Lietha, seorang atlet renang, sering merasa minder dengan keadaan kulitnya. Bagian yang ditutupi baju renang sih berwarna cerah, tapi yang tidak ketutupan? Mengutip kata Aldi, senior Lietha yang suka menggodanya dengan memanggilnya Belang, "Bukannya kayak sawo matang lagi, tapi kayak biji sawo!" Tentu saja Lietha jengkel jadinya.
Kehidupan Lietha semakin semarak saat ia terpilih menjadi model iklan Shiori Sweat, minuman isotonik yang terkenal. Aldi yang entah bagaimana caranya bisa mengangkat diri jadi manajer Lietha, otomatis ikut ke Jepang menemaninya. Di sana Lietha berteu model superkeren--Nishio Kintaro, yang langsung akrab dengannya. Kinta bahkan punya panggilan khusus buatnya, Hime, yang artinya "putri". Setelah bertemu Kinta, hidup Lietha tidak sama lagi. Tapi apa ini berarti ia jatuh cinta pada Kinta? Dan apa arti semua kebaikan yang dilakukan Kinta padanya? Dan kenapa pula saat Aldi akrab dengan cewek lain, Lietha malah sewot?
"I'm not a fan of romantic literature, tapi gw ternyata gak bisa brenti juga baca ini. Soalnya lucu sih n uniknya banyak kebudayaan yg campur aduk..." --Marcelina (Ina), Event Organizer, Zurich
Call her Donna or Angela, she might respond with a smile. This Indonesian writer divides her time juggling to make ends meet, writing, balancing her attention between her partner (Isman H. Suryaman) and children, managing the household, and of course, occasionally sipping earl grey tea to keep her sane. She has written twenty books so far, popular fiction, in Gramedia Pustaka Utama (GPU). Her newest book, Candrasa, is published in August 2017.
Her passion for new experiences propels her to seek new chances to meet more people. Enthused for fresh inspirations, she longs to join multicultural events, collecting data and broadening her horizon.
She claims to be unique, independent and strong. She dreams and imagines a lot. "But what is love, and what is life, if you do not let yourself live?"
Isi novel ini sederhana banget. Khas kehidupan remaja. Cerita anak-anak sekolah menengah atas, saling cela-celaan antara anak cowok dan cewek, ada sirik-sirikan sedikit, orang tua yang funky (pasti banyak yang berharap punya orang tua seperti ini), ada perjodohan terselubung, yang pasti ada tentu kisah cintanya.
Lietha, sering dipanggil Belang sama Aldi. Kulit Lietha memang belang, karena ia adalah atlet renang yang cukup berprestasi. Setiap hari, ada aja yang bikin Lietha sebal sama Aldi, terutama panggilan Belang itu. Karena kesal banget, Lietha berusaha mencari kelemahan Aldi untuk membalas dendam. Tapi, ternyata aksi balas dendam itu gagal, karena Aldi malah jadi idola di sekolah mereka. Karuan aja Lietha makin gondok.
Tiba-tiba, Lietha dapat kesempatan untuk jadi model iklan minuman isotonic. Berangkatlah dia ke Jepang… bersama Aldi, yang langsung ‘mengangkat’ dirinya jadi manager. Lietha makin sebel. Di Jepang, Lietha kenalan dengan cowok Jepang, pasangannya dalam iklan itu. Dan entah kenapa, Aldi koq bt banget.
Pulang ke Indonesia, malah Lietha yang jadi sebel waktu liat Aldi dekat sama saingannya waktu SD.
Seperti yang udah dibilang di atas, novel ini simple banget. Tapi, yang menarik, cerita di novel ini paling nggak memberi semangat buat para cewek yang suka minder biar gak terlalu berkecil hati.
Dan satu lagi... hati-hati... jangan suka gengsi dan sebel yang berlebihan sama orang... bisa-bisa kena 'karma'nya seperti Lietha...
Pendapat saya sih.. ini benar-benar buku untuk remaja! Cocok ditaruh di bagian Teenlit. Konflik khas remaja, bagaimana Si Belang yang ingin kesal diledekin, bagaimana cemburunya Aldy, bagaimana sikap temen-temen lain ke dia.. yeah, remaja banget, deh. Saya membacanya hanya sebagai cemilan, kalau boleh jujur. Bukan bacaan berat yang bikin saya penasaran harus namatin bukunya hari itu juga. Yang bikin saya tertarik sebenarnya sih, kondisi Jepang yang dideskripsikan Mbak Donna. Tapi overall, okelah. Sekian dan terimakasih :* #salahemot
Memberanikan diri baca teenlit lagi setelah bertahun-tahun nggak baca buku macam ini. Dipilih karena banyaknya rekomendasi soal pengarangnya sih.Dan saya belum pernah baca karangannya padahal sudah follow twitternya (trus apa hubungannya?)
Ceritanya as expected.manis dan segar.biasa saja sih.I mean, kejutan besar macam apa yang bisa didapat di teenlit?Maka mau nggak mau yang bisa diperhatikan cara penulisannya. Mbak Donna (sok akrab) jelas menunjukkan dirinya memang niat dan adalah bukan penulis pemula. Bahasanya rapi dan teratur.detil ceritanya pun jelas dan logis.yah ada beberapa hal sih yang buat saya "eh?emang beneran ada ya yang kayak gitu"? hehehe. Tapi remaja banget ini bikin saya kagum mengingat sang pengarang bukan remaja lagi.
Terlepas dari adanya lirik sound of music yang kayaknya salah (am a huge fan of that movie *trus kanapa*), saya nggak kecewa beli buku ini.Banyak pelajaran soal menulis cerita remaja yang segar yang bisa saya ambil. WALAUPUN saya harus membulatkan tekad membeli buku ini karena covernya yang crap. I mean, damn crap! Terlepas dari isi, Gramedia mustinya harus lebih pilih-pilih lagi ah buat cover teenlit-teenlitnya (yang rata-rata juga crap covernya)
Lucu liat interaksi antara Lietha dan Aldi yang benci-benci tapi suka.. Berawal dari saling ledek dan benci, Lietha gak menduga kalo dia bakal bisa suka ama sosok Aldi yang nyuebelin banget.. Yang suka ngejek Lietha belang, jelek dan berbagai julukan lainnya.. Tapi ya itu, jarak antara cinta dan benci itu tipis banged.,. Tanpa Lietha sadarin dia malah suka ama musuh bebuyutannya yang ternyata juga suka ama dia.. Gitu lah, fairy tale banged..
Sempet heran, kenapa banyak yg ngasih 1 atau 2 atau 3 bintang. Tapi, yah, selera setiap pembaca berbeda-beda, termasuk aku. 4 bintang.
Cerita berawal dari Lietha yang sering diejek Belang oleh Aldi. Dan kemudian, ada tawaran untuk menjadi model iklan Shiori Sweat.
Idenya sebenarnya sangat sederhana, tapi Kak Donna menyulapnya menjadi sebuah novel yang wow! Amazing. Bagian yang paling kusukai adalah E-mails dan permainan 'harta karun'.
novel ini novel teenlit pertama yang saya beli. ceritanya agak exaggerated emang. bingung aja, gimana jadinya seorang perenang indonesia biasa bisa jadi model iklan di jepang? ._. tapi keren kok. serius. menurut saya, gaya bahasa primadona di novel ini mirip sama gaya bahasanya meg cabot. gak tau cuma perasaan saya aja sih ._. ceritanya keren, si aldi yang terus-terusan gangguin lietha itu menurut saya 'manis' banget. saya suka yang tipikal kayak gitu emang :)
I thought pRimadona Angela hv talent to make point of view from teen.. Her style writing is OK, it wouldn't make u bored.. But honestly, the story is sooo ordinary. And i dun really like the boy named Aldy..
Okey, bisa membayangkan seorang cowok yang suka Barbie? itu bisa dilihat di novel ini. Dan itu keren sekali. Jarang2 ada cowok koleksi Barbie lengkap dengan beberapa model bajunya. Dan cara Aldi mendekati serta menjaga Lietha itu lho. Aku suka. Fun saat membaca novel ini ;)
Pertama baca novel ini waktu SMP. Sekarang mencoba baca ulang. Well, tetap suka sama ceritanya yang sederhana tapi manis. Ya walau jadi sadar ada beberapa yang kerasa 'terlalu cepat'.