Wulandari Safira atau kerap dipanggil Ndari adalah anak SMA yang tinggal di Pulau Sumatera deket banget dengan Singapura. Ia lebih sering liburan ke Singapura daripada ke Jakarta. Jarak tempat tinggalnya ke Singapura by plane hanya 30 menit, sedangkan ke Jakarta 1,5 jam.
Ndari punya kakak bernama Surya dan dua sahabat yaitu Aileen dan Trina. Ia juga punya sahabat bernama Maeve yang tinggal di Belanda. Selain itu, ia juga punya teman masa kecil yang ia kenal hampir di sepanjang hidupnya bernama Kevin.
Ndari suka pada Kevin, tapi tak pernah mengungkapkan rasa sukanya. Maka dari itu ia kaget ketika tiba-tiba kedua orangtua Kevin dan orangtuanya sepakat mengikat ia dan Kevin dalam tali pertunangan. Ndari sebenarnya bahagia bertunangan dengan Kevin, namun kegembiraannya pupus saat tahu Kevin mau bertunangan dengannya hanya untuk memenuhi keinginan maminya. Apalagi ternyata Kevin punya teman baik cewek yang bernama Marylin.
Saat liburan sekolah, Ndari pergi ke Belanda berlibur sekaligus menemui Maeve. Di Belanda ia berkenalan dengan Steve, tetangga Maeve yang cakep dan ... ternyata mengaku sudah jatuh cinta pada Ndari jauh sebelum mereka bertemu melalui foto-foto Ndari yang dimiliki Maeve.
Anehnya, Ndari merasakan perasaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya saat berdekatan dengan Steve. Bahkan dengan Kevin ia tak pernah merasa seperti itu. Saat ia main di pantai bersama Steve, tiba-tiba Kevin muncul dan marah-marah.
Ternyata Kevin selama ini cinta pada Ndari namun terlalu jaim untuk mengutarakan perasaannya. Bahkan Kevin sengaja dekat-dekat Marylin agar Ndari cemburu.
Sudah terlambat. Ndari tidak berniat melanjutkan hubungan pertunangan mereka. Ia memeroleh keyakinan bahwa perasaannya yang dalam hanya untuk Steve.
Novel ini merupakan karya Primadonna Angela yang pertama saya baca. Ceritanya cukup ringan dan alurnya biasa saja. Namun Donna mengemasnya dengan bahasa yang renyah dan sense humoris yang cukup tinggi. Saya beberapa kali ngakak, terutama membaca suara hati Ndari yang kadang-kadang sangat absurd.
Novel ini mungkin bukan novel yang amazing, namun cukup bagus untuk dibaca menghabiskan week end dengan senyum di bibir.
Hikmah novel: Jika kamu benar-benar suka pada seseorang, jaga perasaan itu dengan menunjukkannya bukan malah bertingkah yang sebaliknya. Mengabaikan orang yang kamu sayang, hanya akan membuat kamu kecewa, jika suatu saat ia meninggalkanmu karena merasa tak cukup dicintai.