Pohon ganja telah menjadi momok yang begitu menakutkan di tengah-tengah masyarakat. Predikat Haram, perusak generasi muda, barang memabukkan, dan julukan-julukan negatif lainnya telah mendarah daging dalam pikiran masyarakat. Tanpa kita sadari, informasi tersebut tidak saja menodai pikiran kita namun juga telah menjelma menjadi sebuah kebijakan Internasional yang sangat disanjung-sanjung. Memberantas pohon ganja seolah-olah memberantas kejahatan. Menangkap pengguna ganja dianggap sebagai suatu kewajiban negara dalam usaha menyejahterakan warga negaranya.
Sejarah dan ilmu pengetahuan ternyata berkata lain. Semenjak tahun 12.000 SM sampai dengan tahun 1900-an, ganja lebih dikenal sebagai pohon kehidupan karena manfaatnya untuk menopang peradaban manusia; seratnya untuk pakaian dan kertas, bijinya sebagai sumber protein dan minyak nabati, bunga dan daunnya sebagai obat dan sarana rekreasi maupun spiritual. Lalu, mengapa pohon sejuta manfaat ini dilarang? Mengapa kita semua terkena tipu daya “mereka”? Yang terpenting, beranikah Anda membaca dan memaknai kenyataan pohon ganja yang sesungguhnya?
Buku ini menarik untuk dibaca. Terutama buat pembaca yang tertarik dengan kesejarahan.
Pada awalnya saya kurang tertarik untuk membacanya karena bukunya agak kurang enak dipandang menurut saya. Tapi ketidaktertarikan saya atas cover tersebut kalah kuat dengan rasa ingin tahu saya tentang sejarah tanaman yang digembar-gemborkan sebagai barang terlarang tersebut. Dan seperti yang saya bayangkan, beberapa tulisan di dalamnya sempat beberapa kali membuat saya berkata "ohhh.." karena infonya yang menarik akan kegunaan dan kedudukan tanaman ganja. Bagaimana tidak, diceritakan ganja merupakan tanaman yang telah dimanfaatkan sejak zaman purba sebagai bahan makanan, obat, dan bahan pembuat tali dan pakaian. Kemampuan tumbuhnya di berbagai medan membuatnya menjadi tanaman yang dapat dibudidayakan hampir di seluruh penjuru bumi, tentu dengan berbagai variasi sesuai habitatnya. namun selain nilai praktisnya tersebut, ganja juga diceritakan sebagai benda yang terhormat. Kertas pertama dibuat menggunakan bahan ini. Digunakan untuk mencatat berbagai kebutuhan administrasi dan keilmuan dan pada akhirnya menjadi bahan dasar uang kertas. Tali jimat di kuil-kuil Jepang pun menggunakan tali berbahan dasar ganja. Perselisihan yang dipicu oleh ganja juga tidak sedikit. Berbagai perang besar dunia disebutkan tidak lepas dari peran serta ganja di dalamnya. Perang antar kerajaan-kerajaaan, perang Napoleon, Perang Dunia I, Civil War di Amerika bahkan legenda Saint Joan juga berkaitan dengan tanaman yang satu ini.
Buku yang cukup bagus. Pembaca disuguhi fakta tentang pohon ganja yang belum pernah dikuak sebelumnya. Namun sayangnya yang ditulis di sini hanya kelebihan pohon ganja saja, tidak dituliskan mengenai kelemahan pohon ganja, karena menurut penulis, pohon ganja tidak memiliki efek negatif sama sekali. Menurut penulis, efek negatif ganja yang beredar di masyarakat adalah konspirasi Amerika semata-mata supaya ganja tidak ditanam di negara lain. Padahal menurut studi, cukup banyak efek negatif ganja baik dari sisi psikis maupun fisik.
Penulis terlalu mendewakan ganja, sehingga isi buku ini terlalu menggurui dan hanya melihat dari satu sisi. Diharapkan penulis juga menulis sisi negatif ganja, supaya pembaca bisa berpikir, apa yang sebaiknya kita lakukan dengan ganja: mendukungnya, atau mengecamnya.
Lalu ada beberapa fakta yang aneh, seperti penderita TBC mencapai 2 milyar jiwa. Artinya 1/3 masyarakat dunia menderita TBC. Wow! Apakah angka itu sudah melalui verifikasi sebelumnya? Ada juga penyakit syaraf (saya lupa) yang katanya bisa disembuhkan dengan ganja. Namun setelah saya merujuk ke internet, ternyata ganja belum bisa menyembuhkan secara klinis.
Buku ini juga terlalu "kering". Terlalu banyak kutipan seperti tesis ilmiah. Ada baiknya penulis merevisi buku ini supaya lebih layak disebut "buku" ketimbang tesis ilmiah.
Kalau merujuk ke "petuah" Malcolm Gladwell yang berisi, "Buku bagus bukanlah buku yang sanggup mempengaruhi pembacanya; buku bagus adalah buku yang sanggup membawa pembaca berpikir, terlibat..." tentu buku ini jauh dari standar Gladwell.
membaca buku ini serasa terbawa 'ekstasi' oleh ganja! hahahahha .... ngga nyesel aku beli isinya menguak, mengeksploitasi, ganja yang ada di dunia. memang luar biasa buku ini, jadi berpikir 180 derajat tentang ganja. dulu benci, dan "pernah" menyebut barang ini haram! tetapi setelah membaca, banyak juga manfaat menguntungkan yang diberikan oleh tanaman ganja! dan mengapa di banyak negara mengapa tanaman ini harus di musnahkan? seolah-olah ingin membunuh hal negatif. Padahal tidak sepenuhnya benar!! MEMBENCI MEMANG LEBIH MUDAH DARIPADA MENCOBA UNTUK MEMAHAMI !!!
1. Pada masa peradaban kuno di China, Mesopotamia, dan Mesir kuno, ganja dikenal sebagai obat untuk antara lain mengurangi rasa sakit, wasir, menghilangkan gas dalam perut, hingga kusta. 2. Serat pohon ganja bisa dijadikan bahan kertas dan pakaian bermutu baik, jauh sebelum ditemukan kapas dan bubur kertas. 3. Pada banyak mumi di Mesir terdapat kandungan ganja berkadar tinggi. 4. Tradisi Jepang mengharuskan kaisar menggunakan pakaian yang dibuat dari serat pohon ganja saat dinobatkan. 5. Ganja adalah salah satu komiditi tanam paksa pada masa pemerintahan kolonial Inggris di Amerika. 6. Bendera AS pertama dan kertas yang digunakan untuk menulis Declaration of Independence dibuat dari serat pohon ganja. 7. Henry Ford pernah mengembangkan biodiesel dengan bahan biji ganja. 8. Serat ganja pernah dijadikan salah satu nilai tukar pada masa awal kemerdekaan AS, termasuk untuk pembayaran jasa, seperti untuk taruhan pacuan kuda.
membaca buku ini bagi saya adalah sebagai kelanjutan dari 'menghirup' lebih dalam lagi perihal ganja, yg telah dengan asyiknya saya lahap dari berbagai surat kabar dan media lain di Aceh beberapa tahun lalu. Akhirnya tiba saatnya kita re-image ganja, yang selama ini difitnah dan dihakimi habis2an (hingga babak belur dan bahkan gencar dikenai aksi genocide di mana-mana) dan lebih dalam menanam free value dalam diri saat berkenalan dengan ganja. apakah selama ini kita mengenalnya? tergantung di titik mana kita sekarang berada pada parameter yang titik terendahnya adalah benci dan titik tertingginya adalah sayang. Namun, teknik penulisan buku ini agaknya perlu diperbaiki agar tidak hanya terstruktur rapi, tapi juga nyaman dibaca dan dipahami.
Lebih mirip tesis ilmiah daripada sebuah kampanye terbuka untuk mendukung legalisasi ganja. Lebih mirip upaya yang setengah hati di tengah-tengah aksi keras para penentang ganja di masyarakat. Lebih mirip mencari sensasi di launchingnya daripada upaya sungguh-sungguh untuk mempersoalkan lemahnya dalil hukum yang digunakan dalam UU No. 35 Tentang Narkotika.
Buku ini menyajikan begitu banyak kajian sosio historis tentang ganja yang ada di masyarakat dunia. Hampir dua pertiga isinya demikian, sedang sisanya berisi manfaat medis dari ganja yang mendorong pemakaian ganja sebagai bahan medis, serta sisanya berisi dugaan konspirasi internasional yang didorong oleh industri Amerika di zaman malaise yang ingin menguasai dunia lewat penjualan serat sintesis melawan serat alami yang diambil dari batang ganja.
Buku ini berani dan kontekstual, tetapi sekaligus bila dibaca dengan ceroboh hanya akan memperkeruh dan berimplikasi negatif dari semangat awalnya yang luar biasa mulia.
Membaca buku ini seperti membaca skripsi saja. Kurang asyik. Terlalu banyak memberi kutipan. Kurang terasa usahanya untuk menulis mengalir secara lancar, bercerita tentang ganja. Jadinya ya membosankan. Dan inti dari buku ini sudah ketahuan di depan: kalau ganja bermanfaat untuk ini dan itu. Dan sepertinya hampir diulang-ulang terus tiap babnya. :D
Informasi bermanfaat yang seharusnya bisa dibahas dengan cara yang lebih menarik :) Banyak info yang diulang, seolah ngotot sekali meyakinkan manfaat dari ganja.
Buku ini berupaya memberikan pengetahuan yang sesungguhnya mengenai tanaman ganja kepada masyarakat luas, suatu pengetahuan yg selama ini selalu ditutupi oleh pemerintah di banyak negara. Stigma negative pada tanaman ganja sudah saatnya dirubah. Anggota Parlemen disarankan membaca buku ini.
Buku ini bisa membuktikan bahwa tanaman ganja bisa menyembuhkan segala penyakit, tapi kenapa di negeri kita yg sejuta kekayaan alam dan budaya nya menyebut bahwa ganja itu narkotika, sedangkan di negara" maju saja sudah banyak yg melegalkan hanja,
This entire review has been hidden because of spoilers.
Buku ini cukup memberi pengetahuan tentang ganja secara efek positif. Kenapa begitu, karena penulis ingin membuka pikiran masyarakat luas dimana ganja sudah terpatri negatif dipikiran masyarakat kita