Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sabil: Prahara di Bumi Rencong

Rate this book
“Kita wajib berperang dengan gagah berani sampai kita menang dan penjajah angkat kaki dari tanah kita, atau sampai kita meraih syahid dalam Perang Sabil yang suci ini.”

Kedamaian Kesultanan Aceh, Negeri Serambi Makkah terkoyak ketika Inggris dan Belanda mempertukarkan tanah yang bukan hak mereka dan semena-mena menginjak bumi Aceh.

Rakyat Aceh pun bangkit melawan, dipimpin Teuku Nanta Seutia, Uleebalang Enam Mukim, bangsawan Aceh yang sangat dicintai rakyat karena adil dan bijaksana. Teuku Nanta Seutia tak segan-segan menentang kebijakan Sultan yang dirasa kurang adil, bahkan juga menumpas penguasa mukim yang zalim, demi Aceh yang makmur dan damai.

Saat bumi Aceh bergolak, jiwa kepahlawanan Teuku Nanta Seutia laksana pelita pelita menerangi perjuangan rakyat Aceh melawan penjajah Belanda. Perjuangan panjang berlumurkan darah dan air mata. Perang Sabil yang meretas jalan bagi perjuangan lebih besar dan heroik oleh seorang pahlawan wanita legendaris, putri Teuku Nanta Seutia, Cut Nyak Dien.


*****

“Sayf Muhammad Isa akan membuat cemburu penulis se-Indonesia. Memanggungkan spirit Hikayat Perang Sabil dan Cut Nyak Dien dalam novel adalah capaian yang tak sanggup dilakukan banyak penulis berbagai generasi.”

—Tasaro GK, penulis Trilogi Muhammad

745 pages, Paperback

First published September 15, 2011

8 people are currently reading
66 people want to read

About the author

Sayf Ahmad Isa

5 books22 followers
Sayf Muhammad Isa, lahir di Sukabumi pada tanggal 3 Juni 1986. Usia 25 tahun. Dia sudah sejak lama menulis namun tak punya keberanian untuk mempublikasikan tulisan-tulisannya. Hingga dia memberanikan diri untuk menerbitkan Independence Zine (Inzine) bersama teman-temannya. Setelah Inzine bubar, dia membangun D’RISE Zine, yang merupakan cikal bakal Majalah Remaja Islam D’RISE yang kini telah beredar luas di berbagai kota di Indonesia. Bersama teman-temannya dia aktif di D’RISE sebagai staf redaksi.



Dwilogi novel perdananya yang berjudul SABIL, yang berkisah tentang perang sabil di Aceh pada abad ke-19, diterbitkan oleh Mizan. Karya keduanya, THE CHRONICLES OF DRACULESTI, terbit secara berseri di D’RISE Publishing.



Dia senang sekali berkenalan dengan kawan-kawan melalui email/FB-nya di djenderal4arwah@gmail.com. Kunjungi juga blog-nya di djenderal4arwah.wordpress.com.Spesialisasinya menulis fiksi-sejarah

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
23 (54%)
4 stars
14 (33%)
3 stars
4 (9%)
2 stars
1 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Felix Siauw.
Author 27 books1,279 followers
October 19, 2011
sebhanallah, salut buat Ahmad Isa, novelnya bukan hanya menyuguhkan romantisasi dan dahsyatnya mental rakyat Aceh membela tanahnya, tapi lebih dari semuanya, Islam menjadi dasar daripada setiap tindakan bangsa Aceh. Semoga pemuda Aceh membaca dan mengembalikan izzah Islam ketengah-tengah mereka :)
Profile Image for Sayf Muhammad.
4 reviews5 followers
Read
September 20, 2011
Sabil is a great historical fiction that brings you an emosional of holy war in aceh in the 19th century.
Profile Image for Asdar Munandar.
169 reviews4 followers
July 26, 2021
Akhirnya terjawab sudah rasa penasaranku akan buku ini. Bertahun2 yang lalu, buku ke duanya kisah tentang ratu perang aceh membuatku jatuh cinta. Sy justru kesulitan menemukan seri pertamanya "Sabil" Ini.

Bulan lalu secara tak sengaja, kutemukan di sebuah toko buku kecil si kotaku. Sy akhirnya menemukan kisah heroik Teuku Nanta Seutia, ayah dari ratu perang aceh Cut Nyak Dien.

Akan kutulis resensinya jika sempat.

Terimakasih Syf, sudah menghadirkan dwilogi ini.
Profile Image for Nefeli.
47 reviews
March 16, 2023
Seruu, tentang perjuangan para sultan & teuku Aceh menghadapi Belanda
Profile Image for Rotua Damanik.
140 reviews6 followers
August 20, 2014
Buku yang sangat tebal, 700 halaman lebih. Kebanyakan orang mungkin akan menganggapnya sebagai bacaan berat. Tak lain tentu saja karena buku ini merupakan novel sejarah (hampir semua orang pasti setuju kalau sejarah itu mata pelajaran paling membosankan di sekolah). Namun selama hampir dua minggu membacanya, saya sangat menikmati ceritanya. Tak ada rasa bosan sama sekali untuk melahap semua isi buku ini. Ceritanya mengalir dengan baik. Pilihan kata-katanya juga begitu kaya dan apik. Saya sangat suka bagaimana penulisnya merangkai kata demi kata menjadi kalimat yg puitis. Saya juga harus bilang kalau saya akan sangat menunggu buku ke-2 dari dwilogi ini.
230 reviews4 followers
unfinished-books
December 30, 2015
Boleh sesiapa betulkan nama penulisnya? 'Sayf Muhammad Isa' bukan Sayf Ahmad Isa. Kerna penulis ini ada dua buah buku lagi yang sepatutnya dipautkan bersama buku ini.
Displaying 1 - 7 of 7 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.