Pada masa kejayaannya, Resimen Pelopor merupakan sebuah "mesin perang" yang efektif dan efesien. Di manapun mereka diturunkan, di manapun dan kapanpun mereka ditugaskan, para anggota pasukan ini memiliki semboyan bahwa itu adalah penugasan terakhir mereka.
Sayangnya lembaran sejarah seolah telah menutupi kesatuan ini pada tumpukan terakhir. Ketika penguasa republik ini berganti, berakhir pula nasib pasukan yang punya kemampuan tempur secara tim kecil ini.
Membaca buku ini seperti mengulang kembali pelajaran sejarah saat dulu SMP namun dengan rasa yang berbeda. Buku yang cocok untuk penyuka sejarah dan dunia militer tanah air.
Buku yang bagus, mengungkap sejarah Resimen Pelopor, salah satu pasukan elit di kepolisian yang bukan hanya hampir terlupakan, tapi memang terlupakan.. Saya gak tahu kenapa POLRI tidak membentuk pasukan seperti ini lagi ya? padahal kemmampuan dan fungsinya sdh jelas berguna sekali, walau sekarang ada Brimob, tapi kayaknya kok masih kurang sangar ya .. he he he .. Di buku ini di ceritakan bagaimana perekrutan, tugas-tugas negara yg diemban, kemenangan dan kekalahan yg pernah terjadi, akhir sedih dari resimen ini di Timor Timur dan karir mantan anggota menpor.. Buku-buku seperti inilah yg seharusnya banyak diterbitkan untuk menambah semangat generasi muda, bahwa bangsa kita ini bukan bangsa yg lemah ..
Awal mulanya resimen Pelopor(Menpor) atau Ranger merupakan pasukan semi militer yang dibentuk pada tahun 1959. Inilah yang kemudian merupakan cikal bakal terbentuknya Mobrig atau yang sekarang dikenal dengan nama Brigade Mobil Polri(Brimob Polri). Sebelumnya sudah ada di Militer serta Kepolisian (Keisatsutai) bentukannya dilatih pada jaman pendudukan Jepang dalam pasukan polisi dengan tugas-tugas khusus, yang dinamai Tokubetsu Keisatsu Tai(Polisi Istimewa)dan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia mereka menjadi Polisi Istimewa(PI).
Pasukan Menpor dengan doktrin militernya mempunyai keiistimewaannya sehingga disenangi oleh Soekarno saat terjadi kasus penyelematan beliau dari terror pada waktu itu. Kebanyakkan ajudannya direkrut dari kepolisian sehingga beliau mengidamkan supaya membentuk Cakrabiwara (Paspampres). Resimen tersebut dulunya sangat diuntungkan dengan diperolehnya bantuan senjata senapan serbu AR 15 (awal dari M16A1).
Banyak konflik yang telah dilibatkan dan ikut menumpas pemberontakan mulai dari DI/TII, PRRI, Kahar muzakar, GAM, Dwikora, dll. Seiring dengan waktu berjalan, banyak perubahan dari mulai orde baru berkecamuk, resimen ini lebih banyak menegakkan hukum / civilian police hingga tugasnya mengamankan kepentingan umum hingga jarang dilibatkan dalam misi2 tertentu dan TNI yang akan lebih diandalkan sehingga operasi seroja timor timur dan GAM melibatkan Menpor untuk ikut melibatkannya lagi.