Jump to ratings and reviews
Rate this book

Chrisye: Sebuah Memoar Musikal

Rate this book
Bermimpilah sebab harapan akan memberi hidup.
Berkaryalah sebab seni akan memberi makna.

373 pages, Paperback

First published April 1, 2007

11 people are currently reading
198 people want to read

About the author

Alberthiene Endah

61 books166 followers
Rr. Alberthiene Endah Kusumawardhani Sutoyo, better known as Alberthiene Endah, is an Indonesian biographer, novelist, and journalist. She is known for her in-depth biographies of Indonesian celebrities, such as Chrisye and Krisdayanti. She has been called "the most sought after biographer in Indonesia.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
62 (46%)
4 stars
46 (34%)
3 stars
13 (9%)
2 stars
8 (5%)
1 star
5 (3%)
Displaying 1 - 20 of 20 reviews
Profile Image for aldo zirsov.
494 reviews34 followers
June 22, 2010
”mengering sudah, bunga dipelukan,
merpati putih, ber-arak pulang,
terbang menerjang badai,
tinggi di awan,
menghilang, di langit yang hitam.

s’lamat berpisah, kenangan bercinta,
sampai kapankah, jadinya,
aku harus menunggu,
hari bahagia, seperti dulu…”

(Chrisye: Merpati Putih, 1977)

Jika saya ditanya, buku apakah di Indonesia, yang laku secara penjualan, filmnya laris manis saat diangkat ke layar lebar, serta soundtrack filmnya juga meledak di pasaran? Tanpa ragu-ragu, saya akan menjawab Badai Pasti Berlalu karangan Marga T.
Ya benar, buku yang terbit tahun 1974 itu telah dicetak berulang kali dan terjual hingga lebih dari 80 ribu eksemplar. Pada tahun 1977, sutradara Teguh Karya mengangkat cerita dari buku tersebut ke layar lebar dengan bintang Christine Hakim, Slamet Rahardjo dan Roy Marten. Pada tahun yang sama keluar album soundtrack film Badai Pasti Berlalu, dengan music director Eros Djarot, komposer Jockie Soerjoprajogo, dengan penyanyi Chrisye dan Berlian Hutahuruk.

Disini saya tidak akan bercerita tentang buku karangan Marga T. tersebut, tetapi lebih kepada album musik Badai Pasti Berlalu dan sang penyanyi Chrisye. Boleh dibilang album Badai Pasti Berlalu inilah yang memperkenalkan saya dengan salah satu tokoh musik terbesar di tanah air Indonesia ini, yaitu Chrisye. Kalau boleh mengakui, album Badai Pasti Berlalu inilah, yang dalam bentuk kaset (waktu itu belum ada CD music), dimana saya beserta kakak, sampai harus membeli sebanyak 8 (delapan) kali, karena setiap beli, pasti kaset tersebut, kalau tidak hilang dicuri orang atau saudara, atau diminta baik-baik sama orang lain untuk dimiliki. Kaset ini tidak mudah dicari di kota dimana keluarga saya tinggal yaitu Padang Sumatra Barat, sehingga kalau kaset itu hilang atau diminta orang, keluarga saya terpaksa harus menunggu waktu berlibur ke Jakarta, atau menitip ke saudara yang kebetulan bepergian, untuk membelikan kaset ini di Jakarta.

Kaset Badai Pasti Berlalu pertama yang keluarga saya beli adalah tahun 1978, berikutnya terpaksa harus beli lagi sekitar awal tahun 1982, dan saya pribadi pernah membeli kaset ini langsung ke Jakarta sebanyak 2 (dua) kali yaitu tahun 1990 dan terakhir tahun 1995. Saya masih ingat membeli kaset ini di toko kaset yang sangat ngetop waktu itu, terletak di Jalan Mahakam Kebayoran Baru Jakarta Selatan.
Masih teringat dengan jelas proses pembelian waktu itu, saya berjalan ke counter dan bertanya ke penjaganya, “Mbak, beli kaset Badai Pasti Berlalu satu donk..!”.
Mbak Penjaganya kemudian menoleh ke arah rekannya di belakang dan berteriak, “Woiii, ambilin “Badai” satu..!!”.

Kemudian berpindah tanganlah kaset dengan cover depan yang sangat sederhana bergambarkan Christine Hakim dalam adegan film berlari di tengah hutan, selembar cover bewarna hijau muda, tipis dan tanpa lirik lagu di dalamnya.
Masih ingat pesan Mbak penjaganya yang bilang begini, “Bagusnya coba didengar dulu aja kasetnya, pastikan tidak ada yang rusak atau lagunya kepotong, mumpung disini, kalo kasetnya rusak masih bisa ditukar…”.
Jadi walaupun saya sudah pernah mendengar semua isi lagu di kaset itu, terpaksa harus mendengarkan ulang di toko tersebut karena memang sempat terdapat beberapa kaset yang rusak, lagunya kepotong, atau malah terlalu panjang, sehingga beberapa lagu terdengar dua kali pada satu side A atau side B.

Album Badai Pasti Berlalu inilah yang kemudian membuat saya mengakrabi sosok Chrisye. Jujur saya sangat suka dengan album-album awal Chrisye sewaktu masih berkolaborasi dengan Jockie Soerjoprajogo mulai tahun 1977 seperti Jurang Pemisah, Sabda Alam, Percik Pesona, Puspa Indah dll, dan saya termasuk yang kesal dan tidak suka begitu Chrisye ”putus hubungan” dengan Jockie, berpindah aliran membawakan lagu berirama riang dan ceria serta sejak tahun 1985 ditangani oleh Adjie Soetama, Randy Noor, Adie M.S.. Ketika musik Chrisye mengalami sentuhan orkestra, saya kembali bisa menikmati alunan suaranya yang lembut dan jernih. Tentu saja kita akan ingat dengan gaya Chrisye yang sangat biasa di panggung dan cenderung kaku, dimana hanya berdiri mematung saat menyanyikan lagu, akan sangat kontras saat mengingat video musik lagu-lagu Chrisye yang dibuat setelah tahun 1985, dimana Chrisye terpaksa harus berdansa sekaligus bernyanyi ditemani banyak penari latar seperti pada lagu Aku Cinta Dia, Hip-Hip Hura dan Nona Lisa.

Pria yang lahir 16 September 1949 di Yogyakarta itu bernama asli Christian Rahadi dan setelah memeluk agama Islam tahun 1982, berganti nama menjadi Chrismansyah Rahadi atau lebih kita kenal dengan nama Chrisye. Mengawali karirnya menjadi pemusik sebagai bassis dan vocalis di grup band Gypsy dan Gank Pegangsaan, serta sempat manggung dan dikontrak selama 2 tahun untuk bermain di salah satu klub di kota New York USA, kemudian melejit namanya setelah membawakan lagu Lilin-Lilin Kecil ciptaan James F. Sundah pada Lomba Cipta Lagu Remaja Prambors tahun 1977.

Tapi lagu yang paling menggetarkan hati saya adalah saat mendengarkan Chrisye menyanyikan lagu yang berjudul “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”, yang liriknya dikarang oleh penyair Taufiq Ismail pada tahun 1997, diilhami Surah Yasin ayat 65, dimana syair lagunya berbunyi sebagai berikut:

”Akan datang hari mulut dikunci,
Kata tak ada lagi.
Akan tiba masa tak ada suara,
dari mulut kita.

Berkata tangan kita,
tentang apa yang dilakukannya.
Berkata kaki kita,
Kemana saja dia melangkahnya.
Tidak tahu kita bila harinya,
Tanggung jawab tiba”


Di dalam buku karangan Alberthiene Endah ini, terhadap lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata”, Chrisye berucap: “Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti (istri Chrisye) sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu.”

Selanjutnya, dalam memoir setebal 373 halaman yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama tahun 2007 itu, Chrisye menuturkan: ”Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya. Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin.. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!”

Dalam buku memoir musikal ini, kita akan mengenal sosok Chrisye yang mungkin jauh dari hingar bingar industri hiburan yang penuh glamor dan bertabur pesona. Membaca Chrisye dalam buku ini akan terlihat sosok pribadi seorang seniman yang bersahaja dan sederhana. Terlepas dari kondisi orang tuanya yang masuk kelas ekonomi menengah dan tinggal di kawasan elite Menteng, dalam memoir ini bisa terbaca kegamangan seorang Chrisye saat mengajak seorang gadis untuk menikah dan menjadi istrinya, serta kegalauan hatinya saat harus memberitahukan kepada orang tuanya jika dia berpindah keyakinan, tetapi bisa tetap akur dan tinggal bersama orang tuanya satu rumah dengan membawa serta istri yang baru dinikahinya.

Juga tergambar dengan jelas, permasalahan ekonomi yang dihadapi para seniman dan pemusik kala itu, yang walaupun sudah menghasilkan beberapa album yang laris di pasaran, tetap saja kesulitan keuangan terutama saat beban bertambah dengan kelahiran buah hati satu demi satu. Ada percakapan yang saya ingat antara Chrisye dengan istrinya menyangkut keuangan keluarga mereka, dimana Chrisye berkata, apakah dia perlu mencari pekerjaan lain atau pekerjaan tambahan untuk menunjang perekonomian keluarga, istrinya cuma berucap, lakukanlah pekerjaan yang kamu senangi dan kamu cintai. Chrisye berkata kepada istrinya, bahwa pekerjaan yang ia cintai dan senangi adalah bernyanyi dan bermain musik, karena hanya itu yang bisa ia lakukan.
Totalitas dan pengabdian yang besar pada dunia nyanyi dan musik sangat terlihat pada sosok Sang Legenda Musik Indonesia ini, sehingga ia dianugerahi BASF Legend Award tahun 1995.

Chrisye berpulang ke pangkuan Yang Maha Kuasa pada tanggal 30 Maret 2007 di Jakarta, karena sakit kanker paru-paru yang dideritanya selama 3 (tiga) tahun terakhir dan dimakamkan di TPU Jeruk Purut Jakarta Selatan. Ia meninggalkan seorang istri Damayanti Noor, dari kelompok musik Noor Bersaudara, 4 (empat) orang anak, 2 perempuan dan 2 anak laki-laki kembar. Chrisye tutup usia dalam umur 58 tahun.

Terima kasih buat Sang Maestro Musik Indonesia, kami akan selalu mengenang karya-karyamu.

”…kini semua bukan milikku,
musim itu t’lah berlalu,
matahari segera berganti,
badai pasti berlalu,
badai pasti berlalu…”

(Berlian Hutahuruk: Badai Pasti Berlalu, 1977)
Profile Image for Victoria .
22 reviews8 followers
October 4, 2011
saya pengagum chrisye. saya berharap banyak dari buku ini. tapi, kenyataannya buku ini ditulis dengan gaya penulisan yg buruk. beberapa kalimat yg mengganggu membuat sy kurang menikmati buku ini.
pd akhirnya, setelah melompat-lompati halaman, lebih menghayati dialog lewat foto, saya menutup buku ini. lalu, menyetel lagu2 chrisye. yg terakhir ini justru lebih nikmat dan membuat sy bisa merasakan sosok chrisye.
Profile Image for Nike Andaru.
1,646 reviews112 followers
June 13, 2011
Hampir ga percaya liat buku ini berada dideretan buku berharga 10rb saja, di Pesta Buku Gramedia mall paragon Palembang tgl 6 Juni 2011, kemaren.
Langsung embat tanpa pikir panjang.

Temen2 juga ambil :D dan setelah seminggu balik ke Pesta buku itu buku ini udah ga ada lagi.

Biografi Chrisye ini bagus banget, sebaik karya dan apa yang telah dilakukan Chrisye untuk musik Indonesia.
Profile Image for Ana Febriana.
4 reviews1 follower
May 24, 2017
Sebagai penikmat musik saya sangat mengenal sosok Chrisye sebagai penyanyi legendaris yang karya-karya dan sosoknya begitu disegani dan diapresiasi luar biasa oleh penikmat dan pelaku musik tanah air. Saya yang kelahiran 1991 mengenal Chrisye di Album AcustiChrisye dan Dekade. Single-single andalan seperti 'Kisah Kasih di Sekolah', 'Andai Aku Bisa', dan 'Seperti Yang Kau Minta' menjadi lagu favorit saya di masa itu.

Membaca buku ini, sunggu kemudian memperjelas dan begitu memperlihatkan sosok Chrisye, yang menurut saya adalah artis yang nggak 'ngartis'. Dalam tulisannya Alberthiene, atau biasa dipanggil AE menunjukan sosok Chrisye seperti dugaan saya selama ini.

Tumbuh dari keluarga keturunan Tionghoa yang sederhana, kedua orang tuanya benar-benar mendidik ke-3 anaknya dengan keras dan displin, khas warga keturunan tionghoa. Chrisye pun mengalami masa-masa keras dan disiplin dalam hidup, namun musik kemudian hadir dalam hidupnya dan enggan pergi.

Sebuah memoar musikal, begitu Chrisye ingin memberi judul buku perjalanan hidupnya. Perjalanan hidupnya yang memang tentang musik, musik adalah nafas, musik adalah hidup bagi seorang Chrisye.

Gaya penulisan buku ini sangat santai dan begitu mengalir. Sehingga tidak membosankan, bahkan saat memulai membaca kamu tidak akan bisa berhenti untuk membaca dan menyelesaikannya. AE begitu piawai dalam memunculkan emosi-emosi dalam peristiwa-peristiwa yang Chrisye alami. Sebagai pembaca saya seolah diajak mundur ke tahun 70 an kemudian berjalan bersama menyaksikan karier Chrisye sampai tahun 2000-an. Yang sedikit mengganggu adalah adanya gambar-gambar dengan kutipan-kutipan yang diambil dari cerita yang kadang spoiler. Selebihnya buku Chrisye: Sebuah Memoar Musikal adalah buku perjalan hidup Chrisye yang patut untuk dibaca, sebagai pandangan untuk menjalani hidup dengan penuh dedikasi.
Profile Image for Lily.
16 reviews2 followers
December 20, 2008
Buku ini bercerita selain tentang perjalanan music Chrisye yang sangat legendaris juga perjalanan hidup atau biographi Chrisye yang beristrikan Yanti Noor. Yanti masih terhitung sodara dekat dengan aku. Ibunya Yanti Noor ini adalah sepupu ku.

Aku memanggil Yanti Noor yang mempunyai nama lengkap Gusti Damayanti Noor yang umurnya terpaut beberapa tahun lebih tua dari aku ini dengan uni Anti mengikuti adik2nya dan adik2 sepupunya yang teman gaulku sejak saat masih kanak2 hingga kini. Kadang uni Anti ini memperkenalkan aku pada kawannya: " Ini tante ku, seharusnya aku menyapanya tante tapi dia malah yang manggil Uni Anti terbiasa mengikuti adik2ku"

Kembali ke cerita buku Chrisye, yang peluncurannya beberapa tahun yang lalu. Buku ini bertutur tentang perjalanan music Chrisye dari mulai zaman blio belum terkenal....saat saat terlibat bermusic dengan geng Pegangsaan bersama Keluarga Nasution(diantaranya Keenan Nasution) dan pengalaman manggung di restoran Ramayana New York Amerika sampai perjalanan music nya saat saat Chrisye masih sakit tapi tetap berkreasi di music dan mengunjungi penggemarnya.

Diceritakan pula betapa sebenarnya ayahnya sangat menginginkan bliau sebagai seorang insinyur, harapan semua orang tua umumnya sedangkan music adalah pilihan hidupnya. Sebagai orang tua memang kita harus bijak menyikapi hobby anak.

Dengan tutur bahasa yang lancar seperti membaca sebuah novel kisah nyata, aku tidak mau berhenti membaca sebelum buku ini tamat.

Pernah dalam suatu seminar penulisan, salah seorang penulis terkenal menyatakan Kisah nyata adalah lebih indah dari pada fiktif belaka karena pencipta kisah nyata ada lah Maha Pencipta, Alloh SWT.

Tak heranlah membaca kisah nyata ini kita seolah membaca novel karena penulis buku ini pun pernah menjadi redaktur majalah femina dan sekarang pemimpin Redaksi majalah Prodo sehingga kita tidak ingin berhenti sebelum buku yang tutur bahasa serta kalimat yang runtut tamat dibaca.

Buku ini juga mengingatkan perjalanan music sejak zaman aku ABeGe. Dengan membaca buku ini seolah membaca sejarah music yang lengkap.

Buku ini juga dilengkapi dengan foto foto berwarna Chrisye saat manggung, saat bersama keluarga, bersama artis lainnya dan foto hari hari ketika masih sakit (agak membaik) dan muncul di panggung.

Sebagai fans Crisye agaknya kurang lengkap jika belum membeli dan membaca buku ini.

13 reviews1 follower
February 24, 2008
kesederhanaan, bakat luar biasa, kemampuan beradaptasi dan mental baja adalah sebagian kata yang saya anggap sangat pantas untuk menggambarkan sosok seorang Chrisye.
meski telah dikenal publik selama lebih dari 3 dekade, Chrisye tetap sosok yang selalu tampil sederhana apa adanya. namun bakatnya yang luar biasa sebagai seorang penyanyi dan musisi, membuat Chrisye selalu dinanti dan dicari.
ketika akhirnya sang legenda pergi, saya mungkin hanya 1 dari sekian ribu bahkan juta orang yang begitu menangisi kepergiaanya.
Profile Image for Ririn Septiani.
23 reviews1 follower
September 19, 2008
Alberthiene menyajikan buku ini begitu lugas dan inspiratif. Setelah membaca buku ini baru saya sadar bahwa kehidupan selebritis tidak melulu berisi kemewahan. Dan Crisye dengan hidupnya yang begitu bersahaja, sebenarnya adalah seorang seniman besar yang flexibel mengikuti tuntutan industri musik tapi tetap jujur dengan rasa keseniannya.
10 reviews3 followers
August 6, 2007
Tak sekedar melihat goyangan seadanya Chrisye di video video klipnya, ato cuplikan berita dari infotaiment infotaiment. Namun AE mampu menggelar sebuah cerita yang hangat menjadi memori yang tak terlupakan.
Profile Image for Rizki.
3 reviews
September 6, 2007
gw setuju banget,sama yang menyebut om chrisye ini legenda. Lagu-lagunya dinikmati oleh semua generasi. Dan dia termasuk pemusik yang unik. Gw pikir, belum ada pemusik indonesia yang menyamai prestasi om chrisye ini.
Profile Image for Tarum.
365 reviews29 followers
December 17, 2007
what I learned from this book:
Chrisye adalah legenda yang membumi, dengan kepribadiannya yang low profil, dia adalah seorang perfectionist dalam berkarya, hanya menyisakan sedikit ruang untuk kompromi jika dianggap karya itu belum sempurna.
Profile Image for Goklas.
42 reviews4 followers
December 14, 2008
Buku ini menceritakan bagaimana perjalanan seorang Chrisye. Bagaimana seorang 'legenda' yang perjalanan musikalnya begitu panjang, serta menghasilkan puluhan lagu hits, lama baru memiliki rumah sendiri.
Profile Image for Erie granita.
63 reviews
September 25, 2007
my father bought this book because he's a big fan of chrisye...then after he finished read it..i borrow it from him...after reading this book,I think.... emang ALM. Chrisye is a really true legend...
Profile Image for Putri.
5 reviews1 follower
May 8, 2008
Inspiring..
informasi berharga adalah pernyataan bahwa musisi itu hidup dari royalti

stop piracy!! hehhe...
Profile Image for Desti Utami.
162 reviews6 followers
May 4, 2011
Makin kagum pada alm Chrisye. Dedikasi dan kecintaannya pada musik, sifatnya yang sederhana digambarkan secara apik sekali oleh AE.
Profile Image for Raka Kurnia.
19 reviews2 followers
Read
September 10, 2011
Saya mulai lebih mengenal Chrisye melalui buku ini. Dan saya mulai (lebih) mendengarkan lagu-lagu yang ia bawakan saat mulai membaca buku ini.
Displaying 1 - 20 of 20 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.