Jump to ratings and reviews
Rate this book

Hening

Rate this book
Perjalanan ke Dalam Diri untuk mensyukuri NikmatNya

263 pages, Paperback

First published January 1, 2011

1 person is currently reading
7 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (30%)
4 stars
3 (30%)
3 stars
1 (10%)
2 stars
2 (20%)
1 star
1 (10%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Imam Dermawan.
19 reviews2 followers
November 15, 2018
bagus bukunya untuk dapat menikmati keheningan
dari bukunya Sungguh yang kita perlukan saat ini hanyalah sebuah jeda, berhenti sejenak, sepi, sunyi, hening. Setiap pesta keindahan alam ini pastilah berbalut keheningan. Kesunyian mendamba itu pecah, dan kepingan demi kepingannya menghasilkan kedamaian. Oleh karena itu, bagi pencari kedamaian di bumi ini, pastilah ia menyingkir dari kepanikan dunia, kemacetan, gundah gulana, sibuk dan terornya. Ia akan pergi kemana saja, di suatu tempat yang ia dapat mencerap indahnya kesunyian. Kalau ia tak dapat menemukan tempat, ia pasti akan pergi ke suatu tempat yang amat rahasia, yaitu HATINYA sendiri. Dan kunci dari keheningan adalah memberhentikan PIKIRAN. Hanya dengan memberhentikan pikiran maka seseorang akan bisa memasuki keheningan.”
Profile Image for Rino Ferdian.
63 reviews7 followers
January 9, 2012
Yeaahh...congrats buat si aku yang pertamax buat ngereview buku ini di goodreads...hihi..(secara aku juga yang masukin bukunya ke sini)
Ya, kawan...ini pertama kalinya aku baca buku terbitan elexmedia yang penulisnya orang yang aku kenal dan kenal diriku juga..hihi..., dan sepertinya memang ini buku pertama beliau yang diterbitkan. Beliau ini ex.bapak kost-ku yang selalu sabar menerima bayaran uang kost-an yang selalu telat kubayar *ups*...dan beliau juga salah seorang alumni dari suatu organisasi yang sama dengan yang aku ikuti ketika masa hingar bingarnya dunia perkuliahan. Ya, jujur, niatku tuk beli buku ini sebenarnya karena penulisnya beliau. Bukan karena ekspektasi bahwa bukunya bagus atau menggugah hati...tapi ya karena ingin tau "racauan"nya beliau ini dalam sebuah buku...hehe. Semoga Yang Maha Pengasih dan Penyayang memberkahi Kang Cahyu, Teh Triana, dan dua anak mereka yang lucu-lucu, Ali dan Sidra ..^^
Hmm...ketika membaca judul buku ini, langsung terlintas dalam benak, bahwa ini pasti akan sangat berhubungan dengan kalbu atau hati, ya kukira memang kedalaman hati lah yang kondisi yang paling hening yang bisa kurasakan dan memang benar, setelah kubaca buku ini, kita diminta untuk masuk ke dalam relung kalbu sang penulis yang bercerita tentang berbagai pengalaman-pengalaman hati nya yang ditransfer dari reseptor di tubuhnya. Dalam, kawan. Bisalah bikin hatimu terhenyuh. Menyenangkan bisa melihat dunia dari sudut pandang beliau. Buku ini jadi katalis atau mungkin kuda tambahan dalam perang abadi memperjuangkan tubuhmu dari pengaruh dominan hawa nafsumu ketimbang kendali hatimu.
Oke, walau secara sistematika, kurasa sedikit tidak sistematis dalam penulisan buku ini, tapi ya itu hanya mengurangi satu bintang lah, untuk menggambarkan ketenangan yang ku dapat setelah baca buku ini. ^^

(P.S.:Gaya bahasa tulisan Kang Cahyu ternyata setipe juga dengan gaya bahasa tulisanku di blogku juga...hihi...)
Profile Image for Yanti.
37 reviews1 follower
February 20, 2016
Maaf, cukup satu bintang untuk buku ini.

Ide yang tidak tersampaikan dengan runut, penulisan yang absurd membuat saya terpaksa setengah hati menyelesaikan buku ini. Mungkin buku ini memang dibuat seperti diary tapi sayang apabila untuk dicetak harusnya tim editor lebih cermat dalam merunut jalan cerita. Salah satu contoh, ketika penulis akan naik kereta dan ingat keluarga di rumah, kemudian tidak dilanjutkan jadi apa makna yang ingin disampaikan? Pun ketika penulis melihat orang yang tidak beruntung dan mengingat anak di rumah tapi tidak disertai aksi menolong orang ini, menurut saya tidak menimbulkan emosi apa-apa. Nilai rasa sangat kurang.

Apabila memang hanya ingin dibuat semacam diary atau buku renungan sesaat, masih banyak yang perlu diperbaiki sehingga mampu mengetuk jiwa para pembaca.
Profile Image for Mika  Anggelina.
4 reviews1 follower
February 3, 2015
Buku ini sangat bagus untuk dibaca...menghantarkan kita merasuk kedalam diri,mengenal siapa aku dihadapan_Nya..banyak hal-hal positif didalamnya yang diuraikan dengan kisah-kisah yang menyentuh sanubari kehambaan kita sebagai hamba Allah S.W.T dan umat baginda Rosulullah s.a.w.setelah membaca buku ini membuatku mengerti bahwa diam itu bisa memberikan makna positif:
...diam...adalah hening yang membawaku kedalam diri.
...diam...adalah sepi, sunyi, tapi disana ada kedamaian, tenang, tampa ada kebisingan.
...diam...adalah jawaban yang tak perlu dipertanyakan lagi.
...diam...dimana rasa syukur terucap dalam keheningan.
...diam...adalah hal yang tak mampu lagi diungkapkan dengan kata-kata.(silent is peace and silent is silence):-)
by:mic_h@e
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.