Pengarang itu ada dua. Tukang cerita dan sastrawan. Kita katakan tukang cerita karena dia menjual cerita. Yang ditulisnya adalah commercial-story. Pada umumnya mereka tidak sempat menghiasi karangannya, dengan renungan kehidupan. Yang dipentingkan adalah plot, merangkai peristiwa sedemikian rupa sehingga pembaca akan terus bertanya: apa yang akan kemudian terjadi? Bagi mereka yang berpengalaman cukup lama dalam karang-mengarang sering dapat menyelesaikan dua-tiga cerita pendek dalam sehari. Kadang lima. Sebagai misal adalah pengarang Amerika O.Henry. Memang kalangan sastrawan tidak sedikit yang melakukan kerja rangkap, yaitu di samping menulis karya sastra pun menggarap cerita kommersil untuk cari duit. Dan kebanyakan lantas memakai nama samaran. Cerita-ceritanya dia kirim ke pelbagai majalah hiburan.
Renungan akan kehidupan merupakan suatu ciri khas karya sastra. Inilah sebabnya mengapa cerita-cerita detektif sepanjang sejarah tidak diklasifikasikan hasil kesusatraan. Lantaran pengarang tidak sempat menggeluti renungan kehidupan tersebut (hal. 83)