Kamu adalah jawaban bagi semua pertanyaan. Alasan di semua hal terbaik dalam hidup. Harapan bagi mimpi-mimpiku. Kekuatan saat aku sendiri meragukan kemampuanku....
Jadi salahkah jika aku tak ingin siapa pun memilikimu? Atau, haruskah aku mencintaimu untuk membuktikan keegoisanku?
wow, sebenarnya gak ada yang spesial dari novel ini. alurnya, konfliknya, temanya, terkesan klise yg terlalu byk jd tema novel-novel romance. tapi tetap chemistri antar tokoh dan pembawaan cerita yang biasa itu yang bikin novel ini memuaskan untuk dibaca.
dari dulu pengin tahu gimana kalau ada cerita tentang cewek yang ditinggal mati pacarnya dengan adik si pacar itu, yang tentu aja adiknya cowok. apa kira-kira ada hubungan romantis gak ya di antara mereka?
pas baca novel ini, kejawab deh. dari yang awalnya si cewek cuma memandang adik pacarnya ini sbg org "sambil lewat" yang kebetulah slalu ngikut ke dating mereka, yang sampai akhirnya mereka bertiga jadi akrab. bahkan umur si adik yang ternyata lebih muda 3 tahun nggak terlihat di novel ini, yang menurut aku point plus soalnya aku rada gak sreg aja kalau misalnya si cewek pacaran ama "brondong" :D
karakter si adek di sini sweet deh. ngantar jemput si cewek, nemenin ke mana aja, tapi tetap aja nyelekit kalau si cowok itu cuma bilang semua yg dilakuinnya sbg bukti dia ngejaga si cewek untuk kakaknya yang udah gak ada lagi. dianggap adik ama kakak? yaah, kasian banget deh buat si cewek.
tapi yah karakter si cowok ini terlalu berbelit menurutku. gak bisa tegas, lemah ambil keputusan, nggak enak tahu digantung gitu! -_- tapi emang deh ya mungkin karna faktor dia masih bimbang ama perasaannya. kalau dia jadian ama cewek itu, mungkin dia ngerasa "mengkhianati" kakaknya. aduuuh..
karakter ceweknya malah cenderung blak-blakan. kelimpungan dhe tuh cowok.
untung saya dapet novel ini dan bukan beli ! thanks untuk sahabat abadi sy yang tiba2 ajak ketemuan dan tralaaa bwain buku ini untuk saya !
tadi sy blg untung saya ga dapet alias di kasih .. karna kl sya beli novel ini pasti nyesel .. menurut saya , isi novel sama cover tidak sesuai .. hampir saya terpikat sama cover nya yang bagus
menurut saya , isi cerita novel ini klise tapi bukan itu permasalahan nya . ada bagian yang kurang di jelasin secara detail yang bikin greget nya kurang ! terutama pada saat flash back ketika si pemeran utama jadian sama mantan nya yang meninggal itu ! lalu , saya tuh suka bgt sama bagian2 yang lagi romantis2 nya . masalah nya adalah pas lagi mau romantis trus udah , blum puas greget nya uda langsung ganti chapter ato mendadak si pemeran utama uda di toko keesokan hari nya lagi --'itu yang bikin saya bete ! apalgi yang keputus ada banyakk ! saya ga ngerti apa emang sengaja pengarang nya mau bkin greget hilang atau ga bisa nyalurin adegan romantis nya .. ckckck
untung akhirnya happy ending !! jadinya lumayannn lah ..
(sory kl resensi nya msh kurang bagus , ini pertama kali nya nulis komentar :p )
Cover buku-bukunya GagasMedia T_T make me crying *lho (?) Pasalnya, banyak sekali sampul kereeeeeen GagasMedia yang membuat saya tertarik untuk membacanya tapi.... sama sekali tak sesuai harapan contohnya:
Once Upon a Love
Ini rahasia
dan kebanyakan buku-buku baru dari Gagas dan ini salah satunya :(
Cover, Sinopsis mantap sekali pas isinya flat aja gitu gak ada something special banyak halaman yang diskip karena itu. Ceritanya berkisar tentang Sica dan Ken. Sica yang lama-lama suka kepada Ken, yang notabene adalah adik mantan pacarnya. Flashback masa lalu. Kurang gregetnya juga ._. Disini perasaan Ken pada Sica gak terlalu diekspos, tau-taunya udah pleng jadian dan udah mau ngelamar :O
Padahal udah excited banget pas lihat covernya nangis dipojokan
If you were mine... Kata-kata tersebut pasti pernah terlintas dalam benak kita. Melihat seseorang yang kita sayangi, tapi tak pernah benar-benar kita sayang karena satu-dua hal. Yang mampu kita lakukan pada akhirnya hanya diam, menyimpannya. Takut ini...takut itu...sehingga tak pernah benar-benar bergerak untuk mewujudkan setiap asa yang kita miliki - serta janji manis yang akhirnya tertelan dalam tenggorokan kita.
If you Were Mine (IYWM)... adalah buku kedua dari Clara Canceriana yang saya baca. Dan sejauh ini, saya menyukai perkembangan plot. Meski sayang, ada satu bayangan yang tak terwujud dalam khayal saya: perasaan Ken. Entah kenapa, rasanya kurang tergali.
Saya menyukai kekuatan Clara dalam menciptakan karakter-karakternya, melalui kebiasaan mereka, yang mulai saya rasakan dalam (IYWM). Tapi ada beberapa ranah yang belum dieksplor Clara dengan baik, salah satunya adalah perasaan Ken.
Di sisi lain, ada beberapa kesalahan redaksi. Tidak terlalu signifikan, mungkin, tapi membuat proses membaca saya jadi terkantuk-kantuk. Tapi overall, I liked it :)
Pertama kali saya membaca karya Clara Canceriana. Saya cukup terkesan dengaan novel ini, dengan setting yang tidak biasa; yakni butik di sebuah mall. Butik itu namanya Lemontique. Pemiliknya, Jessica yang biasa dipanggil Sica kehilangan seorang sosok pacar yang bernama Keegan karena kecelakaan. Adiknya Keegan; Ken, merasa bahwa Ia harus menjaga Jessica, menggantikan posisi kakaknya. Dan seiring berjalannya waktu, entah sejak kapan, hati Jessica berpindah ke Ken. Konflik cerita novel ini cukup menarik. Intinya saya suka dengan novel ini, apalagi desain pada setiap awal bab novel ini. Interesting to see. Sweet enough.
Tetapi, saya merasa kurang dekat dengan karakter pada novel-novel ini, tidak bisa terlalu bersimpatik kepada mereka. Mungkin karena alur dalam novel ini terasa cepat. Lalu, masih banyak terdapat pengetikan yang salah. Dan, di novel yang saya baca bahkan ada setengah halaman yang tulisannya hilang; tidak tercetak. Untung, saya masih dapat mengerti jalan ceritanya.
novel ini berkisah tentang cewek bernama jessica yang diem-diem suka sama cowo bernama ken.Ken merupakan adik mantan pacar sica yang meninggal karena kecelakaan. semenjak kakaknya meninggal ken ini jadi guardian angel nya jessica. lama-kelamaan jessica suka dan takut mengungkapkan perasaannya. ia berpikir ken cuma menganggapnya sebagai kakak. yaah,,gw rasa kalian tau endingnya bagaimana,,setelah sedikit gw ceritain diatas.
IMHO, novel ini terlalu "light" dalam artian gada yang bikin spesial. feel pas baca gada. yaah cuma baca gitu aja. kita ga bisa dapet emosi dari karakter yang ada didalamnya.
Cerita yang ringan tentang kehidupan seorang perempuan Jakarta yang kehilangan kekasihnya, namun menemukan sosok pengganti pada pria lain yang tampaknya nggak mengerti isi hatinya. Konflik yang disuguhkan melalui kehidupan sehari-hari sangat membumi, dengan bahasa yang juga enak dibaca.
Terkecoh sama covernya yang menarik. Dan saya mendapati cerita nan datar dari Jessica dan Ken. Datar sekali ceritanya, hampir ga ada konflik berarti dan endingnya udah ketebak.
bintang 1 deh buat covernya. editornya juga kayaknya ga teliti, salah ketik terlihat di beberapa tulisan.
Covernya cantiiikk bangeeettt!! dan gambar2 desain baju didalam novel juga bagus. Tapi syg ceritanya datar aja, alurnya mudah ditebak dan ceritanya byk terputus! Bikin kesel tuh, saat lg romantisnya eeh ada yg ganggu dan terputus aja, gak greget jdnya. Sayang sekali..
Saya suka ilustrasi covernya.. Sepasang dress dan tuxedo yang berdampingan yang seolah memang itulah pasangannya ^^ Dan seperti biasa, saya terbayang-bayang dengan tokoh utama laki-lakinya, dan kali ini adalah Ken. adik dari mantan kekasih. Cukup dilemma.. Tapi berakhir bahagia.
"Sejak Keegan meninggal, otomatis Ken menjadi orang kedua terdekat yang selalu ada di sisi Jessica. Dengan beda usia dibawah Jessica tiga tahun, Ken bisa menjadi guardian angel bagi Jessica." Merasa bertanggung jawab selepas kakaknya meninggal, Ken selalu berada di sisi Jessica, sebagai pengganti dirinya. Setiap hari dia selalu menemani, menjemput ketika berangkat kerja sampai mengantar pulang dengan selamat. Tempat bisnis mereka juga tidak berjauhan, Jessica yang seorang fashion desaign mempunyai butik di sebuah pusat perbelanjaan, dan toko game milik Ken, gameZero tepat berada di depan Lemontique, butik miliknya, memudahkan mereka selalu dekat. Ken menjalani perannya sangat baik, selalu menjaga, memperhatikan, layaknya apa yang pernah dilakukan kakaknya dulu. Tapi semua hal yang dilakukan Ken membuat resah Jessica, dia bukan Keegan, dia Ken, dan dia tidak bisa menjadi Keegan. Karena kedekatan mereka, lambat laun Jessica menaruh hati pada Ken namun enggan mengatakannya, takut kalau dia mengungkapkan perasaan, Ken akan menjauh. Kemudian datang orang ketiga, Windha, saingan Jessica sejak SMA yang getol mendekati Ken, mengganggu hubungan harmonis mereka, yang membuat Jessica resah.
Ceritanya mirip Dia Tanpa Aku-nya Esti Kinasih, bedanya di teenlit itu agak terkesan dark. Bisa dibilang buku ini ceritanya biasa, karakternya biasa, konfliknya pun juga biasa dan bisa ditebak. Hanya cover dan ilustrasi di dalamnya saja yang luar biasa, awalnya saya kira buku ini bercerita tentang pernikahan ternyata bukan, sangat cocok dengan ceritanya, di mana pekerjaan Jessica memang berhubungan dengan baju. Menjalani hari dibayangi kehadiran orang yang sudah tidak ada, mencoba menjadikannya tanpa beda di masa lalu, ketika ada gangguan kecil dan menyadari perasaan satu sama lain, salah satu diantaranya lebih memilih menghindar, menyerah agar tidak mengganggu hubungan yang sudah 'aman' itu. Konfliknya kurang berarti, kehadiran Windha yang hanya sebagai parasit kecil saja, seharusnya tidak mempengaruhi kuatnya hubungan Jessica dan Ken. Ken, saya suka karakternya tapi terkesan tidak gentle, lebih memilih menghindar daripada mengakui. Lebih baik Jessica, dia apa adanya, tidak membohongi diri sendiri, mempunyai passion yang kuat akan mimpinya. Mungkin konflik sebenarnya ada disini, tentang perasaan mereka masing-masing, sayangnya mudah ditebak. Saya tidak suka orang merokok, tapi ketika Ken sedang melakukan kebiasaan buruk itu, terlihat sangat keren, haha.
buku ini cukup menghibur bagiku.. Aku suka permainan tokoh dan karakternya. Aku suka dengan karakter Ken yang ramah pada semua orang tetapi yang benar-benar diperhatikan olehnya hanya Jessica.
Aku suka karakter Jessica yang sering dibikin salting dan salah paham walaupun itu semua benar.
Aku suka pertengkaran Jessica dan musuh bebuyutannya.
Well, gak ada ya yang terlalu heboh dari novel ini. Semuanya sederhana dan klise. Tapi entah kenapa aku menikmati setiap alurnya. Aku menikmati kebiasaan kebiasaan Ken dan Jessica. Entah kenapa semua adegan klise di novel ini terasa begitu menyenangkan untuk di ikuti... Kurasa tanpa sadar, akulah yang sudah masuk dalam pesona penulisan clara disini..
baru baca sekilas depan dan endingnya...jujur rada males ngelanjutin bacannya, masa dari bab 16 ke 17 (bab terakhir) ga ada nyambung2nya sama sekali.. bab 16 kondisinya masih belum jadian(si kennya baru mo ngomong ke jessica) masa bab 17 tau-tau ceritanya tentang 2 tahun kemudian,trus mereka udah jadian dan si cowonya ngelamar *yang ga tau gimana prosesnya, windhanya gimana, nembaknya gimana, dll* menurut gw endingnya terlalu keburu2 dan dipaksain... haloo gw beli buku buat baca cerita romance bukan buat maen tebak2an dan pake imajinasi sendiri proses hubungan mereka =.=
nb. don't BUY a book by that cover *nyesel gw beli* :(
Re-read. Novel ini dibaca pertama kali ketika libur panjang kelulusan SMA. Lalu entah kenapa belakangan ingin membaca ulang, maka berselancarlah untuk mencari second dari novel ini dan itu. Ekspektasi novel ini akan seperti ini, karena rasanya dulu membacanya sangat menguras emosi wkwk (zaman-zaman SMA wkwk). Parahnya ketika membaca ulang, saya justru tidak menemukan apa-apa selain berusaha membalik halaman demi halaman secara cepat. Barangkali alur cerita seperti ini bukan tidak lagi memiliki kecocokan dengan saya :D
Ah ya, saya berencana untuk menjual kembali novel ini. Meskipun covernya cantik sekali bagi saya :')
3 stars, only because the cover is so dang pretty. The rest? Nah.
Buku ketiga Clara Canceriana yang aku baca dan so far nggak jauh beda dari dua buku sebelumnya; sedikit membosankan dan nggak ada yang bikin wow. Sebenarnya jalan cerita dari buku ini sendiri lumayan apik, tapi nggak tahu kenapa banyak bagian yang kurang dan menarik dan pada akhirnya bikin aku bosan. Could be better.
Again, don't judge a book by its cover. It's deceiving and sometimes filled with empty hopes. *dun dun dun*
Tidak seperti pembaca yang lain. Aku selalu suka karya Clara Canceriana. Mulai dari Rain Affair, juga If You Were Mine. Aku menghabiskan buku ini sampai malam, dan entah kenapa tapi sosok Ken masuk sampai ke mimpiku. Ken yang maniak games, dan Ken yang... aku sangat menyukai Ken. Memang dari Bab kedua terakhir terlalu klise. Tidak terlihat jelas bagaimana perasaan Ken yang sebenarnya. Tapi at all, aku suka karya yang ini. Aku tunggu novel selanjutnya kak ^^ fighting!
Jujur beli buku ini gue sobek dulu segelnya di toko. Baca awal bab dan suka banget. Jessica yang berprofesi sebagai perancang busana. Gue pikir bakal diekspose. Gue demen chicklit, jadi langsung beli. Pas udah baca bab 4 aja malas banget ngelanjutinnya, ceritanya datar. Nggak ada halaman refreshing. Punya pacar meninggal, bingung naksir adiknya. Hmmm... cewek, cewek. *geleng2*. I give 2 stars for this novel.
Ceritanya bagus. Suka sama sketsa sketsa di dalem novelnya. Covernya kurang menarik sih menurutku. Yang nurunin rating buku ini adalah bagian yang kosong antara bab terakhir sama epilog. Masa di bab terakhir nyeritain si ken sama jessica hubungannya masih belum baik. Di epilog mereka udah jadian dilamar lagi. Ikut sedih waktu si jessica nangis inget tentang keegan. Dan gatau kenapa aku suka banget sama perkenalan keegan dan jessica. Recommend buat yang belum baca!!
well, sebenarnya saya cukup penasaran dengan jalan ceritanya. Awalnya, saya udah semangat banget buat menyelesaikan novel ini. Tapi entah kenapa, ada beberapa alur yg terlalu cepat. dan saya pun tidak tahu lagi apa yg ingin dikatakan oleh Ken pada Jessica.
well, I couldn't get the feeling when reading this novel
Tanpa disengaja ternyata saya sudah baca bukunya clara scr berurutan dri yg pertama (autumn christmas,rain affair) smpe la if u were mine ini... Dan buku favorit saya dr clara msh yg autumn christmas krna bsa buat sy meneteskan air mata (heheheh☺️).. If u were mine ini lumayan its okay lah, tpi tdk mengesankan sprt saat sy bc autumn christmas... Tpi karakter tokoh2 nya oke oke semua...
Sebenarnya biasa aja sih, ya... Nothing special about this book. Ceritanya cukup bagus, meskipun tidak terlalu bagus hingga aku bisa memberikan 4 stars for this book, hehehe. Tapi ya, ga nyesel jg kok baca buku ini :)
Aku suka novel ini.. Meskipun jalannya cerita biasa,tapi cara penulisannya sangat indah sehingga bisa membuat aku larut kedalamnya. Tapi buat pertama kali baca aku bisa membayangkan jessica SNSD,tapi lama kelamaan aku susah membayangkannya..