Jump to ratings and reviews
Rate this book

Suddenly the Night: The Poetry of Sapardi Djoko Damono

Rate this book
Suddenly the Night is an anthology of poetry by Sapardi Djoko Damono, one of Indonesia's preeminent poets. As is stated in the introduction to the book, "More than any other contemprary Indonesian poet, Sapardi realizes that poetry is more than convention and that convention is not necessarily a requisite for poetry. Through the language of his poetry and its meaning, sound, and rhythm Sapardi proves himself capable of depicting a highly imaginative awareness of experience.

108 pages, Paperback

First published January 1, 1988

11 people are currently reading
202 people want to read

About the author

Sapardi Djoko Damono

122 books1,590 followers
Riwayat hidup
Masa mudanya dihabiskan di Surakarta. Pada masa ini ia sudah menulis sejumlah karya yang dikirimkan ke majalah-majalah. Kesukaannya menulis ini berkembang saat ia menempuh kuliah di bidang bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sejak tahun 1974 ia mengajar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia, namun kini telah pensiun. Ia pernah menjadi dekan di sana dan juga menjadi guru besar. Pada masa tersebut ia juga menjadi redaktur pada majalah "Horison", "Basis", dan "Kalam".

Sapardi Djoko Damono banyak menerima penghargaan. Pada tahun 1986 SDD mendapatkan anugerah SEA Write Award. Ia juga penerima penghargaan Achmad Bakrie pada tahun 2003. Ia adalah salah seorang pendiri Yayasan Lontar.

Karya-karya
Sajak-sajak SDD, begitu ia sering dijuluki, telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Sampai sekarang telah ada delapan kumpulan puisinya yang diterbitkan. Ia tidak saja menulis puisi, tetapi juga menerjemahkan berbagai karya asing, menulis esei, serta menulis sejumlah kolom/artikel di surat kabar, termasuk kolom sepak bola.

Beberapa puisinya sangat populer dan banyak orang yang mengenalinya, seperti Aku Ingin (sering kali dituliskan bait pertamanya pada undangan perkawinan), Hujan Bulan Juni, Pada Suatu Hari Nanti, Akulah si Telaga, dan Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari. Kepopuleran puisi-puisi ini sebagian disebabkan musikalisasi terhadapnya. Yang terkenal terutama adalah oleh Reda Gaudiamo dan Tatyana (tergabung dalam duet "Dua Ibu"). Ananda Sukarlan pada tahun 2007 juga melakukan interpretasi atas beberapa karya SDD.

Berikut adalah karya-karya SDD (berupa kumpulan puisi), serta beberapa esei.

Kumpulan Puisi/Prosa

* "Duka-Mu Abadi", Bandung (1969)
* "Lelaki Tua dan Laut" (1973; terjemahan karya Ernest Hemingway)
* "Mata Pisau" (1974)
* "Sepilihan Sajak George Seferis" (1975; terjemahan karya George Seferis)
* "Puisi Klasik Cina" (1976; terjemahan)
* "Lirik Klasik Parsi" (1977; terjemahan)
* "Dongeng-dongeng Asia untuk Anak-anak" (1982, Pustaka Jaya)
* "Perahu Kertas" (1983)
* "Sihir Hujan" (1984; mendapat penghargaan Puisi Putera II di Malaysia)
* "Water Color Poems" (1986; translated by J.H. McGlynn)
* "Suddenly the night: the poetry of Sapardi Djoko Damono" (1988; translated by J.H. McGlynn)
* "Afrika yang Resah (1988; terjemahan)
* "Mendorong Jack Kuntikunti: Sepilihan Sajak dari Australia" (1991; antologi sajak Australia, dikerjakan bersama R:F: Brissenden dan David Broks)
* "Hujan Bulan Juni" (1994)
* "Black Magic Rain" (translated by Harry G Aveling)
* "Arloji" (1998)
* "Ayat-ayat Api" (2000)
* "Pengarang Telah Mati" (2001; kumpulan cerpen)
* "Mata Jendela" (2002)
* "Ada Berita Apa hari ini, Den Sastro?" (2002)
* "Membunuh Orang Gila" (2003; kumpulan cerpen)
* "Nona Koelit Koetjing :Antologi cerita pendek Indonesia periode awal (1870an - 1910an)" (2005; salah seorang penyusun)
* "Mantra Orang Jawa" (2005; puitisasi mantera tradisional Jawa dalam bahasa Indonesia)

Musikalisasi Puisi

Musikalisasi puisi karya SDD sebetulnya bukan karyanya sendiri, tetapi ia terlibat di dalamnya.

* Album "Hujan Bulan Juni" (1990) dari duet Reda dan Ari Malibu.
* Album "Hujan Dalam Komposisi" (1996) dari duet Reda dan Ari.
* Album "Gadis Kecil" dari duet Dua Ibu
* Album "Becoming Dew" (2007) dari duet Reda dan Ari Malibu
* satu lagu dari "Soundtrack Cinta dalam Sepotong Roti", berjudul Aku Ingin, diambil dari sajaknya dengan judul sama, digarap bersama Dwiki Dharmawan dan AGS Arya Dwipayana, dibawakan oleh Ratna Octaviani.

Ananda Sukarlan pada Tahun Baru 2008 juga mengadakan konser kantata "Ars Amatoria" yang berisi interpretasinya atas puisi-puisi SDD.

Buku

* "Sastra Lisan Indonesia" (1983), ditulis bersama Subagio Sastrowardoyo dan A. Kasim Achmad. Seri Bunga Rampai Sastra ASEAN.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
17 (40%)
4 stars
13 (30%)
3 stars
8 (19%)
2 stars
4 (9%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Manik Sukoco.
251 reviews28 followers
December 29, 2015
Together with Aveling, McGlynn translation is probably the most decent translation of Sapardi Djoko Damono's poetry. Of course, the tricky deal about translation is that there will be missing elements. Sapardi's lyricism, for once, struggle to exist amidst the simplicity. While the translation works well, the way it adjusts the poetry to a new space (read: language) changes the poetry forever.
"OUTSIDE THE DOOR"
Outside the door: shadows of moonlight
silent in the grass. The sudden light
inviting him to go
leaving everything silently behind him
Profile Image for Enya Rahman.
32 reviews6 followers
September 3, 2013
Saya juga tidak tahu demi apa saya tiba-tiba memborong banyak buku puisi terutama milik pak Sapardi.

Saya juga tidak tahu demi apa saya menikmati membaca buku-buku puisi ini, rasanya seperti menemukan rumah mungil baru di tengah taman yang cantik dan saya tergoda untuk masuk lalu minum teh sebentar di sana (kalau ini beneran saya pasti dikira maling jemuran)

Tapi mungkin seperti yang dikatakan Shakespeare

So long as men can breathe or eyes can see,
so long lives this and this gives life to thee.


yang intinya selama manusia hidup puisi akan memberi kehidupan menjadi bermakna (saya jadi pusing sama kalimat saya sendiri.)

intinya (menurut saya) puisi itu njelimet tapi saya menikmati ditenggelamkan ke dalam ke-njelimet-an itu.
Profile Image for lita.
440 reviews67 followers
November 3, 2010
now you and I tomorrow
I tomorrow and now you;
tiny bells ringing clearly, a sign that we once loved,
behind the bars of my heart. good-bye

At the Grave
Profile Image for Gharonk.
53 reviews2 followers
August 8, 2007
What john H McGlynn tryin to express is fundamentally not far from damono's meaning. He select from the very beginning not a sophisticated word. Look at Mc Glynn Translation on "yang fana adalah waktu". He don't need to specifically grab the same meaning word after word to translate damono's poem, but he choices the simple words - similar to the damono's behavior.

I like this collection, and I kept this one in my "kamarbuku" - mein Bucheraum for more than 8 years.
Profile Image for Tanti.
83 reviews
December 13, 2008
Translating is never easy. And translating poetry is by far the most difficult, in my opinion. So much beauty and depth are lost in this English version of Mr. Sapardi's works. But it's good anyway that his beautiful poems will at least be known amongst the English speaking people.
Displaying 1 - 7 of 7 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.