Jump to ratings and reviews
Rate this book

Simfoni Dua: Sajak Sajak

Rate this book
Simfoni I yang terhimpun dalam kumpulan sajak ini pernah terbit sebagai "Simphoni" pada tahun 1957, dan kemudian mengalami cetak ulang pada penerbit Pustaka Jaya tahun 1971 dan 1975.

Simfoni II merupakan kelanjutannya, yang baru selesai ditulis dalam dua tahun terakhir ini. Dalam gabungan dua kumpulan sajak ini Simfoni I menjadi pengantar Simfoni II.

S.S.
1989

103 pages, Paperback

Published January 1, 1999

3 people are currently reading
151 people want to read

About the author

Subagio Sastrowardoyo

19 books37 followers
Subagio Sastrowardoyo dilahirkan di Madiun (Jawa Timur) tanggal 1 Februari 1924. Dalam sastra Indonesia Subagio Sastrowardoyo lebih dikenal sebagai penyair meskipun tulisannya tidak terbatas pada puisi.

Nama Subagio Sastrowardoyo dicatat pertama kali dalam peta perpuisian
Indonesia ketika kumpulan puisinya Simphoni terbit tahun 1957 di Yogyakarta.Ia ditulis oleh seorang yang tidak memberi aksentuasi pada gerak, pada suara keras, atau kesibukan di luar dirinya.

Ia justru suatu perlawanan terhadap gerak, suara keras, serta kesibukan
di luar sebab Subagio Sastrowardoyo memilih diam dan memenangkan diam.

Subagio tidak saja dikenal sebagai penyair, tetapi sekaligus sebagai esais, kritikus sastra, dan cerpenis.
Ajip Rosidi yang menggolongkannya ke dalam pengarang periode 1953—1961
menyatakan bahwa selain sebagai penyair, Subagio juga penting dengan
prosa dan esai-esainya. Ia meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 18 Juli 1996 dalam usia 72 tahun.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
32 (43%)
4 stars
30 (41%)
3 stars
9 (12%)
2 stars
1 (1%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 20 of 20 reviews
Profile Image for Nanto.
702 reviews102 followers
April 12, 2009
Waktu kemaren ke TIM inginnya mencari buku Pak SS yang Dan Kematian Semakin Akrab: Pilihan Sajak malah nemunya masih buku yang ini. Tapi toh saya pulangnya kembali baca buku ini. Masih mengalami hal yang sama dengan perasaan yang dibangun dalam puisi Sajak dibawah ini. Dibaca lagi ketika membeli buku tak bisa dibedakan antara kebutuhan dan obsesivitas.

Duh...masih saja...

Hayo bantu saya mengurangi rasa bersalah dengan menginfokan buku Dan Kematian Semakin Akrab: Pilihan Sajak. Bagi infonya yah...! Plis :D

Membaca sajak ini membuat saya lebih mikir kalo beli buku. Tapi sajak ini bukan mantra penolak buku.

SAJAK

Oleh :
Subagyo Sastrowardoyo

Apakah arti sajak ini
Kalau anak semalam batuk-batuk,
bau vicks dan kayuputih
melekat di kelambu.
Kalau istri terus mengeluh
tentang kurang tidur, tentang
gajiku yang tekor buat
bayar dokter, bujang dan makan sehari.
Kalau terbayang pantalon
sudah sebulan sobek tak terjahit.
Apakah arti sajak ini
Kalau saban malam aku lama terbangun:
hidup ini makin mengikat dan mengurung.
Apakah arti sajak ini:
Piaraan anggerek tricolor di rumah atau
pelarian kecut ke hari akhir?

Ah, sajak ini,
mengingatkan aku kepada langit dan mega.
Sajak ini mengingatkan kepada kisah dan keabadian.
Sajak ini melupakan aku kepada pisau dan tali.
Sajak ini melupakan kepada bunuh diri.

(Sajak SS di geocities)

Saban beli buku, selalu ingat sajakmu yang satu ini Pak SS. Saban beli buku saya tahu kenapa Tuhan melahirkan saya melalui kedua orang tua itu. Sabar keduanya semoga terbayar.

Terbayar hingga akhirnya petualang ini tiba di "Setasion" lama yang menelurkan rindu akan surga. Seperti rindumu pada 60 tahun lalu Pak SS.

Setasion

(Subagijo Sastrowardojo)

Adakah surga seperti setasion ini
tempat kereta lelah berhenti
dengan tulang besi-besi bersilang
dengan muka penumpang gilap berkeringat
dan debu arang mengendap.
Adakah gerimis itu di djendela
dan puntung rokok mengepul.
Dan berita politik dari koran
dengan inflasi, kelaparan dan bunuh diri.
Nabi,
aku terlalu sajang kepada petualangan ini
di mana hati mendjadi botjah lagi
orang asing mendjadi sobat
dan gadis alim di sudut
mendjadi iseng karena resah mengharap.
Adakah di sorga kasih dan derita ini
dengan senang sebentar mendjelang.
Nabi, aku ingin masuk ke sorga.

(1957)
Profile Image for Pringadi Abdi.
Author 21 books78 followers
June 10, 2014
Sempat menuliskannya di blog, ini adalah salah satu dari 5 buku paling berpengaruh dalam hidupku.

http://reinvandiritto.blogspot.com/20...

Di buku inilah, aku pada akhirnya menyadari satu unsur penting yang harus dimiliki setiap penyair: Kredo.

Nada Awal
Oleh :
Subagyo Sastrowardoyo

Tugasku hanya menterjemah
gerak daun yang tergantung
di ranting yang letih. Rahasia
membutuhkan kata yang terucap
di puncak sepi. Ketika daun
jatuh takada titik darah. tapi
di ruang kelam ada yang merasa
kehilangan dan mengaduh pedih


Seolah aku menemukan kesadaran puitik yang selama ini aku idam-idamkan. Sekaligus menjawab balik kata-kata Vermouth, "Secret makes woman woman" itu. Tetapi pengucapan di puncak sepi, adalah jawaban atas rahasia-rahasia yang setiap orang miliki. Termasuk rahasiaku, atau bahkan rahasia Tuhan.

Subagio Sastrowardoyo yang muncul pada tahun 1950-an, puisi-puisinya sempat menarik perhatian banyak pengamat. Puisi-puisinya dinilai berani menggugat hakikat hidup dan sikap keagamaan, yang kemudian banyak dihubungkan orang dengan filsafat eksistensialisme.

Tapi dalam suratnya kepada H.B. Jassin yang merupakan kritik atas kritik, Subagio terang-terangan menolak anggapan tersebut: “Di dalam dunia sastra aku tak mau ikut-ikutan mengulang-ulang pandangan filsafat yang tidak menarik lagi bagiku, baik yang Sartreaans, karena absurditas yang terlalu palsu romantis, maupun yang Nietzcheans, karena cita-cita Uebermensch-nya terlalu mengingatkan aku pada pada bayangan cita-cita dan sikap hidup anak puber. Aku bukan penganut buta suatu ajaran filsafat atau dogma agama. Aku mau dengan persediaan pengalaman dan studi mengisi dan membentuk diriku mencapai kesadaran yang setinggi-tingginya tentang hidup ini dan tentang manusia. Dan aku beranggapan, bahwa kebenaran yang hakiki hanya dapat disorot dengan matahari, dengan menggali lebih dalam ke dalam bawah sadar”. [Selengkapnya]

Sementara pada diriku, Nada Awal dan Subagio membuatku kembali mengingat masa-masa awal menulis puisi. Tidak ada tujuan lain selain untuk menyampaikan perasaan. Ketulusan. Berusaha menihilkan posisi "aku" di hadapan objek. Inilah sepertinya fungsi puisi, membuang ego manusia. Juga perasaan ingin bertanya, rasa ingin tahu yang lekat pada diriku. Kepedulian terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarku.
Profile Image for Rido Arbain.
Author 6 books100 followers
August 2, 2024
Kalau aku pergi ke luar negeri, dik
karena hawa di sini sudah pengap
oleh pikiran-pikiran beku.

Hidup di negeri ini seperti di dalam kampung
di mana setiap orang ingin bikin peraturan
mengenai lalu lintas di gang, jaga malam dan
daftar diri di kemantren.

Di mana setiap orang ingin bersuara
dan berbincang tentang susila, politik dan agama
seperti soal-soal yang dikuasai.

Di mana setiap orang ingin jadi hakim
dan mengeroyok keluarga berdansa, orang asing
dan borjuis yang menyendiri.

Di mana tukang jamu disambut dengan hangat,
dengan perhatian dan tawanya.
Di mana ocehan di jalan lebih berharga
dari renungan tenang di kamar.

Di mana curiga lebih mendalam dari cinta dan percaya.

Kalau aku pergi ke luar negeri, dik
Karena aku ingin merdeka dan menemukan diri.


(Kampung — Subagio Sastrowardoyo)
Profile Image for Andria Septy.
249 reviews14 followers
May 20, 2019
salah satu buku kumpulan puisi dan juga penyair yg berpengaruh pada masanya bahkan sampai saat ini. Bacaan wajib untuk siapapun (apalagi calon penyair, buku ini @ referensi) yang tidak hanya menyukai kata2 indah, tapi juga ingin mempelajari sesuatu dari padanya.
Profile Image for Amex Rijal.
30 reviews13 followers
April 28, 2018
ada beberapa hal yg menjadi topik dalam album sajak ini: kesepian & kehampaan, penderitaan (yg bersifat personal maupun sosial), perempuan, perbuatan dosa, ketimpangan sosial, dan kematian. tapi ada satu semangat yg menjiwai semuanya: usaha membuat jarak dengan Tuhan--atau malah bisa disebut sebagai gugatan dan perlawanan.

artinya, saya kira, pak subagyo bukan termasuk golongan yang ingin menolak keberadaan Tuhan. justru pemilihan kata, penggunaan metafora, dan penyusunan analogi dalam sajak-sajaknya menunjukkan suatu kesadaran yg mendalam akan ketuhanan. hanya saja, barangkali, beliau merasa tidak/belum puas atas "cara kerja" Tuhan.

"Tuhan, Tuhanku, mengapa kami kau terlantarkan?" gugat beliau dalam salah satu sajaknya.

bisa juga kita tafsirkan bahwa sebenarnya itu semua adalah kritik pak subagyo kepada kaum beragama--yg mengaku sebagai wakil tuhan, percaya pahala & dosa--tapi membiarkan manusia lain menderita, bahkan justru menjadi penyebabnya.

atau anda boleh curiga, jangan-jangan saking perhatiannya pada penderitaan manusia dan kerusakan tatanan dunia, pak subagyo sebenarnya hanya lupa bersyukur. tapi yg jelas album sajak ini memang memberi kesan muram & murung. sangat cocok dibaca oleh mereka yg sedang menikmati dunia & bergembira agar supaya heuheu~
Profile Image for Asep Sambodja.
28 reviews35 followers
October 25, 2007
Puisi yang mengendap dalam benak saya berjudul "Simfoni". Dalam puisi itu Subagio Sastrowardoyo mengutip ucapan Beethoven. "Saya tidak bermain untuk babi-babi".

Saya bilang, "Anjing! Bagus betul kutipannya..."

Dari situ saya mencoba baca puisi Subagio yang lainnya.

Salah satu puisinya lagi yang saya suka dari buku ini, "Adam dan Firdaus". Dalam puisi ini, misalnya, Subagio menulis:

Ah, perempuan!
Meski beratus kali kuhancurkan tubuhmu di ranjang
tapi kesepian ini...
kesepian ini terus berulang.
Profile Image for 沈沈.
738 reviews
July 7, 2021
Sajak Subagio Sastrowardoyo memiliki keindahan yang tidak begitu muluk ia sembunyikan dalam lema-lema yang cantik dan di saat yang bersamaan lema-lema rangkaiannya tidak terbatas pada lema-lema yang kita gunakan sehari-hari.
Profile Image for hans.
2 reviews
January 21, 2019
Ku biar
rindu mengulas
rangkai kata
serta gunda
dihujung senja
aliran pilu
Nyanyian palung
Perihal kata
nistakan jemu
Ambigu kata
Cerita bunyi
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for addelweise.
22 reviews1 follower
May 4, 2020
selalu cinta sajak-sajak melankolis Subagio
Profile Image for Ria.
113 reviews
June 17, 2014
Adam Di Firdaus

Tuhan telah meniupkan nafasnya
kedalam hidung dan paruku.
Dan aku berdiri sebagai adam
di simpang sungai dua bertemu.

Aku telah mengaca diri
ke dalam air berkilau. Tiba aku terbangun
dari banyanganku beku:
Aku ini mahkluk perkasa dengan dada berbulu.

Aku telanjangkan perut dan berteriak:
"Beri aku perempuan!" dan suaraku
pecah [ada tebing-tebing tak berhuni.

Dan malam Tuhan mematahkan
tulang dari igaku kering dan menghembbus
napas di bibir berembun. Dan
subuh aku habiskan sepiku pada tubuh bernapsu.

Ah, perempuan!
Sudah beratus kali kuhancurkan badanmu di ranjang
Tetapi kesepian ini, kesepian ini
datang berulang

***

Sajak Tak Pernah Mati

Sajak menyuarakan puncak derita
yang pernah ditangggung oleh manusia.
Injak, robek atau bakarlah
sajak, jerit sakit masih menyayat
malam sunyi.

Seperti berabad lalu anak Tuhan
Sebelum ajalnya di salib berteriak :
:Allah, Allah, mengapa daku
kau terlantarkan!" keluh itu
terus berkumandang sampai kini.

Kalau aku mampus, tangisku
yang menyeruak dari hari akan
terdengar abadi dalam sajakku
yang tak pernah mati.

Profile Image for Ziyy.
643 reviews24 followers
May 31, 2013
Kadang saya menganggap membaca karya-karya sastra Indonesia ini sebagai sebuah PR. Dan berhasil membaca satu kumpulan sajak ini, bukan hanya saya berkenalan dengan sastrawan yang nama-nya masih 'baru' untuk saya tetapi PR saya berkurang. Well, ini semacam PR yang menyenangkan. Meski saya masih sangat jauh dari menikmati karya sastra (dan menanggapinya) dengan seharusnya. See, I'm learning.

Sedikit reviewnya, di: http://blogbukufaraziyya.wordpress.co...
Profile Image for Lani M.
347 reviews42 followers
February 5, 2017
Puisi yang berjudul "Senja" mengingatkan saya pada salah satu quote dari buku The Little Prince "you see, one loves the sunset when one is so sad."

"Senja mengingatkan aku kepada perpisahan yang diulur-ulur dan kepada keraguan antara kehadiran dan kemusnahan. Aku terus menghindari senja. Senja yang membawa sedih selalu."

Ah, Subagio, kita memang manusia perasa yang lekas terharu.
Profile Image for mahatmanto.
545 reviews38 followers
August 1, 2008
lumayan beli.
aku dapet buku ini nyolong dari perpustakaan kala SMA!
Profile Image for gieb.
222 reviews78 followers
October 7, 2008
aku beli tahun 2001. seharga 5.600,-.
Profile Image for rarasekar.
12 reviews248 followers
February 16, 2013
"sajak tetap rahasia, bagi dia yang tak pernah mendengar suara nyawa."
Profile Image for Puri Kencana Putri.
351 reviews43 followers
February 18, 2014
"Sajak tetap rahasia, bagi dia yang tak pernah mendengar suara nyawa."

Puisi-puisinya membuat saya terus mengagumi bahasa ibu, Bahasa Indonesia.
Displaying 1 - 20 of 20 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.