Peringatan : level subjektipitas : 1000%
Salah satu dari sedikit komik yang nggak ragu untuk saya baca berulang kali.
Jika sebuah komik mengangkat kisah sejarah, tentunya mau nggak mau -kalau kita tahu- kita pasti akan membandingkan cerita komik dengan fakta sejarah yang kita tahu. Mau tidak mau pula, jika terjadi sedikit perbedaan -ataupun mungkin banyak.. hahaha- maka kita pasti akan memperhatikan dan membuat penilaian terhadap komiknya tergantung dari sudut pandang kita apakah perbedaan itu masih bisa ditolerir atau tidak.
Tapi, untungnya, ketika saya pertama baca komik ini, saya belum pernah mengenal sejarah dan sepak terjang keluarga Borgia sebelumnya. Maka dari itu, ketika saya dilanda perasaan senang yang membahana ketika dulu selesai membaca volume satu ini, saya justru bersyukur atas ketidaktahuan saya. Saya memutuskan akan menikmati komik ini apa adanya saja. Walaupun mungkin bisa saja nanti ketika komik ini akan menjadi rujukan utama saya jika saya kebetulan membaca tulisan lain mengenai keluarga Borgia dan ternyata ada perbedaan dengan sejarah -yah, ngga termasuk tokoh fiksi sih- biarlah itu jadi kejutan yang menyenangkan buat saya. Karena buat saya, komik ini sudah splendid >/////<) Yah, selain itu, walaupun saya sudah sedikit membaca artikel mengenai Borgia karena penasaran, rasanya terlalu repot untuk mengecek faktanya.. Hahaha
Gambarnya. Ikut-ikutan Fina Asdfghjkl..... Indah banget. Pake dua puluh tanda seru. Jenis yang saya sangat suka. Oke, tokoh-tokoh tamvan memang bertebaran hahahaha, isu utamanya nggak cuma itu. Gambar manusianya di mata saya hampir mirip Akemi Yoshimura-sensei, tapi punya Souryo-sensei lebih proporsional. Garis-garisnya bersih dan lagipula detil bangunannya itu *gyaaaah* cobbled street-nya, lengkungan bangunan, lalu cahaya dan bayangannya, pemandangan di bukit dan padang rumput sekitar Pisa... Indah *puppy eyes*
Kostumnya juga penuh dengan detil. Terutama kostum pelajar Spanyol. Perbedaan pelajar Spanyol dengan pelajar Fiorentina dan Perancis terlihat menyolok sekali. Satu lagi, kuda. Asdfgjkl... Yang bikin saya lumayan senyum-senyum adalah -entah sengaja ato enggak- postur kuda andalusia yang dipakai Cesare dan pelajar Spanyol, serta kuda destrier yang dipakai pelajar Perancis itu sebelas duabelas dengan postur badan masing-masing tuannya. Haha. Andalusia ramping dan lincah, sementara destrier kekar dan berat. Saya jadi merasa kostum dan kuda tunggangan jadi hal yang menguatkan kesan Cesare sebagai sosok yang penuh daya dan progresif di jamannya -di komik ini-
Sungguh saya kagum akan ketahanan mental Souryo-sensei dan asistennya dalam menyelesaikan gambar-gambar di komik ini belum lagi gambar berwarna di halaman depan *pingsan*
Cerita. Berjalan di tempo yang juga saya suka -menurut saya-perlahan tapi pasti. Perkembangan Cesare sangat menjanjikan karena di volume awal ini, bahkan ketika masih sebagai pelajar pun sudah diberikan petunjuk kalau Cesare sangat cerdas dan punya pemikiran yang visioner dan progresif dibandingkan pelajar lainnya. Dengan tanggung jawab besar untuk membantu 'ayah' nya menjadi Paus, saya sangat ingin tahu masa depan seperti apa yang akan dipilih Cesare. Apakah ia akan rela berada di bawah bayang-bayang ayahnya atau ia akan membebaskan dirinya dari hal itu.
Selebihnya, intrik dalam perebutan kursi Paus menjadi daya tarik utama bagi saya. Entah apakah nanti akan ada peperangan atau tidak, tapi strategi masing-masing pihak untuk menjegal lawannya dan atau berusaha untuk merebut dukungan serta hubungan masing-masing keluarga yang saling tumpang tindih juga sangat menarik. Di beberapa bagian di volume-volume selanjutnya saya memang harus berhenti sejenak untuk mencerna masalahnya -ini lebih karena saya yang agak lambat nangkepnya- tapi justru itu yang bikin menarik. Secara keseluruhan, ceritanya sesungguhnya mudah untuk dimengerti Kalau dibandingkan dengan Ravages of Time, oalah, RoT bikin lipatan otak jadi lebih keriting >.<
Karakter-karakter. Oh, cowok-cowok tamvan itu... Oops. Ok. Ok. *move on*
Angelo. Seperti yang dibilang Miguel, entah dia revolusioner atau terlalu lugu. Tapi di volume2 awal menurut saya, terlalu lugu. Karena hidupnya nyaman dengan sedikit tekanan, lingkungannya juga baik dan biasa sehingga jauh dari keruwetan dunia. Sebetulnya perkembangan Angelo juga bakal menarik, karena sejak berada di bawah pengampuan Cesare, Angelo sedikit demi sedikit mulai terseret ke dalam perputaran arus yang dibuat oleh Cesare. Tipe pekerja operasional dengan hati yang baik dan penuh pengabdian kepada orang yang telah memikat hatinya, entah sampai mana Angelo akan mengikuti Cesare dan entah sampai mana Cesare akan memanfaatkannya atau justru akan menyayanginya. Karakter Angelo yang amat bertolak belakang dengan Cesare buat saya memperkuat kesan terhadap Cesare. Bedanya jauh banget. Nget.
Cesare. Ah. Kalau yang ini sih bikin kasihan sebenarnya. Kayak puncak gunung es. Di atas terang bercahaya, di bawah entahlah seberapa gelap dan dalamnya. Saya sangat penasaran arus seperti apa yang akan dia buat dan berapa jauh serta berapa banyak orang yang akan dia seret ke dalamnya. Keliatan sekali klo saya ngga terlalu memfavoritkan dia, kan? Bahaha
Miguel. *gyaaaaaah* *calm* *gyaaaaaah* *diem*
Ehm. Ehm. Yang paling saya suka. Saya paling ngga pengen Miguel kenapa-napa nantinya. Bahahaha. Tapi sepertinya itu ngga mungkin. Walaupun Miguel berutang budi pada keluarga Borgia, tapi sesungguhnya ia mampu untuk mengambil jarak lalu menilai keadaan dan orang-orang di sekelilingnya secara mandiri.
Di mata saya, Miguel seperti menjejakkan kakinya di dua sisi semenjak dia bertemu Angelo. Di satu pihak ia tahu ia tidak akan meninggalkan Cesare yang mana akan membawanya ke manapun Cesare akan berakhir. Di pihak lain, pengetahuannya akan sifat Cesare membuatnya tidak bisa membiarkan Angelo mendekat ke kubu Cesare. Tapi bagaimanapun, daya tarik Cesare terlalu besar dan lagipula ia sudah memperingatkan Angelo. Entahlah apakah nanti Miguel akan tetap 'menjaga' Angelo atau tidak. Tapi, yah, dalam hal ini posisi Miguel sama seperti Angelo. Daya tarik visi Cesare adalah racun yang mematikan.
Yang menarik dari hubungan Miguel dan Cesare adalah keseimbangan yang terbentuk akibat kebersamaan selama bertahun-tahun. Saya pikir akan sangat sulit untuk berteman sekaligus menjadi bawahan dari orang sekompleks Cesare. Suatu saat mereka bisa jadi seperti saudara dengan perasaan brotherhood yang terlihat jelas sekali, tapi di lain kesempatan Miguel menjalankan tugasnya sebagai 'ajudan' Cesare. Gimana caranya coba bisa menempatkan diri di waktu dan posisi yang tepat? Susah sekali kayaknya. Dan dari Miguel lah pembaca bisa mengetahui sisi kelam Cesare. Saya senang sekali Souryo-sensei memberi porsi yang yang agak banyak bagi kemunculan Miguel -seperti halnya Angelo, karena melaluinya saya bisa mendapat sudut pandang lain cerita ini. Plis, tolong, jangan biarkan Miguel knapa-napa
Panjang, ya.
Itu
karena
saya
suka
sekali
komik
ini.
Hail, Souryo-sensei m(_ _)m