معنى الزكاة ونصابها، ومقدارها، ومصارفها، ومتى تجب، وفي أي الأموال تجب. وأهدافها، وزكاة الفطر، والحقوق المترتبة على المال غير الزكاة والفرق بين الزكاة والضريبة، هذه الأمور أمور أخرى كثيرة تتعلق بفريضة الزكاة تجدها في هذا الكتاب من خلال دراسة في ضوء الكتاب والسنة. وهذا الكتاب هو رسالة الدكتوراة التي نال بها الدكتور القرضاوي درجة العالمية من جامعة الأزهر بتقدير امتياز وذلك سنة 1973.
Yusuf Al-Qaradawi (Arabic: يوسف القرضاوي) is an Egyptian Islamic theologian. He is best known for his programme, ash-Shariah wal-Hayat ("Shariah and Life"), broadcast on Al Jazeera, which has an estimated audience of 40 million worldwide. He is also well-known for IslamOnline, a popular website he helped found in 1997 and for which he now serves as chief religious scholar. Al-Qaradawi has also published more than 80 books, including The Lawful and the Prohibited in Islam and Islam: The Future Civilization. He has also received eight international prizes for his contributions to Islamic scholarship, and is considered one of the most influential such scholars living today. Al-Qaradawi has long had a prominent role within the intellectual leadership of the Muslim Brotherhood, an Egyptian political organization, but twice (in 1976 and 2004) turned down offers for the official role in the organization. A 2008 Foreign Policy magazine poll placed al-Qaradawi at number three on its list of the top 20 public intellectuals worldwide.
Some of al-Qaradawi's views have been controversial in the West, and he is banned from entering the United States, Israel and Great Britain. In 2004, 2,500 Muslim academics from Saudi Arabia, Iraq and from the Palestinian territories condemned Qaradawi, and accused him of giving "Islam a bad name."
As of 2004, al-Qaradawi was a trustee of the Oxford University Center for Islamic Studies. He also served as a technical consultant for a multi-million dollar epic movie in English on Muhammad.
Lagi penasaran tentang Zakat eh..dapat pinjaman buku ini.
lumayan...Lumayan buat bantal tidur...:) buku ini tebal amat. seperti tebalnya buku 'gone with the wind' yg sampe sekarang gak niat kubeli, meski ku suka bgt ceritanya.
Awalnya karena ingin tahu tentang kewajiban zakat bagi pekerja dengan gaji bulanan seperti saya saat ini. Dan...bukankah pegawai adalah pekerjaan yang paling banyak digeluti dan diidamkan banyak orang di jaman ini?. Masa Rasulullah sepertinya tidak ada pekerjaan sebagai pegawai. Dan buku ini pun tidak menjelaskan adanya kemungkinan itu.
Dibagian awal, di jelaskan landasan hukum Zakat dalam Al-Quran. Cukup menarik karena ternyata dalam Al-Quran, Zakat selalu disandingkan dengan Sholat. "Akimussholah wa atuzzakah".
Agak berbeda dengan Rukun Islam yang lain, seperti syahadat, puasa, dan haji. Sholat dan Zakat seperti pasangan yang tak bisa dipisahkan, dalam Al-Quran. Jika Sholat adalah tiang agama, apa Zakat juga?
Dibagian ini, yang cukup menarik juga, adalah kata sedakah yang diterjemahkan menjadi zakat.Kok bisa?.Apakah Zakat = Sedekah?. jawabannya ada dibuku ini.
Cukup menarik kritikan buku ini tentang pemahaman Zakat di sepanjang sejarah Islam. Dibagian awal buku ini, mengkritik paradigma yang menganggap zakat adalah persoalan ekonomi dalam Islam. Zakat bukanlah semata persoalan membantu kaum miskin semata.Zakat bukanlah pajak. dan lain-lain.
Sayangnya, buku ini kurang konsisten atau bisa dibilang tidak mampu menemukan hubungan antara zakat terhadap hal-hal selain persoalan ekonomi. terutama....hubungan Zakat dengan Sholat. Bisakah Sholat tanpa Zakat?. Bisakah Zakat tanpa Sholat?.
yang jelas...dengan begitu lekatnya perintah kedua rukun Islam ini dalam ayat-ayat Al-Quran, harusnya ada sebuah analisa logis yang masuk akal.
Keliru rasanya, jika Zakat ditunaikan pada kemampuan tertentu, pada jumlah panen tertentu. pada bentuk harta tertentu. karena itu berarti...TIDAK((mampu) melaksanakan zakat.
nah...berkaitan dengan pekerjaan saya sebagai pegawai, buku ini mengklasifikasikannya dalam Zakat profesi. Berbagai sudut pandang berbeda di uraikan dalam buku ini, tanpa berani disimpulkan. Ada yang mengatakan tetap berzakat, ada yang mengatakan berzakat dengan batas gaji tertentu, ada yang mengatakan tidak usah berzakat, karena tidak ada di masa Rasulullah. Ada pula yang menjelaskan dengan teknis, gaji diubah dulu dengan emas, baru di Zakatkan (ck..ck..ck..ribet.)
Buku ini sangat banyak mengutip hadis, tafsir, dan sejarah. Cukup membantu untuk penelitian lebih lanjut.
Ternyata diantara banyaknya perkembangan ilmu-ilmu tentang Islam, Persoalan Zakat adalah hal yang paling sedikit dibahas para ulama/cendikiawan Islam. Bahkan dalam sejarah Islam hingga saat ini. kenapa?. hmm..apa karena soal duit? Banyak yang menarik untuk lebih dikaji lagi setelah membaca buku ini.
Karya ini merupakan mahakaryanya syaikh Yusuf Al-Qaradhawi, karya yang sangat tebal dan sangat lengkap dalam membahas zakat. Hal-hal yang lumrah dibahas dalam berbagai kitab zakat seperti pengertian, kedudukan zakat, siapa yang wajib berzakat, benda yang wajib dizakati, mustahiq zakat, dan lain-lain tentu dibahas di buku ini dengan pembahasan yang lebih luas dan lengkap. Kelebihannya, syaikh Yusuf Al-Qaradhawi tidak mencukupkan pembahasan klasik saja, namun juga membahas hal-hal baru yang berkaitan dengan zakat di era modern ini seperti pembahasan tentang zakat profesi, kaitan zakat dengan pajak, dan lain-lain.
Membahas hal-hal yang baru lambat laun mengundang perbedaan pendapat, pro dan kontra tentang apa yang dibahas oleh syaikh Yusuf Al-Qaradhawi pun bermunculan, walau sebenarnya bukan hanya beliau yang membahas permasalahan baru mengenai zakat.
Perbedaan pendapat di bidang fiqh adalah hal yang wajar, dan oleh karena itu sikapilah dengan baik dan bijak. Bahkan jika diteliti lebih detil dan seksama, dua pendapat yang terlihat berbeda dapat dilihat sebagai satu pendapat yang sama hakikat dan tujuannya hanya berbeda dalam cara sudut pandangnya saja.
Bagi sebagian kalangan terutama orang awwam seperti saya, buku ini agak rumit dan masih ada beberapa hal yang belum dibahas padahal sebenarnya perlu dibahas. Namun walau bagaimanapun, buku ini layak dijadikan salah satu pedoman / rujukan zakat dan lebih baik lagi jika dibahas lebih lanjut bersama ahlinya (para ulama), dan selanjutnya bersama-sama untuk sadar zakat dan membayar dan menyalurkan zakat untuk kepentingan ummat.
I've read the Arabic edition of this book, so i cannot comment on the quality of translation here. This is regarded as the author's seminal work on Islamic law, as well as a first reference for both classical and modern issues related to zakat law. His coverage of issues is encyclopedic, but while the author attempts to tackle many issues on this topic there are some apparent drawbacks: 1- His methodology in discussing nuances and details of some issues is selective at times, not to say that the quotes he provides or the references given do not represent authorities on those particular issues, but the lack of sufficient referencing leaves one wanting, especially if the issue at hand is one particular to a certain scholar of the past or school of Islamic law. 2- At times appeals to authority are used for legitimizing legal stances, and not enough analysis is done to challenge problematic issues found in medieval works of Islamic law. 3- The mainstay of the author is three medieval works: Al-Mughni of Ibn Qudamah, al-Majmu of al-nawawi, and al-Amwal of Abu Ubaid. al-Mabsut of al-Sarakhsi is covered as well. These works span 3 schools (Hanbali, Shafi, and Hanafi respectively) as well as the independent reasoning of Abu Ubaid, a 4th century jurist. I cannot at this time recall a Maliki source that was called on as frequently as these previous ones.
All in all it is a good work for the time in which is was written, however research in this area must continue to help move Islamic legal works away from the defective induction that many pre-modern and modern works rely upon.
الكتاب عميق ودسم جدا، وبه الكثير من العلم حول موضوع الزكاة، الكتاب ليس كتاب ثقافة عامة، فهو مليء بالتفاصيل وبأسلوب علمي يناقش كافة الأدلة حول مواضيع الزكاة المختلفة
الكتاب مرجع مهم في موضوع الزكاة، ولكن يعيبه أنه قديم، فهو عبارة عن اطروحة الدكتوراة للدكتور يوسف القرضاوي والتي أعدّها عام 1973م، وبالتالي فإن الكثير من المواضيع والأمور المحدثة لم يتم التطرق إليها في الكتاب، إضافة إلى أن معالجة بعض المواضيع كان متناسباً مع ذلك الزمان، اما اليوم وقد ازدهر الاقتصاد الاسلامي بشكل كبير، وتم إنشاء عشرات البنوك الاسلامية، وظهر التأمين الاسلامي، كما ظهرت العديد من صور المعاملات المختلفة، فإن معالجة هذه القضايا لابد له من مراجعة ونظرة أخرى فيما يخص الزكاة
والعيب الآخر انما هو بسبب دار النشر، التي صفت الكلام صفاً بأسلوب الكتب القديمة، مما يجعل القراءة صعبة نوعاً ما مع ارهاق العينين.
مع احترامي لرأيك اخي الكريم لكن يبقى القرضاوي صاحب اكبر علامة استفهام بالتاريخ على كل تصرفاته وتناقض افعاله واقواله ..ألخ ..بصراحة اسم الكاتب بحد ذاته لا يشجع على القراءة . طبعا هذا ليس حكما على الكتاب . انما انطباع شخصي فقط