Biar Bidadari Mencemburui Dirimu hadir istimewa untuk wanita yang mendambakan kedamaian atmosfera syurga. Betapa wanita solehah tidak pernah alpa dalam setiap sedutan nafas mereka, demi memburu nikmatnya. Kudusnya mereka sehingga membuatkan para bidadari mencemburui, dek menyaksikan mekarnya cinta para suami.
Bagaimana pula mereka yang bergelar lelaki? Seperlunya mereka juga tahu, bagaimana mahu memperlakukan wanita dengan seadilnya. Sudah tentu berdasarkan landasan yang diredai oleh Allah. Lelaki itu perlu menjaga tanpa mengekang, menghormati kebebasan namun tetap melindungi, menenangkan jiwa dan merawat lara.
Antara kupasan menarik dalam buku ini adalah:
Isu kepimpinan, waris, dan agama Fesyen itu trend ataupun tuntutan agama? Kategori cinta manusia Konsep berhijab Pernikahan, apakah tujuannya? Kehebatan seorang ayah Kisah insprirasi rumahtangga yang mendidik jiwa Keagungan seorang ibu
Jadikan Biar Bidadari Mencemburui Dirimu ini sebagai panduan, bagi memahami teman seperjalanan. Syurga…, destinasi abadi.
Salim A. Fillah adalah seorang penulis buku Islami dari Yogyakarta, Indonesia. Hingga 2014, ia telah menulis beberapa buku, 'Agar Bidadari Cemburu Padamu' (2004), 'Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan' (2004), 'Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim' (2007), 'Jalan Cinta Para Pejuang' (2008), 'Gue Never Die' (2006), 'Barakallahu Laka: Bahagianya Merayakan Cinta' (2005) dan 'Dalam Dekapan Ukhuwah' (2010), Menyimak Kicau Merajut Makna (2012), dan Lapis-Lapis Keberkahan (2014). Buku-buku ini diterbitkan oleh Pro U Media, dan telah menjadi best-seller. Karya terbarunya, Lapis-Lapis Keberkahan, harus masuk cetak ulang hanya 3 hari sesudah diluncurkan, 13 Juli 2014.
Ditengah hari-hari kita yang semakin disesaki umbaran pesona fisik, ada kerinduan yang menelisik. Sembilu telah menggoreskan luka saat saudari-saudari saya, para muslimah, diajari untuk menghargai dirinya hanya pada dimensi-dimensi fisik.
Ini bukan soal pemenuhan kebutuhan. Bukan soal punya uang atau tidak punya uang. Ini soal eksploitasi - ekonomi, budaya, bahkan politik, dan aqidah - terhadap konsumen dengan imej-imej sesat. Iklan telah mengajarkan bahwa wanita dihargai hanya sebatas kilau rambut, kemulusan wajah, dan putihnya kulit. Iklan telah medidik kita untuk menstandarkan kebenaran pada penilaian manusia kebanyakan tanpa nalar dan sikap kritis. Inilah varises yang menyerang pembuluh peradaban dan kemanusiaan.
(Salim A. Fillah)
Buku ini hadir untuk wanita yang ingin menghadirkan atmosfer surga dalam setiap hirup nafasnya. Mengajak untuk kembali pada tata cara yang benar menurut Islam. Melangkah bersama meninggalkan keterpurukan zaman yang semakin menjadi-jadi.
Berharap, jangan sampai kita menjadi golongan yang merugi.
... Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas ... (QS. Al-Ghasiyah : 3-4)
Saya membaca buku ini dengan taraf pemahaman agama yang kurang memadai sehingga buku ini menjadi begitu klik dengan saya. Terutama bahasanya yang demikian sederhana dengan mengutip banyak kisah, quote, hadist, dan ayat memberikan pelajaran sederhana namun penting mengenai menjadi muslimah yang menuju tahap perbaikan.
Saya sudah membacanya beberapa kali, terutama saat awal - awal saya memiliki gairah yang besar untuk lebih beljar mengenai islam menuju seorang yang kaffah. Buku ini demikian mengingatkan saya yang begitu labil dan terjebak dengan suatu rasa yang dikatakan sbgai cinta.
Buku yang sangat cocok untuk seorang akhwat yg sedang mencari jati dirinya, juga banyak memberi pelajaran bagaimana seorang akhwat menghadirkan nuansa surga dalam kesehariannya, menjadi bidadari surga peneduh dunia yang kehadirannya selalu dinantikan . walaupun begitu buku ini dikemas dengan bahasa yang sederhana, banyak makna namun tak bersifat menggurui ..
Ummu Salamah ra. bertanya kepada Rasulullah saw., “Ya Rasulullah, beritakanlah kepada kami, mana yang lebih utama di surga, wanita di dunia ataukah bidadari surga?” Rasulullah saw. lalu menerangkan bahwa perempuan dunia di surga sangat lebih utama dari bidadari surga karena shalat, puasa dan ibadah yang dilakukan mereka.
Membaca hadis yang satu selalu terbersit efek yang menyenangkan di hati. Bagaimana tidak, kita, perempuan dunia, bisa mengalahkan para bidadari di surga kelak. Ya, Bidadari yang kabarnya bermata jeli, rambutnya berkilau indah, suci laksana mutiara yang belum pernah tersentuh tangan manusia, berkulit lembut, kesempurnaan itu ditambah lagi dengan akhlaknya baik (khairat) dan wajahnya cantik. Tapi, kesenangan itu tak berlangsung lama karena kepala mulai mengingat kualitas ibadah yang amburadul. Fyuh! Curcol Mode On T.T
Kualitas ibadah benar-benar menjadi tanda tanya besar, jika ingin membuat bidadari cemburu padamu. Nah, menurutku itulah yang menjadi salah satu tujuan ditelurkannya buku ini. Penulis ingin mengajak pembacanya [terutama perempuan] untuk merenungi dan mengenali kembali tentang kualitas pribadi. Dalam buku ini juga dipaparkan beberapa cerita tauladan dari sosok-sosok pada zaman Rasulullah yang dapat diambil ibrohnya. Yah, mungkin kita [perempuan_red] tak sebanding dengan para shohabiyah, tapi usaha untuk meneladani mereka akan menjadi nilai tersendiri di hadapan Allah SWT. Intinya, untuk dapat 'mengalahkan' para bidadari butuh perjuangan yang sangat keras dan ISTIQOMAH *ini nih yang susyah!*
Untuk isinya sendiri saya tidak bisa memberikan bintang yang 'indah' seperti buku-buku Salim A Fillah yang sebelumnya pernah dibaca. Mungkin kalau saya membacanya sebelum DDU dan JCPP *baru jalan separuh*, bisa jadi bintang yang saya sematkan lebih tinggi dari ini.Selain munculnya keinginan untuk menjaga jalinan ukhuwah, ketika membaca DDU banyak sekali hal baru yang saya dapatkan, terutama mengenai sejarah Rasulullah, sehingga menimbulkan keinginan untuk menengok kembali beberapa siroh Nabi. Sedangkan membaca ABCP, sepertinya segalanya biasa saja. Ada sih, motivasi yang muncul setelah membaca buku ini, tapi cara penulis bertutur tidak terlalu spesial.
Satu hal yang sama dari ketiga buku Salim A Fillah yang sudah pernah saya baca adalah tidak sistematisnya pembahasan tentang tema yang diangkat, dan penulisnya mengakui hampir di setiap kata pengantar. Kebanyakan buku non-fiksi keagamaan, memulai bab-bab pembahasannya dari yang umum kemudian mengerucut ke detail-detail tema. Tapi untuk buku-buku Salim A Fillah, lebih seperti cerita dari blog yang semua babnya memiliki 'kesetaraan' dan tetap berkaitan *hmmm...bener gak ya bahasanya, bingung jelasinnya :P* Kesimpulanku sih, Salim A Fillah memiliki ciri khas dalam menciptakan dan mengemas tulisan.
Awalnya saya kira buku ini hanya dikhususkan kepada perempuan saja, tetapi setelah mulai membaca, ternyata tidak. Bahkan kaum pria yang membaca buku ini akan mendapatkan segudang ilmu baru tentang bagaimana melihat seorang perempuan. Bagaimana kecantikan perempuan itu seharusnya dinilai. Buku ini sedikit banyak telah mendorong saya untuk melihat perempuan dari sudut pandang yang lain. Sudut pandang Islam. Sudut pandang bidadari surga. Bahwa setiap perempuan mampu untuk menjadi bidadari surga. Dengan akhlaqnya, dengan kepatuhannnya, juga dengan caranya menjaga diri. Seperti karya-karyanya yang lain, Salim A. FIllah mampu memadukan dengan baik antara pemahaman agamanya, berbagai cerita tentang sahabat-sahabat Rasulullah, dan tentunya semua diperkuat dengan sumber paling utama, Al Qur'an dan Hadist. Sungguh, membaca buku dakwah ini terasa sama sekali tidak membosankan. Materinya mengalir lancar. Menyenangkan dan betah untuk berlama-lama mencari ilmu lewat buku ini.
Bacalah dengan Asma Rabbmu yang Telah Mencipta; Agar Bidadari Cemburu Padamu. Hadir untuk wanita yang ingin menghadirkan atmosfer surga dalam setiap hirup nafasnya. Seharusnya pula hadir untuk lelaki, agar mereka tahu bagaimana memperlakukan wanita dengan keadilan syari'at Allah. Menjaga tanpa mengekang, menghormati kebebasan namun tetap melindungi, serta memberikan rasa nyaman sekaligus rasa aman. Ia menjadikannya rusuk kiri, dekat ke tangan untuk dilindungi, dekat ke hati untuk dicintai.....
Buku Salim A Fillah pertama yang aku baca :D sebenarnya, buku Salim A Fillah pertama yang aku beli justru yang "Jalan Cinta Para Pejuang", tapi yang pertama aku baca malah "Agar Bidadari Cemburu Padamu", dahsyatnya (enggak pake cetar membahana ya), buku ini aku baca sekali waktu saja, ga perlu berhari-hari, yaitu waktu perjalanan dari solo-manado dg pesawat Lion yg memakan waktu hampir seharian ditambah transit.... subhanallah, buku ini sangat bagus..... padahal, melihat judul buku ini sejak aku masih di bangku kuliah tingkat pertama, tapi baru sekarang berkesempatan membaca... buat para muslimah yang sedang giat-giatnya memperbaiki diri, yang haus-hausnya pengetahuan iman islam, this book is a "must read" book :D buku inilah yang menuntunku membaca buku-buku Salim A Fillah yang lain, yang insyaAllah menakjubkan :)
Buku daripada Indonesia ini dibeli dengan hasrat, ya, untuk mengharmonikan jiwa dan fitrah semula. Saya yang sememangnya merasakan bahasa Indonesia itu ada 'ruh' yang berbeza merasakan pembacaan buku ini mengasyikkan - penulisnya Ustaz Salim A Fillah selalu buat saya terkagum dengan beberapa hal yang dilihat daripada sisi yang berbeza.
Entah, di hari-hari yang 'berat', Alhamdulillah buku ini dengan izin-Nya menghembus bayu keringanan.
Dicadangkan untuk dibaca untuk para pencari bidadari dan bakal cemburuan bidadari!
--tapi setakat ini, saya rasa paling tergugah dengan bukunya yang 'Dalam Dekapan Ukhuwah'.
buku ini subhanallah....jadi merasa beruntung dilahiirkan sebagai perempuan ke dunia ini. ulasannya sangat menyentil saya pribadi dgn bahasa yg mudah dipahami.Allah begitu mengistimewakan martabat seorang perempuan.
buku panduan sebagai muslimah zaman ini. dengan gaya bahasa yang santai, seolah sedang bercakap dengan teman. tetapi, bahasa indonesia yang di gunakan membataskan kefahaman saya.
i give 8 from 1 - 10. to be honest, this is Not so very interesting,but this is a book that had been inspiring me to wear veil. Hopefully the angels really jealous of me:D
Bukan dari tulang ubun ia dicipta Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja Tak juga dari tulang aki Karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak
Tetapi dari rusuk kiri Dekat ke hati untuk dicintai Dekat ke tangan untuk dilindungi Keunggulan yang digambarkan Rasulullah atas wanita dunia dari bidadari adalah sebagai kelebihan yang tampak atas sesuatu yang tak terlihat.
Aku bertanya, “Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?” Beliau (Rasulullah) menjawab. “Karena shalat mereka, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya pada wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, “Kami hidup abadi dan tidak mati, Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali. Kami ridha dan tak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.” (HR Ath Thabarani, dari Ummu Salamah)
Ketika risalah Islam tentang pembebasan perempuan ini belum hadir, maka terjadi pembunuhan demi pembunuhan tehadap perempuan yang menyebabkan tetapnya kesetaraan jumlah lelaki dan perempuan. Melalui Islam, Allah berkehendak menyempurnakan perlindunganNya terhadap kaum wanita. Ia tutup pintu-pintu kerusakan. Ia atur sapaan rasa, dambaan ekspresi, kecenderungan berbagi, dan rinduan kemesraan, tetap untuk memenui kemaslahatan semua makhluk. Ia berikan keleluasaan tetapi sekaligus syaratkan keadian, agar tak miring badan di hari pembalasan.
How to get the true beauty? Let's read this book. Buku ini membantu kita khususnya para muslimah untuk menemukan jati diri sebenarnya. Bagaimana seharusnya menjadi orang yang dicintai Allah, menjadi sebaik-baik hambaNya.
Bagaimana cara membidadarikan diri? Tenang, buku ini akan mengupasnya. Bahasanya ringan, tapi mendalam. Ternyata perempuan dunia, bisa mengalahkan dan membuat cemburu bidadari surga. Dengan cara memperbaiki sholat, merutinkan puasa sunah, rajin sedekah, menunaikan zakat, dan sebagainya. InsyaAllah, dengan cara tersebut kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik serta menjadi bidadari di dunia-akhirat.
Bagaimana cara memulainya? Mari kita awali dengan memperbaiki niat dan menutup aurat. Apakah buku ini hanya untuk dibaca para wanita? Bagi para lelaki juga perlu membacanya. Supaya para lelaki juga tahu bagaimana cara memperlakukan wanita dengan keadilan syari’at Allah. Menjaga, tanpa mengekang. Menghormati kebebasan, tetapi tetap melindungi. Serta memberikan rasa aman.
InsyaAllah buku ini recomended sekali, terutama untuk yang sedang berhijrah.
Dengan izin Allah, buku ini menjadi salah-satu jalan belajarku untuk menjadi muslimah yang lebih baik (apakah sekarang sudah lebih baik? tentunya berusaha terus menjadi lebih baik dari hari kemarin). Dari buku ini aku belajar bahwa muslimah sangat dimuliakan dalam islam, dan bagaimana caranya agar bidadari bisa cemburu dengan kita, yaitu ibadah.
Dengan ciri khas tulisannya ustad Salim yang ringan, penjelasan hadits dan ayatnya, serta sejarah singkat membuat rasanya ingin terus belajar sejarah wanita-wanita muslimah yang sangat menginspirasi itu, sehingga membaca buku ini tidak perlu memakan waktu yang banyak.
Buku ini direkomendasikan oleh guru sekolah menengah pertama ku dulu (sekitar tahun 2011) dan ternyata menjadi sangat berbekas di hati (dengan izin Allah), sehingga sudah beberapa kali mengulang baca buku ini sebagai muhasabah diri.
Gaya bahasanya benar-benar khas Ust. Salim. Saya membaca pun seolah mendengar beliau yang menyampaikan. Sebenarnya ini adalah buku Ust. Salim yang pertama kali saya baca. Mungkin karena saya yg kurang terbiasa dengan kalimat-kalimat puitis ini, jadilah saya harus agak pelan membacanya. Overall, buku-buku semacam ini benar-benar sanggup menginspirasi saya yang sedang haus ilmu ini. Semoga bermanfaat. Jazakallahu khair, Ustadz, atas ilmunya. :)
Buku yang 'menenangkan' untuk di baca, semacam jadi kesempatan untuk introspeksi diri, tapi penulisannya/cara menulisnya kurang sesuai dengan selera saya hehe, mungkin karena ini buku awal beliau sehingga masih ada celah. Cukup direkomendasikan buat yang mau cari bacaan ringan di sela sela kesibukan yang masih tetap menghadirkan kesempatan untuk introspeksi diri~
Agar bidadari cemburu padamu. Apa untungnya? Hanya kepuasan batin sesaat yang tak bernilai. Kembalikan lagi kepada niat. Niatnya untuk perbaiki diri dengan ikhlas. Ikhlas hanya untuk dan hanya karena الله Subhanahu wa Ta’ala. perbaiki diri menjadi wanita sholehah.
Bukan senang ingin membuat bidadari cemburu, tapi perkara itu tidak mustahil. Cerita-cerita wanita solehah di bahagian akhir buku sangat memberi inspirasi.
Dapet dari Harash dari tahun 2016 dan baru baca haha. Bagus, mengupas tentang bagaimana Islam memandang wanita berikut dengan contoh nyata peran wanita dalam sejarah Islam.