Samkok atau Kisah Tiga Kerajaan adalah sebuah novel sejarah dari China, yang terkenal di seluruh dunia. Novel ini mengisahkan masa keruntuhan Dinasti Han, ketika tiga kerajaan, Wei, Shu, dan Wu saling berebut kekuasaan. Banyak sekali versi Samkok yang telah diterbitkan. Kali ini, Buku Pentalogi Samkok yang pernah diterbitkan di Korea ini hadir dengan tampilan menawan, karena dihiasi dengan lukisan-lukisan klasik yang sangat indah, yang membuat kita semakin menghayati setiap episode dalam buku ini. Selain itu, seri buku ini juga dilengkapi oleh peta dan foto-foto peninggalan sejarah yang menggambarkan perjalanan masa tiga kerajaan.
Banyak tokoh yang melegenda dalam buku ini, seperti tiga bersaudara - Liu Bei, Guan Yu dan Zhang Fei - juga Cao Cao, Zhuge Liang serta tokoh-tokoh lainnya. Melalui mereka, kita bisa belajar tentang nilai-nilai hidup seperti keberanian, kejujuran, ketulusan hati, kesetiaan kepada negara, persaudaraan, bahkan sisi gelap manusia seperti keserakahan, kedengkian, angkara murka, pengkhianatan, serta pembalasan dendam. Sungguh mahakarya yang luar biasa memikat. Buku yang "wajib" dimiliki oleh setiap keluarga!
Luo Ben (c. 1330–1400), better known by his style name Luo Guanzhong (罗贯中) (Mandarin pronunciation: [lwɔ kwantʂʊŋ]), was a Chinese writer who lived during the Yuan Dynasty. He was also known by his pseudonym Huhai Sanren (Chinese: 湖海散人; pinyin: Húhǎi Sǎnrén; literally "Leisure Man of Lakes and Seas"). Luo was attributed with writing Romance of the Three Kingdoms and editing Water Margin, two of the Four Great Classical Novels of Chinese literature.
Ada pendapat yang mengatakan, tidak pernah ada dalam sejarah China yang menandingi masa tiga kerajaan di mana begitu banyak orang-orang hebat, bakat-bakat yang mengagumkan, muncul secara bersamaan dalam suatu masa yang penuh gejolak. Seperti Zhou Yu, panglima Negeri Wu, dan Zhuge Liang, penasihat Negeri Shu. Zhou Yu adalah seorang pemikir militer yang brilian tetapi memiliki suatu kekurangan (kalau ini bisa disebut sebagai suatu kekurangan), yaitu ia hidup di suatu masa yang sama dengan Zhuge Liang.
Samkok 3 memuat episode yang paling seru dan menegangkan dari seluruh Kisah Tiga Kerajaan (paling tidak menurut saya) yakni Pertempuran Tebing Merah. Di buku ini pula Zhuge Liang pertama kali muncul dan sejak itu pula kisah ini menjadi penuh dengan intrik-intrik cerdas yang amat menarik dan menyimpan banyak sekali pelajaran yang masih relevan pada saat ini.
Ada satu pertanyaan yang menggelitik dan sekaligus membuat penasaran yang muncul ketika pertama kali membaca episode Pertempuran Tebing Merah (Chibi). Mengapa Zhuge Liang menempatkan Guan Yu untuk menangkap Cao Cao ketika ia sudah kalah perang? Padahal Zhuge Liang sudah menduga Guan Yu akan melepaskan Cao Cao untuk membalas budi. Setelah membaca beberapa versi dari Romance of Three Kingdoms, saya baru menyadari jawaban dari pertanyaan itu. Cao Cao diperlukan untuk tetap hidup agar skenario tiga kerajaan Zhuge Liang bisa terlaksana. Dengan kata lain, jika Cao Cao mati, Negeri Wu akan dengan mudah melumat Liu Bei yang waktu itu belum mempunyai apa-apa. Di sinilah letak kecerdikan dan kebijaksanaan Zhuge Liang terlihat.
Dalam buku ini pula terlihat bahwa Zhao Yun atau Zhao Zilong mderupakan orang yang paling dipercaya oleh Zhuge Liang. Terlihat dengan jelas bagaimana Zhuge Liang selalu menempatkan Zhao Zilong pada peran-peran krusial dalam taktik-taktiknya. Zhao Zilong memiliki kemampuan seorang prajurit yang hebat, setia dan bertangan dingin dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Di kemudian hari Zhao Zilong merupakan salah satu dari Shu Five Tiger Generals yang merupakan panglima-panglima andalan dari dinasti Shu Han.
Episode kemunculan perdana sang master strategi, Zhuge Liang. And already, di seri ini udah ada implementasi strateginya yang brilian. Ini kisah yang mulai "menaik" interes-nya, di satu sisi mulai njomplang-nya kekuatan strategi antara kubu Liu Bei dan lawan-lawannya.