Apa yang terjadi ketika seorang gadis mendapat tugas untuk membunuh ibunya demi menyelamatkan dunia? Apakah dia bisa melakukannya?
Sudah pasti itu adalah premis yang sangat menarik. Apalagi prolognya bagus, dan ceritanya pun benar-benar terasa fantasi. Vinca punya imajinasi berlimpah. Dia bikin dunianya lumayan lengkap dengan sederet nama dan cerita, ada sejarah-sejarahnya, ada monster-monsternya, ada perjalanan ke tempat-tempat aneh. Walaupun, pada akhirnya tidak semua hal itu benar-benar nyangkut di plot dan bisa nyambung ke imajinasi saya. Sebagian deskripsinya cukup detil, tapi di bagian lain yg mestinya penting malah kurang. Tapi secara keseluruhan narasi dari Vinca lancar, dan editingnya pun rapi. Itu kelebihannya.
Kekurangannya, saya rasa ada di tokoh-tokohnya, dan kedalaman konfliknya. Hampir semua tokohnya pada dasarnya seragam. Hitam, putih, sempurna, ekstrovert, terbuka, semua bisa bicara apa adanya tanpa ada yang disembunyikan, hampir semua rahasia bisa terbuka lewat omongan langsung di kesempatan pertama. Gak ada yang benar-benar cerdik atau licik, atau bermain tipu-tipu (kecuali twist menjelang akhir cerita). Protagonis tidak punya cacat jahat, dan antagonis tidak punya cacat baik. Pengembangan konflik dan romancenya pun ringan, yang mungkin, khas cerita remaja. Bahkan orang-orang dewasanya (termasuk raja dan ratunya) seringkali punya pemikiran yang terlalu sederhana.
Intinya, jika dilihat dari kacamata saya, dari segi logika, saya memang rada gemas: kok raja/ratu bisa kayak begini? pangeran/putri ini begini amat? tokohnya ini sempurna banget sih? masih muda-muda, tapi udah pada jago luar biasa. trus udah tau mereka punya masalah besar, masih sempet2nya berpesta, bikin2 baju, jalan-jalan, dilukis, berjemur? kok bisa-bisanya berita tragis mengerikan diumumkan begitu saja saat pesta, alih-alih disembunyikan? kok bisa ada koran yang memberitakan begitu saja soal pembantaian, lebih sadis daripada koran Pos Kota atau Lampu Merah? dan lain-lain. Yang mungkin, dari sisi saya yang udah terlalu tua (hehehe), hal-hal itu akan terasa janggal.
Kemudian, saya juga bingung dengan penutupnya. Saya pikir ini sebenarnya berpotensi untuk jadi cerita yang epik. Tentang seorang gadis yang berjuang untuk menghadapi masa lalunya, mendapatkan tempatnya, mendapatkan pengakuan atau semacamnya. Ada pengorbanan, ada pertempuran, dan kemudian dia berhasil. Bisa bagus dengan cukup berhenti sampai di sana. Sayangnya setelah puncak pertarungan yang cukup seru, di bagian akhir cerita lalu berbelok, dengan tambahan soal cinta, pernikahan dan asal usul yang seperti agak dipaksakan. Lalu dengan epilog yang kabur dan seolah lari dari ceritanya sendiri. Jadi seperti status quo. Akhirnya itu membuat saya bertanya, jadi apa masih ada artinya semua yang diperjuangkan oleh Merphilia selama ini?
Tapi okay, itu hanya sedikit pertanyaan dan komentar dari saya. Terlepas dari kekurangan-kekurangan yang ada, toh buku ini juga masih punya banyak kelebihan, di mana saya bisa belajar.
Untuk Vinca, terus menulis dan berimajinasi ya. Ditunggu cerita-cerita darimu selanjutnya. :-)
Salam.
Villam