Jump to ratings and reviews
Rate this book

Manusia Setengah Salmon

Rate this book
Nyokap memandangi penjuru kamar gue. Dia diam sebentar, tersenyum, lalu bertanya, ‘Kamu takut ya? Makanya belom tidur?’
‘Enggak, kenapa harus takut?’
‘Ya, siapa tahu rumah baru ini ada hantunya, hiiiiii...,’ kata Nyokap, mencoba menakut-nakuti.
‘Enggak takut, Ma,’ jawab gue.
‘Kikkikikiki.’ Nyokap mencoba menirukan suara kuntilanak, yang malah terdengar seperti ABG kebanyakan ngisep lem sewaktu hendak photobox. ‘Kikikikikiki.’
‘Aku enggak ta—’
‘KIKIKIKIKIKIKIKI!’ Nyokap makin menjadi.
‘Ma,’ kata gue, ‘kata orang, kalo kita malem-malem niruin ketawa kuntilanak, dia bisa dateng lho.’
‘JANGAN NGOMONG GITU, DIKA!’ Nyokap sewot. ‘Kamu durhaka ya nakut-nakutin orang tua kayak gitu! Awas, ya, kamu, Dika!’
‘Lah, tadi yang nakut-nakutin siapa, yang ketakutan siapa.’

*****

Manusia Setengah Salmon adalah kumpulan tulisan komedi Raditya Dika. Sembilan belas bab di dalam bercerita tentang pindah rumah, pindah hubungan keluarga, sampai pindah hati. Simak juga bab berisi tulisan galau, observasi ngawur, dan lelucon singkat khas Raditya Dika.

272 pages, Paperback

First published December 24, 2011

176 people are currently reading
2459 people want to read

About the author

Raditya Dika

16 books1,950 followers
Raditya Dika is an Indonesian comedy writer. His first book was a collection of his humorous blog entries, entitled Kambingjantan: Catatan Harian Pelajar Bodoh (Malegoat: Diary of a Stupid Student).

His second book chronicles his unbeliavebly jinxed love life, entitled Cinta Brontosaurus (Brontosaurus Love). Published a year following the success of his previous work. His latest books, bearing the title Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa (Radikus Makankakus: Not Your Ordinary Animal) & Babi Ngesot (Sliding Pig) follows the tone of his previous works.

All of his books targets the stupidity and self-depreciating ridiculousness of a boy trying to get to adulthood, along with the absurdity of everyday life.

Currently he's working as director and editor-in-chief Bukune Publishing House.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1,503 (27%)
4 stars
1,751 (31%)
3 stars
1,760 (31%)
2 stars
416 (7%)
1 star
101 (1%)
Displaying 1 - 30 of 374 reviews
Profile Image for winda.
357 reviews14 followers
March 1, 2012
..setiap tahunnya ikan salmon akan bermigrasi, melawan arus, berkilometer jauhnya hanya untuk bertelur....


..Di tengah berenang, banyak yang mati kelelahan. Banyak juga yang menjadi santapan beruang yang nunggu di daerah-daerah danngkal. Namun salmon-salmon ini tetap pergi, tetap pindah, apapun yang terjadi.


..Salmon mengingatkan gue kembali, bahwa esensis kita menjadi makhluk hidup adalah pindah. Dimulai dari kecil, kita pindah dari rahim ibu kita ke dunia nyata. Lalu kita pindah sekolah, lalu pindah pekerjaan. Dan, pada akhirnya, kita pindah hidup. Mati, pindah ke alam lain.


Untuk melakukan pencapaian lebih, kita tak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan.Mau tidak mau, kita harus seperti ikan salmon. Tidak takut pindah dan berni berjuang untuk mewujukan harapannya. Bahkan, rela mati di tengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkannya.



You can't always get what you want, but, if you try, sometimes you just might find you get what you need .

Profile Image for Lerisa.
34 reviews
June 27, 2012
Kok rasanya agak garing, ya??
Sori, bukan maksud ngkritik yang jelek jelek sih. Cuman saya ngerasa kalau Raditya Dika ini menulisnya seakan 'dipaksakan'.
Awalnya sih saya ketawa ngakak. Tapi lama kelamaan mulaut saya gak nyengir sama sekali. Cuman baca aja, dan nyatanya saya gak merasa terkesan.

Saya minjem novel ini dari temen saya. Kata temen saya novel Raditya Dika yang ini bagus dan curcol. Setelah menimang nimang membaca novel ini atau tidak. Karena tergoda dengan sampul Gagas yang keren (lagi!), saya memutuskan untuk meminjamnya.

Dan, yah..
saya sih ngebacanya sering dilewat lewat. Kalau gak ada yang bisa bikin ketawa dan garing, saya buka lagi bab baru. Kalau ada gambar gambar komiknya, saya baca juga, tapi bibir saya gak nyengir atau senyum sama sekali.

Gak tau deh. Mungkin saya yang aneh atau gak tau tren Buku tahun ini, tapi saya gak dapetin apa apa. Kesannya kak Radit ini memaksakan ceritanya agar terdengar lucu, padahal ceritanya gak lucu sama sekali.

Maaf, ini kan kritikan pribadi saya. Jika ada yang tidak senang, saya cuman bisa angkat jari dan bilang, peace ^__^v
Profile Image for Ainna Hutami.
1 review1 follower
April 18, 2013
Resensi Novel Manusia Setengah Salmon
Judul : Manusia Setengah Salmon
Penulis : Raditya Dika
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 264 halaman
Tahun Terbit : 2011

Setiap orang akan mengalami perpindahan didalam hidupnya, baik disadari ataupun tidak disadari. Manusia Setengah Salmon buku ke enam dari penulis komedi nomor satu di negri ini, yaitu Raditya Dika. Dalam buku ini terdapat 18 bab yang menceritakan makna sebuah kata ‘pindah’. Pindah rumah, pindah pekerjaan, pindah status dan pindah hati. Di bab terkahir ini ada maksud dari Manusia Setengah Salmon, berikut kutipannya:

“Padahal, untuk melakukan pencapaian lebih,
kita tak bisa hanya bertahan ditempat yang sama.
Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan
tanpa melakukan perpindahan. Mau tak mau, kita
harus seperti ikan salmon. Tidak takut pindah dan
berani berjuang untuk mewujudkan harapannya.
Bahkan rela mati ditengah jalan demi mendapatkan
apa yang diinginkannya.”[256]

Di dalam novel ini juga terselip pesan tentang kasih sayang seorang ibu yang tidak pernah luntur, di dalam bab Kasih Ibu Sepanjang Belanda. Didalam bab ini Raditya Dika menyadari makna kasih sayang ibu, dari temannya yang berkenalan saat di Belanda yaitu Perek, lalu Raditya Dika menyadari perhatian ibunnya yang masih ada dibandingkan Perek yang sudah meninggal. Dia berpikir bahwa semakin bertambah umur kita semakin dekat dengan orang tua kita bukannya malah menjauh dan risih dengan ditelfonnya setiap saat. Jadi “Sesungguhnya, terlalu perhatiannya orang tua kita adalah gangguan terbaik yang pernah kita terima”[134].(yang dulunya menurut Raditya Dika cukup mengganggu dan over protective).
Namun walau begitu raditya Dika tetap menyelipkan humor dalam novel ini, seperti dalam bab Ledakan Paling Merdu dia melakukan kentut bersama ayahnya, dan kegiatan itu merupakan kegiatan bersama yang jarang dia dapatkan bersama ayahnya karena sang ayah terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Di dalam bab ini pembaca akan tertawa tidak ada hentinya, walaupun beberapa kalimat nanti akan menimbulkan rasa jijik. Kemudian di bab Bakar Saja Keteknya di bab ini Raditya Dika merasa risih dengan sopir barunya yang bau ketek dan membuat Radit selalu kehilangan udara segar didalam mobilnya. Di bab ini juga keanehan dan kejadian lucu pun terjadi. Selanjutnya ada di bab Pesan Moral Dari Sepiring Makanan di dalam bab ini Raditya Dika bersama keempat adiknya sedang mencari makanan yang enak yang berada di Italia dan mereka nyasar, kejadian nyasar mebuat perut pembaca pasti terasa kaku kemudian ketemu rumah makan yang sederhana di pinggir jalan dan rasanya tak kalah enak dengan restoran berbintang. Sedangkan kejadian di indonesia disalah satu restoran makanan fast food ada kejadian yang benar-benar lucu yang dilakukan oleh pelayan restoran itu. Ada juga bab yang aneh yaitu Jomblonology di bab ini ada skripsi yang dibuat Raditya Dika yang berjudul Hubungan Antara Potongan Rambut Model Tentara dan Pasangan yang Kebanyakan Bedak. Ada juga bab yang konyol seperti Interview With The Hantus, Lebih Baik Sakit Hati, Terlentang Melihat Bintang, Hal-hal yang Seharusnya Tidak Dipikirkan tapi Entah Kenapa Kepikiran, Tarian Musim Kawin. Seperti bab-bab sebelumnya bakalan ketawa habis-habisan. Selain tulisannya yang berbau bijak dan humor Raditya Dika juga menyuguhkan tulisan yang beraliran galau. Seperti dalam bab Sepotong Hati di Dalam Kardus Cokelat, Penggalauan, Mencari Rumah Sempurna, Manusia Setengah Salmon, Serupa Tapi Emang Beda. Membuat para pembaca tenggelam dalam kegalauan hati yang sempurna.
Kelebihan dari novel ini adalah gaya bahasa yang mudah dimengerti, bisa membuat para pembaca memahami situasi cerita dari setiap bab, dan kata-katanya tidak ambigu sehingga memudahkan para pembaca dalam memahami maksud dari novel tersebut. Juga mampu mengocok perut pembaca dengan gaya komedi khas Raditya Dika, namun juga mampu menimbulkan efek galau saat membaca. Kekurangan dari novel ini adalah kebanyakan komediannya bisa ditebak dan membuat garing para pembacanya. Pesan moral dari setiap bab ataupun dalam keseluruhan bab belum bisa tersampaikan dengan baik.
5 reviews2 followers
December 29, 2012
What a great book!sukses membuat imajinasi kita bermain-main. Langsung saya mulai.
Bagaimana rasanya ditinggalkan oleh orang yang kita cintai? Sedih, marah, atau kecewa? Beragam jawaban yang kita dapat, nampaknya belum cukup untuk menggambarkan isi hati seseorang. Tapi, pernahkah kita berpikir bahwa sebenarnya dibalik semua kekecewaan yang kita dapatkan, ada satu celah yang bila dirasakan secara lebih mendalam, akan menimbulkan sensasi humor yang luar biasa menghibur? Nah, Manusia Setengah Salmon telah membuktikannya.
Terlahir ke dunia nyata pada tanggal 24 Desember 2011, Manusia Setengah Salmon hadir seraya mengiringi pergantian tahun. Satu momen ketika manusia berpesta merayakan sebuah perpindahan dari tahun yang lama ke tahun yang baru. Manusia Setengah Salmon sukses mengambil titik ‘perpindahan’ tersebut dengan sangat elegan dan mengharukan.
Seperti pada buku-buku sebelumnya, Raditya Dika tetap mempertahankan materi humor kental ditambah gaya bahasa yang khas di buku Manusia Setengah Salmon ini. Lucu, nyeleneh, dan tentu saja menghibur. Sumber inspirasinya juga tetap sama, mengenai literatur kehidupan sang penulis itu sendiri. Oleh karena itu, buku ini tergolong ke dalam kategori personal literature atau biasa disebut PELIT.
Tetapi, ada satu hal yang membuat buku ini nampak berbeda dari buku-buku sebelumnya. Manusia Setengah Salmon bukan hanya sekedar novel komedi belaka. Bukan hanya kumpulan kalimat candaan yang tidak bermakna. Buku ini menonjolkan unsur kehidupan sosial dalam balutan humor. Menceritakan tentang berbagai macam hal menyedihkan yang sebenarnya ada celah dan pelajaran yang bisa kita ambil dari hal-hal tersebut.
Salah satu bagian yang menjadi primadona adalah ketika Raditya Dika mencoba menceritakan tentang kegelisahannya sewaktu ia baru saja ditinggalkan oleh kekasihnya. Sama seperti kebanyakan orang, hal pertama yang dirasakan ketika putus cinta adalah kesedihan, kegalauan, dan kekecewaan. Tapi, Manusia Setengah Salmon berhasil meyakinkan bahwa tidak semua hal menyakitkan harus berakhir dengan kesedihan. Seperti pada cerita yang berjudul Sepotong Hati di Dalam Kardus Cokelat. Bercerita tentang dua peristiwa yang sama tapi berbeda konteks, putus cinta dan pindah rumah. Secara kontekstual, tidak ada kesamaan antara keduanya. Tetapi buku ini secara gamblang menjelaskan bahwa kedua peristiwa  tersebut adalah hal yang serupa. Iya, perpindahan.
“Putus cinta sejatinya adalah sebuah kepindahan. Bagaimana kita pindah dari satu hati, ke hati yang lain. Kadang kita rela untuk pindah, kadang kita dipaksa untuk pindah oleh orang yang kita sayang, kadang bahkan kita yang memaksa orang tersebut untuk pindah. Ujung-ujungnya sama: kita harus bisa maju, meninggalkan apa yang sudah menjadi ruang kosong.”
Raditya Dika mengibaratkan putus cinta sama halnya dengan pindah rumah. Saat dimana seseorang harus bisa merapikan barang-barang dan memasukkannya ke dalam sebuah kardus untu nantinya diikat dan tidak pernah tahu kapan kardus itu akan dibuka. Sama seperti putus cinta bukan?
Maka dengan cerdas, kegelisahan ini langsung dialihkan melalui sebuah dialog antar tokoh dengan menyelipkan beberapa banyolan ringan yang sama sekali tidak melunturkan efek mellow dari cerita tersebut.
Hingga pada akhirnya, cerita tentang ‘perpindahan’ ini diakhiri dengan sebuah paragraf singkat.
“Gue berhenti melamun, melanjutkan memasukkan beberapa buku ke kardus. Lalu, gue melihat Nyokap, mengangguk pelan. Kardus terakhir gue tutup dengan lakban, lalu gue angkat untuk bergabung dengan yang lainnya. Sambil berharap, tidak ada yang tertinggal.”
Materi lain yang membedakan Manusia Setengah Salmon dengan buku-buku sebelumnya adalah penonjolan unsur kekeluargaan. Ada salah satu cerita, yang nampaknya didedikasikan untuk Ibu dari sang penulis. Judulnya adalah Kasih Ibu Sepanjang Belanda. Disini diceritakan tentang perjalanan penulis selama seminggu di negeri Belanda. Namun selama itu, Raditya Dika selalu saja dihubungi oleh Ibunya karena khawatir akan keadaannya. Berkali-kali sampai akhirnya ia memutuskan untuk tidak mempedulikan bunyi telepon. Singkat cerita, ada sebuah peristiwa yang akhirnya menyadarkannya bahwa sebenarnya terlalu perhatiannya orangtua adalah gangguan terbaik yang pernah kita terima.Selain dua materi diatas, ada juga beberapa cerita yang memang dirancang khusus untuk membuat pembaca tertawa terbahak-bahak. Murni komedi dan tentu saja menyegarkan.
Satu poin yang sekali lagi menjadikan buku ini sangat direkomendasikan untuk dibaca adalah penempatan urutan cerita. Penulis berhasil membuat perasaan pembaca naik turun. Tidak melulu sedih dan tidak melulu tertawa terbahak-bahak. Ada kalanya dimana sebuah cerita yang termasuk dalam kategori mengharukan diletakkan berdekatan dengan cerita murni komedi. Bisa disebut permainan rasa.
Profile Image for Reza Irfansyah.
2 reviews1 follower
January 27, 2013
Hari demi hari berbagai perubahan terjadi. Kumis mulai tumbuh, jerawat menyebar, Pindah rumah, melanjutkan sekolah ke tahap yang lebih tinggi, bahkan pindah ke lain hati. Hal-hal tersebut yang coba diceritakan oleh Raditya Dika dalam bukunya Manusia Setengah Salmon.

Esensi hidup menurut Dika adalah pindah. Ya, pindah alias bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Bisa pindah ke rumah baru, maupun ke hati yang baru. Seperti tertulis dalam bab berjudul sepotong hati di dalam sekardus cokelat. Kondisi rumah yang dirasa sempit untuk dihuni keluarganya membuat mereka harus pindah. Dan kata Dika dalam buku ini, seperti tumah ini yang jadi terlalu sempit buat keluarga kami, gue juga menjadi terlalu sempit buat Dia. Dan, ketika sesuatu sudah mulai sempit dan tidak nyaman, saat itulah seseorang harus pindah ke tempat yang lebih luas dan (dirasa) cocok untuk dirinya. Hmmmhh dalem banget ya.

Kisah lainnya yang menurut saya cukup menarik yaitu pada bab kasih ibu sepanjang Belanda. Ketika itu Dika menjadi perwakilan mahasiswa Indonesia yang belajar di Belanda sekitar 2 minggu. Mulai tidak bisa bahasa Belanda, cuman bisa ngomong “godverdomme” (cari artinya sendiri), berkenalan dengan orang ceko bernama Perek, sampai dikira pengen merkosa perempuan gara-gara si Dika ngikutin cewe itu karena lupa jalan pulang ke wisma..hahaha.. seperti biasa Dika selalu menceritakan kekonyolannya detail sekali dengan banyak bumbu-bumbu humor dengan diksi yang menarik. Oh ya pada bagian ni juga Dika menyadari bahwa jika kita semakin dewasa, kita pengen sebisa mungkin mandiri. Jauh dari orangtua, tapi sebenarnya hal itu bertolak belakang. Makin dewasa, justru kita semakin ingin dekat dengan orangtua kita. Kita tak mungkin selamanya bisa bertemu dengan orangtua. Kemungkinan terbesar orangtua bakalan ninggalin kita duluan. Dan kalau hal ini terjadi sangat tidak mungkin bagi kita untuk mendengar suara menyebalkan mereka kembali. Seseungguhnya terlalu perhatiannya orangtua kepada kita adalah gangguan terbaik yang pernah kita terima.

Buku ini cocok buat temen-temen yang lagi galau, ga punya kegiatan, apalagi pacar. Cocok banget dibaca saat sabtu malam (bukan malam minggu)…
Profile Image for Chaira.
10 reviews1 follower
August 30, 2012
Dan seperti biasa, Raditya Dika selalu bisa membuat saya tertawa. Meskipun kali ini terasa lebih 'sopan' dan lebih banyak pesan moralnya, tapi tetap saja mampu menjadikan saya sejenak lupa pada hal-hal yang bikin lara.

"‎"Ketika gue melangkah keluar dari museum seni di Belgia, gue berpikir ulang tentang konsep mandiri. Seharusnya, semakin tua umur kita, kita TIDAK semakin ingin mandiri dari orangtua kita.
Sebaliknya, semakin bertambah umur kita, semakin kita DEKAT dengan orangtua kita.
Kita nggak mungkin selamanya bisa ketemu dengan orangtua. Kemungkinan yang paling besar adalah orangtua kita bakalan lebih dulu pergi dari kita. Orangtua kita bakalan meninggalkan kita, sendirian. Dan kalau hal itu terjadi, sangat tidak mungkin buat kita untuk mendengar suara menyebalkan mereka kembali. Gue nggak mau suatu malam, setelah Nyokap pergi, gue melihat handphone dan berpikir seandainya gue bisa dengar suara Nyokap sekarang. Saat ini juga, gue pengin setiap waktu yang gue habiskan, gue bisa habiskan dengan mendengar Nyokap berkali-kali nelpon dan nanya, 'Kamu lagi apa?'
Sesungguhnya, TERLALU perhatiannya orangtua kita adalah gangguan terbaik yang pernah kita terima."

(Raditya Dika, Manusia Setengah Salmon)"
Profile Image for Hairi.
Author 3 books19 followers
April 23, 2012
Ini buku Raditya Dika yang pertama saya baca. Walau dulu pernah begitu tertarik dengan yang namanya Marmut Merah Jambu, tapi sy tak berhasil menemukan buku itu sehingga urung membelinya. Maka... Jadilah Manusia Setengah Salmon adalah buku Raditya Dika yang pertama.

Sempat begitu tertarik dengan buku ini ketika membaca satu resensi di mana di situ dikatakan kalau buku Radit yang satu ini beda dengan buku2nya terdahulu. Katanya di sini si radit jadi lebih dewasa gitu.... Dan ada pemikiran2 bijak yang bisa ditemukan di bukunya. Hal ini bikin sy kepengiiin banget baca bukunya Radit ini. Tapi buat membelinya kok masih rada berat yaa...

Maka tak berlebihan dong jika sy merasa senang luar biasa sewaktu sepupu sy bilang dia membeli buku ini. Yay... sy udah mesan mau pinjam. Tapi tunggu punya tunggu, pinjaman tak kunjung datang. Mungkin sepupu sy trauma kali yaa, beberapa buku yang sy pinjam dari dia lama banget baru balik. hehehe....

Dan akhirnya buku itu berhasil diantarkannya ke rumah sy, dengan iming2, sy pinjamnya satu hari aja. Hehehe... Berhubung punya waktu yang agak luang, jadi sy berani meminjam satu hari itu dan juga dengan keyakinan, sy bisa membaca buku itu secara cepat tanpa disergap bosan. Dan ternyataa... ya memang sy bisa menyelesaikan buku itu dengan cepat. Tanpa disergap bosan. Bukunya menarik? Yaa... enak sih dibacanya. Ada lucu2nya juga tentu, ada pesan moralnya juga.

Buku ini terdiri dari berbagai cerita.. macam2 deh.. ada tentang pindah rumah, pindah hati, tentang PDKT temannya si Radit yang namanya Trisna, ada cerita tentang sopirnya, ada cerita tentang kebiasaan ayahnya dan sepertinya yang rada banyak adalah cerita tentang nyokapnya yah... Yang paling ngebosanin dan bikin sy ngantuk cerita tentang Jomblonology itu.

Hadoh... sy mau cerita apa yah? Seperti biasa kalau buku pinjaman kan sy mau nulis review yang lengkap jadi kalau agak lupa2 gitu dengan ceritanya kan tinggal dilihat reviewnya karena ga bisa ngambil bukunya.

Oya... di sini juga Radit cerita tentang selera makan. Wuiiih... sy sih percaya benar kalau soal makan ya masalah selera. Kalau orang suka ama jenis makanan tertentu.. belum tentu qta suka. Begitu juga sebaliknya. Ah... ini sih semua orang juga tahu yaa... Di sini juga diceritakan si Radit :)

Ah ya, pada bagian makanan Radit juga bercerita tentang salah satu resto yang menyajikan pizza yang para pelayannya kelewat ramah. Ahahaha... sy tau lah apa restoran itu. Humm... benar juga sih apa kata Radit terkadang yang serba terlalu itu ga bagus. Sy jadi punya cerita sendiri tentang ini. Tapi penggambaran Radit (atau imajinasinya?) kadang malah sy ngerasanya terlalu lebay...

Trus pada bab Kasih Ibu Sepanjang Belanda... Ini bab favorit sy nih. Berkisah tentang perhatian2 nyokapnya radit yang radit merasa terganggu akan itu.. Dan kemudian.. di ending bab ini radit memberikan kesimpulan yang menarik

Seharusnya semakin tua umur kita, kita tidak semakin ingin mandiri dengan orangtua kita.
kita gak mungkin selamanya bisa ketemu dengan orangtua. Kemungkinan yang paling besar adalah orangtua kita bakalan lebih dulu pergi dari kita. Orangtua kita bakalan meninggalkan kita, sendirian. Dan kalau hal itu terjadi, sangat tidak mungkin buat kita untuk mendengarkan suara menyebalkan mereka kembali.

Sesungguhnya, terlalu perhatiannya orangtua kita adalah gangguan terbaik yang pernah kita terima.

Kemudian di tulisan yang berjudul Rumah yang Sempurna. Di sana Radit menganalogikan pindah rumah, beradaptasi dengan rumah yang baru seperti dengan pindah hati atau mencari seseorang yang baru. Sy sih ya ga sepaham dengan pacarannya.. mungkin lebih ke jodoh kali yaa... kalau rumah adalah dia. Karena dia adalah tempat gue pulang. Karena, orang terbaik buat kita itu seperti rumah yang sempurna. Sesuatu yang bisa melindungi kita dari gelap, hujan dan menawarkan kenyamanan.

Dan tulisan terakhir yang menjadi penutup adalah tulisan yang berjudul Manusia Setengah Salmon... Tentang Radit yang datang ke pesta kawinan temannya dan kemudian bertemu dengan temannya yang lain yang udah punya anak.. Dan kemudian dia berpikir, betapa semuanya telah berubah.. Dulu masih asyik main2, sekarang mereka udah punya kehidupan sendiri, punya istri dan anak. Ahaha... Sy juga kerap berpikir seperti ini. :)


Kenapa memakai kata salmon? Ini berdasarkan ketika si Radit menonton Discovery Channel. Saat itu, Discovery Channel sedang membahas tentang ikan salmon. “Setiap tahunnya, ikan salmon akan bermigrasi, melawan arus sungai, berkilometer jauhnya hanya untuk bertelur. Beberapa spesies, seperti Snake River-Salmon bahkan berenang sepanjang 1.448 kilometer. Di tengah berenang, banyak yang mati kelelahan atau menjadi santapan beruang yang menunggu di daerah-daerah sungai yang dangkal. Namun, salmon-salmon itu tetap pergi, tetap berpindah, apa pun yang terjadi.

Hingga kemudian hal itu membuat raditya Dika mengambil kesimpulan.. kalau Hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara proses perpindahan yang satu dengan yang lainnya. Kita hidup di antaranya.


Tidak ada kehidupan yang lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan. Mau tak mau, kita harus seperti ikan salmon. Tidak takut pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapan. Bahkan rela mati di tengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkan.

Gue jadi berpikir, ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, gue gak perlu menjadi manusia super. Gue hanya perlu menjadi manusia setengah salmon: berani berpindah.
Profile Image for Ayu Larasati.
15 reviews2 followers
January 24, 2013
// HAL-HAL YANG TIDAK SEHARUSNYA DIPIKIRKAN TAPI ENTAH KENAPA KEPIKIRAN//

'Jika saya memasukkan Kalpanax ke dalam sup jamur, apakah sup tersebut akan lenyap?'

'Pasangan yang sempurna adalah yang bisa ditelpon kapan pun, disuruh ke rumah kapan pun, dan mencoba memenuhi keinginan kita. Maka, pasangan yang sempurna adalah mas-mas mekdi'

'Jika kamu mencintai seseorang, maka bebaskanlah dia, kecuali dia sedang di penjara.'

// SERUPA TAPI EMANG BEDA //

'Pacaran: beli baju sama pacarnya. LDR: dikirimin baju sama pacarnya. Jomblo: pinjem baju tetangga.'

'Pacaran: kencan sambil gandengan di kebun binatang. LDR: kirim-kiriman foto binatang lucu. Jomblo: diseruduk banteng.'

Tiap malam ditelpon. Pacaran: 'Makasih buat hari ini ya, Sayang.' LDR: 'Cepat-cepat ketemu aku ya.' Jomblo: 'Ayamnya yang krispi aja, Mbak.'

// MANUSIA SETENGAH SALMON //

"Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti. Kalau pindah diidentikkan dengan kepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya..... Padahal, untuk melakukan pencapaian lebih, kita tak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan lebih baik yang bisa didapatkan tanpa melakukan perpindahan.
Gue jadi berpikir, ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, gue gak perlu menjadi manusia super. Gue hanya perlu menjadi manusia setengah salmon: berani pindah.
Profile Image for Mery.
Author 40 books218 followers
January 15, 2012
Sebenernya ga kepengen baca ini. Walaupun entah kenapa aku beli bukunya. Cover bukunya juga "enggak banget" buat dilihatin. =.=

Alasan yang memaksaku baca buku ini adalah : adik bungsuku.
Bukan karena dia berubah jadi marketing pribadi dika dan nyuruh-nyuruh aku baca buku ini. Tapi justru karena dia mau baca, jadi aku baca duluan deh.
Ini biasanya emang aku lakuin kalau dia tiba-tiba kepingin baca buku yang ada di rakku dan belum kubaca. Kayak beberapa komik indonesia yang isinya kadang suka nyeleneh. Jadi sebelum dia baca dan menemukan hal aneh, mending kakaknya dulu kan? :P

Dan isi buku ini lumayan lah... bukan lumayan jorok, tapi lumayan ngehibur walau agak garing juga.

Dan entah mengapa aku nangkapnya gaya bahasa dika agak beda. Mungkin pengaruh pengalaman nulis juga kali ya. Dulu masih agak blakblakan, sekarang bahasanya lebih bagus. Lebih baku.
Paling suka yang tentang pindah rumah, di belakang. Ga nyangka, Dika bisa ngasih pesan positif juga buat pembacanya..... dan ini bikin aku sadar: jangan menjudge orang dari twitternya.

sekian. ;D
Profile Image for hans.
1,160 reviews152 followers
September 22, 2012
Okay. Tidak bosan. Menyenangkan. Tapi, tidak boleh lawan Marmut Merah Jambu.
2 reviews
August 1, 2025
Baca ini lumayan terhibur, ternyata jokesnya Bang Radit cukup masuk di aku wkwkwk
Profile Image for avizena zen.
207 reviews5 followers
March 9, 2025
Buku ketiga Raditya yang saya baca. Masih konsisten lucunya.

Yang patut di-highlight di buku ini adalah kedekatan Raditya dengan kedua orang tuanya. Salut!
Profile Image for Dita  Hersiyanti.
11 reviews
December 26, 2011
Aku baru beli buku ini tadi sore (lah terus kenapa :P)

Dan aku sangat menyukainya!

Dengan gaya khas Bang Dika yang konyol, terkadang suka menjelek-jelekkan diri sendiri dengan gayanya yang nyeleneh tapi asik, buku ini sukses membuatku tersenyum-senyum sendiri, namun ada beberapa bab yang bikin aku terharu, galau, sampe aku berpikir "Ini aku banget, nih...". Bahkan, ada kata-kata "penggalauan" di buku ini yang memang pas dengan apa yang aku alami sekarang ini.



Setelah membaca buku setebal kurang-lebih 264 halaman ini, garis besar yang tersirat di buku ini secara jelas, menceritakan tentang perpindahan yang selalu dialami manusia sepanjang hidupnya, baik itu pindah rumah, maupun pindah hati...

Sama seperti ikan salmon yang selalu berpindah-pindah hanya untuk bertelur...

Ini kutipan favoritku dari buku ini:


:)
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
January 21, 2012
Raditya Dika is back! However, he doesn't come back with a vengeance. Buku "Manusia Setengah Salmon"nya kali ini terasa lebih berat (baca: kurang lucu) dari buku-buku sebelumnya. Entah apakah ini faktor usia Radit yang sudah tidak muda lagi sehingga pemikirannya menjadi lebih serius (baca:galau), ataukah kesibukannya yang membuatnya kurang waktu menulis sehingga hasil tulisannya kurang semenggigit biasanya. Entahlah.

Isi bukunya sendiri cukup naik turun. Ada cerita yang menarik, seperti "Jomblonology", "Mencari Rumah Sempurna", dan "Manusia Setengah Salmon", tapi ada beberapa cerita yang terasa "gak banget" seperti "Ledakan Paling Merdu" dan "Interview With The Hantus".

Secara keseluruhan, saya rasa Raditya Dika sedang berada dalam masa transisinya. Bukan, bukan jenis kelaminnya yang bertransisi, tetapi kehidupannya. Hal ini tercermin dari buku ini yang terasa lebih galau daripada buku-buku sebelumnya.

Yang terakhir, saya mendoakan semoga Mas Radit cepat sembuh dari penyakit kulit yang dideritanya sebagaimana yang terlihat di cover buku ini.
Profile Image for Sigit Wahono.
11 reviews13 followers
March 30, 2012
Manusia Setengah Salmon adalah buku pertama Raditya Dika yang saya baca. Meski sudah familiar dengan penulis satu ini sejak Kambing Jantan booming beberapa tahun lalu, baru sekaranglah saya membaca karyanya.

Gaya tulisannya yang ringan,sesuai umurnya, lebay nan galau.. Kocak abis.. Karyanya kali ini cocok bagi kami para galau-ers yang lagi mencoba untuk move on. Mungkin, dia juga mengalami galau berkepanjangan setelah beberapa saat lalu sempat gagal menjalin kisah cinta dengan penyanyi muda yang lagi naik daun.. Atau mungkin galau dengan yang lainnya.. We don't know..

Sama seperti sakit gigi karena tumbuhnya geraham bungsu sebagai pertanda kedewasaan. Curhatan blog nya kali ini sebagaian mengenai sakitnya ketika gagal menjalin hubungan. Tapi tidak hanya itu, beberapa tulisan membawa tema tentang susahnya seseorang untuk move on karena hati yang masih berada di masa lalu atau secara gak sadar kita selalu membandingkan orang baru yang kita temui dengan seserong di masa lalu, mantan kita.. Radit mengambil perbandingan dengan mencari hati baru dengan mencari rumah baru.. Good Jobs..
Profile Image for B-zee.
580 reviews70 followers
December 2, 2012
Dipinjamkan oleh seorang teman dari jauh. Untuk obat stress katanya.

Ini adalah buku kedua Raditya Dika yang kubaca, setelah Marmut Merah Jambu. Entah karena mind set saya yang sudah berubah, atau memang buku ini lebih sulit dinikmati. Tetap dengan gaya penulis yang apa adanya, dengan celetukan-celetukan lucu, dan di beberapa bagian saya bisa tertawa. Namun, beberapa kali pula saya temukan bagian yang 'terlalu dibuat bijaksana', mungkin karena penulis kurang piawai untuk menjadi bijak (peace!), hasilnya justru membosankan.

Akan tetapi, tetap saja Raditya Dika bisa memberikan perenungan tentang kehidupan, yang berasal dari pengalamannya sehari-hari, baik yang konyol, lucu, sedih, diramu dalam satu jalinan yang memiliki benang merah. Itulah salah satu yang saya acungi jempol. Tidak ada yang istimewa dari penulisannya, hanya isinya saja.

"Gue jadi berpikir, ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, gue gak perlu menjadi manusia super. Gue hanya perlu menjadi manusia setengah salmon: berani pindah." (p.256)
Profile Image for Rigo Tahapary.
16 reviews
March 27, 2013
Buku pertama dari bang Radit yang gue baca (dan beli). Iya, gue tau itu udah telat sangat. Soalnya ekspektasi gue rendah banget buat buku-bukunya bang Radit semenjak gue nonton (iya, nonton) Kambing Jantan The Movie, yang sama sekali nggak seru (yeah, opini pribadi).
Lantas semenjak gue sadar kalo buku dan film adalah dua entitas yang jelas berbeda, gue kasih kesempatan buat bukunya bang Radit buat gue beli.
Nggak sadar, tiba-tiba koleksi buku Bang Radit (yang non-komik) di lemari gue udah nyaris lengkap aja. Salut buat bang Radit (y).
Profile Image for Haris Firmansyah.
Author 12 books35 followers
July 6, 2015
Mulai dewasa, makin sok bijak. Dan entah kenapa, saya kangen dengan komedi tanpa hati-nya Raditya Dika. Lebih puas ketawanya ketika dia sadis dalam berkomedi kayak di Babi Ngesot dan Kambing Jantan.
Profile Image for Rezza Dwi.
Author 1 book277 followers
November 25, 2016
Re-read. Cerita pembuka yang tentang kebiasaan bokap kentut di pagi hari itu rasanya sesuatu sekali. Paling inget cerita yang itu, tapi baca ulang pun tetep ketawa. Absurd tapi dibikin berfilosofi(?)
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
May 5, 2015
read more: http://www.kubikelromance.com/2012/07...

Lumayan lama juga nggak baca tulisannya Raditya Dika baik buku ataupun blognya, kemaren sempet ngintip sebentar blognya dan menemukan tulisan yang cukup memotivasi, bulan puasa buat dia adalah bulan yang produktif buat nulis, dan saya ingin mengikuti jejaknya, hahaha. Kebetulan banyak sekali buku yang belum saya review karena ngebut baca, hampir 30an buku yang belum saya review dan cukup bingung mau memulai yang mana, maka dari itu saya mengikuti jejak Radit untuk produktif baik membaca ataupun menulis review di bulan yang penuh berkah ini, itung-itung nunggu buka puasa, terlebih yang menulis review. Karena jadwal kerja saya yang tak beraturan, saya berencana menulis kalau libur, biasanya sih juga gitu, untuk memaksimalkan waktu luang saya akan usahakan kalau nggak bisa onlen kompi saya akan menulis di kertas dulu, buat penggemar Kutu Bokek dan Kubikel Romance nantikan ya, ngabuburit baca review buku :)
Buku terakhir Raditya yang saya baca adalah Marmut Merah Jambu, buku komedi yang berisi tentang cinta, kalau buku ini bertema dengan pindah.
Manusia Setengah Salmon adalah kumpulan tulisan komedi Raditya Dika. Sebilan belas bab di dalam bercerita tentang pindah rumah, pindah hubungan keluarga, sampai pindah hati. Simak juga bab berisi tulisan galau, observasi ngawur, dan lelucon singkat khas Raditya Dika.
Saya suka temannya, pindah. Kebetulan saya agak mempunyai masalah dengan kata itu. Dulu waktu kecil pas pindah rumah saya sempet sakit berhari-hari. Kemudian pas pindah dari SD ke SMP saya juga sakit, untungnya sudah bisa menyesuaikan ketika pindah ke SMA dan perguruan tinggi, hehe, mau nggak mau umur yang bekerja. Kemudian pas saya dapet panggilan kerja di Jakarta saya nggak krasan, padahal baru satu hari saya sudah homesick, nggak cocok jauh dari rumah.
Di buku ini kita akan menemui bentuk-bentuk pindah, walaupun nggak semuanya berisi tentang kepindahan. Di bab Sepotong Hati Di Dalam Kardus Coklat kita mendapatkan cerita ketika Radit putus cinta, pindah hati pada pertengahan 2009 dengan alasan tidak ada lagi kecocokan.
Di kehidupan nyata, pada umumnya ketika cowok diputusin sama ceweknya, dia pasti akan setengah mati berusaha untuk gak nangis. Si cowok akan sedapat mungkin stay cool, supaya gak kelihatan cemen. Harga diri lebih penting daripada sakit hati.
Hahaha, putusnya lempem aja gitu, nggak ada banyak kata, yah mungkin meminimalisir sakit hati kali ya. Tapi sakitnya setelah itu, kita akan kepikiran terus sama si mantan, apa-apa yang kita lakukan pasti teringan sama mantan, betul itu?
PUTUS cinta seperti disengat lebah. Awalnya, tidak terlalu berasa, tetapi lama-kelamaan bengkaknya mulai terlihat.
Di bab itu juga, ibunya Radit juga mengusulkan untuk pindah rumah karena rumah yang mereka tempati sepuluh tahun terakhir itu tidak cukup besar untuk saudara-saudara Radith yang sudah mulai dewasa.
Putus cinta sejatinya adalah sebuah kepindahan.
Bagaimana kita pindah dari satu hati, ke hati yang lain. Kadang kita rela untuk pindah, kadang kita dipaksa untuk pindah oleh orang yang kita sayang, kadang bahkan kita yang memaksa orang tersebut untuk pindah. Ujung-ujungnya sama: kita harus bisa maju, meninggalkan apa yang sudah menjadi ruang kosong.
Cerita pindah selanjutnya saya temukan di bab Kasih Ibu Sepanjang Belanda. Bagian ini sebelumnya sudah pernah saya baca di novel The Journeys. Kalau sebelumnya tentang pindah hati dan pindah rumah, kali ini kita mendapatkan cerita tentang pindah hubungan keluarga. Semakin kita dewasa, seharusnya kita lebih mendekatkan diri ke orang tua kita, itulah pesan yang saya tanggap. Ceritanya ketika Radit umur 22 tahun mendapatkan beasiswa summer course ke Belanda selama dua minggu. Nyokapnya radit terkenal punya perhatian yang terlalu besar kepada anak-anaknya, dan itu cukup menganggu Radit, awalnya. Kemudian dia sadar, seharusnya bersyukur karena ada orang yang selalu mengkhawatirkannya.
Sesungguhnya, terlalu perhatiannya orangtua kita adalah gangguan terbaik yang pernah kita terima.
Di bab Ledakan Paling Merdu kita juga mendapatkan pindahnya hubungan dengan bokapnya Radit, dulu mereka sering olahraga bareng untuk mengeluarkan kentut di pagi hari, tapi semenjak Radit mulai tenar, kebiasaan itu jarang mereka lakukan bersama. Cukup membuat saya ngakak.
Di bab Mencari Rumah Sempurna isninya nggak jauh beda dengan bab Sepotong Hati Di Dalam Kardus Coklat, bercerita tentang pindah rumah dan pindah hati. Akhirnya nyokap Radit menemukan rumah idaman namun Radit belum begitu nyaman dengan rumah barunya itu, dia masih nyaman dengan rumah lamanya.
Saat ini, gue jadi berpikir, proses pindah hati juga seperti pindah rumah. Terkadang, kita masih membanding-bandingkan siapa pun yang kita temui dengan mantan pacar. Ketika kenalan sama seseorang, kita membandingkan dengan kebiasaan mantan pacar kita. Kita membandingkan secara sadar ataupun tidak, cara mereka berjalan, cara mereka berbicara, bahkan cara mereka mengakhiri pembicaraan di telepon. Seperti lazimnya orang yang masih terjebak di dalam masa lalu. Orang yang lebih baru pasti kalah sama mantan pacar kita yang sudah lama itu.
Ini mungkin alasan kenapa susah banget buat gue untuk menemukan yang baru, karena perjuangan untuk pindah adalah perjuangan untuk melupakan.
Sebenernya bab di atas yang terasa sekali aura kepindahannya dan juga bagian terakhir dari review ini, bab lainnya lebih banyak bercerita tentang kacaunya hidup Radith, haha. Ada tulisan-tulisan singkat, contohnya di bab Akibat Bertanya ke Orang yang Salah Tentang Ujian, bab yang berisi pertanyaan-pertannyaan followers @radityadika pas musim ujian, tentu dijawab dengan ngasal. Hal-Hal yang Tidak Seharusnya Dipikirkan Tapi Entah Kenapa Kepikiran, hal absurb yang kok bisa-bisanya kepikiran? contohnya: Jika saya memasukkan Kalpanax ke dalam sup jamur, apakah sup tersebut akan lenyap? Trus ada percakapan yang lebih absurb lagi di bab Interview With The Hantus, hahaha saya suka tokoh Genderuwo atau biasa dipanggil Uwo, sekarang dia udah nggak gimbal lagi rambutnya, cocok untuk menjadi duta shampo selanjutnya XDD. Bab Emo...Emo...Emo...Emoticon! pasti udah nggak asing lagi bagi para alay. Terlentang Melihat Bintang adalah bab dimana kamu bisa menjadi atlet gulat internasional, tipsnya dijamin tokcer :D. Dan untuk yang suka galau pasti suka baca bab: Penggalauan. Kasih contoh lagi bagian yang saya suka:
"Jatuh cinta itu musuh akal sehat."
"Naksir diam-diam itu komedi putar. Seakan berjalan, tetapi sebenernya tidak kemana-mana."
Ada satu bab lagi bab yang mungkin nggak asing bagi yang suka twitteran: Serupa tapi Emang Beda.
Pacaran: beli baju sama pacarnya. LDR: dikirimin baju sama pacarnya. Jomblo: minjem baju tetangga.
Pacaran: pelukan pas nonton konser. LDR: telepon-teleponan pas nonton konser. Jomblo: jadi calo tiket.
Ngomongin soal jomblo, ada dua bab yang berkaitan dengan tema itu: Tarian Musim Kawin dan Jomblonology. Di t
arian Musim Kawin kita akan mendapat tips gimana caranya menarik perhatian orang.
Inilah sesungguhnya tujuan dari PDKT: agar kita bisa membedakan antara orang yang kita mau dengan orang yang kita butuhkan.
Prof. Dr. Raditya Dika, MBA., Msc., McD Delivery Service akan memperkenalkan Jomblonology, sebuah bidang keilmuan yang mempelajari segala sesuatu tentang jomblo. jadi untuk fakir asmara, jangan patah semangat dulu, kalian masih mempunyai harapan dengan adanya paper yang dibuat Prof. Dr. Raditya Dika, MBA., Msc., McD Delivery Service di buku ini. Semangat!
Dan bagian yang membuat saya terpingkal-pingkal adalah Bakar Saja Keteknya dan Lebih Baik Sakit Gigi.
'Pak...'
'Ya, kenapa, bang?' tanya dia, sambil mengecilkan suara radio.
'Bapak tahu bunga bangkai nggak?'
'Bunga yang bau itu? Tahu.'
'Nah, gimana, sih caranya caranya supaya bunga itu enggak bau lagi?'
Gue berharap Pak Sugiman akan berkata bahwa harusnya bunganya disemprot dengan zat penghilang bau. Gak taunya, Pak Sugiman malah berkata mantap, 'Dibakar aja, Bang.!'
Kita sama-sama diam.
Ini berbeda sekali dengan jawaban yang sudah gue siapkan. Sekarang gimana? Masak gue harus bilang, 'Nah, bayangkan bunga bangkai itu ketek Bapak, sekarang silahkan bakar ketek Bapak.'
***
Gue mulai panik. Gue nyuruh pembantu nyariin dokter gigi di sekitar rumah yang masih buka, dia malah bilang, 'Bang, kalau aku dulu pas masih kecil, giginya akut iket benang trus aku tarik di pintu.'
'Mbak, itu kan gigi susu, yang gampang copot. Ini gigi bungsu, geraham pula. Pasti susah banget copotnya.'
Pembantu gue mikir sebentar, lalu entah becanda entah hilang akal. dia bilang, 'Kalau giginya keras dan susah, gini aja Bang... Iket pake benang terus ditarik aja pake mobil.'
'Mbak,' kata gue sambil menggeleng. 'Itu, sih giginya mungkin copot, tapi rahangnya juga ikutan copot.'
Gue jadi berpikir, tumbuh dewasa memang menyenangkan, tetapi tumbuh dewasa juga harus melalui rasa sakit-sakit ini. The pains of growing up. 'Pindah' menjadi dewasa berarti siap menghadapi rasa sakit dan melihat hal-hal yang menyakitkan itu sendiri: hadir di pemakaman nenek-kakek, rasa sakit karena gagal masuk ke sekolah yang kita mau, atau rasa sakit lantaram geraham bungsu yang tumbuh.
Atau kalau kata nyokap gue: salah satu tanda orang sudah dewasa adalah ketika dia sudah pernah patah hati.
Selain banyolannya yang khas, yang saya tunggu-tunggu dari karyanya Radit adalah ketika dia bercerita tentang keluarganya, tentang bagaimana dia berbuat semena-mena terhadap adik-adiknya, terlebih pada Edgar, adik yang pangkatnya paling rendah di rumah, haha. Satu hal yang paling seru dari karya-karyanya. Kita bisa mendapatkan semua itu di bab Pesan Moral Dari Sepiring Makanan.
The Power of Pindah kita temukan di bab terakhir: Manusia Setengah Salmon.
Setiap tahunnya ikan salmon akan bermigrasi, melawan arus sungai, berkilometer jauhnya hanya untuk bertelur. Beberapa species, seperti Snake River Salmon bahkan berenang sepanjang 1148 kilometer lebih, dua kali lipat jarak Jakarta-Surabaya. Perjalanan salmon-salmon ini tidak gampang. Di tengah berenang, banyak yang mati kelelahan. banyak juga yang menjadi santapan beruang yang nunggu di daerah-daerah dangkal. Namun, salmon-salmon ini tetap pergi, tetap pindah, apa pun yang terjadi.
Gue jadi berpikir, ternyata untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, gue gak perlu menjadi manusia super. Gue hanya perlu menjadi manusia setengah salmon: berani pindah.
Di bab itu, kita akan dibawa ke suasana perubahan hidup Radit, merasakan tahap apa saja yang sudah dilaluinya, mulai dari pindah dari rahim ibunya, pindah sekolah, pindah pekerjaan, pindah cita-cita, pindah rumah, pindah hati, pindah hubungan dengan nyokapnya, walau nggak detail, kita serasa memahami perubahan tersebut karena kita juga mengalaminya, kita semua.
Hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan lainnya. Kita hidup diantaranya.
Hidup penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu yang pasti.

3,5 sayap untuk ikan salmon.
Profile Image for Elvin.
20 reviews3 followers
December 4, 2019
Diantara semua kebiasaan ayah Dika yang aneh adalah senam kentut. Senam ini dilakukan setiap pagi dengan gerakan mengejang –ngejang di lantai sambil ngeden untuk satu tujuan : kentut. Dan pengalaman mencoba senam kentut itu Dika mulai saat kelas 1 SMP.Kebiasaan itu akhirnya sering mereka lakukan bersama-sama. Suatukegiatan yang membuat mereka selalu bersama-sama. Namun setelah kesibukan masing-masing bertambah, kegiatan itu menjadi jarang mereka lakukan bersama-sama lagi.

            Ketika putus cinta, hal yang dirasakan adalah kesedihan, kegalauan, dan kekecewaan. Dika mengibaratkan putus cinta sama halnya dengan pindah rumah. Saat dimana seseorang harus bisa merapikan barang-barang dan memasukannya ke dalam kardus untuk nantinya diikat, dan tidak pernah tahu kapan kardus itu akan dibuka.

            Dalam berteman, terkadang kita dihadapkan pada keadaan yang sulit. Disatu sisi kita harus mengatakan kebenaran tetapi di satu sisi kita sungkan untuk mengatakannya. Namun bagaimanapun juga, sikap hati-hati mengutarakan kritikan atau nasehat dapat membangun sebuah keadaan yang lebih baik.

            Tidak semua makan yang kita anggap enak dianggap enak oleh orang lain. Begitu pula sebaliknya. Setiap orang mempunyai makanan yang mereka suka atau tidak disukai. Inilah indahnya perbedaan, indahnya kebebasan dalam mencintai makanan.

            Semakin tua umur kita, semakin kita ingin mandiri dari orang tua. Kita tidak mungkin selamanya bisa bertemu dengan orang tua kita.kemungkinan yang paling besar adalah orang tua kita akan lebih dulu pergi dari kita. Orang tua kita bahkan meninggalkan kita, sendirian. Dan kalau hal itu terjadi, sangat tidak mungkin untuk kita untuk mendengar suara mereka kembali.

            Istilah anak muda PDKT atau melakukan pendekatan sebelum pacaran zaman sekarang jauh berbeda dengan zaman dulu. Namun sesungguhnya tujuanya sama yakni, agar kita bisa membedakan antara orang kita mau dan orang yang kita butuhkan.

            Tumbuh dewasa memang menyenangkan, tetapi tumbuh dewasa juga harus melalui rasa sakit. The pains of growing up. ’Pindah’ menjadi dewasa berarti siap menghadapi rasa sakit dan melihat hal-hal yang menyakitkan itu sendiri. Hadir di pemakaman nenek-nenek, rasa sakit karena gagal masuk sekolah yang kita mau, atau rasa sakit lantaran geraham bungsu yang tumbuh.

            Hidup penuh dengan ketidak pastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti. Kalau pindah diidentikkan dengan kepergian, maka kesedihan menjadi sesuatu yang mengikutinya. Kita berpikir ini adalah perpisahan sehingga merasa sedih melepas hal-hal yang dirasakan, yakni hal-hal yang selama ini membuat kita senang dan nyaman.  Akhirnya, melakukan perpindahan ke tempat baru membuat kita dihantui rasa cemas.

            Padahal, untuk melakukan pencapaian lebih, kita tidak bisa hanya bertahan di tempat yang sama. Tidak ada kehidupan yang lebih baik yang bisa di dapatkan tanpa melakukan perpindahan. Mau tak mau, kita harus seperti ikan salmon. Tidak takut pindah dan berani berjuang untuk mewujudkan harapannya. Bahkan rela mati di tengah jalan demi mendapatkan apa yang diinginkannya. Ternyata untuk medapatkan sesuatu yang lebih baik, kita tidak perlu menjadi manusia super. Kita hanya hanya perlu menjadi manusia setengah salmon : berani pindah.
1 review
February 7, 2018
Judul Buku :Manusia Setengah Salmon
Penulis :Raditya Dika
Penerbit :Gagasan Media
Terbit :2011
Harga :Rp.35.000-Rp.50.000
Tebal :264 halaman
Ukuran :13 x 20cm
ISBN :979-780-531-X

Manusia Setengah Salmon merupakan salah satu novel karya Raditya Dika yang menceritakan tentang kehidupanya. Buku ini bercerita tentang kehidupannya bersama keluarganya. Buku ini telah dibuat menjadi sebuah film yang telah dimainkan di layar besar. Ia menceritakan tentang pengalamannya bersama keluarganya.
Raditya Dika menceritakan tentang kebiasaan aneh ayahnya, yaitu melakukan senam pagi setiap pagi. Awalnya ia memikir bahwa kebiasaan ayahnya merupakan sesuatu yang aneh, hingga akhirnya ia mengikuti kebiasaan tersebut. Mengikuti ayahnya dalam kebiasaan senam kentut juga dapat membantu hubungan antara Raditya Dika dan ayahnya yang jarang melakukan aktifitas bersama karena kesibukannya.
Buku ini juga berisi tips dari Raditya Dika untuk menghadapi berbagai hal, seperti menghadapi Ujian Nasional, kencan pertama dengan pacar, hingga wawancara dengan hantu. Pada tips menghadapi Ujian Nasional, ia menjawab pertanyaan yang ia dapati dari sosial media twitter. Tips kencan pertama berisi tentang pengalamannya berpacaran dengan berbagai perempuan yang memiliki sifat yang beragam.
Buku ini ditujukan kepada anak remaja sampai dewasa. Buku novel ini bergenre komedi dan komedi ini tidak terlalu dewasa sehingga layak untuk anak berumur 13 ke atas. Menurut saya buku ini bagus karena banyak komedi dan hikmah seperti sempatkanlah aktifitas dengan keluarga dan usahakan untuk move on atau berpindah apabila sudah waktunya, belajarlah untuk berpindah seperti ikan salmon yang selalu berpindah, melawan arus sungai.
Kutipan yang paling saya suka dari buku novel ini adalah “Hidup itu penuh dengan ketidakpastian, tetapi perpindahan adalah salah satu hal yang pasti”(255). Kutipan itu mengajarkan ku bahwa kita harus berpindah, seperti ikan salmon yang selalu berpindah sesusahnya perjalanan tersebut, berpindah merupakan sesuatu yang pasti terjadi.
Perbaikan umum:
-lebih banyak lebih bagus
Profile Image for Meta Morfillah.
669 reviews23 followers
July 23, 2025
Judul: Manusia setengah salmon
Penulis: Raditya Dika
Penerbit: Gagas Media
Dimensi: 264 hal, cetakan kedua puluh lima 2017, edisi digital ipusnas
ISBN: 9789797808983

Ada 18 cerita dengan ragam bentuk di buku ini. Diselipkan pula komik 4 panel sebagai ilustrasi. Benang merah antara semua cerita itu adalah tentang pindah. Penulis memaknai pindah dalam banyak bentuk, seperti pindah hati, pindah rumah, pindah status, hingga pindah alam. Tentu saja dengan ciri khas humornya yang pada akhirnya membuat kita berpikir dalam tentang kepindahan yang tak mudah sebagaimana ikan salmon yang berjuang melawan arus untuk bertelur ke tempat ia dilahirkan, meski nyawa taruhannya.

Lebih terasa pertumbuhan penulis sesuai fase hidupnya juga, mulai memikirkan keseriusan untuk pindah status dari pacaran ke menikah ke punya anak. Juga pada hubungan dengan orangtuanya dari yang ingin jauh dan mandiri menjadi ingin dekat dan sering berbincang dengan orangtua.

Cocok untuk kamu yang suka cerita humor/komedi dan butuh hiburan ringan.

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #manusiasetengahsalmon #radityadika #metamorfillah #fiksi #komedi #kumpulancerita
Profile Image for Inggita  Karina Dewi.
26 reviews6 followers
November 19, 2017
Manusia Setengah Salmon mengisahkan tentang perpindahan seperti ikan salmon yang bermigrasi untuk bertelur. Perpindahan yang dialamin Radit nggak cuma pindah rumah, tetapi juga pindah hati.

"... untuk mendapatkan sesuatu yang baik, gue gak perlu menjadi manusia super. Gue hanya perlu menjadi manusia setengah salmon: berani pindah" pg 256

Saya membaca buku Radit yang judulnya Kambing Jantan ketika duduk di bangku SMA. Kemudian berlanjut membaca diblognya, mengikuti twitternya, follow instagramnya dan mengikuti semua bukunya. Apalagi ketika menonton video stand up comedynya, saya nggak bisa berhenti tertawa.

Ketika pertama kalo membaca buku ini, saya udah kelas 12 SMA rasanya. Mungkin saya tertawa membacanya. Tetapi setelah membaca ulang, sesekali saya tertawa membaca kalimat yang lucu. Kemudian membaca halaman selanjutnya, saya biasa aja. Tidak seperti ketika membaca buku-buku sebelumnya yang saya ngakak aja kerjaannya. Mungkin semakin ke sini saya merasa tulisan Radit makin dewasa, nggak cengengesan kaya dulu. Padahal saya kangen sama hal kecil yang ditulis sama Radit bisa bikin saya tertawa.
Profile Image for Rizky Almira.
43 reviews
March 28, 2022
Buku yang dicetak 10 tahun yang lalu dan saya baru membacanya. Agak lucu, bukan hanya karena ceritanya tetapi saya seperti pinjam mesin waktu ke masa-masa BlackBerry Messenger masih berjaya.
Ciri khas gaya penulisan Raditya Dika memang kocak, hiperbola, dan sering mencela diri sendiri. Cerita-cerita yang ditulis pun nggak jauh dari kehidupan sehari-hari dan meskipun ini buku dirilis 10 tahun lalu, sebagian ceritanya masih relevan hingga detik ini. Saya terkesan dengan cerita yang berjudul:

- Sepotong Hati di Dalam Kardus Cokelat
- Mencari Rumah Sempurna
- Manusia Setengah Salmon

Ketiga cerita di atas punya benang merah yang sama, mengingatkan pembaca untuk menerima kenyataan hidup. 'People come, people go'. Hidup itu dinamis dan kita sebenarnya sudah terbiasa menghadapi perubahan atau yang Raditya Dika sebut 'pindah' sejak masih di dalam perut hingga meninggal dunia.

Mungkin karena saya kini sudah melewati beberapa fase hidup, apalagi perkara hati, ya seperti diingatkan kembali oleh Raditya Dika memang begitulah hidup.
1 review
May 13, 2024
jadi, di buku ini ada 19 cerita pendek yang menceritakan cerita lucu. buku ini ditulis oleh Raditya Dika dan di terbitkan pada tahun 2011 dan menjadi buku yang cukup terkenal karena cerita lucu nya

jadi ini salah satu cerita favorit saya di manusia setengah salmo, bakar saja ketek nya. diceritakan Dika yang yang kesusahan mencari pengemudi untuk nya sampai Dika menemukan pengemudi yang bernama Sugiman tapi tapi Dika menyadari kalo bau ketek Sugiman sangat menyengat, Dika mencari cara agar Sugiman gak bau ketek, beberapa cara sudah dilakukan tapi masih saja bau ketek tapi akhirnya Dika mendapatkan cara untuk mengatasinya masalah ini yaitu memberi Sugiman deodorant dan bau ketek nya Sugiman hilang

jadi menurut saya ini buku sangat lucu termasuk cerita yang saya ceritakan di atas termasuk cerita yang membuat saya ketawa terbahak bahak dan mempunyai saya harap buku ini ada film nya kalo blom ada
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Reyhan Ismail.
Author 3 books10 followers
May 7, 2017
Buku kedua Raditya Dika yang habis saya baca setelah Kambing Jantan. Perbedaaannya adalah buku Manusia Setengah Salmon ini lebih rapi dan setiap kelucuan-kelucuan didalamnya sudah mulai terstruktur. Ada beberapa bit-bit Raditya Dika yang pernah di bawakannya dalam Stand Up Comedi masuk dalam buku ini, salah satunya tentang pelayan yang terlalu baik hati.

Buku ini dibagi 20 bab (sudah termasuk prakata) dan beberapa bab yang paling lucu menurut saya adalah Bakar Saja Keteknya, Lebih Baik Sakit Hati, dan Pesan Moral dari Sepiring Makanan.

Tulisan Raditya Dika (menurut yang pernah saya baca), dikenal dengan gaya menulis komedinya yang memakai hati. Di buku ini kelihatan betul bagaimana seorang Raditya Dika menggunakan perasaannya lewat komedi. Apalagi dibagian bab terakhir.

Tiga kata buat buku ini. Lucu, menggugah, dan bermanfaat.
Profile Image for Natalia.
55 reviews2 followers
November 21, 2020
Lumayan lucu, tapi seperti ada yg kurang.

Seperti biasanya, seorang rsdit tentu memiliki makna dari sebuah ceritanya... yaitu kita gabisa lepas dari yg namanya berpindah, untuk mendapatkan yg lebih baik, kita harus berpindah... seperti ikan salmon, mungkin susah sekali karena banyak rintangan yg dihadapi, tapi nanti mereka akan sampai di tempat migrasinya... begitu pula kita, untuk melakukan perpindahan, banyak yg kita hadapi.
Profile Image for Faizal Kamil.
10 reviews
October 12, 2024
Some of the stories were funny and surprisingly moving. Although I will always believe his books are outdated, meaning they are only relevant just a few years after publication, this one was slightly better than his previous books. I had to skim through most of the stories, especially the ones that I couldn’t find interesting. Overall, this book was like a well full of water, and I only enjoyed a cup of it.
Displaying 1 - 30 of 374 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.