Jump to ratings and reviews
Rate this book

Langit, Bunga, Gula-Gula

Rate this book
Adalah buku kumpulan cerita pendek fantasi anak terbitan indie karya duniamimpigie alias Gie Yume, seorang penulis dari komunitas penulis fantasi Le Chateau De Phantasm.

Gula-Gula Payung Frou
Tahukan kalian? Bahwa ada seorang gadis mungil berambut ungu ikla dengan bola mata perak yang tinggal di tengah Hutan Manis? Ialah Frou, sang pembuat Gula-Gula Payung! Gula-Gula Payung Frou sangatlah lezat! Rasa manisnya yang khas bak menebar kebahagiaan kepada yag memakannya.

CLOSE ~ Yang Terkenang
Kala itu, ia hanyalah gadis kecil yang selalu tersenyum bahagia. Hanya satu rahasianya. Yang bahkan tak diketahui orang-orang terdekat. Bahwa ia mendengar suara bunga. Yang bagaikan bisikan lirih. samar. Seolah berdengung di telinganya.

45 pages, Paperback

First published January 1, 2012

1 person is currently reading
13 people want to read

About the author

duniamimpigie

2 books54 followers
Writer, Editor, Japanese Translator... or rather... just an ordinary girl who love cute things~ <3

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (23%)
4 stars
3 (23%)
3 stars
6 (46%)
2 stars
1 (7%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for Feby.
Author 3 books19 followers
February 17, 2012
Repiu ini adalah untuk menghargai keberanian teman saya, Gie, menerbitkan karyanya secara indie.
Makasih buat ttd-nya lho X3

Ada 4 cerpen dalam kumcer ini.
1. Poko, Penghimpun Kata Negeri Surga Buku
Ini mungkin surealis. Sejujurnya, aku kurang mengerti inti cerita ini. Tebakanku, ini adalah kisah perjuangan seorang penulis. ^^; CMIIW.
Dan lagi... kurang panjang.

2. Gula-Gula Payung Frou
Cerita yang manis. Cerita favoritku nomor 2. Mengajarkan tentang memaafkan dan kerja sama. :D

3. CLOSE ~ Yang Terkenang
Cerita favoritku. Terfavorit. Pembangunan suasananya bagus, nuansa fantasinya sangat terasa, dan lebih lagi, sangat menyentuh.

4. Permen Karet Zozo
Zozo, gajah mungil yang ingin kuculik dan kumasukan dalam toples, jadi koleksi barang imut pribadi.
*evil grin
XD
Komentar pertamaku untuk cerita ini adalah kreatif! Seharusnya bisa dijadikan dongeng terkenal asal muasal gajah XD
Sedikit monoton, tetapi diakhiri dengan ending yang membuatku tergelak.
Profile Image for Ana Kosasih.
Author 1 book8 followers
February 21, 2012
Salah satu buku favorit yang saya baca di awal tahun ini. ♥ Secara keseluruhan mulai dari judul, sampul, dan isinya termasuk pengarangnya juga buku ini memberi kesan manis. Meski nantinya, menurut saya, masing-masing ceritanya menawarkan rasa tambahan selain manis yang berbeda-beda. Dan itulah yang ngejadiin buku ini manis sekaligus warna-warni, kayak warna pelangi di kuali Frou. Nyambung deh sama sampulnya. Jadinya agak filosofis (atau saya aja yang nyambunginnya kelewat lebay XD).

*dikemplang pakai wajan fish n co*

Cerpen pertama: Poko, Penghimpun Kata Negeri Surga Buku



Ah, sekilas cerita ini begitu sederhana dan enjoyable. Tipe yang cocok buat diceritain ke anak-anak. Tapi kalau mau direnungkan lebih lanjut, saya mikirin kemungkinan adanya pesan-pesan tertentu dalam cerita ini yang diwakilkan oleh istilah-istilah yang pastinya familier bagi seorang penulis. ;)

Cerpen kedua: Gula-Gula Payung Frou



Menurut saya ini cerita yang paling manis di kumcer LBGG, soalnya ada gula-gulanya (?). Dari pertama baca cerita ini di kemudian.com, sampai saya baca untuk kedua kalinya di kumcer ini, saya tetap keingetan sama cokelat payung yang populer banget pas jamannya saya masih TK. Oh ya, sebagai penggemar dan penulis fantasy romance, saya juga sangat kepengen menggolongkan cerita ini di genre tersebut, walau kadarnya sudah sangat pas karena ini berbau cerita anak. XD Top lah.

Cerpen ketiga: CLOSE ~ Yang Terkenang



Walau awalnya saya sempat ngernyit dan bingung kenapa harus dibawakan dengan setengah narasi setengah puisi begini, ini cerita berhasil menjadi cerpen favorit saya di buku ini. Heartwarming, dan bikin speechless. Membacanya ngasih saya beragam perasaan; mulai dari hangat dan sendu di awal-awal penceritaan masa kanak-kanak si gadis. Mendadak rindu dua orang yang ga pernah saya jumpai ketika kakek dan nenek si gadis diceritakan. Miris di bagian perang bantal dengan ayahnya. Ikut merasa sedih dan hampa di bagian ibunya si gadis yang meninggal, dan ikut menyesal soal masalah kuncir rambutnya. Geli sendiri di dan somewhat I can relate myself to bagian cinta pertamanya. Hingga terakhir, beneran tersentuh sejadi-jadinya di bagian pernyataan cinta. Overall, cerita ini sungguh sangat manis. Manis yang agak muram, tapinya. Mungkin mirip-mirip perasaan yang bakalan didapetin kalo kita ngeliat wanita cantik sedang duduk memandang ke luar jendela di selembar foto berwarna sepia. Ngerti kan? Manis, indah, tapi ada sesuatu yang bikin hati kita serasa bolong pas ngelihat itu.

Cerpen keempat: Permen Karet Zozo



Ga banyak komen buat ini. Tipikal cerita anak-anak yang memiliki pesan moral. Lumayan menghibur. Hehehe.

Sebenernya, ada beberapa typo yang saya temuin di buku ini. Tapi saya tetap ngasih 5 bintang karena cerpen favorit saya itu *tunjuk* bener-bener one of the most heartwarming things I have ever read in my whole life.

Totally worth reading!
Profile Image for R.D. Villam.
Author 712 books82 followers
February 29, 2012
Kumcer mini berisi empat kisah fantasi anak karya Gie.
Seperti apa cerita-ceritanya, berikut adalah sedikit ulasan dari saya.

Poko, Penghimpun Kata Negeri Surga Buku
Kisah ringan yang tepat dijadikan cerita pertama, karena bikin mood membaca jadi enak dan memberi gambaran akan seperti apa kisah-kisah fantasi selanjutnya yang bakal ditawarkan oleh penulis. Tentang Poko, seorang Penghimpun Kata newbie, yang dalam tugas pertamanya berhasil menemukan kata … BANTAL!
Imajinatif, cukup lucu dan ada serunya juga. Cuman, jika seorang bapak/ibu ingin mendongengkan cerita ini ke anaknya, kemungkinan mereka akan bingung juga, pesan apa yang harus disampaikan, dan bagaimana mengaitkannya dengan kehidupan atau pengalaman si anak sehari-hari. Pertama, kenapa bantal yang harus diceritakan di sini, bukan guling, boneka atau yang lainnya? Hehehe… Kedua, gimana caranya Poko bisa sampai menemukan kata Bantal? Bendanya muncul, tapi nama bendanya muncul dari mana? Hayo. Ketiga, kenapa sih kok ada Monster Penghapus segala di tempat itu, apa memang dia jahat dan harus ditakuti? Keempat, kok bisa Tinta membekukan si monster? Apa memang itu fungsi Tinta di dunia nyata? Jadi, apa penghapus memang harus dimusuhi? Bukannya seharusnya mereka adalah teman juga?
Kalo si anak nanti bertanya macam-macam semacam begini (karena bertanya memang adalah kebiasaan mereka), dan jawabannya tidak ada, ya terpaksa orangtua hanya bisa bilang dengan singkat: ya, ini kan cuman cerita. Ah, tapi gak juga ya. Orangtua yang baik harus bisa menjawab apapun, dan mengajari apapun. heheheh...

Gula-Gula Payung Frou
Tentang Frou, si gadis cilik pembuat gula-gula payung. Sekali lagi, cerita imajinatif yang enak diikuti. Walau kadang ada juga kalimat yang terlalu ‘tinggi’ dan kemungkinan susah dipahami oleh anak-anak, seperti: ‘yang memiliki rasa semanis kebahagiaan bila dikecap’. Duh, susah dibayangin itu. Dan saya rasa, ini juga gara-gara konsep yang ingin diangkat dalam cerita ini, tentang ‘kebahagiaan’—kata yang disebut berulang kali dalam cerita--yang masih terlalu abstrak. Kata ‘gembira’ atau ‘senang’ mungkin lebih gampang dipahami.
Dan pembaca anak-anak mungkin juga akan bertanya, jadi ‘kebahagiaan’ itu sebenarnya apa? Di awal disebut kebahagiaan itu sudah ada, lha buktinya gula-gulanya sudah enak, lalu kenapa harus ada Jule untuk memperkenalkan pada Frou tentang sebuah kebahagiaan lagi.
Mungkin, pesan cerita akan lebih bisa ditangkap, jika di awal diceritakan kebahagiaan itu memang belum ada, sehingga gula-gulanya tidak enak (atau belum terlalu enak), dan baru setelah persahabatan antar kedua anak terbentuk, kebahagiaan pun muncul, dan gula-gulanya berubah jadi sangat enak. Jalan ceritanya akan lebih sederhana dan pesannya bisa lebih dimengerti.

Close – Yang Terkenang
Diawali dengan kisah seorang gadis kecil, yang bisa berbicara dengan bunga dan pohon. Tentang kenangan-kenangannya yang tertinggal sejak ia masih kecil hingga dewasa. Tentang kepolosannya saat kanak-kanak, kelabilannya saat mulai tumbuh dewasa, cintanya (yang gagal maupun yang berhasil), kesalahan-kesalahan yang disesalinya, dan akhirnya keinginannya untuk hidup bersama keluarganya dengan lebih baik. Cerita yang manis, sedih, tapi juga hangat. Like it.

Permen Karet Zozo
Wahaa… ini cerita yang lucu, tentang seekor gajah yang bertubuh sangat kecil. Kenapa sampe bisa ada gajah semacam ini, gak perlu ditanyakan :-P. Cuman rada bingung juga sih, di awal katanya dia udah jadi gajah, dikenal oleh yang lain sebagai gajah, tapi belalainya belum ada. Hmmm… mungkin bakal lebih asik dan mengejutkan jika sedari awal tidak dibilang bahwa ia adalah seekor gajah, hehe.
Atau mungkin saya yang salah nangkep ya? Mungkin kalimat pertama ceritanya yang salah. Mestinya dibilang secara jelas aja, bahwa di jaman dulu semua gajah itu ukuran tubuhnya sangatlah kecil (bukan hanya seekor gajah).
But eniwei, ini cerita yang bagus dan menyenangkan. Sebagai sebuah cerita anak, pesannya sangat jelas dan mengajarkan kebaikan. Walaupun, mestinya sih, akhir kehidupannya (atau ceritanya) tidak berhenti hanya menjadi hewan sirkus atau sebagai tontonan belaka. Mestinya Zozo bisa berbuat lebih baik lagi.

Secara keseluruhan, saya suka cerita-ceritanya. Dan saya juga suka penampilan bukunya. Covernya, maupun layout di dalamnya.

Tetap berani, Gie. Dan tetap menulis. :-)
Profile Image for Dewi Kirana.
Author 2 books20 followers
August 3, 2012
Sebuah kumpulan cerita yang sangat manis untuk (seperti yang tertulis di halaman depan buku ini) anak-anak maupun yang pernah menjadi anak-anak.

Poko, Penghimpun Kata Dari Negeri Surga Buku

Secara keseluruhan, sebuah cerita yang manis dan mengundang senyum, terutama pada adegan Poko menangkap kata pertamanya yang adalah... BANTAL. Seorang penulis pasti akan merasa lebih familiar lagi dengan cerita ini, karena seolah-olah menggambarkan bagaimana seseorang "menangkap" kata dan menyimpannya dalam sebuah buku untuk dinikmati oleh semua orang.

Sayangnya, masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, antara lain kenyataan bahwa Poko langsung tahu bahwa monster yang dilihatnya adalah Monster Penghapus, sementara di paragraf berikutnya diceritakan kalau Poko belum pernah bertemu dengan monster itu sebelumnya. Lah, kalau begitu, dari mana Poko tahu, dong?

Gula-gula Payung Frou

Sebuah cerita yang membuatku ingin makan gula-gula lagi (nyammm). Tapi buatku pribadi, di cerita ini ada terlalu banyak penggunaan tanda seru di akhir kalimat, membuatku jadi kurang nyaman membacanya.

CLOSE - Yang Terkenang

Cerita favoritku di buku ini. Idenya benar-benar membuatku ingin berkhayal sepanjang hari, dan ceritanya sendiri sangat menyentuh tanpa harus berasa cengeng, dan akhir ceritanya sangat manis. Thumbs up!

Permen Karet Zozo

Sebuah kisah yang lucu tentang bagaimana seekor gajah menjadi gajah yang kita kenal sekarang ini. Mungkin akan lebih bagus jika cerita ini diterbitkan lagi sebagai satu buku tersendiri, yang dilengkapi dengan ilustrasi berwarna-warni.

Demikianlah. Sukses selalu buat Gie, dan semoga kebahagian senantiasa menghampirimu ;)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews