Jump to ratings and reviews
Rate this book

Akutagawa Ryunosuke: Terjemahan dan Pembahasan "Rashomon", "Yabu no Naka", dan "Hana"

Rate this book
"Rashomon", "Di Dalam Belukar", dan "Hidung" adalah karya-karya yang melambungkan nama Akutagawa (1892-1927) di kancah kesusasteraan Jepang modern. Bersumber dari kumpulan cerita klasik Jepang abad ke-12, Konjaku Monogatari, ketiga cerpen ini diolah dengan sangat memikat menjadi cerita yang sarat konflik batin para tokohnya. Empu perfilman Jepang, Akira Kurosawa, bahkan mengangkat, "Di Dalam Belukar" menjadi film layar lebar dengan judul "Rashomon".

Buku ini menampilkan terjemahan ketiga cerpen tersebut langsung dari bahasa Jepang disertai pembahasannya. Buku ini juga memuat teks aslinya dalam bahasa Jepang. Mereka yang menaruh minat terhadap sastra Jepang, terutama mahasiswa jurusan sastra Jepang dan para sastrawan muda, patut membaca buku ini

232 pages, Paperback

First published February 1, 2004

16 people are currently reading
304 people want to read

About the author

Bambang Wibawarta

3 books2 followers
Lulus S1 dari Program Studi Jepang, Fakultas Sastra UI tahun 1989. Setelah menyelesaikan pendidikan S2 di Fakultas Sastra Universitas Tohoku tahun 1994, selanjutnya mengikuti program S3 di Kajian Wilayah Jepang UI, dan selesai pada tahun 1999. Pada tahun 2000-2001 menjadi peneliti tamu di Universitas Tohoku, Jepang. Tahun 2003 menerbitkan buku "Buah Tangan dari Jerman, Terjemahan Tiga Karya Awal Mori Ogai".

1) April 2008- present day : Dean of Faculty of Humanities, University of Indonesia
2) Feb.2006 – July 2008 : Director of Center for Japanese Studies University of Indonesia
3) 1990-present day : Lecturer at Japanese Studies Program, Faculty of Humanities,University of Indonesia.
4) 1999- present day : Japanese Area Studies, Graduate School, University of Indonesia.
5) Oct. 2004- Oct.2006 : Postdoctoral Research, International Christian University, Tokyo

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
30 (50%)
4 stars
24 (40%)
3 stars
3 (5%)
2 stars
2 (3%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for bakanekonomama.
573 reviews84 followers
April 10, 2017
Pertama kali baca ceritanya pas saya masih duduk di bangku SMA. Kebetulan yang tak terduga, membawa saya berkenalan dengan Om Akutagawa di salah satu sudut perpus sekolah. Sejak itu, saya jadi jatuh cinta sama karya-karya beliau...

Buku yang memuat tiga cerpen karya empunya cerpen Jepang ini diulas dengan begitu lengkap, termasuk memasukkan biografi Akutagawa dan telaah cerpennya. Nggak heran, karena ternyata yang menerjemahkannya adalah seorang dosen sastra Jepang FIB UI, yang kini menjabat menjadi dekan di fakultas itu.

Dari tiga cerita yang ditampilkan dalam buku ini yaitu, "Rashomon", "Yabu no Naka", dan "Hana" cerita kedua adalah cerpen favorit saya.

Keren banget itu cerita. Habis baca cerita itu saya terperangah, tersepona, dan terpukau. *bangkit dari tempat duduk tepok tangan* *mingkem*

"Yabu no Naka" (1922) yang berarti di dalam belukar adalah sebuah cerpen mengenai pembunuhan seorang lelaki samurai yang ditemukan di dalam semak-semak di dalam hutan belantara. Ada tujuh orang tokoh yang berperan sebagai saksi dalam kisah ini, empat saksi pendukung dan tiga saksi utama.

Empat saksi pendukung tidak brkaitan langsung dengan pembunuhan, tetapi memberikan gambaran kepada tokoh-tokoh yang berperan penting atas pembunuhan samurai itu. Pertama kesaksian penebang kayu yang menemukan mayat, lalu pendeta yang melihat sosok lelaki itu sebelum terbunuh bersama istrinya, setelahnya kesaksian mantan penjahat yang bekerja dengan polisi, dan terakhir seorang perempuan tua yang ternyata adalah ibu dari istri si lelaki yang terbunuh.

Sementara itu, kunci pelaku pembunuhan terletak di tiga saksi terakhir. Yang pertama adalah pria bernama Tajoumaru. Ia adalah seorang penjahat kelas kakap yang dianggap bertanggung jawab atas sejumlah kejahatan seperti pembunuhan dan pemerkosaan. Sangat suka perempuan dan mengaku kalau ia tertarik pada istri si samurai yang cantik jelita, hingga tak berkeberatan untuk membunuh lelaki itu asal bisa mendapatkan istrinya.

Saksi kedua berasal dari pengakuan dosa seorang perempuan muda di Kiyomizudera (sebuah kuil Budha di Jepang). Ia mengaku kalau ia dan suaminya yang sedang menempuh perjalanan bertemu dengan seorang lelaki jahat yang menodainya, yang kemudian berujung pada kematian suaminya.

Sementara saksi terakhir berupa roh penasaran yang diperantarai oleh seorang biksu. Di situ ia menceritakan kisah hidupnya, juga kisah kematiannya, yang sayangnya bukannya mencerahkan teka teki dalam cerita ini, tetapi justru makin memperkeruh dan mengaburkan fakta yang ada. WOW!! *desperet* *jedot-jedotin pala ke tembok*

Meskipun demikian, saya merasa bahwa melalui cerpen ini Akutagawa Ryunosuke kembali menunjukkan kredibilitasnya sebagai bapak cerpen Jepang. Puluhan (atau mungkin ratusan) cerpen yang dihasilkannya telah membawa nuansa baru dalam kesusasteraan Jepang era Taisho (sekitar awal 1900-an).

Sayangnya penulis berbakat ini mati muda di usia 35 tahun. Kematian Akutagawa menambah daftar panjang kematian sastrawan Jepang yang meninggal karena bunuh diri (dan itu jumlahnya buannyaaakkk...).

Namun nama Akutagawa Ryunosuke tetap harum, dan hingga kini namanya digunakan sebagai nama penghargaan bergengsi untuk para penulis berbakat Jepang, yang dinamakan 芥川龍之介賞 atau Akutagawa Prize.

Oh iya, kisah ini juga pernah difilmkan oleh sutradara Jepang yang termasyhur itu, Akira Kurosawa dengan judul Rashomon (1950). Padahal sebenarnya Rashomon itu cerpen Akutagawa lainnya dengan cerita yang jauh berbeda. Film ini dapat banyak penghargaan dan salah satu film Jepang pertama yang dapat pengakuan dari dunia internasional. Saya sih belum pernah nonton filmnya, habis setiap kali Japan Foundation Jakarta memutar film itu, saya selalu berhalangan hadir. Nasib...

Yang jelas, sejauh ini setelah membaca karya-karya Akutagawa, saya merasa jatuh cinta dengan tulisan-tulisannya. Karya-karya Akutagawa yang sebagian besar bernuansa kelam telah menampilkan sisi tergelap dari diri manusia, yang terkadang tak disadari oleh mereka...
Profile Image for Damar hening Sunyiaji.
127 reviews8 followers
July 11, 2013
Saya penggemar sastrawan yang bunuh diri, pertama kali kenal nama akutagawa di komik naruto, di sana rashomon dijadikan jurus oleh orochimaru dan salah satu dari lima penjaga gerbang.
Di sini hanya da tiga cerita tapi masing masing pembahasannya benar benar membuat saya bisa memahami makna yang terkandung dalam buku ini tidak seperti penulis lain. Membaca akutagawa seperti membaca diagnosis terhadap seseorang yang mengalami gangguan psikologis, tanpa melebih lebihkan, karena dengan bahasa yang sederhana dan tidak berbelit belit akutagawa telah menyandingkan permasalahan real yang terjadi pada masyarakat. Moralitas yang cepat berubah, nafsu duniawi sampai kecurigaan sepasang suami istri. Di sini keberadaan fakta atau ending tidak terlalu penting. Kita tidak dipelihatkan bagaimana nasib tokoh utama selanjutnya atau mana kebenaran yang sebenarnya, tapi setiap kali saya berhasil menyelesaikan membaca satu cerita saya selalu merasa ada sesuatu yang membuat saya merinding, selanjutnya saya akan mencari Jigokuhen, lukisan neraka, karya yang kata orang dibuat ketika akutagawa mulai mengalami tekanan kejiwaan.
Profile Image for Heriani Putri.
30 reviews21 followers
January 2, 2016
As expected of the master, Akutagawa. Sebenernya yang gue baca bukan buku yang ini, tapi karena nemu yang ada nama Bambang Sensei nya, jadi nandain yang ini aja deh hehe.

Anyway, yang gue baca itu adalah kumpulan cerpen Akutagawa. Ada Rashomon, Di Balik Belukar, Kappa, Bubur Labu (?), Hidung, Benang Laba-Laba...kayaknya itu aja. Dan yang paling berkesan, of course, Rashomon dan Kappa.

Rashomon itu berkesan karena pesannya dalem banget. Konsep Akunin Shoku berasa banget yaaa
Kalo Kappa berkesannya karena imajinasi dan pesan-pesan ironisnya. Gils, orang gila (?) kayak Akutagawa kepikiran aja gitu bikin cerita macem ini... Imajinasinya itu loooh

Maaf kalo reviewnya ga menarik. Ini bukan review sih. Cuma komentar aja haha
Displaying 1 - 6 of 6 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.