What do you think?
Rate this book


232 pages, Paperback
First published March 1, 2012
"... Kita nggak peduli dia membalas perasaan kita atau nggak, yang jelas kita menyayanginya dengan tulus. Dan mungkin... ini hanya soal waktu." - hlm 134.
Ferina memasukkan anak kunci itu ke lubang dan memutarnya. Sekali. Dua kali. Tiga kali. PIntu terkunci sempurna. Apa pun yang ada di balik pintu kini adalah dunia yang lain, semua berisi masa lalu. Dan terima kasih, pintu, simpanlah semuanya rapat-rapat. - hlm 9.
Digenggamnya pasir sekuatnya namun butir-butir pasir itu melarikan diri dan jatuh kembali, berkumpul dengan sesamanya. Seandainya gue juga bisa melarikan diri semudah dan secepat itu, batin Ferina. - hlm 83.
Diary itu basah oleh air matanya yang tak terbendung. Kata-kata pengkhianatan itu sangat menusuk dan mengiris hatinya yang masih muda. - hlm 147.
"'Ferinandra' ... sungguh nama yang indah, bukan? Dan jika itu bukan nama, pasti dia adalah kenangan indah. Jika dia bukan kenangan, pastilah untaian nada yang merdu. Jika bukan nada, berarti sesuatu yang sangat indah, merdu, luar biasa." - hlm 226.
"Saudara gue udah pergi. Ke tempat yang membuatnya nggak bisa kembali lagi. Dulu gue sayang banget sama dia. Sekarang gue membencinya. Gue kepingin memarahi dia, tapi gue tahu dia nggak bisa mendengarkan gue lagi, dan nggak akan ada yang berubah." - hlm 120
"Tapi kalau bagi gue, jatuh cinta bikin kita merasa memiliki. Posesif. Walaupun dia belum jadi pacar kita. Pacaran itu awalnya jatuh cinta, tapi nggak semua jatuh cinta bisa jadi pacaran. Yang jelas cinta itu rumit, lebih rumit daripada teori jagat raya kesukaan lo itu." - hlm 129.