Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dua Tangis dan Ribuan Tawa

Rate this book
Buku catatan CEO ini merupakan tulisan seorang CEO untuk karyawannya. Tetapi tidak menutup kemungkinan setiap orang dapat mengintipnya apa yang terjadi di PLN. Perubahan apa yang telah dilakukan Dahlan. Simaklah isi gebrakannya. Anda akan tertawa.

364 pages, Paperback

First published October 1, 2011

32 people are currently reading
550 people want to read

About the author

Dahlan Iskan

15 books73 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
136 (36%)
4 stars
135 (35%)
3 stars
82 (21%)
2 stars
13 (3%)
1 star
10 (2%)
Displaying 1 - 30 of 49 reviews
Profile Image for Triningsih Widodo.
6 reviews
February 2, 2012
Setelah membaca buku ini rasanya campur aduk, antara Haru, Bangga, Sedih dan juga Prihatin. Didalam buku ini jelas terpapar bagaimana kondisi PLN sebelum beliau memimpin, disini rasa Sedih dan Prihatin saya sangat Dominan, Bagaimana Sikap, Mental dan Kinerja mereka (PLN-Red)sangat Amburadul!! sehingga seperti lingkaran setan kondisi tersebut membelit PLN sedemikian rupa sehingga menyebabkan Citra PLN jadi Hancur entah sudah Lebur apa belum, :-) Begitu Beliu pimpin, banyak sekali pak Dis, demikian beliau biasa dipanggil, membuat GEBRAKAN! Mengobati Penyakit Kronis yang diderita PLN dengan Radikal, karena sudah parah kondisinya memang harus begitu caranya, banyak sekali kebijakan yang "Tidak Populer" berani beliau tempuh; DENGAN; Menghapus Baju Seragam, Menghapus Upacara 17an, Melarang Merokok, disini beliau sampai mempertaruhkan jabatan beliau, Menghapus Perjalanan Dinas yang pak Dis sebut Puasa SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas)dibagian ini beliau justru kena getahnya, (pinjam istilah pak Dis, he ..he..)dan masih banyak lagi yang kalo saya tulis semua jadinya pindah kesini dong bukunya, :-) Dibagian ini Rasa Haru dan Bangga membahana didada saya, {ketularan pak Dis, kalo nulis suka "lebay", :)} Cara beliau menuturkan dalam buku ini juga sangat ringan dan mudah dicerna; kadang saya geregetan, gemez, bahkan tertawa Ngakak membaca CEO Noted yg pak Dis edarkan di jajarannya.
Mudah-mudahan buku ini bisa Menginspirasi banyak pihak terutama mereka pemegang KEBIJAKAN, seandainya BUMN-BUMN lain Pemimpinnya SEBERANI Pak Dis, saya YAKIN tidak sampai harus menjualnya ke Pihak LUAR. Beliau memberikan tauladan dari dirinya sendiri, selalu turun kelapangan sehingga tahu permasalahan dengan jelas dan pasti tanpa harus mendengar "Bisikan" yang rata-rata ABS (Asal Bapak Senang)
Doa saya; Semoga Pak Dis diberi Kesehatan dan Kekuatan oleh Tuhan YME, kami masih memerlukan karya-karya beliau. Amin
Profile Image for arinalhaq.
2 reviews
April 25, 2012
Mulanya saya tertarik untuk mambaca buku ini selain karena sosok Dahlan Iskan yang sekarang begitu fenomenal, juga karena saya merasa terpanggil sebagai mahasiswa Teknik Elektro untuk mengetahui masalah kelistrikan nasional yang dihadapi PLN selama ini. Hanya pingin tahu saja :p

Dan benar saja, selain menambah pengetahuan tentang masalah kelistrikan Indonesia, saya belajar banyak tentang kepemimpinan dari seorang Dahlan Iskan dalam buku ini, banyak sekali, tidak hanya sekedar buku teori tentang kepemimpinan, tapi lebih dari itu, inilah sebuah pembuktian keberhasilan dari kepemimpinan Dahlan Iskan dalam memimpin sebagai CEO PLN.

Berikut ini adalah hal-hal yang saya catat dari buku ini tentang kepemimpinan seorang Dahlan Iskan:

- Dahlan Iskan berhasil mengidentifikasi masalah-masalah PLN menjadi setidaknya 5 masalah utama (yakni: Krisis Listrik, Panjangnya Daftar Tunggu, Banyaknya Gangguan Trafo, Gangguan Penyulang, dan BBM!). mementingkan yang memang penting. Namun mengakui sebagai yang “penting” saja tidak cukup kalau tidak ada perlakuan nyata setiap harinya. Dahlan Iskan memprogamkan penyelesaian 6 bulan (HANYA 6 BULAN!!) untuk setiap masalah utama tersebut. Seorang yang berjiwa menager, yang paling anti mengucapkan kata-kata abstrak seperti kata “segera”, “dalam waktu cepat” dengan sebaik-baiknya”, “dengan hasil yang maksimal” dll. Dan ia berhasil dengan gaya kepemimpinannya.

- Awalnya saya mengira pak Dahlan ini adalah seorang yang gampang sekali memuji orang, karena hampir di seluruh note-nya, pak Dahlan memuji orang dan menyebutkan prestasi hasil kerjanya. Namun akhirnya saya memahami bahwa beliau memang benar memuji dan sengaja menceritakannya hal-hal tersebut dalam notenya agar bisa ditiru, dinilai, atau bahkan disempurnakan oleh yang lain. Saya yakin beliau banyak sekali punya cerita dan pengalaman, namun hanya menceritakan cerita-cerita yang positif saja untuk dibagi.

- Beliau meyakini bahwa orang-orang PLN adalah orang yang pandai dan cerdas, sebagai seorang leader, dia hanya perlu menciptakan sarana untuk mereka menyalurkan aspirasinya yang selama ini tidak terwadahi. Ia ciptakan suasana rapat yang menyenangkan. Ia beri kepercayaan tulus pada insan-insan PLN, biarkan mereka mengaktualisasikan potensi mereka, just do it.

- Ia sangat menyadari perlunya kaderisasi kepemimpinan. ia rutin mengajak bawahannya yang berprestasi untuk ikut dalam rapat direksinya. Ini penting untuk pengalaman “magang” si bawahan tersebut di rapat setingkat direksi. Baginya “magang” (pengalaman) itu sangat penting untuk pembentukkan karakter yang tidak mudah didapatkan di manapun. Karakter kepemimpinan seorang Dahlan Iskan pun ia dapat dari pengalamannya sebagai wartawan dan pebisinis, juga dari nilai-nilai yang diturunkan oleh ayahnya. Mengajak mereka dalam rapat direksi juga dapat melihat siapa saja yang berpotensi untuk diberi tanggung jawab lebih kedepannya. Kualifikasi pandai tidak diutamakan lagi (karena orang PLN sudah pandai dan cerdas dari “sono”nya), yang diutamakan adalah integritas dan antusias. Integritas akan menghindari PLN dari kerusakan, antusias akan membawa PLN pada kemajuan.

- Dalam menyelesaikan masalah yang selama ini begitu mengakar di PLN, beliau membuat program yang TIDAK ADA KOMPROMI LAGI, HARUS DILAKSANAKAN SEMPURNA!!. Diantaranya adalah: larangan merokok, puasa SPPD, dan Gerakan Sehari Sejuta Sambungan. Yang perlu digarisbawahi adalah program ini tidak memberi toleransi pada kondisi apapun, ini semua perlu untuk merubah pola pikir selama ini. Best!

- (AKAN DILANJUTKAN DI LAIN KESEMPATAN, UNTUK SEMENTARA INI DULU :P)

Yang saya sebutkan di atas hanyalah sebagian intisari yang saya dapat dari buku ini tentang kepemimpinan, sedangkan cerita-cerita menarik dan seringkali mengundang tawa pak DIS keliling (PLN) Indonesia hanya bisa didapatkan dengan membaca buku ini. Sebagai notes media komunikasi kepada 50.000 karyawan PLN, note-note tersebut saya beri 5 bintang! Dan tidak mengurangi bintangnya ketika note ini pun sudah dikumpulkan menjadi sebuah buku. Best!

---
Note: saat ini Dahlan Iskan bukan lagi menjadi CEO PLN, (sudah naik menjadi Menteri BUMN). Saya selesaikan buku ini selama 1 minggu, dan selama itu juga kegiatan membaca buku ini terganggu dengan adanya pemadaman listrik di rumah saya, bahkan sampai 2x! Yaa.. meskipun masih dalam koridor “Jangan Biarpet, kalau pet, cepet!”. Semoga PLN terus semakin jaya!
Profile Image for winda.
357 reviews14 followers
September 7, 2016
Selama enam bulan, saya dua kali menangis. sekali di ruang rapat dan sekali lagi di Komisi VII DPR RI. Kadang memang begitu sulit mencari ajlan cepat untuk mengatasi persoalan. Kadang sebuah batu terlalu sulit untuk dipecahkan. Tapi bukan berarti hari-hari saya di PLN adalah hari-hari yang sedih. Ribuan kali saya bisa tertawa lepas.


Buku ini merupakan kumpulan tulisan Dahlan Iskan sebagai CEO PLN sebagai salah satu cara untuk berkomunikasi dengan karyawannya yang berjumlah 50.000 orang dan tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Semangat untuk memperbaiki berbagai permasalahan PLN, semangat untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Meskipun Dahlan Iskan menerapkan target-target yang pada awalnya dianggap tidak mungkin dilakukan namun berhasil untuk dicapai. Dahlan Iskan beserta jajarannya di PLN berhasil menaklukan tiga musuh besarnya selama ini yaitu krisis listrik yang berhasil diatasi hanya dalam waktu enam bulan (Januari-Juni 2010), kedua panjangnya daftar tunggu yang berhasil diatasi sebanyak 2,5 juta orang dengan gerakan sehari sejuta sambungan (GRASS) dan yang ketiga, gangguan trafo yang tahun lalu bisa mencapai 50 kali sebulan sudah tinggal satu digit. Namun, masih ada dua musuh besar yang menjadi tantangan untuk dikalahkan yaitu ganngguan penyulang dan BBM yang menyebabkan PLN boros sebanyak 15 triliun rupiah setiap tahun.
Membaca buku ini, meskipun saya bukan berasal dari PLN, tetapi saya bisa merasakan semangat perubahan, semangat kerja keras dan semangat untuk memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Sehingga bisa membuat PLN menjadi lebih bai.
Meskipun saya merasa bahwa, jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga pelayanan PLN masihlah jauh tertinggal. Misalnya saja negara Taiwan yang sebelum melakukan pemadaman listrik memberitahu terlebih dahulu sebelumnya, juga memberitahu durasinya sehingga para pelanggan bisa mengantisipasi pemadaman tersebut. Memang, sekarang pemadaman tidak sesering dahulu, tetapi masih tetap ada pemadaman tanpa pemberitahuan sebelumnya. Namun, saya optimis jika pemimpin PLN memiliki integritas seperti Dahlan Iskan dan melanjutkan apa-apa yang telah dirintis oleh Dahlan Iskan maka PLN bisa mengejar ketertinggalannya.
Meskipun buku ini juga seringkali membahas hal-hal yang teknis, jsutru hal-hal tersebut memeberikan wawasan yang lebih tentang dunia pelistrikan. Buku ini juga membuat saya bersyukur bisa merasakan nikmatnya listrik, sementara di belahan pelosok Indonesia yang lain menikmati curahan listrik masih dalam impian.

Kutipan-kutipan menarik dari buku ini

Dengan sekolah, seseorang mendapatkan ilmu. dengan magang seseorang mendapatkan ilmu sekaligus sikap karakternya. Pemimpin tidak hanya harus pandai, tapi juga harus berkarakter. Yang tearakhir itu tidak akan bisa didapat di jenjang pendidikan formal. (218))

Integritas diutamakan agar seseorang pemimpin tidak membawa kepada kerusakan. Kerusakan perusahaan dan kerusakan manusianya. Orang biasa yang tidak punya integritas hanya akan merusak dirinya. Tapi pimpinan yang tidak berintegritas akan menimbulkan kerusakan yang luas (237)

Profile Image for Sa`ad Ahyat Hasan.
111 reviews17 followers
February 11, 2012
Buku ini berisi tulisan-tulisan Pak Dahlan Iskan selama diberi amanah sebagai Direktur Utama (CEO) PLN.

Sebagian besar kisah di dalamnya merupakan kisah perjalanan Pak Dahlan Iskan ke berbagai daerah untuk melihat secara langsung bagaimana kondisi riil yang ada di lapangan.

Selain kisah perjalanan, buku ini banyak dihiasi oleh berbagai macam polemik yang ada di PLN sekaligus cara penyelesaian yang dilakukan oleh Pak Dahlan Iskan.

Buku ini sangat direkomendasikan.

Karena kisah-kisah di dalamnya bisa membuat kita melihat PLN dengan lebih obyektif. Bahwa PLN sekarang sudah mulai banyak berbenah dan berubah.

Bersyukur, masih ada sosok seperti Pak Dahlan Iskan di Indonesia. :)
Profile Image for Ge Mardani C.
24 reviews3 followers
September 20, 2017
Saya rasa, setiap pemimpin yang mempunyai manajemen yang luas patut mencontoh gaya komunikasi Dahlan Iskan melalui CEO Notes. CEO Notes bukan hanya sekadar "curhatan", melainkan bentuk kepekaan seorang pemimpin terhadap hal yang sedang ia tanggungjawabkan.
Profile Image for Silvia Iskandar.
Author 7 books29 followers
September 21, 2012
2.5

Lihat review di GR bagus, jadi semangat memburu buku ini. Apalagi si penulis diisukan sebagai calon kuat pengganti SBY. (huusss...gossip!!)

Anyway, saya kecewa, krn buku ini tidak di-edit lebih baik bagi pembaca awam. Saya mengharapkan buku ini spt Better atau Complications nya Atul Gawande yg menjelaskan pergumulan dokter dg profesinya. Di situ dia jelaskan , yg saya ingat banget, gimana dia menghadapi seorang gadis 21 thn yg kena infeksi bakteri pemakan daging di kakinya, kalau nenek2 sih dia langsung usul amputasi, tapi krn masih 21, cewe pula, dia usahakan berbagai cara, bahkan pakai alternatif healing (sesuatu yg di luar pengetahuan dia) demi menyelamatkan nih cewe. Prosedur medisnya dijelaskan dengan sangat-sangat detil, ada bagian lain yg dia harus membuat lubang di dada/leher (udah lupa..maaf ya), masukkin selang utk bantu pernafasan atau gimana gitu..uggh...pokoknya saking detilnya sampai agak eneg. Tapi sambil tereneg-eneg saya jadi belajar banyak, jadi tegang, jadi mengkeret, tapi PUASSSSS!!

Nah, tapi di DTRT kesannya pergumulan itu dangkal, gak dibahas dengan lebih dalam. Spt dalam hal 13, mengenai peningkatan kapasitas listrik yg ditingkatkan oleh Bp Wirabumi, menemukan daya sebesar 34.5 MW, kemudian di Minahasa tiba2 ditemukan 19 MW yg pernah hilang. Nah...hilangnya kenapa, kapan, terus bagaimana runut peristiwanya sampai bisa ditemukan kembali. Itu semua gak dibahas. Tiba-tiba SIM SALABIM!!
Yah..males banget deh...saya kan beli buku ini dengan berharap bisa mendapat penjelasan ttg dunia pembangkit listrik yg detil tapi fun.

Walaupun di bagian lain ada ya, mengenai listrik di Wamena yg dijelaskan kenapa bisa mahal, krn solarnya dikirim dari luar pulau, atau mengenai pemasangan listrik yg suka dikeluhkan krn ternyata ada 3 pihak yg terlibat PLN, konsuil dan instalatir, yg kerjanya kok gak integratif
NB: saya gak setuju kalau PLN memisah2an ketiga instansi ini , sebagai nasabah, kita cuma pengen yg simpel aja. Minta dipasang listrik di satu loket, dikasih tahu kapan listrik nyala, (mis: seminggu), dan listrik benar2 nyala dlm seminggu. Mengenai urusan ketiga instansi itu, biarlah terjadi di belakang loket, konsumen kok direpotkan menghubungi 3 instansi utk 1 keperluan? Tidak efektif!!

Dan ada istilah2 yg gak dijelaskan, spt 'brown out'. Yah..memang ini mulanya adalah blog Pak Dahlan utk anak buahnya, sehingga mereka semua ngerti dengan jargon2 kelistrikan, tapi kemudian dibukukan dan dijual utk umum kan? Mestinya dibuat 'reader friendly' sedikit dong. Ini salah editor kali ya?

Anyway, saya sih tetap kagum sama penulisnya. Biar bagaimanapun dia bekerja dengan baik, and we expect more from him! Makanya saya tambah 0.5 bintang. Satu yang saya dpt dari buku ini, di mana P Dahlan bilang kalau bukan hanya utk konsumen saja dia bekerja, tapi pegawai PLN sendiri juga konsumen yg harus dipuaskan kebutuhannya.

Ini mental yg sangat bagus utk para pemimpin perusahaan, atau cuma sekedar pemimpin kegiatan kecil2an spt koordinator sekolah minggu, ketua kelompok debat, atau ketua grup band. Tujuan kita memang menghasilkan sesuatu utk keluar, tapi yang di dalam juga harus diperhatikan.
Profile Image for Tezar Yulianto.
391 reviews38 followers
June 13, 2012
Dua Tangis dan Ribuan Tawa, adalah kumpulan tulisan CEO Noted dari Dahlan Iskan, selama menjabat senbagai direktur utama di salah satu BUMN terbesar di Indonesia, PLN. CEO Noted ini adalah catatan Dahlan selaku pimpinan di PLN yang dimuat di situs PLN, ditujukan kepada karyawan-karyawan PLN namun bisa dibaca oleh masyarakat umum.

Sesuai tipikal Dahlan yang memiliki basic sebagai wartawan, maka yang kita dapatkan di bacaan ini adalah tulisan ala jurnalisme tentang apa yang dilakukan oleh Dahlan di PLN. Dan apa yang ditulis sesuai dengan sifat Dahlan yang blak-blakan, langsung apa yang dipikirkan dan diarasakan oleh beliau. Sehingga terasa tanpa formalisme yang kental dalam pesan-pesan atasan kepada bawahannya. Namun di sini kelebihan Dahlan. Isi bukunya terasa nyata, seolah-olah kita merasa berada di samping pak Dahlan pada saat kejadian berlangsung.

Ada 32 CEO Noted di buku ini, sebagian besar merupakan kisah perjalanan Dahlan Iskan ketika berkunjung di cabang-cabang PLN di seluruh Indonesia. Di berbagai tempat, bahkan di Jakarta sendiri, beliau menemukan bebrbagai masalah terkait dengan kelistrikan. Kedatangan Dahlan bermaksud untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ditemui, berdasarkan karakteristik masing-masing lokasi yang berbeda, dan biasanya kedatangan beliau adalah menseriusi tantangan untuk mengatasi masalah listrik di tempat tersebut dan biasanya berhasil dengan baik, berkat motivasi Dahlan dan kerja kerasa pegawai PLN.

Dari buku ini, kita bisa mengetahui bahwa masalah yang dihadapi PLN sudah sangat besar. Seringkali kita hanya mnegeluh tatkala terjadi pemadaman listrik. Namun pak Dahlan Iskan tentu saja tak tinggal diam. Keinginannya agar pelistrikan di Indonesia lebih baik ketimbang negara tetangga, Malaysia, merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh karyawan PLN. Tentu saja apa yang diimpikan pak Dahlan tak main-main, dengan listrik yang bis amenjangkau seluruh rakyat Indonesia, perekonomian Indonesia akan meningkat drastis. Sebuah impian yang bisa dilakukan dengan slogan Dahlan untuk PLN: kerja, kerja, kerja!

Sebelumnya saya sudah pernah membaca karya Dahlan Iskan: Ganti Hati. Saya menyukai karya beliau tersebut. Dan membaca Dua Tangis dan Ribuan Tawa, lagi-lagi saya menikmati karya beliau. Pesan yang beliau nyatakan jelas, namun tetap bis amenyentuh hati. Apa yang beliau rasakan mungkin sama dengan sebagian yang dirasakan oleh rakyat Indonesia. Beliau ingin Indonesia maju, dengan cara memajukan apa yang beliau lakukan saat itu, memimpin PLN. Mayoritas bangsa Indonesia juga, saya yakin, sama. Apa yang ditulis oleh pak Dahlan adalah langkah nyata yang bisa kita tiru, apa pun bidang kerja kita. Dan saya ingin kembali menangis membaca karya pak Dahlan lagi, sebelumnya ketika membaca Ganti Hati, mengingat hambatan apa pun, insya Allah bisa kita atasi demi kemjuan Indonesia. Buku ini sangat-sangat-sangat bagus!
Profile Image for Leny Pasaribu.
12 reviews1 follower
February 28, 2012
First thx to Herman untuk pinjaman buku ini, lagi lagi saya dapat pinjaman buku yang bagus tanpa harus beli :)

Sejujurnya saya tidak tahu siapa Dahlan Iskan ini, sumpah, benaran. Setelah baca buku ini sampai selesai dan mencari di arsip om saya a.k.a google :D dan jadi tahu lah saya, ternyata beliau adalah mantan CEO PLN yang sekarang menjadi Menteri BUMN di Negeri kita tercinta Indonesia.

Kalimat pembuka dari buku ini membuat saya mentuntaskan membaca isi keselurahan buku sang CEO ini.

Nasihat tapi bukan khotbah
Mau tapi bukan menuruti
Curhat tapi bukan berkeluh kesah
Jengkel tapi bukan marah
Ingin tapi bukan perintah
Pandangan tapi bukan pengarahan

Sepintas saya langsung menduga pasti buku ini akan berisi narsisme seorang CEO dengan memanfaatkan jabatan nya yang juga di kenal oleh masyarakat luas untuk menulis buku. Sudah CEO ngapain juga nyari duit dengan menulis buku seperti beberapa orang yang sudah ada menjadi penulis dan mentor, dan ternyata dugaan saya langsung berhenti ketika membaca dari awal buku ini.

Buku ini berisi catatan seorang CEO sesuai dengan isi kalimat pembuka buku. Melalui CEO Notes Pak Dahlan Iskan saya jadi tahu kenapa tahun 2010 ketika itu Negeri kita mengalami krisis listrik, yah walau sampai dengan hari ini masih tetap terjadi ketika saya menulis review ini saja sedang mati lampu untung ada alat canggih berbahan bakar sangat mahal seperti yang Pak Dahlan Iskan katakan. Selain itu dalam CEO Notes Pak Dahlan Iskan juga menceritakan kondisi keadaan listrik di Negeri kita di bagian Timur Indonesia. Dan bagaimana kita sudah bisa mengatasi krisis listrik ini, walau sampai dengan hari ini status status teman teman saya yang ada di pulau Sumatera, Kalimantan dan Papua masih berisi nada kesal akan pemadaman lampu yang sangat lama :D

Di setiap akhir CEO Notes nya juga di lampirkan tanggapan dari karyawan karyawan PLN, ada yang merespon positip, di tanggapi dengan pengalaman juga, bahkan juga dengan sindiran negatip.

Semoga PLN semakin maju menjangkau ke pelosok daerah yang membutuhkan, terlebih daerah daerah di perbatasan Negeri kita yang ternyata mendapatkan supplai listrik dari Negeri lain. Kita belum mengalahkan mereka Pak ternyata :D

Hidup PLN
Profile Image for Hadiyatussalamah Pusfa.
109 reviews11 followers
October 14, 2012
"#8: masih belum tau arti "Udan Alogo, Boasa Ingkon Mabiar!" itu apa. :D

#9: Ada pernyataan lucu di sini. Email dari Pak Bagiyo. Katanya, "Bagiku mending bau kentut daripada bau rokok. Kentut gak jelas pelakunya dan gak bisa dilarang... kalo perokok pelakunya jelas... larang aja!!" Haha top banget kan?"

"Dua Tangis dan Ribuan Tawa ternyata judul CEO Noted #6. Ada bagian yg saya suka.

"Inilah sebah proses lahirnya kemerdekaan ide. Orang yang terlalu sering diberi arahan, akan jadi bebek. Orang yang terlalu sering diberi instruksi akan jadi besi. Orang yang terlalu sering diberi peringatan akan jadi ketakutan. Orang yang terlalu sering diberi pidato kelak bisanya hanya akan minta petunjuk."

page 50-51"

Kirain isinya narasi atau semacam itu. Ternyata buku ini adalah kumpulan CEO Note yang beliau tulis selama menjadi Dirut PLN. Totalnya ada 32 notes. Karena emang tulisannya buat karyawan PLN, maka otomatis banyak istilah perlistrikan yang ga begitu saya ngerti. Oke. Ga saya ngerti. Belum lah ya. Haha. Tapi spiritnya dapet. Somehow tulisannya tuh menggelitik untuk minta diberikan respon. Dan respon inilah yang menjadikan semua karyawan PLN merasa memiliki PLN, mungkin.

Ada satu hal OOT yang saya suka. Baca buku ini kaya diajak keliling Indonesia :3 terutama Indonesia Timur yang belum pernah saya kunjungi. Padahal barat juga belum. Beberapa tempat pernah saya baca di buku Indonesia Mengajar. Seneng. Semoga kesampean ya, pengen juga keliling Indonesia soalnya.

Yang agak saya sesalkan, saya ngerasa ga terlalu menikmati nyaris setengah bagian akhir buku ini karena agak buru-buru bacanya. Asa diuudag naon kitu nya. Dan jadinya saya lupa nandain satu bagian yang bagi saya berkesan. Padahal biasanya setiap update status, langsung dicatet. Nanti dicari lagi ya, insyaallah.

Kalo tentang isi buku ini, seperti biasa, saya menganjurkan semua baca sendiri. Happy reading :)
Profile Image for Alfit.
7 reviews
February 8, 2012
Mungkin banyak dari kita, termasuk saya, sampai saat ini masih sering kesal, dongkol, sakit hati ketika listrik tiba-tiba mendadak padam, padahal saat itu kita sedang melakukan aktivitas yang erat hubungannya dengan listrik. Tidak heran apabila setelah lampu padam, muncul kata-kata binatang yang lucu nan menggemaskan seperti "Ahh Kucing.. Ahh Jerapah.. Ahh Komodo..".

Setelah membaca keseluruhan isi buku ini, jujur, saya sebenarnya jadi malu dan merasa tidak enak hati apabila mengingat kejadian diatas. Saya seperti disadarkan bahwa sebenarnya di PLN tersebut, selain "oknum" yang merusak citra PLN, ternyata banyak sekali orang-orang hebat di PLN yang mengorbankan dirinya demi keberlangsungan listrik di Indonesia. Hal tersebut saya sadari ketika membaca bagian "CEO Noted #31 : Pentingkan yang Memang Penting, Jangan Pentingkan yang tidak Penting". Pada bagian tersebut diceritakan mengenai PDKB. PDKB itu adalah singkatan dari Pasukan yang bekerja Dalam Keadaan Bertegangan. Ya, betul, mereka bekerja "bersama" listrik yang masih menyala untuk melakukan perawatan, sebuah pekerjaan yang beresiko dan dapat membahayakan nyawa mereka.

Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal yang "membukakan mata" saya setelah membaca buku yang merupakan rangkuman notes Pak Dahlan Iskan ini. Dan hal tersebut alangkah lebih baik apabila teman-teman membaca dan mengetahui sendiri hal-hal hebat yang diraih oleh PLN di tangan Pak Dahlan Iskan ini :)

Semoga kita lebih bisa mengerti apabila ketika listrik mati, karena mesin pasti perlu perawatan/maintenance (walaupun saya tahu pengertian ketika listrik padam itu sulit :p)
Profile Image for Ivan.
79 reviews26 followers
March 11, 2012
Total ada 30 CEO note ada dalam buku ini. At the first sight, aq kira ini adalah kisah pengalaman hidup sang mantan CEO Jawa Pos dan PLN yang sekarang jadi Menteri BUMN ini.
Tapi nggak nyangka juga CEO Notenya cukup memberi inspirasi. Mengapa saya katakan cukup, karena pertama memberi saya pemahaman sulitnya mengubah kultur yang telah lama dilakukan disebuah perusahaan tak memandang itu perusahaan swasta atau negeri. Kedua, memang ada beberapa pemecahan persoalan yang menurut saya dilakukan dengan cara yang cerdas oleh seorang pemimpin PLN yang notabennya tidak mempunyai background pendidikan di bidang kelistrikan. Ketiga, beliau telah berhasil menggabungkan kelebihan seorang jurnalis yaitu menceritakan dan memberitakan sesuatu dengan apa adanya di buku ini dan kelebihan seorang bisnisman yaitu mengambil keputusan secara tepat dan cepat serta brillian.

Tapi kekurangan buku ini adalah karena memuat CEO Note yang isinya kebanyakan pengalaman pribadi dan pemikiran Pak DAIS ketika menjabat sebagai CEO PLN maka untuk pembaca yang bukan orang PLN membuat sebagian isinya terasa agak membosankan. Jika tidak mau dibilang sangat membosankan. Well, At some point it something worthwhile i think..

Selamat membaca
Profile Image for Uni K.
26 reviews2 followers
December 12, 2012
Buku ini merupakan pengantar tidur saya dalam beberapa hari kemarin. Buku ini awalnya merupakan semacam catatan CEO yang beredar di kalangan pegawai karyawan PLN. Berisi berbagai cerita pejalanan Pak Dahlan ke penjuru cabang PLN di Indonesia. Menceritakan tentang keberhasilan berbagai daerah mengatasi masalah-masalah listrik yang ada.(Dan rasa-rasanya banyak sekali keberhasilan yang telah diraih PLN... sepertinya)
Buku ini berisi tetang keberhasilan dan cara-cara mengatasi masalah yang timbul oleh si A, si B, si C, yang seiyanya ditularkan pada rekan yang lain.
Buku yang mengalir, walaupun kadang saya harus mengerutkan kening saat membaca beberapa,kata, frasa,dan istilah yang kurang saya ketahui artinya. Salah satunya adalah penyulang. Kata ini sering sekali muncul sesering kata trafo :). Dan sampai saya selesai membaca buku ini saya tak kunjung tahu arti kata penyulang.
Buku yang positif, bahasanya positif. Pak Dahlan memberikan apresiasi pada setiap keberhasilan dengan bahasa yang lugas. Pun memberikan kritik dan masukan dengan cara yang manis dan apik.
Ada banyak hal yang bisa saya ambil. Tentang kewajiban untuk sharing ilmu dan kebaikan, tentang apresiasi, dan yang sangat saya ingat adalah; mendahulukan yang penting :D
Profile Image for Reananda.
51 reviews5 followers
January 3, 2013
Layaknya orang luar yang diberikan amanah untuk memperbaiki keadaan, sudah pasti yang dipikirkannya adalah gebrakan dan gebrakan. Seperti itulah keadaan Dahlan Iskan dan PLN. Salah satu penyegaran yang beliau berikan adalah memberikan 'update semangat' pada karyawannya. Update itu
berupa tulisan, yang kemudian hari dikenal sebagai CEO Noted.

Dua Tangis dan Ribuan Tawa adalah kumpulan tulisan itu.

Mengunjungi daerah-daerah pedalaman untuk memastikan kepastian listrik, rapat-rapat di sembarang tempat, merumuskan kejaran-kejaran yang harus dilakukan PLN, melakukan terobosan untuk memperbaiki citra PLN yang sudah jelek di masyarakat.

Ada dua hal mengapa seseorang bisa berkata ngawur. Tidak tahu, atau tidak mau tahu. Saya tidak mengerti pendapat tentang pencitraan Pak Dahlan. Jika memang iya, berarti sudah beliau lakukan sejak jadi wartawan Jawa Pos, atau paling tidak sejak Dirut PLN ini.

Saran saya, bacalah buku.
Profile Image for Lambertus Hermawan.
Author 3 books
February 20, 2019
Dulu saya baru membeli buku ini ketika Pak Dahlan Iskan sedang menjabat menteri BUMN. Saya sedang kagum akan beliau saat itu. Sejak menjadi pimpinan di Jawa Pos Group, lalu pimpinan di PLN, sampai dipercaya menjadi menteri, menunjukkan hal yang berbeda pada beliau dibandingkan dengan personil pemerintahan yang lain.

Saya tidak berlangganan koran, tapi sesekali saya membaca tulisan beliau dan saya selalu suka. Oleh karena itu, saat buku ini muncul di depan mata saya, saya beli. Hasilnya, saya tidak kecewa membaca habis buku ini.

Saya memang bukan penikmat karya non-fiksi. Namun, buku ini menyenangkan hati saya ketika membaca penuturan Pak Dahlan Iskan akan berbagai hal selama menggerakkan tubuh Perusahaan Listrik Negara ini. Banyak hal yang patut dicontoh dan direnungkan dari berbagai pemikiran beliau.

Saya bersyukur kepada pihak yang telah mengumpulkan dan menyunting tulisan-tulisan beliau sehingga menjadi sebuah buku. Terima kasih.
Profile Image for Tototapalnise.
26 reviews4 followers
January 18, 2012
Sebenarnya buku ini berisi kumpulan catatan CEO PLN Pak Dis selama menjabat sebagia Dirut di salah satu BUMN yang selama ini sering mendapat cacian dari masyarakat, PLN.

BUMN yang byar - pet tidak pakai cepet. Namun semenjak kedatangan seorang Dahlan Iskan sebagai Jenderal yang memegang komando tertinggi di PLN, maka BUMN yang satu ini ternyata mampu berubah. Soorang Pak Dis mampu memanfaatkan secara optimal potensi-potensi SDM --- yang Pak Dis bilang luar biasa --- untuk bekerja lebih giat, keras hingga ke titik limit yang mereka punya..dan ternyata mampu.

Dengan membaca buku ini kita masyarakat yang sedikit awam dengan permasalahan PLN selama ini diajak untuk menjadi "warga" PLN dan mencoba menelaah jalan pikiran Dahlan ISkan dalam memberikan rangsangan kepada jajaran staffnya.

Profile Image for Ardani Subagio.
Author 2 books41 followers
August 9, 2016
Tulisan dari Pak Dahlan Iskan selalu menarik dibaca. Ringan, menarik diikuti, dan selalu berisi pesan dan pembelajaran yang bisa diambil di dalamnya. Pak Dahlan juga bisa mengajarkan sesuatu pada seseorang tanpa ada rasa "menggurui".

Buku ini berisi kumpulan tulisan pak Dahlan semasa menjabat sebagai Dirut PLN. Bagaimana usaha, kerja sama, dan ide2 brilian dihasilkan untuk mengatasi masalah listrik yang terus terjadi selama ini. Dari sini, kita bisa melihat contoh kepemimpinan yang membuat orang bersedia untuk mengikuti. Melihat seorang pemimpin yang memiliki visi besar dan sepertinya tidak pernah menganggap ada masalah yang terlalu besar untuk ditaklukkan.

Salut untuk Pak Dahlan! Saya tunggu kumpulan tulisan sewaktu bapak menjadi menteri.
1 review1 follower
March 30, 2012
Penting memang, untuk menshare pemikiran-pemikiran pimpinan serta kebijakan-kebijakannya, agar semua tubuh organisasi bergerak seirama dengan visi yang sama.. Dan tulisan, memang dapat menjadi media paling efektif untuk menjadikan ‘pesan’ tersampaikan, terlebih untuk organisasi sebesar itu..

Lewat CEO notes ini,
beliau menyindir sekaligus menyemangati,
menegur sekaligus memuji,
tak ada tuduhan, tak ada perintah,
hanya ada semangat, koreksi diri, keinginan menjadi lebih baik dan berbuat lebih banyak..
bagi siapapun yang membacanya..
begitulah ‘komunikasi efektif’ gaya DI..
Profile Image for Niken Anggrek.
Author 1 book3 followers
December 30, 2011
Sebenarnya, ini bukanlah buku yang bisa kita nilai baik atau buruk. Buku ini justru merupakan pandangan dan pikiran dari Dahlan Iskan. Jadi baik atau buruknya adalah penilaian kita atas pikiran Dahlan Iskan. Cerita yang dituangkan dalam CEO notes berupa ajakan untuk selalu optimis, dengan puji-pujian atas karyawan-karyawannya. Terlihat di sini bahwa ia seorang Bapak bagi PLN.

Yang jelas buku ini jauh lebih membuat optimis dibanding buku berjudul Indonesia Optimis :p
Profile Image for Harning.
15 reviews1 follower
April 9, 2013
Dari judulnya ketika ada di toko buku, sudah membua saya penasaran..tergerak untuk membelinya. Finally dipertenganhan 2012 saya membeli buku ini dan menyelesaikan dalam waktu singkat. Kisah CEO BUMN, PLN. mulanya dari zero menjadi Hero. PLN yang selama ini kurang ter-manage managment-nya oleh pak dahlan berhasul didongkrak kinerjanya. banyak rintangan dan cemoooh, tidak menyurutkan pak dahlan untuk membenahi PLN, Patut diteladani...
Profile Image for Marina.
2,042 reviews359 followers
March 2, 2014
hmm.. aku kasih rating 2.7 dari 5.. sebenarnya inti ceritanya bagus, beliau adalah CEO yg langsung turun dan meninjau lapangan bukan hanya srkedar memberikan intruksi dari atas.. itu point kekuatan cerita buku ini

namun sayangnya buku ini tampak hanya didedikasikan untuk pegawai PLN dan terasa berat dibaca untuk orang awam yg tidak mengenal dan berjibaku dengan istilah2 listrik yg tidak umum.. good enough inspiring story :)
Profile Image for Rotua Damanik.
140 reviews6 followers
March 4, 2014
Hari ini siapa yang tak kenal Dahlan Iskan? Setelah berhasil menjadikan Jawa Pos menjadi salah satu raksasa media di negeri ini, tiba-tiba saja presiden memintanya mengurusi PLN. Perusahaan negara yang menjadi tulang punggung listrik di seantero negeri. Buku ini adalah kumpulan cerita tentang apa saja yang dilakukan seorang Dahlan Iskan untuk menjadikan PLN sebuah perusahaan yang tak lagi merugi. Ada banyak kisah yang bisa membuat kita terharu, tertawa, miris, dan segudang perasaan lainnya.
Profile Image for Kurniawati Negara.
5 reviews
March 25, 2012
Ini tulisan Pak DI kedua yg saya baca stlh ganti hati yg sempat dimuat secara bersambung di harian radar post. Tapi jujur dalam buku inilah saya melihat kualitas kepemimpinan beliau yg membumi, lugas, energik, dan Tak bertele2, jg tak segan mengakui kehebatan bawahannya.
kumpulan tulisan yg menarik dan inspiratif...mungkin itu yg bisa saya simpulkan...
Profile Image for Muhammad Fadel.
97 reviews12 followers
January 11, 2013
Buku yang sangat practical, memberikan insight bagaimana Pak Dis, secara sporadis membenahi PLN. Meskipun banyak sekali keputusan si bapak yang kontroversial, namun, dari keputusan itulah perubahan perubahan besar dapat dilaksanakan di PLN. Buku ini memberikan insight tentang "street ways"nya Pak Dis dalam memimpin.
Profile Image for Riza Mochamad Iqbal.
11 reviews4 followers
July 2, 2012
sebagai salah satu bagian dari PLN, saya bangga pernah punya dirut seperti Pak Dahlan, beliau selalu mengirimkan semua CEO noted nya ke setiap email kami, setiap bulan dan kami selalu menantikannya, saya terharu membacanya, buku ini keren, menumbuhkan optimisme, membangkitkan harapan, dan memperbaiki citra PLN di masyarakat, bekerja bekerja bekerja!
Profile Image for Kelvin Lugiano.
3 reviews7 followers
October 8, 2015
Luar biasa Pak Dahlan atas kerja kerasnya PLN bisa berubah menuju ke arah yang baik, saya kenal betul dengan beliau. Seorang pekerja keras, amanah, jujur dan rendah hati. Di buku ini, menceritakan berbagai problematika di perusahaan, dengan kebijakan yg diambil dan melakukan gebrakan hebat membuat PLN sedikit demi sedikit berubah image buruk yg konon banyak nya pungli.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Haqi.
16 reviews2 followers
February 14, 2012
Kalimat pertama, saya suka dengan buku ini.
Entah mengapa ketika membaca buku ini saya merasakan suatu semangat yang terfokus dan juga pengalaman pribadi yang 'melanglang buana'.

Banyak pesan, tips, strategi yang saya petik dari buku ini,
salah satunya adalah "tinggalkan yang tidak penting". :)
Profile Image for Lukman hakim.
34 reviews1 follower
January 28, 2012
Pak Dahlan ...
Pemimpin yang revolusioner
Pak Dahlan ...
Seperti lebah yang selalu memberikan kebaikan,
Pak dahlan ...
Cara berpikirnya sederhana, tetapi itulah yang dibutuhkan. Berpikir Sesuai Akal Sehat.
Pak Dahlan ...
Pemimpin yang dibutuhkan Indonesia saat ini...
Profile Image for Dita Pramitasari.
36 reviews9 followers
March 4, 2012
Gaya bercerita Dahlan Iskan, walaupun sebagai CEO tidak bermaksud menggurui tapi lebih ke berbagi pengalaman. Seorang Dahlan Iskan ternyata humoris, dan humornya segar. Patut dibaca dan diapresiasi :D
Displaying 1 - 30 of 49 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.