"Some people say that in friendship we share everything! laugh, pain, stories.. and secrets. Even the darkest one."
Dari New York City sampai ke Jakarta, dalam masa 5 tahun yang indah walau keduanya berasal dari keluarga dengan latar belakang yang berbeda, Nikratama Zakrie dan Inez Hanafiah selalu bersama. Sebagai sahabat tentunya. Dan hanya dalam masa senang saja mereka berbagi.
Lalu hadir orang lain di dalam kehidupan Inez, serta Alika dan Dilla (keduanya adalah sahabat Inez sendiri, by the way) yang juga mengambil tempat di hati Nikratama atau Niki.
Dr. Mutia, sang psikiater muda yang Inez kenal, juga ternyata memiliki hubungan khusus dengan Niki. Di lain sisi, kakak Niki memastikan bahwa antara dirinya dan Inez tengah terjadi "sesuatu". Belum lagi Austin Hanafiah yang entah kenapa tidak menyukai Niki, dan Chris Hanafiah yang justru tergila-gila pada cowok ini!
Saat jam pasir itu terus bergulir, dan Inez menoleh... Ia tertegun lama; sejak kapan sahabatnya ini terlihat begitu menarik, begitu tertutup... Begitu berbahaya.
Inez pusing setengah mati. Dan Niki semakin tidak terjangkau. Ketika dihadapkan pada suatu masalah yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, beranikah mereka berdua tetap saling menyapa, tanpa memalingkan wajah sama sekali? Atau Inez memilih untuk mundur setelah mengetahui penyebab tubuh Niki kini penuh luka?
Sitta Karina Rachmidiharja merupakan penulis kelahiran Jakarta, 30 Desember 1980 yang karya-karyanya diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, Mizan, dan Lentera Hati Group.
Sebagian besar karyanya akan dirilis ulang oleh penerbit Buah Hati (Lentera Hati Group) mulai 2013, termasuk serial keluarga besar Hanafiah dan Magical Seira.
Ia pernah menjadi juri pada ajang apresiasi sastra Khatulistiwa Literary Award 2008, pengajar pada Coaching Cerpen Kawanku 2009 dan 2010, serta menjadi kontributor cerita dan feature article pada majalah remaja kenamaan seperti CosmoGIRL! , Gogirl!, Spice!, Kawanku, dan lainnya.
Selain menulis, Sitta sangat menyukai fashion, kopi, dan olahraga.
-----------------------------
Serial Magical Seira (akan rilis ulang bertahap 2012-2013):
Magical Seira 1: Seira and The Legend of Madriva Magical Seira 2: Seira and Abel's Secret Magical Seira 2.5: The Sand Castle Magical Seira 3: Seira and The Destined Farewell
Pesan dari Bintang adalah seri Hanafiah paling favorit buatku pribadi. Seneng banget bisa koleksi versi barunya karena versi lamanya dijual dengan harga bombastis meskipun preloved.
Suka dengan chemistry Inez dan Nikki. Meskipun soal karakter aku penasaran banget sama Nara sejak dulu ya woy!
Tulisan Sitta Karina memang enak banget diikutin. Meski banyak penjelasan barang branded tapi buatku pribadi nggak terlalu ganggu.
Sisipan tentang PTSD-nya juga smooth. Kayaknya ini novel dengan mental illness pertama yang aku baca. (Yah, dulu bacanya pas SMP atau SMA, ya?)
Meski begitu, lebih suka sensasi novel lamanya. Masih inget banget ada puisi yang oke-oke dengan ilustrasi (atau foto) dalam buku yang "kelas" banget.
Dulu penasaran sama Sigra, tapi udah nggak karena muncul di Aerial. Eh tapi Seri Aerial aja nggak dilanjutin hiks.
Dengan buku ini lengkap sudah koleksi #Hanafiah saya. Meskipun nyari bukunya setengah mati dan harganya agak nggak wajar mengingat betapa langkanya buku ini, tapi worth it banget :)
Sejak dari LH, saya sudah menyukai Inez karena karakternya sophisticated banget. Dan di buku ini saya tambah suka karena ternyata dibalik semua keglamorannya, Inez berhasil digambarkan dengan manusiawi. Heroine buatan Sitta memang selalu berhasil mencuri hati saya karena tough meskipun feminim.
Kalau untuk karakter Niki sendiri yang digambarkan sebagai the boy next door, pribadi sih bukan selera saya. Soalnya saya #TeamReno hahaha. Tapi Niki memang cocok untuk karakter Inez, dan penggambaran PTSD-nya juga Ok. Research Sitta Karina tentang penyakit kejiwaan kali ini perlu diacungi jempol.
Dan seperti biasa, novel ini khas Sitta banget dengan adegan-adegan ala mafioso dan culik-menculik. Juga dengan adegan jalan-jalan ke luar negeri. Formula yang sering diangkat beliau, tapi saya nggak bosan-bosan sih, anehnya. Soalnya chemistry tiap karakternya memang beda-beda meskipun kuat.
BTW, abis baca novel ini makin nungguin novel-nya Reno dan Nara sendiri. Sigra juga, deh. Karena kemunculannya yang sekelibat dan misterius itu berhasil mencuri perhatian saya :)
Jadinya 3,5 dibuletin ke atas jadi 4. Karena saya masih tetep cinta mati sama LH (versi lama) hahaha.
Bingung mau kasih rating setengah apa 4 bulat. Buku ini tuh, bagusss. Awalnya emang agak kagok sama cara penulisan dan "feel" yang dibangun sama penulis, tapi lama-kelamaan terbiasa. Jujur kaget sih sampai 500 lebih halaman tuh isinya apa aja, apalagi romance, kan, rada2 rawan. Ternyata banyak roller coaster-nya. Gilaaa, nggak habis2 drama keluarga Hanafiah ini, wey 😭
Tapi kuakui, penulis nggak pakai cara memanjangkan kalimat waktu karakter2nya kena musibah atau patah hati, sampai bikin pembaca ikutan simpati, tapi sebaliknya, malah kesannya di sini nggak ada begituan. Kayak yaaa less basa-basi gitulah. Tapi lagiii, kesan sedih atau sakit hatinya nyampe ke pembaca. Kayak ikutan simpati sama keadaan Niki, Inez, sampai ke side chara-nya.
The mental-health's issues was so smooth (and relaxing i think), kayak yaaa tegang sih, takut juga gimana entar para karakter ini deal sama gangguan mentalnya, tapi wow aku bahkan nggak ngerasa depresif setelah baca. Ya biasa aja, malah kepengin lebih banyak dikasih fan service :d tapi kayaknya kalo kebanyakan bakalan merusak kesan yang udah ada, sih, soalnya konflik di sini nggak cuma comot satu yang ringan selesaikan pakai cara gaib. Semua konflik selesai, termasuk yang paling awal (dan paling remeh). Dapat porsi yang adil, sih.
Apalagi ya, duh, kesanku baca ini mirip kayak pergerakan saham gitu, lah. Gemes, greget, kecewa, pengin marah, frustrasi (entah karena never ending konflik atau kelakuan para karakternya), dll. Dan jadi pengin baca serinya yang lainnn. Penasaran di-spill bagian epilognya itu 😭
gimana kak sitta bisa ngebiarin semua cerita indah plus detail-detail yang bejibun, tapi bikin kita semua bisa ngebayangin tiap scene-nya dengan detail.
novel ini menceritakan tentang sepasang sahabat yang sudah bersama selama 5 tahun, dipertemukan takdir di NY. saat niki kembali ke indonesia, ia sempat khawatir bahwa persahabatan mereka akan luntur.
tak disangka, si putri latino ini ikut kembali ke indonesia dan kuliah di URI bersama niki
niki mati-matian menutupi rasa cintanya, yang telah diukir waktu seiring dengan kebersamaan mereka. ia selalu menganggap bahwa rasa yang dimilikinya hanya rasa sayang pada sahabat semata.
begitu pula dengan inez.ia cinta pada niki, semenjak dulu.
saat mereka akhirnya bersatu di Hvar, Kroasia, niki sadar bahwa menjadi pacar inez, sama saja dengan membawanya masuk ke dalam ma
Sumpah.. ini buku keren banget. Novel Sitta Karina yg paling bagus sejauh ini menurut gw. Cover juga keren mampuzz. Ceritanya ttg Inez Hanafiah yg sobatan sama Niki. Tapi, seperti yg udh kita ketahui, persahabatan cewek cowok tuh jarang yg bisa berhasil. Jadi, akhirnya mereka saling suka dan ujung-ujungnya mereka nikah gitu deh. Yang gw suka tuh pengorbanan Niki bwt ngedapetin Inez. Wuiiih.. top bgt deh..
Sitta Karina, i think is one of the most talented Indonesian writer... every books, she wrote in a smart, beautiful, brilliant way... very pop yet smart...romantic but not chessy..
Pesan Dari Bintang, is such a soothing story about love, makes your realize that your truly love, sometimes is right in front of you and always there...you just to have to open your eyes..and heart.
Membaca buku ini seakan-akan memasuki ruang pikir tokoh-tokoh dalam buku ini. Tidak ada cerita basa-basi, atau monoton. Paragraf demi paragraf merupakan alur cerita yang lurus dan membuat penasaran untuk membuka halaman berikutnya. Perasaan-perasaan para tokoh pun 'kerasa' oleh pembaca (gw).
Mbak Sitta udah berhasil menuliskan sebuah cerita yang memang 'cliche' tetapi sangat menarik dalam mengikuti alur ceritanya.
Niki dan Inez. Persahabatan keduanya benar-benar bikin iri. Dan kak Arie berhasil membuat semua orang yang membaca cerita ini jadi gemas, geregetan dan mengharu biru. Aku saja ikutan nangis dan teriak teriak saat Inez meraung2 di dalam mobil mengejar mobil Niki yang dikendarai sama kakaknya yang rada gila itu. GREAT. kak Arie, mau dong jadi kayak Inez. hehehe
Kisah tentang Inez & Niki ini lebih kerasa dark-nya dari semua buku Kak Arie yang pernah aku baca. Masa lalu yang sering menghantui Inez & Niki, membuat buku ini semakin menegangkan. Tapi, rasa cinta diantara mereka & keluarga Hanafiah juga membuat buku ini terasa manis.
like this book! hmm.. i think sitta is very creative how to draw the difference of common ppl n socialite!
full of moral message.. n i like when Inez said "I'm not PARIS HILTON!" XDD
but, if u wanna see Nara's cuteness here, u should read this book! really, Nara is sooooo cute, when he said that "lelaki yang tak pernah menghabiskan waktunya bersama keluarga bukanlah seorang lelaki", kira" mirip seperti itu, aq lupa di halaman berapa~
here, u will want a man like Niki, Niki is a DREAM MAN of every girl. he's handsome, but he didn't think that he's handsome! XD aku suka cwo yg cuek seperti itu!
Kayaknya lebih cocok judulnya Crazy Rich Indonesian. Vibes old money kental sekali🤭
🕊𝒦𝑒𝓈𝒶𝓃 𝑀𝑒𝓂𝒷𝒶𝒸𝒶 🎀
Tertarik baca novel ini karena blurb nya. Pas di cek di goodreads ternyata novel ini terkenal hits, bahkan 2016 pernah langka, harganya melambung tinggi. Bersyukur sekarang udah harga diskon, aku lihat di toko online.
Aku ngga kenal penulisnya, tapi kalau penulis ngaku beliau konglomerat aku bisa percaya. Risetnya banyak banget atau karena penulis tahu banyak informasi tentang kehidupan orang 1% alias langka di Indo?🤗
Meet Inez, sedang kuliah fashion design, part time model, dan bercita-cita jadi perancang busana.
Meet Nikratama, sedang kuliah bisnis, pengusaha, pekerja keras, peduli banget ke orang lain, sampe dirinya sendiri dikesampingin.
Ada beberapa tokoh yang mengalami sakit mental salah satunya sakit PTSD.
Konfliknya banyak, jadi walaupun bukunya tebal ngga monoton dan bosen.
Jangan heran kalau menemui banyak merek dunia seperti Prada, Channel, Burberry, Balenciaga, Cire Trudon, Ferrari dll.
💕Aku lebih kagum ke cara bercerita penulis, dibandingkan dengan tokohnya. Bukan berarti tokohnya kurang wow (siapa si yang ngga mau punya banyak duit, pendidikan tinggi, bisa donasi gede tanpa mendang-mending.)
💕Aku kagum di situasi gawat mencekam, penulis bisa kasih angin segar flashback singkat yang manis ( hhlm 237)
⭐️Pembaca juga diajak jalan-jalan ke Kroasia, negara kecil dengan latar belakang sejarah yang banyak dipengaruhi budaya Romawi.(New Insight✅️)
⭐️Penulis cerdas menyelipkan informasi dan fakta baru di percakapan tokoh. Salah satunya yang ku catat, dactyloscopy -> metode identifikasi profil seseorang menggunakan sidik jari.
"Semua berakhir karena rasa tidak percaya diri yang jauh lebih besar dari cinta." Hlm 286
Ini buku kelima dari seri Hanafiah yang saya baca (ya, saya bacanya tidak urut). Juga merupakan buku kedua dari versi tulis ulang yang saya dapatkan.
Banyak pengulas yang menuliskan bahwa PDB ini salah satu karya Sitta Karina yang paling bagus, baik itu versi lama maupun baru. Saya pun mengiyakannya, meski hanya membaca yang versi baru. Saya rasa 500+ halaman baru bisa mencukupi untuk menampung plot, subplot, deskripsi dan pengembangan karakter, serta remah-remah petunjuk mengenai tokoh Hanafiah lain yang akan dibuatkan buku tersendiri di masa mendatang. Singkat kata: padat, namun lebih koheren daripada IT dan DM yang jumlah halamannya lebih sedikit.
Tema Persahabatan dan kesehatan mental menjadi tema yang sering dibahas dalam buku ini. Kemudian kesetiaan kepada keluarga. Saya mengapresiasi bagaimana penulis menyajikan persoalan kesehatan mental yang mudah dipahami orang awam. Saya agak mengeryitkan dahi ketika membaca betapa para tokoh sangat mudah memberi label sahabat pada lingkar sosial mereka yang menurut saya lebih cocok disebut teman dekat atau teman main. Tapi tak apalah, toh setiap orang punya pendapat masing-masing tentang definisi sahabat.
Saya juga takjub ketika membaca betapa kompaknya para sepupu Hanafiah, padahal mereka terdiri dari bermacam-macam sifat dan watak. Saya jadi pengen tahu lebih lanjut tentang kebiasaan dalam keluarga besar Hanafiah sendiri hingga mereka jadi sekompak itu. Nggak gampang membangun kekompakan antaranggota dalam keluarga besar, karena masing-masing keluarga inti di dalamnya pasti punya permasalahan sendiri-sendiri.
Plot End game untuk Inez dan Niki sudah bisa ditebak. Namun tidak demikian dengan jalan cerita menuju end game itu. Kayak, gilaaa, masalah yang menimpa mereka tuh bertubi-tubi sampai Niki sendiri nggak dikasih waktu buat bernafas.
Banyak subplot-subplot yang ditulis buat menjaga dan mengantarkan kedua tokoh utama ke end game, sampai-sampai rasanya tuh kalau buku ini dialihwahanakan bakal lebih cocok jadi serial TV 12 episode daripada jadi film. Saya sampai mikir, gimana caranya Sitta bisa nulis subplot banyak banget dan tiap-tiap subplot itu ada resolusinya *nangis*
Klimaks cerita berupa adegan culik-menculik dan kejar-kejaran. Kalau dibaca dalam satu buku ini saja tidak masalah sih, hanya saja setahu saya formula ini juga muncul di PHKM, DM, dan Titanium. It'll be getting old fast if it used frequently, jadi saya berharap di buku-buku selanjutnya bisa ada variasi lain.
Karakter Masing-masing tokoh tergambarkan dengan baik. They are fully fleshed out. Inez yang anggun, agak centil dan sering baper serta Niki the good guy yang suka mengorbankan diri sendiri. Penokohan para antagonisnya (baik yang musuh dan semimusuh) cukup bisa diterima dengan penjelasan latar belakang mereka.
Tetapi saya menangkap suatu pola kalau antagonis perempuannya banyak yang openly bitchy. Ada sih, antagonis yang perilakunya lebih subtil, tapi kalah berkesan dengan yang openly bitchy tadi. Sedangkan antagonis laki-lakinya juga cenderung mengobyektifikasi perempuan, baik dari yang pembawaannya terbilang sopan maupun tidak sopan. Saya merasa ini seperti mengulangi enemy tropes dalam Lukisan Hujan. Tapi ya, di sisi lain antagonis-antagonis semacam itu adalah konsekuensi dari karakter dan latar belakang Inez itu sendiri. Mungkin akan berbeda pada cerita Reno atau Austin yang sudah berkecimpung dalam dunia kerja, misalnya.
(Saya juga menulis tanggapan tersendiri mengenai anggota Hanafiah lain yang jadi tokoh sampingan di buku ini. Ada di bagian bawah, dan mungkin bersifat spoiler)
Narasi Gaya penceritaannya masih khas Sitta Karina: sudut pandang orang ketiga serba tahu, chic, tetapi puitis pada momen-momen krusial. Banyak merek bertebaran sih, namun tidak terlalu mengganggu.
Saya masih menemukan deskripsi yang si tokoh sedang apa di satu paragraf kemudian sudah melakukan hal lain di paragraf lain tanpa penjelasan yang menjembatani. Tapi itu sudah cukup berkurang jika dibandingkan dengan IT. Saya juga jadi agak cermat ketika menemui penggalan -nya dalam suatu alinea, kayak -nya ini punya Niki atau Inez ya? Karena kalau kurang cermat nanti bisa terasa head hoppping.
Nah, itu tadi ulasan saya tentang PDB. Berikut info dan tanggapan saya tentang Hanafiah lain yang jadi tokoh pendukung dalam buku:
Pesan dari bintang. Ah, ini buku dari penuliis favorit saya, Sitta Karina :) kado hadiah ultah dari saudara saya di ultah saya yg ke 15 saat tgl 16 januari 2011 lalu :))
Kelanjutan dari Hanafiah's series sebelumnya, Lukisan Hujand an Imaji terindah Bercerita tentang Inez Hanafiah, kakak Chris yang hidupnya di kelilingi banyak laki-laki Tapi hanya ada satu laki-laki yang selalu setia disampingnya untuk selalu bersamanya, Nikratama Zakrie--sahabatnya saat di NYC.
Konfliknya lumayan, dan selipan-selipan bahasa 'slang' dan spanish-nya tidak menghambat jalan cerita, justru mempermanis dan memperkaya ilmu kita tentang berbagai macam bahasa :p terutama untuk anak SMP seperti saya :D
Ada serpihan tentang masa lalu, saat-saat ini, dan yang ia inginkan di masa depan.
Semua itu membuat kita terus menunggu pesan dari bintang kita masing-masing #tsaaaah :D
yah, cuma segitu yg saya bisa tulis sekarang, karena ada monster kecil yg datang mengganggu :D maaf kalau review saya gak jelass :p
Aslinya sih aku reread lagi. 500 an halaman ternyata bikin aku kesengsem bin senyam-senyum sendiri sama Inez-Niki.
Terus ini detil-detil dan narasinya pas. How I love Kak Sitta menyampaikan cerita kalangan jetset in simple way. Brand-brand yang disebut di sini tuh nggak berlebihan, pas aja sama situasi dan kondisi. Pokoknya imbang banget deh narasi emosi karakter dan narasi latar.
Bagian kerennya lagi, Kak Sitta menyampaikan penyakit kejiwaan dengan sehalus mungkin dan membangkitkan awareness pada pembaca. Aku suka dengan keputusan Inez-Niki di sini, ruang developmentnya berasa pol.
Karakter" pendukung di sini juga masing-masing berpengaruh, termasuk para sepupu Hanafiah macam Diaz, Reno, Nara. Jadi, bukan sekadar pajangan doang.
Kekurangannya mungkin aku agak ganjal tentang Rui-Rifas. Itu gimana ceritanya mereka mendadak dekat? Nggak dijelasin banget soalnya, rada plot hole di bagian ini menurutku.
Jadi ceritanya gue dapet pinjeman buku ini. Awalnya nggak tau siapa Sitta Karina, tapi karena katanya PDB ini adalah salah satu karya SK yang keren abis, jadinya lumayan buat bacaan di sela-sela ujian blok. Hahaha.
Ceritanya sih simpel, tentang sahabat jadi suka. Tapi bok gue suka cara penulisan dan pengemasannya. Settingnya juga nggak biasa, di Kroasia. Karakternya loveable semua, mulai dari Niki, Inez, dan bahkan Diaz si sepupu grumpy. Meskipun so last decade -- bukunya ditulis 2006, tapi gue tetep suka karena cara ngebawainnya yang keren dan nggak maksa. Effortless. Nggak kayak beberapa novel yang nyelip-nyelipin 'kekinian' tapi jatohnya basi. This novel is timeless, I tell ya!
Abis ini gue HARUS nyari buku-bukunya SK yang lain!
akuu sukaa sama buku ini! emang sih ceritanya lagi-lagi klise, ttg persahabatan dua orang dan finally they end up together. karena emang bisa kalo sahabatannya sampe udah kaya perlakuan niki ke inez, rasanya ga mungkin kalo ini murni hanya sahabat. aku ga hanya suka sama ceritanya, aku juga suka sama tokokh2nya, dan pengetahuan Sitta akan fashion benar-benar mengagumkan. satu hal yang aku suka dari Sitta adalah kekreatifannya. dia bisa membuat satu keluarga besar dengan cerita yang berbeda tapi nyambung! how great idea! keep writing!! :D
Sitta emang bisa banget jadi penulis teenlit paling keren se-Indonesia. Soalnya tulisannya, walau sangat khas teenlit, tapi bisa bikin atmosfer yang 'beda' dari cerita teenlit kebanyakan yang klise dan 'sinetron' banget terus juga seakan gampang banget dalam menulis novel. Di sini, akan ada banyak tokoh dan konflik: menunjukkan Sitta nggak main-main dalam membuat alur cerita novelnya. Lumayanlah untuk sebuah karya anak muda Indonesia yang menghibur!
baca buku ini bikin langsung jatuh cinta sama tokoh nikratama zakrie, dan sedikit jengkel sama sosok austin (at first, krna stelah titanium, i can simply love that man too, hohohoho..) alur cerita yg mengalir, bikin susah untuk nggak berenti baca. rasanya buku ini yg bikin saya suka dan tertarik untuk mengikuti semua hanafiah's story.
dari rangkaian keluarga hanafiah yang ditulis sitta karina, baru novel ini yang saya baca. saya cukup salut dengan cara penulisan sitta karina. deskripsi-deskripsi yang ia berikan membuat kita mampu menghayal dengan bebas, dan memang itulah kebahagiaan tersendiri dalam membaca novel, menghayal tanpa batas
Sitta Karina obviusly one of my Indonesian favourite author. Pemakaian bahasa yang digunakan di dalam novel-novelnya ringan tetapi cerdas. Selain itu, terdapat pemakaian bahasa asing yaitu bahasa Inggris dan bahasa Latin. Tentu merupakan suatu pembelajaran tersendiri bagi pembacanya. Dua kata yang dapat mendeskripsikan novel ini : pleasure dan knowleadgeable.
ajegile baca buku ini sumpeh seru bener:)) alurnya bagus bgt dan detail cerita yg ditampilin sama sitta karina itu wih hebat bgt deh imajinasinya. pengen deh ngeliat buku ini dalam bentuk film:))
Buku Sitta Karina pertama yang saya suka. Daannn.. langsung suka. Bukan karena kisah jettinya mereka, tapi kisahnya Inez membuat saya tertarik memburu buku-buku serial Hanafiah lainnya. Anyway, buku ini lumayan keren. Nikinya terutama. hehe
Every time I got home. I always fast-open this book. Do you know why? Because this book is very interesting story. As always wanted to read it many times. The story of a paris hilton' Indonesia being a girlfriend and later became the wife of a 'normal' indonesia guys
Pesan dari Bintang mempunyai plot yang sangat baik dan penuh dengan kejutan. A very pleasant book to read. Walaupun agak sedikit exhausting di tengah-tengah bukunnya karena cara penyelasain masalahnya agak njelimet dan tidak tuntas. Namun, ide dari buku ini udah sangat baik.
frienDShip means Love.. and Love meaNs fRiendship.. thats why we called "Teman Hidup" not "Kekasih Hidup".. Hmmm I love Niki anyway..so LoveLy and good sense of humoR..