Jump to ratings and reviews
Rate this book

Now and Then

Rate this book
Hari ini, ketika melihatmu lagi, kesadaranku terbawa oleh riak hati. Dadaku sesak dipalu malu dan rindu. Cinta menyuruh untuk menghampirimu, tapi ragu membuatku terpaku. Aku bertahan hanya mengagumimu dari jauh.

Seandainya kau tahu betapa ini juga berat untukku. Menjauhimu adalah hal terburuk yang harus kulakukan.

Maaf, Sayang, jika hingga sekarang belum ada jalan keluar bagi kita. Aku harus bagaimana? Senjata apa yang harus kubawa untuk memperjuangkan hubungan yang tak direstui orangtua? Bisakah hanya dengan cinta saja?

316 pages, Mass Market Paperback

First published March 1, 2012

7 people are currently reading
34 people want to read

About the author

Ann Arnellis

1 book2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (10%)
4 stars
9 (16%)
3 stars
22 (39%)
2 stars
16 (28%)
1 star
3 (5%)
Displaying 1 - 17 of 17 reviews
Profile Image for Mia Prasetya.
403 reviews268 followers
March 21, 2012
Gagas Media di satu sisi memang sudah terkenal dengan keindahan covernya sedangkan di sisi lain sering membuat saya menebak-nebak isi cerita karena seperti yang ada di atas, sinopsisnya hanya berupa puisi singkat yang kurang mencerminkan isi cerita.

Jadi begini, Now and Then adalah novel cinta antara Sui Lian, seorang gadis bermata sipit dan pria bernama Pras. Perbedaan ras tentunya menjadi permasalah yang diangkat oleh penulis.

Sui Lian yang bekerja di toko buku bertemu Pras yang membuat keributan kecil di kasir karena seusai berbelanja ia menolak menggunakan tas kresek plastik untuk menampung buku belanjaannya. Pertemuan yang hanya sekilas namun berkesan bagi mereka berdua sehingga Pras berkunjung kembali ke tempat yang sama hanya untuk bertemu lagi dengan Lian. Gayung bersambut, pertemuan berlanjut dengan pertemuan berikutnya dan selama beberapa waktu pembaca mulai dikenalkan dengan orang-orang di sekeliling Lian dan Pras.

Ayah Lian berprofesi sebagai penjual mi di pasar yang ingin segera anaknya menikah dan menjodohkan anak gadisnya dengan Jono anak temannya. Padahal Jono sendiri genit dan kelakuannya suka towal towel sana sini. Keluarga Pras adalah keluarga Jawa ningrat yang kalau dari cerita sepertinya lumayan berada dan ibunya yang sangat peduli dengan kecantikan hendak mengenalkan Pras dengan Mita, teman kakaknya Pras.

Sudah tertebak ke mana arah cerita? Tentunya hubungan Lian dan Pras tidak berjalan mulus dan akhirnya mampukan cinta menyatukan perbedaan kebudayaan mereka?

My review :

Saya pribadi juga pernah mengalami masalah yang sama dengan Lian jadi mau tak mau penasaran dengan kelanjutan kisah cinta mereka. Sayangnya penulis terlalu memusatkan hubungan ‘pdkt’ Lian – Pras dan sayangnya berjalan sangat lambat. Bagian awal kisah yang menarik perhatian saya lama-lama menurun seiring dengan klimaks yang tak kunjung meningkat. Memang ada sub plot yang disisipkan penulis untuk mengangkat ritme cerita tapi kurang greget. Semua tokoh berjalan pelan.

Lian kalau yang saya tangkap adalah pribadi yang biasaaa banget, penurut dan melankolis. Sedangkan Pras? Selain ia yang gagah menolak segala bentuk tas plastik saya seakan tidak terlalu mengenalnya.

Dialog juga terkadang masih kaku, satu yang mengganggu saya di halaman 150 saat Pras menyatakan cinta.

“Rasanya aku jatuh cinta”

“Sama siapa?’

“Kamu.”

Mendengar itu Lian tertawa kecil. Ia membungkukkan badan condong ke depan.

“Kamu seperti remaja.”

Errh, saya tidak menangkap maksud Ann Arnellis menulis kamu seperti remaja, sepertinya kalau saya ditembak pria kalimat itu tidak terbersit di pikiran saya Tapi balik lagi ya, ini yang baca kan sudah seumuran tante-tante siapa tahu anak jaman sekarang beda :p

Kota Semarang yang menjadi latar kurang merasuk walaupun penulis di beberapa bab mengambil spot-spot terkenal seperti Lawang Sewu, Pasar Bulu, Pandamaran dan banyak lagi. Malah terkesan kalau penulis baru-baru saja pernah ke Semarang.

Saya sempat berkunjung ke blog Arnellis yang berprofesi sebagai guru, postingannya bagus-bagus dan menarik. Buku Now and Then adalah buku pertamanya, mudah-mudahan buku selanjutnya bisa lebih baik lagi. Bagi yang ingin mengenal Ann lebih jauh bisa follow akunnya di @arnellism.
Profile Image for Ayu Muhairani Sirait.
58 reviews4 followers
March 25, 2016
Sebagian orang kasih score antara 2-2.5 untuk novel ini. tapi aku dengan beraninya kasih score penuh! mungkin karena ini buku pertama yang diterbitkan oleh penulis, banyak hal-hal yang kurang digali dan akhirnya memutuskan memberikan score yang rendah.
buat aku novel ini sempurna, memang dipertengahan cerita alur berubah lambat. tapi itu gak mengurangi niat ku buat terus baca dan memberikan nilai sempurna :)

Jatuh cinta tidak membutuhkan syarat perkenalan yang dalam. Jatuh cinta datang begitu saja. Mungkin dwngan sedikit titik, bahwa kau menyukai rambutnya, atau suaranya enak didengar, kau bisa jatuh cinta pada seseorang . Tidak perlu alasan besar.

Perkenalan Lian dan Pras terjadi disebuah toko buku dimana tempat Lian berkerja. dari awal bertemu Lian sudah menaruh penasaran dengan ksatria anti plastik ini. lalu pertemuan berikutnya terjadi, pun di tempat yang sama. sekali itu Lian dengan memberanikan diri memperhatikan Pras, yang disambut dengan ucapan terima kasih dan senyuman. pertemuan ketiga adalah yang nantinya menjadi pertemuan-pertemuan berikutnya.
Kisah cinta antara Lian dan Pras sedikit berbeda dari kebanyakan kisah cinta lainnya yang sudah aku baca.
Hubungan kedekatan Lian dan Pras terhalang antara suku, status dan juga agama. Sui Lian terlahir sebagai keturuna cina dan ber-ayahkan pedagang mie ayam. sedangkan Pras sendiri adalah seorang pribumi yang mempunyai kehidupan ekonomi layak dan ber-orangtuakan yang seorang pegawai pemerintahan.
halangan-halangan inilah yang akhirnya menjadi pemicu keresahan diantara mereka berdua, apalagi ibu Pras dengan terang-terangan menolak pacar Pras yang notabene adalah orang cina. sedangakan ibu Pras sendiri sudah mencarikan jodoh seorang cewek modern yang berasal dari kota Jakarta.
Pras dan Lian dipaksa untuk mempertanyakan hubungan yang mereka jalani. sanggupkah untuk terus melangkah maju padahal banyak kerikil yang menghadang? atau harus menyerah pada nasib?

Aku suka cara menulis seorang Ann Arnelis, bahasa yang dia gunakan sangat mudah aku pahami, menggunakan kota Semarang sebagai latar belakang cerita ini, penulis mampu menggambarkan bagaimana kota Semarang pada saat itu. konflik yang dihadirkan penulis juga seakan "menyentil" kita tentang perbedaan suku tersebut.
penulis juga sukses bikin aku ketagihan sampe-sampe gak rela harus membaca dilembar terakhir. aku harap semoga penulis terus berkarya dan terus melahirkan cerita-cerita indah seperti novel Now and Then ini :)

Jika ada kegembiraan macam ini, seseorang mempunyai calon pacar, maka yang lain gembira adalah semuanya. Mungkin koor itu untuk menyemangati hatinya sendiri-sendiri. Semacam doa bersama, semoga setelah ini sayalah yang berikutnya. Now and Then - Ann Arnelis ~
Profile Image for Indri Juwono.
Author 2 books307 followers
April 24, 2012
Semarang. Kota masa kecilku menghabiskan taman kanak-kanak dan separuh masa SD. Kenangan tersisa ketika adik perempuanku masih ada, kami berlarian di Simpang Lima, menunggu ayah pulang di taman KB, menemani ibu belanja di pasar Bulu, jalan-jalan di Gedung Batu ( klenteng Sam Po Kong) memandang Tugu Muda dari motor bebek, berempat menyusuri kota sampai Gombel. Ah, masa-masa yang tak pernah kembali. Miss you, sis.

Judul bukunya menimbulkan pertanyaan, now and then, sekarang dan kemudian? Kemudian apa? Nggak ada yang pasti untuk cinta, seperti juga hal-hal lainnya. Namun, kata orang, cinta dapat menghilangkan rasa takut terhadap apa pun. ( h.68).

Banyak yang bilang ceritanya biasa, tentang cinta antara dua etnis yang berbeda. Memang cinta itu datangnya biasa aja bukan? Tidak harus seperti kisah ekstraordinari seperti Ferre dan Diva. Kecuali untuk seorang petualang yang mencari cintanya yang teristimewa. Cinta yang terbangun antara Lian dan Pras terjadi begitu lambat, sesuatu yang dibangun dari kedekatan, pertemuan tiba-tiba, dan waktu-waktu tambahan yang menjadi teratur. Namun memang harus ada kebetulan dalam pertemuan, untuk membuatnya istimewa. Jika tidak, akan terasa hambar belaka.

Cerita ini cantik seperti covernya. Membacanya di saat pikiran ingin rehat cukup menyenangkan. Tidak terlalu menye-menye dengan kata-kata berbunga-bunga, juga tidak berat dengan bahasa sastra. Kunci menikmatinya adalah baca dengan pikiran kosong, tanpa dibebani dengan pengalaman membaca yang sudah bejibun. Sangat jamak terjadi untuk orang yang banyak baca sastra akan menilai novel ini ringan. Tetapi kalau kita adil terhadap buku, membaca tanpa membanding-bandingkan, maka akan menikmati cerita. Waktu untuk membaca sangat berharga untukku, sehingga amat sayang apabila habis untuk mencari kesalahan tulisan (yang untung jarang ditemukan).

Poin lebihnya untukku adalah kota Semarang yang digambarkan cukup lengkap, melengkapi yang tergambar dalam ingatan. Walau tidak ada momen romantis di anjungan pandang di Gombel untuk melihat lampu kota, namun Pasar bulu, Tugu Muda, Lawang Sewu, Gombel, bahkan Ponder Stasiun Tawang dilukiskan kegiatannya dengan rapi.

Tidak masalah ceritanya berakhir bahagia atau tidak, yang penting tahu di mana menghentikannya, memberi penekanan, "hmm, it gonna be....."
Profile Image for Sally Anggraeni.
22 reviews1 follower
January 25, 2018
Sejujurnya gue cukup bingung mau kasih rate berapa. 3 untuk penulisannya yang-istilah orang jawa 'apik'. 2 untuk tema/storyline nya.
._.
Dari ceritanya, kok yaa kayak ngebet banget mau nikah :/
Sedikit-sedikit nikah. Dari si cowok Pras, tokoh Lian yang bahkan belum 25 tahun pun mengharap nikah, Ibu Pras yang menjodohkan anakknya dengan perempuan Jakarta supaya anaknya segera nikah, Mita si perempuan Jakarta yang mengharap proses perjodohannya bisa berjalan lancar lalu kemudian menikah. Ahh, kulelah. 😕
Siapapun dalam tokoh di cerita ini maunya nikah. Serasa di kejar-kejar penghulu.
Gue pribadi baca buku ini serasa terkungkung pada budaya yang: semua orang harus nikah. Gag!
Mau secantik/setampan apapun, seberapa sukses, cerdas, dan bahagianya hidup seseorang kalau "belum nikah yaa belum afdhol". Hem.

Tapi lepas dari itu semua, gue suka dengan penulisannya yang apik, dan rate 3 untuk itu. Sempat baca review dari beberapa orang kalo ini buku pertama si penulis, dan gue kagum dengan caranya meramu kata-kata. Tidak terlalu berlebihan, sebab (sangat mungkin) saja gue tak sepandai penulis dalam meramu kata pada saat pembuatan buku yang pertama (kelak-entah kapan) hehe...
Profile Image for Putri Dewi.
4 reviews
July 28, 2025
bacaan ringan yang yahh cukup lah buat selingan bacaan.
ini si pras gila lu, lagi pdkt sm lian malah nyari kenyamanan sm cewe lain. cewe cowo sama aja bakal cari perbandingan buat pilihannya. tp pas lagi ada masalah si pras malah cerita ke mita bukan lian, gimana kalo hal itu berulang?? jelas ada kemungkinan lah
bagiku sebagai seorang perempuan, novel ini terlalu banyak hal yang menjadi pertanyaan dan bbrp hal di novel ini sedikit banyak kontra sm pemikiranku.
Profile Image for nisaaly.
15 reviews
November 11, 2025
saya baca ini di usia 30+ kyk agak2 gimana gitu ya.. agak sedikit membosankan. tp cukup relate pas si cowo berpikir pakai logika ttg siapa yg akan dipilih, meskipun sy ngerasain sakit nya sih klo di posisi lian :')
Profile Image for Your Bae.
50 reviews2 followers
Read
February 18, 2016
Pertama beli buku ini aku sudah dibuat jatuh cinta dengan balutan cover dan sepotong puisi di bagian belakang cover. Aku membutuhkan waktu lebih dari 3hari untuk menyelesaikan buku ini.

Masuk di halaman pertama, sebenarnya aku tidak terganggu dan tidak terusik dengan penggunaan bahasa yg dipilih oleh penulis. Sayangnya penulis mengenalkan semua tokoh-tokohnya dengan penggambaran yang tidak cukup kuat karakternya.
Disisi yang lain, buku ini berjalan sangat lambat sehingga membuat hasrat kecintaan saya dengan buku ini pelan-pelan memudar dan sungguh hilang selera untuk menghabiskan buku ini. Jadi, hingga pada akhirnya aku benar-benar kehilangan hasrat menyelesaikan buku ini dalam tempo waktu yg relatif singkat.

Sumpah.... buku ini sangat bertele-tele (pendapat pribadi). Apa yang membuat buku ini begitu bertele-tele? Ya karena penulis tidak to-the-poin dengan cerita. Sehingga sungguh-sungguh menjemukan dan efeknya kembali deh kehilangan hasrat untuk menuntaskan buku ini. Selain itu, membaca buku ini, aku benar-benar tidak bisa menemukan klimaks-nya. Ya, bagaimana tidak dari awal sudah disuguhkan penggambaran dan karakter yang bertele-tele!!! Ughh seballl

Padahal penulis sudah menggunakan bahasa yg menurutku indah. Sayangnya plot cerita diceritakan dengan gaya yang bertele-tele (Maaf-- karena menurutku plot cerita lebih terkesan nyampah kalimat malahan)

Disisi lain, ending dari buku ini juga membuat kecewa, tidak adanya penyelesaian konflik dengan "ending yang menggantung" dan tidak tahu arahnya kemana.
Bisa dibilang aku sangat menyesal membaca dan membeli buku ini. Mungkin tidak akan begitu menyesal jika buku ini adalah buku pinjaman. Ini adalah keduakalinya aku tertipu dengan tampilan cover yg indah dari gagas media.

Well, Bagi pembaca lain yang ingin membeli dan membaca buku ini, ada baiknya cobalah pinjam milik teman lebih dahulu sebelum benar-benar memutuskan untuk membelinya. Agaknya memang pepatah jangan menilai buku dari kovernya cukup benar sejauh ini :)
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
March 20, 2012
"Apa yang salah dengan bermata sipit dan berkulit putih? Apa yang salah jika aku mengimani Tao? Lian tidak habis pikir. Kini, kemarahan itu bercampur dengan rasa rendah diri. Ia memang bukan Cina kaya seperti yang banyak bertaburan di Semarang. Tak pantas jika ia berdampingan dengan seorang lelaki Jawa kaya. Ora ilok."

Cerita ini bermula dari seorang perempuan bernama Sui Lian, atau lebih sering dipanggil sebagai Lian. Ia adalah seorang gadis keturunan Cina yang hanya tinggal berdua dengan Ayahnya yang berjualan Mi Ayam di pasar. Ia juga bekerja di sebuah toko buku karena keinginannya untuk terus belajar yang tidak tersampaikan. Pekerjaannya di toko buku itulah yang membawanya bertemu dengan seorang lelaki unik yang membuatnya penasaran.

Lelaki itu bernama Pras. Ia adalah lelaki Jawa yang sungguh menarik perhatian karena sifat anti-plastiknya yang kuat demi menjaga keselamatan lingkungan. Hari itu Lian memberikan senyuman pertama untuk Pras, namun tidak dibalas oleh lelaki itu. Akan tetapi pertemuan mereka tidak berhenti di situ, hubungan keduanya berlanjut dengan pertemuan-pertemuan selanjutnya yang tentu saja terasa berkesan bagi keduanya. Tanpa mereka sadari, sebuah perasaan yang istimewa sudah timbul dalam hati mereka masing-masing....

Baca review lengkapnya di:
http://thebookielooker.blogspot.com/2...
Profile Image for Emmy Emanyza.
7 reviews
June 13, 2012
As I promise, I sent you my review.

"Now and Then" itu buku yang bercerita tentang kisah cinta seorang perempuan keturunan Tionghoa dengan seorang pemuda asli Jawa. Berlatar belakang kota Semarang, buku ini cukup mengingatkan kita kembali pada sebuah peristiwa yang telah lama berlalu dari kehidupan dua etnis tersebut, namun meninggalkan kenangan yang cukup dalam. Konflik bermula dari sang pemuda yang sudah cukup umur, sudah mapan, dan sudah saatnya berumah tangga. Saat keluarganya sibuk menjodohkan dia dengan sesosok perempuan yang juga masih keturunan Jawa, hampir sempurna, namun ia justru jatuh cinta dengan seorang gadis sederhana penjaga sebuah toko buku.

Pertentangan sang pria dengan keluarganya, serta perjuangan sepasang kekasih ini pada akhirnya menguak satu cerita lama yang tentu saja bikin penasaran dan sayang untuk dilewatkan.

Yuk beli dan lengkapi rak buku kalian dengan Now and Then!


Warm regards,
Emmy Emanyza~
Profile Image for Tiara Orlanda.
201 reviews18 followers
April 30, 2012
Sebuah kisah yang berlatarkan Semarang dan tempat-tempat wisata disana. Tentang percintaan yang sederhana dan tidak disetujui orangtua.

Lian,seorang gadis Tionghoa yang hidupnya sederhana dan ayahnya bekerja sebagai penjual mie ayam di pasar. Pras,seorang pribumi yang kuliah di Universitas Diponegoro yang hidupnya berkecukupan. Perbedaan ini menyebabkan tidak setujunya orangtua Pras dengan hubungan mereka. Sehingga ibu Pras sempat menjodohkan Pras dengan wanita pilihannya.

Buku ini temanya sebenarnya sangat bagus. Tentang percintaan yang dibalut dengan pesan moral yang berisikan tentang "pendiskriminasian ras" yang sampai saat ini marak terjadi. Sayangnya ending novel ini tidak jelas dan menggantung. Serta penokohannya kurang kuat. Tetapi kesederhanaan cerita cinta ini (kecuali bagian ending) membuat saya jatuh cinta.

Sebuah novel tentang jatuh cinta dan kehilangan...
Profile Image for Ratih Darwanto.
56 reviews
July 3, 2012
Cerita tentang kisah cinta dua manusia yang berbeda ras, Lian dan Pras. Latar cerita di Semarang, jadi dalam novel ini kita juga bisa mendapatkan gambaran kota Semarang beserta hal-hal yang ada di dalamnya, seperti tempat bersejarah hingga kuliner.

Lumayan bagus, walaupun tidak sesuai dengan harapanku :)
Profile Image for Fadlillah Octa Noviari.
6 reviews
February 16, 2013
Cerita tentang cinta yang terhalang perbedaan suku dan agama. Deskriptif. Rasanya saya seperti terhanyut ke dalam latar tempat dan suasana. Penulis menggunakan kalimat-kalimat singkat, namun mampu memikat hati. Recomended! :)
Profile Image for Nur Fauziah.
109 reviews
June 1, 2012
nggak bagus-bagus banget, tapi juga nggak jelek.
standar lah, tapi aku suka sama settingnya
Profile Image for Pio Pio.
Author 109 books2 followers
September 25, 2012
Novel bersetting semarang. Dengan gaya penulisan yang disisipkan bahasa jawa. Membuat daya pikat tersendiri pada novel ini. Read it :D
1 review1 follower
Read
February 15, 2019
baru baca setengah sihhhh
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 17 of 17 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.