Misterius. Itulah sosok Nabi Khidir. Ia adalah seorang ahli makrifat, sebagian kalangan juga menyebut ia ahli ladunni, yang ajarannya sempat ditolak Nabi Musa karena sangat tidak masuk akal. Dalam perjalanannya bersama Nabi Musa ia membunuh seorang anak kecil yang tidak berdosa serta melubangi perahu yang ditumpanginya. Nabi Khidir melakukan hal-hal yang menurut anggapan Nabi Musa merupakan perbuatan mungkar.
Dipercayai banyak ulama, sampai saat ini Nabi Khidir a.s. masih hidup. Umurnya diyakini sampai akhir kiamat. Ia akan mendatangi orang-orang yang ingin bertemu dengannya denan cara yang tidak disangka-sangka. Para Wali dan bahkan beberapa orang awam mengaku pernah bertemu dengannya. Sosok penampilannya yang selalu berubah-ubah sering mengechkan orang-orang di sekitarnya.
Buku ini mencoba mengungkap rahasia di balik pelajaran-pelajaran yang dibawa Nabi Khidir dari sudut pandang ilmu makrifat. Bukan hanya pelajaran yang diberikan Nabi Musa, tetapi juga pelajaran yang ia sampaikan kepada para wali dan orang-orang yang pernah ditemuinya baik di masa lampau maupun di zaman sekarang.
Buku ini sumpah bagus banget! Banyak ilmunya. Dari mulai dikisahkan sejarah pertemuan Nabi Khidir dan Nabi Musa. Sebelumnya aku dah baca buku ringkas yg membahas pertemuan keduanya, jd ini pengulangan dengan pelengkap kisah-kisah tambahan bersejarah seperti sosok Rabi'ah, yg dikisahkan oleh Abi Thalib sebagai sosok wanita yg mengabdikan seluruh hidupnya untuk mendapat cinta Allah dan meninggalkan duniawi. Ada dicampur cerita orang-orang Jawa, seperti pertemuan kiayi dan muridnya yg mau belajar ilmu seperti yg diriwayatkan mengenai pengetahuan Nabi Khidir. Tapi bagian ini menurutku "cringe" sih, soalnya konteksnya maksaiin, lebih seperti ilmu cocokologi. Enggak seperti ajaran Nabi Khidir yg berpusat pada kehendak Allah SWT. Yg versi kiyai dan muridnya mengingatkanku sama uskun (ustad dukun) yg ngajarin konsep nyeleneh. Tapi overall, bagus penjabaran di buku ini. Setengah pertama halaman buku mengenai Nabi Khidir, dan setengah terakhirnya kisah pelengkap. Kita akan banyak diperkenalkan mengenai hakikat ilmu yg berasal dari Tuhan seperti apa ciri-cirinya, yaitu ilmu kalbu. Yg sesungguhnya tidak bisa diajarkan, namun ilmu itulah yg akan mencari pemiliknya. Ilmu juga memiliki tingkatan, dan kita sebaiknya belajar sesuai tingkatan kita menurut penulis. Saya setuju, tapi juga dalam kontek di jalur yg benar, bukan hal yg memang nyeleneh diklaim jd ilmu laduni HeHe. Untuk ilmu yg datangnya langsung dari Allah, maka disebut ilmu kalbu sesuatu yg hanya bisa ditiupkan langsung ke dalam jiwa/ruh.