Jump to ratings and reviews
Rate this book

Daisyflo

Rate this book
Di mata Junot, Tara adalah a miracle. Namun di mata Tora, Tara tidak lebih dari seseorang yang dapat digunakan dan ditinggalkan kapan pun dia mau. Tora telah menghancurkan sekaligus menguasai hidup Tara. Lalu kehidupan Tara yang abnormal pun dimulai. Dia mengorbankan Junot, manusia yang paling dicintainya di muka bumi ini. Ada yang bilang dia sakit jiwa, tapi hanya Tara yang tahu dia hampir menjadi pembunuh.

Sekarang tidak hanya Tara yang terlibat, tapi ada Alexander yang rela mengorbankan hidupnya yang cemerlang untuk menghitam di penjara karena Tara. Ada Junot, laki-laki yang rela menderita untuk mematri serbuk bintang di matanya. Ada Tora, manusia yang menjadi target bahwa Tara hanya akan bernapas untuk melihatnya mati. Juga Muli, sahabatnya sewaktu kuliah yang menyimpan rahasia terbesar dalam hidup Junot.

Apa yang sebenarnya terjadi pada Tara? Mengapa kisah cintanya bagaikan benang kusut? Mengapa dia begitu berambisi untuk membunuh Tora?

256 pages, Mass Market Paperback

First published March 1, 2012

11 people are currently reading
189 people want to read

About the author

Yennie Hardiwidjaja

11 books31 followers
Lahir di Pangkalpinang, 7 Maret 1976. Lulusan Desain Grafis Trisakti yang moody banget, pembosan dan penghayal. Pengemar berat film kartun dan horor.

Beberapa novelnya antara lain: Miss Jutek, To Love, Cinta Peri Danau Teratai, Hantu Jeruk Purut, Luv You Berry Much, Malam Jumat Kliwon, Film Horor, Aku Ada Rahasia, Aborsi, dan Daisyflo.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
61 (20%)
4 stars
88 (29%)
3 stars
102 (34%)
2 stars
31 (10%)
1 star
14 (4%)
Displaying 1 - 30 of 59 reviews
Profile Image for Ayu Yudha.
Author 3 books202 followers
May 10, 2012
From: Ayu Yudha (ayu.yudha@gmail.com)
To: tara.chelsea.p@gmail.com
Sent: Thursday, May 10, 2012 9:26 AM
Subject: Re: Salam.

Hai,

Sudah baikan, Ta? Oh ya, namaku Ayu. Mungkin kamu bingung karena merasa belum pernah mengenalku sebelumnya. Kita memang belum pernah bertemu, tapi jangan takut, tanpa bertemu pun aku sudah tahu banyak tentang kamu.

Aku berteman baik dengan Muli. Kamu masih ingat dia? Muliasari Jansen. Aku yakin, namanya sudah tidak asing lagi untukmu. Betul kan?

Dia banyak bercerita padaku belakangan ini. Tentang Junot, kamu, Tora, dan masa lalu kalian. Bagaimana ia menemukan Junot, lalu mengejarnya hingga ke Fakultas Seni Rupa, jurusan Desain. Dia juga menceritakan bagaimana kamu, sahabatnya, justru mendekati Junot meskipun kamu sudah punya pacar.

Dan dengan mudahnya, kamu bilang kamu tidak tahu kalau Muli sungguh-sungguh menyukai Junot?

Wow, ternyata kamu hanyalah salah satu manusia egois stadium akhir. Apa kamu tidak pernah memerhatikan binar mata Muli setiap kali dia sedang bercerita tentang Junot? Atau kamu memang tidak pernah mau tahu? Aku merasa kamu tidak pernah berusaha untuk mengerti kedalaman dari perasaan Muli ke Junot. Mungkin karena kamu sendiri sudah terlalu sibuk dengan keadaanmu yang terombang-ambing antara Tora dan Junot.

Lalu apa yang terjadi dengan Tora? Bagaimana mungkin kamu melekatkan semua memori yang buruk tentang perlakuan Tora terhadapmu, tetapi menghilangkan ingatan tentang semua sikap burukmu terhadapnya? Yah, kamu benar-benar egois, hanya memikirkan diri sendiri.

Aku tidak akan membela Muli. Dia juga banyak melakukan kesalahan, termasuk mengenaimu. Tapi mungkin ada baiknya, kamu mulai evaluasi diri. Carilah apa yang membuatmu begitu egois dan tidak memikirkan orang lain, terutama Muli. Termasuk bagaimana mungkin kamu bisa menjalani kehidupan dengan Tora dan Junot sekaligus. Kamu bukan cuma egois, tapi juga serakah.

Kalau kamu bertanya-tanya apa tujuanku mengirimkan email ini, simple saja. Aku hanya ingin kamu sadar, Tuhan tidak pernah tidur. Semua perbuatanmu, sekecil apa pun, pasti akan mendapat ganjarannya masing-masing.

Dan bukan kamu satu-satunya orang yang sampai setengah gila karena urusan cinta. Jadi, berhati-hatilah. Bukan tidak mungkin, akan ada seseorang yang mengejarmu karena ingin membalaskan dendam cintanya.

Semoga setelah kamu keluar dari rumah sakit, kamu akan bisa lebih menghargai orang-orang di sekitarmu. Jangan hanya fokus pada hidupmu sendiri. Ah, satu lagi. Jangan mengulangi kesalahan yang sama dengan menjalani cerita dengan 2 orang secara bersamaan. Setiap orang berhak mendapatkan cerita yang manis dalam hidupnya. Jadi jangan kotori cerita mereka dan ceritamu sendiri dengan berbagai potongan luka.

Hmm, aku terlalu menggurui ya? Tenang, aku memang sengaja kok. Karena tampaknya kamu memang masih perlu banyak bimbingan.. :D

Kamu boleh lega, karena aku tidak akan pernah lagi membuang waktuku untuk menuliskan email untukmu lagi. Aku menuliskan email yang ini, hanya untuk Muli, dia ingin agar aku memberimu sedikit saja kata-kata. Tidak lebih. Sekarang dia sudah lebih tenang dan bisa menerima kenyataan akan kehilangan Junot untuk selama-lamanya.

Semoga hidupmu baik-baik saja. Tolong doakan agar Muli mendapatkan yang terbaik.


Sincerely not yours,
Ayu Yudha.

Profile Image for Speakercoret.
478 reviews2 followers
April 3, 2012
ketika Tora memanfaatkan Tara aku mencibir..
ketika Tara lebih memilih tidak melepaskan diri dari Tora, aku menyebutnya bodoh..
ketika Tara masih saja tidak melepaskan Junot, aku memaki..
ketika Junot masih menyimpan perasaannya utk Tara, aku kasihan.. kesal..
ketika Tora merusak masa depan Tara aku mengutuk..
ketika Tara tetap disamping Tora aku menangis.. marah
ketika Muli berusaha mengatur cinta di sekililingnya aku menggeleng... miris

dan ketika Alex melakukannya demi Tara aku teriak... aaaargh... apa ga ada cara yg laiiin?????

dendam, amarah dan cinta
dendam tidak membawa sedikitpun kebaikan..
dendam menggerogoti diri kita sendiri.. sedikit demi sedikit..

Forgiveness is a gift to yourself
itu yg tertulis di cover buku ini...


saat kita memaafkan itu bukan demi org yang dimaafkan, tapi lebih demi diri kita sendiri..


"Dari dulu sampai sekarang kamu adalah peri. No matter what you are." - hal 130

Cinta tidak seharusnya dimulai dari keinginan mengubah seseorang demi mencapai kebahagiaan, tetapi keinginan untuk tetap bahagia walau dia nggak bisa berubah - hal 29

moral of the story versi aku :p
1. kalo suka sama orang, kasih tau sahabat lo, kasih tau yg jelas.. biar sahabat lo ga ada alasan bilang kalo dia ga tau ketika dia juga suka orang yang sama
2. karma itu ada.. Tora mendapatkannya.. Tara mendapatkannya.. Muli mendapatkannya.. Junotpun mendapatkannya..


Dan buat para cowok "kurang ajar" di luar sana.. liat yg terjadi pada tora.. sesuatu hal yg mungkin menurut kalian sepele seperti memanfaatkan seorang perempuan.. imbasnya bisa kemana2.. suatu saat akan menampar diri kalian sendiri.. dan penyesalan selalu terlambat bukan?
( eh ini berlaku sebaliknya juga sih, ada juga kan cewek yg begitu yah? )

bagi saya pengarang berhasil mengaduk2 emosi, saya dibuat kesal, muak, marah, sedih, menangis, terpana... semualah pokoknya..
kadang saya menyukai tara, kadang pengen ketok pala tara, kadang sebel, kadang kasian...

huuuufh....
eungap euy....

======================================================
aku baca ini karena penasaran liat twitnya miapras ke mba hetih beberapa minggu yg lalu... kalo ga salah isinya terimakasih udah di rekomendasiin buku ini.. sempet ragu liat covernya, dan baca cover belakang, mmmm apa ini, metropop dan pembunuhan? aiiish.... tp tetep di beli krena penasaran twit itu...

dibaca hanya beberapa jam dan membawaku kedalam perang emosi #halahapasih

tapi menurut gw mah kalo aja endingnya digantung, pembaca pasti lebih berasa emosinya -> baca gemas, marah, pengen lempar :D

3,5* ---> 3* (subjektif karena pengen endingnya beda) :D
Profile Image for Mia Prasetya.
403 reviews267 followers
March 23, 2012
Di bawah ini saya comot dari blog penulis yang akan memperjelas hubungan Tara dengan 3 pria : Tora, Junot dan Alexander

Sebagai Tara,

aku ingin sekali membunuh Tora, sebab dia adalah b4jingan.
aku ingin sekali mengejar Junot, sebab aku selalu mencintainya.
aku ingin sekali mengatakan pada Alexander untuk berhentilah melukis duniaku, sebab aku tak lagi layak.

Aku ingin sekali,
kembali pada masa dimana bunga daisy mekar sehari lebih lama dari biasanya.

~ Daisyflo, Yennie Hardiwidjaja.

*speechless*

Couldn’t put the book down until the last page. Jarang saya menemukan buku macam begini yang memutarbalikkan emosi dan bagian menjelang ending sukses menitikkan air mata. Cinta, ah, tak cukup kata untuk melukiskan makna kekuatan cinta seseorang.

Daisyflo dibuka dengan kejadian tanggal 22 April 2011, malam eksekusi. Hari di mana Tara menunggu detik-detik kedatangan Tora, saat mendebarkan yang siap menjadikan Tara seorang pembunuh. Tara tidak tahan lagi, malam ini Tora harus mati!

Wets! Tumben-tumbenan nih pembuka alur yang tidak biasa, tapi yang begini ini yang membuat saya penasaran. Emang siapa Tara? Tora apalagi? Heboh amat sampai niat ngebunuh. *wah, ini memang bukan Metropop biasa nih*

Ada lagi Alexander, pria yang sekarang dekat dengan Tara. Ia sudah curiga dengan perilaku Tara yang mengintai kantor tempat Tora bekerja, Tara yang sibuk dengan olahraga berat yang membuat tubuhnya berotot dan yang terakhir ia bahkan memotong rambutnya. Siapa sangka Tara akhirnya benar-benar mewujudkan niatan untuk membunuh Tora.

Alexander memacu mobil. Tak ada waktu lagi. Dia takkan membiarkan Tara membunuh Tora. Gadis itu sudah cukup sakit. Apa jadinya dia kalau sampai dipenjara?

Belum selesai penasaran kita, cerita bergulir flash back. Tahun 2008. Saat di mana Tara masih ceria walau sudah sedikit terkontaminasi dengan perilaku Tora yang menyebalkan. Tora masuk dalam kategori good looking guy, berwibawa, alis lebat, hidung mancung, rajin basket. Di sisi lain ia adalah tipe pengekang posesif yang menyebalkan, belum lagi gengsi tinggi padahal modal dengkul, wong hampir semua biaya hidupnya ditanggung Tara. Iiissh kalau saya jadi Tara baru pacaran 2 bulan sudah pasti saya depak pria macam begini! Gemes sendiri dibuatnya, bolak balik pas baca saya seakan pengen ngejambak rambut Tora! Apalagi kerap kali dia mengakhiri pertengkaran dengan kalimat, ” Aku cuma mau jaga kamu. Kamu cewek yang harus dilindungi.” Atau “Kamu sudah aku anggap kayak istri sendiri. Kenapa kamu nggak jadi istri yang baik saja sih?” Errh, plis deh Tora.

Adalah Junot, kakak kelas Tara yang pendiam, misterius dan sederhana. Selain jago kumputer ia juga pintar piano dan super baik! Padahal awalnya Junot dan Tara lebih dulu saling mengenal dan menyukai satu dengan yang lain, tapi Tara keburu silau dengan Tora. Dan misteri cinta mulai mempermainkan hidup Tara, Tora dan Junot. Tora adalah mimpi buruk Tara. Tara adalah mimpi buruk Junot.

Kenapa Tara tidak langsung saja memutuskan Tora? Kenapa ia masih bertahan? Bagaimana kelanjutan cinta Junot kepada Tara? Apakah arti bunga daisy yang ada di sampul buku? Silahkan baca sendiri, ingat bawa tissue dan siapkan emosi anda untuk Daisyflo.

Cinta tidak seharusnya dimulai dari keinginan seseorang demi mencapai kebahagiaan, tetapi keinginan untuk tetap bahagia walau dia nggak bisa berubah.

Alur flash back dan misteri yang terungkap perlahan membuat saya agak ragu meneruskan review Daisyflo tanpa menebar spoiler di mana-mana. Konflik satu berlanjut dengan konflik lainnya sehingga novel ini habis dalam satu kali duduk. Tidak seperti Metropop yang merk-merk terkenal bersliweran, Daisyflo mengangkat lebih dari itu. Penjiwaan tokoh! Betapa hati saya ‘lelah’ membaca Daisyflo, ingin hati memeluk Tara dan berkata you are not alone in this world, lady. Dan pria-pria ciptaan Yenni, duh bikin meleleh. Junot dan Alexander terutama.

Junot :

“Dari dulu sampai sekarang kamu adalah peri. No matter what you are, I won’t let you go anymore, Tara” – hal 131.

“Tara, knowing you is a gift. Holding you now is a miracle”- hal 150

Aaaaak.

Dan endingnya duh endingnya >.<

Cuma satu pesan saya baca deh buku ini, ga bakal nyesel! Apalagi ketika mengetahui ilustrasi bunga daisynya Junot. *meleleeeh*

Total opinion :

+ : karakter novel yang melekat bahkan sampai selesai membacanya, alur flash back yang membuat pembaca semakin penasaran, twist endingnya pas.

- : terus terang awalnya saya membeli buku ini karena twit dari Mbak @Hetih karena sampulnya kurang catchy, nama karakternya kurang pas tapi mau tak mau membayangkan Junot mirip dengan Herjunot jadi it’s not that bad afterall ;p

4/5.

Bunga daisy : manis, simpel persis seperti Tara. Ia tidak seharum melati dan tidak seanggun mawar. Menurut theflowerexpert.com, A Daisy symbolizes innocence and purity. It can also symbolize new beginnings. The flower meaning of daisy is “loyal love”and “I will never tell”.

Daisyflo adalah novel ke14 dari Yenni Hardiwidjaya, di blognya akan anda temui bagaimana behind the scene Daisyflo dan keseharian dari seorang Yenni. Ditunggu novel berikutnya ya :)
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
March 4, 2012


"Ternyata, prediksiku salah. Tora adalah mimpi burukku. Aku adalah mimpi buruk Junot. Life goes on. Aku terkungkung oleh pacar gila. Tora pencemburu dan posesif. Aku berusaha memperbaiki keadaan dengan mempertanggungjawabkan pilihanku dan menjadi pacar yang baik, tetapi aku salah.
Cinta tidak seharusnya dimulai dari keinginan untuk mengubah seseorang demi mencapai kebahagiaan, tetapi keinginan untuk tetap bahagia walau dia nggak bisa berubah."


Cerita ini bercerita tentang kehidupan seorang perempuan bernama Tara; kehidupannya yang rumit, penuh luka hati dan kepahitan. Semuanya bermula dari seorang lelaki bernama Tora, yang masuk dalam kehidupan Tara secara tidak sengaja ketika lelaki itu menyelamatkannya saat tenggelam. Berjalan beberapa waktu, keduanya terikat hubungan pacaran. Namun, kisah percintaan Tara sungguh tidak mulus. Selama mereka berpacaran, Tara seperti dijadikan budak oleh Tora. Kehidupan Tara dikekang, ia seperti alat yang hanya digunakan oleh Tora. Bahkan setiap kali Tora melakukan suatu kebaikan kecil, itu berarti Tora akan meminta sesuatu yang lebih besar dari Tara. Intinya, hidup Tara hancur berantakan dengan adanya Tora. Semua kebencian dan kepahitan yang ada dalam hati perempuan itu, membuat jiwanya berubah; dan Tara bertekad untuk membunuh lelaki yang sudah menyiksanya itu suatu hari....

Baca review lengkapnya di:
http://thebookielooker.blogspot.com/2...
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
May 5, 2015
Saya acungin jempol cara penulisannya yang sejak awal menimbulkan banyak pertanyaan yang jawabannya akan kita temukan lembar demi lembar di halaman selanjutnya. Dengan alur maju mundur, kita akan mengetahui alasan sebenarnya kenapa Tara ingin membunuh Tora. Kita harus cermat membacanya, karena buku ini memang penuh misteri. Kayaknya dulu saya pernah membaca buku karya Yennie yang lain, kalau tidak salah yang judulnya To Love, tapi agak lupa sama ceritanya, hehehe. Yang jelas saya sangat menyukai buku terbarunya ini. Saya nggak suka covernya, mungkin kalau dilihat dari segi cerita memang pas tapi cover ini menginggatkan saya pada cover-cover bukunya Mira W, berasa jadul :D.
Saya akan mencoba mengurai benang kusut yang terjadi diantara mereka

Tara tertarik dengan Junot yang cerdas, pendiam dan tentu saja tampan, dia menjadi incaran teman-temannya, juga sahabatnya Muli. Ketika pas Ospek, Tara mengirimkan surat beserta bunga Daisy dan tulisan yang akhirnya membuat Junot meliriknya, yang waktu itu menjadi salah satu panitia Ospek. Hubungan mereka menjadi dekat ketika di pertemukan di kelas yang sama, perhatian Junot kepada Tara mulai terlihat jelas. Sayangnya, Junot pendiam, dia tipe cowok yang lebih menunjukkan perasaannya daripada mengungkapkannya dan itu membuat Tara merasa sangsi dengan perasaan Junot kepadanya. Junot kurang bisa mengatur kepala batu Tara, merasa lebih galak. Tara membutuhkan seseorang yang bisa mengontrolnya, pilihannya pun jatuh pada Tora, dengan segala pertimbangan dangkal, Tara membunuh perasaannya kepada Junot. Tapi ternyata pilihannya salah, pacarnya gila, matre, pencemburu dan posesif.
"Cinta tak seharusnya dimulai dari keinginan untuk mengubah seseorang demi mencapai kebahagiaan, tetapi keinginan untuk tetap bahagia walau dia nggak bisa berubah."
Pertanyaan terbesar saya adalah kenapa Tara tidak bisa lepas dari Tora padahal dia tidak mencintainya bahkan lebih membencinya? Tora sering kali memanfaatkan Tara, menyuruh membayar makanan ketika makan berdua, menentukan mobil mana yang harus di beli Tara, menyabotase mobilnya dan bercerita kepada teman-temannya kalau itu adalah mobil miliknya. Tara begitu bodoh! Itu adalah pendapat saya tentang Tara, tetapi ketika mengetahui alasan kenapa dia tidak bisa berkutik dan sangat bergantung kepada Tora, saya mengerti, mengerti luka yang dia dapat, apa yang telah Tora lakukan memang tidak bisa termaafkan. Terlebih karena perbuatannya Tara harus menjauhi Junot yang selalu mencarinya, menghindarinya padahal dia ingin selalu bertemu dengannya, melupakan cintanya.

Lalu apa peran Alexander dan Muli di buku ini? Tidak akan saya katakan, karena pengorbanan mereka begitu besar untuk orang yang mereka sangat cintai.

Lalu, bagaimana dengan Junot sendiri? Apakah dia hanya diam saja dan rela kehilangan Tara? Jangan salah, walau tampaknya dia lembek dia akan mencoba merebut kembali Tara dari tangan Tora bagaimana pun caranya, karena Junot lah, alasan kenapa Tara ingin membunuh Tora.

Buku ini benar-benar mengaduk emosi kita. Ceritanya memang benar kayak benang kusut. Awal-awal baca beneran pengen ikut Tara untuk membunuh Tora, tapi balik ke buku yang penuh misteri tadi, pendapat saya akan Tora juga berubah ketika membaca lembar demi lembar sampai ending buku ini. Kita memang harus mendengarkan alasan orang itu sendiri ketika melakukan kesalahan untuk dapat menghukumnya. Itulah yang tidak dilakukan Tara, emosi berkobar karena orang yang dicintainya menderita membuat dia tidak bisa berdiam diri, semua kemarahan masa lalunya ikut terbakar menjadi satu. Junot oh Junot, pengen banget bilang ke kamu kalo suka sama orang katakan! Menunjukkannya juga penting tapi kadang orang itu tidak bisa membaca pikiran kita, Tara butuh pengakuan. Untuk Tora, please deh jadi cowok itu jangan malah mengemis ke ceweknya, modal dikit kek, gentle dikit napa, masak apa-apa yang bayarin harus ceweknya, nanti gimana kalau mau jadi suami? Istri juga yang harus nyari nafkah? Muli, cinta itu nggak dapat dipaksa, apa pun tindakan nekat kita, bila orang itu nggak mencintai kamu dia nggak akan bisa memberikan hatinya lagi karena udah diserahkan ke orang yang benar-benar dia cintai. Untuk Alexander sang bisnisman dan psikolog kita, mau dong jadi pasien kamu :p

Bagian yang paling saya sukai adalah ketika Junot menggambar Tara dalam wujud peri, yang membuat dia mendapatkan ganjaran nilai D dan menjadi bahan tertawaan teman-temannya. Gambar peri kecil yang sedang duduk di tepi danau sambil mencabuti kuntum-kuntum daisy, seolah mengatakan, "He loves me, he loves me not."

"Tara, knowing you is a gift. Holding you now is a miracle, Tara..."

4 sayap untuk bungai daisy yang sudah mengering.

review http://kubikelromance.blogspot.com/20...
Profile Image for Rose &#x1f4da;&#x1f339;.
536 reviews133 followers
July 1, 2012
Seharusnya semua yang ada di dalam buku ini tidak perlu terjadi sehingga otak saya tidak perlu kusut dan korslet selama membacanya.

Suka atau tidak, cowok atau cewek seperti Tora itu selalu ada di dunia ini.
Cara menghadapinya :
1. Jangan mencintai seseorang hingga 100% alias tak bisa hidup tanpanya. Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Bukannya ingin pesimis, bukan juga ingin narsis, tapi lebih baik mencintai dirimu. Dengan mencintai dirimu sendiri, kamu akan lebih menghargai dirimu dan berpikir bahwa bahagia itu adalah hakmu.

2. Berhenti berpikir bahwa keadaan akan berubah seiring dengan berjalannya waktu. Jangan menghabiskan waktumu yang berharga untuk seseorang yang menganggap isi kantongmu lebih berharga daripada dirimu sendiri. Beranikan dirimu untuk bilang 'tidak'. Mungkin kedengarannya easier said than done, tapi no matter how hard it is, kita harus berani melakukannya. For a better future for ourself.

"Cinta tidak seharusnya dimulai dari keinginan untuk mengubah seseorang demi mencapai kebahagiaan, tetapi keinginan untuk tetap bahagia walau dia nggak bisa berubah."pg29

Membaca buku ini mau nggak mau membuatku sibuk menganalisa setiap karakter. Tapi lucunya aku tidak bisa menebak kemana arah penulis membawa cerita ini. Sejujurnya tidak ada karakter yang aku suka di buku ini. Well, mungkin ada satu, Alexander. Tapi aku pun tidak tahu apakah ia menemukan ending yang tepat untuk dirinya sendiri. Karakter yang lain hanya membuatku stress. I don't even know why they existed in the first place.Yang aku tahu pasti bahwa semua perbuatan (baik itu buruk maupun baik) pasti selalu ada karmanya.

Tora jahat di masa lalunya, di masa kini dia mendapatkan karmanya,
Junot , bagiku jika cinta harus berani. Berani mengungkapkan, berani menjaga, berani mempertahankan. Junot, have you done your best?
Muli , you can't force someone to love you. if he fell in love with your best friend, just let it go. Pray for them. Go fishing. Lelaki bukan cuma Junot!
Tara , sejujurnya aku paling kasihan padanya. Di masa lalu ia disakiti, di masa kini ia menyakiti. Bedanya terletak di objek penderitanya. Dulu seberapa sakitnya Tara, ia tidak akan melawan and I said it was wrong, Tara. You have to do something. She did actually, but it was wrong again. *nangis*
Untuk bisa let it go and move on, Tara harus memaafkan dirinya sendiri, baru ia bisa memaafkan orang lain.
Alexander , sigh* sama aku aja yuk? Lupakan Tara.

"Aku tahu kamu sanggup mengorbankan apa pun demi seseorang yang kamu cintai. Tapi percayalah, aku pun sanggup." pg.33
Profile Image for Hairi.
Author 3 books19 followers
January 9, 2014
Saya tidak tau, mana yang lebih berat, kadar kesukaan saya pada novel ini, atau kadar ketidaksukaan saya. Satu hal yang pasti, novel ini berhasil mempermainkan emosi saya. Saya dibuat emosi bukan main karena membacanya.

  Siapa yang tidak emosi coba. Melihat seorang wanita begitu bodohnya mau menerima semua perlakuan seorang pria. Diperlakukan seperti babu, mobil si wanita diakui sebagai mobil si pria, diatur ini itu dan mau-mau saja, selalu si wanita yang mentraktir ketika mereka kencan, kemudian malah keuangan si wanita dikuasai oleh pria itu. Status mereka itu hanya PACARAN. Bukan menikah. Dan si wanita mauuuu aja digituin. Seakan pasrah, seakan tak berdaya, geram tapi tak bisa melawan.

  Saya sih sudah nebak ya, ada sesuatu yang membuat si wanita itu manut sedemikian rupa oleh si pria. Dan tebakan saya ternyata benar.


  Prolog novel ini pun menyentak rasa penasaran saya. Berkisah tentang Tara yang bersiap membunuh Tora. Detik-detik menegangkan dan paparan tentang situasi di lapangan dijelaskan secara rinci. Betapa Tara sudah merencanakan pembunuhan itu dengan sedemikian rupa. Tapi, rencana Tora malah digagalkan oleh Alex. Yang bikin saya ternganga, kenapa Alex tidak turun dan mencegah Tara melakukan pembunuhan. Tapi, justru Alex yang berubah menjadi pembunuh Tora *tepok jidat*

  Gara-gara membaca prolog yang sudah teramat sangat menegangkan ini, maka saya penasaran apa yang sebenarnya terjadi pada tokoh-tokoh di dalamnya.

  Cara penulis membuka satu per satu misteri pada prolog pun ribet. Tak hanya menggunakan alur maju mundur, tapi juga alur tengah. Hahahaha... Bingung saya mengistilahkannya dengan apa. Maksudnya gini, alur ada yang bergerak maju setelah pembunuhan itu terjadi. Juga bergerak mundur ke belakang tentang hubungan Tora dan Tara yang bikin emosi jiwa. Eh, di tengah-tengah malah ada lagi awal mula, asal muasal kenapa Tora bersikap demikian kepada Tara. Ribet deh saya menjelaskannya.

  Yang bikin ribet lagi adalah penggunaan PoVnya. Oke deh, saya sudah membaca 2 novel yang menggunakan PoV orang pertama dan orang ketiga, seperti Frankfurt to Jakarta dan The Mocha Eyes. Tapi di sana, PoV berbeda itu digunakan oleh orang yang berbeda. Misal di Frankfurt to Jakarta, bagian tentang Andin diceritakan dengan PoV orang pertama, bagian tentang Riandra menggunakan PoV orang ketiga. Kalau dalam The Mocha Eyes, saat Muara bercerita memakai PoV orang pertama, bagian tentang Fariz memakai PoV orang ketiga.

  Nah, dalam Daisyflo ini, semuanya bercerita dari sudut pandang Tara. Dan beda-beda. Kadang pakai sudut pandang orang pertama, kadang sudut pandang orang ketiga. Terheran-heran deh saya di awal. Walau kemudian saya baru menyadari, kalau PoV orang pertama digunakan untuk alur maju, sementara PoV orang ketiga digunakan untuk alur mundur. Ada perbedaan font juga untuk alur maju dan mundurnya. Ribet? Emberrr...

  Tapi, ya itulah, karena rasa penasaran, saya ingin menuntaskan ceritanya sampai akhir. Dan cukup banyak misteri yang terungkap. Tentang kenapa Tara begitu inginnya membunuh Tora, tentang Tora yang ternyata juga menanggung hukuman pada perbuatannya yang kurang ajar pada Tara. Juga tentang Muli, Junot dan Alex yang ada di lingkar kehidupan mereka.

  Waktu di tengah-tengah membaca novel ini saya juga mengambil moral of the story yaitu tentang pergaulan bebas. Hubungan belum sah yang kebablasan. Yang banyak dirugikan adalah pihak wanitanya jika hal itu terjadi. Kalau sudah segala-galanya diserahkan, apa itu menjamin si pria bakalan bertanggung jawab penuh? Kagak kan? Malah hal itu bisa dijadikan alasan buat pria memperalat wanita.

  Jangan terbuai dengan cerita indah di novel ini adanya 2 cowok yang menerima Tara apa adanya dan begitu mencintai Tara. Emang bakalan yakin kalau sudah melakukan itu bakalan ada sosok seperti Junot dan Alex? Itu hanya ada di novel kaleee... Jadi lebih baik menjaganya dunk ya. Saya ngomong gini terlepas dari twist pada novel ini kalau ternyata si Tara adalah korban. Nah lho, spoiler deh jadinya :p

  Selanjutnya, saya nggak respek deh dengan cerita di novel ini yang mengisahkan tinggal berdua dengan lawan jenis sebelum ada ikatan yang sah. Dalam agama saya, jelas hal itu haram. Berdosa untuk dilakukan.

  Membaca novel ini juga membuat saya teringat pada salah satu bahasan dalam buku Kitab Cinta dan Patah Hati karya Sinta Yudisia tentang perilaku yang disebabkan oleh multi sebab. Tak satu pun perilaku yang muncul oleh satu sebab belaka. Banyak faktor lain yang mendukung. Sama halnya dengan tokoh-tokoh yang ada dalam Daisyflo. Tora dengan kejahatannya, Tara dengan dendamnya, Muli dengan ketegaannya, Alex dengan perhatiannya, ada banyak faktor yang mendasari perilaku mereka. Dan penulis novel itu pun menguraikan sebab-sebab terjadinya perilaku si tokoh.

  So, dengan uraian saya di atas. Mana yang lebih berat? Kesukaan saya atau ketidaksukaan saya?

  Oh ya, satu lagi yang bisa memperberat kesukaan saya pada novel ini yaitu tulisan di cover depannya : Forgiveness is a gift to yourself.

  Dan terakhir, terima kasih sekali buat Ibu yang baik hati meminjamkan novel ini
Profile Image for Titi Sanaria.
202 reviews37 followers
Read
February 8, 2016
It's a dark romance. Tapi begitu mulai membacanya, sulit untuk lepas. Ini tentang cinta bersegi banyak dengan obsesi buruk yang saling mencelakakan.

Tidak terlalu banyak penulis lokal yang mau mengambil tema ini, dan aku salut pada penulis yang melakukannya karena pasti menguras energi menulis cerita ini.

Meski awalnya aku sedikit mengerutkan kening karena pemakaian POV1 dan POV3 di saat bersamaan, tapi aku menikmati membacanya. Dan keputusan penulis mengungkapkan fakta sedikit demi sedikit membuatku merasa kesal dan gemas sendiri, meski sudah menebak ke mana dan seperti apa kisah ini akan dibawa.

Untuk yang bosan dengan sweet romance dan mencari sesuatu yang beda, ini recommended banget. Intinya, cinta akan membuatmu melakukan apa saja. Apa saja, meski itu hal paling buruk sekalipun. Namun akhirnya kita memang harus memaafkan dan merelakan semua hal buruk yang pernah kita alami untuk mendapatkan kedamaian bagi diri sendiri.

Endingnya? Jangan khawatir, cukup Manis untuk emosi kita yang sudah teraduk-aduk, hanya saja, pilih sendiri. maksudnya? Hehehe... baca sendiri deh.
Profile Image for Delisa sahim.
274 reviews13 followers
March 10, 2012
Suka sama ceritanya gak pasaran, dan psikopat. Hahaha :D

Kehilangan sesuatu bukan akhir segalanya. Banyak yang bilang seperti itu tetapi kesalahan dari kehilangan yang susah untuk menghapus memori itu dari ingatan. Sehingga kebencian memuncak.

Kisah metropop kali ini berbeda daripada yang lain. Sedikit rumit, seperti theiller seram tetapi berakhir dengan sebuah senyuman.

Gak nyangka endingnya bisa seperti itu.

Satu pemahaman yang baru bagi gue, gak semua orang jahat adalah jahat, dan gak semua orang baik adalah baik.

Trims :)
Profile Image for anggiareads.
51 reviews44 followers
August 19, 2020
Buku terbitan 2012 ini mantap. Ada yg sudah baca??? Bercerita tentang Tara yg ingin membunuh Tora. Tapi malah menghancurkan kehidupan 2 lelaki yang menyayanginya. Ketika segalanya begitu pelik, kenyataan yg bersembunyi terbongkar dengan pengkhianatan. Cerita yang kompleks.
Pertanyaannya, kenapa baru baca buku ini sekarang???? 😂
.
Walaupun ada beberapa bagian cerita yg mudah ditebak. Tapi, aku ikut merasakan bagaimana emosi Tara.
Profile Image for angela .
22 reviews
August 2, 2021
i really like this book. i like junot and alex. everyone here is not to blame. sometimes someone does something bad for a reason. kinda annoyed with the main character. but i feel sorry for Tora's depraved actions. and he gets karma. the ending is very – oughhh.
Profile Image for Aulia  Rofiani.
326 reviews4 followers
September 18, 2019
Sebelumnya, kalo mau baca ini bacanya pelan2 yaaa
Soalnya pergantian alurnya lumayan ekstrem nih
Overall inti Novel ini adalah ttg toxic relationship dgn bumbu mental health issue
Penceritaannya cukup pelik dan sukses bikin kepala gue pusing (in a good way, anehnya)
Pergantian sudut pandangnya cukup membantu untuk memberi tahu pembaca 'letak' kejadian yg diceritakan
Sayangnya gue cukup dibuat speechless (in a bad way, sorry) gara2 tendangan di selangkangan itu (wkwk). Sumpah, emang iya nendang di bagian itu bisa sampe bikin impoten? 😅
Trus lagi2, bukannya kalo orang koma ditaro di ICU ya?
Ngapa di VIP room?
Yg gue baca sih gtu, CMIIW yhaaa
Keseluruhan sih gue suka ceritanya haha, menunjukkan kalo jadi cewek jangan polos2 banget dan berusahalah memaafkan masa lalu
Profile Image for Yovano N..
239 reviews14 followers
September 5, 2014
Bisa juga dibaca di sini: http://kandangbaca.blogspot.com/2013/...


Novel ini dibuka dengan adegan yang tak biasa. Tara, tokoh utama novel ini, sedang menunggu seseorang. Tepatnya, menunggu seseorang yang akan ia bunuh, dan orang itu adalah Tora. Berbagai pertanyaan pun muncul. Siapa Tora? Mengapa Tara ingin membunuhnya? Jarang sekali ditemui sebuah novel metropop dimulai dengan adegan menegangkan seperti ini. Kemudian adegan beralih ke Alexander yang sedang berada di dalam mobil yang melaju kencang. Laki-laki itu rupanya sudah mengetahui rencana Tara. Ia bisa menebaknya dari perubahan sikap Tara akhir-akhir ini. Tara sering berlatih untuk membentuk fisiknya, yang membuat tubuh gadis itu lebih atletis. Juga, Tara pernah mengutarakan niatnya untuk ikut latihan bela diri. Kalau dipikir-pikir, kemungkinan besar Tara benar-benar akan melaksanakan niat yang dulu pernah ia utarakan kepada Alex, yaitu membunuh Tora. Demi cintanya pada Tara, Alex harus mencegah kekasihnya itu berbuat lebih jauh.

Berhasilkah Alex mencegah Tara? Apa gerangan yang membuat Tara penuh dengan dendam, hingga berani mengambil keputusan nekat tersebut?

Alkisah, pada zaman dahulu kala hiduplah gadis bernama Tara. Ia berpacaran dengan Tora. Tara dan Tora. Nama yang cocok, bukan? Sayangnya, hubungan mereka tidak sehat. Tora adalah pria pencemburu dan sangat posesif. Juga, ia laki-laki yang amat-sangat-tidak-modal-sekali. Masak selama berhubungan dengan Tara, hampir setiap saat selalu Tara yang keluar duit? Bahkan, mobil yang dibeli orang tua Tara justru lebih sering dipakai Tora. Tara sepertinya cinta mati pada Tora, sehingga ia kerap mengalah dan meyakini diri sendiri bahwa cinta memang butuh pengorbanan. Belakangan, sikap posesif Tora semakin menjadi-jadi, sampai-sampai ia melakukan hal yang paling menjijikkan yang pernah dilakukan pria terhadap wanita. Tara hanya bisa pasrah dan memilih tetap bertahan di samping Tora.

Tara menjadi gadis pemurung. Semangat hidupnya seolah sirna. Namun kehadiran Junot perlahan-lahan mengembalikan keceriannya. Diam-diam, Tara mulai membiarkan dirinya didekati Junot. Lagi pula, sudah lama Tara menyukai Junot. Akan tetapi, hubungan diam-diam mereka, entah bagaimana, berhasil diendus oleh Tora. Kemudian insiden itu pun terjadi. Sebuah insiden yang berujung pada keputusan Tara untuk menghabisi nyawa Tora.

***

Tadinya saya ragu untuk mengepost ringkasan cerita di atas. Saya takut akan ada unsur spoiler. Tapi setelah saya baca-baca lagi, sebenarnya yang kisah singkat yang saya tulis di atas hanyalah sebatas teaser/trailer (jika ingin disamakan dengan film). Pada kenyataannya, ceritanya jauh lebih kompleks.

Hal pertama yang ingin saya komentari dari novel ini adalah alurnya. Novel ini menggunakan alur maju-mundur. Saya sudah mengantisipasi hal ini karena sebelumnya telah membaca beberapa review tentang novel ini. Saya pikir, akan dibutuhkan kondisi 'otak prima' untuk bisa menikmati novel ini. Ternyata tidak juga. Penulis piawai sekali menggiring pembaca ke dalam setiap adegan, sehingga pembaca dapat dengan mudah mengikuti perpindahan waktu. Uhm, pembahasan saya berlebihan. Sebenarnya, perbedaan waktu antara masa lalu dan masa kini ditandai dengan perbedaan jenis font, sehingga pembaca tidak bingung. Sesederhana itu. *nyengir*

Ceritanya sendiri sanggup mengaduk-aduk emosi saya. Saya benar-benar dibuat jengkel oleh sikap Tora. Saking jengkelnya, saya ingin menonjoknya cowok itu berkali-kali. Tara juga membuat saya kesal. Saking cintanya pada Tora, ia sampai-sampai tidak bisa berpikir jernih. Maksud saya, wanita normal mana sih yang bisa tahan pada perlakuan semena-mena Tora? Saya benar-benar sulit memahami jalan pikiran Tara. Memang cinta itu buta, tapi nggak gitu-gitu amat kayaknya. Yah, pada akhirnya Tara memang tidak tahan, dan kebencian yang menumpuk akhirnya merusak dirinya sendiri. Bila saja sejak awal ia bersikap lebih tegas, mungkin ia tidak perlu menderita dan memutuskan untuk menjadi pembunuh... Eh, tapi kalau tidak begitu, maka novel Daisyflo nggak bakal pernah ada dong? Hehe. *self-toyor*

Membaca novel ini, saya jadi berpikir, terkadang berbahaya bila kita selalu memendam perasaan kita, baik itu sayang, benci, atau cemburu. Bila sayang, mengapa tidak diungkapkan saja? Kalau benci, mengapa tidak coba dijelaskan? Saat cemburu, mengapa tidak ditunjukkan? Sebab keruwetan hubungan antartokoh dalam novel ini tidak akan terjadi bila tidak memendam perasaan masing-masing. Tara, Tora, Junot, Muli, Alexander, adalah lima tokoh penting terlibat dalam hubungan yang bisa diibaratkan layaknya benang kusut. Kepahitan, amarah, cemburu, cinta tak berbalas, menjadi bagian dari jalinan yang ruwet. Akankah benang itu terurai kembali?

Sebaiknya baca sendiri novel ini, karena kisahnya mampu mengaduk emosi. Dalam novel ini terdapat twist yang cukup mengejutkan. Memang sih terdapat pula unsur sinetron di dalamnya (oke, saya sebutkan saja: amnesia), termasuk beberapa dialog oh-so-sinetron-banget. Akan tetapi, secara keseluruhan, Daisyflo adalah novel metropop yang menarik. Sayang, saya tidak terlalu suka covernya.
Profile Image for Tyas Pramudita Viandari.
12 reviews
September 22, 2017
Aku coba baca dan berhenti di halaman 57. Nggak kuat lagi, heran kenapa banyak yg kasih bintang. Bahasanya aneh, alurnya berantakan. I'm so sorry
Profile Image for Caca Venthine.
372 reviews10 followers
February 24, 2014
Judul yang cukup unik dan bikin penasaran. Oke nemuin novel ini pun di bursa buku murah gitu, baca sinopsisnya kok agak belibet ya? Ragu mau beli karena takutnya otak gue gk nyampe baca ginian. Akhirnya cek di goodreads, dan rating nya lumayan tinggi juga. Rata-rata pada kasih 3-4 bintang. Jadilah dengan pedenya ambil novel ini dan lari-lari dengan gemulai ke kasir. Lalu setelah sampe di rumah pun gk langsung dibaca juga sih (seperti biasa) dan hampir 1 bulanan masih di tumpukan (kebiasaan)

Oke kita mulai dari mana buat ubek-ubek nih buku. Sebenernya juju raja gue aja bingung ini mau review nya gimana. Okelah kita mulai 1 1 dari tokoh utamanya dulu yaa *uhuk* (kibas behel)

Tara: anak kuliahan yang naksir sama kakak kelasnya bernama Junot. Tapi sayang dia malah jadian sama Tora

Tora: udah kerja,dan nyebelin banget. Terlalu over protektif sama Tara..

Junot: naksir sama Tara,dan dia memutuskan backstreet sama Tara. Ya bisa dibilang Tara selingkuh dari Tora

Alexander: cowok baik,yang bantuin Tara buat bangkit lagi dan rela dipenjara karena ulah Tara

Nah,jadi ceritanya gimana?

Jadi si Tara ini sayang banget sama Junot, begitu juga sebaliknya. Tora yang gk mau kehilangan Tara ini pun berontak dan memperkosa Tara sehingga Tara tidak bisa lari kemana-mana. Sumpah ini bajingan banget si Tora, kalo ketemu mah gue tujes2 itu burungnya.. Bisa dibilang Tara merana sama Tora, Tora ini jahat banget. Sering make duit Tara,bahkan mobil Tara pun dibawa-bawa terus sama dia. Ya pokoknya bajingan gitulah. Tapi yang bikin Tara kuat itu karena kehadiran Junot. Sayang hubungan mereka gk berjalan mulus.. Di saat Tara ingin lepas dari Junot, disitulah Tora memperkosa Tara karena dia gk mau Tara sama cowok lain, nah dari sini Tara ngehilang dari Junot.. Oke akhirnya gimana? Singkat cerita *alah bahasa gue sok banget* Tara berontak dari Tora, dia ngelawan Tora dan lepas mau lepas dari cowok bajingan itu. Pas kejadian itu Tara sempet nendang selangkangan Tora, sampe dia impotent ._. Ini jago juga si Tara..

Oke oke terus gimana sama si Junot? Jadi si Junot ini sempet berantem sama si Tara, dan menyebabkan mereka berdua kecelakaan ditabrak angkot. Tora kakinya patah bikin dia pincang, sementara Junot hilang ingatan. Kemana Tara? Apa dia tau? Dia gk tau, karena lagi pulang kampong gitu karena kondisi ayahnya kritis karena terancam bangkrut. Nah disini hidup Tara kacau, yang ada di pikirannya Cuma bales dendam ke Tora. Disinilah Alexander muncul, dia terus deketin Tara walau cewek ini galaknya ampun-ampunan kya singa mau lahiran gitu (pertanyaannya, emang singa kalo mau ngelahirin sadis ya? Oke lupakan) Alex yang ternyata jatuh cinta sama Tara ini akhirnya berhasil bikin Tara seperti semula, ceria dan banyak ketawa. Dia juga bikin Tara bangkit lagi, hanya aja niat balas dendam ke Tora masih tetap dilaksanakan sama Tara. Dia berniat ngebunuh Tora. Hanya aja pas kejadian itu, Alex yang gk mau Tara kenapa2 akhirnya ngegantiin untuk ngebunuh Tora dengan nabrak dia. Oke apa Tora mati? Gk dia masih hidup kok walau kritis. Keluarga Tora nuntut Alex untuk dipenjara. Trus gimana sama Tara? Dia kembali down lagi. Nah disaat down ini dia ketemu lagi sama Junot yang hilang ingatan. Terlebih ingatan Junot perlahan-lahan mulai membaik karena ketemu lagi sama Tara. Yauda lah pokoknya inti ceritanya gitu..

Buat endingnya sih Alex bebas dari penjara karena tuntutannya dicabut sama Tora. Tora akhirnya tobat dan meminta maaf ke Tara, jadi ya mereka udah saling maafin gitulah. Gimana sama Tara, Junot dan Alex? Tara ternyata cinta juga sama Alex, dan sempet nerima dia juga, tapi dia tetep gk bisa lupain Junot. Nah di ending nya inilah gue agak bingung. Akhirnya Tara sama Junot sih. Iya kan yaa ._. Yaudlah pokoknya begitu dah yaa..

Well, sebenernya agak belibet banget ini cerita. Jujur aja buat otak gue yang pas-pasan gini agak gk kuat baca ginian. Ditambah lagi gue bingung sama masalah ‘waktu’ Gk dijelasin kejadian ini kapan, Junot sama Tara kecelakaan kapan, Tara ketemu Junot lagi kapan, Tara ketemu Alex kapan. Nah ini yang bikin gue bingung. Biasa kan ya kalo di novel-novel lain tuh ada penjelasannya,misalnya beberapa bulan kemudian,2 tahun kemudian atau apalah yang bikin jelas kapan kejadiannya berlangsung *alah* Ini sih yang sempet bikin kesel sendiri gue bacanya, entahlah apa emang gue yang gk ngeh atau gimana..

Untuk keseluruhan cerita gue suka, dan ide penulis ini patut diacungi jempol. Sama sekali gk ketebak apa yang bakal terjadi, konflik2nya pun oke punya ini. Jadi gue kasih 3,5 bintang yaa buat novel ini, dibuletin jadi 4 lah ^^
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
September 4, 2014
Hal pertama yang saya lakukan ketika menutup halaman terakhir buku ini, setelah membacanya semalaman adalah menarik nafas lega. Mengapa? Karena buku ini bukan hanya mengaduk-aduk emosi, tapi juga membuat saya bertanya-tanya. Mengapa Tara tidak bisa lepas dari Tora? Mengapa Tara justru jadi dendam pada Tora? Trus Alex gimana dong?

Tara. Seorang mahasiswi jurusan desain. Pada awalnya dia jatuh cinta pada Junot, senior di kampusnya yang jago gambar dan komputer. Tapi entah kenapa, dia malah pacaran dengan Tora, pemuda yang dijumpainya di kolam renang. Padahal Tora (menurutku) adalah cowok sok keren tapi ga punya modal. Berkali-kali kebutuhannya secara materi harus dipenuhi oleh Tara. Mending juga kalau sikapnya manis, adanya si Tora suka menyalahkan Tara. Misalnya ketika mereka makan di warung, Tora ga mau bayar dengan alasan gabawa dompet. Jadinya Tara yang harus bayar. Sudah gitu, Tora masih menyalahkan Tara karena tidak mengingatkan dia soal dompetnya. Yang lebih bodoh lagi, Tara tidak juga meninggalkan Tora, walaupun sudah berkali-kali mengalami hal yang tidak menyenangkan. Entah hubungan macam apa itu.

Di satu sisi, cinta Tara pada Junot mulai berkembang dan bersambut. Potongan bunga daisy menjadi awal benih cinta di antara mereka. Junot selalu ada untuk Tara, walaupun dia tahu Tara sudah punya Tora. Muli, sahabat Tara rupanya juga memendam cinta untuk Junot, yang sebenarnya sudah terlihat jelas karena Muli lebih sering mencari perhatian Junot dibandingkan Tara yang pasif. Muli bahkan berkali-kali mengatakan rasa sukanya pada Junot ke Tara. Anehnya, Tara tetap mengaku ga tahu kalau Muli suka Junot. Sahabat macam apa mereka itu?

Hingga akhirnya Muli tidak bisa lagi menahan diri. Dia menceritakan tentang perselingkuhan Tara dan Junot kepada Tora. Tora kalap, dan memutuskan memiliki Tara sepenuhnya dengan cara mengambil paksa kehormatan Tara. Tara terpojok, jatuh, dan kehilangan harga dirinya. Tara semakin tidak bisa melepaskan diri dari Tora. Tapi ketika Tora kedapatan selingkuh oleh Tara, akhirnya Tara memutuskan dan mengusir Tora. Hal yang seharusnya dilakukannya sejak dulu. Tapi kepercayaan diri Tara tidak pulih, dia masih menutup diri. Bahkan dari Junot. Ketika tanpa sengaja Junot mengetahui rahasia kelamnya, Tara malah lari meninggalkan Junot.

Kemudian muncul tokoh Alex, seorang sarjana psikologi, anak dari rekanan bisnis orangtua Tara. Alex-lah yang membantu Tara keluar dari keterpurukannya. Tanpa disadari Alex jatuh cinta pada Tara. Sayangnya Alex tidak bisa menghapuskan dendam dan cinta yang sudah lama berada di hati Tara.

Cerita cintanya memang ribet, tapi masih bisa dipahami. Saya pun tidak segan ngasih bintang empat karena buku ini bisa mengaduk emosi saya sampai di halaman terakhir. Walaupun bergenre metropop, novel ini nyaris tidak berasa seperti metropop pada umumnya. Lebih ke romance suspense. Dan sepertinya penulis punya pengalaman sendiri yang dituangkannya ke dalam novel ini. Untuk mencari tahu, silahkan kunjungi blog daisyflo di sini. Ohya, satu pesan sebelum membaca novel ini, siapkan mental untuk terbawa emosi ya :)
Profile Image for Annisa Anggiana.
283 reviews53 followers
June 17, 2012
“Semakin dalam kamu mencintai seseorang, semakin dalam kamu akan terluka. Tapi itulah cinta. Jika kamu berani mencintai seseorang kamu pun harus berani terluka karenanya.”

Buku pinjaman lain dari Mia nih. Penasaran banget karena banyak temen2 BBI yang ngasih 4 sampe 5 bintang. Setengah buku pertama buku ini ngebuat saya kesal bukan alang kepalang. Baru di setengah terakhir saya menangkap istimewanya buku ini. To tell you the truth this is the first book by Indonesian writer that had a twist of story that startle me. Two thumbs up for the twist.

Dibuka dengan adegan upaya pembunuh terhadap seorang pria bernama Tora. Sang calon pembunuh adalah Tara, yang merasa akan mati dalam kubangan dendam jika manusia yang bernama Tora masih bernafas. Lelaki itu telah menghancurkan hidupnya dan juga mataharinya, Junot. Tora akhirnya tertabrak oleh mobil, namun pelakunya bukan Tara, melainkan Alexander, seorang pria yang bersedia melakukan kejahatan untuk menyelamatkan Tara dari tindakan nekatnya.

Lalu kita akan dibawa ke berbagai adegan flash back yang bab demi bab melengkapi puzzle cerita. Tora dan Tara ternyata pernah menjadi sepasang kekasih semasa kuliah di Jakarta. Namun dari penggambaran cerita tidak dapat dimengerti apa yang membuat Tara bertahan. Belum lagi Tara sendiri yang mengakui bahwa lelaki impiannya sebenarnya adalah Junot. Pangeran impiannya yang jauh bumi dari langitnya dengan Tora.

Sedikit demi sedikit semua keganjilan terjelaskan. Cinta segitiga menyedihkan yang berakhir sangat pahit. Meninggalkan Tara menjadi perempuan muda yang memendam kemarahan, secara kejiwaan terganggu dan juga mengkonsumsi obat-obatan terlarang.

Tara pindah kota. Melanjutkan hidup tanpa Tora dan Junot. Namun kepribadiannya tetap bermasalah. As I once tweeted, you can not put back together broken pieces, it is damage forever.

Sampai Tara bertemu dengan Alexander, seorang psikolog yang banting setir ke dalam dunia bisnis. Melalui Alexander Tara merasa mungkin harapan itu masih ada. Alexander yang sangat sabar menghadapinya sedikit demi sedikit membimbing Tara menemukan dirinya kembali.

Semua berjalan lancar. Everybody is moving on with their life. Sampai saat Tara dan Alexander kembali ke Jakarta. Secara tidak sengaja Tara bertemu dengan Junot di sebuah Mall. Ia sedang menggandeng tangan sahabatnya semasa kuliah Muli, dan Junot seperti tidak mengenalinya sama sekali.

Melalui pertemuan antara Tara dengan Muli semua rahasia terbongkar. Namun pembaca tidak akan bisa menduga apa yang sebenar-benarnya terjadi hingga bab2 terakhir. As I said, two thumbs up for the twist.

Walaupun twistnya keren dan ngga bisa disangkal kalo cerita ini punya jiwa, dramatisasi ala sinetron masih terendus and it bothers me a lot. Terutama endingnya.

Jadi, bravo for the twist and the soul of the story. Tiga setengah bintang untuk buku ini.
“Cinta tidak seharusnya dimulai dengan keinginan untuk mengubah seseorang demi mencapai kebahagiaan, tetapi keinginan untuk tetap bahagia walau dia tidak bisa berubah.”

Profile Image for Lona Yulianni.
237 reviews16 followers
February 22, 2013
"Forgiveness is a gift to yourself..."

Tara punya dendam kesumat pada Tora, mantan kekasihnya yang dulu sangat mendominasi kehidupannya. Tara bahkan berani bertekad akan terus hidup sampai ia bisa melihat Tora mati. Kehidupan Tara sangat kelam disamping Tora, namun Tara mempunyai mataharinya sendiri : Junot. Tara mencintai Junot dan Junot mencintai Tara, tapi Tara saat itu sedang berhubungan dengan Tora. Kehidupan kelamnya dengan Tora serasa sirna jika ia bersama Junot. Junot benar-benar mataharinya, sinar terangnya Tara.

Tara sudah tinggal mengeksekusi Tora malam itu, jika saja Alexander tidak menghalanginya dan bahkan mengorbankan dirinya mendekam di tahanan demi Tara. Selain itu, sahabatnya sendiri, Muli juga memiliki rahasia yang tidak diketahui Tara dan cukup mempunyai andil pada masa lalu Tara. Tara kembali jatuh, ketika ia merasa ia sudah bangkit bersama Alexander.

Rada stres sih pas baca buku ini. Tara itu memang kayak orang sakit, tapi kalau melihat masa lalunya dengan Tora memang gak salah sih Tara berlaku seperti demikian. Tara merasa sebegitu sakitnya hingga ia harus kudu mesti wajib balas dendam pada Tora yang sudah membuat hidupnya gelap. Tara merasa ia harus melihat Tora mati. Tara harus melihat Tora menderita sedemikian dalamnya seperti yang Tara rasakan. Tara gelap mata. Tara tidak tahu dan tidak ingin tahu bagaimana keadaan Tora. Tapi, itu dari sisi Tara. Ia benar-benar tidak tahu kalau Tora sama menderitanya dengan Tara.

Saya ngerasa kalau buku ini bisa dibaca sambil denger lagunya Jason Mraz yang 93 Million Miles. Tara memang mempunyai masa hidup yang gelap sampai akhirnya ia ditemukan Alexander. Tapi kita tidak akan mengenal gelap jika kita tidak mengenal terang. Kalo kata bang Jason Mraz : "Sometimes it may seem dark, but the absence of the light is a necessary part" . Kita tidak akan mengenal terang jika kita tidak tahu gelap.
Tara juga seperti orang yang kehilangan arah. Hatinya yang penuh dengan dendam membuat ia lupa kalau masih banyak hal yang harusnya ia syukuri di kehidupannya. Namun, untungnya ia tahu arah jalan pulang. Tahu ia harus berserah kepada siapa. Tahu ia harus menyesali semua perbuatannya.

4,5 bintang, karena walaupun capek baca bukunya tapi saya bisa dengan jelas memetik makna dari novel ini.
Profile Image for owleeya.
307 reviews100 followers
July 5, 2012
Jujur saja, melihat banyaknya teman-teman saya yang memberi 3-4 bintang (bahkan ada yang memberi 5 bintang), saya berpikir kalau saya akan menyukai buku ini ketika meminjamnya di rental...

Ternyata, saya salah. Saya mencoba untuk menyukai buku ini, tapi entahlah. Meskipun penokohannya bagus, membuat saya ikut membenci dan mencinta, tapi saya merasa aneh saat membaca bagian dari sudut pandang Tara. :(

Ini adalah hal-hal yang saya sukai dari buku ini:

1. Mengaduk emosi. Saya harus mengakui kalau buku ini memang mampu mengaduk emosi, seperti pada saat awal membaca, saya ikut membenci Tora dan menyukai Junot. Sayangnya, hal itu terjadi pada awal buku. Selanjutnya saya seperti tidak ikut merasakan apa yang Tara rasakan. Dari yang sudah saya sebutkan di atas, buku ini dibagi menjadi dua bagian: dari sudut pandang Tara dan sudut pandang orang ketiga. Itu membingungkan saya, apalagi adanya flashback yang makin membingungkan. Memang, dengan adanya flashback malah membantu pembaca untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi dengan Tara. Sayangnya, hal itu malah memusingkan saya.

2. Penokohan. Lagi-lagi harus saya akui, tokoh-tokoh yang ada begitu menghayati karakteristiknya. Seperti Tora yang bersikap semena-mena terhadap Tara. Junot yang begitu perhatian dan mencintai Tara. Sampai Muli yang membenci Tara meskipun tidak menyadari perbuatannya sendiri. Tapi, saking menghayatinya saya sampai merasa tokoh-tokoh itu tidak begitu realistis...

Saya tidak kapok. Malahan, saya orangnya penasaran. Saya penasaran dengan novel Yennie Hardiwidjaja lainnya. Meskipun saya agak kecewa dengan novelnya yang satu ini, tapi saya tetap menunggu novelnya yang lain! :)

Resensi ini juga bisa dilihat di blog saya.
Profile Image for Tirta.
252 reviews38 followers
June 28, 2012
Pertama kali tahu tentang buku ini adalah dari timeline mbak @hetih, yang mana menurut saya sudah merupakan tanda bahwa buku ini layak untuk (coba) dibaca. Tapi kemudian keluar review-review dari penikmat buku lain, dan tanggapannya beragam. Ada yang suka, ada yang tidak.

Buat saya pribadi, buku ini... menarik. Perjalanan emosi pembaca dimainkan dengan baik. Dari mulai adegan awal yang mencekam dan bikin tegang, kemudian kita dibimbing untuk berkelana mengenal para tokoh-tokoh dan masalah mereka lebih dalam, kembali lagi ke masa kini, begitu berganti-gantian. Ada yang bilang membingungkan, tapi saya suka.

Konflik dalam Daisyflo ini banyak, dan kompleks. Sudah rumit dengan cerita Tara dan Tora yang melelahkan dan (sangat, sangat) bikin emosi, ditambah lagi Junot, orang ketiga. Lalu Muli, sahabat Tara yang cinta Junot setengah mati. Lalu ada lagi Alex, makhluk superbaik yang ingin 'menyembuhkan' Tara. Semua rentetan kejadian-kejadian yang menimpa mereka rasanya menambah benang kusut yang tak usai-usai. Namun benang kusut terebut kemudian diurai dan dijelaskan satu persatu:) Tidak ada bagian yang di-drag atau dilebih-lebihkan, semua terasa cukup. Penggambaran betapa buruknya sifat Tora, betapa bodohnya (lugunya, serakahnya) Tara (waduh!), cerita-cerita Muli tentang apa yang menimpa Tora dan Junot kemudian, kisah pertemuan dan hubungan Tara dengan Alex, cukup. Bagian penyelesaian dan ending cerita juga disampaikan dengan baik. Tadinya sempat khawatir tidak berakhir sesuai yang saya inginkan (lah?), tapi akhirnya bisa senyum-senyum juga. 4,5 out of 5 stars for Daisyflo:)

PS: Saya beli buku ini di Jakarta Book Fair 2012, harga diskon 32rb. Acaranya masih sampai tgl 1 Juli nanti, layak dikunjungi :)
Profile Image for Devita Natalia.
105 reviews19 followers
March 11, 2012
Ceritanya memang sangat rumit. Dan aku kira akan sebagus dalam pikiranku. Tapi setelah membacanya. Oh tidak, aku sedikit kecewa.

Ceritanya tentang seorang cewek bernama Tara. Dulunya dia cewek yang ceria dan menyenangkan. Tapi semua itu berubah karena pertemuanya dengan Tora. Pertemuan tersebut terjadi berulang-ulang sampai akhirnya mereka pacaran. Selama pacaran, Tara menjadi berubah dan perubahan Tara karena ada andil dari Tora.

Dalam cerita, Tora digambarkan sebagai sosok laki2 yang good looking dan kaya. Tapi sayang dia sangat2 pelit. Bayangkan, masa Tara kudu membayar makanan Tora setiap mereka makan berdua. Tara yang baru dibelikan mobil oleh Ayahnya harus merelakan mobilnya dibawa oleh Tora dan Tora ngaku2 mobil tersebut miliknya. Rese gk tuh? Pacar macam apa coba kalo gitu? *emosi* Gue nggak abis pikir si Tara koq mau rela digituin. Haduh, tara..tara..ckck.

Dilain cerita, ada Junot yang sudah kenal dengan Tara. Mereka berteman dan lama-kelamaan malah menjadi selingkuhan Tara. Wajar nggak sih? hem...

Lalu ada Muli, yang ternyata musuh dalam selimut. Kenapa begitu? Baca novelnya aja. :)

Trus ada Alex. Di novel ini cuma Alex yang menurut aku tokoh yang paling waras. Secara kedua tokoh utama-nya 'sakit' gitu. Walaupun ada satu kesalahan Alex yang karena cinta dia rela menggantikan Tara untuk membunuh Tora. Aku tetep pilih Alex.


Jadi aku kasih 3 bintang.

Walaupun novel ini kurang menarik menurutku, tapi ada dua hal bisa diambil dari novel ini.

1. Memaafkan kesalahan seseorang itu hal yang sulit memang. Tapi dengan memaafkan hati kita akan lebih lega dan damai. :)

2. Jangan buta karena cinta. XD
Profile Image for Yunita1987.
257 reviews5 followers
September 6, 2012
Jujur aq kurang begitu tertarik dengan kisah cinta yang ada dibuku ini, kenapa? Karena terlalu ribet bahkan sampe ada unsur balas dendam + hal-hal horor yang terjadi dibuku ini + cowok-cowok yang 'sangat terlalu begitu cinta' pada seorang cewek. (Ingat ya 'cowok-cowok' yang berarti ada lebih dari 1 cowok).

Awal ceria agak kaget karena tiba-tiba seperti disuguhi sebuah cerita pembunuhan (seperti misteri), selanjutnya diceritakan kisah-kisah gila antara sang wanita yang bernama Tara dengan cowok bernama Tora. Bagaimana pertemuan mereka sampai akhirnya siTara ini mulai gak betah ma cowoknya sendiri tapi susah untuk minta putus (agak bodoh sih). Ditambah, disaat kebencian Tara dengan Tora, dimunculkan sosok Junot sebagai kakak kelas Tara yang baik hati padanya sampai akhirnya Junot bilang suka ke Tara. Tapi Tara yang sudah terlalu cinta ke Tora, menolak Junot (OMG, dunia mulai gila sepertinya...:D)

Dan akhirnya diakhir cerita, nantinya Tara sadar bahwa dia adalah psikopat yang sudah banyak melukai Tora (Jadi bingung, diawal cerita aq sebagai pembaca begitu membenci Tora, tapi diakhir cerita sepertinya aku mulai kasihan ke Tora). Belum lagi diakhir buku ini, pembaca harus memutuskan sendiri, sebenarnya sama siapa Tara harus berlabuh? Apakah bersama Junot atau ke Alex (sosok pria yang muncul dikehidupan Tara setelah berpisah dari Tora dan Junot)

Secara keseluruhan aq baca buku ini, aku gak begitu tertarik, tapi masih tetap penasaran sama siapakah akhir cinta Tara ini? dan aq kecewa karena aq masih harus memutuskan sendiri (harusnya sih ke Junot ya?). Jadi, maaf kalau untuk buku ini aq hanya sanggup memberikan 2 bintang.
4 reviews1 follower
January 6, 2014
Mungkin bagi org kebanyakkan depresi karena cinta adalah suatu hal yang bodoh, tapi hal itu bisa saja terjadi dan aq pernah melihatnya. membaca cerita ini mengingatkan ku kembali kejadian beberapa tahun yang lalu, cerita tara hampir sama dengan yg dialami oleh sahabatku (minus soal hilang keperawanan), dia depresi karena cow, akibatnya dia selalu berpikiran negatif pada org disekitarnya, selalu beranggapan dibicarakan oleh orang yg baru saja ditemuinya. Jadi ketika membaca daisyflo aq benar2 bisa merasakan betapa tersiksanya tara, aq pernah menjadi sahabat org yang menderita karena cinta. Membaca cerita ini membuat aq benar2 lelah secara emosi. Perlakukan tora ketara tidaklah 100% salah tora, karena biar bagaimanapun tara memiliki andil sehingga tora bisa bersikap seperti itu. Tapi terlepas dari siapa yg paling bersalah tora tidak berhak mengambil sesuatu yg paling berharga dari gadisnya, memanfaatkan semua yg tara punya.
Tara rasa bencinya pada tora dan rasa cintanya pada junot benar2 telah membutakan hatinya, membuat dia menjadi depresi. Moli bukanlah sahabat yang baik buat tara, karena secar tidak langsung dialah penyebab tara stress (aq bersyukur aq tidak seperti moli). junot aq tidak tau harus bilang apa, entah cintanya terlalu besar atau terlalu bodoh, sehingga dia dengan rela menjalani hubungan yg aneh dengan tara. Dan akhirnya aq suka pilihan yg dibuat tara. Karena dilihat dari cara tara mencintai junot dia tidak akan bisa menjalin hubungan dengan pria manapun, karena bayangan masa lalu dan rasa cintanya akan terus mengikutinya.
Profile Image for Stefanie.
126 reviews6 followers
April 15, 2012
Akhirnya tamat juga baca buku ini setelah beberapa minggu menggendap di laci meja belajar. Nemu buku ini pas lagi ada gramedia fair, dan udah agak lama ngincer buku ini karena liat dari twitter Gramedia pada bilang bukunya seru.

Awalnya gue kurang sreg sama buku ini, aneh banget jalan ceritanya. Dan kurang menarik perhatian gitu. Makanya sempet dianggurin karena banyak tugas, padahal kalo bukunya seru sih gue bisa tahan baca dan mengabaikan tugas walaupun setumpuk! hahahahaa..

Dari awal buku yang bikin kita merasa kasihan sama Tara karena sudah di permainkan (baca : dimanfaatkan) oleh Tora, perlahan-lahan kok gue merasa ni orang idupnya kasihan banget sih? dan si Tora tu kejam banget sama Tara.

dan baru ketahuan diakhir cerita, kalau sebenarnya itu Tara yang menyakiti Tora. Mereka berdua sama-sama "sakit". Tora yang menyebalkan dan menghak milik barang-barang milik Tara, Tara yang menyakiti Tora dengan menusuknya dengan garpu dan benda tajam lainnya. Tora yang memperkosa Tara, Tara yang mencoba untuk membunuh Tora.

Soal judul buku ini, itu adalah password tentang film animasi yang Junot bikin, yang bercerita tentang peri kecil yang terinspirasi dari Tara. Mereka sebenarnya saling mencintai tapi yah, namanya juga dipermainkan oleh takdir.

Gue nggak tahu ini penulisnya dapet ilham dari mana buat bikin cerita kayak gini, tapi yang jelas, gue kurang begitu sreg sih sama ceritanya. Agak terlalu dibuat-buat kalo menurut gue. tapi yah, pendapat orang beda-beda kan?
Profile Image for Hayati.
245 reviews
June 12, 2012
Awalnya aku penasaran sama novelnya karna aku baca sinopsisnya tapi kadar penasaran aku baru 50% doang dan bertambah 50% lagi karna aku liat di akun Facebook salah satu toko buku Online ownernya bilang bukunya bagus dan buat dia nggak berhenti bacanya sebelum selesai. So, karna uang yang nggak memadai untuk beli *ngenes* aku jadi nyewa aja di Orange kebetulan tuh buku baru datang daaaaaaaan aku jadi peminjam pertama *bangga* :D Hehehe...
Sejujurnya apa yang di bilang oleh owner pemilik toko buku online itu bener. Aku penasaran banget sama ceritanya dan pas di awal-awal cerita sumpah aku SEUBEEEEEEELLLLLL banget sama tokoh cewek utamanya!!! Bodonya kelewatan *maaf yah agak kasar* Tapi beneran kesel aku sama sosok Tara dan aku juga geram sama si Tora, gemeeeees banget!! Pengen ninju dia pokoknya *eleh*
Mbak Yennie emang benar, di dalam novel ini mbak Yennie memberitahukan kita bahwa cinta itu emang buta!! Cinta bisa membutakan segalanya!! Mulai dari hati, pikiran dan lainnya. Dan sumpah, konfliknya bener-bener keren!! Suka banget sama ceritanya. Daaan, arghhh!!! Ini yang menyebalkan, endingnya!!! Sumpah, endingnya aku bingung loh itu sih Tara pilih Junot apa Alex siiihh?? Aku nggak begitu paham sama endingnya -______-
Sejujurnya dengan membaca novel ini kita bisa mendapatkan pelajaran dan membuka mata kita akan seberapa butanya manusia karna cinta. Aku suka sama ceritanya, konfliknya keren banget!!
Profile Image for Novee.
282 reviews35 followers
September 21, 2012
3.5 stars ^^

Daisyflo sukses bikin aku emosi tingkat tinggi. Rasanya lega pas udah membalik halaman terakhir novel ini.

Awal membaca, aku emosi dg sikap Tora yang minta disepak jauh2.
Juga gregetan dg Tara yang lemah dlm menghadapi sikap Tora yang engga banget itu. terlebih setiap kali Tara nunduk setelah Tora nyinggung2 soal married, bah udah tau sikapnya parah gitu koq masih ngarap dikawinin sama cowok seperti itu sih??!!!

Sampai pertengahan cerita, akhirnya aku mengerti mengapa Tara ga berani melepaskan diri dari Tora. tp serius dhe, aku ga bisa terima banget alasannya Tara itu. bukan berarti aku anggap remeh soal "itu". Dan terbukti kan dg bertahannya Tara, yang ada dia malah sakit jiwa sendiri.
Kalo Tara bs sadar dari awal, seharusnya semua penderitaan yg dialami Tara, Junot, Alex dan juga si brengsek Tora ga perlu ada (dan ya tentunya cerita ini gak bisa diterbitkan donk. LOL)

Diakhir cerita, aku capek dg sakit jiwa dan egoisnya Tara.
Dia sibuk merencanakan untuk membunuh Tora dan katanya siap menghadapi segala resiko. tp koq ya setelah Alex berkorban demi dirinya, Tara langsung sembunyi dan besuk Alex di penjara aja ga berani?

Dan endingnya, biarpun agak gantung tapi aku puas jg sih.
Overall biarpun bikin capek hati, tapi aku salut dg tema novel ini yang lain dr novel genre Metropop lainnya.










Profile Image for Lena Rianti.
11 reviews
October 26, 2015
Buku ini bener-bener bisa bikin kita "gedeg" saking keselnya.
Kesel sama Tara, yang bener2 egois dan bodoh karena cinta. Sampe dia ga care sama sahabatnya sendiri. Ngaku2 sobat baik tapi dia hanya mikirin diri sendiri doang. Menjalani hubungan dengan dua orang sekaligus. Tidak bisa melepaskan Tora yang ujubilah brengseknya tapi juga tidak mau melepaskan Junot yang sudah amat baik sekali sama Tara.
Rasanya pengen ngucek2 Tora juga karena bener2 deh tuh cowo brengsek banget ya. Sampe bertanya2 apa bener ada cowo kaya gitu di dunia nyata? (byk yg bilang sih ada...untung belom pernah ketemu :)
Pengen nabok Junot juga yang bener2 dimabuk cinta oleh Tara. Cowo kaya gini sih masih ada sih di dunia nyata (saya kenal contoh salah satunya ^_^)
Gemes juga sama Muli, yang saking obsesinya juga sama Junot hingga dia menghalalkan segala cara
Daaannn... menyayangkan Alexander.. huhuuuu kenapa dia begitu nekat, dan heran juga kenapa dia bisa jatuh cinta sama Tara?
Dalam cerita ini, semua karakter ada sisi baik dan buruknya. Jadi yaa bisa dibilang juga gada tokoh antagonis disini.
Tapi satu hal yang bikin gemes lagi, kenapa di end of story, Tara yang diberikan pilihan antara Junot dan Alexander???

Dear Yenny,

So endingnya ini gimana yah?? Junot or Alexander?
Biar Tara pilih Junot ajah, Alexander buat saya :)
Profile Image for Ratih Widiastuti B.
62 reviews10 followers
April 5, 2012
aku kasi 5 bintang karena novel ini sudah bikin perasaan ku jungkir balik dan ga pingin berhenti bacanya. Dalam novel ini alurnya maju mundur, tapi ga bikin kaya benang kusut, malahan lebih mudah dimengerti. Novel ini sukses buat menyita waktuku, tapi aku cukup puas dengan cerita ini.
Kalau kamu orang yang suka baca novel dengan teknik loncat-loncat, tidak dianjurkan membaca dengan teknik tersebut di novel ini, diyakini kamu bakal ga ngerti sama ceritanya dan nambah bikin cerita novel ini kaya benang kusust.
Kak Yennie sudah bikin aku geregetan sama tokoh-tokoh di novel ini, dari Tara yang "sakit" mentalnya, cowok menyebalkan dan tukang porotin kaya Tora, yang kaya malaikat di karakter "Junot" dan "Alex", yang nyebelin kaya Muli. Ketika aku ngetik review ini masih tersisa gereget-gereget pas aku baca novel ini. Kak Yennie sukses buat aku jatuh cinta dengan bukunya setelah novel Miss Jutek (yang sekarang novel itu entah kemana dan ga ada di toko buku.. hiks..).
Ending cerita ini kayanya open ending, dimana pembaca menentukan sendiri endingnya mau seperti apa. Tapi menurutku ending novel ini jelas banget, Tara dengan Junot (masih ga yakin sih).
aku kasi 4 jempol deh buat karya Kak Yennie yang ini, ditunggu ya karya-karya selanjutnya!!!.
Profile Image for Hirdri .
11 reviews
August 27, 2013
Sejujurnya I Couldn’t put the book down until the last page! tapi yah butuh beberapa hari juga untuk menamatkan buku ini. Saya sampai mencuri waktu untuk baca di bangku taman kampus pagi-pagi hahaha.

Alur cerita yang banyak flashback sedikit demi sedikit membuka misteri yang bikin penasaran. Awalnya memang sempat bingung bacanya, lama kelamaan ternyata saya berhasil masuk kedalam cerita, membaca sambil menunduk dalam dan ikut merasa "capek hati" dengan perasaan yang "terberi" didalamnya. Marah, sedih, kesal, terharu, miris, senang.

setuju dengan ini, saya nemu di review seorang reader, katanya dari blog penulis yang akan memperjelas hubungan Tara dengan 3 pria : Tora, Junot dan Alexander

Sebagai Tara,

aku ingin sekali membunuh Tora, sebab dia adalah b4jingan.
aku ingin sekali mengejar Junot, sebab aku selalu mencintainya.
aku ingin sekali mengatakan pada Alexander untuk berhentilah melukis duniaku, sebab aku tak lagi layak.

---

dan saya sendiri yaah merasa banyak morel value yang bisa diambil dari novel ini. Terutama asas timbal balik, KARMA.
Dan satu lagi untuk kalian! Ketika mengetahui ilustrasi bunga daisy-nya Junot di ending, saya langsung menggeram senang, terharu, melting! aaah kalian nggak akan nyesel baca novel ini!
Displaying 1 - 30 of 59 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.