Banyak doa-doa yang awalnya adalah syair-syair puisi yang khususnya berisi tentang harapan, pujian kepada Tuhan atau juga pertaubatan.
Seperti Kitab Bagavat Gita yang ditulis dengan indah atau Ghatas yang ditulis oleh Zarathustra tentang nilai-nilai kebaikan dan kejahatan.
Demikian pun Separasi Doa, yang berusaha mengungkapkan harapan, nyanyian untuk Illahi dan bahkan kegelisahan akan takdir.
Tak sedikit dari dari penyair-penyair besar yang menulis puisi dengan tema Doa. Misalnya seperti Chairil Anwar atau Abdul Hadi dan banyak lagi.
Dilihat dari judulnya, Separasi Doa sangat menarik dan unik. Karena yang orang pertama kali melihat buku tersebut dari tampilan dan judulnya, akan menyangka bahwa buku tersebut adalah buku kumpulan doa mujarab atau doa-doa para nabi.
Tapi setelah kita masuk ke dalam halaman-halaman buku, ternyata ini adalah buku kumpulan puisi karya penyair-penyair muda yang tergabung dalam sebuah komunitas bernama Bengkel Sabda.
Grup ini cukup menarik, selain aktif diskusi di Facebook, mereka juga tak jarang kopi darat (kumpul bareng) dan juga membuat kegiatan-kegiatan sosial.
Kini grup tersebut mencapai 600 Orang anggota dari berbagai daerah di Nusantara dan bahkan mungkin ada yang di mancanegara, dalam tempo waktu 1 tahun.
Terbitnya buku Separasi Doa juga berkat gotong royong sesama anggota komunitas yang aktif menulis puisi. Mereka bersama-sama mengumpulkan dana, mendisain dan membawa ke percetakan. Meski terbitan indie, mereka tetap mengurus ISBN dan Barcode untuk buku tersebut.
Disinilah proses kreatif dan kesadaran kolektif terbangun dan rasa menghargai terhadap karya.
---------------
SEPARASI DOA
Kekaguman berasal dari kesadaran.
Berawal dari hal tersebut, mungkin, buku ini akhirnya dapat tercipta dan berada ditangan para pembaca.
Para kontibutor dalam buku ini adalah anggota dari group yang bernama Bengkel Sabda.