2.5
Lihat review di GR bagus, jadi semangat memburu buku ini. Apalagi si penulis diisukan sebagai calon kuat pengganti SBY. (huusss...gossip!!)
Anyway, saya kecewa, krn buku ini tidak di-edit lebih baik bagi pembaca awam. Saya mengharapkan buku ini spt Better atau Complications nya Atul Gawande yg menjelaskan pergumulan dokter dg profesinya. Di situ dia jelaskan , yg saya ingat banget, gimana dia menghadapi seorang gadis 21 thn yg kena infeksi bakteri pemakan daging di kakinya, kalau nenek2 sih dia langsung usul amputasi, tapi krn masih 21, cewe pula, dia usahakan berbagai cara, bahkan pakai alternatif healing (sesuatu yg di luar pengetahuan dia) demi menyelamatkan nih cewe. Prosedur medisnya dijelaskan dengan sangat-sangat detil, ada bagian lain yg dia harus membuat lubang di dada/leher (udah lupa..maaf ya), masukkin selang utk bantu pernafasan atau gimana gitu..uggh...pokoknya saking detilnya sampai agak eneg. Tapi sambil tereneg-eneg saya jadi belajar banyak, jadi tegang, jadi mengkeret, tapi PUASSSSS!!
Nah, tapi di DTRT kesannya pergumulan itu dangkal, gak dibahas dengan lebih dalam. Spt dalam hal 13, mengenai peningkatan kapasitas listrik yg ditingkatkan oleh Bp Wirabumi, menemukan daya sebesar 34.5 MW, kemudian di Minahasa tiba2 ditemukan 19 MW yg pernah hilang. Nah...hilangnya kenapa, kapan, terus bagaimana runut peristiwanya sampai bisa ditemukan kembali. Itu semua gak dibahas. Tiba-tiba SIM SALABIM!!
Yah..males banget deh...saya kan beli buku ini dengan berharap bisa mendapat penjelasan ttg dunia pembangkit listrik yg detil tapi fun.
Walaupun di bagian lain ada ya, mengenai listrik di Wamena yg dijelaskan kenapa bisa mahal, krn solarnya dikirim dari luar pulau, atau mengenai pemasangan listrik yg suka dikeluhkan krn ternyata ada 3 pihak yg terlibat PLN, konsuil dan instalatir, yg kerjanya kok gak integratif
NB: saya gak setuju kalau PLN memisah2an ketiga instansi ini , sebagai nasabah, kita cuma pengen yg simpel aja. Minta dipasang listrik di satu loket, dikasih tahu kapan listrik nyala, (mis: seminggu), dan listrik benar2 nyala dlm seminggu. Mengenai urusan ketiga instansi itu, biarlah terjadi di belakang loket, konsumen kok direpotkan menghubungi 3 instansi utk 1 keperluan? Tidak efektif!!
Dan ada istilah2 yg gak dijelaskan, spt 'brown out'. Yah..memang ini mulanya adalah blog Pak Dahlan utk anak buahnya, sehingga mereka semua ngerti dengan jargon2 kelistrikan, tapi kemudian dibukukan dan dijual utk umum kan? Mestinya dibuat 'reader friendly' sedikit dong. Ini salah editor kali ya?
Anyway, saya sih tetap kagum sama penulisnya. Biar bagaimanapun dia bekerja dengan baik, and we expect more from him! Makanya saya tambah 0.5 bintang. Satu yang saya dpt dari buku ini, di mana P Dahlan bilang kalau bukan hanya utk konsumen saja dia bekerja, tapi pegawai PLN sendiri juga konsumen yg harus dipuaskan kebutuhannya.
Ini mental yg sangat bagus utk para pemimpin perusahaan, atau cuma sekedar pemimpin kegiatan kecil2an spt koordinator sekolah minggu, ketua kelompok debat, atau ketua grup band. Tujuan kita memang menghasilkan sesuatu utk keluar, tapi yang di dalam juga harus diperhatikan.