Kekecewaan saya sudah tergambarkan oleh review yang lain. Hehe. - Jelas sekali buku ini nggak diedit. Saya baca halaman copyright, nggak ada tulisan editor di situ. - Nggak ada yang spesial dengan kisah si Jingga. Ini benar-benar diary orang biasa, yang kebetulan profesinya sebagai pramugari. - Bahkan, menurut saya, ulasan tentang pramugarinya boleh dibilang nggak ada. Yang dia paparkan semuanya bisa di-google. - To make it worse, ilmu tentang dunia pramugarinya pun nggak relevan sama ceritanya. - Ilmu tentang senyum dan melayani penumpang. Nggak perlu jadi pramugari juga bisa dapat ilmu itu. Kirain bisa dapat ilmu rahasia tentang pramugari yang susah didapatkan di-google. Jadi, untuk ukuran TRUE STORY, ini cukup mengecewakan. Kalau ini fiksi dan penulisnya bukan pramugari sih oke-oke aja kalau dunia pramugarinya nggak dibahas. Sementara ini kan sayang banget. Headline utama pramugari, tapi isinya cerita yang lain - Saya masih nggak bisa nerima dialog ibunya. Terlalu maksain buat puitis dan quotable. - Saya juga bisa nebak, ini airlinenya Garuda Indonesia. Huahahaha... (1) Full service, (2) deploy Boeing 737-500, (3) banyak international flight-nya, (4) pramugari bisa base di beragam kota, (5) deploy widebody buat rute CGK-DPS, (6) tapi kok covernya malah seragam pramugari AirAsia? - Terlalu banyak yang mistis. Lama-lama jadi buku tentang sihir, menurut saya. - 10% awal membaca buku, saya simpulkan ini buku agama. - Saya juga termasuk tertipu dengan judul, subjudul, dan cover-nya yang heboh
Intinya, I dont like it. Makanya bintang satu. Mungkin bagi sebagian orang, buku ini bagus. But not for me. Boleh, kan?
yang saya benci dari buku ini adalah judulnya. Judulnya sangat tidak mencerminkan isinya. Yang terbayang dari judulnya adalah skandal antara pramugari dengan pilot atau penumpangnya atau siapapun itu. Pastinya, kehidupan gelap pramugari seperti halnya novel jakarta undercover. Tetapi tidak, tidak akan Anda temukan di novel ini. Jadi benar, don't judge a book by its cover.
Atas rekomendasi teman, saya pun membaca novel ini.
Overall, sangat menarik.
Bercerita tentang kehidupan Jingga, seorang pramugari asal Solo yang hidupnya dipenuhi kebetulan dan misteri.
Jingga bersahabat dengan Anya dan Puri. Masing-masing sahabatnya dia anggap unik.
Jingga menganggap Anya dan ibunya adalah gurunya, yang mengajarkan banyak hal tentang hidup.
Buku ini layak dibaca, bagi Anda yang haus bacaan ringan tetapi dalam makna.
Saya kira buku ini benar-benar akan mengupas sisi gelap dari kehidupan seorang pramugari. Ternyata salah. Yang saya dapatkan dari buku ini adalah cerita kehidupan seseorang yang dibungkus dengan tema pramugari. Ya, dari buku ini kita masih bisa memahami bagaimana seorang pramugari melihat perannya dari kacamatanya sendiri, bukan dari kacamata yang biasa kita gunakan sebagai orang awam yang sering menganggap pramugari adalah pelayan di pesawat. Padahal, peran pramugari lebih dari itu. Buku ini lebih banyak memberikan pesan-pesan tentang memahami hidup dibanding menceritakan tentang kehidupan pramugari itu sendiri dari A sampai Z.
Waktu membaca buku ini, saya merasa ada kesamaan dengan tokoh Jingga, juga Anya.
waktu awal gw baca nih buku, gw pikir akan dapet cerita yang heboh, karena dari judulnya lumayan heboh karena true story, tapi setelah gw baca bbrp halaman awal agak sedikit kecewa kenapa kok isinya lebih seperti bermain dengan agama, wlopun memang menyangkut kaedah agama.. tapi setelah gw baca buku ini secara abis lumayan terhibur, gw dapet bbrp pelajaran dari buku tentang kehidupan, semoga temen2 gw (yg pramugari bisa seperti Jingga, menjaga setiap jengkal kehormatannya, dan gak harus punya masa lalu seperti Jingga)
Diluar dugaan,,, kirain isinya bakal kaya jakarta undercover.. hehehe Menurut saya, dari segi makna hidup... memang buku ini sarat makna... tp gaya penceritaannya kadang terlalu dipaksakan.... seperti ada bahasan2 ilmiah yg sepertinya dipaksakan masuk ke cerita padahal rada gak nyambung....
Judul: Diary Pramugari "Seks, cinta, dan kehidupan" Penulis: Agung Webe Penerbit: Pohon cahaya Dimensi: 352 hlm, 13 x 18,5 cm, cetakan kedua desember 2011 ISBN: 978 602 97133 3 6
Cantik, gemerlap, banyak uang, bertemu banyak orang dan budaya lintas negeri, apakah membuat pramugari seperti Jingga lupa akan asalnya? Lupa akan sisi spritual/agamanya?
Inilah kisah tentang Jingga, seorang pramugari yang menyimpan masa lalu kelam yang membuatnya benci kaum laki-laki. Jingga berkawan dengan pramugari lain yang punya sudut pandang bertolak belakang dengannya: Anya dan Puri. Meski mereka berbeda pandangan tentang seks, agama dan kehidupan, mereka bersahabat.
Judul Diary menurut saya kurang cocok, sebab penulisannya bukan gaya diary melainkan prosa biasa dengan PoV orang pertama yang serba tahu.
Alur cerita progresif meski di bagian khir terkuak misteri yang menurut saya terlalu kebetulan. Gaya berceritanya pun terlalu menggurui menurut saya. Ceramah banget dan panjang bertele-tele. Karakter tokohnya pun tidak tegas. Mengabur dan semua seperti ingin tetap baik meskipun nakal. Aneh. Hipokrit semua.
Terlalu banyak kebetulan seperti sinetron. Endingnya pun tidak menjawab pertanyaan Jingga tentang kehidupan dan akhirnya pasrah pada perasaan. Padahal logika di awalnya tidak seperti ending.
Saya apresiasi 2 dari 5 bintang.
"Tidak ada seorang pun yang bisa membantu orang lain. Orang lain hanya bisa memberi pandangan kepada orang lain. Selebihnya, seseorang harus memutuskan sendiri dan memilih jalannya sendiri. Ia harus menolong dirinya sendiri." (H.246)
sangat menggebu2 awalnya penasaran ingin baca, setelah baca jujur kecewa. isinya tdk sesuai ekspectasi setelah membaca dr sinopsis buku. isinya lebih ke kehidupan pribadi si pramugari dgn masalah2 hidupnya bukan konflik yg tjd selama jd pramugari atau ketika sedang bertugas. kirain isinya bakal menguak sisi kelam skandal atau rahasia di penerbangan atau yg terjadi di antara sesama kru atau penumpang.
bkn tentang mengupas hiruk pikuk kehidupan pramugari atw tentang kisah para pramugari, lebih ke kisah perjalanan hidup seorang wanita yg kbtulan berprofesi sbg pramugari. baru tau klw ada cap. 2 nya, tapi gak tertarik lagi.
Aku malah lebih suka isinya daripada judul, kebayang juga tentang dunia pramugari. Kehidupannya, perjalanan yang dilalui. Menambah sedikit pengetahuan tentang penerbangan
mba Jingga, apa kabar?... sehat-sehat yaaa... meee... buat temen mba Jingga yang sudah pulang kesisinya, semoga di berikan tempat yang sebaik-baiknya aamiin
Singkat cerita: Diangkat dari sebuah diary, novel ini berasal dari kisah nyata.
Tentang seorang Jingga, yang mengawali karirnya sebagai seorang pramugari. Jingga tinggal bersama sahabatnya Anya dan Puri. Suatu hari Jingga mendapat kabar dari kampung bahwa ibundanya sakit keras. Dengan tergesa Jingga pun pulang dan mendapatkan ibunya sekarat lalu meninggal dunia. Sebelumnya sang ibunda telah bercerita bahwa ayah Jingga telah menikah lagi atas permintaan ibunya sendiri. Semenjak itu Jingga sangat benci dengan ayahnya.
Pada hari pemakaman ibunya, dengan rahasia Mbok Kurti memberikan sebuah kalung kristal yang dititipkan ibu Jingga sebelum meninggal. Kelak kalung itu menyingkap siapa jati diri Jingga sebenarnya.. Bahwa Jingga adalah anak hasil hubungan ibunya dengan seorang pria China. Namun sang pria tersebut telah berkeluarga di China, dan ibu Jingga tidak mau ikut pulang ke China bersama kekasihnya. Dalam keadaan hamil, akhirnya ibu Jingga bertemu dengan seorang lelaki yang kini menjadi ayah Jingga. Pria tersebut bersedia mencintai dan menerima ibu Jingga apa adanya, dan menganggap Jingga sebagai putri cantik kesayangannya. Setelah mendengar cerita itu, barulah Jingga memaafkan sang ayah.
Di Jakarta, Puri mengundurkan diri dari karena hamil di luar nikah dengan kekasihnya yang kelak di ketahui meninggal karena OD, sedangkan Anya meninggal karena kecelakaan mobil. Disaat Jingga merasa semua orang meninggalkannya, Alvin sahabatnya selalu setia menemaninya, mungkin mereka saling jatuh cinta. Namun kenyataannya Jingga adalah seorang muslimah yang taat sedangkan Alvin adalah seorang Katolik. Mereka menjalani persahabatan mereka dengan saling menghormati perbedaan masing-masing..
Dan, tidak diceritakan bagaimana akhir dari hubungan antara Jingga dan Alvin.
buku lama sih tapi gue baru mood baca dan isi bukunya ga seserem judulnya kok, lebih mendalam sih isinya lebih banyak cerita tentang makna hidup dan sisi lain dari pramugari. good lah :-)
Yang aku salut ama pak Agung Webe ini, pinter banget milih judul. Judulnya benar-benar memprovokasi saya untuk membaca.
Awalnya perkiraan saya buku ini mengisahkan tentang seorang Pramugari dan sisi gelap dari pekerjaannya. Tetapi benar judul awalnya, Diary Pramugari, buku ini seperti Diary seorang Jingga seorang Pramugari dan kehidupan teman2 sejawatnya yang begitu kuat mempengaruhi kehidupan jingga yang bertentangan dengan agama, adat dan nuraninAwalnya perkiraan saya buku ini mengisahkan tentang seorang Pramugari dan sisi gelap dari pekerjaannya. Tetapi benar judul awalnya, Diary Pramugari, buku ini seperti Diary seorang Jingga seorang Pramugari dan kehidupan teman2 sejawatnya yang begitu kuat mempengaruhi kehidupan jingga yang bertentangan dengan agama, adat dan nuraninAwalnya perkiraan saya buku ini mengisahkan tentang seorang Pramugari dan sisi gelap dari pekerjaannya. Tetapi benar judul awalnya, Diary Pramugari, buku ini seperti Diary seorang Jingga seorang Pramugari dan kehidupan teman2 sejawatnya yang begitu kuat mempengaruhi kehidupan jingga yang bertentangan dengan agama, adat dan nuraninAwalnya perkiraan saya buku ini mengisahkan tentang seorang Pramugari dan sisi gelap dari pekerjaannya. Tetapi benar judul awalnya, Diary Pramugari, buku ini seperti Diary seorang Jingga seorang Pramugari dan kehidupan teman2 sejawatnya yang begitu kuat mempengaruhi kehidupan jingga yang bertentangan dengan agama, adat dan nuraninya.
Kisah cinta antara jingga dan alvin pun tidak seberapa
Cerita yang penuh dengan cara menyikapi hidup menjadi bijak melalui pengalaman diri sendiri maupun pengalaman orang lain! Benar-benar menyentuh! Walaupun menggunakan bahasa yang ringan namun mampu mengaduk emosi saya. Saya sangat kagum dengan pandangan Anya. Ia tidak percaya agama, tapi percaya Tuhan. Menakjubkan! Bahkan ia bertindak bijak dan baik kepada siapa saja melebihi orang yang taat beribadah menjalankan agamanya.Dan sangat menarik karena penulis berani untuk menyajikan bagaimana orang dengan beda keyakinan saling berinteraksi dengan rukun dan bahkan mendiskusikan tentang kehidupan dan Tuhan bersama-sama. Belum lagi adanya jalinan hati antara Jingga yang merupakan pemeluk Islam yang taat dengan Alvin yang beragama Katolik. Namun kembali bahwa itu semua Tuhanlah yang mengaturnya. Puncaknya yang membuat saya tersentuh adalah kebaikan dan ketulusan bapak Jingga yang malah selama ini amat dibencinya. Novel ini sungguh mengandung banyak muatan positif. Awalnya saya agak sangsi membaca novel ini karena melihat cover dan judulnya yang saya nilai cukup 'berani'. Beruntung seorang Ibu yang baik hati merekomendasikan buku ini pada saya. Dia mengatakan bahwa saya tidak akan menyesal telah membaca buku ini. Dan siapa sangka... sang Ibu itu benar! I like this book so much <3
Baca novel ini perlu waktu berminggu-minggu untuk menyelesaikan. Entah mengapa di awal-awal membaca novel ini tiba-tiba mood membaca hilang, ketika sudah kembali mood bacanya, tiba-tiba hilang lgi. Tpi syukurlah selesai juga baca novel yang mengambil kisah nyata seorang oramugari ini.
Well, buku ini mampu membuat saya merinding membacanya. Benarkah ada seorang seperti Anya dan juga mas Gede. Tpi setelah aku fikir, ini kan true story pasti ada. Aku juga sempat kecewa dengan endingnya. Penasaran banget gmn kisah cinta Jingga-Alvin :(
Kak agung, kalau blh tau, gmn kabar hubungan mereka skrg?
Yang saya tidak sukai dari buku ini adalah ketidaksinkronan antara judul buku dan isi dari buku ini. Ekspektasi saya tinggi terhadap buku ini. Karena saya berharap jika isi dari buku ini mengupas kehidupan pramugari yang jarang diketahui khalayak umum. Entah itu mengenai skandal hingga gaya hidup high class mereka. Tapi, justru yang saya temukan bukan tentang itu. Yah, walaupun isi cerita di buku ini lumayan, karena berisi pandangan-pandangan beberapa tokoh akan sesuatu yang membuat Saya mikir :) Yah, tapi tetap saja judul buku yang melenceng jauh dengan isi buku membuat Saya kecewa.
Buku yang nemu pas lagi beres2 kamar, ternyata buku beli tahun 2013. Penasaran sm judul, kirain isinya bakalan tentang kehidupan pramugari, ternyata oh ternyata.
Ini hanya cerita kehidupan seorang manusia yang terkesan "sinetron" banget yang kebetulan profesinya adalah pramugari. Terkesan buku motivasi yang mana saya ga suka buku2 tentang motivasi.
Daripada nambah dosa karena menjelek2kan karya orang, maka kita sudahi sampai di sini review saya.
Note: klo mau baca nih saya pinjamkan, ga usah beli, sayangi uang anda :D
saya kecewa. semula saya mengira buku ini akan mengupas berbagai macam sisi gelap di balik profesi pramugari. Saya berharap isinya ada semacam riset investigasi di baliknya sehingga ada informasi penting yang kiranya dulu belum diketahui namun jadi terkuak di dalam buku ini. Nyatanya, buku ini memang benar diangkat dari diary lalu dinovelkan. Tetapi lebih dari itu, tidak sedikit juga pesan-pesan di dalamnya yang lebih ke pelajaran moral tentang kehidupan.
Satu2nya buku yang saya baca, cuma setengah, lalu saya buang (karena saking kesel-nya) buku ini menipu, I expect somekind of high-class and socialite thing ttg dunia pramugari
To be honest,saya juga ga yakin si Author bikin riset, terkesan asal, heran saya akan pemilihan selera tas, dan tempat hang-out nya, serta Gaya bahasa yang (maaf tp udik skali) dan pengKarakteran yang lemah.
Uuhmm yaa, nothing to say except. DON'T BUY THIS BOOK.
This book is good Aku sebenernya g tau ya kehidupan pramugari itu gimana Tapi ya true story stiap pramugari itu ya beda2. Bisa jd pramugari yg diwawancara ini ngga se high class pramugari lainnya.. Hhha banyak unsur agama dan spiritual, yg sbnrnya baik sih untuk dimasukan dalam buku, tapi yg spiritualnya kesannya ga nyambung ya? Jingga sama anya kyaknya terlalu mistis.hahahh. Tapi kembali lagi pada narasumber yg mungkin mengalami sndri hal2 sprti itu..
sedikit setuju dengan review yang lain.. Saya membaca buku ini setelah 2 atau 3 tahun kemudian setelah membelinya. karena awalnya saya tidak tertarik setelah membaca beberapa halaman. sampai akhirnya buku ini dipinjem oleh teman saya, kemudian dia membaca nya sampai selesai. Sewaktu saya bertanya, dia mengatakan ceritanya bagus. Akhirnya saya membacanya sampai habis, dan yah, memang bagus.
After Effect : Kebawa Mimpi ketiban pesawat Hercules dan berasa terjun bebas sambil istigfar di dalam mimpi. Okeh, maaf mungkin saya lebay. But honestly, agak kecewa karena saya pikir Mas Agung Webe akan menguak tentang siapa Anya sebenarnya karena pemikirannya yang keren dan seolah punya keterkaitan emosi dengan Jingga tapi sayangnya ekspektasi saya salah.
Materi yang mau disampaikan si bagus ya. Bagus banget. Tapi bisa ngga sih ini dikonsulkan ke editor yang bisa Bahasa Inggris? Karena sungguh......walaupun kata dalam bahasa Inggrisnya ngga banyak, tapi mbok ya riset dulu ke google translate.
Satu lagi deh. Jingga bilang panggilan kesayangan dia untuk Anya itu; Nyai. Tapi kok cuma dipakai sekali doang? Hmm... jadi ya cukup satu bintang. *ditujes*
Novel ini berisi kisah nyata mengenai narasumber yang berhasil diwawancari oleh Agung Webe. Sebut saja namanya Ajeng. Ajeng menceritakan perjalanan-perjalanan hidupnya dari awal dia diterima menjadi pramugari dan kisah-kisah hidupnya selama menjalani profesi tersebut.
tidak sebagus yang digembor-gemborkan. konflik yang klise (sekelas sinetron2 indonesia), latar belakang dan kedalaman karakter terlalu dangkal, pemilihan dan struktur bahasa yang biasa saja, endingnya pun sangat sangat gampang ditebak..
sebenernya novel ini ga terlalu banyak mengisahkan kehidupan kebanyakan pramugari itu seperti apa, hanya saja kelenturan dalam mengulas sisi lain dari seorang* sosok pramugari bukan dengan keglamoranya terlihat begitu natural
Tertarik ama buku ini dikira karena ada skandal antara pilot sama pramugari. Ternyata perkiraan emang melenceng. Menjelang akhir, cerita makin seru kita dibuat penasaran dengan kejadian-kejadian yang menimpa Jingga yang katanya kebetulan, tapi sebenarnya tidak kebetulan. :D
sempet bete juga baca buku ini, kayaknya buku ini lebih cocok jadi buku motivasi sih, byk kalimat2 motivasi yang sebenernya bagus-bagus. kenapa saya cuma ngasih 2 bintang yaaa karena gak sesuai sama ekspetasi saya aja sih.