Buku kedua dari tim Nightmare Side-nya Radio Ardan. Masih dengan cerita-cerita yang (sepertinya) fiksi non-fiksi (siapa sih yang tau pergerakan makhluk halus di sekitar kita?), buku ini berhasil saya lahap dalam satu hari saja. Kebetulan sekali waktu hari jum’at itu di kopaja-nya dapet tempat duduk, makanya bisa baca dengan santai.
Baca cerita-cerita misteri di buku ini, membawa kenangan dan nostalgia ke zaman kecil dulu, sesama teman-teman tiap malem jum’at dengerin Radio Ardan buat denger Nightmare tory-nya. Bukan apa-apa, dulu gak berani dengerin sendirian, bahkan sekarang juga masih lumayan ngeri sih kalo dengerin, CD hadiah dari buku yang pertama aja masih belum didenger tuh.
Karena Ardan adanya di Bandung, maka buku ini bercerita tentang hantu dan kejadian mistis di sekitar Jawa Barat saja. Beda soal apabila yang menyiarkan acara ini radio nasional, bisa jadi kejadian-kejadian mistis yang ada bisa mencakup ke seluruh nusantara. Buku ini, mungkin (atau mungkin pula bukan) cerita dari para sumber yang menelepon ke Radio Ardan, untuk kemudian diceritakan kembali oleh si penulis buku dalam bentuk tulisan. Memang, sensasi membaca dan mendengar itu beda jauh, mungkin gara-gara kalau baca gak pake soundtrack-soundtrack GaJe kali ya, jadi ya biasa aja tuh pas baca, agak-agak takut tapi masih wajar lah.
Kembali ke daerah Jawa Barat, khususnya Bandung, banyak cerita di buku ini yang berasal dari mitos dan cerita-cerita seru bahwa di Bandung ada daerah-daerah tertentu yang memang sering dikisahkan ada makhluk gaib yang nampak di daerah tersebut. Contohnya adalah di Taman Hutan Raya yang terkenal dengan Goa Belanda-nya, sampai-sampai dilarang menyebutkan kata “Lada” di daerah sekitar sana. Ada juga ambulans yang cukup terkenal di jalan Bahureksa, yang konon apabila dipindahkan maka akan balik lagi ke tempatnya semula. Belum lagi hantu tentara Belanda di Jalan Tongkeng dan Jawara di Jalan Cipaganti. Inilah sebagian cerita-cerita yang dituangkan di buku ini.
Memang, kehadiran mereka di dunia ini sudah pasti ada. Namun mitos-mitos dan cerita seputar kehadirannya atau penampakannya, butuh pembuktian lebih lanjut. Apakah itu benar-benar penampakan, atau apakah memang ada hal lain yang mengakibatkan hal tersebut ada.
Saya rekomendasikan buku ini buat hiburan bacaan ringan dan pengetahuan tentang tempat-tempat mistik di Jawa Barat khususnya Bandung. Sebab, di akhir buku ini juga ada daftar tempat-tempat yang jadi pusat penampakan makhluk-makhluk itu.
one of my friends lent me this book. the cover is pretty convicing but you'll get deceived.
i mean, seriously? is this even considered as a book? this book is built from short stories and each took 3 pages or longer. i found all the story is too exaggerated. I cant stand reading it until finish. I read 3 of the short stories then gave it back to my friend. its like a story you told to a 7 years old kid. most of the stories are about some people at some places at night time and they saw ghosts. so boring. just no.
Kumpulan cerita-cerita pendek yang pernah disiarkan oleh radio Ardan Bandung. Konon adalah kisah nyata yang dicerita oleh para pendengarnya, lalu ditambahkan efek-efek supaya menambah suasana seram saat mendengarkannya. Nah, berhubung buku ini bersumber dari siaran radio, maka membaca buku ini terasa ada yang hilang....yaitu musik background yang khas menyeramkan & suara si pencerita yang berkata "...tiba-tiba....dan...dan....ahhhhh....." Tapi buat saya sih baca buku bagai bernostalgia waktu masih menuntut ilmu di Bandung, dimana merupakan ritual bersama teman-teman kos untuk mendengarkan Nightmare side di radio ardan tiap kamis malam mulai jam 23:00.
Buku ini adalah kumpulan cerita yang pernah ditayangkan di Radio Ardan (sebuah stasiun radio di Bandung, yang katanya cukup terkenal). Kata orang sih cerita-ceritanya cukup seram, tapi kalau aku sih biasa aja. Nggak ada perasaan takut sama sekali ketika membacanya, yang ada malah jengkel.
Jengkel? Soalnya kalimatnya acak-acakan! Banyak kalimat yang bisa jadi lebih baik kalau dipisah jadi dua kalimat yang berbeda. Ada juga kalimat yang 'seharusnya' akan lebih baik jika diganti (diubah tata-letaknya) sehingga pesan dari kalimat tersebut tersampaikan. Nggak jelas mana ide pokok paragraf mana inti kalimat. Selain itu, tanda baca juga... Ya Tuhan!! BERLEBIHAN. Salah satunya, dan yang paling bikin jengkel: terlalu sering memakai titik tiga (...). Dikit-dikit titik tiga, dikit-dikit titik tiga. Sigh!
Jadi, sebelum sempat takut karena ceritanya (yang kata orang) seram, yang ada malah jengkel sendiri. (Aku sendiri baru baca satu bab udah berhenti)
Ingat! Jangan Pernah Membaca Buku Ini Sendirian! -begitu tagline novel ini. Yep, bener, jangan baca sendirian. Harus ada yang nemenin, supaya ada yang nenangin ketika kamu ngamuk-ngamuk baca kalimat-kalimatnya yang berantakan.
Yang paling seru : Bersepeda Malam. Yang lain ga terlalu anteng sih bacanya. Abis narasinya kurang smooth. Tapi pas nyobain baca tengah malem, lumayan serem juga.