<성균관 유생들의 나날>, <규장각 각신들의 나날>의 작가 정은궐의 역사 로맨스 소설. 조선의 젊은 왕, 이훤. 달과 비가 함께하는 밤, 온양행궁에서 돌아오던 중 신비로운 무녀를 만난다. 왕과 무녀는 이루어질 수 없는 관계. 그러나 그는 그녀에게 월(月)이라는 이름을 지어 주고 그 밤을 시작으로 인연을 이어 가고자 한다.
궁에 돌아온 훤은 월에 대한 그리움으로 지쳐 간다. 왕의 호위 무사 제운 또한 월에 대한 호기심과 애정으로 그녀를 찾지만 그녀의 행방이 묘연하자 모든 게 꿈인 것만 같다. 왕의 건강은 나날이 나빠지고 관상감의 교수들은 액받이 무녀를 불러들인다. 그 무녀가 다름 아닌 월. 세상 모든 것을 가진 왕이지만 왕이기 때문에 사랑을 잃...
Jung Eun-gwol is a South Korean novelist. Two of her bestselling books have been adapted into television dramas - Sungkyunkwan Scandal (KBS2, 2010) and Moon Embracing the Sun (MBC, 2012)
Thirteen year old Heo Yeon Woo is chosen to become the Crown Princess of Joseon until the Dowager Queen plots against her and secretly orders her death. With the help of a powerful shaman's magic, Yeon Woo escapes with her life, but loses her memories. All believe her to be dead, including the Crown Prince Hwon, who loves her and whom she was to marry. Eight years later, Yeon Woo returns as a shaman named Wol. She has not been forgotten by those she left behind, and her fate is still intertwined with Hwon, who is now the king. She must contend with the current Queen of Joseon, the Queen's Father, and the Queen Dowager in order to reclaim her rightful place as Queen of Joseon.
Havent Read the book cause I don't understand korean language but the tv serries based on this book was the best...would be great if there was an english translation for this book though...and I would love to get to know more about the author...
Just found this book in sale and I am regretting myself until now, why I didn't search for the sequel..
I had watched the drama first and found the novel by chance.. and I was surprised by the different between the drama and the novel. But I love them both, so it really doesn't matter.
In the novel, Jae Woon was included in the love triangle while in the drama Jae Woon just acts as a loyal guard of the King and nothing more. And how Hwon and Yeon Woo never met before really threw me off the chair. Like.. really? That makes the story much more tragic and painful.. You never met your lover, just knowing them by letters and stories, and then she died and vanish forever.. it's really.. TT^TT
And then, eight years later Hwon met Wol, a shaman with no name, no family, no past, who later on we know as Yeon Woo. One more thing that's different from the drama, it seems Wol knew who she really is and all of her memories stay intact. This.really.makes.me O____O and then the story ended. I WANT THE SEQUEL!
I've watched the drama and really really love it! But, the book also has different charms that make me can't let it of off my hand until the very last page. Great story, great character and great ending! ^_^
I think that was great as expect,,, the story flew like wind and we knew how to learn from this book,, from the drama that I watched after read this novel is really different from the original story. as always , the books have a greater impact than the drama. like it
The Moon That Embraces The Sun (Haereul Poomeun Dal)
_____________________________________
yossh, telat sih post nya, baru sempet .-. *abaikan*
The Moon that Embraces the Sun Novel dan Drama nya bisa dibilang sangat berbeda. Ada beberapa scene yang dibalik-balik posisinya (?) ato scene yang diganti total.
Misalnya saja,bagian amnesia Heo Yeon Woo aka Wol, di novel Heo Yeon Woo gak amnesia, dia cuma menyembunyikan identitasnya, menyelidiki sendiri perihal kematiannya atas bantuan Seol.
Terus ada lagi Gut ato upacara ritual yang bikin Heo Yeon Woo wafat, ritualnya sebenernya lebih horror di novel, dimana ada tarian boneka jerami, baju permaisuri Yeon Woo, darah Putri Min Hwa, dan aksi pencurian baju oleh Bo Kyung. Mungkin karena dianggap terlalu ekstrem, adegan ritualnya diganti..
selanjutnya perbedaan paling awal itu sebenernya sebelum Yeon Woo menjadi permaisuri dia belum pernah sama sekali ketemu Putra Mahkota Hwon, mereka saling jatuh cinta akibat bertukar puisi melalui kakaknya Yeon Woo, Heo Yeom yang selalu galau tiap kali ngantarin surat mereka ketika hendak dan selesai mengajar Putra Mahkota. menurut ayas, jatuh cinta yang seperti ini sangat so sweet colonthree emotikon
dan Pangeran Yang Myung di novel cuma sekali doang ngeliat Yeon Woo, waktu lompat pagar disamping bangunan tempat kamar Yeon Woo, dan kemudian dimarahin deh ama Yeom. Soalnya gadis bangsawan gak boleh sembarangan ditemui, apalagi keluarga Heo itu sangat patuh ama peraturan dan tradisi.
selain itu juga ada Ibu angkatnya Jae Woon, salah satu orang kepercayaan Raja Sung Joo (?) yang tau perihal kejadian 8 tahun silam. dan di drama, Nyonya Park ini sama sekali gak ada.
di Novel juga dikisahkan tentang raja Sung Joo (ayahnya Hwon) yang sebenernya saling cinta ama ibunya Pangeran Yang Myung yang cuma bisa jadi selir, terus juga dibahas lebih detail alasan Raja Sung Joo dingin ama Yang myung, yang salah satunya adalah permintaan Selir Park sendiri (selir Park sama nyonya Park orang yang berbeda).
Selain itu perasaan suka nya Jae Woon ke Wol juga leih dibahas di Novel, kalo di drama keliatan sih Jae Woon kayak ada suka ama Yeon Woo, tapi gak begitu berasa.
"Awan memang tak bisa memeluk Bulan, namun Awan bisa memeluk Hujan" (Jae Woon to Seol)
Keterangan: Woon dalam nama Jae Woon berarti Awan dan saat itu kedudukan Yeon Woo adalah Permaisuri yang diibaratkan sebagai Bulan trus Woo di namanya Yeon Woo itu berarti Hujan
juga ada scene Hwon sadar akan perasaannya Jae Woon ke Yeon Woo, dan ya, lewat bertukar sajak, Hwon nanyain kebenaran itu ke Jae Woon.
dan adalagi yang beda dengan novelnya, yaitu scene meninggalnya Seol dan Pangeran Yang Myung.
di novelnya Seol gak ditolongin Jae Woon saat mencoba menyelamatkan Heo Yeom, dia bertarung sendiri neglindungin Min Hwa dan Yeom, dimana dia bikin Yeom pingsan, dan minta ke Min Hwa buat gak cerita tentang apapun pada malam itu ke Yeom. abis itu, pertemuan Yeom dan Seol sebeleum Seol meninggal dia udah nyatain perasaannya ke Yeom, dan Yeom bilang dia gak bisa membalas perasaan Seol.
Pangeran Yang Myung di novel gak meninggal pasrah dan gak ditolongin siapa-siapa kayak di drama (di drama nya ini scene yg ayas paling gak suka, semuanya cuma diem ngeliatin) di Novel Pangeran Yang Myung tewas ketika pasukan pemberontak pada panik dan kabur pasca Yoon Dae Hyung tewas oleh Jae Woon, dan ditengah kasak-kusuk itu ada yang manfaatin kelengahan Pangeran Yang Myung dan membunuh beliau, selanjutnya Jae Woon dan Hwon langsung lari begitu sadar Yang Myung ambruk ..
huum, sebenernya ada banyak banget sih perbedaannya yang lain, mulai dari meinggalnya Ibu Suri Yoon, tentang ayah Yeon Woo, laporan dan kematian Cho Gi Hoo (Penyelidik yg dipekerjakan Hwon), karakter Ibu Suri Han (Ibu Hwon), hukuman Min Hwa, karakter Cenayang Jang, dll yang kalo diceritain semua ayas gak bakal kuat ngetiknya saat ini ._.
jadi sekian aja deh dari ayas colonthree emotikon
well, ayas lebih suka novelnya ketimbang dramanya, tapi gak nyesel nontron dramanya, bisa ngebayangin scene-scene di novel pake karakter yg udah ada di drama colonthree emotikon
dan lagi pula, di novel lebih banyak puisi china klasik dan ktipan-kutipan confiusnya colonthree emotikon
Kusampaikan kepada Burung Murai (Moon Jae Shin - Sungkyunkwan Scandal)
Saat bulan terbenam, saat kekasih yang pergi berjanji untuk datang Seandainya bulan setinggi gunung yang terlambat terbenam bisa memberi pertanda dimana kekasihku berada Saat bunga bermekaran, saat kekasih yang pergi berjanji untuk datang Seandainya bunga-bunga yang terlambat bermekaran di musim semi bisa memberi pertanda di mana kekasihku berada Burung murai ! Aku menjadi tenang dengan nyanyianmu yang sia-sia Meski dia tidak menjanjikan apa pun, aku takkan tega untuk membalas dendamku kepada kekasihku yang pergi
_________________________________________________
Lee Hwon dan Yeon Woo Lee Hwon to Yeon Woo
Bulan benderang melayang di atas laut, menerangi hingga ke ujung langit. Menyesali sepasang kekasih yang terpisah malam ini. Sepanjang malam saling terbayang.
Di ruang tanpa lilin, cahaya bulan kesepian. Keluar menyingsing baju, lalu basah oleh embun. Tak mampu mengambilkan cahaya bulan benderang itu untuk kekasih. Karenanya bersumpah untuk kembali dengan kekasih di dalam mimpi.
______________________________________
Yeon Woo
Hati yang Saling Merindu, Hwang Jin-i
Hati yang saling merindu, tetapi tidak bisa bertemu selain di dalam mimpi Di dalam mimpi, aku pergi mencari kekasih, kekasih pun pergi mencariku, tetapi di dalam mimpi di hari yang panjang, aku berharap dapat bertemu pada mimpi yang akan datang.
contact ke : Penivia Pluviophile Social Media Account
I’m a little ashamed to admit it but this is my first book I’ve read in my adulthood that is written in Korean. Well to be fair, it isn’t easy to come by a book that is written in Korean in America. 😉 I watched the K-drama version of this book a long time ago and I really enjoyed this book. It is kind of a historical romantic comedy. I loved the characters and the dialogues. Looking forward to the second book.
Buku ini istimewa banget, sebab tata bahasa dan alur ceritanya indah banget. Dan... sukses bikin saya nangis dan senyum-senyum sendiri. Penokohannya kuat sehingga membuat pembaca tenggelam dalam romansa kehidupan mereka, walopun settingnya jaman Joseon :)
Sebelumnya, aku tau seri ini dari Kdramanya. Jadi, ya, sayang sekali, akhir dari buku ini pun aku sudah tahu. Tapi, meski sudah tahu dari Kdramanya, ada sensasi tersendiri ketika membaca bukunya.
Dalam Kdrama, diceritakan secara urut. Dimana sang Pangeran Mahkota bertemu dengan Heo Yeon Woo, lalu jatuh cinta dan saling mengirimi surat. Di dalam buku, diawali dengan pertemuan pertama Raja Hwon dengan seorang cenayang bernama Wol. Alur yang dipakai dalam bukupun lebih ke maju-mundur dengan flashback dimana-mana.
"Hati yang saling merindu, tetapi tidak bisa bertemu selain di dalam mimpi. Di dalam mimpi, aku pergi mencari kekasih, kekasih pun pergi mencariku, tetapi di dalam mimpi yang panjang, aku berharap dapat bertemu pada mimpi yang akan datang." (hal. 423)
Cuplikan surat cinta puisi pertama yang dikirimkan Hwon kepada Yeon Woo. Jaman dahulu, sangatlah tabu bila mengirim surat kepada seorang wanita. Terlebih seorang Pangeran Mahkota kepada seorang bangsawan. Namun, sang Pangeran Mahkota berkilah jika itu hanya sekedar berbagi cuplikan puisi.
"Bulan benderang melayang di atas laut, menerangi hingga ujung langit. Menyesali sepasang kekasih yang terpisah malam ini. Sepanjang malam saling berbayang. Di ruang tanpa lilin, cahaya bulan kesepian. keluar menyingsing baju, lalu basah oleh embun. Tak mampu mengambilkan cahay bulan benderang itu untuk kekasih. Karenanya bersumpah untuk kembali bertemu dengan kekasih di dalam mimpi." (hal. 404)
Deskripsinya, ada sebagian yang membosankan. Rasanya pingin skip ke bagian lain. Tapi entah kenapa tersihir dengan kata-kata indahnya. Duka Pangeran Hwon. Kelamnya politik. Korupsi. Nepotisme. It makes me roling my eyes.
Kekurangan buku ini, banyak sekali istilah-istilah Korea yang masih berbentuk utuh tanpa adanya catatan kaki atau glossarium. Seperti uibin, Seongsucheong, Seungjeongwon, dkk. Dan juga, meski ini historical-romance, building worldnya cukup kuat dengan konflik kerajaan yang rumit. Juga ada pesan-pesan moral yang padat sepanjang deskripsi di buku ini.
"Kedekatan yang terasa jauh itu lebih menyakitkan, dibandingkan dengan ketidaksanggupan untuk bertemu karena jarak yang jauh." (hal. 404)
"Jika ibunya melihatnya, ia selalu dipukuli. Karena itu, ia telah terlatih untuk menyembunyikan perasaannya. Secara alami ...." (hal. 444) Oh, poor you, Jae Woon.
saya tertarik membeli buku ini karena sudah pernah menonton dramanya. saya heran sendiri, ternyata saya begitu banyak melupakan cerita di dramanya. haha... saya lebih banyak mengingat masa remaja antara Hwon dan Yeo won, jadi buku ini bisa dikatakan sebagai penyegar ingatan saya akan dramanya, meskipun saya tidak berhasil mengingat endingnya sampai akhir pembacaan buku pertama ini. hehehe...
saya membaca buku ini dengan membayangkan wajah aktor dan aktris yang bermain drama. yah, imajinasi saya rusak karena dramanya. wakaka...
sedikit berbeda dari dramanya, ternyata Hwon dan Yeo Won tidak pernah bertemu pada saat Hwon masih menjadi Putra Mahkota. di dramanya romantis banget Hwon yang kabur dari belajar terus ketemu sama Yeo Won, dst. (berencana nonton lagi) #caridvd
saya suka banyak puisi-puisi yang dijadikan sebagai penghubung rasa cinta antara Hwon dan Yeo Won. saya juga suka puisi Hwang Ji Ni (gisaeng terkenal jaman Joseon) yang digunakan Yeo Won untuk membalas puisi Hwon, soalnya saya pernah nonton drama Hwang Ji Ni. hehehe... saya jadi penasaran, kalau ada buku yang bercerita tentang Hwang Ji Ni, pasti keren sekali.
yang membuat saya tidak memberi 4 bintang penuh untuk buku ini salah satunya karena (mungkin) akibat terjemahan, tata bahasanya berasa agak kaku walaupun kalimat-kalimat yang dipakai agak puitis dan berpanjang-panjang dalam menjelaskan beberapa tradisi goryeo jaman joseon.
terkadang saya merasa sedang membaca sebuah dongeng karena menemukan kata "jaman itu" untuk menunjukkan "jaman joseon". hadeh...
saya banyak menemukan kesalahan EyD, sampai-sampai saya mengatakan pada teman saya yang bekerja di kantor mizan. "editor dan proofreader-nya kurang gaji ato kurang waktu nih, banyak banget EyD salah?" lalu teman saya menjawab "kurang gaji dan kurang waktu. =))". sebuah teriakan minta naik gaji sebelum setahun bekerja. :p yang merasa jangan nongol sambil tereak ya... XD #kabur
Beli buku ini pas ada bazar online di Mizan. Sebenernya udah lama kepengin beli, cuma masih enggan karena aku fikir selama aku udah nonton dramanya aku nggak perlu baca bukunya. Cuma beberapa kali teman bilang kalau bukunya lebih spesifik dan detail sekali perceritaannya. Akhirnya aku beli pas Mizan ngeluarin harganya cuma 25K, biar sekalian beli sama yg ke-2nya.
Dari awal ceritanya emang menarik, dan emang beda dari drama. Masih inget banget kalau di drama kayaknya Hwon bukan ketemu Yeon Woo di tengah hujan, melainkan pas Hwon lewat pake tandu kerajaan. Beberapa adegan lupa, cuma buku ini kayak membuat penyegaran baru ingatan aku tentang drama yang udah aku tonton 3 tahun lalu.
Hwon di sini diceritakan sangat unik, karena di bab awal-awal Hwon disampaikan sangat lucu dan tidak terlalu berharap atas jabatan Raja yang bakal diwariskan kepadanya. Intinya sih gitu, aku nggak bisa kasih spoiler.
Nggak mudak untuk membaca novel terjemah kalau kita ngeerasa nggak cocok sama hasil dari terjemahannya. Karena itu kita harus selektif, bukan hanya penerjemah yang aku lihat melainkan editor atau penyuntingnya. Dan eng ing eng, aku beneran ngerasa nyaman pas baca buku ini sejak kalimat pertama. Akhirnya aku kepo, siapa penyunting novelnya. Dan ternyata Mbak Prisca Primasari, yang nulis "STPC - Paris 'aline'". Nggak salah ternyata si mbak ahlus romance ini yang sunting naskah novel. Nggak perlua penasaran, karena doi ini emang penulis plus penyunting yang emang keren.
Nggak perlu banyak kata, aku menyelesaikan novel ini dalam 3 hari di tengah bikin ta'jil dan persiapan bikin kue lebaran. Lumayan cepat, dan sungguh aku menikmati cerita yang disampaikan.
Aku nggak bisa komentar banyak, mungkin akan aku komentarin di buku yang ke-2. Karena di sana akan terlihat akar masalah dan penyelesaiannya. Buku ini aku tekankan berisi pengenalan para tokoh, pengenalan masalah yang intinya ada di buku ke-2 yang sudah aku baca :D.
awalnya karena nonton dramanya .... trus kemudian karena penasaran searching bukunya di internet ternyata masih dalam bahasa aslinya berbekal google translate tapi masih juga gak ngerti :D
Setelah membaca bukunya ternyata lumayan banyak perbedaan dengan alur cerita drama serinya. Dibuku ini diceritakan kalo Heo Yoon wo belum pernah bertemu dengan Putra Mahkota Lee Hwon, mereka secara tidak langsung berkenalan dengan perantara kakaknya Heo Yoon Wo yaitu Heo Yeom, yang juga merupakan gurunya Putra Mahkota Lee Hwon. Putra Mahkota Lee Hwon pertama kali bertemu dengan Heo Yoon Wo setelah Yoon Wo menjadi Cenayang. Sangat berbeda dengan di drama yang menceritakan bahwa Heo Yoon Wo pertama kali bertemu dengan Putra Mahkota Lee Hwon pada saat kelulusan Heo Yeom di istana. Perbedaan cerita lumayan mencolok seperti 1. tidak adanya adegan (di drama) dimana Putra Mahkota Lee Hwon mendatangi rumah bangsawan Heo untuk bertemu Heo Yoon Wo yang ada di dalam peti mati 2. Surat terakhir Heo Yoon Wo untuk Putra Mahkota disembunyikan di dalam laci sedangkan di drama TMTES suratnya di sembunyikan dibawah papan catur 3. dibuku ini diceritakan bahwa surat terakhir tersebut diberikan oleh Heo Yeom kepada Putra Mahkota Lee Hwon beberapa hari setelah pemakaman Yeon Woo, sedangkan di drama Surat tsb ditemukan oleh Heo Yeom jauh setelah pemakaman Heo Yeon Woo dan Putra Mahkota Lee Hwon telah menjadi Raja 4.dibuku, Kasim Cha, kasim kepercayaan Putra mahkota diberhentikan selama dua tahun dan dihukum karena menemani Putra mahkota ke rumah bangsawan Heo. Hukuman tersebut menyebabkan kaki Kasim Cha pincang.
Daaaan banyak lagiiii perbedaanya .... saya suka dramanya dan lebih suka lagiii dengan bukunya :D
Buku ini mengisahkan kisah percintaan antara Lee Hwon, Putera Mahkota dengan Yeon Woo seorang putri bangsawan yang pintar dan menawan. Mereka bertemu ketika kakak Yeon Woo, Yeom seorang cendekia pandai yang menjadi guru bagi Lee Hwon dan mereka mulai bertukar surat dan puisi sehingga benih2 cinta muncul diantara mereka berdua..
Pangeran Yang Myung, seorang anak selir yang juga kakak dari pangeran mahkota Lee Hwon yang tidak bisa mendapatkan tahta juga menyukai Yeon Woo.. tidak boleh ada dua matahari dalam menjalankan kerajaan. Kakak beradik ini menyukai wanita yang sama namun takdir berkata lain Yeon Woo berhasil menjadi kandidat pertama sebagai permaisuri dari Pangeran Mahkota..
Tidak semudah itu Matahari dan bulan dapat bersatu.. tiba-tiba saja Yeon Woo meninggal oleh penyakit mematikan dan Hwon terpaksa harus menyunting wanita lain untuk menjadi permaisurinya.. Hatinya selalu dilanda kesepian dan keingintahuan terhadap Cenayang bernama Wol yang membuatnya merindukan kepada Yeon Woo, kekasihnya ..
Overall, buku ini alurnyaa cepaat banget yaa.. baru buku 1 udah mencari sebab muasal penyebab kematian Yeon Woo saat 8 tahun lalu.. dan udah ketemu sama Cenayang Wol aja.. buku pertama ini termasuk kategori oke lah.. cuman agak aneh aja klo bisa jatuh cinta cuma melalui dari surat-suratan dan bales2an puisi.. *oke ini pendapat saya subjektif yg ga bisa bayangin bisa naksir orang dari tulisan dan kata2nya.. tulisan dan kata2 bisa menipu tapi gesture dan mimik muka tidak akan bisa menipu >//<
buku ini aslinya saya mau berikan 3 dari 5 bintang! tapi karena banyak sajak2 dan kata2 metafora tentang matahari dan bulan (dan herannya saya suka) boleh deh saya berikan 3,3 dari 5 bintang! :*
Eiihhh ceritanya baguus, awalnya sempet pusing juga, karena Hwon-nya masih remaja, masih belajar kitab-kitab yang nggak ngerti isinya apa, tentang apa, tapi dijalani aja, dan emang setelah udah mulai surat-suratan dengan Yeon Woo, ceritanya mulai seru intrik-intrik dalam istana mulai keliatan dan hebat juga ya, ternyata klan ibu suri Yoon amat berkuasa di kerajaan itu, bahkan raja aja ga berkutik lawan mereka masalah dimulai saat Hwon dicariin istri, karena Hwon maunya Yeon Woo, sementara klan ibu suri maunya dari pihak mereka dengan trik-trik tertentu (halah) kemauan Hwon terwujud, Yeon Woo berhasil jadi permaisuri, tapi nahas tak bisa ditolak, belum lagi sempet ketemu, si gadis dikabarkan sakit parah dan akhirnya meninggal Jadi deh Hwon ga pernah ketemu sama sekali dengan cewek incarannya itu
>>>>> Fast Forward
Hwon udah jadi raja, udah punya permaisuri, tapi malah naksir cenayang misterius yang gak ketahuan asal usulnya Dan cewek itu juga ditaksir sama pengawal Hwon, Jae Woon, yang ganteng juga auuuh lebih suka Woon, lebih keren kayanyaa jadi ceritanya Hwon pas baca lagi surat terakhir Yeon Woo kepikiran kok bisa ya dia meninggal begitu aja, nah dimulailah penyelidikan kematian permaisuri pertama, tapi tetep ya kudu hati-hati, secara raja ituu kaya ga punya power banget deh (hidup cewek! #eh)
dan ending buku pertama bener deh, ternyata si cenayang itu adalaaah....
"Di bawah langit, ada hal-hal yang dapat bersatu, ada juga yang tidak dapat bersatu, atau tidak boleh bersatu. Seorang Raja dan seorang cenayang sangatlah berbeda, karenanya merupakan hal yang tidak boleh bersatu."
Dimulai dengan Hwon, sang Raja Dinasti Joseon yang berusia 23 tahun, pergi berteduh di sebuah rumah seorang cenayang saat sedang bepergian. Ia merasakan suatu kejanggalan yang luar biasa saat melihat Nona muda yang tinggal di rumah itu tidak berbicara seperti layaknya orang di desa terpencil. Cenayang yang tidak mempunyai nama itu menarik perhatian Hwon dengan kecerdasannya dalam berkata-kata; dan sang Raja memberinya nama Wol, yang berarti Bulan. Akan tetapi Hwon tidak sepenuhnya menyadari, bahwa kisah tentang matahari dan bulan sudah bermula sejak delapan tahun silam....
updated 2014/04 whoaa.... br bc novelnya ini, jd terharu dan semangat mendayu-dayu. alurnya sedikit beda dengan kdrama-nya, detail2 kecil yg bikin rasa beda. peran jae woon jauh lebih besar dlm menjaga keselamatan hwon dan perasaan wol, meski mempertaruhkan hatinya sendiri... #haish #bahasanya #ketularannovelnya :)
============================= just saw the series, and completely drawn into it. realising that it was taken from this book, i hope with this current k-pop waves, some publisher was encouraged enough to translate this story. for now, just have to be contemplated with bookclub summary and notes. http://belectricground.com/2011/12/06...
Firstly, I need to make it clear that I haven't watched the drama. Though I like historical Korean drama, The Moon That Embraces The Sun doesn't really interest me (probably because it's said that the romance atmosphere is thick in this one). Well, I am glad that I decided to read the novel. It's surprisingly a very good story with smooth plot, intriguing characters, and strong chemistry between the two main characters. I feel happy and sad at the same time reading this book.
Eventhough the ending of the first book is not really a cliffhanger, I still want to start reading the second one immediately. This evening.
Seperti K-novel lain yang pernah saya baca, ada banyak karakter yang diperkenalkan bahkan di awal kisah. Mungkin karena sudah pernah nonton dramanya, jadi mudah untuk mengingat pemain-pemainnya. Ada banyak hal yang ternyata terjadi dan tidak dikisahkan dalam dramanya. Hanya saja sayang, novelnya entah bagaimana tidak sedramatis dramanya, XD Padahal bagian awalnya berhasil bikin senyum-senyum nggak jelas. Secara keseluruhan, alur ceritanya bagus. Untuk tata bahasanya sendiri, yaaa karena terjemahan dan berlatarkan jaman Joseon, jadi terkesan sangat kaku. ._. Tapi masih enak untuk dibaca kok, :D
Awal berkenalan dengan novel ini berawal dari adaptasi drama nya yang bener-bener daebak dan bikin emosi campur aduk. Novel dan drama really good,.dan novelnya di luar expetasi saya. cerita di novel dan drama benar-benar berbeda dan di buku pertama ini banyak flashback hub yeon woo dan king hwon di waktu kecil dan pertemuan kembali dengan yeon woo dalam sosok wol. Dan jaewoon yang menyukai wol. ga sabar baca buku yang kedua
Awalnya tertarik dengan dramanya, setelah baca bukunya ternyata lebih seru. pembaca diajak mengikuti berbagai intrik yang terjadi di kerajaan joseon.Overall,novel ini seru.Full Review: Here
Sebagai penonton setia drama Korea sejujurnya saya agak malu karena belum menonton dramanya. Tapi saya punya alasan yang kuat; saya ingin membaca novelnya dulu. Dan sepertinya tidak saya tidak salah pilih.