BUKU INI KEREN! Sejak ada buku ini, gue gak perlu buku self-help yang lain lagi! Dennis Adhiswara @OmDennis, Produser dan Pekerja film
B.T.D.T.G.T.T.S. menuntaskan kehausan saya terhadap activity book untuk anak muda dan dewasa yang dibuat oleh orang Indonesia. Sebagian besar dari kita mengasosiasikan kebahagiaan dengan uang dan pencapaian. Padahal, ada begitu banyak hal kecil dunia ini yang bisa membuat kita senang dan bisa didapatkan secara cuma-cuma! B.T.D.T.G.T.T.S. mengingatkan saya bahwa ada begitu banyak hal tidak penting yang penting untuk dilakukan, semata-mata untuk membuat kita merasa hidup, sehidup-hidupnya. Carpe diem! Alanda Kariza @AlandaKariza, Penulis dan Founder Indonesian Youth Conference
Buku ini pasti dibenci oleh para motivator komersil karena keblak-blakan dan kesederhanaannya. Saya kurang paham apakah Risyiana Muthia dan Emeralda sebenarnya sedang melawak atau kasih nasihat tentang kehidupan di B.T.D.T.G.T.T.S. ini? tapi setahu saya, dua hal itu sebenarnya nggak beda jauh. Grab this, have a laugh, and get a better/crazy life! Ve Handojo @VeHandojo, Penulis
Seru dan kocak abis! Both the writing and the illustration are witty and whimsical. I had fun reading it. Bacaan ringan dengan pesan yang sangat mendalam. Mayumi Haryoto @MayumiHaryoto, Ilustrator Ibukota
Berawal dari mimpi dan berakhir dengan Been There Done There Got The T-Shirt! Nampaknya Risyiana Muthia dan Emeralda sungguh paham, nyatanya hidup itu cuma 24 jam. Bahkan sangat singkat kalau dihabiskan hanya untuk bermimpi saja bukan? Hati-hati! Banyak injeksi semangat yang akan kalian temukan di sini! Yang belum siap, baiknya jangan beli buku ini. Sesa Nasution @sesanasution, Lajang Jalang, Pengasuh malesbanget.com
Bayangkan kita sedang mabok dan ditantang untuk membuat buku berdasarkan pepatah 'Carpe diem!' (Raihlah hari ini!). Hasilnya bisa jadi Seperti B.T.D.T.G.T.T.S., teman nongkrong yang mendengarkan kita berkoar tentang 50 Hal Yang Mau Kita Lakukan Sebelum Mati, lantas menendang kita langsung ke nomor 33! Isman H. Suryaman @ismanhs, Penulis Humor dan Stand-Up Comedian
tertarik dengan covernya dan setelah baca sampelnya eyecatching beud. tulisannya ga monoton, dan isinya juga ga membosankan seperti buku2 motivasi dan inspirasi lainnya *oops.maaf*. dan gaya penulisannya menurut saya tidaklah muluk2 alias apa yang dikatakan memang yang umum dirasakan oleh setiap insan *tsaaah*. Uniknya lagi, ada ilustrasi disetiap saran atau motivasi yang diberikan. Buku ini pun sangat atraktif, beneran... baru nemu buku yang mempersilahkan pembacanya untuk MENGGUNTING-MENEMPEL halaman yang ada di buku.. yah tidak saya lakukan tapi saya praktekkan dgn kertas lain. Eman cuy :))
Tips atau motivasi yg diberikan pun tergolong unik, ada tips dance moonwalk dan blajar bahasa isyarat. Mengenai contentnya lebih kepada self motivation, bagaimana membuat diri kita kreatif, bagaimana kita membuat hidup kita menajdi full with happiness, bagaimana membuat diri kita keluar dari zona aman, dan tentu saja di awal buku ada petunjung untuk mengenali bagaimana diri kita itu.
Jadi rasanya tidak berlebihan kalo saya memfavoritkan buku self motivation ini.
A well-written book to begin with. I should be thankful with the human who let me read this nice piece for days. Live life to the fullest! To the youth, both on age or soul perspective, this one is a so-called self-help book which brought tears into your life... jk, brought an impressive insight to live with. Take risksssss~
Pertama buku ini ketika baca review di sebuah blog. Setelah beli dan baca, benar-benar suka. warna-warni, banyak gambar, dan sangat memotivasi. Live the life to the fullest!!
Medio 2012 silam, saya dibuat penasaran oleh sebuah buku dengan warna yang atraktif, warna Valentino Rossi-begitu saya menyebutnya. Kalau di sepatu Nike yang pernah saya punya warnanya disebut “Volt”. Saat itu, masih jarang buku self-help dengan warna yang mencolok, sepengalaman saya. Kalaupun ada yang berwarna kuning yaitu 23 Episentrum dari Adenita dan bukunya Billy Boen, Young on Top.
Buku ini sempat menjadi satu contoh tentang bagaimana sebuah ide dituangkan menjadi buku dalam workshop berjudul “Creative Writing” yang diselenggarakan oleh PlotPoint pada tahun 2012 itu juga. Saya mendapat kesempatan untuk mengikuti workshop tersebut sebagai hadiah dari kuis yang saya menangkan di linimasa Twitter. Dulu, dulu sekali sebelum Twitter jadi X!
Kembali ke Been There Done That Got The T-Shirt (BTDTGTTS), saya pikir tadinya buku ini adalah buku self-help biasa dengan tampilan isi yang atraktif dan memudahkan pembacanya untuk mengubah sesuatu dalam hidup mereka. Tadinya! Waktu saya hanya mampir sebentar membuka sedikit halamannya di toko buku dan tidak pernah memasukkan buku ini dalam keranjang belanja.
Saya teringat akan waktu silam itu, maka saya memutuskan untuk membaca dan memiliki BTDTGTTS. Saya menurunkan ego saya kali ini untuk membeli buku bekasnya. Agak sulit memang untuk mendapatkan buku ini dalam kondisi baru. Entah saya saja yang malas untuk browsing di marketplace, I don’t care. I need this book, now!
Apa yang saya dapat setelah berhasil menamatkan BTDTGTTS? Well, I have to say that I’m a little bit sorry for myself. It’s a little bit late for me to know that I have to live your life secara meriah! Saya selalu terpaku pada idiom “Been There, Done That!”. Saya terpana ketika melihat kembali dan berkaca pada pengalaman-pengalaman sebelumnya dimana saya merasa cukup dengan semua itu. Saya pernah siaran radio (walau hanya acara talkshow berdurasi 2 jam), saya pernah merangkap jadi sutradara film-aktor-editor untuk tugas mata pelajaran Sejarah, saya pernah jadi crew untuk event Konser Siti Nurhaliza, saya pernah ini, saya pernah itu, and so on. Padahal, kalau saja saya tidak berhenti dan terpana, mungkin saya sudah menjalani hidup saya to the fullest.
BTDTGTTS bukanlah sebuah textbook tentang bagaimana hidup berjalan seperti ini dan seperti itu. Ia juga bukan sebuah guide untuk menjalani hari-hari ke depan dengan penuh motivasi dan semangat membara. BTDTGTTS adalah sebuah activity book yang tidak terlalu tebal namun butuh usaha untuk memahaminya. BTDTGTTS menuntut pembacanya untuk berpikir kembali seraya mengisi pertanyaan-pertanyaan yang ada didalamnya. Saya sendiri kewalahan untuk menemukan the truest answer untuk semua pertanyaan itu. So, wajar saja mengapa Mbak Gina S. Noer menyarankan buku ini sebagai satu buku yang ‘wajib’ dibaca pada workshop menulis yang sudah saya sebutkan tadi.
BTDTGTTS adalah buku yang ringan namun tidak menghibur. Ia mempertanyakan kembali tentang bagaimana pembaca akan menjalani hidup di masa depan. BTDTGTTS bisa dibaca dari bab manapun. Bila dibaca dari awal, tentu akan lebih baik karena lebih runut. Kalaupun dibaca dari tengah, tidak masalah. BTDTGTTS bukan sebuah kitab yang menuntut selesainya pembacaan bab demi bab. Dibaca dari halaman belakang, juga tidak apa. Bukankah sebuah akhir akan mebawa pada awal yang baru?
Saya tidak pernah bosan untuk membuka kembali buku ini walaupun sudah menamatkannya. Rasanya selalu tepat untuk membuka halaman mana saja. Terlalu banyak kejutan dalam buku ini. Saran saya, tandai bab favoritmu dengan pembatas buku. Penomoran halamannya unik seperti buku BIA dari Yoris Sebastian. Mudah-mudahan tidak terlalu terlambat untuk mengatakan bahwa buku ini keren!
Akhirnya bisa selesai juga, dari tahun lalu sampai sekarang. Berusaha untuk nyicil dan berusaha lebih mengatur waktu membaca buku ini.
Bukunya benar-benar eyecatching, memanjakan mata banget dengan warna-warni isi buku didalamnya. Kemudian, apa yang ditulis/diketik dibuku itu, tidak muluk-muluk panjang dan lebar. Malah terkesan ringkas dengan bahasan yang lebih ke intinya. Mudah dipahami juga karena itu.
Mungkin, saya yang lebih gak percayaan sama ide-ide dan cara-cara untuk hidup sehidup-hidupnya. Terkesan agak aneh dan mustahil, tapi disisi lain unik dan boleh dicoba banget.
Buku yang mengingatkan pembaca untuk "hidup" di dalam hidup. Ambil risiko, jadi kreatif, aktifkan hormon adrenalin/epinefrin. Nikmati setiap hal yang mungkin dirasa kecil atau sepele. Manfaatkan waktu dan kesempatan. Kantongi banyak pengalaman, hingga akhirnya bisa bilang: "been there, done that, got the t-shirt"/ udah pernah / lah baliak dari sinan.
Buku grafis yang kreatif, kocak, dan unik. Ada bonus ular tangga juga.
Ahead of it’s time😆 duluu baca pertama kali pas abang aku beli tahun 2012 dan aku masih umur 11. Gak ngerti samsek maksud dari buku ini. Sekarang udah 21 tahun, tamat nonton dead poets society, went through a lot of things yang bikin aku jadi orang yg shy & introverted jadi sangat outgoing & extroverted baru ngerti muahahaha.
Buku yang aku baca waktu SMA. Seneng banget waktu itu dengan banyaknya ilustrasi yang unik, serasa hidup! Aku juga salah satu yg mengikuti challenges moon walknya. Buku ini masih ada di rak kamar, warnanya udah berubah tapi kenangan SMA dan juga aroma gramedia rasanya masih teringat dibenakku.
Eh halo. Awalnya ngeliat buku ini gara-gara ditunjukkin oleh seseorang dan hari itu dapat undangan untuk dateng ke acara launching bukunya. Waktu dateng, saya belum baca bukunya sama sekali. Isinya saja belum tahu. Kata si seseorang itu, bukunya tentang self-motivate. Dalam hati sih: “another one?”.
Saat launching buku BTDTGTTS dibukalah sesi pertanyaan lepas dari para peserta yang hadir. Beberapa dari mereka bertanya beberapa hal yang unik. Kalau tidak salah ingat, seorang pria dewasa madya bertanya mengenai halaman buku yang terbalik. Terkejutlah saya dibuatnya. Saya memang pembaca setia manga yang terbiasa membaca halaman-halaman yang terbalik (eh, ternyata halaman yang terbalik itu cukup mempengaruhi saya loh), tetapi baru kali ini ada buku karya orang Indonesia yang melakukannya juga. Ditambah lagi dengan permainan ukulele yang seru dari si pengarang. Jarang-jarang bisa melihat penulis yang terlihat sangat ramah dengan pembacanya (baca: karena saat mereka berdua mau diajak foto bareng :P).
Singkat cerita, launching buku inilah yang membuat saya untuk melihat dan membaca buku ini lebih lanjut. Apa daya kocek tak sampai, maka suatu hari yang cerah saya mendatangi salah satu toko buku terdekat dan sedikit memperkosa buku tersebut di tempat (curi-curi baca maksudnya). Sayang sekali, buku itu dibaca di tempat umum. Kalau di rumah, saya sudah mempraktekkan cara moon walk dan mecahin satu telur dengan satu tangan.
Intinya, BTDTGTTS bukan another self-motivate book yang membuat pembacanya (saya) cenderung menutup kembali buku di halaman 20 (maksimal). Dikemas dalam bentuk dan desain yang menarik dan kreatif serta dengan warna yang menarik juga. Buku ini sangat interaktif yang mengijinkan pembaca untuk membuat hand-craft dari lembar halaman buku tersebut.
BTDTGTTS membuat pembacanya merasa bahwa mimpi bisa diwujudkan. Bukan mimpi yang muluk-muluk seperti ‘saya ingin menjadi milyarder dalam waktu tiga bulan’, tapi buku yang membuat saya menjadi hidup sehidup-hidupnya. Buku yang membuat saya kurang lebih mensyukuri apa yang saya punya, apa yang telah saya lakukan, dan membuat saya ingin mencoba lebih banyak hal.
Spoiler: saya sudah mempraktekkan cheap skate dengan membaca BTDTGTTS dengan gratis.
So I tried to make a review using picture, because a creative book needs a creative review, and it turned out to be like this :''D Tulisannya kok kecil ya hikss. Seru banget bukunya, aku sendiri sudah mempraktekkan memecahkan telur dengan satu tangan~
Sudah lama baca buku ini, baru sekarang nongol di Goodreads. :)
Indonesia perlu lebih banyak buku kreatif seperti ini. Ilustrasinya keren dan warnanya memanjakan mata. Sayangnya kuperhatikan masih ada beberapa typo, di halaman pertama (rights) saja, ada. :( Dan untuk buku kreatif seperti ini, aku merasa ukurannya terlalu besar. Kalau ukurannya dalam bentuk buku saku mungkin jadi lebih ramah dibawa ke mana2.
PS: Aku sudah hafal alfabet sign language dari zaman SMA lho, dan dari zaman kuliah punya hobi naik angkot secara acak sambil menyusuri jalan. Hore, berarti dari dulu aku sudah Hidup Sehidup2nya. :D
Carpe Diem : Live your life to the fullest. Itu inti dari buku ini.
Isi buku disajikan dengan cara yang beda, tapi lebih menarik dan lebih bagus serta kreatif dari buku lain. Bacaan dapat diselesaikan dalam waktu 1 malam. Kalau untuk isinya, menurut saya, konsep carpe diem nya sudah dituliskan dengan baik dan dapat 'menampar' muka orang yang membacanya. Akan tetapi, ada beberapa bagian dari buku ini yang menurut saya tidak berguna, 'sampah' lah istilah kasarnya. Kalau kamu tidak suka baca buku2 'self development' yang terlalu banyak tulisannya, maka buku ini cocok untuk kamu...
Buku ini dari covernya sampai dalamnya serba ijo hohoho :D Dari segi halaman juga no.urutnya mulai belakang,,,antik deh. Salah satu buku motivasi/pengembangan diri yang lain daripada yg lain saya baca karena deskripsinya secara kartun banget.
Dan asyiknya dibaca senggang karena gak terlalu berat isinya alias gak bikin berkerut jidat,,,namun sarat pesan maupun pembelajaran cocok banget untuk remaja. "Carpe Diem" deh pokoknya :)
Sebenarnya pengen ngasih 3.5 tapi gk bisa. bukunya gk monoton dan tampilannya menggoda untuk dibaca. Isi bukunya sebenarnya standar (makanya mau ngasih 3.5 doang) tapi buku ini ngajarin kita untuk berbuat gila (kreatif) mulai dari kegiatan yang kecil. Dan harus dilaksanakan tiap hari. Gw emang baru sekali ngebaca dan ngerasa buku ini harus dibaca berulang-ulang (ya kalo lupa ama isinya sih) dan emang harus diterapin.
Beli buku ini di tahun 2012, tapi karna baru merambah dunia goodreads sekarang jadilah baru nulis review-nya. Gue memutuskan untuk beli buku ini setelah dua kali dateng ke gramedia dan dua kali itu juga ngeliat buku ini. Awalnya mikir ini buku apa sih, karna judulnya seperti itu, iya seperti itu..ga biasa. Ternyata isinya pun ga biasa dan sangat menarik. Sering-sering deh produksi buku kayak gini, ga bosen bacanya :)
Buku ini BAGUSSSSS banget visualisasinya, kereeen.. Warnanya eye catching, ilustrasinya keren, karakternya lucu, layout ny gak biasa, pemilihan font dan unsur pendukung lainnya ditata jauhh dari pakem buku - buku yang biasa beredar di pasaran..
Dari isinya sih, okee lah, hehe.. saya suka idenya..
Thanks to Gramedia karena uda ngirim dua buku yang super sweet,dan salah satunya adalah buku ini. Ini adalah hasil menang kuis Gramedia, berhadiahkan voucher Rp.100.000,00 Isinya superrr kereeeeeen :) :) Gambar-gambarnya menarik, contentnya inspirasional, kreatif dan jujur.
I had just finished reading another self-motivational book before I read this. But this one is different! It's superb how they suggest us to live fully by doing things we've never done before, starting from the smallest stuffs like breaking an egg with one hand. Oh, they also made me learn sign language, and I did! It was awesome :D
Saya pikir tidak baik membaca buku ini sambil nongkrong sendirian di café, bayangkan jika kita membaca sambil manyun-manyun latihan tehnik senyum ala Angelina Jolie terus cengar cengir sendirian, atau tiba-tiba berdiri terus jalan moon walk. Mungkin membaca bersama teman akan terlihat lebih normal, jauh lebih baik jika saat membaca diawasi instruktur terlatih
sort of motivational or self-help book but with great design, eye-catch-monochromatic (green blue on white) the content is "just ordinary" - I've heard that before from someone somewhere but I forgot anyway, good book comparing to other boring self help motivational books
Live the life to the fullest. Yuhuuu.. I am ready..
Buku self-help yang kocak banget cara penyampaiannya, lucuuu, banyak hal unik didalemnya, bacaan segar di tengah-tengah bacaan berat lainnya. Atraktif banget, ada games, ada activity yang bisa kita isi, dan masih banyak lagi..
pertama liat buku ini, langsung ketarik gitu sama covernya..n warnannya yg jelas eyecatching..
ilustrasinya kocak..nyenengin banget deh abis ngebaca buku ini...pesan moralnya juga dapet banget...bagusnya isinya ga terlalu childish...keren dah pokonya...
covernya keren bikin orang tertarik buat beli, isinya juga ga kalah menarik dan menginspirasi banget, dan membuat orang yang baca mau ngelakuin tips2nya, tapi cuma sekedar mau bukan bener2 ngelakuin (apalagi untuk orang kayak gue #males) ihihi.