Entah ya... Tapi saya kurang suka manga ini, dan saya SANGAT HERAN mengapa banyak yang suka. Soalna, menurut saya , masi jauuuuuuuuh lebi baguuuuuuus Devil with Flower (Hana to Akuma) =3= Manga ini, secara kasarna, CUMA berisi percintaan ala remaja SMA STANDAR yang dibumbui sedikit adegan eeer... ranjang :v :v :v
Nih, saya jabarin KELEMAHAN komik ini yang membuat saya mengerutkan dahi mengapa bisa banyak yang suka!!! 1. Sejak awal, Aiko itu kan diceritakan sebagai cewek SUPER-TOMBOI yang jagoooo banget basket dan sama sekali ENGGAK FEMININ (hei, dia bahkan nyebut dirina sendiri "ore", lho!), tapi kenapa MENDADAK dia bisa jadi sangaaaaaaaaaaat cewek CUMA karena pakaian maid, high-heels, dan wig panjang???
Si Gie BAHKAN harus berkali-kali latihan dulu sebelum bener-bener terbiasa dengan high-heels! Sementara si Aiko ini sekali nyoba, jalanna langsung bagus!!! DUNIA YANG TIDAK ADIIIIIILLLL!!! Begitu pula dengan rok! Hei, si Aiko itu, DI AWAL, enggak pernah pake rok (seragam sekolah dia lapis pake celana pendek), tapi... KENAPA dia bisa langsung ENGGAK RISIH dengan pakaian maid yang berenda-renda dan rokna MINI ituuuuh??? WHYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY!??? GIVE ME AN ANSWEEEEEEEEEEEEER!!!!
WTHHHHHHHHHHHHHHH!!! WTFFFFFFFFFFFFFFF!!! *emosisendiri* HEI! Karakter orang tuh MUSTAHIL berubah secepat itu dan sedrastis itu!!!!
Jadi, langsung si Gie kasih nilai 0 buat karakterisasi!!! *jahat-super*
2. Eeeer... ini CUMAN romance manga ala anak SMA. Enggak lebih, enggak kurang. SELESAI.
3. Bumbu-bumbu berupa adegan ranjang GA PENTING itu... bikin si Gie makin ENEG baca komik ini :v :v :v
4. Si Gie kurang suka gaya gambarna *udah mule subjektif*
5. Makin GAK SUKA karena banyak yang suka *apa inih*
Udahan ah, entar si Gie dilemparin bom sama penggemarna deh! :p *KABOOOOR!!!
Leo dan Aiko, bermusuhan sejak lama. Leo, lelaki tampan yang jadi idola anak SMA bersaing dengan Aiko, cewek kelewat tomboy yang juga hobi bermain basket. Tiap hari, nggak ada yang mereka ributkan selain bersaing untuk mendapatkan penggemar sebanyak mungkin. Yap! Si Aiko juga ganteng loh kalo jadi cowok. Xoxoxo.
Dan semua pun bermula dari kakak Aiko yang butuh pelayan di maid cafe tempatnya bekerja. Aiko dan temannya, Hiroko pun akhirnya bekerja di maid cafe. Aiko yang tomboi pun disulap sedemikian rupa untuk menjadi 'perempuan' seutuhnya. Haha.
Really like this story. Suka gambarnya juga. >.<
spoiler alert : jangan baca pas puasa kaya gini. aku aja baca abis buka puasa. hahaha
Lucu ya tingkah Aiko sama Leo ini, sayangnya agak terlalu sedikit deh porsinya dan alurnya agak kecepetan kek lho kok bisa langsung suka gitu. Padahal kan enak bisa dibawa santai dulu lah
The manga is about a tomboy named Aiko and her rival Reo. Ai strives to defeat Reo in everything—basketball and even popularity among the girls. So, Ai saw a chance to finally beat Reo and that’s through making him fall for her and dump him in the end. But will it work or will it be Reo’s win AGAIN?
MY THOUGHTS:
1. If I’m going to rate the drawing, from 1-10, it would be 7. Mishounen Produce is still my favorite in the art department. Anyway, it was clean and modern.
2. The characters were awesome. I love the cat fights between Reo and Ai. Never fails to make me laugh. I envy Ai for having 3 amazingly hot brothers! I want one! Her bestfriend is the typical bestfriend, sometimes cruel sometimes not.
3. Well, I already anticipated that they’ll be a couple. Everyone can see that. I already guess that Reo likes Ai way before. It was just Ai that was so engrossed in the rivalry-thingy that she couldn’t see Reo as a man.
4. Damn. Ai has some self-esteem issues! She better do something about that. Reo won’t wait for her for a long time. He’ll get tired at some point.
5. The twins! Oh yes, the twins. At first, i thought Takumi loves his twin, Ikumi, in a romantic way. Maybe yes or maybe not. I was seeing incest already in their relationship. Takumi is spoiling her too much, I know she has gone through a lot, but his way was damn wrong. It doesn’t make the situation any better.
6. Ikumi irritates me a lot! She’s getting on my nerves. WOMAN! Don’t you have any sense of pride and dignity? She’s pathetic, clinging to somebody’s boyfriend.
7. Ai irritates me too. She keeps on giving in to those tears of Ikumi. Damn. Can’t you be selfish once in a while? I pity Reo. He’s the most understanding person I’ve ever met(well, read).
8. IDK if Takumi’s feelings are real. I don’t see it. I have this weird thought, that he’s pretending to like Ai or something just to confuse her. I bet he is still doing what his twin sister asked of him. The scenes are not enough to prove his sincerity.
9. Ikumi is a masochist. She likes getting hurt. Interfering in the couple’s date and vacation. She already knew that she can’t do anything about it but here she goes again making her own life miserable.
10. And keeping the “big secret" from the others is really sad. They are already concluding that the people around them are narrow-minded. It’s really sad that Ai is underestimating her classmates’ capability to accept her. Anyway, I can’t blame her. She keeps on hearing bad comments from them.
It’s still ongoing and I hope I can see some developments in their relationship. Also I can’t wait for her to tell the whole world that she’s in a relationship with Reo. I hope she won’t wait until something horrible happens that won’t be cool at all.
Bisa dibilang ini adalah review pertama saya setelah berapa bulan vakum. Maklum karena sedang sibuk dengan Tugas Akhirat eh Tugas Akhir, jadi terpaksa harus memending review terlebih dahulu *menangis tersedu-sedu* *melambaikan tangan ke kamera* Pada dasarnya saya memilih komik ini sebagai reviewan saya yang pertama karena.. hmm... tidak ada alasan khusus sih. Tapi ini novel baru yang memikat hati saya dan sialnya ternyata masih ongoing (dasar sialan !)
Jujur aja, saya tahu si mangaka KAORI ini, hanya saja sampai sekarang komik-komiknya belum memikat saya sampai melihat komik ini dan membacanya sendiri. yaampun langsung guling-guling ditanah saking sukanya. Cerita KAORI yang ini termaksud romance - school life dan agak mature yya (gegara ada adegan uhuknya) Sejauh saya membaca dari Volume 1 sampai 7 (di Indonesia masih volume 7, hiks!) yang paling aku suka main charnya. Biasanya kalau saya baca komik saya kesel sama salah satu Main char yang karakternya kurang kuat atau plin plan. Tapi Si Kaori membuat main char girl and boy nya saling suka sampai saya yang membacanya membawa pom-pom dengan teriak-teriak "KYAAA!!!" mungkin kalian bertanya *Apa seeh cuma suka ajaa, komik lain juga gitu.* nope ! Yang saya maksud adalah sikap boy'nya yang ga terpengaruh sama keberadaan cewek lain. Dia juga sungguh-sungguh suka sama main char girlnya. sedangkan untuk yang girlnya paling suka sama yang tipe-tipe polos gitu dan malu-malu *seperti saya ini #kedipkedipgenit*. Meski si Kaori membuat si girlnya tomboy ngebuat ceritanya makin seru. Aaaah, pokoknya Jempol tangan kanan kiri dan Jempol kaki keduanya untuk komik ini. Point Artnya Kaori juga semakin bagus banget menurut saya dari pada komiknya yang sebelum-sebelumnya. Mungkin seperti pepatah yang mengatakan "Semakin diasah semakin tajam" Dan sekarang saya benar-benar menantikan volume selanjutnya ini. Tolong dooong Kaori-sensei, percepaat volumenyaaaa *kedip unyu super maut*
I disegni si discostano un po' dai soliti shojo e sono abbastanza bellini. La storia, beh... questo primo volume non mi ha detto assolutamente nulla. Né per ciò che riguarda i personaggi, né per la storia.
I protagonisti sono Leo e Aiko. Entrambi sembra essere gli idoli della scuola, e amano sfidarsi sul campo da basket, dove Leo sconfigge sistematicamente Ai. Un giorno, la ragazza è costretta a travestirsi da donna per lavorare nel maid-café del fratello e Leo, vedendola, la invita fuori.
Lei programma di fargliela pagare ma ovviamente s'innamora di lui. Di bello c'è che Leo è uno di quei maschietti che quando sentono un bel NO! si fermano. Son grandi cose, di questi tempi.
Die ansonsten eher burschikos Aiko arbeitet durch Zufall in einem Maid-Restaurant. Als ihr Rivale Leo mit seinen Kumpels dort erscheint und sie nicht erkennt, da sie sich ziemlich aufbrezeln muss, beschließt sie ihn in sich verliebt zu machen und ihn dann abzuservieren. Doch Gefühle stehen im Weg....
Die Mangageschichte selbst hat mir eigentlich ziemlich gut gefallen, nur die Bonusgeschichte war nichts, viel lieber hätte ich noch ein paar Seiten Hauptgeschichte gehabt.
Feo dibujo, horriblemente sexista y con una traducción espantosa. Me salteé la decena de tomos siguientes y, por algún motivo, diecipico de tomos después, la serie mejora bastante :-/