Setiap hari Minggu saya tidak pernah kekurangan bacaan. Kompas Edisi Minggu dengan beberapa kolom Seni selalu menunggu di beranda, ditemani kopi pagi dan sinar matahari yang belum terik. Dengan 3500 rupiah saja, saya seperti diajak membacca sejumlah buku dengan variasi tema yang dirangkum melalui satu bacaan. Mengakhiri pembaca, saya terdampar di bagian komik kartun. Mice kartoon belum terkalahkan dalam serial komik. Humornya menggelitik. Saya baru saja mendapati sajian sarkasme nomor wahid.
ndraariefp.blogspot.com/2011/10/kompa....
Baca Kompas hari ini ada Mice Cartoon yang lucu banget. Ha ha ha. Sungguh lucu. Kalo lihat dari kelakarnya sungguh menggelitik. Top deh...
Sering-sering aja kartun kayak begini muncul dengan gelitikan yang segar dan penuh canda hue he he...
reganleonardus.wordpress.com/2011/......
Buku ini merupakan perjalanan Mice Cartoon di dalam Harian Kompas sejak Juli 2010. Selain tetap meng-"kritik" kehidupan social saat ini, dalam buku ini Mice mencoba bercerita perjalanan hidup "Solo Karier"-nya. Seru deh…..
Bersama dengan Benny Rachmadi, alumni Desain Grafis, Fakultas Seni Rupa, Institut Kesenian Jakarta ini membuat strip komik Benny & Mice yang berisi kritik-kritik sosial. Kartunis yang akrab disapa Mice dikenal juga sebagai dosen dengan mengajar di IKJ. Mulai bulan Juli 2010, Mice hanya menggambar sendirian di koran Kompas dengan kartunnya yang berjudul Mice Cartoon. Dua edisi terakhir dari Benny & Mice menampilkan tentang keluhan Mice terhadap kota Jakarta dan ingin pergi dari Jakarta. Di edisi pertama Mice Cartoon, Mice berada di daerah pegunungan dan akhirnya memutuskan balik ke Jakarta. Edisi- edisi selanjutnya dia menceritakan tentang kehidupan keluarganya.
Baru baca buku ini padahal dibuat tahun 2011, tapi ternyata masih asyik aja lho buat dibaca. Ini sepertinya buku pertama setelah Mice berpisah dengan Benny deh. Kirain bakal lebih banyak cerita keluarga kayak di bagian awal (yg gak begitu khas Mice) eh tapi ternyata balik lagi dong khas Mice di tengah sampe belakang. Khas Mice itu tentang kritik sosial komiknya dan tambahan kritik tren saat itu. Paling suka yang 4 Sehat 5 Sempurna.
Sungguh menghibur! Seluruh isi buku ini merupakan karya yang diterbitkan sebelumnya, tapi tetap bisa membuat tertawa.Cocok dibaca oleh mereka yang sedang butuh hiburan. Banyak hal yang masih relevan untuk kondisi saat ini. Baca saja sendiri dan temukan hal apa itu wkwkwk
Kartun-kartun yang ditampilkan dalam buku ini merupakan kumpulan animasi Mice yang dimuat di surat kabar nasional Kompas. Meskipun terdapat kartun yang belum diterbitkan. Menariknya dari buku ini adalah sampul buku yang unik dari sesosok Mice yang seakan-akan sedang tersenyum menatap awan dengan warna langit biru yang mencolok mata, sehingga apabila dilihat dari jauh tampak begitu menggoda untuk dibaca. Begitu juga dengan judulnya, yang mengingatkan kita terhadap salah satu lagu The Beatlas. Keterikatan dengan lagu The Beatles tidak hanya berhenti di situ saja, hal itu berlanjut dengan beberapa judul babnya banyak menggunakan beberapa lagu The Beatles. Seperti misalnya, Eight Days A Week, Nowhere Man, The End dan masih banyak lagi.
Buku ini menjadi hal yang terpenting menurut saya. Dengan pembukaan sebuah kartun yang menyadarkan saya bahwa bahwa pernikahan bukan tentang hal menyenangkan saja. Namun, terdapat beberapa juga kepahitan yang mau tidak mau kita harus menerimanya. Selain itu, buku ini menjadi teman penghibur saya, yang sedang haus akan hiburan.
Buku ini ditulis Muhammad "Mice" Misrad setelah tidak melanjutkan kolaborasinya dengan Benny di Benny and Mice Cartoon. Buat aku kerasa sih bedanya buku ini tanpa Benny. Penulis pun menyadari bahwa tanpa Benny, ibarat sayur tanpa garam atau Lennon tanpa McCartney.
Ia bercerita tentang keluarga kecilnya yang porsinya secuplik dan fenomena masyarakat sehari-hari saat buku ini diterbitkan tahun 2012. Walaupun udah "diganti" satu teman gembul, tetep aja berasa nanggung. Aku justru lebih tertarik kalau Mice cerita tentang keluarganya. Dirinya sebagai Ayah atau sebagai suami.
Atau mungkin aku yang baru baca di tahun 2021 sehingga ga nyambung lagi dengan isu-isu tahun 2012 seperti trend leher v-neck ala (alm) Olga, penonton alay di dahsyat, Handphone Blackberry, potongan rambut saat itu. Sampai sekarang belum tau kenapa mereka mesti pisah.
Sebenarnya sudah cukup lama dari aku baca buku ini. Mungkin sekitar tahun 2020-an, saat itu aku lagi gemar-gemarnya membaca serial Benny & Mice. Untuk buku ini, merupakan buku awal-awal pertama Mice yang dia tulis sendiri tanpa Benny.
Bukan tipikal buku komedi yang membuat saya tertawa lebar, tapi tipikal komedi anekdot yang berisi tanggapan terkait fenomena sosial. Bukunya tipis serta seperti komik yang terdapat banyak ilustrasi, jadi amat sangat memungkinkan untuk dibaca sekali duduk (kurang lebih 30 menit saat istirahat makan siang, juga selesai). Cocok juga untuk dibaca ketika reading slump.
Kalau biasanya kartun Mice selalu bersama kartun Benny, di komik kali ini Mice solo, dan namanya jadi Mice Cartoon. Tetap kocak, tapi serasa ada yang sedikit kurang, yaitu tokoh Benny hehehe. Di sini, Mice punya teman baru, tapi sepanjang komik saya ga nemu namanya siapa 😅. Komik ini disajikan secara strip dan sudah muncul di koran Kompas juga. Semacam kompilasi kali ya.
Komik dengan sentilan kritik dibalut percakapan sehari-hari. Diterbitkan di tahun 2012, siapa sangka masih sangat mengena untuk dibaca di hari ini. Yang dikira masalah bakal makin rumit, tapi ternyata masih gitu-gitu aja ya?
Sebelumnya, Cici belum tau loh yang mana mas Mice dan Benny ituh... Nama mereka berdua itu cucok banget deh kalo dipadu. Ditambah cerita dan sketsa mereka yang selalu bikin ngakak dan sesekali sering negur kita *manusia* yang terkadang suka lupa dengan apa yang kita kerjakan itu apakah baik atau buruk. ***Eh, anaknya mas Mice udah gede ya, imut lagi... Istri nya juga manis banget dan ternyata muka nya mas Mice itu pun berbeda sama muka yang suka ia gambarin selama ini -> maap ya mas, selama ini Cici ngebayangin muka mas seperti kartunnya, abis lucu bangetzzz, eh mirip ding ternyata***
Yang Cici suka, kalo baca komik nya Benny and Mice itu, kritisnya. Berani. Beraniiiii banget nyampein pendapat mereka. Kocak iya, tapi juga sering ngingetin kita *sekaligus para petinggi dan perendah dimanapun berada*.
Nah, nek di buku iki, yang nulisin bang Mice sodara, ada cerita tentang keluarga Mice dengan segala ke-sotoy-an mereka. Hahahaha... Cerita bagaimana padatnya jalanan hari senin sampai jum'at dan tak ada bedanya dengan hari sabtu dan minggu alias wiken *weekend*. Ngomentarin orang-orang yang ingin eksis dengan cara mudah dan instan -> lipsing style dan joged ala kadarnya -> hate lipsing a lot! Ada ceritain masalah banjir gitu -> ketok e iki masalah Jkt deh. Hahaha, kalo ini Cici juga pernah ngelakuin bang Mice, pas ketemu mobil gagah nan menawan dan sudah dipastikan punya harga mahal, mulai deh ngeluarin hape dan numpang jempret-jepret bareng teman-teman yang *juga cuma* gaya *nya* aja sambil ketawa-ketiwi nggak jelas.
Ada juga cerita model rambut yang cepak sana cepak sini. Teror bom buku lah. Perawatan muka. Belanja batik di Jogja yang harganya malah lebih murah di ITC Serpong. Hahahaha... Kan jadi nyesel. Jauh-jauh ke Jogja, taunya malah lebih mahal. Hiks. Nah, yang paling maraknya sekarang, about boyband lokal dan grombolan alay mameeeeen! Dengan segala atribut dan mode mereka masing-masing. Dan banyak kisah singkat lainnya yang bisa bikin hormon serotonin naik sehingga bisa memperbaiki mood kita. :D
tadinya mau kasih empat bintang, karena demen banget ama warna biru cover-nya, tapi ga jadi karena isinya sindiran mulu. bukannya gw anti-kritik, tapi setidaknya kasih kritik yg ngebangun dong. salah satu yang bikin gw rada sebel itu episode earth hour. sepintas sih lucu, waktu matiin lampu, eh tipinya diambil maling. tapi kan itu jadi nimbulin efek orang males matiin lampu gara2 ga aman. lagian kan cuma satu jam doang, kunci rumah kan bisa. covernya yang silky gitu bikin gw tetep ngasih buku ini bintang tiga setengah. tapi seperti yang dibilang mice sendiri, rasanya tanpa benny ada yang kurang, rasanya gimana gitu. dan sedikit berharap pas baca di awal kalo bakal diceritain asal muasal perpecahan mereka, tapi sayang ga ada. cuman sekelumit soal gimana hidup harus terus berjalan sesudah mereka berpisah. Oia, thanks buat titis udah minjemin.
Rereading all my brother's collection before he moved his books out, hahaha :p
Still funny, still refreshing and witty, although I admit that I like it less than Benny & Mice's collaboration. Perhaps it's the same melancholy you feel when you watched the first solo performance of your recently-broke-up favorite boyband, hahaha. But I enjoy reading about Mice's family, I think it's a nice personal touch, different kind of enjoyment from the usual Benny & Mice's works.
Nevertheless, I like all the reference to The Beatles, and how the cartoons become more children-friendly. Hope to see more of Benny & Mice's works, (hopefully more collaboration in the future). Meanwhile, like The Beatles said (and fitfully taken as title), "Obladi Oblada, life goes on, on... lalalala life goes on." :)
Saya penggemar Benny & Mice Cartoon, dan setelah mereka bubar dan buku ini keluar saya seneng banget karena saya berharap walau Benny & Mice udah gak kolaborasi lagi, karya-karya mereka masih tetap saya nikmati.
Namun setelah saya selesai membaca, jujur saya tidak begitu terhibur. Entah mungkin karena saya yang menaruh harapan terlalu tinggi, atau seperti kata Mice di dalam buku ini: "Mice tanpa Benny itu bagai sayur tanpa garam, Lennon tanpa McCartney".
Tadinya saya hanya mau memberikan satu bintang, tapi karena cover yang menarik dan beberapa referensi tentang The Beatles, saya menambahkan satu bintang lagi.
Diselesaikan dengan membaca di toko buku. Kali ini di Toga Mas Surabaya. Sayang ini buku Mice tanpa Benny. Buat saya, duo Benny Mice lebih menarik, walaupun kumpulan komik strip ini tetap lucu. Buktinya saya sukses tertawa sendiri di toko buku. Isinya masih sama dengan kumpulan komik strip sebelumnya. Kritik pada kondisi sosial masyarakat. Menilik dari jenis kritiknya, kebanyakan ditulis waktu ramai-ramainya kasus PSSI.
Buku hasil baca berdiri di Gramedia :D *ditendang pengarang karena gak beli.
Suka sama covernya. Suka sama warna biru yang dipakai di situ. Cerita-ceritanya juga masih khas Mice. Cuma rasanya emang kurang gigit tanpa kehadiran Benny. Btw mereka emang udah "pisah ranjang" atau cuma kebetulan si Mice lagi solo karir di buku ini?
Memang betul bahwa Mice tanpa Benny seperti tidak ada taringnya. Gaya bercerita yang mirip acara tv "Sketsa" di mana tiap strip ditutup dengan ending yang Lebay hanya mampu membuat saya senyum sedikit. Hanya beberapa lembar yang bisa bikin saya ketawa, sisanya cuma numpang lewaat.
Cuma bisa kasih bintang 2 mungkin karena saya udah baca waktu terbit di koran, dan sangat mngkin karena saya mulai bosan dengan gaya Mice mencari hal2 aneh pada orang lain...
Kumpulan kartun strip Mice di Kompas Minggu, masih konyol, nynyir dan detail menertawakan polah orang Jakarta, meski tak "segarang" waktu berduet dengan Benny.