Jump to ratings and reviews
Rate this book

Simple Past Present Love

Rate this book
Ferinandra.
“Bukan nama lo, kan?”
“Nama gue memang Ferina kok!”
“Tapi bukan Ferinandra. Ya, kan?”

Ferina terdiam. Andra cinta pertamanya. Cinta yang tak bisa dilupakannya. Indah sekaligus menyakitkan. Bagaimana tidak, Andra dan Faren, kembaran Ferina, menyimpan rahasia yang baru diketahui Ferina setelah Faren meninggal. Rahasia itu terangkum dalam diary milik Faren. Sayangnya, tak semua curahan hati Faren dalam diary itu dibaca Ferina, hingga ia membenci kembarannya sendiri dan Andra.

Setelah pindah ke kota lain dan memulai lembaran baru, Ferina mengenal Tama. Bersama Tama, perlahan Ferina terlepas dari bayang-bayang kelam masa lalunya. Namun hubungannya dengan Tama nyaris retak saat Andra muncul lagi dalam hidupnya.

Penjelasan Andra membukakan mata Ferina dan Ferina menghadapi kebenaran yang membuatnya harus memilih antara Andra dan Tama, sekaligus berusaha memaafkan Faren...

232 pages, Paperback

First published March 1, 2012

12 people are currently reading
91 people want to read

About the author

Thia Kyu Ori

1 book5 followers
Thia Kyu Ori adalah nama yang tertulis di semua koleksi buku seorang Qori Mutia sejak bertahun-tahun lalu. Ia selalu bermimpi nama ini juga akan tertulis di buku-buku karyanya sendiri.

Thia Kyu Ori lahir pada 26 Januari 1987 dan dibesarkan di Padangpanjang, kota kecil yang sangat dingin di antara Padang dan Bukittinggi.

Simple Past Present Love adalah karya pertamanya yang lahir di antara kesibukannya menjadi mahasiswa Jurusan Kimia di Universitas Andalas, Padang.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
29 (18%)
4 stars
32 (20%)
3 stars
54 (34%)
2 stars
25 (15%)
1 star
17 (10%)
Displaying 1 - 30 of 30 reviews
Profile Image for Sulin.
333 reviews57 followers
May 4, 2016
Buku dapet dikasih...
Bukannya ga bersyukur, tapi..
Gak tahan banget baca buku ini, mending baca War and Peace dalam Bahasa Tagalog deh -_-

Dari sampul awal sebenernya udah rasa gak enak gitu lihat nama pengarangnya, gak umum.
Yaelah beneran, nama aslinya Qori Muthia, kenapa jadi begitu coba -_-

Baru baca sampai halaman 60an sudah nemu beberapa hal gak wajar;
1. Semarang-Jogja naek taksi padahal pindah rumah.
2. Gapake tata barang, barangnya bisa ketata sendiri.
3. Seminggu di rumah baru dan gatau alamat? Wtf?
4. Ketemu orang asing, diajak makan dan dianterin pulang mau. Gak tau human traficking?
5. Please, di Jogja gak pake "lo-gue" an.
6. Dalam narasi menceritakan ibunya tanpa embel-embel 'Bu' atau 'Mama' tapi Wulan. Legit -_-
7. Ke sekolah cuma buat galau. Males pak males.
8. Font, please. Risih.

Belum pernah nemu hal semenye ini di dunia. Ampun banget deh, ababilnya ngalahin sinetron -_-
Buku kayak gini ini nih yang bikin remaja makin manja, makin norak kelakuannya.

Kirain penulisnya ABG alay, ternyata kelahiran 1987 -_-
Maaf tapi gak tahan banget baca ini, bisa-bisa penuaan dini gara-gara alisnya berkerut terus.
141 reviews19 followers
January 3, 2015
Simple Past Present Love by Thia Kyu Ori
3/5 stars.


~~~~~~~~

Sempet liat buku ini di Gramed beberapa bulan yang lalu, dan memutuskan bahwa ini kover yang unyu banget yaah. Dulu pun aku sempet pengen beli, cuman berhubung sinopsisnya agak "mematahkan" semangat untuk beli, jadi yaa minjem aja deh.

Secara kover: menarik, bagus, keren. Kita coba liat aja gimana ceritanya hew hew hew. :D

~~~~~~~~

"... Kita nggak peduli dia membalas perasaan kita atau nggak, yang jelas kita menyayanginya dengan tulus. Dan mungkin... ini hanya soal waktu." - hlm 134.


Simple Past Present Love dimulai dengan tokoh Ferina yang akan pindah rumah. Seperti kata sahabat Ferina, Ferina itu melarikan diri dari masalahnya, begitupun ia melarikan diri dari rumahnya, segala kenangan pahit-manisnya. Ia menutup dan mengunci rumah itu sedemikian rupa, dan berusaha melupakan patah hatinya yang kelam.

Ferina memasukkan anak kunci itu ke lubang dan memutarnya. Sekali. Dua kali. Tiga kali. PIntu terkunci sempurna. Apa pun yang ada di balik pintu kini adalah dunia yang lain, semua berisi masa lalu. Dan terima kasih, pintu, simpanlah semuanya rapat-rapat. - hlm 9.


Ia pindah ke rumah yang baru. Disini, kota baru, rumah baru, lingkungan baru, itu agak menyenangkan Ferina. Ia pun bertemu Tama, cowok yang sudah berbaik hati untuk menolongnya ketika tersesat. Disini, ia belajar untuk perlahan-lahan melupakan masa lalunya.

Digenggamnya pasir sekuatnya namun butir-butir pasir itu melarikan diri dan jatuh kembali, berkumpul dengan sesamanya. Seandainya gue juga bisa melarikan diri semudah dan secepat itu, batin Ferina. - hlm 83.


Namun masalah tetap harus dihadapi. Ternyata selama ini, terdapat sebuah diary milik kembarannya, Faren, yang sudah meninggal. Di dalam diary tersebut, ia membaca bahwa Faren; yang selama ini mendukungnya ketika Andra (cinta pertamanya) itu mengunjungi rumah mereka, atau sekedar mengobrol; menyimpan sebuah rahasia kelam dalam diarynya. Ternyata selama ini ada pengkhianatan yang besar antara Faren dan Andra.

Diary itu basah oleh air matanya yang tak terbendung. Kata-kata pengkhianatan itu sangat menusuk dan mengiris hatinya yang masih muda. - hlm 147.


Sayangnya, Ferina keburu emosi ketika membaca diary itu, ia menutup dan melemparnya sembarangan, membenci sahabat dan saudara kembarnya sendiri, membenci Andra, cinta pertamanya, bahkan ketika cowok itu mengungkapkan perasaannya. Padahal, ada sesuatu yang seharusnya Ferina baca, sesuatu yang sebenarnya terjadi antara Faren-Andra. Seharusnya tidak ada rasa benci dalam diri Ferina, seharusnya.

Tapi semua udah terlambat. Ferina mengunci hatinya rapat-rapat. Bagaimana jadinya jika Andra akhirnya mengetahui rumah baru Ferina, dan menjelaskan yang sebenarnya terjadi? Mampukah Ferina memaafkan Andra dan Faren? Tapi apa yang terjadi dengan Tama, padahal cowok itu sudah rela melakukan apapun demi Ferina? Pada akhirnya, ia harus memilih antara Andra atau Tama.

"'Ferinandra' ... sungguh nama yang indah, bukan? Dan jika itu bukan nama, pasti dia adalah kenangan indah. Jika dia bukan kenangan, pastilah untaian nada yang merdu. Jika bukan nada, berarti sesuatu yang sangat indah, merdu, luar biasa." - hlm 226.



~~~~~~~~

"Saudara gue udah pergi. Ke tempat yang membuatnya nggak bisa kembali lagi. Dulu gue sayang banget sama dia. Sekarang gue membencinya. Gue kepingin memarahi dia, tapi gue tahu dia nggak bisa mendengarkan gue lagi, dan nggak akan ada yang berubah." - hlm 120


Tema ceritanya sih udah lumayan banyak ya, klise banget; tentang seorang cewek yang (bahkan disukai semua cowok di dunia, mengingatkanku kepada Isabella Swan sebenernya) terjebak pada masa lalu dan harus memilih antara 2 cowok. Lalu akhirnya dia milih, tapi dia tau harus ada yang terluka, dan blah blah blah.

Sedangkan untuk alurnya lumayanlah. Ada beberapa yang flashback ke kehidupan Ferina yang lama, saat bagaimana Faren meninggal dan apa yang ditinggalkannya, terus maju lagi ke kehidupan Ferina dengan Tama. Lumayan mengalir, walaupun ada beberapa saat aku bingung itu masa lalu apa masa sekarang.

Konfliknya terlalu riweuh, kebanyakan. Terlalu banyak konflik yang berusaha disatukan penulis ke buku yang tipis ini. Tapi yang aku sedikit kecewa adalah, apa yang terjadi dengan ayahnya Ferina? Apa yang terjadi dengan ibunya Ferina? Tapi beberapa kali penulis dengan gamblang menuliskan kecemasan ibu Ferina, entah tentang apa. Auk ah. Kurasa latar belakang Ferina dengan keluarganya kurang diekspos, tapi ya sudahlah ya.

Ending ceritanya bisa dibilang diselesaikan dengan cepat oleh penulis. Kurang gimana gitu ending-nya, jujur aku mengharapkan lebih. Setahuku ending cerita itu harusnya agak membuat kita itu jadi merasa puas saat menutup buku. Tapi aku gak merasakan apa-apa saat menyelesaikan buku ini.

Mungkin yang paling kusukai adalah karakter-karakternya. Aku puas dengan karakter-karakter yang terasa dalam, terasa hidup. Walaupun aku merasa Ferina itu kayaknya bisa mematahkan hati semua cowok yang ngobrol dengannya, jiah. Tapi untuk beberapa karakter lainnya, cukup membuatku simpati terhadap kisah mereka. :)

Penulisan Thia Kyu Ori itu cukup enak, ngalir. Membuat penasaran, apalagi ketika alurnya maju, lalu barulah dijelaskan alasan sebenarnya. Walaupun alurnya mudah ditebak (bahkan sebelum membaca halaman pertama buku ini), aku cukup menikmati buku ini pada akhirnya.

Karakter favoritku adalah, Andra. Gatau dehh, kalau Tama terlalu obsesif sama Ferina; sedangkan Andra itu pokoknya rela pergi jauh untuk mengejar dan menjelaskan semuanya dengan Ferina, bahkan ketika Ferina telah dimusuhi cowok itu. :D

Alasan aku memberi bintang 2, itu adalah untuk kovernya yang manis; dan 1 lagi untuk pembawaan penulis membawakan cerita itu. Pas banget untuk bacaan di kala senggang, karena pembawaannya ringan. :)

"Tapi kalau bagi gue, jatuh cinta bikin kita merasa memiliki. Posesif. Walaupun dia belum jadi pacar kita. Pacaran itu awalnya jatuh cinta, tapi nggak semua jatuh cinta bisa jadi pacaran. Yang jelas cinta itu rumit, lebih rumit daripada teori jagat raya kesukaan lo itu." - hlm 129.



~~~~~~~~

Raisaputrii<3
Profile Image for aeri.
104 reviews1 follower
July 18, 2021
Sebuah novel teenlit yang menceritakan kehidupan tokoh utama bernama Ferina, seorang perempuan yang memiliki saudara kembar bernama Faren. Isinya menceritakan seputar permasalahan keluarga, hubungan asmara, dan juga persahabatan.

Menurutku, bahasa yang digunakan sangat mudah dimengerti dan isi bukunya pun sangat ringan. But this isn't my cup of tea, apalagi bacaan yang make "loe gue" dalam percakapan antar tokohnya. Selain itu, konflik dari buku ini juga berbelit-belit dan kurang mendalam. Namun, balik lagi karena ini teenlit jadinya dikemas dengan gaya anak remaja. Bagi yang suka baca teenlit bisa coba baca buku ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Iradamutia.
3 reviews
November 16, 2017
Perasaan itu rumit, soal cinta pertama yang tidak pernah terlupakan. Tokoh cewek yang terlalu cepat mengambil kesimpulan sendiri dan akhirnya nyesel sendiri.
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
March 21, 2017
Banyak banget adegan nggak penting, berbelit-belit. Terus konflik yang menonjol malah pemeran pembantu, sedangkan konflik utamanya cuman kesalahpahaman.
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
May 31, 2014
Judul: Simple Past Present Love
Penulis: Thia Kyu Ori
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 232 halaman
Terbitan: Maret 2012

Ferinandra.
“Bukan nama lo, kan?”
“Nama gue memang Ferina kok!”
“Tapi bukan Ferinandra. Ya, kan?”

Ferina terdiam. Andra cinta pertamanya. Cinta yang tak bisa dilupakannya. Indah sekaligus menyakitkan. Bagaimana tidak, Andra dan Faren, kembaran Ferina, menyimpan rahasia yang baru diketahui Ferina setelah Faren meninggal. Rahasia itu terangkum dalam diary milik Faren. Sayangnya, tak semua curahan hati Faren dalam diary itu dibaca Ferina, hingga ia membenci kembarannya sendiri dan Andra.

Setelah pindah ke kota lain dan memulai lembaran baru, Ferina mengenal Tama. Bersama Tama, perlahan Ferina terlepas dari bayang-bayang kelam masa lalunya. Namun hubungannya dengan Tama nyaris retak saat Andra muncul lagi dalam hidupnya.

Penjelasan Andra membukakan mata Ferina dan Ferina menghadapi kebenaran yang membuatnya harus memilih antara Andra dan Tama, sekaligus berusaha memaafkan Faren...

Review

Hasil pilih acak di tempat sewa buku. Tertarik karena melihat tahun terbit novel ini yang relatif baru. Rata-rata novel di sana angkatan lama sih, kecuali untuk buku-buku hisromnya.

Setelah kuperhatikan lagi, kovernya kurang mengundang selera. Warnanya terlalu pucat.

Ceritanya sendiri sudah cukup terangkum dalam blurb di atas. Blurb ini jugalah yang menolong saya melewati sepertiga (atau setengah ya?) buku ini. Cerita bagian depannya terasa nyeret dan membosankan.

Walau berhasil mendorong saya melewati bagian awal novel ini, blurb novel ini juga sukses "mengkhianati" penulisnya. Soalnya penulis berusaha menutupi apa yang tertulis di kover belakang pada bagian awal novel ini. Cuma kalau sudah baca blurb-nya, rasanya sudah cukup tertebak apa yang terjadi.

Selain cerita yang kurang menarik, tokoh-tokohnya juga tidak menarik simpati. Ferina misalnya, yang galau sampai menghabiskan 200-an halaman dan menuduh almarhum saudari kembarnya punya affair dengan "pacarnya".

Affair? Gurrrrlll, get yo' mind straight.

Gimana bisa punya affair kalau si Ferina dan Andra belum jadian? Kalau mereka belum resmi pacaran, berarti si Andra masih terbuka untuk siapa saja kan. Kalau Faren, kembaran Ferina, suka lalu Faren dan Andra jadian, itu juga sah-sah saja. Soalnya Ferina dan Andra memang belum pacaran waktu itu. Affair dari mana coba?

Tokoh-tokoh lainnya juga kurang menarik. Seperti Tama yang insta-love ke tokoh utama, Haikal yang juga suka ke tokoh utama, juga Tiara, sahabat Ferina, yang suka dengan Haikal (yang marah karena Ferina terlalu dekat dengan cowok yang dia suka, tapi tidak pernah mengonfrontasi langsung ke orangnya). Mungkin yang agak lumayan itu Tiffany, kakak Haikal yang punya masalah rumah tangga dan juga suka pada Tama. Mungkin saya bakal lebih sreg kalau Tiffany dan Tama jadian. Serius.

Dialog dan gaya narasi novel ini membuat saya mengira si penulis adalah seorang ababil, tapi ternyata si penulis kelahiran 1987. Er...

Buku ini untuk tantangan baca:
- 2014 Young Adult Reading Challenge
- 2014 New Authors Reading Challenge
3 reviews16 followers
May 22, 2014
Suka banget sama novel ini! Udah 3x baca novel ini dan pengen baca lagi!!

Pertama ketemu di Gramedia dalem hati gue ngomong 'covernya baguss, liat ah!' udh tuh gue ambil gue baca sinopsisnya, biasa aja sihhh tapi gw ambil terus liat2 novel teenlit yang lain, eh ketemu yg sinopsisnya lebih bagus, ydh karna budget nya tidak memadai untuk beli 2 jadi gue belinya bukn yang ini, karna sinopsisnya kurang gimna gituhh..

Kedua ketemu lagi di Gramedia dan keulang lagi tuh cerita diatas...

Ketiga ketemu lagi di Gramedia, udh gue ambil dan jalan2 lagi nyari novel yg lain. Nah! Pas bgt gk ada yg bgs lagi sinopsisnya, jadilah gue bli yg iniii. *akhirnyaaa

Sampe dirumah yah gue bacaaa, awalnya sih ngebosenin sampe Ferina ketemu Tama itu mulai okelahh walaupun pasaran ceritanyaa.

Gue paling gk suka pas Ferina nelpon Yanda, soalnya omongan mereka gk ada yg penting,, cuma bikin Ferina nangis lagii..

Gak suka juga kalau Tama lagi ngobrol sama Ferina terus keinget Tiffany yg bakal uring uringan-____-

Di novel ini yg selalu bikin gue kesel yah si Tiffany itu walaupun sebenernya dia patut di kasianin...

Tapi gue suka sama Tama yang baik bgt sama Ferina, apalagi pas Tama mau ngasih kado ke Ferina. Trus Tama sabar bangetttt sama Ferinaa.

Gue gak suka sama Andra-___- lebay klau kata guee yahhh.

Gue cinta banget sama Tamaaa, pacar idaman bangettt wkwk

Dan gue juga suka ka Thia bikin mereka pacaran tapi ngomongnya gak pake aku kmu atau panggilang sayang lainnya yg... tapi pake gue elo.

Ending nya lumayan lahh

Udah berkali2 gue baca novel ini, yah gak ngebosenin sihhh, seru ajaa gituuXD

Dan novel Simple Past Present Love ini lebih bgs daripada 2 novel yg bikin gue nunda beli nih novel..

Itu menurut gue... Gimana menurut lo?? haha
Profile Image for Alya N.
306 reviews12 followers
January 16, 2014
Gue beli ini buku karena one of my friends says: "Keren, Al, novelnya beli gihhh bagus banget."

Judulnya gue suka: Simple Past Present Love. Ah, judulnya doang yang bagus. Harus gue akui, judulnya mancing banget buat dibeli.

Isinya? Kurang tau juga ya kenapa gue biasa aja sama in buku. Karakter Ferina-nya hmm...lumayan. Lumayan ngeselin ha ha ha. Kenapa ya kok gue nggak bisa suka sama ini buku? Ferina, Andra, Tama, Yanda, Faren, Haikal, Tiffany. Karakternya nonsense semua. Tidak ada yang bisa bikin gue tertarik.

Anw, am i the only one yang ga suka dengan cara si penulis menyebut nyokap Ferina? Dia nggak nulis dengan kata-kata "Ibu", "Mama", atau sejenisnya. Tapi langsung pake nama. Wulan. Gitu. Wah, gue bacanya aneh, men! Terus font style-nya, ya ampun, why dont u use just usual font? Yang totally normal gitu. Gerah banget liat font di buku ini.

Gitu aja sih.
Profile Image for Stefanny.
10 reviews
March 31, 2015
Buku ini udah lama aku beli. Mungkin udah ada di lemariku sejak kelas 7. Tapi sekarang baru aku baca (by the way aku sekarang kelas 11).

Kisahnya nggak terlalu mainstream sih. Cukup menghibur buat anak-anak SMA atau SMP, cocok dengan label 'teenlit'-nya. Bahasanya nggak terlalu berat. Cuma aja, di bagian dialognya, ada bahasa yang mungkin harusnya nggak baku, jadi setengah baku. Bacanya jadi agak aneh aja. Cuma overall bahasa yang digunakan bagus sih.

Kisah antara Ferina dan masa lalunya, atau Ferina dengan masa sekarangnya juga dikisahkan dengan baik. Nggak buat bingung reader. Juga kisah flashback-nya nggak ranci sama kisah masa sekarangnya.

Buat buku pertama.... Thumbs up hehehehe
Profile Image for Novita abydsharcod.
4 reviews
July 28, 2012
saya baca teenlit ini rasanya pengen cepet2 selesaiin. bukan karena saking bagusnya, justru karena pengen baca bacaan lain dgn harapan bacaan lain tsb jauh lebih bagus drpd teenlit ini. terlalu kurang greget, kentang
Profile Image for Devi Liandani.
32 reviews
January 29, 2013
Oke, cukup. Setelah ini aku ga akan sembarangan beli novel teenlit lagi. Sekarang mah meningan nunggu karya ketiga Debbie terbit aja. Pasti beli.

Novel ini. . .mmhh, sinopsisnya keren, tapi isi ceritanya. . .mmhh, kasih tau gak, ya?
Profile Image for Ciciek Farcha.
15 reviews
May 8, 2016
kalimat pertama waktu selesai baca buku ini : I beat you Sulin! maklum baca buku ini soalnya ditantang Sulin. Awal baca udah risih sama penggunaan bahasa lo-gue nya, tapi mencoba bertahan sampai menyelesaikan +- 200 halaman.
Ceritanya galau galau terus, muter-muter.
Profile Image for Devita Natalia.
105 reviews19 followers
March 25, 2012
terganggu dengan font-nya. dan juga karakter ceweknya kurang suka.. cengeng boo.. T_T
padahal di awal2 cerita udah mulai suka dengan ceritanya. tp ternyata....

jadi cukup 2 bintang aja..
Profile Image for Addina Salma.
3 reviews14 followers
September 21, 2012
baru baca, terus gak pengin ngelanjutin. Termakan sinopsis yang memang lebih menarik, dibanding bab-bab awal cerita.
Profile Image for Sinta Kamalia.
29 reviews
January 9, 2013
Nggak nyaman sama font-nya. Dan penulis melakukan kesalahan dalam menulis "speechless" (dia menulisnya speachless) dua kali, itu juga cukup menganggu. -_-
Profile Image for asasavira.
5 reviews
October 29, 2013
covernya keren sinopsis nya juga bagus. tapi ceritanya kurang ngeh dan nggak nyambung
Profile Image for arimbi.
17 reviews
December 16, 2013
Aku lebih suk ferina sm andra. Sbnrnya ceritanya bagus cuman kurang ngena padahal sinopsisnya keren!
Displaying 1 - 30 of 30 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.