga cocok buat penikmat slow burn story plus telling kebanyakan bin ngulang. Belum lagi ibunya Dhyas ya ampun drama betul wkwk.
Profile Image for Rossa Imaniar.
221 reviews5 followers
September 26, 2025
3,5/5 🌟 untuk novel ini. Jujur aku lagi males banget nge-review. Bawaanya mager, pingin nikmatin novelnya aja. Jadi aku cantumin beberapa kutipan yang ada di novel ini aja ya. Buat kalian yang cari bacaan ringan kalian boleh banget baca karyanya Kak Titi Sanaria ini. Ceritanya lumayan menarik, cukup bisa dinikmati.

“Realitas sudah berat, jadi angan-angan harus semanis madu. ”

“Hubungan laki-laki dan perempuan seharusnya selaras, saling menyesuaikan, bukan mengikuti keinginan salah satu pihak.”

“Penulis itu seperti chef. Bahan dan resep boleh sama, tapi rasa masakannya pasti beda.”

“Menasihati orang ternyata memang jauh lebih gampang daripada menerapkannya untuk diri sendiri saat menyentuh titik hidup yang paling rendah.”

“Pada satu titik, semua orang akan mengambil keputusan berdasarkan kata hati, bukan sekedar logika.”

“Masa depan itu disongsong dengan harapan positif, bukannua dicurigai.”

“Cinta itu soal rasa, jadi jangan terlalu banyak pakai otak saat mau mengambil keputusan. Kemungkinan gagal memang ada, so what? Nggak ada orang yang mati karena patah hati. Sakitnya mungkin bakalan lama kalau hubungan kalian berakhir saat lo lagi sayang-sayangnya. Tapi pada akhirnya lo akan move on. Semua orang juga gitu. Itu artinya dia bukan jodoh lo. Sesimpel itu.”

“Jatuh cinta dan patah hati itu siklus hidup. Dijalanin aja, jangan dihindari. Pengalaman membuat batin kita kaya.”

“Kebanyakan perempuan memang lebih mementingkan materi ketimbang perasaan. Mereka realistis, tahu uang nggak menjamin kebahagiaan, tapi sulit bahagia kalau nggak punya duit.

“Siapa yang tidak suka uang? Memang ada kata-kata bijak yang mengatakan uang bukanlah penentu kebahagiaan, tapi jujur saja, tanpa uang, jarak kebahagiaan itu akan semakin jauh. Hampir semua barang dan jasa nilainya ditukar dengan uang.”

“Dan apa pun yang dipikirkan atau dikatakan orang lain, itu urusan mereka. Konyol sekali mengikuti standar yang mereka tetapkan untuk menyesuaikan status yang ada dalam pikiran mereka.”

“Kita akan terus bertualang dari hati ke hati sampai menemukan tempat berlabuh. Akan banyak sakit hati dalam prosesnya, tapi itu hakikat hidup, kan? Nggak seru juga kali, kalau kita bahagia dan ketawa melulu saban hari.”

“Perasaan itu ajaib. Sehancur-hancurnya, selalu bisa sembuh dan balik utuh lagi. Pada akhirnya, patah hati hanya sebuah siklus yang akan terlewati.”

“Seperti jatuh cinta, meninggalkan dan ditinggalkan sudah menjadi bagian dari siklus hidup. Alamiah. Ikatan emosional mungkin tidak berubah, tapi jarak fisik sifatnya dinamis.”
Profile Image for Katherine 黄爱芬.
2,420 reviews291 followers
July 11, 2024
Setelah sekian lama gak baca buku author, kebetulan dpt novel ini di IPusnas, lumayanlah sebenarnya. Cerita dgn tema anak berbakti sudah jarang banget saya temui, jadi applause dgn effort Anjani selama merawat ibunya yg sakit gagal ginjal. Belum lagi ditambah pny adik dadakan yg introvert tapi emosional macam Rayan.

Dhyas dan Anjani dipertemukan saat Rayan berulah di sekolah dan masing-masing dipanggil sbg wali adik² mereka. Karakter Anjani bagus sih menurut aku. Gak matre, berdedikasi sbg anak yang berbakti kpd mama dan adiknya, tapi membuatnya kelewat pesimis menjalani pacaran dgn Dhyas.

Penghalang mereka bukan orang ketiga, tapi jelas sangat sulit dihadapi, ibunya Dhyas yg bagi saya penjelmaan spt ibunya Dao Ming Se di Meteor Garden. Ibunya Dhyas ini dgn segala drama queen-nya menentang keras hubungan mereka.

Dan saya gak heran dgn plot ceritanya sih terutama di klimaks cerita. Yg saya sayangkan sptnya baik Dhyas maupun Anjani kurang effort dlm hubungan mereka. Dan endingnya juga serendipity plot aja. Padahal plot dari awal sdh bagus walaupun slow burn ❤️‍🔥 ya sayang di endingnya aja sih. Beda dgn "Mantan Rasa Gebetan", dmn Yudis super effort buat mendapatkan hati Kayana lagi. Di buku ini saya gak merasakan jatuh bangunnya Dhyas sih. Yasudahlah, spt kata saya, LUMAYAN AJA.

Sekian review saya.
Profile Image for Adara Kirana.
Author 2 books207 followers
December 5, 2023
3.25

Ceritanya enak buat diikuti, walaupun formula ceritanya ya seperti metropop kebanyakan aja sih. Tapi saya cukup suka penggambaran katakter Anjani dan Dhyas yang manusiawi. Saya justru kurang suka sama temen-temen Dhyas yang tiap ngumpul ngomongnya hal-hal berbau cewek & seksual mulu😵‍💫
Profile Image for Oktania Wahanita.
51 reviews6 followers
May 12, 2023
Perbedaan status ekonomi, latar belakang keluarga membuat cinta yang datang diam-diam diantara Dhyas dan Jani menghadapi kendala dan masalah. Jani yang apatis dan pesimis serta realistis berhadapan dengan Dhyas yang mau berjuang tapi terlalu banyak perhitungan. Luar biasa kak Titi mengemas kisah ini.
Profile Image for Tira Lubis.
298 reviews4 followers
August 27, 2023
3,7⭐

"Perasaan itu ajaib. Sehancur-hancurnya, selalu bisa sembuh dan balik utuh lagi."

Ada yg suka kisah cinta ala-ala Cinderella?

Nah cerita disini tuh bisa dibilang Cinderella versi modern. Bedanya si cewek disini bukan tipe cewek lemah yang tertindas seperti Cinderella, justru tokoh Anjani disini digambarkan kuat, tau apa yang dia inginkan dan tidak mau bergantung pada orang lain.

Aku suka sikap Anjani yang seperti itu dan aku juga suka Anjani yang bisa menerima Rayan dengan ikhlas, serta dia juga sabar banget mengurusi ibunya yang sakit-sakitan.

Aku juga suka bagaimana Anjani berusaha untuk dekat dan menunjukan rasa sayangnua pada Rayan. Rayan yang awalnya cuek apada Anjani dan menutup diri akhirnya perlahan mulai membuka dirinya dan juga peduli dan menunjukan rasa sayangnya pada Anjani dan ibunya.

Sebenernya hubungan Dhyas dan Anjani fine-fine aja menurutku, Dhyas sebagai pacar dia baik banget, ga memandang Anjani dari status sosialnya, dia juga care banget sama Anjani, pokoknya Dhyas ini pacarable banget deh.
Cuma aku agak capek sama Anjani yang selalu overthinking kalo lagi sama Dhyas. Ya tau sih mereka itu semacam 'beda kasta', tapi kan harusnya Anjani sudah mempertimbangkan itu sebelum menerima Dhyas sebagai pacar, toh Dhyas juga ga mempermasalahkan itu.
Makanya aku lebih menikmati momen Anjani bersama Rayan ketimbang bersama Dhyas.

Selain tentang asmara dan keluarga, lingkup pertemanan Anjani dan Dhyas juga dibahas disini. Aku suka persahabatan Anjani dengan Alita dan Kiera yg blak-blakan tapi mereka saling mendukung. Cuma Dhyas dan teman-temannya itu agak gimana gitu ya, karena mereka tuh selalu menyelipkan obrolan-obrolan 18+ yg menurutku agak kebanyakan porsinya.
Sama beberapa celetukan mereka yg men-generalisasikan perempuan dalam konteks yg kurang baik, aku agak terganggu disini.

Part pas ibu Anjani pergi juga kayak gitu aja, padahal kalo dibuat lebih detail bakal lebih kerasa sedih dan kehilangannya.

Endingnya aku suka walaupun aku berharap bakal ada momen ibu Dhyas yg duduk bareng Anjani gitu, yg bisa buat bener-bener yakin kalo mereka direstui. Dari pada cuma liat kumpul2 temen Dhyas yg isinya celetukan2 18+ yg begitu-begitu aja, kan mending proses Anjani dan ibu Dhyas mulai dekat yg di ceritakan.

Overall aku cukup suka sama novel ini, yang suka romance ala-ala Cinderella boleh banget baca novel ini.
Profile Image for hopenpuff.
151 reviews2 followers
January 25, 2025
❝Realitas sudah berat, jadi angan-angan harus semanis madu.❞

Hingga Ujung Cakrawala - Titi Sanaria
📎 376 hlm.
🏠 Gramedia Pustaka Utama
📍 Panjalu E-Lib
★★★☆☆

Cinta beda kasta agaknya masih jadi salah satu plot klasik yang banyak digandrungi, contohnya buku ini. Hingga Ujung Cakrawala mengisahkan tentang Anjani yang merasa hidupnya terlalu penuh dengan merawat ibunya yang sakit serta usaha menjembatani jarak dengan Rayan, sang adik. Tak pernah terpikir olehnya untuk menjalin kasih hingga Dhyastama hadir mengubah tatanan itu. Mengarungi perbedaan demi perbedaan, buku ini mengungkap romansa mereka yang tak seindah dongeng Cinderella.

Judul ini merupakan karya Titi Sanaria kedua yang kubaca setelah jatuh cinta dengan 'Di Simpang Jalan Dody dan Rhe'. Buku-buku beliau agaknya khas romansa penuh dengan drama di sana-sini yang disampaikan secara ringan dan mengalir, gak bisa berhenti baca kalau belum mencapai akhir, yang tentu jadi salah satu aspek kecintaanku pada karya penulis.

Pun sama dengan judul ini, Hingga Ujung Cakrawala lebih berfokus pada pelik yang ditimbulkan dari jalinan asmara Anjani dengan Dhyas dibanding asmara itu sendiri. Kita diajak bersimpati kepada betapa sulit menjembatani hubungan yang terpaut jurang kasta dan materi, belum lagi urusan restu yang tentu menjadi kunci. Meski untukku pribadi, yang satu ini narasinya agak 'kasar'. Romance-nya sendiri kalah pamor dengan kisah adik-kakak antara Anjani dan Rayan yang anehnya lebih membekas di hati. Ada beberapa topik yang cukup krusial namun hanya dibahas sekilas pada level permukaan, sehingga tidak memberi kesan mendalam. Transisi antar adegan juga ada yang kurang mulus dan terkesan terburu-buru.

Kuputuskan ini bukan judul favoritku, tapi jadi satu langkah lebih jauh untuk mengeksplor karya penulis. Aku rekomendasikan ini untuk yang sedang mencari penghiburan karena meski bertebal hampir 400 halaman, jumlah itu tidak terasa memberatkan dan tahu-tahu sudah habis saja. Until next time—★
Profile Image for RA Cendani.
87 reviews5 followers
June 23, 2023
Buku Hingga Ujung Cakrawala ini secara garis besar mengangkat cerita tentang perbedaan status sosial yang biasanya sering menjadi masalah dalam suatu hubungan percintaan. Ini yang dialami oleh tokoh utamanya yaitu Anjani. Takdir yang mempertemukan dia dengan Julian alias Dhyas, gak bisa dia anggap takdir begitu saja, karena rasa sadar dirinya jauh lebih tinggi ketimbang ngehalu atau berharap kisah cinderella di zaman modern benaran masih ada (cowok yang gak melihat latar belakang keluarga dan perekonomian ceweknya dalam mencintai).

Di satu sisi, aku ngerasa sepanjang membaca buku ini kek ada sentuhan sihirnya yang bisa bikin aku tertawa, senyum-senyum sendiri, sedih, terharu, terus akhirnya ikut bahagia. Buku ini gak cuma tentang percintaan, ada kisah persahabatan Anjani, Dhyas, dan apalagi Rayan (adiknya anjani) sempat bikin aku nangis terharu. Ada juga Kasus bullying dan informasi bahaya merokok yang ikut kesentil di buku ini. Baca sampai ending dan pasti kamu gak kepikiran kalau informasi yang ada di tengah-tengah halaman bisa dijadiin closing yang indah di buku ini.

Buku ini cukup ringan dibaca. Hanya saja kalau ini benaran terjadi di real life, memang lumayan kompleks buat dapatin restu orang tua pasangan dengan status sosial kek langit dan bumi. Belum lagi masalah-masalah ujian ekonomi dan orang tua yang sakit pasti jadi bahan yang cukup menguras pikiran sendiri ketimbang ngurus cinta-cintaan yang bahkan belum jelas masa depannya.

Mungkin pelajaran yang bisa kudapatin: Menyakinkan pasangan dengan rasa insecure tinggi itu emang cukup struggle. Ibarat dia lagi sakit, gak mungkin kita langsung minta dia berjalan kuat. Jangan berfokus sama apa yang kita pikirkan sendiri. Tapi coba untuk mengikuti alur pikirannya, lalu, luruskan pelan-pelan dan yakinkan bahwa kamu memang benar-benar tulus dalam mencintainya.
Profile Image for Thalita.
10 reviews
November 14, 2024
aku suka masalah yang diangkat walaupun sebetulnya klise banget. kisah-kisah cewek struggle dengan kehidupan tiba-tiba ketemu pangeran too good to be true yang dalam waktu singkat jatuh cinta. konflik semacam ini enak dibaca kalo lagi butuh bacaan yang ringan-ringan aja, ditambah ngga ada kata-kata sulit sehingga narasinya sangat mengalir, penyampaiannya juga mudah dipahami, aku selesai baca dalam 2 hari include ngerjain kesibukan lain. tapi, aku heran dengan sebanyak itu masalah kehidupan anjani, emosinya sama sekali ngga dapet. banyak momen yang sebetulnya bisa dibangun tapi malah di-skip gitu aja, seperti ketika mereka jadian ataupun kematian ibu anjani.

di awal, banyak banget dialog yang dipanjang-panjangin dengan tujuan humor tapi kalo overdosis begitu menurutku bikin pembaca bosan, juga banyak informasi yang berulang dengan diksi yang dimainkan, lalu, novel ini juga kebanyakan dialog dan penggambaran perasaan dari sudut pandang penulis sehingga minim banget deskripsi kejadian yang sedang terjadi. hubungan anjani dan dhyas juga development-nya kurang bgt imo, yang paling ketara itu penggantian kata 'saya' jadi 'aku' di antara mereka, selebihnya, chemistry keduanya ga bagus sehingga romance-nya kurang berasa. aku ga merasakan begitu banyak perbedaan dari mereka baru kenal sampai ke tahap pacaran. selain itu, semua aktivitas/kejadian di cerita ini juga itu itu aja-- momen di cafe, kantor, makan siang, makan malam, apartemen dhyas, lalu di rumah. begitu terus dari awal sampe akhir.

singkatnya, novel ini datar banget :')
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Sabrina.
20 reviews
November 5, 2023
setelah istilah ‘sandwich generation’ berkeliaran, finally ada novel metropop yg menceritakan generasi sandwich 😆 latar belakang Anjani sebagai generasi smadwich yang harus mengatur keuangan keluarga dari membiaya perobatan ibu nya, sekolah adek nya, dan juga kehidupan sehari - harinya.

beberapa kali ikutin novel karya Titi Sanaria yang menurutku alur nya lumayan kebaca, tapi kalo Hingga Ujung Cakrawala ini, aku sama sekali gak mengira 🙂selalu ada pikiran2 “nanti ibu nya bakal begini gak ya?” atau “nanti anjani dan dyas akan sampe kesana gak ya” dll yang bawaannya jadi pengen baca terus.

overall aku menikmati sekali baca novel ini, tapi tidak dipungkiri awal2 aku lumayan agak bosen hehehe apalagi diawal langsung dikenalin tokoh teman2nya dyas dan anjani yang menurutku lumayan banyak. beberapa plot juga lumayan lompat - lompat, atau memang aku nya aja yang berharap lebih smooth bridging 1 bab ke bab lainnya.
Profile Image for Yonea Bakla.
321 reviews36 followers
April 18, 2023
Kelar baca dalam waktu kurang dari 24 jam 👏🏻Udah hafal gaya tulisan kak Titi. Kisah Dhyas dan Anjani ini beneran bikin pengen nonton ulang drakor Call it Love. Interaksinya kalem, tapi manis. 💕

Dari semua karakter di novel kak Titi, kayaknya Dhyas dan Anjani ini paling tenang dan dewasa.

Kisah cinta beda kasta ini bukan hal baru, tapi tetap saja menarik untuk dibahas.Anjani yang memiliki latar keluarga biasa, menerima penolakan dari keluarga Dhyas yang berasal dari keluarga berada.

Aku suka interaksi Anjani dengan Kiera dan Alita, obrolannya random banget, tapi menghibur. Persahabatan Dhyas dengan Risyad, Yudis, Rakha dan Tanto juga lumayan rusuh membuat ceritanya lebih berwarna. Walau agak kurang nyaman dengan sexist jokes mereka.

Buku ini cocok untuk pembaca yang menyukai kisah slow burn dan family drama.
Profile Image for Arutala.
506 reviews1 follower
July 29, 2024
Percintaan beda kasta pasti selalu menarik untuk diangkat meskipun hal yang diungkit itu, itu saja. Sepanjang cerita banyak diisi dengan pertentangan batin Anjani yang selalu ingin menolak fakta bahwa ia jatuh cinta dan ketakutannya apabila harus patah hati dengan Dhyas.

Konflik yang diharapkan justru berasal dari Danita, ibu Dhyas, dan ini bikin tensi naik, tapi terkesan klise ya. Paling menarik justru karakter Rayan sih. Kehadiran sahabat memang jadi sekadar tim penggembira namun efektif ketika Risyadlah yang menjadi dewa cupid sekali lagi bagi Anjani dan Dhyas. Kota Sorong pun menjadi saksi. Lumayan ceritanya.
Profile Image for nasya.
803 reviews
June 4, 2023
konflik dari buku ini ringan, lumayan buat selingan atau sekali duduk. sifat-sifat dari anjani pun kalo bisa aku bilang, sama kayak sifat2 tokoh perempuan di novel2 titi sanaria sebelumnya, pasti cenderung pesimis, tapi pesimisnya anjani ini sangat dapat dimengerti. temen2nya anjani juga sangat membantu untuk hiburan di novel ini. trus sepertinya tokoh2 yang menjadi teman anjani dan dhyas ini punya novel sendiri, tapi aku lupa yang mana dan bagaimana ceritanya.
Profile Image for Rhea.
5 reviews
March 6, 2025
5 untuk cerita, bijaksananya Dhyas, gemesinnya Rayan dan kedewasaan Anjani. Oh iya, teman-teman mereka juga membuat saya memberikan bintang 5 untuk novel ini.

Sejak dulu saya memang suka trope yang kaya gini, tapi baru kali ini saya bener-bener senyum dan bangga setiap berhasil membalik satu halaman. Terima kasih Kak Titi karena sudah menciptakan seluruh tokoh di novel ini.
Profile Image for Nina.
55 reviews
February 23, 2024
Konflik yg diangkat jadi plot cerita sangattttt realistis. Suntingannya sangat rapi, i barely found any error inside. Aku suka banget pemilihan diksi yg dipakai, sounds formal but in a good way. Alur ceritanya bikin gemas & penasaran.

Every women in this world emang butuh 1 Mas Dhyas gaksih?
Profile Image for Nike Andaru.
1,640 reviews111 followers
February 1, 2025
9 - 2025

Metropop memang jadi pilihan ketika pengen baca yang ringan dan menyenangkan.
Udah lama juga gak baca bukunya Titi Sanaria. Cukup suka cerita Anjani dan Dhyas ini walo terasa konfliknya ya begitu gimana-gimana. Cerita ala Cinderela emang tetap ada ada aja menariknya.
Profile Image for Asmira Fhea.
Author 7 books31 followers
July 2, 2025
cerita yg ringan, tentang kehidupan mbak-mbak metropop yg disukain pangeran charming nan kaya, yang punya geng hobinya dirty talks😅
agak bosan di bagian 'lempar2an utang traktiran makanan' sih, tapi yaudahlah~

- AF
Profile Image for Bana_Ez.
235 reviews1 follower
December 9, 2023
Mohon maaf masih 3 bintang dulu..
Terrlalu banyak percakapan tidak penting antar tokoh..
bacanya kerasa lambaat banget, jadi bosen..
Tpi yak balik lagi ke selera masing-masing
Profile Image for Sekar Ayu.
34 reviews
December 27, 2023
Ceritanya seru, walaupun ada beberapa part yang bikin bosen bacanya. Tapi keseluruhan ceritanya seru banget, bikin menaik turunkan emosi pembaca. Sangat direkomendasikan!
Profile Image for Semi.
83 reviews1 follower
October 29, 2025
SERU BANGET WOYYY DARI AWAL SAMPAI AKHIR KONSISTEN SERUNYAA, DHYAS ANJANI🥺🤍 ADA DI GD BTW!!
Displaying 1 - 28 of 28 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.