Jump to ratings and reviews
Rate this book

Lullaby

Rate this book
Audy dan Rosalind memang dua gadis kembar, tapi Audy selalu merasa semua orang dalam keluarganya terlalu mengistimewakan dirinya dan mengasingkan Rosalind. Audy yakin ini semua karena kelainan jantung yang dideritanya. Bahkan hingga mereka dewasa, dan Audy menemukan pria impiannya, Rosalind tetap harus puas dengan sisa kasih yang terbelah, dan perasaan disisihkan sepanjang hidupnya.

Bersama Mardinanto Nolan, lelaki yang teramat mencintainya, Audy mengenal kebahagiaan yang tak pernah terpikir akan bisa dirasakannya. Namun Audy tak ingin Rosalind menderita karena dirinya. Ia ingin Rosalind juga merasakan kebahagiaan seperti dirinya. Dan ketika Audy diharuskan memilih antara pria impiannya atau saudari kembarnya, rahasia kelam yang mengungkung hidup Audy akhirnya terkuak.

240 pages, Mass Market Paperback

First published December 1, 2011

10 people are currently reading
236 people want to read

About the author

Rina Suryakusuma

17 books111 followers
She is just an ordinary woman with million dreams. Falls in love with words, music and lots of thing. Knows everything that she has, is only by His grace.
The author of Nonik Jamu, Selangkah Darimu, Let's Fall in Love, Gravity, Falling, Lullaby, and more.

For her, life is what happen while you're busy making other plans :))

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
62 (23%)
4 stars
67 (25%)
3 stars
93 (34%)
2 stars
41 (15%)
1 star
5 (1%)
Displaying 1 - 30 of 58 reviews
Profile Image for Fhily.
Author 1 book44 followers
May 17, 2012
Aaaaa...akhirnya punya waktu juga buat ngetik review novel ini.
Setelah dipikir-pikir karena kemarin ngasih bintang 4 karena ada beberapa kata yang banyak tanda (-) padahal tidak perlu menggunakannya dan ada juga kata yang tidak di spasi. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, karena ceritanya unpredictable banget! ga terlalu pentinglah soal itu :p Jadi saya ngasih bintang 5 deh :)

Aaaaaaaa suka banget sama buku ini :) banget-bangetan... Aaaaaaa suka banget sama Mardinanto Nolan :') kapan saya ketemu Mardinanto Nolan lain di kehidupan nyata saya? :O

Pada awal part bercerita tentang dua saudara kembar Audytha Amarilis Capelle dan Rosalind Alexandra Capelle. Dua saudara kembar yang sifatnya bertolak belakang. Audy yang easy going, dan Rose yang gemar menyendiri. Rose lebih suka di kamar dan menyelesaikan lukisannya. Audy yang bekerja membuat pergaulannya luas.
Audy yang merasa lebih diperhatikan dibandingkan Rose karena penyakit jantungnya. Dia merasa kalau saudara kembarnya itu sering disisihkan oleh keluarganya. Semua keluarganya. Padahal Rose selalu ada untuk Audy. Dia yang setia menjadi teman Audy berbagi.
Ada juga Mardinanto Albert Nolan alias Mardi. Teman kantor Audy yang menaruh hati padanya. Mereka berkenalan sejak tiga tahun dan semenjak itulah Mardi mengalami penolakan 4 kali oleh Audy. Padahal Audy punya perasaan yang sama dengan Mardi. Alasannya tidak lain dan tidak bukan karena Rose!
Keganjalan demi keganjalan yang memang dari awal cerita ini ternyata ada --dan saya baru menyadari di part-part sebelum fix itu-- baru sadar!
Tetapi Mardi tetap keukeh mempertahankan bahwa dia cinta pada Ami (nama panggilan khusus untuk membedakan Mardi yang dipanggil Di, jika dia ikut memanggil Audy maka akan berbunyi sama Di dan Dy, jadi dia memanggil dengan nama tengahnya Audy Amirilis, Ami) dia akan menunggu sampai kapanpun.
Audy menginginkan kebahagiaan yang sama hinggap pada Rose. Mempunyai pasangan juga. Mempunyai seseorang yang mencintainya.
Dan sepertinya Tuhan mengabulkannya saat mereka kembali ke rumah orang tua mereka di Bandung. Rose bertemu seseorang yang bisa membuatnya tersenyum, setelah pertengkarannya dengan Audy. Dan dia Armant.
Audy sangat senang sekali kalau Rose bertemu Armant berarti dia dan Mardi bisa menyatukan cinta mereka.
Adalah dr. Saptaji, yang menjadi dokter Audy sejak kecil. Dengan dokter ini Audy bisa berbagi dan bercerita panjang lebar tentang saudarinya yang sepertinya sedang jatuh cinta.
Dari situlah dokter mengatakan jika Rose menemukan seorang yang di cintainya. Audy harus merelakan Rose untuk tinggal di Bandung. Di sisi lain Audy juga berpikir bagaimana Rose tinggal di Bandung? Berarti dia akan jauh dari Rose? Dan bukannya ayah dan ibunya bersikap dingin pada Rose?
Namun dokter Saptaji berusaha meyakinkannya.
Dan benar saja Rose meminta untuk tinggal awalnya Audy tidak menyetujuinya. Tapi setelah pembicaraan yang cukup sengit Audy pun menyetujui. Saat hendak mengatakan itu pada ibunya. Ibunya pun jatuh pingsan!
Semenjak itu keganjalan demi keganjalan mulai terkuak sampai kejadian di Jakarta Audy pingsan dan masuk rumah sakit!
Menyebabkan Mardi yang tidak mau penantiannya sia-sia mengatakan kebenaran pada Audy! Kebenaran seperti apakah itu?

##

Padahal saya sudah merasakan nyeseknya jadi anak yang tersisih seperti Rose! Eh ternyata :x

Suka sekali sama karakternya Mardi, sweetest!
Lihat saja ini:

Ya Tuhan, ia bisa melihat cinta di sorot mata Mardi. Cinta yang sama, yang berbalut kesabaran dan pengertian. Cinta yang tidak akan menyerah. Cinta yang penuh perjuangan dan tekad. (Pandangan Audy tentang Mardi hal (33)


“Bagaimana cara kamu bilang pada matahari supaya dia jangan terbit lagi?,”
“Mm...” Audy gelagapan, berpikir keras.
“Bagaimana cara kau bilang pada orang yang mencintaimu sepenuh hati, supaya dia tidak usah kuatir lagi padamu?,” sambung Mardi, tak ingi disela. (Percakapan Mardi dan Audy hal 22)


“Audytha Amarilis Capelle, aku cinta padamu. Dan aku akan menunggumu sampai kau siap. Tidak peduli sakit jantung atau tidak, Rose atau siapapun yang membuatmu bimbang akan tetap menunggumu.”


“Ami, aku cinta padamu,” Mardi mengulang kata-katanya dengan lembut. “Dan cinta itu tak berubah, bahkan jika aku berharap demikian. Karena memang semua akan lebih mudah jika cinta ini hilang, Mi. Tapi sekali lagi, tidak semudah itu. Aku sadar, biarpun jalan kita sulit dan berliku, penuh tanjakan dan tikungan, tapi aku tetap memilih untuk melewati semua ini bersamamu.”


Aaaaaa sekali lagi... Adegan lamaran selain A Walk to Remember kesukaan saya. Ini Favorite yang lain jugaaaa aaaaa...

Dan Audy tidak tahu bagaimana awal mulanya, yang jelas kini cincin itu telah melingkar sempurna. Cincin yang dulu ia tolak sejak entah kapan. Cincin emas putih bertahtakan permata indah di atasnya.
Mardi menyelipkan selembar kertas tebal bernuansa peach dengan setangkai mawar merah tua terikat di kertas tersebut dalam genggaman tangannya.
Audy menunduk, membaca sebait puisi yang tercantum di sana. Matanya berkaca bibirnya tersenyum.
“Jalan di depan kita tidak akan selalu lurus dan mudah, Mi. Namu bersamamu, aku mau menemupuh risiko itu.” Mardi mengecup kening Audy lembut. “You know, I fell so lucky to have you the best woman ever, to accompany me in this rough journey of life. Yes, I am so lucky. Amarilis, will you marry me?”
Dan kali ini, tidak ada kerguan lagi.
Tanpa perlu Audy menjawabnya, Mardi sudah tahu apa jawabannya. Ia bisa melihat dengan jelas sinar yang membias di mata gadis itu.
Mardi memeluk Audy erat, mendekap wajah gadis yang ia cintai di dadanya yang bidang, merasakan detak jantung mereka menyatu dan berpacu cepat.
Dalam keadaan itu Audy tahu, ia telah menemukan pelabuhan hati tempat bersauh untuk selamanya.

I know miracles do come true, the moment I lay my eyes on you.
So beautiful, that love as shown us in a special way...

Puisi Mardi untuk Audy:

I know I will always love you
And there won't be another like you do
I want to spend my whole life through
With you beside me till old we grew

Years will pass us by, decades too
But my love for you will always stay true
I am not sure, whether you would want to
But I'll ask anyway, “Marry me, will you?”

P.S I do love you, Amarilis
Marry me?
Love, Mardinanto Albert Nolan


Oh May Gattttt!!! Sweet kuadraaaat aaaaaaaaAaaaaaaaaa (?) *gila ._.v

Yeaaahh...

Saya juga suka karena di sini ada mengajarkan nilai religius :)
»Kasih Agape. Kasih yang hanya tahu memberi.
»One thing at the time (jadi ingat lagu rohani :))
»Dalam kepercayaannya, orang yang meninggal sudah tidak mendapat tempat di dunia. Dan lagi Audy percaya, seperti kata ibunya, Rose sudah tenteram di rumah Bapa di surga. Ia yang tertinggal di dunia, ia yang masih berjuang.


Kata2 yang tidak seharusnya memakai (-)
Se-perti (hal 1)
Ka-lau (hal 18)
Bi-lang (hal 24)
Terlin-dung (hal 69)
Na-manya (hal 85)
Dll.

Quote:

“Tidak semua yang kau inginkan bisa kau dapatkan” (hal 17)

“Yah, kadang aneh bagaimana hidup bisa membawamu ke jalinan cerita yang tak pernah kau tebak sebelumya. Jalinan yang tak pernah kau duga ada. Tahu-tahu kau sudah ada di tempat ini, bersama orang yang kemarin asing bagimu. Dan kamu merasa bahagia” (hal 101)

“Tawa adalah obat paling manjur untuk kesedihan” (hal 118)

“Cinta yang tulis ialah terapi paling sempurna untuk semua sakit dan duka” (hal 118)

“Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik” (hal 130)

“When you lost one thing, you'll find another for sure” (hal 231)


The favorite! Recommended!
Profile Image for Dina.
64 reviews6 followers
December 21, 2011
Lullaby novel yang menceritakan kisah Audy yang juga mempunyai saudara kembar yang bernama Rose. Mereka hidup bersama bersama keluarga yang menyayangi mereka. Tapi kasih sayang itu lebih diberikan kepada Audy yang ternyata mengidap kelainan pada jantungnya yang otomatis membuat Rose tersingkir karena kurang mendapatkan kasih sayang.

Hingga tumbuh besar dan mendapatkan pekerjaan di Jakarta, Audy merasa kalau saudara kembarnya itu tetap menderita. Rose tidak mau bergaul, mencari teman, mencari kerja hingga tidak mau mengobrol pada keluarganya kecuali pada dirinya, Audy. Kemudian datanglah Mardi yang tidak lain adalah atasannya di tempat kerja yang juga mempunyai perhatian yang lebih dan perasaan yang lebih pada Audy. Dan Audy pun tahu kalau Mardi amat mencintainya.

Ternyata Audy masih merasa tidak enak pada saudara kembarnya, karena ia sudah mempunyai orang yang sangat menyayangi dan saudara kembarnya tidak. Audy merasa semua ini tidak adil bagi Rose, Audy merasa sudah membuat saudara kembarnya itu menderita. Audy sangat menyayangi Rose melebihi apapun, sampai Audy lebih mementingkan perasaan Rose dibanding keluarganya yang lain. Yang sebenarnya sudah lelah dengan semua ini, dengan kebohongan ini.

Penyakit itu datang lagi pada Audy, penyakit yang selama ini tidak pernah dirasakannya sekarang datang lagi. Dan disaat itu juga, Audy harus menerima kenyataan yang amat pahit yang mampu mengoyahkan hidupnya. Apakah kenyataan pahit itu? Bagaimana kelanjutan kisah Audy dan Mardi? Bagaimana pula hubungan Rose dengan Armant? ..... temukan jawabannya di buku ini :)

Overall, suka banget sama buku ini. Idenya juga sangat bagus kalo menurut gue. Kekeluargaan disini juga kental, begitupun tentang percintaan. Pokoknya ini buku keren. Pas gue tau kenyataan pahit itu, gue langsung bertanya tanya. Pantes aja ada yang janggal di awal-awal, ternyata begitu toooh. Terus juga dibagian paling akhir, gue kira abis Epilog udh abis eh ternyata ada lagi. Dan jujur gue baca itu jadi merinding, tp disisi lain gue juga seneng sampe2 gue nangis. Dan terbukti tuhan itu emang maha adil.

DAN oh my goshh Mardinanto Nolan!! oh god, kenapa ada orang yang amat sangat manis seperti dia? contoh cowok yang too good to be true. suer gue iri, iriiii banget sama Audy to have a great man. Pokoknya gue totally jealous sm Audy yg punya keluarga almost perfect. Disini juga ada kutipan favorit:

It is the memory that holds your heart, and not the person.
dan
When you lost one thing, you'll find another for sure.

dan gue juga seneng banget bisa mention2an sama mbak Rina, padahal itu udah malem banget. just like a dream banget. jadi pengen ngobrak ngabrik karya2nya mbak Rina lg nih.. hehe

Highly recommended this book!
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books102 followers
January 27, 2018
baca ini karena Mam membicarakan buku ini dan penuh spoiler. Cuma, merasa aneh aja belasan tahun disembunyikan kematian si Rose ini, tetapi aku suka karena ada upaya menghapus stigma berkata 'gila' dan semacamnya di sini.
Profile Image for Caca Venthine.
372 reviews10 followers
April 4, 2014
Telat kan yee baru baca Lullaby? Sudahlah itu tidak masalah, asal jangan telat dateng bulan aja, urusannya bisa kacau nantinya..

Baiklah baiikkk.. Seperti yang sudah sudah, gue emang suka sama cara tulisannya ci Rina. Begitu juga dengan Lullaby, walau ada beberapa kejadian yang bikin gue bingung sendiri, ya maklum otak gua kan agak gimana gitu yaa..

Audy dan Rose, saudara kembar. Audy punya penyakit jantung, dan Rose sehat. Di samping itu, ada Mardi pria yang mencintai Audy dan menginginkan Audy menjadi istrinya. Hanya aja Audy selalu menolak lamaran Mardi karena dia tidak tega meninggalkan Rose yang cenderung pendiam dan tidak mau bergaul..

Oke sampai pada akhirnya, ternyata si Rose ini udah meninggal pas dia masih umur 7 tahun karena kecelakaan. Jadi selama ini si Audy gila dong ya karena selalu anggep si Rose ini ada? Makan sama2, tidur sama2, ya pokoknya kya kehidupan normal lainnya. Jadi selama 17 tahun ini Audy hidup dalam bayang2 Rose. Tapi akhirnya pas Audy dijelasin kalo Rose gk ada itu ya dia bisa nerima, dan ternyata jantung Rose juga udah dicangkokin ke Audy sehingga penyakit Audy gk kambuh lagi..

Oke terus gimana sama hubungannya sama Mardi? Happy ending, tentu aja. Mereka berdua merit ^^

Untuk segi cerita memang agak gk masuk akal ya. Dimana seseorang selama 17 tahun hidup dalam bayang2 saudara kembarnya. Tapi gue percaya 100 % kalo ada juga orang yang ngalamin apa yang kya Audy alamin. Chemistry antar saudara kembar itu kuat banget, walau salah 1 nya udah meninggal sekalipun..

Sempet nangis juga sih pas Audy akhirnya harus relain Rose gk ada, Rose yang selama ini selalu nemenin Audy terus tapi lalu dia menghilang untuk selamanya dari hadapan Audy..

Suka, selalu dan selalu sama tulisannya ci Rina yang bikin nyentuh hati. Seperti yang udah2 di novel lainnya, kali ini pun gue dibikin senyum sama ceritanya.. ^^
Profile Image for Deta NF.
234 reviews7 followers
March 30, 2014
Demi apa saya baru aja selesai baca novel tentang anak kembar yang mendapat perlakuan berbeda lagi? Aaaah, jadi rindu Ares di novel Summer Breeze-nya Orizuka. Lupakan tentang Ares, mari kita bahas Lullaby ini ^^

Saya suka sekali dengan ide cerita yang penulis usung. Terus terang, saya baru pertama kali membaca karya Rina dan ya ampun bahkan sebelumnya saya tidak mengetahui nama penulis ini, maafkan saya, Kak Rina ^^ Tapi kesan pertama yang timbul setelah membaca karyanya ini adalah PUAS! Saya puas sekali. Ceritanyanya benar-benar mengaduk-ngaduk emosi dan perasaan saya serta tak jarang membuat mata saya berkaca-kaca walaupun tak sampai menetes namun nyeseknya dapet bangeeeet. *Peluk Rose*

Saya juga suka setiap diksi yang dipilih penulis. Tidak bertele-tele namun indah dan sangat enak dibaca. Endingnya benar-benar unpredictable, OMG! Bagus, tak tertebak dan benar-benar mengharukan. Ada juga kisah romantis antara Audy dan Mardi yang membuat saya iri, adakah pria sebaik dan seromantis Mardi? Namun... mengingat ini novel Amore, saya sudah menyiapkan diri jikalau terdapat part yang bisa membuyarkan konsentrasi baca hahaha dan benar saja ada, gubraaaak namun tidak banyak dan tidak terlalu parah :P

Terdapat banyak sekali typo dan ketidakkonsistenan penulis dalam menuliskan nama. Kadang Audytha, kadang Audyta. Kadang Audy, kadang Audi. Padahal kan kalau penulisan nama salah satu huruf saja bisa sangat fatal. Coba saja pada saat UN, salah menuliskan satu huruf saja, lembar ujianmu pasti blank tak terbaca komputer, bisa tidak lulus nanti :P but overall, saya puas.
Profile Image for Sabrina Zee.
Author 6 books30 followers
January 8, 2012
Terkecoh... tertipu... aihh!! Saya berhasil dibuat kaget dengan ceritanya. Sumpah, saya nggak nyangka banget ternyata begitu. Unpredictable!

Mengisahkan dua saudara kembar bernama Audy dan Rose. Audy menderita kelainan jantung sejak kecil sementara Rose, kakak kembarnya yang lebih pendiam sehat walafiat. Karena itulah seluruh anggota keluarga lebih mempedulikan Audy. Mereka semua bersikap seakan Rose nggak penting, seakan Rose nggak ada. Dan Audy jadi kasihan sama Rose. Dia bahkan nggak berani menggapai kebahagiaannya sendiri, yaitu menerima cinta Mardi, pria yang sangat setia mendampinginya. Si Mardi ini sabar banget deh nunggu si Audy padahal Audy nolak dia berkali-kali.

Nah, alasan Audy menolak Mardi itu karena dia nggak mau meninggalkan Rose sendirian. Si Rose kan tipe penyendiri, sibuk kerja, dan nggak suka gaul. Audy cemas. Dia mau Rose menemukan cinta sejatinya supaya Audy sendiri bisa mengejar kebahagiaannya dengan bebas. Si Audy ini baik dan penyayang banget deh.

Masalahnya sederhana kan? Tapi di tengah cerita, kita bakal dibawa pada pengungkapan kebenaran yang sangat mengejutkan. Wow!

Ini novel kedua Rina Suryakusuma yang saya baca. Sebelumnya saya membaca Jejak Kenangan dan saya cukup suka dengan novel itu. Tapi saya lebih suka Lullaby karena twisted plotnya dan juga karakter tokoh utamanya yang cukup kuat.

Nice book!

Satu keluhan dari saya : kurang tebel, mau Mardi dan Audy yang lebih banyak... hehehe
Profile Image for Eugenia.
209 reviews8 followers
October 11, 2015
Satu lagi kisah manis bergenre Amore karya mbak Rina Suryakusuma yang saya suka, Lullaby.
Kisah cinta sederhana yang diceritakan dengan luar biasa.
Cinta kepada keluarga. Cinta kepada saudara. Cinta kepada pasangan. Semua terangkum dalam Lullaby.
Meski bertema cinta, ada sedikit bumbu misteri (eh ini termasuk misteri engga sih? hehe.
Rahasia masa lalu. Kenyataan yang disembunyikan. Dan juga cinta yang tak pernah pergi.

"Sesungguhnya Rose tetap ada bersamamu. Kamu tidak perlu melihat bayangannya. Selamanya dia ada bersamamu, di dalam tubuhmu, di dalam hatimu."

Setiap halaman seolah mengandung pertanyaan, apa sih yang sebenarnya terjadi?
Sehingga membuat saya penasaran ingin cepat-cepat menghabiskan ceritanya. Tapi tidak, kisah cinta manis antara Audy dan Mardi membuat saya membacanya pelan-pelan, sayang untuk dihabiskan.
Hehehe...

Oh ya, satu lagi yang saya suka..nama tokohnya bagus-bagus. Bikin saya makin jatuh cinta!

Audy : Karena itu kamu bertahan menghadapi semua keanehanku, Di?
Mardi: Kamu tidak aneh. Tapi ya, aku bertahan. Karena aku cinta padamu."

"Jalan di depan kita tidak akan selalu mulus dan mudah,namun bersamamu aku mau menempuh resiko itu."

224 reviews
December 21, 2011
Gampang di tebak. Dari lima halaman pertama sudah tertebak sekali dan mengurangi nikmat membaca karena berkali-kali muncul pikiran, "Kayaknya pernah baca di suatu tempat deh, dimana yaa, dimanaaaa..."

Untuk gaya bahasanya sendiri sesuai dengan selera saya, semi-baku. Tapi entah kenapa saya kurang hanyut. Apa karena terlalu kaku ya?

Untuk beberapa orang, mungkin novel Rina Suryakusuma ini bagus, tapi bagi saya, secara keseluruhan cerita ini menyeramkan. Romancenya biasa aja, tapi seremnya dapet banget. Berkali-kali saya begidik dan ketakutan, seolah-olah sedang membaca kisah horror.

Ga jarang saya pengen skip saja (tapi ga jadi skip, bagi saya skip itu tabu) dan berharap "semoga horror ini segera berlalu", atau "buruan selesai doong, takut nih." and so on. This book creeps me the hell out.

I'm not sure what's wrong with me but I do really enjoy the thrill here better than the romance.

Kalau cuma romance doang sih biasa aja ya, paling saya kasih 2 bintang, tapi karena "menyeramkan"nya dapet banget, jadi 3 bintang deh.

Teuteup, this freaking creeps me out >.<
Profile Image for Nabilla Osseva.
8 reviews
July 19, 2014
walaupun awalnya agak sedikit ngebosenin ceritanya tapi... di tengah-tengah cerita, ceritanya udah mulai menarik karena buat kita penasaran. And, honestly, i have no idea that Audy............ *ups, no spoiler!* keren deh pokoknya ceritanya sulit ditebak dan unexpected banget. Juga cukup banget bikin merinding!!
Profile Image for Helma Fatia.
2 reviews
November 1, 2014
Ini buku pertama mba Rina yg kubaca. Dan ternyata memuaskan! Aku dibawa perasaan tenang dan nyaman ketika membacanya. Feel nya dapet banget pas mau ending. Tapi agak serem juga sih bacanya. Tapi aku suka :)
Profile Image for Dhilla.
42 reviews2 followers
July 16, 2018
Banyak logika nggak nyambung dari penjabaran cerita.

Seperti pekerjaan Audy dan penyakitnya. Sebagai seseorang yang nggak asing dengan pekerjaan auditor dan katanya ia bekerja di salah satu KAP terbaik, saya sudah merasa ada yang salah. Lalu di akhir solusi diceritakan kesibukan akan membantu penyembuhan Audy. Pekerjaan Audy itu sudah termasuk pekerjaan dengan hectic tingkat tinggi. Mau sibuk yang gimana lagi coba.

Untuk seseorang yang pernah menghadapi orang depresi, saya rasa waktu 17 tahun diobati dengan sangat singkat dan bahkan tanpa dukungan keluarga. Beberapa kali dikisahkan Audy sering menyembunyikan perasaannya dari keluarga. Ini 'pendidikan' yang kurang baik untuk rekan-rekan nantinya yang berinteraksi dengan orang dengan tendensi demikian. Tapi saya suka dengan tindakan persuasif yang berupaya menghapus stigma gila.

Banyaknya penjelasan yang nggak perlu membuat ada beberapa hal saya skip baca, seperti bagaimana Mardi dan Audy pendekatan, bagaimana pekerjaan Audy selanjutnya, dll. Imbasnya, dialog sangat kurang di novel ini. Kekurangan lain adalah terlalu seringnya penyebutan nama lengkap dan nama keluarga. Syukur kalau benar, tapi beberapa kali ditemukan inkonsisten penyebutan nama. Lalu karakter Mardi ini sangat keterlaluan perfect nya. Baru kali ini ketemu karakter cowok yang tindakan romantis, mulutnya juga selalu manis.

Oh dan bagian akhirnya saya gak paham. Itu seperti plot twist sesungguhnya. Seperti, bagaimana kalau itu semua bukan sekedar bayangan? Bagaimana kalau ternyata penampakan? Kalau iya, kenapa bisa ada sosok Armant?

Sekian.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Hana Feberia.
88 reviews3 followers
July 10, 2017
buat gw ceritanya terlalu mudah ketebak, klise dan FTV banget...
sebenernya gw ga masalah baca cerita yg FTV banget tapi mungkin cara penulis bercerita yg kyknya drama banget.


sudut pandang penulisan nya orang ketiga serba tahu menurut gw terlalu naratif, kurang dialog (CMIIW) terlalu banyak deskripsi yang bahkan ga penting bikin gw jadi males baca nya, akhirnya banyak yg gw skip literally buku ini gw baca cuma 1 jam dengan setiap lembar cuma gw baca hanya 2/3 paragraf, dont blame me, mungkin karena cara penulis cerita nya yg ga asik jadi gw bosen baca nya 😞


buat gw ini malah kyk novel horror... kyk buku nya risa saraswati...
gw malah ngerasa novel ini lebih cocok dijadiin film layar lebar karena sebenernya ide ceritanya udah bagus sih, tapi penulisnya aja yg bikin cara cerita nya jadi kurang asik 😪 well 3 stars buat ide cerita nya dan usaha nya 👏👏👏
Profile Image for Frily.
22 reviews
November 14, 2019
Sebetulnya sejak CRT yg ke Bandung SDH SGT kebaca rose sudah meninggal.

Di closing, ada porsi utk rose which is good.
Pasti LBH menarik LG jl porsi rose ditambah sehingga BS masukin unsur keterikatan antar yg ditinggalkan dan yg meninggal
Tp mungkin, agak susah masuk ke genre ini
But anyway, idenya bgs.
Profile Image for Sri Parvati.
20 reviews2 followers
November 2, 2018
Sebenernya dari clue² di awal cerita udh bs nebak ceritanya keknya bakal seperti ini nih, tp yg paling aku suka dari buku² author ini banyak terselip motivasi² kehidupan. Untuk karakter heroinnya sy krng "sreg" tp sy bs bilang jatuh cinta sm heronya. Sabarnya pake bgt... 3,5 ★ 🤗
Profile Image for Zia Nazaliah.
146 reviews5 followers
June 3, 2023
kurang suka dengan karakternya yang kek gemes bangett :") kayak ISHH kenapa sih WKKWWK kek apaan sih... tapi plot twistnya ok lah wkwkwkkw sempet ga akan lanjut baca tapi sayang juga
Profile Image for Anti's reading..
50 reviews
January 19, 2024
3,6/5

awalnya gue rasa audy sama rose menye-menye banget, tapi audy konsisten agak nyebelin (di mataku) sampai akhir
Profile Image for ijul (yuliyono).
815 reviews971 followers
April 6, 2012
Ikatan dua bersaudari kembar

Audy dan Rose adalah dua saudari kembar, bungsu dari keluarga Andrew dan Madeline Capelle. Sejak kecil Audy mendapat perlakuan istimewa oleh karena suatu penyakit mematikan yang dideritanya, menyisihkan Rose dari curahan kasih sayang orangtua dan kakak-kakak mereka. Namun demikian, bagi Audy, Rose adalah segalanya. Rose adalah saudari, sahabat, juga belahan jiwanya. Audy berusaha selalu melibatkan Rose dalam setiap episode kehidupannya. Itu juga yang membuat Mardi, kekasih Audy, dirundung gusar mengajak Audy ke tahap hubungan lebih lanjut karena Rose selalu menjadi penghalang.

Tetapi, Audy tak bisa dipersalahkan. Saudara kembar dipercaya memiliki ikatan batin yang teramat kuat dan Audy tak bisa begitu saja mengabaikan Rose. Jika akhirnya ia harus menikah, Rose juga harus menikah. Meskipun, dilihat dari sikap Rose yang tak pernah mau bersosialisasi dan lebih banyak mengurung diri di apartemen mereka, rasanya ajakan Mardi untuk menikah tak akan terjadi dalam waktu dekat. Apa yang harus dilakukan Audy untuk meyakinkan Rose agar mau menjalin hati dengan seorang lelaki?

Satu pertanyaan besar yang harus ditemukan jawabannya di novel ini: apakah ini nyata atau sekadar imajinasi?

Saya selalu suka dengan diksi yang diracik Rina Suryakusuma. Dalam dan menyenangkan. Bgai saya, diksi menjadi salah satu faktor utama untuk menentukan kenikmatan membaca suatu karya tulis, plus konsistensinya. Saya paling sebal jika di awal-awal tulisan diksi-nya konsisten menggunakan kata tidak/tak tiba-tiba di tengah-tengah muncul kata “nggak” yang tidak memiliki maksud dan tujuan lain. Itu, saya kategorikan fatal. Inkonsisten.

Berikut beberapa bagian kalimat yang saya suka:

Bagaimana cara kamu bilang pada matahari supaya dia jangan terbit lagi? Bagaimana cara kau bilang pada orang yang mencintaimu sepenuh hati, supaya tidak usah kuatir lagi padamu? (hlm. 22)

Tawa adalah obat paling manjur untuk kesedihan. Cinta yang tulus ialah terapi paling sempurna untuk semua sakit dan duka yang ia rasakan. (hlm. 118)

Premis novel ini adalah kekuatan terbesarnya. Jika kamu seperti saya yang gampang tertipu, kamu pasti akan mendesah “OMIGOD!” ketika penulis menyajikan twist yang begitu mengejutkan di tengah hingga menjelang akhir. Saya sampai memaki diri sendiri yang tak bisa menebak plot dari sejak mula. Saya baru menemukan clue-nya hampir di pertengahan novel (halaman 165, tepatnya). Astagahh! Dua jempol buat Rina yang berhasil menghadirkan twist ini.

Sayangnya saya tak bisa menikmati gaya ‘feodal’ yang dipilih Rina untuk menghadirkan tokoh-tokohnya dengan terlampau seringnya penyebutan nama lengkap mereka. Saya kurang begitu terhubung. Ada jarak yang tercipta antara saya dan aktor-aktrisnya. Seolah-olah saya duduk di kursi terbawah pada sebuah pertunjukan di panggung setinggi tiga meter. Saya melihat tapi tidak terlibat. Hal itulah yang menghalangi saya dari terhanyut kisah ini.

Selain itu, cerita hanya disokong kisah Audy seorang. Tak banyak subplot yang dihadirkan untuk mendukung kisah bersaudari kembar ini sehingga ada saat-saat saya ingin menaruh novel ini begitu saja dan beralih membaca yang lain. Andai saja penulis memberikan tikungan-tikungan pada jalan cerita ini, saya yakin guncangan twist-nya akan lebih terasa.

Untuk departemen cetakan, berikut beberapa temuan typo yang saya dapat:
(hlm. 18) kekanak-kanakkan = kekanak-kanakan
(hlm. 20) beraktifitas = beraktivitas
(hlm. 28) La Grande = Le Grande = inkonsisten
(hlm. 33) Karena = karena (huruf K harusnya tidak kapital)
(hlm. 34) pertunjukkan = pertunjukan
(hlm. 72) Arman = Armant
(hlm. 77) Tenggorakan = Tenggorokan
(hlm. 78) bidak = biduk
(hlm. 80, 220) praktek = praktik
(hlm. 94) dr = Dr = Dokter = inkonsisten
(hlm. 125) ...di antara keluarganya, dan Rose Tapi Audy sadar,... (ambigu)
(hlm. 149) “Jam setengah tiga subuh.... (hanya terasa tidak pas penggunaannya, hampir tak pernah waktu subuh jatuh pada jam kurang dari pukul tiga pagi, di zona waktu mana pun, di Indonesia)
(hlm. 220) klat = kilat

Oh, dan ini sepertinya sudah menjadi ciri khas seorang Rina, lebih memilih menggunakan kata ‘kuatir’ dibanding ‘khawatir’, jadi ya, sudah, saya sih tetap menyarankan menggunakan kata yang dianggap baku di kamus yaitu ‘khawatir’.

But, overall, saya tetap menyukai membaca novel ini. Sebuah pengalaman mengejutkan yang menyenangkan. Tiga bintang untuk twist-nya.

Selamat membaca, kawan!

my blog: http://metropop-lover.blogspot.com/20...
Profile Image for Natha.
780 reviews73 followers
January 4, 2012
Buku pertama yang dihabiskan di tahun 2012! *jogetpisang* *potongtumpeng*

Oke, cukup senang-senangnya, kita lanjutkan dengan repiu~! Mumpung masih hot, karena aku baru saja kelar baca pagi ini. :p
Awalnya aku sempat membaca beberapa halaman di akhir tahun 2011, tapi tidak sampai selesai bab pertama, buku ini sudah kutinggalkan, karena--humm, apa ya--bisa dibilang 'kenyataan si Audy sakit jantung' terlalu sering diulang-ulang di bab satu itu. Belum lagi aku sempet tidak mudeng di satu-dua halaman pertama. Yeah, karena alasan itu, kutunda bukunya beberapa hari.
Semalam, sempat baca beberapa halaman, tapi bisa dibilang aku menikmati buku ini hanya di pagi hari tadi. :D Sukses jatuh cinta dengan Mardi! *love*

Oke, sebelum dilanjutkan, tulisanku rawan spoiler, hati-hati bacanya kalau tidak mau terganggu karena keberadaan spoiler ya. :p

Audy dan Rose, dua saudara kembar yang dilahirkan sebagai anak bungsu keluarga Capelle. Rose, si kakak, terlahir sehat, sementara si adik terlahir dengan penyakit jantung bawaan. Penyakitnya ini membuat si adik sangat disayangi di keluarga mereka. Perhatian, kasih sayang dan cinta yang tercurah dari kedua orang tua dan kedua kakak mereka membuat Rose tersisih.

Seumur hidupnya di dunia, Audy memiliki segalanya. Ia punya keluarga yang sayang dengan dia, saudara kembar yang selalu ada di sampingnya, pekerjaan mapan di Kantor Akuntan Publik/KAP dan 'kekasih' yang sangat mengasihinya. Hidupnya sempurna! Namun kesempurnaan itu justru membuatnya merasa bersalah. Ia merasa telah meninggalkan Rose di belakangnya.

Saat Mardi Nolan, manajer sekaligus 'kekasih' Audy, melamar gadis muda ini, ia dihadapkan pada pilihan sulit. Di satu sisi, ia sayang dengan Mardi, pemuda itulah yang membuat hidupnya berwarna dan dia tak bisa membayangkan hidup tanpa pemuda ini. Namun di sisi lain, Audy tidak bisa meninggalkan Rose dan bahagia sendirian. Dia tidak tega...

Sementara Audy berat memilih antara Rose atau Mardi, Rose bertemu dengan seorang lelaki bernama Armant. Armant mampu menarik perhatian Rose di pertemuan pertama mereka. Audy turut senang dengan perkembangan baru di kehidupan sosial Rose. Selama ini saudara kembarnya cenderung berdiam diri di apartemen mereka dan tidak mau bergaul.

Namun hubungan Rose-Armant membuat Audy harus merelakan Rose dan hidup berpisah dengan saudara kembarnya itu. Perpisahan mereka itulah yang menuntun Audy pada kambuhnya penyakit jantung yang ia derita, dan akhirnya membawa Audy pada sisi lain hidupnya...

Sudah cukup khan? Apa? Mau minta lebih banyak? Jangan dunk ah, kalau aku tulis lebih banyak, sama saja aku meringkas dan bukan mereview. :p Kalau mau lebih banyak, silakan baca bukunya langsung. Bukunya mesti baca banget deh!

Clue saja ya, endingnya ngga ketebak. :D Twist ending-nya oke banget. Sejauh ini, buku Lullaby sudah berhasil mengalahkan buku-buku sebelumnya dari si penulis.

Awalnya, Lullaby memang cenderung mirip dengan buku Jangan Pergi Lara dari segi 'dua anak kembar', 'satu sehat dan yang lain kelainan jantung' dan 'kasih yang terbagi'. Tapi sisanya berbeda. Jangan Pergi Lara yang ceria adalah si kakak (yang sehat) sementara di Lullaby yang ceria adalah si adik (yang sakit).
Sisa lainnya, pasti akan ditemukan banyak kalau kamu membaca buku ini sendiri. Saranku, jangan pernah membandingkan kedua buku ini saat membaca. Karena bila dibandingkan, kamu akan kecewa. Jadi sebaiknya baca sebagai dua buku yang sama sekali berbeda ya, niscaya kamu akan menikmatinya. :D

Happy reading!
Profile Image for Rizki Wulandari.
125 reviews3 followers
April 7, 2016
Ini adalah buku berlabel amore pertama yang kubaca. Aku merasa senang dan tertarik ketika melihat buku ini pertama kali. Senang karena bisa menambah koleksi buku non-terjemahanku yang tidak seberapa itu. Dan tertarik karena cover-nya manis sekali. Nuansa warna putih plus ayunan dan kupu-kupu. Two things that I like a lot. Selain itu, nama Rina Suryakusuma sudah pernah kudengar sebelumnya. Beberapa minggu lalu aku juga sempat ikut giveaway novel terbarunya Gravity dan aku juga jatuh hati melihat cover Falling. Meski cover-nya menarik, jangan ragukan kontennya. Aku menyukai dan mau membaca karyanya yang lain.

Lullaby, judul dari novel ini memberi kesan manis di ingatanku. Aku menyukai kata tersebut. Aku teringat kembali dengan beberapa lagu pengantar tidur legendaris Nina Bobo yang dulu sering aku nyanyikan bareng adik perempuanku. Juga terbayang saat aku mengerti arti kata ini pertama kali di waktu yang telah lalu. Kesan manis, bercampur misterius yang tersirat dari judul buku ini membuatku penasaran dan menebak-nebak dimana kaitan cerita ini dengan kata tersebut. Dan tidak juga kunjung aku temukan di bagian awal atau pun tengah buku. Barulah di bagian akhir mulai tampak jelas semuanya. Jika aku bisa bilang, memang terkadang hidup terasa seperti buaian. Tidak semua yang tampak adalah yang sebenarnya.

Aku menyukai alur cerita dan bagaimana penulisnya menampilkannya. Aku larut membaca dari bab pertama meski sudah bisa menebak “rahasia” tersebut saat menjelang bagian tengah buku. Kata-kata yang dipilih terkesan luwes, padat dan tidak menye-menye. Tidak terlalu banyak mencampurkan bahasa asing dan Indonesia baik dalam dialog maupun narasi. Walaupun sudah bisa menebak, tidak lantas kisahnya menjadi membosankan. Aku masih penasaran bagaimana penulis akan membawa kisah ini. Adegan apa lagi yang akan terjadi dan bagaimana kisah ini diakhiri.

Aku merasa bisa bersimpati terhadap karakter Audy dan kedua kakaknya, Mbak Karin dan Mas Austin. Lalu aku merasa terganggu sedikit dengan karakter Rose karena aku mencoba menebak-nebak apa yang akan Rose lakukan. Aku takut dia menjadi real antagonist, haha. Namun itu tidak terjadi, kok. Dan mengenai sosok Mardinto Nolan, hmm, too good to be true. Cowok satu ini benar-benar terlalu sempurna, dewasa, mapan. Iya, terasa terlalu fiksi. Meski ini buku yang menarik, namun aroma semacam dokter pribadi, rumah mewah, pekerjaan mapan entah kenapa terasa menjenuhkan. Semacam menonton sinetron. Namun, tenang, tidak separah itu juga. Levelnya masih aman dan fokus kita bisa dialihkan dengan konflik yang bergulir dan rahasia yang Audy miliki.

Overall, masih terdapat beberapa typo yang kadang mengganggu kosentrasiku dalam membaca. Begitu pula dengan rahasia yang bisa tertebak sebelum sampai di bagian akhir buku. Pun dengan nama-nama panjang karakter dan sifat mereka yang terkesan kaku dan terlalu fiksi. Namun, sajian kisah dan cara penyampaiannya menarik, runtut, dan luwes. Tema kisahnya sendiri asik dan tidak menye-menye. Novel ini juga menyadarkan kita tentang pentingnya ikatan dan kasih sayang keluarga serta kasih sayang yang tulus. Menyenangkan dan mendamaikan sekali jika ada yang menyayangi diri kita seperti Mardi menyayangi Audy. Maksudku rasa kasih yang tulus memang seperti tidak ada tandingannya. Ya, sepertinya sewaktu di toko buku tempo hari, aku tidak salah memilih buku ini dan membawanya ke kasir.

"Tawa adalah obat paling manjur untuk kesedihan. Cinta yang tulus ialah terapi paling sempurna untuk semua sakit dan duka yang ia rasakan." (hal. 118)

Rating: Better (2/3)
Profile Image for Alvina.
732 reviews119 followers
January 9, 2012
Lullaby bercerita tentang seorang wanita muda bernama Audytha Amarillis Capelle (Audy), yang memiliki saudari kembar bernama Rosalind Alexandra Capelle (Rose). Keduanya kembar, namun memiliki karakter yang sama sekali berbeda. Audy adalah seorang wanita yang ceria, memiliki banyak teman dan memiliki pekerjaan tetap di salah satu kantor auditor ternama di Jakarta. Sedangkan Rose dikisahkan bahwa ia kurang percaya diri, sering menutup diri, tidak punya teman dekat dan pekerjaannya hanya melukis di apartemen mereka. Apartemen itu ditinggali empat orang bersaudara, Mas Austin sebagai kakak pertama, Mbak Karin kakak kedua, Audy dan Rose yang kembar.


Ikatan yang menali hubungan antara Audy dengan Rose sangatlah kuat, terlebih sejak lahir Audy menderita penyakit kelainan jantung yang membuat ia terlihat rapuh dan sering dikasihani oleh orang-orang terutama keluarga besarnya. Tetapi dari sudut pandang Audy, Rose juga sama rapuhnya dengan dia. Rose adalah orang yang dianggap Audy paling sering berkorban untuknya. Terlebih sejak kecil mereka sudah sering bersama-sama, setiap Audy masuk rumah sakit, Rose selalu ada di sampingnya, menemani dan ikut menceriakan harinya. Namun seiring berjalannya waktu, Audy tahu bahwa sikap semua orang berbeda dalam memperlakukan ia dan kembarannya tersebut.


Rose sering tidak dianggap dan diabaikan di keluarga tersebut, kehadirannya hanya dianggap sambil lalu. Bahkan sering terjadi ketika ada percakapan antar anggota keluarga, Rose sama sekali tidak pernah terlibat di dalamnya. Rose hanya mau bercerita dengan Audy, dan Audy sangat tertekan karena sikap Rose tersebut. Terlebih ketika Audy didekati seorang cowok bernama Mardinanto Nolan, atasannya di kantor yang sudah 3 tahun berhubungan dengan Audy. Sebenarnya sudah empat kali Mardi melamar Audy, tapi Audy belum pernah menjawab bahwa ia bersedia. Audy takut jika ia menerima lamaran tersebut, maka Rose akan semakin tersisihkan di keluarganya. Rose akan semakin merasa ditinggalkan karena ia tidak memiliki orang lagi yang memerhatikannya. Audy semakin dilema, karena di satu sisi ia begitu mencintai Mardi tapi di satu sisi ia tidak tega meninggalkan saudari kembarnya begitu saja. Terlebih karena sikap keluarganya semakin aneh dan terlihat resah, bahkan Mardi juga, setelah Audy bercerita bahwa Ia tidak akan menerima lamaran Mardi sebelum Rose mendapatkan pasangan hidupnya.


Apa yang sebenarnya disembunyikan keluarganya sehingga di mata Audy mereka semua terlihat tidak suka jika Audy membahas Rose, bahkan Mardi juga.

Bagaimana hubungan Audy dengan Mardi, sanggupkah mereka bertahan dalam bayang-bayang Rose yang selalu mengikuti langkah Audy?


Sebuah novel yang apik, gaya bahasanya yang sederhana membuat saya mampu dengan cepat membaca cerita ini. Ide ceritanya juga cukup membuat penasaran karena bagaimana mungkin ada orangtua yg tega menganaktirikan anak kandung mereka sendiri? Kelemahan buku ini adalah beberapa typo di dalam tulisannya. Pada awalnya saya sempat berpikir bahwa cerita khas anak kembar ini kok malah kaya sinetron, yang tentu saja setelah di pertengahan cerita baru saya ketahui bahwa ceritanya berbeda meskipun pada awalnya terlihat sama.


Jadi... saya beri bintang empat untuk Lullaby.:D
Profile Image for Sugar Candy.
3 reviews3 followers
September 23, 2012
Well ... Audy dan Rose adalah saudara kembar dengan sifat yang sangat bertolak belakang. Keduanya juga mendapat perlakuan yang berbeda dari keluarganya (Papa, Mama, Kakak laki-laki, dan Kakak perempuan). Audy memang memiliki riwayat penyakit jantung. Tapi bukan itu masalahnya. Inilah hal mengejutkan yang disimpan oleh penulisnya dan baru disibak di akhir. Tapi tidak sebaik yang mungkin masih bisa diupayakan oleh penulisnya. Soal itu, akan kita lanjutkan nanti ;)
Audy adalah seorang pegawai kantor akuntan publik nomor satu di Indonesia, cantik, modis, memiliki pacar sempurna yang tidak lain adalah manajernya sendiri. Sedang Rose? Penyendiri, pendiam, pemurung, tak punya pacar. Keduanya memiliki hubungan emosional yang sangat dekat, saling memahami, saling mengerti, saling membutuhkan, dan selalu saling mendukung. Kecuali, saat Mardi--pacar Audy--berniat melamar Audy. Hidup dalam keluarga harmonis, berkecukupan, penuh kasih sayang, dan sangat memanjakan, kehidupan Audy dan Rose seharusnya sempurna. Tapi penyakit jantung Audy membangun sekat yang tinggi antara keluarga itu dengan Rose.

Hati-hati dengan ekspektasi yang tinggi!
Karena ekspektasi tinggi yang meleset itu nggak ngenakin. Percaya deh :)
Lullaby ... lagu pengantar tidur.
Pilihan judul, cover, menjanjikan cerita beraura sendu. Nggak salah sepenuhnya. Tapi juga nggak bener-bener banget.
Well ... nggak ada konflik berarti dalam novel ini. Buat gue, genrenya sih romance-psychology-family drama. Materi psikologinya itu yang buat gue kecewa. Penyakit jantung yang selalu dimaki sama Audy itu pun sama sekali bukan elemen pembangun konflik yang bisa bikin gue betah menyelesaikan ini sampai akhir. Yup! Gue langsung lompat ke tiga bab akhir karena kepalang bosen ama narasi dan deskripsi monoton yang gak detil, juga dialog garing dalam romansa Mardi-Audy yang ... hanya bisa bikin gue bilang, "Okey ... Hmm!".
Sejujurnya, endingnya mengejutkan. Twisted! Tapi nggak cukup bikin gue surprising. Udah menduga dari awal, siapa Rose sebenernya.
Idenya oke, tapi eksekusi nggak cukup menarik antusiasmeku untuk membaca dalam duduk manis sampe akhir.
Dan ada mislogika di ending. Saat sang dokter mengatakan bahwa cara Audy melupakan Rose adalah dengan menyibukkan diri. Padahal sejak awal digambarkan betapa kesibukan Audy itu sampe bikin dia lembur. Ayolah! Kenapa masih ada kesalahan logika (bahkan typo) dalam buku terbitan lini penerbit besar seperti ini?
Unfortunately, not my cup of tea. God! Gue pengen baca buku fiksi psikologi yang well-wroten :(
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Farrah.
25 reviews
March 1, 2012
Personally, saya bukan tipe orang yang suka nulis review panjang2. Tapi untuk buku ini, saya agak rela deh nulis panjang2.

First of all, saya mau ngomentarin gaya bahasa seorang Rina Suryakusuma yang terlalu "bawel" mendeskripsikan suatu keadaan sehingga kadang agak risih gimana gitu. Tapi lama2 sih jadinya kebiasaan juga. Dan juga nama tokohnya kenapa rasanya susah2 amat ya -_- tapi yaudalah itu juga lama2 kebiasaan sampe belakang. Hahahaha.

Yang kedua, tentang cerita dari buku ini. Halaman-halaman awal berhasil saya lewati dengan perasaan yang datar-datar aja dan merasa bakal biasa aja dengan endingnya. Bahkan dari awal saya udah bisa memperkirakan endingnya sih. Tapi sampe tengah-tengah, rasanya buyar semua imajinasi saya dan saya mulai "penasaran" sampe akhirnya buku ini selesai. So this is how the story goes......

Audytha Amarilis Capelle dan Rosalind Alexandra Capelle. Mereka berdua itu saudara kembar. Audy sangat sangat care sama saudara kembarnya ini sampe2 dia selalu bisa mendahuluin kepentingan saudara kembarnya ini daripada kepentingan dia sendiri. Singkat cerita, si Audy dilamar sama seorang cowok yang bener2 dreams come true bagi setiap wanita, namanya Mardianto Albert Nolan. Tapi, si Audy ga bisa nerima lamarannya si Mardi ini karena kalo dia nerima lamaran Mardi, berarti dia ninggalin Rose sendirian yang ga punya pacar dan Rose yang selalu tersisih dan kekurangan cinta. Berkali2 si Mardi ngeyakinin Audy buat nerima cintanya dia, tp tetep aja Audy ga menerima dengan alasannya yang ingin nungguin si Rose itu.

Sebagai pembaca, lama2 gregetan sendiri sama si Audy. Gregetan banget malah. Sampe suatu saat, si Audy disadarkan pada kenyataan pahit yang gabisa dia tinggalkan dari masa lalu. Kenyataan yang membuat si Audy selama ini terlihat seperti "psycho".

Dan kenyataan itulah yang membuat saya merinding pas baca buku ini. Merinding nya juga gak kira2 lagi, setelah berhasil keluar dari "fase" merinding, akhirnya dibikin merinding lagi sama epilognya. Other reviewers say this so. Mau tau apa kenyataannya? Bolehlah para readers baca buku ini. Not bad kok menurut saya :D HAPPY READING!
Profile Image for Nay.
Author 4 books86 followers
June 11, 2013
Aku sudah membaca satu karya penulis sebelumnya yang berjudul jejak kenangan. Dan karena buku itulah aku berjanji untuk berhenti membaca novel2 Amore GPU. Tetapi berhubung buku ini terlanjur terbeli (bersamaan dengan buku yang tadi), jadi yah harus kebaca meskipun terpaksa terjengkang ke antrian nomor ke sekian.

Novel ini punya ide yang ciamik dengan eksekusi yang lumayan berhasil. Tapi kata 'lumayan berhasil' yang kumaksud di sini, tidak serta merta membuatku jatuh cinta dengan buku ini.

Aku mengapresiasi kelihaian penulis dalam mengelabuhi pembaca tentang misteri yang melingkupi tokoh utama; Audy. Meskipun trik itu tidak berhasil buatku dan mungkin sebagian besar pembaca lainnya.
Ada sebuah percakapan yang menghancurkan semua misteri itu di waktu yang tidak / belum tepat. Seandainya aku bisa penasaran sampai akhir, mungkin aku bisa menambahkan setengah bintang. Yah, pelit sih.

Hal-hal yang membuatku kesulitan menikmati buku ini adalah, lagi-lagi karena aku tidak memfavoritkan satu pun tokoh di dalamnya. Baik Audy, Rosalind, Austin, Karin bahkan Mardi yang telah setengah mati dibuat semanis, sekeren dan sesetia mungkin di hadapan pembaca. Aku tidak menyukai hubungan mereka, gaya berpacaran mereka yang agak kebablasan (Yah ini novel dewasa dan aku tahu ada ribuan buku di luar sana yang menuliskan adegan 17+ yang jauh lebih parah, tapi tetap saja aku tidak pernah bisa memakluminya). Sebetulnya Audy selalu menyangkal kalau mereka punya hubungan, tapi ternyata dia oke-oke saja melakukan adegan2 mesra dengan Mardi.

Satu bintang untuk cover yang elegan, satu bintang untuk ide ceritanya dan satu bintang lagi karena aku akhirnya berhasil menyelesaikan buku ini.

Tapi secara keseluruhan, novel ini bagus, sama sekali tidak buruk terlepas dari kekurangan di atas.
Profile Image for SaN~.
432 reviews9 followers
December 18, 2011
Another great book from Rina Suryakusuma :)

Mulai dari awal baca buku ini rasanya sudah seperti tertarik ke dalamnya. Cerita tentang sepasang saudara kembar yang memiliki kehidupan yang cukup berliku. Audy sang adik memiliki gangguan jantung sejak kecil dan Rose harus menjadi seorang kakak yang harus selalu mengalah dan bahkan tersisih dari perhatian keluarganya karena smua perhatian hanya ditujukan terhadap Audy. Audy sendiri sangat membenci keadaannya yang seperti ini makanya sampai sekarang dia sangat memikirkan perasaan Rose, bahkan rela untuk melepaskan kebahagiannya sendiri untuk Rose.

Tapi apakah yang sebenarnya terjadi di balik semua itu? Bagian ini yang benar-benar tak terduga. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa akan seperti ini kejadian yang sesungguhnya. Rina menuliskannya dengan sangat apik sehingga waktu baca saya merasa sangat kaget dengan kenyataan yang ada.

Dari sana cerita mulai mellow. Bagian paling menyentuh bagi saya sendiri adalah di bagian Lullaby dari lagu Barney ~ I Love You.


I love you, you love me
We're a happy family
With a great big hug and a kiss from me to you
Won't you say you love me too..


Dari sana air mata tak bisa berhenti mengalir rasanya. Tapi walaupun mellow and banyak bagian sedih, novel ini tetap memiliki happy ending yang ditunggu-tunggu setiap baca sebuah novel. Di dalam hidup ini banyak terjadi hal yang tidak adil ataupun tidak sempurna, tapi bagaimana kita tetap memandang ke depan dan menjalani kehidupan ini dengan sebaik-baiknya yang sesungguhnya paling penting.
Profile Image for Cloe Cassiopeias.
97 reviews18 followers
January 28, 2012
Buku ini buku yang aku ambil secara acak ketika lagi pengen cari bacaan ringan di akhir pekan. Dan yang tidak aku sangka adalah ternyata buku ini lumayan mengacak-ngajak perasaan. Untuk itu pula aku memberikan 3 bintang untuk buku ini, karena cukup berhasil membuat aku terkejut dengan twist ceritanya.

Lullaby bercerita tentang kehidupan keluarga Capelle, dengan sentral cerita tentang Audy dan saudara kembarnya Rose. Sejujurnya aku tidak merasa simpati sedikitpun kepada tokoh Audy, dari awal membaca buku ini sampai selesai. Mungkin di bab-bab terakhir aku bisa sedikit memahami kondisi Audy ini, tapi tetap saja dia menjadi karakter yang menyebalkan menurut aku, mungkin juga karena dari halaman pertama aku lebih suka karakter Rose. Nah untuk si Audy ini dari awal dia berkata tidak ingin dimanjakan dan sebagainya, tapi dia justru menjadi karakter paling egois dan manja. Sangat-sangat Egois! Yah, that's just my opinion. Mungkin di buku ini yang menyebabkan aku benar-benar tersentuh adalah kisah tentang Rose, menjadi anak yang tersisihkan. It worst you know, kalau keluarga kita memperlakukan kita seperti itu. Sempat aku berpikir si Rose ini kenapa tidak kabur saja gitu dari keluarganya, toh dia pasti bisa hidup mandiri. Tapi yah bukan itu poinnya cerita ini, karena tentu saja Rose memang tidak pernah bisa dipisahkan bersama Audy.

Seandainya ceritanya berbeda, aku suka yang menjadi tokoh ceritanya Rose, rasanya kesedihannya bisa dipahami. Hoping a real happy ending for Rose!! *mulai melenceng dari buku*
Profile Image for Ruth Munthe.
203 reviews159 followers
September 10, 2014
Sudah ketebak dari awal-awal bab. gara-gara nonton drama korea IT'S OKAY, THAT'S LOVE, ceritanya kan disana Jae Yeol punya gangguan schizophren yang memunculkan halusinasinya terhadap Kang Woo. Yah walaupun disini aku agak bete juga sih, kalau apa yang dialami Audy di buku ini tidak disebut gangguan jiwa. Soalnya berdasarkan yang aku pelajari di kampus (ehem, ceritanya anak psikologi) sekecil apapun gangguan tersebut harus ditangani secara serius. Ini satu keluarga sudah tau sejak kecil, tapi malah dibiarkan. Bahkan mereka berisi keras menganggap anaknya itu normal. Please deh, sebagai orang terdekat, harusnya mereka tuh lebih bijak dalam menangani masalah Audy. KArena peran orang terdekat seperti keluarga lah yang paling penting dalam proses penyembuhan seseorang. Tapi kalau keluarganya sendiri malam membiarkan? Ya jadinya kan gitu, menyiksa Audy-nya sendiri juga.

Eh tapi saya sempat dibuat ragu dengan tebakan saya sebelumnya. Soalnya ada tambahan tokoh Armant yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan masalahnya. Setauku sih, biasanya tokoh-tokoh imajinasi lain bisa muncul karena dia pernah mengalami masa dan ia masukkan pengalamannya itu kepada tokoh imajinasinya itu. Ah sudahlah. Nanti saya malah dibilang Sok Tau dan Sok Pintar.
Profile Image for Fanny Roswita Ria.
582 reviews10 followers
April 9, 2012
Dari awal gue udah curiga kalo Rose itu cuman sekedar ilusi dari Audy karena bagaiman tingkah Austin yang menjawab telpon Audy ketika ia ingin ijin kepada Rose karena akan pulang malam sebab Mardinanto Nolan, a.k.a manajer dari Audy yang juga TTM, mengajak dirinya menonton. Makin curiga ketika kejadian Audy dan Rose yang asyik ngobrol di balkon usai Audy diantar oleh Mardi harus berhenti seketika karena Austin datang. Dari awal, novel ini menggambarkan soal kekeluargaan yang kental jadi ga mungkin Rose mengacuhkan Austin begitu saja. Ini semakin meyakinkan asumsi gw.

Walo harus berliku-liku tapi happy ending, apa yang menjadi permasalahan Mardi dan Audy bisa diselesaikan walau harus ada pemahaman psikolog terhadap alur cerita ini. Yang jelas Mardinanto Nolan, sosok pria yang terlalu perfect untuk menjadi kenyataan di hidup ini. Wow, kesabaran serta kegigihannya dalam menghadapi Audy patut diancungin jempol, apalagi keberanian dirinya dalam memaparkan kenyataan kepada Audy bahwa siapa sebenarnya sosokndari Rose sendiri.

Yang bikin bingung adalah bagian akhirnya, ini ga bisa gw jelasin. Mungkin pengarannya bisa ngomentarin pertanyain gw. #ngarep.com :-))

Displaying 1 - 30 of 58 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.