Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Raid

Rate this book
Di sebuah pagi buta, sekelompok pasukan khusus polisi menyerbu sebuah blok apartemen di Jakarta. Misi menangkap pemiliknya, seorang raja bandar narkotik, pembunuh, dan perampok bernama TAMA. Misi penyergapan yang awalnya berjalan lancar ini mendadak berubah menjadi bencana.

Mengetahui kedatangan mereka, TAMA menutup semua jalan keluar dan mengerahkan semua penghuni untuk menghabisi para polisi. Terjebak dan terkepung, pasukan itu harus berjuang melewati setiap lantai untuk menyelesaikan misi dan bertahan hidup.

"The Raid menjadi satu karya mandiri yang meniupkan napas baru dalam dunia komik yang tengah tumbuh kembali. Tama, Rama, tokoh-tokoh, dan segala taktik penyerangan yang meledak dalam flim, kemudian menjadi gambar-gambar yang muncul bak lemparan granat."

- Leila S. Chudori, pemerhati film dan komik

120 pages, Paperback

First published April 1, 2012

3 people are currently reading
87 people want to read

About the author

John G. Reinhart

8 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (14%)
4 stars
13 (19%)
3 stars
32 (47%)
2 stars
10 (14%)
1 star
3 (4%)
Displaying 1 - 20 of 20 reviews
Profile Image for Indah Threez Lestari.
13.5k reviews271 followers
April 14, 2012
Tidak menemukan komik The Raid di Gramedia Matraman, ya sudah aku pun meluncur ke Grand Indonesia, mengingat ada jadwal launching komik tersebut di Blitz Megaplex jam setengah lima sore. Nggak usah nyari lagi juga pasti ada, kan? Jam masih menunjukkan pukul tiga sore ketika aku menginjakkan kaki di Blitz, dan waktu mau lewat BRI Lounge untuk mampir sebentar ke toilet, aku melihat sudah ada antrian cukup panjang di depan konter penerbit komik. Loh, pada niat amat sih, ngantri dari jam segini? Setelah berpikir pendek, aku melupakan niat semula dan malah ikutan ngantri. Untung saja aku membawa beberapa buku hasil jarahan dari Gramedia Matraman, jadi waktu berlalu tanpa terasa, meski kaki tetap kesemutan.

Belum lama ngantri, sudah ada pengumuman, kalau yang dijual di counter bukan cuma komiknya, tapi paket dengan T-shirt. Jadi harganya bukan hanya 35k seperti anggaran semula, tapi jadi 120k. Oke deh, lumayan dapat merchandise tambahan, meskipun aku pinginnya sih bukan T-shirt, sekali-sekali pisau militer atau apa gitu. Untung juga masih ada uang tunai lebih di dompet. Coba kalau mesti ke ATM dulu, males banget deh, mana antrian di belakangku sudah panjang lagi.

Aku sudah menghabiskan satu komik dan setengah buku Jacqueline Wilson ketika akhirnya panitia acara mulai sibuk, dan dari arah belakang antrian mulai berdatangan para punggawa film The Raid yang baru selesai konferensi pers. Kulihat-lihat cukup lengkap ternyata. Gareth Evans, Iko Uwais, Yayan Ruhian, dan Ario Sagantoro. Setelah Joe Taslim muncul belakangan, acara book-signing pun dimulai. Ya benar, ternyata ini bukan cuma antri buat beli buku seperti dulu aku ngantri buat beli buku Harry Potter edisi bahasa Inggris di hari pertama terbit seluruh dunia. Ini peluncuran komik disertai book-signing langsung oleh ilustrator dan editor komik, serta kru film The Raid.


Buah kesemutan: collectible item


OK, cukup sudah intronya. Tak usahlah aku cerita kemana aku kabur setelah dua orang terakhir, Gareth dan Iko, selesai menandatangani buku dan T-shirt The Raid-ku (petunjuk: niat semula).  Sekarang masuk ke bagian review komik ini, dan mudah-mudahan aku tidak bias karena suka filmnya ;P

1. Cover Design: Ciamik.
Mengadopsi poster resminya dengan nuansa warna yang jauh lebih menggoda. Merah dan hitam! Paduan warna-warna favoritku! Check.

2. Artwork : Good.
Bersama ini aku mohon maaf sebesar-besarnya kepada John. G. Reinhardt. Karena kurang riset, sebelum memegang buku ini dan membaca nama Anda di sampulnya, kukira komikusnya Is Yuniarto. Hm, mungkin karena kalian berdua pernah berkolaborasi di Wind Rider dan Knights of Apocalypse, aku jadi tertukar. Gara-gara salah sangka itu sempat mengira artwork komik The Raid bakalan manga abis. Tapi ternyata tidak, artwork komik ini ala komik Amerika, mirip artwork David Mazzucchelli di Batman Year One. Not my cup of tea, but good work. Check.

3. Story : Adequate.
Yaa... nggak mungkin menyimpang dari filmnya, kan? Sederhana, tapi mengena. Terdapat penghalusan dialog, karena tidak ada umpatan 'anjing' dan 'babi', direduksi cukup jadi 'bangsat' dan 'kampret'. Omong-omong tentang dialog, setelah lihat versi film yang ada subtitle bahasa Inggrisnya, jadi merasa subtitle itu berasal dari draft awal naskah Gareth Evans, sedangkan versi final dialog bahasa Indonesia sudah banyak improvisasi, sehingga banyak yang tidak nyambung antara dialog dan subtitle. Kadang dialognya biasa saja, tapi subtitle-nya pakai f**k, atau malah sebaliknya, dialognya ngumpat tapi subtitle-nya nggak. Eh, tapi kita bukan lagi ngomongin filmnya ya? Dialog dalam komik ini setia dengan versi dialog Indonesia final, tapi lebih ringkas dan sopan. Check.

4. Martial Art: Aaaaaargh!
Alasan utama aku suka filmnya karena adegan martial art-nya. Alasan utama aku nonton filmnya berulang kali di bioskop adalah adegan martial art-nya. Adegan fighting yang butuh workshop koreografi; tiga bulan, latihan tiga bulan, dan syuting berhari-hari untuk tiap adegannya, dikorting cuma jadi masing-masing satu-dua halaman ga jelas tiap adegannya? Big disappointment! Panggil Tatsuya Hiruta!

Sepanjang sejarahku membaca manga, hanya Tatsuya Hiruta yang mampu menggambarkan adegan fighting yang begitu detil dan sangat realistis dalam komik Kotaro Makaritoru! (kecuali di jilid-jilid awal yang masih norak). Apalagi kalau sudah Mix Martial Art: karate vs judo, karate vs kungfu, karate vs capoeira, karate vs sambo, dll (Kotaro Shindo kan karateka, meskipun diam-diam mempelajari berbagai ilmu bela diri, bahkan ninjutsu... ;P). Saking detilnya, adegan pertandingan yang cuma beberapa menit bisa beberapa bab atau jilid... (capek deh... tapi puas bacanya!). Euh... komik The Raid cuma satu jilid ya... jadi alasannya adegan fighting-nya dikorting memang keterbatasan halaman. Huh.

Anyway... untuk The Raid, memang lebih asyik nonton filmnya saja. Mudah-mudahan tidak ada yang berpikiran untuk membuat versi novelnya. Belum terbayang narasi adegan berantemnya bakal seperti apa.
Profile Image for Syed Shahrom Wafa.
273 reviews16 followers
October 17, 2019
Untuk yang sudah menonton filem The Raid ini, pasti akan meletakkan harapan yang tinggi untuk adaptasi komiknya ini. Begitu juga saya.

Namun sememangnya, bagaikan sudah menjadi lumrah dalam bidang seni kiranya. Jika hasil yang pertama sangat berjaya, hasil yang seterusnya sangat susah untuk menyainginya, apatah lagi untuk mengalahkannya. Lebih-lebih lagi bagi dua bentuk medium seni yang sangat berbeza. Dalam kes ini satu dalam bentuk filem, dan yang satu lagi dalam bentuk komik.

Untuk komik ini, secara peribadinya saya bukanlah kecewa dengan hasilnya. Strok lukisan John G Reinhart ini amat kena dengan plot yang ganas & gelap hasil idea Gareth Evan ini. Skrip adaptasinya oleh R Amdani juga tidak kurang hebatnya. Cuma tidak berpuas hati kerana tidak cukup tebal hasilnya 😊

Untuk peminat filem ini pasti akan menyukai komik ini. Komik yang terhasil dari peminat buat peminat juga.

Namun untuk adaptasi komik ke filem (atau pun sebaliknya), hingga kini siri Marvel, DC Comics & siri Crow Zero tetap tiada yang dapat saingi kehebatan komiknya.
Profile Image for Dyah.
1,110 reviews63 followers
July 14, 2013
Lucky me to have my copy of The Raid graphic novel signed by the authors and the cast of The Raid movie :D

description

The artwork is very macho and actually not my cup of tea, but I can still enjoy it. The plot is not complicated and very much the same with the movie. I had been waiting a long time for the movie to come out in Indonesia and I must say that I'm very pleased with the movie (though the fighting scenes are a bit boring) and now this graphic novel! Can't wait to see the sequel. (I hope they'll adopt it into a graphic novel too).
Profile Image for Septian Rahman.
Author 6 books5 followers
December 9, 2013
Setelah kesuksesan besar film The Raid dalam peredaran domestik maupun internasional, kini komik adaptasi filmnya sudah beredar. Berdasarkan skenario sang sutradara Gareth Evans, duo penulis komik Rony Amdani dan ilustrator John Reinhardt beserta para asisten mereka membuat komik adaptasi 120 halaman ini dengan kover mencolok warna merah yang sedap dipandang. Komik The Raid ini merupakan produksi Mizan dan Curhat Anak Bangsa (CAB) dengan dukungan penuh dari PT Merantau Films selaku pemilik film The Raid.

Film The Raid sendiri berdurasi lebih kurang 100 menit, sementara komiknya sendiri berjumlah 120 halaman. Unsur kekerasan dan umpatan seperti tampak dalam film memang tereduksi dalam komik ini, istilah pendeknya komik The Raid ini lebih sopan dibanding filmnya, tetapi struktur ceritanya tetap sama, begitu pula setiap tokohnya baik itu Rama, Tama, Andi, Jaka maupun sang villain terhebat tahun ini Mad Dog!

Memang komik The Raid ini tampil dalam format hitam putih, bukan hanya karena bisa membuat harganya jauh lebih terjangkau, tetapi juga format hitam putih memang lebih populer di masa kini. Artwork John Reinhardt yang sebelumnya kondang lewat Wind Rider dan Garudayana juga cukup impresif bagi saya, sementara cerita yang sederhana dari adaptasi Rony Amdani lumayan mampu membuat saya betah membaca komik ini karena tidak jauh berbeda dengan filmnya.

Momentum kesuksesan film The Raid ternyata memang bisa bermanfaat pula untuk kemajuan komik lokal Indonesia. Hadirnya komik The Raid menjadi bukti bahwa komik Indonesia masih mendapat tempat dan selayaknya menjadi tuan rumah di negeri kita tercinta.

BRAVO THE RAID! SUKSES UNTUK FILM DAN KOMIKNYA!!!
Profile Image for Ren Puspita.
1,493 reviews1,021 followers
September 18, 2012
Cuma numpang baca ini di Leksika. Nungguin BF yg lagi baca Naruto. Numpang baca juga dia pastinya. Kebiasaan kalau ke setiap toko buku. Pasti nyarinya Naruto. Heran deh, umur udah menjelang 30an, masih aja doyan Naruto. Ya udahlah, masih mending dia daripada saia yang udah twenty sumthing ini, sukanya baca Miiko. Tapi, kan bagusan Miiko!

Eh, malah ngelantur.

Aku baca ini ga pakai sistem baca kebut. Beneran baca, sambil duduk di kursi yang disediakan sama Leksika. Cuek aja baca - baca disana. Dan, yah, sumpah ga ngerti ceritanya komik ini tentang apa. Kayaknya The Raid versi komik cuma bisa dimengerti sama mereka yg udah nonton filmnya. Oke, intinya tentang penyerbuan polisi ke gedung penuh penjahat. Premisnya sederhana emang. Tapi, tokoh2nya nyaris g bisa dibedain, goresannya kasar banget. Minim dialog. Aku akuin waktu gambar adegan tarungnya lumayan, tapi tetep aja bikin mata sepet! Aku sering baca komik cowo yg goresannya lebih parah tapi masih enak dibaca.

Lalu, alasan dibuatnya komik ini buat apa dong? Kalau bikin aku jadi pengen nonton The Raid, its totally success. Tapi kalau untuk memukau penggemar komik, sorry to say, aku ga tertarik sama sekali.

Yah syukur deh cuma numpang baca. Ogah gw ngeluarin 35ribu buat komik geje gini, huh huh! -_-" => ditabok :))
Profile Image for Rahmadiyanti.
Author 15 books175 followers
April 19, 2012
Saya penakut. Saya takut menonton film horor atau kekerasan. Film G 30 S PKI hingga saat ini tak pernah saya tonton sampai habis. Lha wong, ngintip-ngintip saja langsung mimpi buruk 3 hari 3 malam. Buat saya, kalau ada film romantis, kenapa nonton film horor? :p

Jadi, meski penasaran banget dengan filmnya, saya (hingga saat ini) nggak mau nonton. Lihat trailernya saja merinding. Beberapa kritikus memang mengakui bertaburannya adegan kekerasan dalam filmnya.

Terus, bagaimana dengan komiknya? Lumayan mengobati rasa penasaran saya terhadap jalan cerita. Meski saya tetap ngeri tiap buka halaman :p. Ide ceritanya menarik. Di setengah bagian cerita saya agak bingung juga dengan banyaknya tokoh. Tapi setelah stengah bagian, bisa membedakan tokoh ini dan itu. Goresan gambarnya cukup visual, meski kurang detail. Kenapa? Yang saya tahu cerita ini mengangkat seni bela diri khas Indonesia; silat. Tapi saya kok kurang mendapatkan feel silat dari gambar-gambar di komiknya ya? Apakah karena komikusnya berusaha memperhalus adegan kekerasan? Mungkin kali ya. Atau harus nonton filmnya?
Profile Image for Biondy.
Author 9 books235 followers
September 2, 2014
Judul: The Raid
Penulis: Gareth Evans
Komikus: John G. Reinhart
Penerbit: Curhat Anak Bangsa
Halaman: 120 halaman
Terbitan: April 2012

Beli komik ini sekalian kumcer Vandaria: Kristalisasi :D

Saya jujur belum nonton The Raid. Sekalinya nonton langsung ke The Raid 2: Berandal :)). Saya suka banget The Raid 2, walau gorenya kadang kelewatan dan salju di Jakarta yang menimbulkan tanda tanya (walau setelah itu ngerti maksudnya setelah lihat penjelasannya si sutradara waktu wawancara), makanya beli komik ini karena penasaran sama ceritanya The Raid.

Setelah membaca? Well, saya bisa nangkep ceritanya. Dikit doang sih tapi.

Yang bikin heran adalah: kenapa mereka menerobos masuk ke apartemen itu tanpa melakukan sesuatu ke kameranya? Jamming gitu? Atau masuk dengan gaya stealth? Bingung aja melihat sekelompok pasukan menyerbu masuk tanpa memperhitungkan keberadaan kamera pengawas.

Gambarnya saya cukup suka. Adegan berantemnya saya yakin gak sebagus filmnya, tapi lumayanlah.
Profile Image for Wisley Wijaya.
6 reviews
May 15, 2013
Novel grafis ini seolah memberikan kacamata yang tidak baru bagi yang sudah melihat versi movie-nya, ini berarti dari segi representasi cerita cukup berhasil! Kita bisa membandingkan tokoh di novel grafis dengan dengan di film. Namun, ini tidak terjadi sebaliknya. Pembaca yang belum menonton versi film mungkin akan sedikit kesulitan membedakan para tokohnya.

Secara teknis, memang masih bisa dimaksimalkan terlebih pada gambar environment tanpa harus mengubah style goresannya yang khas, garis kasar khas 'tema pertarungan'. Ada halaman yang cukup detil, ada yang tidak. Kalau dibuat grafiknya, tingkat detilnya akan naik turun antar halaman satu dengan yang lain. Mungkin karena faktor waktu pengerjaan yang terbatas..?) Setidaknya yang saya bayangkan adalah mendekati poster 'Metal Gear Solid' di setiap halamannya.

Bagaimana pun juga, karya 'The Raid' dalam beberapa media tautan ini masih membuat saya bangga dan tercengang.
Profile Image for Rizki.
21 reviews
May 9, 2012
Komik grafis ini merupakan adaptasi resmi dari film karya Gareth Evans dan rumah produksi Merantau Film tentang misi penyergapan gembong narkotika yang bersembunyi di sebuah blok apartemen kumuh oleh pasukan elit polisi. Disini, komikus John G. Reinhart menghadirkan goresan hitam putih yang kuat dan sangat ekspresif, sesuai dengan nuansa film yang gelap dengan aksi yang serba cepat. Artworknya sedikit memuaskan hasrat nostalgia akan goresan klasik komikus jadul Indonesia. Narasinya mungkin membingungkan bagi kamu yang belum menonton filmnya. Namun komik ini memang tidak dimaksudkan menjadi entitas tersendiri melainkan sebagai pendamping dari sebuah karya film fenomenal yang patut mendapatkan apresiasi dari seniman dengan medium yang berbeda. Terlepas dari kualitas artwork yang belum konsisten, The Raid (komik) layak menjadi collector item bagi para penggemar komik Indonesia.
Profile Image for Mark.
1,284 reviews
May 12, 2012
Kapan-kapan kalau bertemu langsung dengan Gareth Huw Evans sang sutradara film Serbuan Maut alias The Raid, akan kutanyakan apa alasannya meluncurkan adaptasi novel grafis film menggegerkan ini, selain alasan komersil. Karena sesungguhnya, apa yang terlihat di novel grafis ini sama percis dengan yang ada di filmnya! Eh, ralat. Tidak sama percis, karena kekerenan fighting coreography di film jadi terlihat jelek di sini. Sadar kok, betasa sukar menggambar kelenturan tubuh Rama (Iko Uwais) di film saat melawan Mad Dog (Yayan Ruhiyan), tapi yaaa ... Ekspektasi kalau sudah terlalu tinggi, begitu melihat yang begini, wajar saja jadi kecewa berat.
Profile Image for Dewi.
1,033 reviews
August 24, 2014
Sampai sekarang saya belum nonton film The Raid. Mungkin karena [konon] terlalu berdarah - darah dan kejam. Agak aneh juga kenapa saya tidak begitu minat nonton, padahal saya suka Kill Bill.
Dari segi artistik saya suka buku ini. Jempol deh. Ilustratornya berhasil menangkap kekhasan wajah Iko Uwais, Joe Taslim dan Yayan Ruhiyan ke dalam gambar. Nuansa mencekam dan gerakan yang digambarkan serba cepat terwakili oleh goresan John G. Reinhart.
Profile Image for Lia Aprilia.
28 reviews8 followers
May 4, 2012
kalo filmnya kukasih 5 stars, tapi komik ini kayaknya 3 stars aja it's OK :)
Profile Image for Alisnaik Alisnaik.
Author 10 books8 followers
July 24, 2012
saya belum nonton the Raid waktu baca komik ini.
jadi ya... lumayan.. jadi tahu ceritanya.

style gambar yang sengaja kasar, emang supaya menimbulkan kesan sebagai komik berantem.
Profile Image for Yasdong.
47 reviews3 followers
June 2, 2014
Gambarnya terlalu "nyeket". Bikin gw ga terlalu menikmati adegan berantemnya. Tapi tegang versi filmnya masih terasa sih.
Profile Image for Larakaa.
1,067 reviews17 followers
October 31, 2015
sticks to the film. I really like the pencil black and white art. mixture of manga and western comic.
Displaying 1 - 20 of 20 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.