“Kita wajib berperang dengan gagah berani sampai kita menang dan penjajah angkat kaki dari tanah kita, atau sampai kita meraih syahid dalam Perang Sabil yang suci ini.”
Kedamaian Kesultanan Aceh, Negeri Serambi Makkah terkoyak ketika Inggris dan Belanda mempertukarkan tanah yang bukan hak mereka dan semena-mena menginjak bumi Aceh.
Rakyat Aceh pun bangkit melawan, dipimpin Teuku Nanta Seutia, Uleebalang Enam Mukim, bangsawan Aceh yang sangat dicintai rakyat karena adil dan bijaksana. Teuku Nanta Seutia tak segan-segan menentang kebijakan Sultan yang dirasa kurang adil, bahkan juga menumpas penguasa mukim yang zalim, demi Aceh yang makmur dan damai.
Saat bumi Aceh bergolak, jiwa kepahlawanan Teuku Nanta Seutia laksana pelita pelita menerangi perjuangan rakyat Aceh melawan penjajah Belanda. Perjuangan panjang berlumurkan darah dan air mata. Perang Sabil yang meretas jalan bagi perjuangan lebih besar dan heroik oleh seorang pahlawan wanita legendaris, putri Teuku Nanta Seutia, Cut Nyak Dien.
*****
“Sayf Muhammad Isa akan membuat cemburu penulis se-Indonesia. Memanggungkan spirit Hikayat Perang Sabil dan Cut Nyak Dien dalam novel adalah capaian yang tak sanggup dilakukan banyak penulis berbagai generasi.”
Sayf Muhammad Isa, lahir di Sukabumi pada tanggal 3 Juni 1986. Usia 25 tahun. Dia sudah sejak lama menulis namun tak punya keberanian untuk mempublikasikan tulisan-tulisannya. Hingga dia memberanikan diri untuk menerbitkan Independence Zine (Inzine) bersama teman-temannya. Setelah Inzine bubar, dia membangun D’RISE Zine, yang merupakan cikal bakal Majalah Remaja Islam D’RISE yang kini telah beredar luas di berbagai kota di Indonesia. Bersama teman-temannya dia aktif di D’RISE sebagai staf redaksi.
Dwilogi novel perdananya yang berjudul SABIL, yang berkisah tentang perang sabil di Aceh pada abad ke-19, diterbitkan oleh Mizan. Karya keduanya, THE CHRONICLES OF DRACULESTI, terbit secara berseri di D’RISE Publishing.
Dia senang sekali berkenalan dengan kawan-kawan melalui email/FB-nya di djenderal4arwah@gmail.com. Kunjungi juga blog-nya di djenderal4arwah.wordpress.com.Spesialisasinya menulis fiksi-sejarah
sebhanallah, salut buat Ahmad Isa, novelnya bukan hanya menyuguhkan romantisasi dan dahsyatnya mental rakyat Aceh membela tanahnya, tapi lebih dari semuanya, Islam menjadi dasar daripada setiap tindakan bangsa Aceh. Semoga pemuda Aceh membaca dan mengembalikan izzah Islam ketengah-tengah mereka :)
Akhirnya terjawab sudah rasa penasaranku akan buku ini. Bertahun2 yang lalu, buku ke duanya kisah tentang ratu perang aceh membuatku jatuh cinta. Sy justru kesulitan menemukan seri pertamanya "Sabil" Ini.
Bulan lalu secara tak sengaja, kutemukan di sebuah toko buku kecil si kotaku. Sy akhirnya menemukan kisah heroik Teuku Nanta Seutia, ayah dari ratu perang aceh Cut Nyak Dien.
Buku yang sangat tebal, 700 halaman lebih. Kebanyakan orang mungkin akan menganggapnya sebagai bacaan berat. Tak lain tentu saja karena buku ini merupakan novel sejarah (hampir semua orang pasti setuju kalau sejarah itu mata pelajaran paling membosankan di sekolah). Namun selama hampir dua minggu membacanya, saya sangat menikmati ceritanya. Tak ada rasa bosan sama sekali untuk melahap semua isi buku ini. Ceritanya mengalir dengan baik. Pilihan kata-katanya juga begitu kaya dan apik. Saya sangat suka bagaimana penulisnya merangkai kata demi kata menjadi kalimat yg puitis. Saya juga harus bilang kalau saya akan sangat menunggu buku ke-2 dari dwilogi ini.
Boleh sesiapa betulkan nama penulisnya? 'Sayf Muhammad Isa' bukan Sayf Ahmad Isa. Kerna penulis ini ada dua buah buku lagi yang sepatutnya dipautkan bersama buku ini.