Jump to ratings and reviews
Rate this book

Habibie: Kecil Tapi Otak Semua

Rate this book
Buku ini dieri judul Kecil Tapi Otak Semua, berisi penggalan cerita-cerita menarik mengenai tokoh yang pernah memimpin bangsa Indonesia sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke-3. Tokoh yang pernah mengemban tugas kenegaraan dan kemasyarakatan yang multifungsi

355 pages, Paperback

First published February 1, 2011

16 people are currently reading
230 people want to read

About the author

Andi Makmur Makka

20 books16 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
54 (51%)
4 stars
26 (24%)
3 stars
18 (17%)
2 stars
5 (4%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
Profile Image for Euisry Noor.
150 reviews65 followers
February 18, 2012
Really like it.

Sejak awal, buku ini memang memaparkan potongan-potongan pengalaman menarik BJH yang diambil dari rentang masa yang cukup panjang, mulai dari masa kanak-kanak, remaja, ketika menjadi mahasiswa dan bekerja di Jerman, hingga ketika masa pengabdian beliau di tanah air, saat menjabat sebagai menristek dan memerintah sebagai presiden ke-3 RI. Tidak disusun secara kronologis, melainkan dikategorikan berdasarkan tema yang berkaitan. Meski demikian, karena kategori tema pertama memuat tentang Masa Kecil, Mahasiswa, dan Dirantau, awalnya aku sedikit greget karena begitu sedikit informasi mengenai kisah hidup BJH pada masa tersebut yang terceritakan. Kenyataannya, aku ingin tahu lebih banyak. Aku merasa, penggalan-penggalan cerita yang disajikan di bagian awal-awal itu biasa saja, tak terlalu mengesankan. Yah, aku terlanjur tertarik dengan pribadi tokoh negara yang satu ini. Lain kali aku harus membaca biografi lengkap beliau. Lagi pula, buku ini kan hanya menyajikan kilasan-kilasan...

Namun, kesan biasa saja itu mulai memudar ketika tema kedua mulai kulahap, mengenai Kebijakan dan Gagasan. Bagian ini mulai menghidupkan keantusiasanku lebih jauh. Menyimak bagaimana cara pandang BJH terhadap pembangunan bangsa, bagaimana ide dan gagasan yang beliau kemukakan dan terapkan, menyedot perhatianku semakin dalam terhadap buku ini. Sesudahnya, aku bahkan tak henti membaca dan terus membaca hingga halaman terakhir buku ini. Satu tancap gas untuk sekitar 250 lebih halaman, ngebut :D.

Kuakui, aku tak begitu mengenal BJH dan belum baca satu pun buku tentangnya sebelumnya. Aku hanya mengenalnya sebagai seorang tokoh negara, dengan kejeniusan yang pengecualian, dengan prestasi internasional beliau yang membanggakan. Bukunya, "Detik-detik yang Menentukan", pernah nangkring di komputerku dalam bentuk ebook saat aku masih mahasiswa, dan tak pernah sempat kubaca, turut raib bersama PC yang digondol maling saat itu. Jauh sebelum itu, saat beliau menjabat dalam anggota kabinet pembangunan, sampai akhirnya diamanahi menggantikan Presiden Soeharto pada jaman reformasi 1998 itu, aku hanya seorang bocah SD yang mengenal Pak Habibie dari seringnya muncul di televisi. Tahun-tahun setelahnya, aku tak pernah punya passion berlebih terhadap topik politik. Tak tahu siapa beliau, namun anehnya entah kenapa ada perasaan respek terhadap tokoh yang satu itu. Ini jarang terjadi, mengingat dunia politik, plus orang-orangnya (meski tentu hanya oknum tertentu), sering bikin muak dan karenanya tak mudah untuk merasa respek terhadap tokoh-tokoh politik tanpa mengenalnya dengan baik. Membaca bagaimana gagasan dan pandangan serta pengabdian yang ditunjukkan BJH semasa pengabdiannya terhadap negara mengaminkan rasa respek yang kini lebih beralasan, dan menaikkannya menjadi "ngefans", haha.

Gagasannya mengenai falsafah pembangunan adalah sebuah konsep pembangunan yang didasarkan pada nilai tambah (added value). Karenanya, BJH memandang pembangunan SDM sebagai prioritas. Beliau ingin membangun ekonomi bangsa dengan memajukan iptek, dan caranya adalah dengan mendidik SDM kita sendiri dengan pendidikan dan keterampilan yang dibutuhkan. Ini berkaitan dengan sebuah visi jangka panjang masa depan bangsa yang masih berkembang. Butuh investasi yang besar untuk tujuan yang besar, dan butuh waktu untuk membuahkan outcome yang dihasilkan. Rupanya strategi pembangunan kompetitif inilah, yang pada masa BJH mengemban proyek Industri Strategis yang ditugaskan Pak Harto pada jamannya, yang seringkali jadi sasaran empuk kritikan dan tudingan para ekonom yang lebih cenderung pada pembangunan komparatif. Itu juga yang membuatnya dijuluki Mr. Big Spender...

Kejeniusannya dalam bidang engineering sih sudah menjadi rahasia umum. Tetapi yang mencengangkan, perhitungan dan prediksinya mengenai isu ekonomi juga terbukti jitu. Krismon pada 1998 adalah konsekuensi dari (salah satunya) kebijakan pembangunan ekonomi komparatif tanpa dipadukan dengan pembangunan kompetitif yang tampaknya sudah terprediksikan oleh analisis pemikiran BJH. BJH memang jenius sejati. Otaknya adalah kombinasi canggih keahlian matematis otak kiri sekaligus kreativitas otak kanan. Tak hanya punya gagasan, tapi juga mampu mewujudkannya ke dalam produk nyata. Kawan-kawannya di Jerman menjulukinya Mr. Crack karena ahli dalam bidang crack propagation pada struktur pesawat. Lalu di tanah air beliau dijuluki pula Mr. Cracker karena mampu menyelesaikan solusi atas masalah-masalah pembangunan yang diembankan kepadanya. Yah, seperti kata covernya, badannya sih kecil, tapi otak semua...

Anyway, kenapa jadi kepanjangan dengan topik yang serius? Buku ini menyajikan berbagai penggalan kisah dengan santai kok. Kebanyakan diantaranya malah kisah yang mengundang senyum. Di buku ini diceritakan tak hanya soal prinsip yang dipegang BJH, melainkan juga tentang pengalaman unik dan lucu, kehidupan sehari-harinya, kebiasaannya, kegokilannya, bahkan tentang meja kerjanya yang terkenal dan fenomenal (dipenuhi miniatur berbagai jenis pesawat). Semacam kumpulan mozaik kehidupan BJH yang di dalamnya ada nilai-nilai yang bisa kita ambil. Inspirasikah, hikmah, ibrah, atau apalah...

Mr. Crack, Mr. Cracker... apa pun namanya... I really like your style, Sir... :D
Profile Image for Amrih Mahanani.
22 reviews2 followers
June 7, 2013
Paling lucu saat kisah Habibie yang masih mahasiswa menggunakan pakaian balet :D :D

Paling suka baca saat Habibie tak puas berdebat dengan Sang Dosen, hingga ruangan kuliah tinggal menyisakan mereka berdua
Profile Image for jaja.
43 reviews1 follower
January 24, 2022
Semakin sering dan semakin banyak buku yang saya baca mengenai sosok Pak Habibie, maka semakin jatuh cinta saya dengan pemikiran dan prestasi yang beliau punya. Pak Habibie selalu menjadi salah satu tokoh menarik yang luar biasa.
9 reviews
December 29, 2023
i found it on my school's library, biografi yang di bikin kayak cerpen, seru dan lucuu!! banyak yang aku pelajari dr tokoh beliau ini, dan di bagian ceritain tentang Ainun berasa ikut sedih nya
Profile Image for Fahmi.
12 reviews105 followers
November 11, 2015
Walau pun belum merupakan biografi lengkap dari beliau, tapi buku ini sudah cukup memuaskan rasa penasaran saya akan beliau. Banyak cerita yang belum saya tahu dari beliau sebelum membaca buku ini. Cerita-cerita yang unik, inspiratif, nyeleneh, dan masih banyak lagi. Yah, saya memang mengidolakan beliau, jadi review saya mungkin terlalu muluk untuk dibaca orang yang tidak terlalu suka dengan Pak Habibie.
2 reviews
May 4, 2015
Habis baca ini buku , lo akan mengenal lebih dekat presiden RI ke-3 ini. Salah satu quote beliau yg gue suka adalah "the devil is in the details" , ini quote berguna bgt saat mau ujian mata pelajaran eksak.
Profile Image for Rian Widagdo.
Author 1 book20 followers
August 8, 2016
Sampul : 1/5
Pembuka : 4/5
Isi : 3/5
Bahasa : 3/5
Penutup : 3/5

Total : 3/5
Displaying 1 - 11 of 11 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.