Ada yang suka main the Sims? Gue suka banget deh main The Sims. Gue lagi mainin 2 edisi The Sims yang berbeda. The Sims 2, yang diinstal di rumah, dan the Sims 3 World Adventures Expansion Pack, yang diinstal di rumah orang laen XD
Awalnya, untuk The Sims 2 yang gue mainin, gue menciptakan satu Sims perempuan. Cantik, langsing, rambut hitam panjang, mata cokelat, dengan Romance aspiration. Akhirnya, Sims ini punya satu orang suami, dan 7 selingkuhan *ealah.. maut banget ya ini Sims perempuan?*
Kemudian gue pasangin dengan satu Sims laki-laki yang akhirnya jadi suaminya dia. Ganteng, ada jenggotnya, langsing, tinggi, matanya cokelat juga, dengan Family aspiration. Akhirnya mereka berdua ini punya banyak anak dan cucu, dan anak-anak dari pada selingkuhan masing-masing xD
Lucunya main The Sims 2, dulu Sims laki-laki gue pernah mati gara2 lupa gue kasih makan. Soalnya gue sibuk nyuruh2 dia flirting terus sama tetangganya. Setelah itu gue suruh tidur, kemudian, dia bangun, terus meraung2 kesakitan, ngga lama kemudian meninggal dunia. Nyawanya langsung dicabut sama the Grim Reapernya. Sims perempuan gue juga pernah mati gara2 lupa gue suruh makan. Padahal lagi hamil. Hiks. Tapi akhirnya, salah satu pasangannya memohon sama the Grim Reapernya supaya jangan mati. Dan itu bisa hidup lagi lho. Hehehe
Terus pernah juga gue sadis mencoba membunuh Sims lain dengan nyuruh dia berenang, dan menghapus tangga kolam renangnya. Simsnya ngga bisa naek ke darat, akhirnya mati tenggelem.
Sering juga Sims gue ketahuan selingkuh, terus ditampar sampe celeng sama pasangannya, terus relationshipnya langsung minus. Abis itu pasangan yang diselingkuhin itu pasti nangis.
Nah, pas main the Sims 3, gue mainin supaya bisa jalan2 aja ke Cina, Paris sama Mesir. Sims gue ngumpulin batu-batu mulia, logam-logam berharga, sama peninggalan sejarah macam patung2 gitu. Pernah juga rumah Sims gue kemalingan, tapi malingnya kayaknya kurang pinter gitu deh. Masa setelah nyolong laptop, terus dia nyolong toilet? Yah elah, plis deh.. Toilet?
Main the Sims itu makan waktu. Banget. Karena kita merekonstruksi kehidupan yang.. yah kurang lebih mirip sama fase hidup kita sendiri.
Yang kadang bikin gue agak miris mainin the Sims adalah, kenyataan betapa mudahnya kita bisa memperbaiki suatu hubungan yang rusak, menghidupkan kembali yang mati, mengembalikan yang telah pergi untuk tinggal kembali bersama kita, hanya dalam satu klik saja. We could mend any broken relationship. With a single click.
Kita bisa mengulang waktu, dan memperbaiki semua salah yang sudah kita buat di masa depan, supaya tidak terulang lagi. Kita bisa mencoba, sedikit nekat dan nakal, menjalin hubungan dengan orang yang tidak seharusnya menjalin hubungan dengan kita. *chuckles*
Dan kehidupan tidak semudah itu. Setiap kali hubungan yang tidak berhasil, pasti meninggalkan luka. Sekecil apapun luka itu, selama apapun waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkannya, bekasnya akan tetap ada. Di sana, di dalam dada kita.
Main the Sims selalu membawa gue ke dunia sempurna yang gue ciptakan sendiri. Miris ya? Karena hidup yang sesungguhnya tidak pernah sempurna. Karena tidak peduli, tawa bahagia macam apa pun yang ingin kita tampilkan pada dunia, pada akhirnya, saat kita kembali dalam kesendirian dan disibukkan dengan pikiran kita sendiri di dalam diam, rasa sakit itu akan tetap ada.
"And it doesn't matter how many new haircuts you get, or gyms you join, or how many glasses of chardonnay you drink with your girlfriends... you still go to bed every night going over every detail and wonder what you did wrong or how you could have misunderstood. And how in the hell for that brief moment you could think that you were that happy. And sometimes you can even convince yourself that he'll see the light and show up at your door."
Tapi, cuma waktu, yang memang akhirnya bisa menyembuhkan semuanya.
"And after all that, however long all that may be, you'll go somewhere new. And you'll meet people who make you feel worthwhile again. And little pieces of your soul will finally come back. And all that fuzzy stuff, those years of your life that you wasted, that will eventually begin to fade. (Iris Simpkins - The Holiday, 2006)"
Tambahan catatan: Astagah... *menghela napas, mengurut dada*
Ini buku yang udah gue baca sejak lama, kenapa baru gue tulis reviewnya sekarang? Karena tadi pas gue iseng ngecek2 daftar buku yang udah gue baca, gue menemukan bahwa gue hanya menuliskan satu kata untuk review buku ini, "Bagus". Titik. Gitu doang. Cih. Reviewer macam apa aku ini? *tampar diri sendiri*
Mereview buku ini berarti mengenang masa-masa kuliah. Jadi inget, buku ini dibeli bareng2 sama beberapa buku chicklit Indonesia lainnya pas lagi acara BookFest di kampus taun 2005. Udah lama banget ya? Pasti waktu aku masih unyu gitu deh pas tahun 2005. Ha ha ha. *ketawa sampe ngejengkang* Inget banget deh bawa buku ini dengan malu-malu ke kasir, sambil curi-curi pandang ke arah senior ganteng. *Apa deh, hubungannya?*
Terus jadi inget, perasaan yang gue rasain pas selesai baca buku ini.. Sambil tiduran di tempat tidur, mendekap buku di dada, pandangan mata menerawang ke arah langit-langit kamar, "oh.. seperti itu kah rasa sakitnya diputusin pacar?" Maklum, waktu kuliah kan belom pacaran ha ha..
Sebenernya sih, yang ngajakin pacaran banyak. Tapi apa daya, aku nurut sama kata-kata mama. Kata mama, ga boleh pacaran kalo masih kuliah, apalagi kalo pacarannya sama sesama anak kuliahan juga. Minimal yang jadi pacar aku harus udah S1, terus udah kerja, udah nyicil rumah sendiri, udah mapan gitu.. *dijewer mama. fitnah katanya.* xD
Kayanya ini bakal jadi review terakhir gue di tahun 2010 ini. Soalnya liburan ini lagi ngga baca buku. Mari kita membuat resolusi, bahwa tahun depan, harus lebih banyak lagi membaca buku, dan mudah2an bisa bikin lebih banyak review lagi. Selamat liburan semuanya. Selamat menyongsong tahun baru 2011 yang penuh harapan!
*tiup terompet. pasang kembang api. meledak. DUARRR!!*
buku yang membuat emosi saya naik ;p. bagaimana tidak? cerita ini tentang seorang cewek, yang baru saja diputusin cowoknya, padahal hubungan mereka sudah berjalan 4 tahun. terlihat biasa ( banyak sekali orang pacaran putus meski sudah bertahun-tahun). tapi, bayangkan.. si cowok memutuskan si cewek saat perayaan hari jadi mereka yang ke-4 dengan makan malam mewah nan romantis. dalam pikiran si cewek makan malam itu akan berakhir bahagia, si cowok akan melamar dan tentu saja dia sudah tahu akan menjwab apa ( jawab iya dong ). tapi, oh tetapi..makan malam itu tidak seperti dibayangkan. saat makan malam dengan teganya si pria memutuskan hubungan. mau tau alasannya ? si cewek terlalu baik dan sempurna buat dia ( cantik, pintar, jago bahasa perancis, populer, pokoknya keren abis deh ). dia merasa gak pantas dan merasa si cewek berhak mendapat yang lebih baik. selain itu dia belum bisa memberi kepastian pada si cewek.mau dilanjutkan kemana hubungan ini. Monyong!!!!! alasan yang nyebelin banget. kenapa siy cowok2 itu selalu membuat alasan seperti itu. dan ternyata oh ternyata si cowok itu punya selingkuhan (ketika si cewek menyelidiki ). selingkuhannnya gak banget. gak lebih dari cewek, kecuali mungkin seksi dan sedikit manja. aih,... mindercomplex yang aneh. padahal semua yang cewek itu lakukan hanya untuk membuat si cowok bangga. yaiyalah, semua cewek berusaha membuat si pacar bangga karena memiliki dia, tapi ternyata kadang hal2 kayak gini yang malah buat cowok takut. nyebelin. dan kompensasinya mereka memilih cewek biasa ( hanya cantik dll), yang penting mereka bisa merasa superior.... bravo buat ninit. idenya patut diacungin jempol. nyata banget dengan cerita dalam kehidupan :)
yoohooo.. buku ini. kadang2 gw pikir ni buku emang biasa aja jalan ceritanya.. TAPI gw baca buku ini tepat saat (mantan) cowok gw mengajukan permohonan putus sama gw... dengan alasan yang gak jelas... hmm..semoga saja bukan gara2 ada pihak ktiga seperti Hari terhadap Amaya.. (mana kuliahnya Amaya, warna mobil, suku, dan kota asal Hari sama kayak mantan gw ituuu....!!!) Yup, tokoh utama di buku ini bernama Amaya yang diputusin sama pacarya yang bernama Hari. Tentu aja Amaya gak terima, karena gak ada badai gak ada hujan tiba2 aja HAri minta putus. Hari2 Amaya sendu bgt..inget semua lagu2, kenangan, dan gombalan Hari. Berkali2 menggumam sendiri betapa Amaya sangat mencintai Hari dan ingin Hari kembali. *nangis gw bacanya* Asli, yang Amaya lakuin persis sama apa yang gw lakuin. Kecuali bagian dmn Amaya berusaha 'nyakitin' Hari balik. Hehehe... *sigh* makanya gw ngerasa ni buku sengaja dibikin buat gw...hahaha...
gua gak tahu kenapa gua bisa beli dan baca buku ini... soalnya ini buku isinya girlie bangets boo'..
maybe karena gua addicted ma suaminya kali ya (i means addicted to his books, not him...). despite of all (ehm..) buku ini lumayan juga kok, dari sini gua tahu kalo cewek tuh selalu penasaran jika mereka diputusin ma cowok mereka. mereka selalu mencari cara untuk menari alasan kenapa, dan kenapa...
hingga akhir batas penasaran mereka, akhirnya mereka berani untuk melanjutkan hidup, meski dengan bayang-bayang diputusin (tragic huh..?).
tapi yang gua sayangin dari buku ini adalah: ada dimana? yep, gua dulu minjemin ni buku sama temen kampus gua, eh sampe dia udah nikah dan kerja gak dibalekeen..
ada yang kenal sama yang namanya aji prasetyo a.k.a junjung?
Kok putusin gue adalah novel pertama ninit yunita (CMIIW), bercerita tentang seorang gadis yang dengan desperatenya ingin membalas dendam ke mantan pacarnya dengan berbagai macam cara yang jahat. seolah ingin menegaskan bahwa "girl can do it!"
didalamnya kita akan dihibur tentang berbagai macam cerita tentang "misi2" balas dendam. mulai dari nge-gembos-i ban, sampai nelfon delivery pizza yang sembunyi tangan :D
Harapan saya saat membaca buku ini, bakal ada kisah romantis yang gimana gitu, tapi ternyata ceritanya datar aja menurut saya. dan tokoh utama wanitanya juga terlalu lebay karena sudah tau cowoknya selingkuh tapi tetap aja dimata-matai seperti tidak ada cowok lain (yang mungkin itu pendapat saya aja sih, jangan ada yang protes ya)
Ok ini kisahnya dimulai dari Maya yang akan bertemu dengan kekasih tercinta bernama Hari, mereka akan merayakan hari 1 tahun mereka jadian. Maya yang merupakan gadis polos maksudnya gadis yang jarang dandan dan menggunakan sepatu tinggi, karena hari itu adalah hari spesial buat dirinya dia pun berubah cantik dan menggunakan sepatu tinggi. dan dia berharap dihari spesial itu, sang pacar akan mengajaknya untuk kejenjang yang lebih serius minimal diperkenalkan dengan orangtuanya Hari Tapi yang terjadi malah Harinya memutuskan hubungan mereka dan meminta Maya agar hubungan mereka cukup untuk berteman saja. sehingga membuat hati Maya pun terluka. dan sehari setelah itu, dia curhat ke teman dekatnya sehingga temannya pun memberikan pendapat kepada maya untuk mencoba menemui Hari agar bisa balikan lagi sehingga mereka ber2 pergi ke kampus Hari, tetapi apa yang dia dapatkan? Hari sedang berduaan dengan seorang wanita dan sudah dipastikan bahwa Hari sudah selingkuh.
Sehingga Maya pun berniat untuk balas dendam dengannya, mulai dari melihat percakapan Hari dan wanita tersebut melalui email, pengiriman email gak penting, sampai melakukan pemesanan pizza ke rumah Hari.
Ya dan akhirnya, memang sedikit tidak tertebak, sehingga buat yang belum baca, bisa dibaca dulu. dan disini juga ada beberapa tips untuk orang yang baru putus cinta.
So kalau hanya untuk bacaan menunggu taksi atau commuterline,,bolehlah buku ini dibaca karena gak akan buat pusing kepala kok,,,hehehehe
Berasa baca teenlit. Padahal ceritanya bukan tentang remaja juga sih. Lucu aja ngebaca kelakuan Maya abis diputusin Hari. Pengen bilang ke Maya "Yasudah, May. Sometimes we need to let something (or someone) go in order to resume our life." tapi udah diwakilin sama Rini kok. 😄
Sesungguhnya ini bukunya Teh Ninit kedua yang pengen dibaca. Buku Teh Ninit yang pengen banget dibaca itu; Testpack. Kemarin sempat nemu di Blok M Square tapi ngga langsung diambil. Jadi weh poho yang mana tokonya. 😔
Dan satu lagi, di Bandung tuh juga bisa "gue-lo"-an ya? Kupikir cuma di Jakarta ajaaa. Buktinya adalah; Sita Purwajati. Yang udah mendekam di Jakarta dan "tercemar" gue-elo. Diajak ke Bandung, sekarang bilangnya "Jauuuh". 😂
Mungkin karena saat ini, ketika sudah bekerja, ketika membaca buku ini saya merasa agak seperti "duh ini cewek, kayak gak ada aja cowok lain di dunia ini." Meski sebenarnya apa yang dilakukan Amaya itu beralasan ya. Namanya juga dia sudah menganggap hubungannya dengan Hari itu serius. Wajar kalau dia berpikiran di kencan makan malam peringatan satu tahun hubungan mereka, Hari akan mengajaknya menemui orangtua Hari untuk diperkenalkan sebagai "cewek yang ingin Hari nikahi".
Mungkin kalau saya membaca buku ini ketika masih kuliah dan masih ingin senang-senang, mungkin saya bakal mendukung semua pembalasan dendam yang dilakukan Amaya, ikut memaki-maki Hari, dan pastinya ikut merasakan sakit hati Amaya.
Siapa sih Amaya dan Hari itu? Amaya itu cewek tangguh yang jago taekwondo, cantik walau nggak suka pake make up, dan pinter. Ia sedang sibuk melakukan balas dendam karena diputuskan oleh Hari, pacarnya. Hari merasa harga dirinya sebagai seorang cowok terancam karena Amaya begitu dominan. Contoh kecilnya, Amaya tamat kuliah lebih cepat dari Hari yang angkatannya 2 tahun diatas Amaya. Apalagi ia jago taekwondo.
Nah, Hari itu tipikal playboy kelas teri yang selingkuh dibelakang Amaya. Tapi dia bercerita pada teman-teman dekatnya kalau ia diputuskan Amaya karena Amaya selingkuh dengan cowok lain. Yah... mentalnya sebagai cowok kalau menurut saya itu "CEMEN".
Meski dari judul "Kok, Putusin Gue?" itu terkesan galau ala ABG, menye-menye, tapi ketika membaca bukunya justru yang terasa adalah segar, kocak, dan memancing tawa. Apalagi pembalasan dendam yang dilakukan Amaya itu dengan elegan dan gak brutal. Sesuai apa kata "Sun Tzu" dalam buku "The Art Of War". Side story yang menceritakan hubungan Rini, sahabat Amaya, juga gak kalah kocaknya. Yang paling saya ingat sih, bisa-bisanya Rini bercerita panjang tentang kekagumannya pada Reza Rahardian ,cowok yang ditemuinya di kereta api jurusan Bandung - Jakarta dan si cowok itu bukanlah Reza Rahardian bahkan tidak ada mirip-miripnya dengan Reza Rahardian.
Plot ceritanya berlaur maju. Mundur pada bagian-bagian tertentu. Dengan sudut pandang orang ketiga dari sisi Amaya. Seandainya buku ini tak hanya mengambil sudut pandang orang ketiga dari sisi Amaya, pasti lebih seru dan heboh. Maunya ada sedikit cerita dari sisi Hari. Bayangkan saja, bagaimana kehebohan Hari ketika mendapat pesanan pizza seharga Rp.500.000,00. Yang mengganggu adalah kehadiran sosok Eko yang terkesan asal nyempil saja. Dan sepanjang pengetahuan saya, sepertinya tidak ada calon dokter spesialis yang seaneh Eko, dan kerjanya memaparkan fakta-fakta ilmu pengetahuan pada orang lain. Malah biasanya mereka tidak akan membahas hal-hal yang berhubungan dengan kedokteran karena bertemu dan mengobrol dengan orang-orang non medis sangat disyukuri oleh mereka.
Ide utamanya sudah cukup jelas. Dari judulnya saja sudah ketahuan. Tentang cinta, perselingkuhan, dan patah hati. Sayang bagi saya endingnya agak kurang nendang. Bukan pada cerita Amaya dan balas dendamnya tapi pada kemunculan Eko yang terpaksa banget. Mengapa tidak dibuat saja ending kalau Amaya bertemu cowok di kantornya yang jauh lebih perfect dari Hari tapi tidak seaneh Eko.
Kok, Putusin Gue? menceritakan upaya pembalasan dendam Maya kepada mantannya, Hari yang memutuskan hubungan mereka secara sepihak dengan alasan kalau dirinya tidak cocok dan tidak pantas bersanding dengan Maya yang cantik, cerdas dan sukses. Maya yang sudah terlanjur sayang dan cinta dengan Hari tidak bisa menerima kenyataan bahwa mereka sudah putus, apalagi Maya sudah berangan-angan jika Hari akan menjadi pendamping hidupnya kelak, sebuah angan-angan yang terlalu cepat buat saya mengingat hubungan mereka baru menginjak 1 tahun #abaikan. Ternyata alasan yang digunakan Hari untuk memutuskan hubungan pacaran mereka adalah salah satu tipuan Hari karena sebenarnya Hari telah memiliki kekasih lain dan dengan kata lain Hari sudah berselingkuh. Tidak terima dengan apa yang telah dilakukan Hari kepadanya dan efek gagal move on, Maya memutuskan untuk membalaskan sakit hatinya dengan melakukan apa saja yang bisa membuat hidup Hari tidak tenang.
Mungkin umur saya yang sudah tidak lagi muda untuk membaca novel-novel sejenis ini *halllaahhh, sok tua. Gimana nggak, buku ini penuh dengan trik dan tips untuk move on dari mantan pacar dan mungkin saja bisa jadi panduan yang oke punya bagi siapa saja yang sedang patah hati #okesip.
Seandainya saya membaca buku ini disaat saya sedang galau dan patah hati pasti saya langsung setuju dengan semua upaya pembalasan dendam yang dilakukan Maya. Tapi, setelah saya pikir-pikir apa yang Maya lakukan hanya membuang-buang waktu dan energi. Toh, Maya adalah gadis yang memiliki apa yang semua perempuan inginkan dan saya yakin banyak laki-laki lain yang ngantri untuk mendapatkan Maya :). Menurut saya, jika hubungan sudah diputuskan berarti semuanya sudah selesai dan tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan dari salah satu pihak. Putus berarti sudah tidak ada kecocokan dan Maya seharusnya bersyukur, mereka putus disaat hubungan mereka belum kearah yang lebih serius #curhatcolongan.
Novel ini ditulis dengan sangat rapi oleh penulisnya. Kronologis yang lengkap walau terkadang ada beberapa adegan yang menurut saya seperti menonton FTV dan agak terlalu dipaksakan. Maya juga membocorkan rahasia memasak tiramisu lengkap dengan resepnya. Kapan-kapan saya mau mencobanya ah :)
Kalau baca cerita ini diawal, pastinya bakal kebayang suatu cerita yang romantis. Cewek yang cantik pacaran sama cowok ganteng. Standard banget gak sih…. Tapi ternyata… gak seindah itu…
Cerita diawali dengan persiapan Maya, si tokoh utama, untuk merayakan setahun pacarannya dengan Hari. Baju yang anggun, dandanan yang cantik, hal yang jarang sekali dilakukan Maya. Tapi, demi rasa sayangnya sama Hari, Maya rela melakukan itu. Semua berjalan dengan mulus, mulai dari Hari yang menjemputnya ke rumah dengan membawa satu buket bunga mawar, sampai makan malam di restoran yang romantis, membuat Maya sempat melayang. Tapi.. malam yang romantis itu di’kacau’kan Hari dengan permintaan yang tidak seharusnya ada.. permintaan putus dari Hari.
Duh… semua orang kalau diputusin begitu pasti merasa dunia seolah berhenti berputar. Males mau ngapa-ngapain… Maunya sedih dan mengenang saat-saat ini bersama sang mantan pacar. Itu juga sih yang dirasakan Maya pada awalnya, bahkan dia sempet mau minta balik sama Hari… tapi another surprise datang lagi… Maya harus melihat Hari bersama perempuan lain.. Hmm.. berarti… selama ini Maya dibohongin dong… berarti kata-kata “Aku pengen… kita temenan aja” (hal. 9 ) cuma untuk menutupi perselingkuhannya…
‘Berpedoman’ pada buku Art of War – Sun Tzu, Maya mulai menyusun strategi untuk membalas sakit hatinya sama Hari. Berbagai perbuatan konyol pun dilancarkan demi membuat Hari menyesali perbuatannya. Sahabatnya, Rini, yang akhirnya menyadarkan Maya bahwa semua ‘pembalasan’ itu harus diakhiri.
Buku ini enak dibaca, karena meskipun Maya diceritakan begitu sedih, sakit hati atas perbuatan Hari, tidak menjadikan buku ini cengeng dan penuh air mata serta keluh kesah. Strategi Maya, tips-tips mengatasi patah hati, resep tiramisu.. bahkan radio Merana FM, radio khusus untuk orang-orang yang bersedih, bisa membuat kita tersenyum-senyum atau bahkan ketawa-ketawa. Berhasil bikin penasaran sampai akhir.. Ninit berhasil menunjukkan, biar kita, cewek-cewek gak gampang ‘dikadalin’ (istilahnya Maya, nih)… Pokoknya… buku ini Girl Power banget ,deh.. so.. hati-hatilah buat para cowok…
"Ngabisin seumur hidup sama seseorang itu penting. Tapi lebih penting dengan siapa kita menghabiskannya."
Ya, damn it's true.... Ini bukan pertama kalinya aku membaca novel karya penulis, sebenarnya ini bukanlah novel baru penulis, bahkan sudah dicetak berulang kali, namun aku baru membaca edisi cetak ulang cover barunya.
Novel ini mengisahkan tentang Amaya, yang patah hati dan berusaha membalas dendam kepada mantan kekasihnya, Hari. Ya, Hari adalah pria yang sangat dicintai oleh Maya, bahkan sudah menjadi "cinta matinya".
Khayalan tinggallah khayalan, hari perayaan 1tahun jalinan kasih mereka yang seharusnya berakhir bahagia malah berubah menjadi tangisan dan mimpi buruk bagi Maya. Hari malah memutuskan hubungan mereka, dengan alasan yang terlalu dibuat-buat karena "Hari merasa tidak pantas dan tidak cukup baik bersanding dengan Maya". Alasan yang ternyata hanya dikarang dan dibuat-buat untuk menutupi perselingkuhan Hari.
Maya yang akhirnya tahu telah dibohongi oleh Hari pun tidak terima, Maya pun memutuskan untuk melakukan balas dendam, Maya pun mulai melakukan aksi balas dendamnya, yang disebutnya sebagai "misi jahat", mulai dari membajak email Hari, mengempesi ban mobil, memesan pizza dalam jumlah banyak atas nama Hari hingga membuntuti Hari dan pacar barunya, Juju. Tapi ternyata semua rencana balas dendamnya itu tidak membuat hidup Maya menjadi lebih bahagia, Maya masih saja menangis bahkan mengingat Hari. Dan ketika Maya pun tinggal mengeluarkan senjata pamungkas balas dendamnya, Maya pun mulai ragu dengan semuanya...
Bagaimana akhir kisah Maya? Sanggupkah dia "move on" dari Hari?
Novel ini sebenarnya klise banget, sederhana dan ringan,tapi penulis membuat novel ini mengalir, karena gaya menulis yang fresh dan kocak. Benar-benar novel yang cocok dibaca buat wanita/pria yang sedang patah hati dan berusaha "move on".
"Jatuh cinta itu simple dan sederhana. Kita cuma butuh orang yang bisa ngasih aliran listrik yang bisa bikin kita 'kesetrum'kalau sedang jatuh cinta."
Adalah Maya, cewek yang tengah patah hati karena diputusin cowoknya, Hari, saat malam setahun jadian mereka. Maya sangat mencintai Hari. Hari adalah cowok yang bisa membuatnya nyaman dan paling lama yang ia pacari. Hari beralasan bahwa Maya yang jago dalam berbagai hal (lulus dengan predikat cum laude, taekwondo sabuk hitam, fasih bahasa Prancis, cantik, proporsional) membuat Hari minder dan tidak pantas bersanding dengan Maya. Maya malah mengira ia akan diperkenalkan kepada orang tua Hari di Jakarta. Ternyata harapan berbanding terbalik dengan kenyataan yang harus ia terima.
Atas saran Rini, sahabatnya, Maya berencana menemui Hari dan mencoba – memperbaiki hubungan mereka – sekali lagi. Namun saat tiba di kampus Hari, Hari malah terlihat mesra- mesraan dengan cewek yang tidak Maya maupun Rini kenal. Maya telah diselingkuhi! Karena itulah terbersit dalam benak Maya untuk balas dendam. Maya bertekad akan membuat Hari menderita.
Namanya juga jatuh cinta…kalo elu jatuh…ya jatuh aja…nggak ribet. (hal. 165)
Di hari tepat setahun Maya jadian dengan Hari, mereka memutuskan untuk melewatkan malam bersama di Rooms Cafe. Betapa manisnya Hari karena sudah mereserve tempat yang manis untuk dilewatkan berdua. Hari bahkan memesan makanan kesukaan Maya. Bagaimana hati Maya nggak luluh dan semakin cinta pada lelaki itu coba? Namun disaat yang tak terduga - duga, secara mengejutkan Hari memutuskan secara sepihak untuk berpisah dengan alasan,"You are too good for me."
Well, kalau ada lelaki diluar sana yang mau putus dengan alasan seperti itu, hanya 2% yang benar - benar merasa tidak layak bersama dengan pacarnya. Selebihnya 98% adalah omong kosong yang diciptakan untuk menutupi kebohongan bahwa dia sudah memiliki wanita lain. In this case, Hari tentu berada di antara 98% tersebut.
saat putus, dunia rasanya mau berakhir. terlebih bila diputuskan pacar tercinda (halaah!!), rasa sedih marah, sakit hati dan dendam campur aduk jadi satu. berbagai cara untuk membalas rasa sakit dilakukan oleh tohoh utama sampai luka hatinya bena2 benar sembuh. tapi setelah berbagai serangan yang dilakukan kepada sang mantan malah tidak mebuat si tokoh utama ini sembuh lukanya, dan akhirnya diapun menyadari bahwa luka di balas luka ga akan pernah cukup, satu-satunya cara adalah dengan mengikhlaskannya dan memulai hidup yang baru. buku ini nice dan ringan terutama untuk orang yang baru di putusin sang pacar
Gue baca buku ini setelah gue diputusin cowok gue. Kebetulan gue lagi jalan-jalan dan mampir di gramedia. Sebenernya gue nggak suka baca tapi nggak tau kenapa gue pengen banget cari buku yang bisa bantu aku buat MOVE ON. Eh nggak sengaja malah ketemu ini buku. Setelah gue baca-baca gue tertarik banget sama buku ini. Karna kisahnya bener-bener bikin Emosi memuncak. Gue juga ngerasain hal yang sama cuman bedanya gue diputusin 2 hari sebelum gue ultah dan 4 hari sebelum gue Anniv. Gue baca berulang-ulang sampe aku hampir hafal di setiap halamannya isinya apa. Ternyata lamanya hubungan nggak bisa ngejamin kita buat duduk di pelaminan.
Baca buku ini udah lama, sekitaran jaman SMA dulu. Waktu itu, booming di kalangan temen-temen, jadinya saya ikutan baca karena berhasil dapet giliran. yippiii..
Berhubung bacanya udah lama banget, yg saya ingat setelah membaca novel ini adalah; pesan moralnya dapet. Ceritanya unik, tentang balas dendam sama mantan yg selingkuh, yang di ujungnya dia bilang kalau usaha membalas dendamnya bukan karena dia mau balikan, tapi karena supaya mereka berdua (si mantan dan selingkuhannya) tahu rasanya sakit hati yg ia terima. *jiaaah... eh, btw, di sini kok ngga ada sinopnya sih? mana saya udah lupa para nama tokohnya. LOL.
awal baca buku ini jadi inget filmya itu tuh,,,mmhhh(yang suka bw2 anjing cihuahua sapa yah??) itu lah pokonya...tapi serunya waktu amaya pake taktik the art of war'nya Sun Tzu..secara gak langsung bikin saya nerapin dalam kehidupan kecil saya... yang paling sedih waktu nikahan sepupunya rini dimana amaya ketemu langsung sama hari dan Juju,,waktu dia lari ke bukit bintang..dan waktu hari minta maaf sama amaya...mmmhhh....ngebayangin ada di bukit bintang itu sama orang yang kita sayang. tapi secara keseluruhan, buku ini bagus, konfliknya gak berat tapi penyelesaiannya seru banget... :D
kok putusin gue? bisa dibilang cerita yang cocok banget dibaca ma orang yang lagi patah hati (sorry boys, girls only!). this bool gave so many good tips and great advice.
rasanya dikhianati itu emang sakit banget. itu yang dirasakan sang tokoh utama di novel ini. rasa sakit yang dirasakan maya terasa nyata banget. (4 thumbs up 4 ninit yunita)
dan satu hal yang dipelajari dari buku ini, ternyata untuk merelakan dan menerima kenyataan yang ada, itu hal paling sulit untuk dilakukan.
makasi buat ninit yunita atas bukunya. it helps me mend my broken hearted.. :)
Novel gokil yang pernah gw baca.. Pada awalnya novel ini nunjukkin gimana cara bales dendam yang ok sama laki2 buaya darat.. Tapi pada akhirnya novel ini justru mengajarkan tentang cara menerima yang baik atas penghianatan yang dilakukan oleh kekasih Qta.. Ninit yunita berhasil merangkumnya dalam sebuah novel.. dengan gaya bahasa yang oke banget.. Pokoknya.. baca buku ini bakal ngebuat u semua.. tertawa terbahak-bahak sampe tetes ups lembar terakhir
sbnernnya dah beli buku ini dr 2005, tp kmrn dibaca ulang, ternyata buku ini dah jadi template cowo buat mutusin cewe demi selingkuhannya ya :D (based on my true story, actually, ha3..) tp mb ninit bener2 ngajarin gmn nge-handle dendam + emosi yg muncul dan mengikhlaskan apa yg terjadi. fav quote : penting buat ngabisin hidup ma seseorang, tapi lebih penting lagi dgn siapa qta ngabisin hidup itu.. :)
huahahahha......gue suka banget buku ini. kocak abis! apalagi pas bagian dia pesen Phut sampe 500rb. aje gile tu cewek..bener2 pshyco karna cinta. lebih tepatnya karna harga diri. hehehe...
tapi bukannya kita biasa akan berlaku kayak gitu yah...kita gak terima diputusin selain karna sedih tapi karna gak terima harga diri kita diinjek2. apalagi kalo diputusin gara2 pacar kita mendua. hahaha....
dari buku ini jadi tahu kalo ada tokoh namanya tsun zu, ahli strategi perang gitu. si cwe tokoh utama (yg lage2..please deh,ita lupa jg namanya he..ampun)adapted strategi tsun zu, untuk bls dendam ke cwok yang uda tega mutusin dia.what i learned? KESEDIHAN BISA JADI KEKUATAN. and cwok2 yang ada di luaran sana, bakal mikir jungkir balik buat nyakitin cwek, coz we are smart he...he. hidup perempuan, lho :-)
Good story, satisfying ending :) Bacaan ringan yg enak di baca di perjalanan, plus great lesson about self respect and thinking over what you really want..
Also, (--ALERT FOR REALLY UNIMPORTANT SPOILERS--) omg tukang somay nya maaaay..... sini dah jatah lo gw yg abisiiiin.... giling, di jakarta Rp 1000 ngga dapet neng 2 somay + 2 tahuuu... huuuuu gw juga mau jadi tukang somay kalo pelanggan nya semua kayak loo :))
ini novel GOKIL bgt! krn saat itu saya masih abg binggow kelas 3 SMA, pas baca novel ini lsg suka aja gitu *kebawa baper, bangettt* bhahahak.. kalo bacanya skrg pas udah merit 3 taon sih, mungkin saya mikirnya "ngapaen bgt yaa seorang amaya yg superb gagal move on dari cowok as***le macem HarPrab, kaya keabisan stok cowok aja d muka bumi ini.." bhahahak... anyway,, suka bgt dg cara bertutur teh ninit... pkkny baca ini buku dari yg ketawa ngekekkkk ampe nangis smw jd satu.. GILINGAN!
I don't really into the book when I first saw it. I read it just because my sister insist me to. after I read it, I started to like Ninit Yunita as a novelist. the uses of light words for each text and conversation, makes readers doesn't have to think twice to get the idea. plus, the lyrics she provides matched the story.
Garing banget. Padahal gw pernah mengalami kasus yang hampir sama tapi teuteup tidak terenyuh bacanya. Katanya jago taekwondo, mana di bukunya sama sekali tidak dikisahkan tentang taekwondo. Pokoknya gw sama sekali ga ngerasain sedihnya maya, keselnya maya si rada kerasa soal sapa sih yang ga benci ma co buaya. tapi kurang geregetin ahhh!!
Buku pertama karya Ninit Yunita yang saya baca. Pertama baca langsung tidak bisa lepas. Alurnya mengalir ringan dan penuh dengan kalimat-kalimat imaji yang bermain di kepala sang tokoh (Amaya). Baca'an yang tidak saja mengajarkan kau tentang cinta, tapi juga mengajarkan kau cara bagaimana meracik tiramisu :p
hahaha.. gaya tulisan nya segar banget.. walau patah hati, kagak nyesel kok kalau baca buku ini..
segudang alasan untuk balas dendam.. sejuta kata cacian unutknya.. setinggi langit harapan untuk kembali padanya.. seabrek pikiran tentang saat bersama..
saat dia kembali datang padamu, sebenarnya apa yang kamu harapkan? Dirinya atau permintaan maaf tulusnya??
learned about how to be mature ... tentang seorang wanita yang sakit hati karena diputusin secara sepihak oleh kekasihnya padahal dia udah menaruh harapan besar dari kekasihnya itu. disini diceritain juga the art of war untuk balas dendam ama cowok yg udah mutusin cewek. then u will realized kalo perbedaan cinta ama benci memang tipis.