Jump to ratings and reviews
Rate this book

Morning Brew

Rate this book
Seandainya kita bisa tahu dia memang ditakdirkan untuk kita. Seandainya ada jaminan cinta yang kita punya tidak akan membuat kita pecah berkeping-keping. Seandainya soal jodoh ada di tangan kita. Sayangnya, dalam hidup tak ada yang pasti.

Soal cinta apalagi.

Karenanya ketika Boy, pacar tujuh tahunnya Reney, tiba-tiba bilang putus, Reney seperti dibuang ke lubang tanpa dasar dan tidak yakin bisa keluar lagi dari kegelapan di dalamnya.

Tapi apa iya?

Yuk, mampir ke dunia Morning Brew. Reney, Danny, dan Ivana dengan senang hati siap menemani dengan cerita dan segelas kopi hangat plus semangkuk soup of the day yang akan bikin kamu ketagihan!


"Kita semua mungkin memiliki Morning Brew masing-masing; tempat nyaman berisi orang-orang terdekat, lengkap dengan segala keserasian maupun friksinya. Dari tempat itulah kita berproses menjadi pribadi yang lebih baik. Saya yakin Nina melahirkan buku ini dari kenyamanan serupa.”
--Prista Devina, pengacara yang ingin menjadi penulis

“Masuk ke dunia Morning Brew seperti masuk ke dalam dunia dengan kita sebagai bintang utamanya. Berusaha mencari jawaban dari sejuta pertanyaan, mencoba berkompromi dengan hati dan membujuknya untuk memaafkan dan mencinta lagi. So ladies... when you take off your high heels, grab your favorite coffee or tea and enjoy Morning Brew.”
--Peppy Ahmad, a traveler, a radio announcer of 94,7 UFM Jakarta, public and supporter relations coordination WWF-Indonesia

224 pages, Paperback

First published September 29, 2011

3 people are currently reading
117 people want to read

About the author

Nina Addison

10 books41 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
16 (8%)
4 stars
42 (21%)
3 stars
94 (47%)
2 stars
39 (19%)
1 star
7 (3%)
Displaying 1 - 30 of 47 reviews
Profile Image for ijul (yuliyono).
813 reviews970 followers
December 17, 2011
I love it.

Just enjoy the ride!

Reney mengira Boy akan mengajukan a pop question when he invites her to a romantic dinner. But, hell, Boy malah memutuskan hubungan asmara mereka yang sudah berjalan tujuh tahun itu, hampir delapan tahun malah, demi beasiswa ke London. Tak terbayangkan betapa hancur hati Reney. Untunglah ada Ivana dan Danny, sahabat sekaligus rekan kerjanya di Morning Brew, sebuah kafe milik Tante Patra yang diserahkan pengelolaannya kepada Ivana selaku keponakan Tante Patra. Maka, hari-hari Reney diisi dengan kesibukannya melayani pelanggan kafe yang datang silih berganti. Tak lupa, ia pun mencoba segala cara demi melupakan Boy, apalagi Ivana dan Danny juga selalu andil membantunya dengan menyodorkan cowok-cowok ready stock buat dipacari. Mulai dari teman mantan, pegawai bank yang super-duper perfect, sampai geek yang nerd. Dan, Reney tetap tak mampu melupakan Boy. Terlebih ketika kemudian secara mendadak Boy balik ke Jakarta dan melamarnya. Bagaimana Reney menentukan pilihannya? Apakah ia akhirnya menerima pinangan Boy dan ikut pindah ke London serta meninggalkan sahabat serta orangtuanya di Jakarta? Temukan jawabannya di dalam novel debutan karya Nina Addison ini.

Membeli buku ini sudah masuk ke dalam program ‘wajib’ untuk koleksi book shelf novel metropop saya. So, nothing to lose ketika akhirnya saya mengambil novel ini dari toko buku dan memindahkannya ke lemari buku. Sedangkan keinginan membacanya baru menggebu selepas mendengar komentar Nike Rasyid pas ketemu di stan saya di Festival Pembaca Indonesia 2011 kemarin. Yang saya tangkap dari komentarnya, Nike menyukai novel ini. Maka, setelah merampungkan membaca Orange, saya langsung berinisiatif membaca novel ini. Yang ternyata masih dalam kondisi tersegel ketika saya pamerin di stan saya itu. Hahaha.

Baiklah, untuk kali ini, saya menyetujui pendapat Nike. Novel ini memang enjoyable. Menjadi novel debutan kesekian yang langsung menarik hati saya. Percaya deh, nanti begitu Nina Addison menerbitkan buku baru, saya pasti tak ragu mencomotnya langsung. Saya suka dengan gaya bercerita dan menulisnya. Apalagi dengan pilihan diksi dan beberapa part/kalimat yang mengandung pesan yang dalam. Menyenangkan sekali membacanya. Membangkitkan gairah.

Benang merahnya sih, tentang pencarian soulmate. Di sini, Nina menumpahkan pendapatnya bahwa lama masa pacaran tak lantas langsung menerbitkan kayakinan di hati seseorang untuk segera menyimpulkan bahwa pasangan yang telah dipacarinya itu adalah belahan jiwanya. Perenungan atas segala pertimbangan yang menyangkut diri sendiri, keluarga, sampai dengan sahabat harus dipikirkan. Berhubungan, apalagi sampai menikah, tidak hanya menyatukan dua hati [meskipun yang menjalaninya pemilik dua hati itu] namun juga mempertemukan orang-orang di sekitar mereka. Keluarga dengan keluarga. Teman dengan teman. Apakah semua orang ‘bisa’ cocok? Apakah semua orang ‘harus’ cocok? Jurus terjitunya: kompromi. Bila tidak ketemu? Diskusikan lagi. Coba uraikan segala simpul yang mengikat jalan keluar tiap masalah. Apa yang menjadi concern pasangan, harus dipertimbangkan. Jujurlah pada masing-masing. Dengarkan kata hati. Jangan bersifat egois.

Membaca novel ini sungguh lancar jaya. Saya sengaja tidak berharap apa-apa ketika memulai membaca, oleh karenanya mungkin saya tak menemui hambatan dalam mengunyah tiap bagian novel ini. Menyisip tetes demi tetes kisahnya. Mengunyahnya hingga tandas dan memunguti remah-remah yang berserakan di sana-sini. Saya suka tokoh-tokohnya. Saya suka konfliknya. Dan, saya juga suka cara Nina mengakhiri setiap konflik yang diciptakannya. Meskipun di beberapa bagian serasa ‘digampangkan’ misalnya keputusan soal masa-depan Danny atau ketika Ivana yang dingin terhadap cowok akhirnya dipertemukan dengan salah satu cowok pemeran figuran. Tetap saja, novel ini renyah sekali. Sekali gigit, terasa nikmatnya. Bahkan, di beberapa bagian saya dibuat ngikik geli. Misalnya pada bagian Ivana yang ngomelin Kiki, teman yang mengkritik berta badannya (hlm 141). Hilarious.

Pesan saya, jangan bosan. Teruskan saja membaca. Pada seperempat bagian awal saya hampir bosan. Yah, pada bagian itu memang disesaki dengan adegan Reney yang mencobai satu-demi-satu persediaan cowok yang disodorkan padanya. Satu-dua-tiga kali masih lumrah. Selepas itu saya geregetan. Saya sempat mengancam [tentu, dalam hati] jika masih ada satu lagi koleksi cowok yang disodorkan pada Reney, maka novel ini hanya akan saya kasih rating maksimal dua. Untunglah, Nina mencukupkan tiga cowok saja untuk dicicipi oleh Reney. Thank GOD!

Lalu, Morning Brew itu apa? Dalam novel ini, Morning Brew adalah sebuah kafe yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Ivana dengan pemodal tetap adalah Tante Patra, saudara ibunya. Di kafe inilah, sebagian besar setting lokasi untuk ‘shooting’novel ini diambil. Reney, Ivana, dan Danny, menjadi trio yang menjalankan roda bisnis ini. Apakah eksplorasi atas Morning Brew cukup? Bagi saya... cukup, dalam rangka mendukung cerita. Pas takaran. Tak berlebihan – tak berkekurangan.

Nina juga memberi bonus info-info seputar dunia kuliner pada bagian intermeso. Ada pula resep yang patut untuk dicoba, bagi Anda yang punya hobi masak. Dan, ini menjadi nilai lebih bagi saya. Tak hanya disuguhi sepiring kue cinta berbalut persahabatan, saya juga dihidangkan segelas pengetahuan yang mungkin terabaikan dalam keseharian. Interesting.

Sayang, masih saja ada beberapa typo dalam novel ini, di antaranya:
(hlm. 48) Tapi tak lama lama kemudian.... [kelebihan kata ‘lama’]
(hlm. 63) menganggu = mengganggu
(hlm. 73) ...yang baru tanpa embel-embeli nama... [harus akhiran ‘i’ atau tambah awalan ‘di’ pada ‘embel-embeli’]
(hlm. 78) kongkrit = konkret [KBBI online]
(hlm. 79) seahun = setahun
(hlm. 80) kebodohon = kebodohan
(hlm. 84) ...Danny telah melewati beberapa episode bertema cowok... [hanya merasa ambigu, ‘bertema’ ataukah ‘bertemu’ cowok?, bisa masuk dua-duanya sih, nggak ngubah makna sebenarnya, hehehe]
(hlm. 174) Andy = Andi
(hlm. 186) menganguk = mengangguk
Typo minor aja sih, tapi seandainya clean sheet kan lebih bagus. Dan, ada beberapa kalimat yang saya rasa bagus jika ditambah tanda baca, tapi saya tak tahu yang benar sesuai EYD-nya bagaimana, jadi tidak saya cantumkan sebagai typo. Hahaha.

Di samping itu, terdapat beberapa kalimat/paragraf yang menjadi favorit saya. Cukup banyak, malah. Jadi, ya sudah, saya simpan untuk diri saya sendiri. Untuk menyemangati diri sendiri, hahaha. Tapi yang paling-paling-paling saya suka, adalah paragraf penutupnya. Ini dia:
Kesimpulannya? Tak perlu ada kesimpulan. Cukup ingat saja bahwa jatuh dan patah hati adalah rumus pasti dalam dunia percintaan. Namun jangan pernah patah semangat dan takut mendengarkan bisikan hati kecil karena dia takkan pernah menyesatkan perjalanan kita. Just enjoy the ride!

Yakkk, setuju! Cukup nikmati saja perjalananmu. Let it flow, kata sebagian orang. Tetap berusaha, tentu saja. Tapi, nikmatilah setiap usaha yang diambil itu. Enyahkan segala gerutuan. Singkirkan segala keraguan. Songsong masa depan dengan sikap optimis. Tuhan mencipta segala sesuatunya dengan alasan, kan? Absolutely. Jadi, berusahalah, karena semua akan indah pada waktunya.

Selamat membaca, kawan!
Profile Image for Nanny SA.
343 reviews41 followers
January 28, 2012
Malam itu seperti biasanya Reney gembira ketika diajak dinner oleh Boy pacarnya, ketika kemudian Boy mengatakan bahwa dia mendapat beasiswa ke London kegembiraannnya bertambah, lalu dia mengira bahwa Boy akan melamarnya malam itu, tapi ..yang dinyatakan Boy selanjutnya membuat dia hampir pingsan... Boy memutuskan hubungan mereka yang sudah berjalan hampir 8 tahun…...Sesudah itu hampir 3 hari dia tidak masuk kerja terpuruk dalam kesedihan, untung ada Ivana dan Danny sahabat sekaligus teman kerjanya yang setia membangkitkan kembali semangatnya dan mengajak secepatnya kembali bekerja.
Morning Brew adalah nama sebuah kafé kecil yang ditata dengan apik terletak di daerah perkantoran di Jakarta yang menyediakan kopi dan makanan-makanan kecil dengan harga terjangkau oleh para karyawan sekitar. Di sanalah Reney bekerja bersama kedua orang temannya,Ivana adalah salah satu pemegang saham dan Tante Patra saudara Ivana adalah pemegang saham utama kafe tersebut. Morning Brew bukan hanya sekedar tempat bekerja bagi mereka tapi mereka lah penentu roda bisnis nya. Morning Brew sebagai tempat untuk menunjukkan eksistensi diri dan juga pembelajaran hidup yang nyata bagi mereka bertiga. Reney, Ivana dan Danny bukan hanya sekedar rekan kerja tapi sebagai sahabat yang saling mengerti dan saling menguatkan.

Pada bagian awal sampai hampir pertengahan buku ini saya merasa ceritanya sangat biasa tentang percintaan dan pamer nama minuman dan makanan seperti yang banyak ditemui dalam buku sejenis ini. Tapi kemudian menemukan hal yang lain dari karakter pemerannya , selain itu ada pesan-pesan yang menarik untuk disimak dan penyampaian cerita kemudian bergulir lebih lancar.


Susah bagi Reney untuk menghilangkan bayang-bayang Boy yang telah sekian tahun menjadi bagian hidupnya, dengan dorongan kedua sahabatnya perlahan-lahan Reney mulai membuka diri, kemudian dia bertemu dengan Ari pria tampan yang menyenangkan dan akhirnya mereka mulai menjalin kasih . Tapi dia mulai meragukan untuk melanjutkan cintanya karena ada perilaku Ari yang dia anggap aneh apalagi setelah itu terjadi perselingkuhan. Dengan tegas Reney memutuskan untuk stop walaupun akan mengulangi trauma yang menakutkan.

Rupanya Boy pun tidak dapat melupakan Reney ketika pulang ke Indonesia dia melamar Reney serta mengajak ikut ke London. Reney bimbang tapi ternyata masih ada cinta di hatinya, Reney menerima lamaran Boy. Disaat menjelang keberangkatan ada satu moment dimana Reney mengetahui bahwa ada sifat Boy yang tidak berubah yang memungkinkan akan menyulitkan dikemudian hari. Reney kembali mengambil keputusan diluar dugaan, menghentikan hubungan mereka, padahal keberangkatan mereka berdua ke London tinggal menghitung hari.

Setelah itu kepedihan kembali berulang, seperti yang pertama dulu 3 hari pula Reney berkurung di kamarnya dngan jiwa yang kosong, tapi tidak seperti kejadian dulu kali ini Reney pulang ke rumahnya di Bogor, ternyata mama yang selama ini dia hindari karena selalu menanyakan pernikahan menunjukkan hal yang sebaliknya, penuh pengertian dan kata-kata sang mama banyak yang mencerahkan buat Reney.

.…kamu berani mengenali apa yang kamu rasakan dalam hatimu dan bertindak berdasarkan itu. Mungkin kebanyakan orang akan bertindak sebaliknya karena itu yang lebih mudah untuk dilakukan.”


"Memang semua butuh waktu. Walaupun terkadang kita nggak akan jadi orang yang sama seperti dulu saat kita masih bersama orang itu. Cuma yang harus kalian ingat, jangan sekali -sekali menggantungkan kebahagiaan kita pada orang lain.

Suka juga dengan perumpamaan warung pempek yang diceritakan Reney kepada Boy untuk saling memaafkan dan melegakan perasaan mereka berdua.

Pada akhirnya Reney menemukan apa yang selama ini dicarinya pada seseorang yang telah lama dikenalnya, siapa dia ?

Tak perlu ada kesimpulan. Cukup ingat saja bahwa rumus cinta dan patah hati adalah rumus pasti dalam dunia percintaan. Namun jangan pernah patah semangat dan takut mendengarkan bisikan hati kecil karena dia takkan pernah menyesatkan perjalanan kita.

Hmmm…..


Novel ini termasuk jenis metro pop, dan setiap kali membaca novel jenis ini saya harus siap-siap menghadapi pandangan aneh dari orang sekitar, karena mungkin mereka pikir kok seumuran ini masih baca novel begini ..:(, tapi kadang saya menikmati melihat wajah yang penuh keheranan.. :))





Profile Image for Nike Andaru.
1,638 reviews111 followers
October 31, 2011
Beli buku ini random aja sih sebenernya, sepertinya bagus, tentang persahabatan.
Pas liat rating Goodreads, kok kayaknya banyak yang ga suka ya? ah gpp coba baca aja.

Diawal, saya merasa kurang semangat juga, ini ceritanya mau dibawa kemana, tentang persahabatan apa tentang kisah cinta? ternyata tentang bagaimana persahabatan bisa meluruskan kata cinta :) *halah*

Pernah ngerasa patah hati setelah bertahun-tahun pacaran?
Berkali-kali pacaran trus rasanya kok ga dapet yang 'klik'?
Baca deh buku ini! Entah kenapa saya merasa buku ini jelas bagus banget buat yang ngerasa patah hati dan ingin mencari pasangan hidupnya :)
Profile Image for Riawani Elyta.
Author 33 books103 followers
November 1, 2011
baru kali ini ngasih 4 star utk metropop, sukaa banget ama bhsnya yg ngalir n pesen2 nya yg gak menggurui, juga sausana morning brewnya, dapet bgt
Profile Image for Viri Shin.
163 reviews
August 20, 2024
⭐3,9/5

Awal cerita mengingatkanku akan awal cerita dari film Legally Blonde. Sejak itu pula aku langsung memantapkan diri untuk tidak akan percaya pada tokoh bajingan itu sampai akhir jika dia muncul lagi ke depannya.

Jujur aja, aku nggak nyangka lagi kalau ini bakal berlatarkan kafe secara harifiah. Kukira cuma metafora aja... agak ragu pertamanya, karena aku lumayan gak terlalu suka topik tentang makanan. Ditambah lagi beberapa bab ada intermezzo berkaitan dengan makanan pula. Aku nggak ada keinginan untuk drop baca, tapi ada perasaan berat untuk lanjutin. Dengan setengah hati aku tetep lanjut baca, eh ternyata... cocok :D

Wkwkwk, aku suka sama pelajaran hidup di novel ini. Selain tentang pemikiran dewasa terhadap percintaan, tapi juga ada tentang tanggapan dewasa atas mimpi yang mau kita gapai. Di sini, aku respect banget sama Tante Patra dan Ibunya Reney. Aku sukaa banget sama mereka. Dua tokoh favoritku di sini. Kelak, kalau aku punya anak, aku bakal menjadi pribadi seperti mereka berdua.

Belum lagi aku membahas tentang bonding persahabatan trio kwek-kwek penunggu Morning Brew. Chemistry mereka berhasil aku dapetin. Aku paham gimana rasa sakitnya Reney di saat ada orang yang meremehkan eksistensi dari sahabat yang sangat dia sayang. Begitulah titik di mana aku yakin Reney sudah berubah menjadi lebih logis dan berani.
Tapi, agak takjub juga. Buku ini lumayan tua ya, terbit di era 2010an yang mana menurutku pendapat perihal LGBT masih tabu. Dan Nina Addison berani mengangkat topik ini di sini, meskipun cuma jadi konflik sampingan. Tapi tetep keren, lho.

Untuk ending dan resolusinya, aku bener-bener acungi jempol!
Adegan Reney ngirim email terakhirnya dengan cerita yang menggambarkan kondisi percintaan dia yang nggak akan lancar jika dipaksa untuk lanjut, itu... ajaib menurutku. Aku juga mau menemukan 'sate'ku di kemudian hari hehehe :')
Dan jodoh Reney pun sudah cukup mudah ditebak di awal-awal, tapi aku terkesan dengan gimana penulis mengaitkan mereka berdua untuk bisa saling tahu satu sama lain kalau mereka punya kesempatan untuk bersama. Senenggg banget. Aku juga pengen huhu pokoknya pengen! :')

Yah... segini aja deh. Bingung mau bahas apa lagi hehe ✌️
Profile Image for Yacita Aditya.
230 reviews2 followers
May 18, 2019
Awalnya rada2 bingung juga menyamakan sinopsis dengan judul cerita. Apa menariknya? Apalagi cover-nya malah menampakkan sosok penikmat minuman. Jangan2 bercerita soal minuman nih! Dan ternyata? Dugaan ane ga sepenuhnya keliru, haha

Bagi saya, cerita ini menarik. Membahas sisi psikologi pencari dan pengagum cinta. Diawali dari gimana keadaan Reney pasca ditinggal pacar tujuh tahunnya tanpa penjelasan alias tiba2 putus tanpa ba-bi-bu. Lalu setelah sekian lama, mendadak si mantan ngomong kangen bla-bla-bla dan ujung2nya minta balikan. Bah!!

Untungnya ni sebelum si doi minta balikan (ampe ngelamar segala lhooo), Reney udh menjalani masa2 pencarian cinta baru. Nah, di situlah inti kisah berlanjut. Gegara pengalaman tersebut, Reney bisa menghadapi si mantan yang emang layak dibuang ke samudera. Sumpah, ngeselin!

Di kisah ini setidaknya bisa disimpulkan bahwa yang namanya cinta itu kudu menerima apa adanya lingkungan pergaulan orang yg dicintai. Menolaknya sama saja dengan memaksakan pilihan. Bagi Reney, itu fatal akibatnya.

Btw, meski Boy nyebelin tapi di sini karakternya kuat. Gitu juga dgn cowok yg tiba2 menghilang itu, haha
Profile Image for Aulia  Rofiani.
326 reviews4 followers
October 27, 2019
Rating asli 3.5
Alurnya emang gak ketebak sama sekali, tapi di novel pertama Mbak Nina ini emang blm kerasa magic 'bikin betah' nya daripada novel2 selanjutnya
Ini yg bikin ke-skip2 mulu bacanya
Overall, cukup bikin terombang-ambing dlm nge-ship Reney sama siapa, walaupun tebakan awal gue bener pada akhirnya 😁😁
Bener2 memberikan pelajaran dlm menentukan orang2 mana yg hanya sekedar singgah atau menetap di kehidupan kita
Profile Image for Lisa Nahar.
124 reviews
April 14, 2024
Nggak banyak berharap dari novel pertamanya Nina Addison ini. Alurnya agak membosankan di awal tapi tema utamanya sebenarnya memuat pesan penting untuk yang sedang dalam status in a relationship. Bahasanya renyah, jokes nya dapat, overall bacaan yang cukup menghibur.
Profile Image for Yovano N..
239 reviews14 followers
March 21, 2015

Review on my blog: http://www.kandangbaca.com/2015/03/mo...

Ini cerita tentang patah hati.

Malam itu, Boy, pria yang dipacari Reney selama hampir delapan tahun, mengajaknya makan malam. Boy mengatakan bahwa ia mendapat beasiswa ke luar negeri. London, persisnya. Reney turut bergembira mendengar kabar tersebut. Dengan suasana makan malam yang sangat mendukung, Reney pikir Boy akan segera melamarnya malam itu juga. Ternyata ia salah besar. Boy justru memutuskan hubungan mereka.

Reney yang patah hati mengurung diri di kamar selama berhari-hari. Ia bertanya-tanya pada diri sendiri, apa yang salah dari dirinya sehingga Boy tega mengakhiri hubungan yang telah dibina cukup lama itu? Sungguh, delapan tahun bukanlah sebuah rentang waktu yang singkat. Tapi memang tak ada yang pasti di dunia ini. Kebersamaan yang terjalin lama tak lantas membuat sebuah hubungan berpacaran bisa naik level ke jenjang pernikahan.

Untunglah Reney tidak sendirian menghadapi patah hatinya. Ada Ivana dan Danny, yang dengan penuh semangat membantunya untuk bangkit, memberinya keberanian untuk memulai lagi dari awal, bersama orang lain. Tentu bukan perkara mudah bagi Reney. Ia kagok setelah begitu lama terbiasa bersama-sama dengan Boy. Dan kini, siapapun lelaki yang mendekati dirinya, tanpa sadar selalu ia banding-bandingkan dengan Boy.

Adalah Morning Brew, yang menjadi saksi bisu atas usaha Reney untuk bangkit kembali. Morning Brew adalah sebuah kafe yang letaknya stategis di tengah kota, selalu ramai oleh pengunjung yang umumnya didonimasi oleh para eksekutif muda. Ivana, Reney, dan Danny bahkan telah mengelompokkan para pengunjung yang datang: berdasarkan gaya busana mereka, pekerjaan mereka, atau bersama siapa mereka datang. Di Morning Brew inilah Reney beberapa kali bertemu dengan ‘calon’ pengganti Boy. Lantas, lelaki manakah yang akhirnya berhasil membuat Reney move on? Baca kisah lengkapnya dalam Morning Brew, sebuah novel debut dari Nina Addison.

Kesan saat pertama kali melihat novel metropop ini adalah, “Hmm... interesting cover.” Dari judul novel yang berbahasa Inggris serta nama penulis yang kebarat-baratan, mungkin orang-orang akan mengira kalau ini novel terjemahan. Tapi tidak, saudara-saudara sekalian, ini novel metropop. Lalu bagaimana kesan setelah membaca novel ini? “Well, I love the author’s writing style.” Begitu mengalir, disertai dengan pemilihan kata yang baik. Hanya perlu sedikit bersabar saja, sebab paruh pertama novel ini alurnya cernderung lambat dan... ya, membosankan. Tapi setelah beberapa bab, ceritanya mulai menarik.

Unsur persahabatan dalam novel ini adalah yang paling saya sukai. Sangat penting memang, memiliki sahabat-sahabat yang baik, yang mampu memberi dukungan dan suntikan semangat tidak hanya di saat-saat terbaik kita, tapi juga di masa ketika kita terpuruk, misalnya patah hati. Ivana dan Danny adalah contoh sahabat yang ingin saya miliki. Ah, ralat kalimat barusan. Ivana dan Danny adalah contoh sahabat yang, thank God, saya miliki di dunia nyata. Sosok Ivana yang logis saat dibutuhkan dan Danny yang selalu mampu memperbaiki mood adalah contoh orang-orang yang sebaiknya dimiliki oleh siapapun. Sebaliknya, kita juga harus mampu bersikap yang sama ketika dibutuhkan. Bagaimanapun, pasti ada saat-saat di mana sahabat kitalah yang membutuhkan dukungan.

Plot novel ini juga tidak kalah menarik kok. Setting kafe Morning Brew yang mengambil banyak porsi di buku ini dikembangkan penulis dengan baik untuk keperluan cerita. Saya menyukai perkembangan tokoh Reney, terutama ketika ia harus berurusan kembali dengan Boy yang kembali ke Indonesia karena mengaku tak dapat melupakan Reney. Banyak sudut pandang menarik yang coba disampaikan oleh penulis mengenai hubungan pasangan kekasih tanpa terkesan menggurui. All I can say to mbak penulis is, you did a good job, Mbak.

Banyak sekali kutipan-kutipan menarik dalam buku ini. Ini beberapa yang menjadi favorit saya:

“Ada orang-orang yang dihadirkan Tuhan dalam hidup kita bukan untuk jadi pasangan hidup. Kadang mereka datang untuk mengajarkan arti cinta, Ren. Kamu masih muda. Akan ada sejuta orang baru yang masuk dalam hidupmu. Dan dari sejuta orang itu, akan ada satu yang benar-benar menjadi separuh napasmu.” (hlm 206-207)

“Ibarat tulisan, Ren, semua kalimat yang lo tulis harus ada titiknya untuk bisa lo lanjutkan ke kalimat berikutnya. Buat gue patah hati juga seperti itu. Selesaikan dengan titik. Ucapkan selamat tinggal dari hati lalu berikan maaf pada dia dan pada diri lo sendiri. Pada akhirnya, rasa ikhlas itu akan datang dengan sendirinya seiring waktu.” (hlm 214).


Bagaimana? Siap move on bersama Morning Brew?

NB: Yang suka memasak, ada bonus intermezzo berupa resep dan info menarik tentang makanan lho. ;)
Profile Image for Roma DP.
31 reviews26 followers
October 8, 2016
Walau alurnya agak lambat di awal (dan itu membuat saya sedikit bosan), tapi saya suka setting Morning Brew, seperti saya ingin berkunjung ke sana. Di sini Saya lebih suka karakter Danny daripada Reney (not to mention his sexual orientation), unik aja.
Btw, menurut saya nama tokoh cowok-cowoknya terlalu biasa untuk bisa dikenang. :D
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews297 followers
May 5, 2015
read more: http://www.kubikelromance.com/2012/07...

"Matahari dan bulan memang ada di alam yang beda. Tapi, keduanya punya tempat di langit yang sama."
Buku ini adalah buku move on, bagi yang susah melupakan mantan kalian sama dengan Reney.

Reney senang ketika Boy mendapatkan beasiswa ke Inggris, dia berharap Boy akan melamar dan mengajaknya juga, tapi Boy malah memutuskannya, pacar hampir delapan tahunnya itu tega meninggalkannya. Susah bagi Reney untuk move on, mereka tidak lama pacaran dan semua begitu membekas. Danny dan Ivana, sahabatnya sekaligus teman kerjanya di Morning Brew selalu mendukung dan menghiburnya, menyuruh Reney untuk mencari pacar baru, di mulai dari pelanggan Morning Brew. Tapi yang namanya mantan tetap saja susah dilupakan. tapi Reney ingin bangkit, dia pun membuka pintu asmaranya kepada Roni, pelanggan setia Morning Brew sekaligus sahabat Boy. Sebenarnya pilihan yang salah karena Roni malah menginggatkannya kepada Boy, di tambah penampilan Roni dan tempat-tempat yang mereka kunjungi selalu sama dengan ketika masih berpacaran dengan Boy. Reney ingin melupakan Boy, bukan malah mendapatkan duplikatnya.

Kemudian ada Indi, teknisi sebuah kafe kecil bernama Bubble House, bukan makanan dan minuman yang menjadi menu utama tetapi koneksi nirkabel yang gratis dan cepat yang menjadi magnet tempat itu. Petemuan pertama berlangsung ketika Danny dan Ivana mengajak ke tempat itu, menyuruh Reney membuat facebook sekaligus mencari jodoh. Ketemu, tapi bukan lewat facebook, lewat ke-eror-an salah satu komputer di Buble House sehingga Reney bertemu dengan indi. Indi orangnya asik, riang, membawa suasana ceria kepada Reney, sayangnya Reney tidak nyaman dengan teman-teman Indi yang komputer freak, kadang tidak nyambung dengan obrolan mereka, Indi juga sering banget bersama mereka, dan itu membuat Reney semakin tidak nyaman. Mereka lebih baik cocok temenan.

Lalu ada Ari yang ganteng, sayangnya dia sedikit posesif, manja, dan kadang kalau keinginannya nggak dipenuhin dia bakalan ngambek, yak, childis banget. Parahnya, cowok yang kelihatan alim banget itu ternyata punya selingkuhan.

Begitulah kehidupan Reney setelah ditinggal Boy, ada yang datang ada yang pergi, Boy tetap ada di kenangan Reney. Waktu sedikit demi sedikit menyembuhkan luka, dari hubungan yang dibinanya dengan orang setelah Boy juga membuat Reney semakin dewasa, semakin sadar, semakin memperhatikan sahabat-sahabatnya, karirnya.
Lalu bagaimana ketika Boy datang kembali?

Buku ini nyantai banget, ceritanya mengalir lancar, kadang penulis menyisipkan intermezo yang berkaitan dengan Morning Brew, contohnya resep makanan. Kita dibawa ke perubahan hati Reney sedikit demi sedikit, bagaimana cara dia untuk melupakan Boy, prosesnya. Ceritanya tidak klise, bahkan mungkin pernah ada yang mengalami hal serupa dengan Reney, berusaha bangkit dari kenangan mantan pacar. Minim typo, nggak terlalu suka sama covernya tapi ceritanya ringan dan terasa familier, jadi akan nikmat ketika membacanya dengan secangkir kopi hangat.
"Ibarat tulisan, Ren, semua kalimat yang lo tulis harus ada titiknya untuk bisa lo lanjutkan ke kalimat berikutnya. Buat gue patah hati juga seperti itu. Selesaikan dengan titik. Ucapkan selamat tinggal dari hati. Lalu berikan maaf pada dia dan pada diri lo sendiri. Pada akhirnya, rasa ikhlas itu akan datang dengan sendirinya seiring waktu."
"Tubuh kita pohon dan hati adalah buahnya. Manakala buah itu jatuh, rusak, tersayat, tergores, pecah berkeping-keping, hancur, dan debunya hangus menjadi asap, dia akan tumbuh lagi. Lebih indah dan lebih kuat. Asalkan kita merawatnya, senantiasa memberi pupuk dan perhatian dengan penuh kasih sayang."
3 sayap untuk mantan.
Profile Image for Rose 📚🌹.
536 reviews132 followers
October 18, 2011
Tertarik dengan sinopsisnya, yang menceritakan tiga orang sahabat, Ivana, , Danny dan Ren, yang harus patah hati dan putus cinta ditinggal pergi pacarnya Boy kuliah ke luar negeri. Walaupun pacaran hampir 8 tahun, tapi Boy tidak menginginkan LDR, secara mengejutkan dia ingin berpisah dengan Ren. Ren yang patah hati harus tetap bekerja demi melupakan kepingan-kepingan memori yang telah dia dan Boy ciptakan selama kurang lebih 8tahun belakangan ini. Morning Brew lah tempat ia mencurahkan segala isi hatinya, dan kepada Danny dan Ivana lah segala unek-unek dihatinya tumpah begitu saja.

Morning Brew bukan hanya sekedar lokasi tempat dia menjalankan aktivitasnya sehari-hari, tapi tempat dimana dia mendapatkan pelajaran hidup bersama kedua sahabatnya. Siapa bilang kerja di cafe itu gak bagus? Siapa bilang kalau kerja di cafe itu lantas di judge sebagai orang yang gak berpendidikan? Don't judge someone if you don't know what they had gone through.

Hari demi hari, meski Ren masih memikirkan Boy, ia mulai membuka hati untuk lelaki lain. Beberapa singgah dihatinya tapi tak pernah benar-benar menghuni hati pemiliknya. Ia bahkan diselingkuhi oleh pacarnya.

Maka seketika ku sadari,gak semua orang yang gonta - ganti pacar itu bisa dikatakan sebagai playboy atau playgirl. They just try to find the right one walau konsep "berpacaran dengan B semata-mata untuk melupakan si A sangat tidak kusetujui", karena itu sama aja dengan menyakiti hati & perasaan orang lain.

You won't get anything by making someone as the replacement of someone else. Cintai seseorang ketika kamu benar-benar siap, bukan ketika kamu kesepian.

Suka banget dengan kata-kata mama Ren,"Memang semua butuh waktu. Walaupun terkadang kita nggak akan jadi orang yang sama seperti dulu saat kita masih bersama orang itu. Cuma yang harus kalian ingat, jangan sekali -sekali menggantungkan kebahagiaan kita pada orang lain."

"Kamu harus berhenti mengkhawatirkan reaksi orang lain, Ren. Pendapat orang lain memang berpengaruh, tapi bukan itu yang jadi penentu. Ini hidupmu, bukan orang lain yang akan menjalaninya, tapi kamu."

Recommended :)
Profile Image for Riska Amaliah.
51 reviews17 followers
June 10, 2016
Saya suka ceritanya.

Meskipun belum pernah dan memang tidak akan pernah merasakan bertahun - tahun pacaran dan gagal menjelang pernikahan, tapi saya larut dalam emosi Reney dan ikut terbawa suasana. Kebetulan sekali, suami saya pernah pacaran bertahun - tahun lantas ia gagal ketika akan menikah seperti halnya Reney dan Boy. Poor you, honey... Tapi nggak apa-apa, dengan begitu saya jadi berjodoh dengannya. Oke ini curhat.

Ceritanya ringan, khas persoalan wanita dewasa ibukota; percintaan & persahabatan. Memang benar kata pepatah, "Dari sahabat kamu akan menemukan cinta" Buktinya apa? Reneyanna tentunya, si tokoh utama di novel ini. Disodorkan 3 macam pria oleh 2 sahabatnya Ivanna & Danny untuk menggantikan cintanya yang kandas setelah hampir delapan tahun pacaran dengan Boy, membuat Reney mengerti bahwa untuk bisa move on harus dimulai dengan memaafkan oranglain (yang menyakiti kita) dan memaafkan diri sendiri.

"Ibarat tulisan, Ren, semua kalimat yang lo tulis harus ada titiknya untuk bisa lo lanjutkan ke kalimat berikutnya. Buat gue patah hati juga seperti itu. Selesaikan dengan titik. Ucapkan selamat tinggal dari hati. Lalu berikan maaf pada dia dan pada diri lo sendiri. Pada akhirnya, rasa ikhlas itu akan datang dengan sendirinya seiring waktu." Ivanna menasehati.

Morning Brew sendiri adalah nama kafe yang dimiliki oleh Ivanna & Tantenya, sedangkan Reney & Danny adalah staf sekaligus sahabat Ivanna. Diselingi resep - resep yang terdapat di 'Morning Brew' juga informasi umum seperti asal - usul kopi & daging contohnya (CMIIW) membuat pembaca makin bertambah pengetahuannya.

Untuk kalian yang masih bertanya - tanya siapa jodoh kalian kelak, buka mata & lebih peka, karena sesungguhnya jodoh itu dekat. Tidak perlu jauh - jauh dicari. Reney & Andi membuktikannya dalam novel ini.

Well, 3 bintang untuk kisah Reney.
Profile Image for Nidos.
300 reviews77 followers
January 7, 2016
Reading Morning Brew after Under the Southern Stars, I was having such a "litlag". This is a very light one and my previous read is so... condensed?

Whatevs. I managed to finish it anyway even if it took me days.

The third from Addison I read after Perkara Bulu Mata, a short story in Autumn Once More, and Kismet, her 2nd novel. There's always friendship and snacks in her writings--love it! And the writing itself--to me--always feels like flowing effortlessly. She writes about Jakartans, the Jakartan's way. And that's what I adore about her, even here in her debut her signature style is clearly seen. Sorry not sorry for comparing, but--again, to me--even Ika Natassa didn't make her first appearrance this smooth. One job well done, Ms Addison.

The characters were all believeable with their own strengths and flaws. Dialogs between them run nicely. The twist was predicted but no big deal. I smiled at the way the story ended.

And oh, Addison does know how to spice up her book. Four PoVs at Perkara Bulu Mata. Alternating PoV at Kismet when we least expected it. And here, she gave us tips about food and stuffs.

Sure thing is, Addison improves a lot at Kismet. I might like this one better, but I just know that Kismet is actually better. Morning Brew won at characters, I guess. The rest? Way too neat. The way it's served, it's like having full course in order: all is coming to you, so expect not to meet things beyond words.

Two stars and a half, for it's more than just okay and I surely like few parts within, finally deciding to round it up bcs I had nothing against it. Her next pieces is wanted. It's weird but somehow I'm looking forward for the day I'm giving her my four stars.

Ps: nay to its cover, such thing limits my imagination to wander.
Profile Image for ais ariani.
59 reviews7 followers
March 17, 2014
buku ini sebenernya biasa. tapi yang bikin buku ini luar biasa adalah settingnya dan tokohnya. aku lagi gampang terharu sama cerita tentang persahabatan. apalagi nyinggung2 cafe. soalnya aku pernah punya cerita persahabatan yang berbackground cafe #kemudianCurhat hahahahahahaha

Jadi, si Reney ini ceritanya baru putus dari pacarnya yang pacaran tujuh tahun lebih. penggambaran putusnya itu loh yang bikin getir (halah bahasamu)...

nah..setelah putus itu dia dibantu oleh sahabatnya yang juga temennya yang kerja bareng di Morning Brew, sebuah cafe yang menjadi tempat Reney bekerja selama tiga tahun terakhir.

sukaaaak. seneng bacanya. bahasanya ringan dan ceritanya gampang diinget dan mudah dicerna.

paling suka pas Ivana bilang, "siapa yang mau menanam padi kalau punya gudang beras di rumah?" atau kata-kata yang kurang lebih begitu lah. aku lupa :D

sama kata-katanya salah satu tokohnya:
“Ibarat tulisan, Ren,semua kalimat yang lo tulis harus ada titiknya untuk bisa lo lanjutkan ke kalimat berikutnya. Buat gue patah hati juga seperti itu. Selesaikan dengan titik. Ucapkan selamat tinggal dari hati.Lalu berikan maaf pada dia dan pada diri lo sendiri. Pada akhirnya,rasa ikhlas itu akan datang dengan sendirinya seiring waktu.”

rekomen deh buat temen-temen yang mau cari bacaan ringan :)
Profile Image for Abdul Azis.
127 reviews13 followers
April 20, 2015
Morning Brew, ya sebenernya gue mau nanya sama Ivana atau tante Patra, dan lebih tepatnya ke mba Nina A soal kenapa cafenya diberi nama MB?. Covernya bagus.

Yang gue suka :
1. Cerita Persahabatan antara Reney (R), Ivana (I), dan Danny (D).
2. Settingan Cafe yang diisi cuman sama 3 orang,
3. POV sebenernya si R cuman penulis buat kita yang baca jadi suka sama tokoh lain.
4. adegan yang paling gue suka adalah ketika R, I, D, plus tante Patra ngebahas rencana apa yang akan kalian lakukan di lima tahun mendatang?, dan yes gue juga nanya ke diri gue sendiri. apakah gue hanya akan terus menjadi karyawan bank swasta dengan penghasilan pas-pasan? (bukannya gak bersyukur ya gue!) atau mengejar mimpi gue yang lain.

Yang gue gak suka :
1. Cerita Cinta R yang menurut gue ngabisin setengah buku, yang kalo dipikir jadi geli sendiri sama R, hey ya.. could you just get one and stand instead of looking for the perfect one? .
2. Endingnya out of expectation si, kaya ngasih pesan kalo 'maybe we found love right where we are', tapi jadi balik lagi sama ceritanya juga.

Sedikit cerita kalo gue juga pernah nyoba-nyoba buat kerja as a waiter di Cafe, eh Restaurant denk. PH SCBD lebih tepatnya, dan ya gue gak berhasil, cuman sanggup sehari. alesannya ? cape euy.. mungkin keliatannya kerjaanya sepele cuman ternyata lebih berat dari yang gue pikir, mending duduk depan komputer dech. :D
Profile Image for Caca Venthine.
372 reviews10 followers
May 17, 2015
Gue suka dengan kisah persahabatan mereka ini yang bisa dibilang begitu enjoy walau untuk masalah percintaan amat sangat buruk.

Yang pertama Reney, diputusin pacarnya Boy, yang udah pacaran hampir 8 tahun dengan alasan gk sanggup LDR an karena Boy akan ke London untuk kuliah lagi.

Ivana, cewek agak tomboy, penanam saham atau keponakan dari pemilik Morning Brew itu sendiri juga gk berjalan mulus kisah percintaannya. Sampai dia menemukan hatinya terpaut sama salah 1 anak band papan atas.

Dan yang terakhir Danny, yap he is gay. Bisa ketebak kan gimana?

Persahabatan mereka dimulai saat mereka sama2 bekerja di Morning Brew, sebuah cafe kecik yang menyediakan kopi. Ya seperti Starbucks lah bahasa kerennya.

Kalau dari segi cerita, tentu aja Reney ini tokoh utamanya. Setelah putus dari Boy, dia mulai jalan dengan beberapa cowok. Hingga suatu saat Boy kembali dan ngelamar Reney. Tapi yaa gk mulus juga usaha Boy ini. Ujung2nya mah Reney sama Andi, gk jauh2 dari pelanggan setia Morning Brew.

Well, gue suka dengan cerita ini. Entah kenapa, tiap ada cowok yang gay, selalu bisa nambah poin plus di mata gue. Iya, karena kehadiran mereka ini yang bikin hidup cerita dengan segala kekonyolannya. Entah itu tingkah lakunya, banyolannya atau apapun itu. Tapi yang jelas, sikap mereka selalu dan selalu bikin gue ketawa.
Profile Image for Halida Hanun.
325 reviews13 followers
October 7, 2012
beli buku ini karena (biasalah) impulsif. hehehe. tiba-tiba aja sih ambil buku itu dari rak terus dibawa ke kasir. padahal kalau dilihat sih sinopsisnya nggak terlalu menarik buat saya. begitu pun dengan bagian cover jadi pas udah di rumah ya heran sendiri kok bisa beli buku ini :p

tapi nggak terlalu mengecewakan juga sih baca buku ini. kalau ada yang bilang ceritanya unpredictable, buat saya justru lain cerita. di bab-bab awal saya sudah bisa menduga siapa akhirnya cowok yang jadi pasangan Reney. Hanya saja jalan ceritanya yang tidak saya tahu.

Alurnya sendiri sih nggak terlalu cepat, tidak juga lambat. pas lah! hanya saja untuk tokoh-tokohnya karakternya kurang terasa. deskripsi fisik tokoh utama tidak terlalu mendetail, selain itu tidak diberitahukannya nama panjang dari ketiga tokoh utama.

yang saya suka banget dari buku ini adalah kutipan-kutipannya. banyak banget kutipan yang patut untuk direnungkan, dijadikan pelajaran :)

di buku ini juga diselipkan tentang fakta-fakta kopi, keju, dan lain-lain, serta ada beberapa resep. saran saya sih bagian ini (intermeso)dilewatkan dulu saja, baru setelah selesai membaca ceritanya baru buka baca si intermeso-intermeso ini.







Profile Image for Alya N.
306 reviews12 followers
September 13, 2014
Dor! Keren!

Gue beli buku ini karena lihat reviewnya Bang Ijul @fiksimetropop yang ngasih empat bintang untuk buku ini (soalnya selama ini, kalo gue perhatikan, gue sealiran ama Bang Ijul hehe)

Penulisnya harus say thank sama kumcer Metropop: Autumn Once More (Ilana Tan, Ika Natassa, dkk itu loh). Karena dari kumcer itulah, gue kenal sama tulisannya Nina Addison, di salah satu cerpen karyanya yang berjudul Perkara Bulu Mata. Habis baca itu, gue buka GoodReads, ceki-ceki nama Nina Addison sbg GR's author dan melihat apa saja karya yang sudah diterbitkannya.

Dan ternyata Morning Brew ini adalah karya debutannya. Ditambah ada review dari Bang Ijul yang bilang kalo novel ini enak, maka makin yakinlah gua untuk berburu ni buku.

Dan bener, i love that. Mungkin temanya biasa ya, tapi...gaya nulisnya Nina Addison emang sumpah enak. Nggak ngebosenin. Laksana nyopir mobil di jalan tol. Lancar gitu.

Kadangan tema cerita bagus, kalo eksekusinya jelek juga ngga enak untuk dibaca. I'm personally condong ke yang gapapa-temanya-pasaran-as-long-as-eksekusinya-bagus. Dan Morning Brew succesfully included to that population.

Kalo Nina Addison ngeluarin buku lagi, i've an idea to list myself as the buyer :)
Profile Image for Rara Purnomo.
283 reviews28 followers
May 6, 2015
Aku baru aja ngebaca salah satu buku yang masuk kategori jempolan.

Sudah sering lihat, sudah masuk list buruan, tapi aku tetep aja nunggu buku ini ada di tempat langganan dulu baru kebeli. Hahahaha.

Aku akuin awal bacanya sempet drop berkali-kali... ada faktor yang bikin bosen. Pace nya cukup lambat di awal, tapi selanjutnya cerita yang disuguhkan sudah melompat ke beberapa bulan berikutnya. Move on juga dengan pria berikutnya~ aihhh enaknya =3

Beberapa reviewer bilang Reney itu plin-plan, labil, nggak berkarakter. ITU BENAR sekali. Hidupnya berkesan sangat membosankan. Lebih membosankan dari kehidupan orang kantoran yang bekerja monoton.

Aku suka banget sama scene Reney kenalan dengan Indi. Juga scene pas Reney dicium Ari. Nggak tahu ya, rasanya so sweet banget. Dan aku rasanya beneran ngelihat kejadian itu di depan mataku.Part yang paling aku sukai itu ada di 3 bab terakhir. Selebihnya Reney memang berkesan lempeng-lempeng aja.

Apa yang dijabarkan di akhir cerita bener-bener ngena. Rasanya kayak aku diberi pencerahan juga. Soalnya asli clueless sama endingnya. Aku suka persahabatan Ivana-Danny-Reney. Iri setengah mati juga sama Reney yang nggak pernah mengalami 'bad hair day'

Asli lah, nggak rugi milih buku ini buat dijadiin koleksi.
4 stars.
Profile Image for Aya Murning.
162 reviews22 followers
August 29, 2013
kebetulan saya baca "tentang penulis" duluan ketimbang baca ceritanya. so, pas udah mulai baca, sempat terlintas di pikiran, "kok nyangkutin soal luar negeri? jangan-jangan ini kisah nyata dari si penulisnya?" hehehe, well, I don't know.

kalo dari sinopsis, sejujurnya biasa aja. nggak begitu memikat hati. cuma karena covernya cantik, makanya jadi minat hahaha (korban cover).

awalnya ngerasa, "ini mana konfliknya?" I mean, the real conflict. walo di awal udah dikasih konflik duluan, tapi belum ngerasa ada klimaksnya. butuh penantian yg lama untuk hal itu, untuk si klimaksnya ini, I mean ibarat soft drink tu yg paling "nggigit". karena konflik yg yummy itu baru tersaji pas udah mau ujung-ujung banget :( that's why cuma bisa kasih 3 bintang saja. anyway, I still like it! ;)

oh ya, ada lagi nih yg mau kupuji, keren deh bisa ngangkat hal tentang keadaannya si Danny yg bisa dianggap sepele dan angin lalu malah menjadi masalah antara Reney dan Boy yg bikin lebih greget gitu. trus bagian email saying good bye juga keren penganalogiannya dengan kisah yg pernah dialami oleh tokohnya. masuk akal banget dan nyambung banget ;)
Profile Image for Titi Sanaria.
202 reviews37 followers
October 2, 2015
Kalau tahu bukunya sebagus ini, sudah sejak kelar dengan KISMET kucari. I enjoyed it A LOT.
Ini tentang Reney yang diputuskan oleh Boy, pacar tujuh tahunnya (hehehe... hampir 8tahun!) dan merasa bahwa dunianya tidak akan pernah sama lagi. Tapi dengan bantuan sahabat-sahabatnya di morning brew, Reney kemudian menemukan bahwa ada dunia lain di luar dunianya dan Boy yang belum pernah diketahuinya.
Ini adalah buku tentang kehilangan dan cara 'mengatasinya'. Atau ini juga bisa disebut buku tentang persahabatan, bahwa sebenarnya kita tidak kehilangan terlalu banyak jika masih punya sahabat untuk ditumpahi uneg-uneg.
Akhirnya, ini buku yang memberitahu bahwa sesungguhnya kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan. Dan kita hanya perlu menggunakan hati nurani untuk menimbang sebelum memutuskan suatu hal.
Meski endingnya tidak terlalu sesuai keinginanku, aku sangat suka buku ini. sometimes, the last chapter doesn't always give us the happily ever after like we want it to be. But, congrats yah to anjing kumal yang sudah grooming. somehow I knew that he'll stole the spotlight.
Profile Image for Deva Nurmala.
24 reviews1 follower
October 13, 2011
morning brew, sebuah kafe dimana sang tokoh utama reney, ivana dan dany bekerja di dalamnya. tempat ini bukan hanya tempat bekerja mereka tapi lebih dari sebuah rumah, berkumpulnya para sahabat dan kehidupan mereka.
kisahnya dimulai dari reney yang baru putus dari pacarnya setelah 7 tahun (hampir 8), karena sang pacar menerima beasiswa ke inggris.
cerita yang biasa, tapi real banget. dari patah hatinya reney, dan bagaimana teman2nya membantunya untuk bangkit dan menemukan kisah-kisah yang lainnya. sampai akhirnya reney menyadari sebuah cinta saja belum cukup untuk menilai seorang itu tepat untuk menjadi pendamping hidup.
Profile Image for Saptorini.
Author 5 books12 followers
November 21, 2011
Salah satu yang tertinggal di pikiran setelah membaca ini adalah bagaimana kalau saya membuka caffe yang tidak membuat dompet konsumen sakaratul maut.

Faktanya saya penyuka kopi sejak SMP dan ironisnya, saya tak cukup berani masuk ke kedai kopi di kota Solo karena mengkhawatirkan dompet saya. Sepertinya ide buka kedai kopi akan membantu teman-teman saya sesama pecinta kopi yang dompetnya pas-pas-an.

Jika banyak resto yang menawarkan rasa bintang lima, harga kaki lima, rasanya masuk akal jika saya tawarkan "kopi nikmat tanpa membuat dompet sekarat!"
Profile Image for Alifa.
64 reviews1 follower
July 10, 2013
3.5 stars

Nemu buku ini di secondhand bookshop dekat rumah. Pas beli buku ini, gue ngga punya ekspektasi apa-apa, cuma ngandelin blurb yang ada.

Ternyata buku ini cukup enjoyable. Bahasanya mengalir dan enak dibaca. Sayangnya ceritanya hanya berfokus pada tokoh utama (Reney) saja, padahal jika tokoh pendukung (Ivanna & Danny) juga lebih banyak mendapatkan porsi cerita pasti akan lebih menarik. Membaca buku ini seperti minum hazelnut latte. Manis, nagih, pahit, sekaligus habis dalam sekali tandas.
Profile Image for Ruthmiserico Ohoiwutun.
16 reviews17 followers
April 4, 2018
saya suka kisahnya meski latar kisahnya hnya disekitaran cafe mereka dan kompleks sekitran mereka tinggal serta cafe2 tetangga. namun cerita ttg persahabatan, kisah cinta, pelanggan cafe, kekonyolan dan konflik diantara mereka sangat membuat cerita ini hidup. saya suka kisah mereka saling menguatkan satu sama lain, mencoba resep baru; santai sambil curhat dengan menyatap brownies, cake atau soup setelah menutup cafe. bahkan ending dari cerita ini pun sangat manis. pokonya seru aja baca buku ini. bisa ketawa2 tidak jelas sendiri.. hahahaa.. (itu mah biasa yah,, Hahaha).
Profile Image for hazel audy.
285 reviews19 followers
February 20, 2015
tertarik dengan judulnya dan sinopsis yang menceritakan persahabatan dan loyalitynya dengan tempat mereka kerja. Morning Brew tidak hanya sekedar tempat mencari duit, tapi tempat itu juga sumber kenyamanan dan ketentraman mereka yang secara tak langsung mendekatkan mereka bertiga menjadi sahabat. Bagusss, tpi saya agak sebal dengan karakter utamanya. terlalu plin plan buat saya. Tapi over all, novel ini cukup bagus untuk seorang pemulaa.
Profile Image for Fitri.
48 reviews1 follower
September 25, 2012
Buku yg pas dibaca oleh orang yg baru patah hati, membantu buat proses move on... :p

klimaks dan antiklimaksnya dari awal sampe akhir ga terlalu berasa, tp lumayan buat dibaca santai... tapi resep2nya itu lho.. mayan ganggu.... apa gak lebih baik bikin 2 buku aja.. 1 buku novel, 1 buku resep... tp diluar dr itu, buku ini ok jg buat dibaca santai...

niwei, sepertinya writernya bener2 anak cafe negh.. :p
Profile Image for Angelin Fendra.
2 reviews
August 13, 2015
Aaarghh sukakk!! bc ini pas lgi situasi hati lagi mellow dan nemu 1 conclusion yang pass bngt "there's some people which is given by god in our life not to be our spouse,sometimes they only come to teach us the meaning of love" (morning brew page 206)

Dan ibarat tulisan,semua kalimat yang kita tulis harus ada titiknya untuk bisa kita lanjutkan ke kalimat berikutnya..

mature...
Profile Image for Marina Lee.
65 reviews26 followers
November 9, 2015
Pertama-tama, covernya ... nggak menjual. Awalnya sempet ragu mau beli ato gak, abis covernya berasa kaku banget. Tapi yaudah deh, lagi diskon ini. Hahaha.

Alur ceritanya sih gue lumayan suka. Ngalir aja sih, meskipun twistnya bisa ditebak. Btw katanya Kismet juga bagus? Abis ini nyari ah... (meskipun covernya big-nay)
Displaying 1 - 30 of 47 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.