My naughty little sister is always doing silly things. She's curious about what's in the chimney, so she sticks a feather duster up there. When all the soot falls out, she tries to hide it! But when she has measles she's itchy and sad and grumpy and has to stay in bed—and can't be naughty at all! How long before she's bad again?
Born as Dorothy Violet Ellen Brown into a working-class family, her father taught her to read at an early age, enabling her to write her first story at four years of age. Her stories, poems and articles were published throughout her twenties, and at this time she married her husband Frank Edwards and had two children, Jane and Frank.
Edwards' most famous stories are of My Naughty Little Sister, which she conceived to keep her daughter, Jane, quiet whilst on a family holiday in 1950. She wrote five books of these stories.
She also published several anthologies of short stories, folklore and poetry for children, chiefly on the subjects of magic, witchcraft and ghosts. Two of these are Ghosts and Shadows 1980 and Mists and Magic 1983.
She was shortlisted for the Whitbread Award for children's literature for The Witches and the Grinnygog 1981, a novel for children about the survival of benign pagan witchcraft in modern Britain. This novel was later adapted for television.
Edwards was part of the 1950s radio show Listen with Mother, and she also wrote for Playschool and Jackanory.
Ah, now THIS is the story collection I was thinking of! I read the first Naughty Little Sister volume a few days back, thinking it was this one, and was undecided if I liked it, but this volume of stories was an absolute delight.
The stories in this seem to be set a couple years after the ones in the first volume, and as I had hoped, NLS has grown up and into her good qualities. The brattiness has been toned down, while her fierce intelligence, curiosity, lateral thinking and charisma all remain. Highlights of the stories for me were the Get-Well Box that Mrs Cocoa Jones brought round when NLS had measles, and the Mayor's Party where NLS' fancy Indian muslin dress kept her from having fun - until she came up with an ingenious solution.
(Fun fact: I had several Indian muslin dresses for parties as a kid that I was very proud of and wanted to show off to everyone I met, and I always thought they were called Indian Muslim dresses. We live in an area with a high Asian population, and I could never understand why I drew hoots and giggles every time I showed off my dress and knickerbockers when on my way to a garden party.)
All in all, this was a delightful read - every bit as charming as I remembered.
Buku ini saya beli dan simpan untuk para ponakan yang pada saat mereka sudah bisa baca nanti, bisa buat bacaan mereka. Tapi saya sendiri belum baca 😅. Akhirnya ketika saatnya tiba, saya keluarkan buku ini dari kontainer yang lembaran nya sudah sangat menguning dan bebercak di sana sini. Tapi tetep bisa dibaca kok.
Dan saya pun ikut membacanya setelah sekian tahun ketimbun. Itung itung nambah jumlah challenge babat timbunan 😀😀😀
Terakhir, saya membaca Crenshaw dengan mood gloomy, sedih dan pahit. Buku ini rasanya bisa jadi obat. Kisah-kisah lucu kakak dan terutama adiknya ini membuat mood terasa segar.
Cerita diambil dari sudut pandang si kakak yang sering mengatakan adiknya sangat nakal. Padahal menurut itu bukan nakal sih, melainkan keisengan anak yang ngga tau apa yang dilakukannya itu salah atau tidak. Dua cerita terakhir membuat saya ngakak dan merasa bernostalgia dengan film-film lawas yang beredar di tahun 80an.
Si adik yang pengen rambutnya ikal cincin membuat saya ingat pada salah satu tokoh di drama seri Little House on The Prairie. Nelly, si cewek judes tetangga Laura itu lekat dengan imej rambut ikal kriting yang baru saya ketahui namanya, yaitu ikal cincin. Ikal yang melingkar-lingkar seperti cincin hingga tanganmu bisa masuk ke dalam ikal seperti cincin 😅😅😅. Ngga disangka, cara membuat ikalnya menyiksa seperti itu. Kalo ngga salah sih sempat liat adegan Nelly yang tidur dengan tutup kepala seperti buat mandi itu dengan rambut dipilin kuat-kuat. Ssaaaakiitt selama dipilin dan tersiksa semalaman karena ngga bisa tidur dengan posisi rambut dipilin 🤣🤣🤣🤣🤣
Solusi si adik yang ngga mau mengotori gaun cantiknya di pesta sangat brilian. 😀😀😀
Meski saya berharap ada plot twist semacam ikalnya yang gagal, atau gaun yang akhirnya kotor sekeras apapun si adik menjaganya, tapi tetap ending di setiap ceritanya cukup mengejutkan, tapi menyenangkan.
Eh, saya masih punya satu lagi buat ini. Dicari dulu biar bisa nambah jumlah challenge ah 🤭
Buku ini pertama kali diterbitkan tahun 1962 di Inggris.
Anak-anak tetaplah anak-anak dengan dunia mereka sendiri yang tak jarang sangat sulit untuk dipahami oleh orang dewasa (yang tentunya seringkali lupa bahwa mereka pernah menjadi anak-anak).
Dunia anak-anak adalah dunia unik yang penuh dengan keajaiban. Setiap anak mempunyai tingkat keingintahuan yang berbeda. Anak yang selalu ingin tahu biasanya cenderung lebih banyak bergerak (aktif) dibandingkan dengan anak lainnya. Sayangnya hal ini oleh orang dewasa sering diartikan sebagai suatu kenakalan. Dan bagi saya, tokoh sang adik dalam buku ini bukanlah seorang yang menyebalkan. Dari penuturan sang kakak, sang adik justru sering bersikap manis dan dan saya jadi bertanya-tanya sebenarnya apa sih tindakan sang adik yang membuat ia diberi label "nakal" ? dan saya jadi kecewa dengan judul buku ini. Bukankan lebih baik bila serial buku ini berjudul "My Little Sister" saja.
Buku ini berisi 10 cerita tentang adik yang nakal menyenangkan.
Sang kakak menceritakan tentang orang-orang yang berada di sekitar mereka.
Ada Bu Cokelat Jones, tetangga mereka yang baik hati, yang membuatkan sang adik pakaian yang indah untuk dikenakan pada pesta kebun yang diadakan oleh Pak Walikota. Bu Cokelat yang juga menemani sang adik ketika terkena penyakit campak dan meminjamkan kotak cepat sembuh. Juga membantu memilinkan rambutnya ketika sang adik ingin memiliki ikal cicin seperti yang dimiliki oleh Winnie. Di rumah Bu Cokelat pulalah sang adik berpura-pura pergi jauh dan menghabiskan akhir pekan di sana.
Ada juga cerita tentang penjaga kereta yang baik hati. Ketika sang adik harus berpergian jauh seorang diri mengunjungi bibi mereka untuk berakhir pekan di sana dengan menggunakan kereta, oleh Ibu, sang adik dititipkan kepada seorang penjaga kereta yang mendudukkan sang adik di gerbong penjaga.
Ada Harry Bengal, sahabat sang adik. Harry dan sang adik tidak henti-hentinya bertengkar bila mereka sedang bersama, tetapi mereka benar-benar berteman baik.
Ada pula cerita tentang bibi buyut mereka yang sudah berusia 100 tahun. Dan sang adik membelanjakan uangnya untuk membelikan sebuah pajangan kaca yang di dalamnya terdapat sebuah rumah mungil dan bila pajangan tersebut diguncangkan, maka akan tampak salju yang turun. Indah sekali. Padahal ia sendiri sangat menginginkan benda tersebut.
Mungkin yang dimaksud dengan tindakan nakal sang adik adalah seperti yang diceritakan oleh sang kakak tentang Pembersih Cerobong Asap. Sebetulnya tindakan sang adik tidak dapat dikatakan nakal, selain sifat anak-anak yang memang selalu ingin tahu, apa yang dilakukannya sesungguhnya hanyalah karena niat baik sang adik untuk membersihkan cerobong asap yang ada di kamarnya tanpa menyadari bahwa apa yang telah dilakukannya justru membuat rumah menjadi kotor dan menambah pekerjaan Ibu.
Atau mungkin cerita tentang Ibu Lock, dimana sang adik mendapat masalah karena telah memetik bunga tulipnya. Ketidakmengertian sang adik telah menimbulkan kemarahan Ibu Lock. Tetapi dengan niat yang tulus, sang adik mengirimkan kartu permohonan maaf bergambar bunga mawar dan kucing yang cantik. Tindakan manis ini tentu saja membuat hati Ibu Lock luluh dan sebagai gantinya, pada saat natal, Ibu Lock mengirimkan kartu untuk sang adik, bergambar burung robin dan daun holy dengan taburan serbuk yang berkilauan.
Setiap manusia, terutama anak-anak tentu saja mempunyai rasa cemburu dan takut tersisihkan. Begitu pula yang dialami sang adik ketika bibi-ibu baptisnya akan menikah.
Dari keseluruhan cerita, bagi saya, sang adik justru sangat lucu menyenangkan. Sama sekali jauh dari gambaran seorang anak nakal yang menyebalkan. Jadi kenapa cerita semanis ini harus diberi judul "Adikku yang Nakal" ?
A childhood favourite of mine, I was delighted to receive a set of these books for Christmas. So what of my thoughts so many years later?
Well, I found all five books in the series quite charming BUT I did find My Naughty Little Sister to be more annoying than I had remembered her. OK, so she wasn't always naughty, sometimes just mischievous, and she nearly always saw the error of her ways which I suppose meant she wasn't a total brat but, even so, she was irritating.
First published in the early 1950's I did find the stories quite dated in lots of ways (and I'm not just talking about the use of language or the construction of sentences), the books take you back to a world of hot, buttered toast and frothy milk, to a world where children, in many ways, had much more freedom, to a time when parents won't so suspicious of their neighbours - I've never known any little girl who could count so many grown men as their friends ..... in book one alone there is talk of the milkman, the baker, the coalman, the window cleaner, and the 'shoe mender man' all of whom are friends of My Naughty Little Sister.
Still, a great nostalgic read, I would loved to have shared these stories with our two nieces who alas are now, aged 22 and 13, probably too old to truly appreciate them as I did as a child
I read this book when I was a child. It was one of my favorites. Also my belated mom's favorite. Today, I reread it, and it did bring back tons of memories.
When I was a child, I was fascinated with the box that one can play when (s)he is sick (Get-Well Box). I even made one, based on this book. And I was sooo fascinated with ringlets (my mom, too!) and reading the little sister with curls and little sleep made me chuckle a lot.
My daughter is reading this, and she likes this book, too. Three generations, liking the same book. Awesome.
Sweet and lovely as always although the naughty adult in me kept finding sleazy subtexts, particularly in the first story, 'The Cocoa week-end'. I loved the idea of a get-better box and vaguely remember something similar from my own childhood, which wasn't that long ago. I'm sad that I've now read all 52 Naughty Little Sister stories, but excited to introduce their quaint goodwill to a new generation someday.
Dari semua seri Adikku yang Nakal, tampaknya seri inilah yang paling membekas dalam ingatan saya. Kisah-kisah yang sudah pernah dibaca puluhan tahun lalu dan masih tertanam kuat dalam benak. Misal tentang paman Albert yang membuat permen, kunjungan ke rumah bu Coklat, gaun cantik dari muslin india. Ah... kenangan masa kanak-kanak yang lugu dan ceria.
Makin suka dengan seri ini. Ceritanya manis. Gaya penceritaannya juga oke. Termasuk gaya penerjemahannya, tentu saja.
Makin banyak pengetahuan dan pelajaran yang diperoleh si adik. Dengan demikian makin banyak yang bisa diceritakan si kakak kepada kita (pembaca). Suka!
So sweet! I was reading this because someone had told me about the get better box story, and I love Shirley Hughes' illustrations. This is the kind of book that parents should be reading to children every night.
aku cuma mau bilang, terima kasih untuk teman-teman adikku. setidaknya aku jadi tahu kalau adikkku ini tidak nakal, dia hanya penyayang, penuh perhatian dan penyayang dengan caranya sendiri. itu menggemaskan bukan? :)
Buku yang menyenangkan untuk dibaca. Tidak hanya kelakuan si adikku-yang-nakal itu yang menggemaskan, tapi juga sepertinya para 'teman-teman' si adik ini juga adalah orang-orang yang menyenangkan.
simple, yet full of examples of what to expect from a classical "good kid". kind of patronizing/matronizing. not sure if applicable for today development.