Jump to ratings and reviews
Rate this book

Rumah Lentera

Rate this book
Ketika pertengkaran demi pertengkaran dengan sang kakak semakin sering mewarnai hari-harinya, Vien menyerah. Ia butuh ruang. Ia tak mau terus-menerus disalahkan dan dianggap anak kurang ajar, apalagi kalau sampai Ega, pacarnya, dibawa-bawa. Tahu apa kakaknya soal Ega? Karena tak ingin selalu disalahkan dan dihakimi, Vien pun memutuskan pergi.

Namun semua berubah ketika Vien menemukan Rumah Lentera serta para penghuninya yang unik. Di rumah itu ia tak menyangka akan menemukan arti keluarga, persahabatan, dan kepedulian sesungguhnya. Bahkan setelah tinggal di sana, untuk pertama kalinya Vien tidak menyontek saat ujian, mematuhi jam malam, dan... bertemu lagi dengan Edry, cinta pertamanya di SMA!

Sayangnya, hari-hari bahagia Vien di Rumah Lentera tidak lama. Ia harus kembali dan menghadapi kenyataan yang selama ini dihindarinya. Ia harus menghadapi keluarganya, sahabatnya, Ega, dan tentu saja... Edry.

256 pages, Mass Market Paperback

First published February 2, 2012

7 people are currently reading
76 people want to read

About the author

Neni Jahar

6 books4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
31 (29%)
4 stars
36 (33%)
3 stars
27 (25%)
2 stars
8 (7%)
1 star
4 (3%)
Displaying 1 - 26 of 26 reviews
Profile Image for Bunga ✿.
186 reviews10 followers
December 25, 2021
Alur ceritanya mudah ditebak tapi tetap seru! Meskipun ga ekspektasi kalau epilognya bakal kayak gitu hahaha. Tentang keluarga dan pertemanan, juga perjalanan bagaimana seseorang menyadari dan memperbaiki kesalahannya setelah sekian lama
Profile Image for Yoyovochka.
314 reviews7 followers
September 16, 2022
Ceritanya asyik khas remaja. Membuat saya teringat gimana labilnya anak-anak kuliahan dan zaman-zaman itu.
Profile Image for Row.
7 reviews2 followers
May 11, 2020
3.5

Buku ini sudah aku baca lebih dari 2 kali. Rumah Lentera, karya Neni Jahar. Menceritakan tentang seorang anak perempuan yang tidak merasa nyaman untuk terus berada di rumahnya hingga akhirnya mencoba untuk mencari lingkungan baru.

Vien adalah adik perempuan dari seorang lelaki tegas bernama Viko. Ketegasan Viko tidak memiliki maksud selain karena Ia sayang dengan adik satu-satunya itu. Namun pagi ini, keadaan rumah sudah tidak dapat lagi memberi Vien alasan untuk bertahan. Tangan Viko yang mendarat di pipi Vien semakin mematangkan tekadnya untuk keluar dari rumah yang seharusnya menjadi tempat terhangat untuk kembali.

Pacarnya yang bernama Ega mungkin salah satu penyebab utama perpecahan pagi ini. Namun mau bagaimanapun, anak muda yang dimabuk cinta akan mencari berbagai alasan agar tetap terlihat benar.

Tak banyak menenangkan, Ega justru mendukung rencana Vien untuk keluar rumah. Di kampus, Vien tak mau diganggu dengan siapapun, termasuk Ega. Namun tiba-tiba seseorang muncul dihadapannya. Edry Aryan, seseorang yang sudah Vien kenal sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas sekaligus orang yang namanya sempat bersemayam di hati Vien. Sebenarnya mungkin tak hanya di hati Vien, karena Edry adalah salah satu manusia yang tak satupun orang lain tidak mengenal dia pada masanya.

Vien memutuskan untuk beristirahat dulu di perpustakaan sebelum kelas dimulai. Merasa seperti orang yang datang ke perpustakaan hanya untuk tidur saja karena tidak membawa apa-apa, akhirnya Vien mencari buku yang setidaknya dapat dia gunakan untuk menutupi wajahnya yang sudah murung sedari tadi. Tak lama, salah satu buku dari rak sastra menarik perhatiannya. Judulnya, Rumah Lentera.

Selesai kelas, Vien mencari tempat yang pas untuk pengganti sepetak ruang yang selama ini dia sebut rumah.

Vien pergi bersama Ega, hingga sampai pada suatu rumah yang dari luar saja sudah terasa kehangatannya. Halamannya yang hijau dan asri dengan potongan rumah yang terlihat sempurna. Kedatangan Vien dan Ega disambut dengan petikan gitar seseorang yang memperkenalkan dirinya dengan nama unik, yaitu Ugit. Tak lama dari bersalaman dengan lelaki itu, orang-orang bermunculan dari kanan kiri depan belakang. Mereka memperkenalkan diri dengan khas masing-masing. Bahkan Vien sampai dinyanyikan yel-yel yang katanya sebagai penyambutan tamu di rumah yang mereka sepakati sebutannya sebagai Rumah Lentera.

Setelah sedikit berbincang dengan banyak ekspresi, dan gelak tawa, Vien masuk dan bertanya-tanya soal tempat tersebut. Peraturan di dalam tempat yang biasa disebut kos ini terdengar aneh. Tidak seperti kos pada umumnya. Mulai dari adanya jam malam, minimal ipk untuk mahasiswa, dannn lain lain. Hukumannya pun beda-beda, membersihkan kamar mandi, menyiram tanaman, dan lain lain juga.

Malam itu, menjadi malam pertama Vien sekaligus penyambutan kecil-kecilan yang menurut Vien berharga sekali. Sangat berbeda dengan keadaan di rumahnya.

Berbagai kisah mulai tercatat di lembar sejarah Vien. Banyak sekali pengalaman berharga. Namun, bagaimana dengan keadaan di rumahnya, hingga suatu hari Vien mendapat kabar bahwa ayahnya telah tiada. Apakah Vien hanya bermimpi? Bahkan terlalu buruk untuk menjadi mimpi. Lalu soal Edry bagaimana? Apa namanya hanya ‘numpang’ muncul saja di masa-masa kuliah Vien? Lalu kakaknya, apakah masih tetap marah dengan Vien karena sesuatu yang terjadi di pagi itu? Tapi, Vien sudah bahagia disini. Di Rumah Lentera.

Sayangnya, hari-hari bahagia Vien di Rumah Lentera tidak lama. Ia harus kembali menghadapi kenyataan yang selama ini dihindarinya. Ia harus menghadapi keluarganya, sahabatnya, Ega, dan tentu saja... Edry.

Buku ini membuat aku larut di dalamnya, dengan cerita-cerita yang unik, mengajak jiwaku berterbangan bersama bunga-bunga di pekarangan Rumah Lentera yang terbawa angin selatan.

Kalau banyak waktu, sempatkan melirik buku berjudul menarik ini ya, jangan lupa untuk tetap membaca dari buku yang dicetak legal. Say no to ‘bajakan’, happy reading! :)
Profile Image for Annelice.
200 reviews8 followers
September 20, 2022
Bintang 2!

Engga tau deh, kaya bosen banget bacanya. Pola ceritanya juga mudah ketebak.

Rumah Lentera bercerita tentang Vien yang terus saja bertengkar dengan keluarganya. Ia merasa selalu disalahkan dan dihakimi. Apalagi kakaknya sangat menentang hubunganya dengan Ega.

Vien merasa sesak. Ia butuh ruang untuk kembali bernafas normal. Iapun mengekos disebuah rumah bernama Rumah Lentera. Disana ia bertemu dengan para penghuninya yang unik. Dari para penghuni itu pulalah akhirnya Vien bisa belajar mengenai sahabat dan keluarga.

Yah.. ceritanya standarlah. Saya nggak begitu menggebu-gebu ketika baca ini karena konfliknya cenderung datar.

Sedari awal Rumah Lentera muncul saya sudah curiga dengan clue-clenya. Terutama saat Vien yang tiba-tiba langsung ngekos ketika bertengkar dengan kakaknya saat akan berangkat kuliah. Secara dia nggak bawa apa-apa, bagaimana bisa dia melewati hari-harinya dikampus dengan begitu lancar. Baju-bajunya? Buku-bukunya? Keperluan lainnya? Yakali dikirim kurir J&T.

Belum lagi ditambah para penghuni kost yang seakan tau masalah yang sedang dihadapi Vien, kaya aneh aja.

Dan pola itu langsung tertebak ketika Vien pingsan tapi yang dilihat justru seseorang yang sedang membaca buku.

Selain konfliknya yang lempeng, saya juga sangat menyayangkan dengan banyaknya tokoh di novel ini. Adly, Ugit, Tyo, Deris, Alfi, Izar, Andri, Mia, Inka, Nela, Edry, Audry, Kak Viko, Kak Kevin, Kak Rifka dan entah siapa lagi. Telalu banyak tokoh itu membingungkan, apalagi kalau pembagian dialognya tidak adil. Kaya Adly sama Ugit bicara sedangkan yang lainya jadi patung.

Dan satu lagi yang bagi saya pribadi, yang membuat novel ini terlihat hambar yaitu cara bercanda mereka nggak nyampe. Saling lempar jokes, ngeledek sana sini, ngejekin si A, B, C, adu cerewet tapi nggak lucu gitu lohh. Lucunya itu kaya dipaksakan. Dialognya doang yang dibuat seakan receh, tapi garing banget. (Maappin yak)

Chemistry antara tokoh utama dengan pasangannya juga nggak ada. Vien dengan Ega? Kosong. Vien dengan Edry? Apalagi. Makanya saya heran waktu tiba-tiba Edry nembak Vien. Nggak ada angin, nggak hujan, nggak ada badai topan tiba-tiba Edry naksir Vien. Dan tiba-tiba pula Vien minta putus sama Ega.

Ya begini memang rata-rata kalau sebuah novel kebanyakan tokoh jadi bingung untuk menceritakan tiap tokohnya, salah-salah berakibat tokohnya nggak sempurna penokohannya dan fatal jika itu terjadi di tokoh utamanya.

Overall saya nggak begitu menikmati perjalanan hidup Vien di Rumah Lentera sih.. tapi saya cukup apriciate dengan perubahan sifat Vien yang drastis hanya dalam waktu beberapa jam, walaupun mustahil ya wkwkw.
Profile Image for R-Qie R-Qie.
Author 4 books9 followers
January 19, 2021
Keluarga, cinta, dan persahabatan tersaji ringan dengan hikmah mendalam. Sejak awal sudah geregetan dengan kekeraskepalaan tokoh Vien. Suka dengan karakter-karakter unik penghuni Rumah Lentera. Alurnya mengalir dengan humor-humor maupun celetukan menggelitik baik dari dialog antar tokoh maupun narasi yang menggunakan sudut pandang Vien. Di tengah-tengah agak membosankan tapi selebihnya oke. Endingnya juga suka. Empat bintang.
Profile Image for nasya.
847 reviews
July 8, 2024
Sebetulnya plot-twistnya udah keduga, karena dari beberapa adegan ada yang kurang lengkap gitu, tapi tetep pas tau, sedih banget wkwk. Cuma agak heran karena di awal dimunculin Varo, adiknya Viem, tapi udahnya habis itu dia nggak nongol lagi
Profile Image for Nindi.
40 reviews
August 21, 2023
Suka banget sama ceritanya dan pesan tentang rumah lentera 😍
Profile Image for Intan Kusuma.
9 reviews
December 11, 2023
Buku ini saya baca waktu masih SMP. Beberapa memori yg di dalamnya masih terperangkap hehe. Tentu saja cerita tentang anak remaja yg labil saat yg membaca juga masih labil maka sangat menarik 🙌🏻
Profile Image for RARA.
7 reviews1 follower
January 24, 2025
Ceritanya menarik, ada biji-biji motivasi, selama cerita berjalan ternyata semua itu hanya mimpi... Ada tambahan plus dari saya karena ada lirik lagu kesukaan saya🫰
141 reviews19 followers
January 18, 2015
[Artrevoir's short review] :)
Udah baca bukunya lamaa banget, jadi udah agak lupa siapa nama-nama tokohnya. Tapi yang paling aku inget, itu jalan ceritanya. Gatau kenapa, tapi membekas di ingatan banget. Good job, Neni Jahar. :D

---

Cerita dimulai dengan pertengkaran Vien dan kakaknya, Kak Viko. Sebetulnya, Kak Viko juga udah nasehatin dia buat jenguk ayahnya yang sakit, berubah jadi gadis yang lebih baik, dan jangan pacaran sama cowok bernama Ega itu! Tapi Vien tetep keras kepala, dia gak mau dengerin Kak Viko. Padahal, dulu mereka amat lengket.

Tidak tahan, ia pun pergi ke Rumah Lentera, suatu rumah kost-kostan yang penghuninya unik-unik. Kenapa dinamai Lentera? Simak perkataan salah satu penghuninya, Adly.
"Menerangi orang lain dalam keterbatasan kita. Lentera itu tidak seperti lampu yang terang benderang. Cahayanya redup, tapi tetap bisa menerangi orang lain. Lentera tidak seperti lampu yang bisa menyala terang hanya dengan menekan tombol. Banyak proses yang harus dilalui lentera sebelum bisa memberikan cahaya. Dia butuh minyak, butuh sumbu, butuh api. Semua itu harus dipenuhi oleh lentera sebelum memberikan cahaya, yang tidak begitu terang. Dia menerangi dalam keterbatasannya." - hlm 68.


Keren kan? Lanjut ke cerita. Nah, tidak disangka-sangka, dia malah bertemu dengan Edry, cinta pertamanya. Walaupun sudah punya pacar, Ega, dia tidak dapat memungkiri masih tersimpan perasaan untuk Edry. Apalagi, Edry tinggal dekat dengan Rumah Lentera, dan memang dekat dengan penghuni Rumah Lentera. Jadi, waktu bersama Edry pun tersita lebih banyak.

Sementara itu, di Rumah Lentera, bukan cuman penghuninya yang unik, tapi peraturannya. Bayangin, IP musti 3,5! Kalau gak, harus menerjemahkan 3 jurnal bhs Perancis. Ckckck. Tapi nyatanya, emang semua penghuni Rumah Lentera begitu pintar. Karena gak mau ngerjain jurnal itu, Vien pun 'terpaksa' buat belajar mati-matian agar dapat standar IP 3,5. Vien yang dulunya belajar ongkang-ongkangan kaki, sekarang mulai serius. Vien juga mematuhi jam malam yang ditetapkan rumah kostnya dengan baik.

Akhirnya, Vien dapat menemukan arti persahabatan, keluarga dan kepedulian sesungguhnya. Tapi, dia harus kembali. Maksudku, ke rumah sebetulnya, rumah dia dengan orang tuanya, Kak Viko, dan semua orang itu. :)

---

Jujur aja, ini ending-nya keren:) Aku sangat puas dengan buku ini, walaupun agak sedikit gak masuk akal, tapi yaa namanya juga Teenlit. Sebetulnya, ini bercerita tentang Vien yang putus asa juga milih antara Ega, pacarnya, atau keluarganya. Toh keluarganya gak mau ada Ega, dan Ega pun gak menerima baik keluarga Vien. Jadi ya sama-sama tolak belakang.

Kalo sama-sama bentrok gitu, susah juga kan? Akhirnya Vien pun harus memilih satu aja...

"Tapi dengan kamu, aku selalu harus milih. Karena belakangan keluargaku nggak bisa menerima keberadaan kamu, dan parahnya kamu bukannya berusaha memperbaiki keadaan, kamu juga malah ikut-ikutan nggak mau ngertiin keluarga aku." - hlm 231.

Walaupun tipis, tapi banyak pelajaran yang bisa diambil. Konflik ceritanya sederhana, perseteruan keluarga dan kehidupan Vien yang penuh lika liku. Walau sederhana, tapi sperti yang aku bilang diatas, sangat ngena di ingatan. Aku agak lupa dengan tokohnya, tapi jalan ceritanya selalu aku inget.

Awal membeli Rumah Lentera jelas karena kovernya yang unyu bergaya vintage gitu. Emang sih, gaboleh judge a book by its cover, tapi kover slalu jadi yg utama kan? :) Tadinya mau ngasih 2 bintang karna konflik sederhana, tapi karena ending twist yang keren, aku kasih plus 1 bintang buat buku yang awsome ini. Ciyaoo! :D

~~~
Rumah Lentera.
Profile Image for Khairunisa Putri.
220 reviews21 followers
April 15, 2012
Vien lebih mementingkan waktunya untuk sang pacar yang ia anggap sudah bertaruh nyawa denganya,karena pacarnya Ega sudah menyelamatkanya dan mendonorkan darahnya ketika Vien kecelakaan. Utang budinya kepada Ega terlewat batas sehingga ia tak mempedulikan keluarganya dan juga ayahnya yang sedang sakit. Kakaknya tak ingin ia berhubungan dengan Ega lagi yang telah menjauhkan Vien dengan keluarganya dan sering membuat Vien pulang malam. Karena tak tahan sering dimarahi kakanya ia bermaksud untuk mengokos.
Akhirnya ia menemukan Rumah lentera dengan penghuninya yang unik,ada kak Ugit yang hobinya main gitar tapi ternyata memenangkan karya ilmiah,ada Kak Adly yang tampangnya serem ternyata berhati hangat ,Deris yang selalu pake aksesoris kayak mbah dukun dan berwajah malas ternyata selalu mempertahankan IP 3,9nya ada kak Nela yang pintar dan santun,ada Mia yang cerewet tapi ternyata dewasa ,ada Inka yang jago masak,Adrian,kak Izar yang jadi musuh bebuyutan Vien dan juga ada kak Tyo.
Banyak hal yang merubah Vien saat ia tinggal dirumah lentera tentang keluarga, persahabatan, dan kepedulian sesungguhnya. Bahkan ia tak pernah pulang larut malam dengan adanya jam malam dan ia juga lebih rajin sehingga nilai IPnya naik drastis,nilai IP juga menjadi peraturan dirumah lentera yaitu nilai IP harus memenuhi standar IP 3,5 barang siapa nilainya dibawah itu sanksinya adalah menerjemahkan tiga jurnal bahasa prancis selama liburan semester (haha,gila bener sanksinya).
Dirumah lentera semuanya berjalan menyenangkan dan menyadarkan banyak hal bagi Vien. Hingga akhirnya ia harus kembali menghadapi kenyataan. Ia terbangun diperpustakaan dan disampingnya ada Edry ia segera berlari ke rumah sakit dan meminta maaf kepada ibu,ayah dan kakaknya .singkat cerita ia memutuskan hubunganya dengan Ega dan bahagia bersama keluarganya.
***
Wohaha seru ceritanya apalagi keseruan di rumah lentera,asli bikin ngakak. Saya kira rumah lentera itu bener-bener ada ternyata itu semua hanya mimpi Vien yang ketiduran diperpustakaan. Endingnya manis dan gak mudah ketebak. Awalnya saya nebak kalo Vien ngekos dirumah lentera udah skenario kakaknya biar ia sadar ternyata enggak. Cerita juga gak sedih-sedih amat,apalagi si Vien ini juga punya sisi lucu,yang bikin saya sesenggukan plus ketawa adalah bagian suster budeknya itu,bener-bener deh si suster bikin saya berdebar-debar(lebay:D) actually nih novel pantas mendapatkan empat bintang dari lima bintang yang ada!!! Dan tentunya recomended untuk dibaca:)
Profile Image for Devita Natalia.
105 reviews19 followers
February 4, 2012
Okay, novel ini baru gue beli tadi siang dan sesampenya di kos gue langsung baca. hehe..
gue memberanikan diri untuk beli novel ini karena pernah baca novel yang dikarang penulis sebelumnya, dan di novel itu ceritanya bagus. Jadi tanggepan gue tentang Rumah Lentara yaitu gue suka banget.

Gini di awal cerita emank udah ditunjukin konflik keluarga. Karena di novel ini bercerita tentang seseorang bernama Vien. Vien selalu berantem dengan kakak laki2nya yaitu Viko. Viko yang nggak suka dengan Ega. Ega itu pacarnya Vien. Menurut Viko, Vien sudah berubah karena si Ega ini. (Hem, menurut gue alasannya nggak begitu penting juga sih).

Trus, saat berantem Vien dan Viko, Viko yang kebawa emosi akhirnya menampar Vien. Sakit hatilah si Vien ini, jadi dia memutuskan untuk nge-kos. Dengan minta bantuan dari Ega, Vien mendapat tempat kos, dan namanya Rumah Lentera. Di rumah ini banyak orang2 yang 'ajaib'. Dan gue suka dengan cara penulis menceritakan tiap tokoh yang ada di rumah Lentera. Lucu2 gitu. Trus, di Rumah Lentera ini, Vien ketemu sama cowok yang dia suka selama masa SMA yaitu Edry.

Di Rumah Lentera, Vien belajar banyak. Terutama karena ada salah satu peraturan yang dibuat di Rumah Lentera yang bikin Vien nggak berkutik dan bisa kena serangan jantung. >_< Salah satu peraturannya adalah :
>>Setiap penghuni harus memenuhi standar IP 3,5.
==SANKSI : Menerjemahkan tiga jurnal bahasa prancis selama liburan semester. Tidak diperkenankan kembali ke Rumah Lentera sebelum ketiga jurnal tersebut selesai diterjemahkan.
Nah loh, kalau di kos gue ampe ada peraturan kaya gitu mah, gue mundur teratur deh, hehe.. :p

Di pertengahan novel gue sedikit bosen (sumpah sedikit doank), karena merasa ini novel koq datar ya? Tapi, gue kaget dengan bab2 terakhir. Nggak nyangka aja kalo ternyata, siap2 **SPOILER** ternyata kisah Vien di Rumah Lentera yaitu hanya mimpi. Vien ketiduran di perpus dan sebelumnya nggak sengaja baca buku berjudul Rumah Lentera membuat dia bermimpi tinggal di Rumah Lentera.

Bingung ya??
Kalau bingung dibaca aja novelnya.. :)

oia, untuk mengawali Libur Semester, novel ini membuka liburan gue dengan menarik. Dan mungkin gue terlalu berlebihan kalau kasih 4 bintang, tapi dengan akhir cerita yang bikin gue kaget dan suka juga dengan ceritanya. Gue nggak nyesel kasih 4 bintang.. ^_^
Profile Image for Hayati.
250 reviews
June 12, 2012
Lentera itu tidak seperti lampu yang terang benderang. Cahayanya redup, tapi tetap bisa menerangi orang lain. Lentera tidak seperti lampu yang bisa menyala terang hanya dengan menekan tombol. Banyak proses yang harus dilalui lentera sebelum bisa memberikan cahaya. Dia butuh minyak, butuh sumbu, butuh api. Semua itu harus dipenuhi oleh lentera sebelum memberikan cahaya, yang bahkan tidak begitu terang. Tapi itulah lentera. Walaupun harus melalui perjalanan yang rida begitu terang, dia tetap menyala, memberikan cahaya pada siapa pun yang membutuhkannya. Dia menerangi dalam keterbatasannya.
Jujur aku suka banget sama kata-kata di atas. Dan kata-kata itu aku copas dari novel yang baru aja selesai aku baca! Yups!! Rumah Lentera karya Neni Jahar. Sebelumnya aku udah baca novel pertama mbak Neni yaitu Finding Reality yang buat aku bagus banget. Dan Rumah Lentera adalah novel TeenLit kedua mbak Neni yang buatku juga bagus dan nggak mengecewakan. Novel ini amat sangat bagus karena memberikan pesan moral yang banyak, yaitu jangan sampai kita menyesal akan perbuatan dan keputusan yang telah kita ambil, selain itu novel ini juga memberikan arti bagaimana pentingnya keluarga serta sosok orang tua yang kasihnya tidak pernah putus dan kasih sayang seorang abang kepada adiknya.
Lengkap banget kan? Selain itu novel ini juga kocak banget karna adanya tokoh-tokoh dalam Rumah Lentera yang buat aku tokoh itu sangat hidup banget. Dan baru kali ini aku nemu peraturan di rumah Kost kalau IPK minimal 3,5. Yapps!! Kalau mau ngekost di rumah Lentera kalian mesti bisa mendapatkan IPK 3,5 kalau nggak sampai maka kalian mesti menterjemahkan 3 Jurnal Bahasa Perancis selama liburan semesteran. Jujur aja Bahasa Perancis aku bisa di bilang levelnya anjlok sekali, nilainya rendah banget di rapor Cuma dapat 7 koma sekian, wkwkwk.
Profile Image for Tiara Orlanda.
201 reviews18 followers
September 16, 2015
Seperti lentera,
Walaupun harus melalui perjalanan yang tidak praktis untuk memberikan cahaya yang bahkan tidak begitu terang, dia tetap menyala, memberikan cahaya pada siapa pun yang membutuhkannya. Dia menerangi dalam keterbatasannya.

Alasan pertama aku beli buku ini adalah covernya yang vintage ala-ala :) dan judulnya. Langsung mikir, “Rumah Lentera ? Kayaknya tipe teenlit jaman dulu nih.”

Buku ini awalnya bercerita dari konflik keluarga yang dialami Vien. Karena dia kurang peduli sama keluarganya, suka pulang larut malam, dan jadi suka berantem sama kakaknya, sejak dia pacaran sama Ega. Dari situ akhirnya Vien mutusin untuk keluar aja dari rumah dan ngekos.

Singkat kata akhirnya Vien ngekos di ‘Rumah Lentera’ yang peraturan utamanya yang ngekos disitu min IP nya 3,5 (bayangin ajaaa men haha bayangin kalo tempat kos kalian kayak gitu) dan yang ga nepatin sanksinya : gak boleh pulang ke kosan kalo belum beres nerjemahin 3 jurnal bahasa Prancis.

Disanalah Vien ketemu dengan banyak teman baik yang akhirnya menyadarkan dia. Ada Ugit, Deris, Adly, Mia, Inka, Andri, Tyo, Alfi, dan Nela.

Endingnya bikin gregeeeeett ! Tapi tetap suka sama buku ini. Kenapa greget ? Baca gih baca gamau spoiler :p *ditekek*
8 reviews12 followers
March 3, 2012
well,mostly novel ini lucu,ringan,dan karakter2ny bener2 bikin ketawa ngakak

ceritany tentang Vien yang memutuskan untuk nge-kost karena engga tahan sama kakakny yang selalu menjelek-jelekan pacarny, Ega. Setelah meminta bantuan Ega untuk mencari tempat kos, akhirny menemukan rumah lentera. dari sini petualangan Vien dimulai.

penghuni2 rumah lentera sendiri pada gokil2,bener2 seru deh keadaan rumah itu!tapi peraturanny cuy,IP minimal 3.5,watde?!!! Karena tidak mau didepak, Vien akhirnya belajar mati2an untuk mendapatkan IP tinggi, dan belum lagi peraturan2 lainny. Tapi Vien berusaha melewati semuany ditemani oleh para penghuni rumah lentera

novel ini membuat saia tertegun beberapa saat,karena kondisi Vien sama seperti saia...jadi yah,ngena banget rasany...4 dari 5 rasany pas untuk novel ini :)
76 reviews
January 20, 2015
Saya nggak tahu kenapa saya beli novel ini waktu itu. Tapi ya, untunglah saya beli. Karena saya cukup suka dengan novel ini.

Ide ceritanya bolehlah. Saya cukup salut dengan itu. Saya suka dengan bagaimana si Vien belajar untuk lebih menghargai hidup ketika dia menemukan Rumah Lentera. Saya suka dengan tokoh-tokoh disini-Vien, Erga, Edry, keluarga Vien, teman-teman Vien di Rumah Lentera- semua punya porsinya masing-masing, tidak ada yang tenggelam dan tidak ada yang terlalu menonjol. Rumah Lentera? Oh, mereka seru banget! Lalu gaya bahasanya juga oke. Rapi, tidak belibet, dan juga ringan. Banyak juga kata-kata yang sarat makna dan cukup menohok yang tersebar di novel ini.

Yaa, secara keseluruhan saya cukup enjoy membaca novel yang satu ini.

Setelah saya pikir-pikir, 3 bintang deh untuk Rumah Lentera.
27 reviews
March 4, 2016
menurut aku ini novel teen lit terbagus yg pernah aku baca. novel ini bener bener ga ketebakk alurnya dann akhir akhirnyaa bener benerr rada ngeselinn sihh #spoiler wakkakakak bahasanyaa mudah dimengerti. tapi di sisi lain akhir akhirnya sedikit aneh harusnya kalo akhirnya ga dibuat gituu kayanya jadi lebih bagus . pokoknya salutt dehhh pertama kali baca novel teen lit alur bener benet ga ketebakk ga nyangkaa kalo akhirmya bisa gituu. aku ngasih bintang tiga karena ceritanya ini di tengah tengah rada membosankann ceritanya yaa datar datar aja ga ada klimaks nya pling klimaks nya cuma vien berantem sama ega. bagi yg suka baca novel happy ending cocokk nihh baca buku inii #spoiler
Profile Image for Alma Wahdie.
13 reviews3 followers
January 11, 2015
Ini novel kak neni yang pertama kali aku baca.
Novel yang pertamanya aku belum baca, penasaran banget pengen baca juga nanti. Abis baca rumah lentera ini, aku jadi salahsatu orang yang nunggu- nunggu tanggal 10 november, tanggal novel berikutnya rilis.
Rumah lentera ini berkesan banget buat aku.
Lagi- lagi aku punya pertanyaan buat kak Neni pas selesai namatin baca yang ini. Sebenernya pertanyaannya panjang, tapi aku ringkas aja jdi gini:

Jadi, Dia itu hantu???

hahhaaa...
Aku emang nyablak, tp intinya adalah aku penasaran dan salut dengan ide ceritanya apalagi endingnya. IPK jadi syarat kos????
Keuuureeeen giwwwlaaa.. ahhaha

Salut deh buat Kak Neni.
Congratulation! ^^
Profile Image for Olivia.
376 reviews25 followers
April 18, 2014
Alurnya sudah ketebak sama saya.. Pas awal-awal sudah menduga.. kalau itu pasti.. (no spoiler) jadinya mulai malas membaca.. nilai hidupnya bagus..

Sayangnya, saya skip dipertengahan dan langsung baca akhirnya.. dan dugaan saya benar..

3 bintang buat cinta masa SMA ;)
Displaying 1 - 26 of 26 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.