Ame, cewek dingin dan keras kepala yang hingga menginjak usia 17 tahun belum pernah sekali pun merasakan jatuh cinta. Semua cowok bertampang Tom Cruise yang mencoba mendekatinya malah cuma dianggap angin lalu.
Tapi kehidupannya berubah ketika tiba-tiba sekolahnya kedatangan murid baru, Steven Williams, bule freak yang dikutuk Ame sebagai Limited Edition Devil of the Year. Setiap ada kesempatan mereka selalu bertengkar. Namun, Steven satu-satunya orang yang bisa membuat hati Ame luluh dengan caranya sendiri.
Salahkan saya yang sembarangan (karena alasan waktu yang mepet mendekati DL) mencomot buku bergenre romance yang ada di rak perpus kantor dan kemudian menyesal karena sepertinya saya mengambil buku yang salah. ALih-alih mengambil novel karangan Orizuka atau C. Simamora, saya malah mengambil Beautiful Soul hanya karena novel ini lebih tipis. Mungkin, ditambah dengan genre yang mungkin “kurang saya banget”, dengan terpaksa novel mungil ini hanya mendapatkan bintang 2. Apakah karena saya kurang suka genre romance? Ah, tidak juga. Saya sangat menyukai buku Memilikimu -nya mbak Sanie, juga An Other Heart terbitan kantor sendiri yang saya baca beberapa tahun yang lalu.
Lalu, mengapa buku ini hanya mendapat dua bintang? Satu jawaban yang pasti, This is too good to be true alias ceritanya khayali banget. Seolah-olah Beautiful Soul ditulis benar-benar untuk membuai membaca melalui kisah yang karakternya WOW. Secara singkat, novel ini mengisahkan kehidupan cinta seorang abg bernama Ame. Gadis ini cerdas dan banyak disukai cowok (pdhal dlm deskripsinya si Ame ini digambarkan tidak suka berdandan dan kerempeng) tapi ia sangat dingin sama yang namanya cowok. Rama, cwok idola kelas yang mengejar-ngejarnya selalu ditampik. Oke, cewek ini rupanya tipikal cewek yang mandiri dan ngak menye-menye, like this !
Nah, semuanya berubah saat sang pangeran berkuda putih dating ke SMA tempat Ame bersekolah. Coba tebak siapa namanya? Steven Williams … ta da! *tiup terompet* Oke, cowok ini atletis, keturunan indo, bisa bahasa Indonesia, kulit putih, badan tegap, sixpeks, tajirnya melebihi Rama, jago basket, dan pintar di mata pelajaran. (wow … Is he a angel in disquise? —bilang aje lu sirik, Yon!). Bukan, bukan karena saya sirik karena tubuh gue nggak tinggi plus gak sikpeks, tapi bukankah karakter yang serba sempurna seperti ini cepat bikin pembaca bosan (baca: sirik)? Yg udah baca Mortal Instruments -nya Cassandra Clare pasti tahu, bahkan keturunan malaikat a.k.a nephilim aja nggak sesempurna Steven.*halah
Lanjut ya, nah hanya dengan Steven inilah Ame merasa degdeg walau nih cewek masih agak jual mahal (setuju!). Sepertinya, jantungnya selalu berdetak lebih kencang saat Steven ada didekatnya. Dan, seolah FTV telah menakdirkan munculnya bibit-bibit cinta di antara keduanya, cinta pun mulai bersemi. Keduanya seolah2 selalu dipertemukan oleh X factor, mulai dari ikut lomba mewakili sekolah, hingga saat keduanya menguak kehidupan Rama yang kelam. Dan, ending-nya sudah bisa ditebak. Yang sering nonton FTV pasti tau :))
Selama menghabiskan buku tipis ini, saya menanti-nanti adanya twist yang mungkin bisa menjungkirbalikkan pendapat awal saya terkait novel ini. Mungkin, Steven ini adalah psikopat yang menyamar, mungkin Rama-lah sebenarnya sang pahlawan, mungkin Ame sebenarnya seorang cowok (haish …imajinasimu!). Nah, setelah dengan tekun membaca (dan skip satu bab #eh), saya tidak kunjung menemukan kelemahan dari si Steven ini (ini saya kok sirik banget ya!). Pemuda indo itu dari awal sampai akhir digambarin yang psotof-positif melulu, bahkan tidak suka gerayang-gerayang layaknya anak cowok SMA seusianya, pokoknya so sweet deh). Bahkan, cowok ini sempet2nya datang ke rumah ortunya Ame di Padang (setting di Semarang) demi memohon agar Ame diperbolehkan ikut kuliah ke Amrik bersama Steven, ia bahkan rela tidur di teras agar ortu Ame luluh (dan ini dilakukan oleh anak kelas 3 SMA!)?
Entah sayanya yang sudah kelewatan umurnya sehingga tidak bisa melihat sisi indah dari Beautiful Soul atau memang alur cerita seperti inikah yg digilai abg saat ini, pokoknya bintang dua itu tidak berubah. Satu hal yang perlu mendapat jempol dua dari novel ini adalah alurnya yang tertata, bahasanya renyah, dan memang ceritanya rapi. Bisa dibaca untuk santai. Dan, betul seperti yg dibilang Oky dalam reviewnya, penulis memiliki bakat dan potensi untuk menulis cerita dengan karakter yang lebih dewasa, ya model metropop gitu. Asah terus bakat menulismu, kami akan menantikan karya-karyamu yang pasti lebih matang dari novel ini.
Yang paling menonjol adalah gaya bahasa semi-terjemahannya. Enak dibaca dan sangat mengalir. Tapi dari segi isi cerita entah kenapa terlalu dewasa, serius dan menjual mimpi. Buku ini dari segi cerita dan gaya bahasanya mirip2 chicklit terjemahan, cuma pake karakter anak SMA dan setting sekolahan aja jadi agak ga cocok. Mungkin lebih masuk akal kalau karakternya dibuat lebih dewasa, bukannya anak SMA.
Berkali-kali terpikir ini orang cocok bgt nulis buku dg pasar pembaca lebih dewasa, soalnya kalau utk teenlit, terlalu berat deh bahasanya, terlalu serius, and not really fun as typical. Seriously, saya rasa Stefiani ini cocok ngarang metropop atau novel dewasa deh, dia ada potensi untuk itu.
Tapi setelah lihat pengarangnya yg kelahiran 94 jadi ngerasa jangan dulu deh yaaa~ tunggu beberapa tahun lagi aja, dan mungkin dia bisa jadi pengarang romance dewasa yg oke. :D
Bbrp ngga sinkron : - kalau Ame memang tegas masa g bisa sekalipun menolak ajakan dan pemberian Rama? (Temen kosannya ngga membantu walaupun setahun Ame bilang g tergerak). Di sekolah nolak tapi diajak pergi mau? - Stefan itu mmg cuma ad dlm khayalan hehehe... (eh mmg ini buku imajinasi pengarangnya) too perfect to be true.
But anyway, ini memang fiksi, dan mungkin saya sudah terlalu tua untuk baca teenlit? 😆
Entah mengapa, cerita teenlit ini ada yang kurang pas. Isi cerita dan konflik, menurut saya terlalu dewasa. Penulis lebih cocok menulis buku ke arah pembaca yang lebih dewasa (young adult) Bahasa yang digunakan juga tidaklah ringan, isi cerita terlalu serius, tidak seasyik novel teenlit pada umumnya.
Diberitahu sama temen pecinta TeenLit katanya buku ini bagus (banget). Minjemlah ke dia. Dari kovernya sih, unyu banget ya.
~~~~~~~~ Kisah dimulai dengan seorang cewek bernama Ame yang selalu dikejar-kejar Rama. Padahal cewek itu sudah berulang kali menyakiti Rama, namun Rama tetep ngejer dia. Banyak cowok yang sudah mengejarnya, namun Ame selalu menolak mereka.
Dia sebenernya sudah jatuh cinta. Jatuh cinta kepada cowok yang, waktu ia berusia 6 tahun (iya gak sih? lupa saia..), menyelamatkannya dari reruntuhan kayu di sebuah mall saat dia kehilangan orangtuanya. Dia menyimpan perasaannya selama 8 tahun, dan tetap menyayangi cowok itu.
Hingga ia bertemu dengan Steven Williams. Awalnya, Steven benar-benar membuatnya jengkel, apalagi setelah melihat Steven mempermainkan 3 cewek dalam satu hari! Namun setelah mereka bersatu untuk memenangkan lomba sejarah se-Jawa-Bali itulah yang mendekatkan mereka.
~~~~~~~~
Ide klasik, seorang cewek diperebutkan oleh 2 cowok: Rama dan Steven. Tapi dia lebih suka dengan Steven. Alurnya mengalir maju-mundur, gaada latar yang bisa membuatku membayangkan kejadiannya gimana. Tapi endingnya bisa dibilang cukup manis.
Penulisannya er.. entahlah. Aku sama sekali gak bersimpati terhadap karakternya yang sangat too good to be true. A.k.a sungguh sempurna! -_- Steven, ngingetin aku sama si Edward Cullen yang melayani ceweknya banget; dan si Ame sendiri adalah Bella Swan yang entah-gimana bisa menarik perhatian Steven. Aku gak percaya ada cowok yang sempurna seperti Steven, dan cewek yang sungguh beruntung seperti Ame. Tidak ada yang istimewa dalam diri Ame, sejujurnya. Dan beberapa karakter membuatku muak karena ketidakjelasannya untuk masuk dalam cerita ini, seperti sahabatnya Ame, Diva. Dia sama sekali gak berpengaruh dalam cerita ini. Atuh kan ya kalo Ame sahabatnya Diva, pasti Ame cerita-cerita tentang Steven ke Diva, tapi nyatanya Ame gak cerita apa-apa tuh.
Dan yang lebih aneh adalah kasus Rama. Dia dijelaskan bahwa kehidupannya begitu tragis, tapi aku sama sekali tidak merasa simpati. Mungkin pendalaman karakternya agak kurang ya. Semoga lain kali penulis bisa menuliskannya lebih baik; karena sejujurnya cerita sederhana atau tema klasik pun bisa jadi bagus bila diolah dengan lebih keren. :)
Recommend untuk yang seneng romance dengan alur yang sangat romantis. Steven pasti bisa bikin kalian klepek-klepek haha. Masih banyak hal-hal yang mau aku tulis disini, tapi menurutku review diatas pasti sudah membuat kalian menurunkan minat. Walaupun ada beberapa hal minus diatas, mungkin pendapat kalian berbeda daripada aku. Mungkin aku emang bukan jenis orang yang sanggup melahap buku romance yang terlalu menye-menye. :)
Tapi overall, buku ini bisa mengisi waktu luang kalian karena bahasanya juga sederhana dan mudah dipahami. Bahkan aku menyelesaikannya hanya dalam waktu 2 jam-an. :D
Baru saja baca karena ada yang menemukan lyric sebuah lagu di dalamnya, tapi tidak menyebutkan judul dan penyanyanyi heheheh *maaf to de point sekali. :)
Penasaran dengan isi bukunya, langsung kucari, kubeli dan kubaca :)
Hanya bertahan di pertengahan halaman, karena sudah terbaca dengan gaya penulisannya, dan sedikit mengernyitkan kening dengan plot yang dibangun, Banyak yang kurang pas dengan realita yang ada di Indonesia *maaaaff
Teenlit dengan seting tokoh utama anak perempuan berumur 17 tahun, anak SMA di Indonesia tapi yang terbayang adalah setting film Gossip Gilrs. Untuk seting gaya borjuis para tokohnya, tidak masalah untukku, tapi dengan konflik yang dibangun (permasalahan keluarga masing-masing tokoh) seperti tidak biasa diceritakan umum oleh anak SMA Indonesia, melainkan lebih terlihat diceritakan oleh anak kuliahan, umur 20 tahun.
Juga penulisan deskripsi di awal saat di lapangan. Penggambaran apa yang dirasakan Ame dan di kepala Ame terhadap fisik Steven yang terlihat (too much detail), lebih pantas keluar dari anak usia 20 tahun, dibanding anak 17 tahun.
Muungkiiinnnn kalau setting tokoh yang dibangun adalah anak kuliah umur 20 tahun, sangat pantas; seperti kos sendiri, nyetir mobil sendiri, defending masalah keluarga yang complicated dan cinta segitiga yang complicated. Tapi untuk anak umur 17 tahun, SMA di Indonesia..., sepertinya kurang pas..., yang ada seperti lihat film Gossip Gilrs, sangaat Amerika -- ehhehee
Dan terakhir..., kenapa lirik lagu yang dinyanyikan Steven di halaman 124 - 125 tidak dicantumkan judul dan penyanyinya? sementara di halaman 69, disebutkan judul dan lagunya?
*halaman 124 - 125 = lagu 'What Makes A Man' , populared by Westlife
Maaf, jika kurang mengenakkan reviewnya....:) tapi kuacungkan dua jempol untuk gaya berceritanya dan plot yang dibangun, hanya tidak pas dengan usia tokohnya saja.
So, this is Stiefani E.I dengan teenlit nya yang berjudul beautiful soul.
singkatnya, teenlit ini bercerita tentang Amore atu biasa dipanggil Ame yang dicintai oleh 2 orang cowok di sekolahnya yaitu Steven dan Rama, tapi Ame ga suka sama kedua cowok itu. meskipun mereka ganteng dan yah.. tajir. Menurut Ame Steven ataupun Rama mempunyai sifat jelek yg Ame ga suka. yang ga Ame tau adalah telah terjadi permasalahan diantara Steven dam Rama karena bisnis keluarga mereka.
this book is well-written. untuk penulis yang nama nya baru kali ini gw denger buku ini punya plot yang sangat rapiii (di Bab awal) dan penulisan bahasa yang mengalir. Tapiiii... karena terlalu banyak teka teki yang akhirnya bikin pembaca bingung dan menebak nebak jadi bikin ga nyaman aja baca nya. kalo gw sih stuck di halaman 75 karena terlalu bingung terus menerus membaca tentang perkelahian antara Steven dan Rama tanpa ada kejelasan apa sebenarnya alasan dari perkelahian mereka dan kenapa harus melibatkan Amore?
di bagian akhir, alur nya berubah menjadi terlalu lama. mungkin penulisnya sengaja mau bikin pembaca penasaran atau mungkin agar halaman teenlit ini makin tebal. tapi itu malah bikin bosen dan bikin gw BANYAK skip halaman teenlit ini. too bad.
Padahal kalo si penulis ini mau lebih memperhatikan alur penulisannya si Bab- bab akhir, this teenlit gonna be great. usaha lagi ya kakaaaak :) ditunggu novel selanjutnya..
aku udah lama baca novel ini. jadi lupa ceritanga gimana ajaa.. pokonya, yang cewek jutek banget sm cowok yang notabene murid pindahan bule kali ya? lupaa trus malah dipasangkan disebuah olimpiade dan jadi sering ketemu. lanjutannya aku lupa HA HA HA sempat nyari di gramed, udah ga ada.pas bazar buku murah, juga gak ada. mau pinjem temen, tp temen yang punya novel ini udh pindah ke pinggir jawa jauuh. aku kasih 3 bintang. 1 bintang karena aku suka judulnya 1 bintang karena aku menghargai penulisnya 1 bintang karena judulnya
cowoknya sempurnaa banget ya. dilihat umur pengarang, ah, emang seumuran penulis idenya romance kayak gitu pada umumnyaa sih ya~
khayalan banget, tp lah ya namanya juga teenlit..
yaudah, karena aku senggang dan pengen review novel, segini aja ya haha trus gegara aku lupa ceritnya gimana drpd salah.. haaa sekian
Its a bit bored.. Mungkin karena ceritanya pasaran. Gampang banget ditebak, dan alurnya pun beigitu. Klise. Tapi gak bisa ngelak. Yang namanya teenlit memang biasanya ceritanya klise - klise.
Cheesy.. 1 bintang buat judulnya yang unik (dan bikin aku tertarik) 1 bintang lagi buat usaha penulis yang sudah berhasil menerbitkan novelnya!
Hanya mengernyitkan alis sepanjan membaca novel ini. bingung sama alur serta plotnya. padahal bab pertama bikin mata saya 'melek' dan penasaran sampai di belakang. namun ternyata makin ke belakang, saya makin bingung...
Buku ini sebenarnya udah punya dari duluuuu banget, tapi baru inget sekarang ini ya buat diupdate di GR, hehe.. ceritanya lumayan kok, walau yang pertama perhatian memang cover plus sinopsisnya yang lumayan oke sih hehe.
menurutg ue buku ini bagus bange ngebuat diri gue jadi envy kalo baca buku ini, apa lagi dengan keunyuan cerita cintanya steven dan ame itu bikin gue jadi penen punya pacar kaya steven
Ide cerita yang diberikan menarik. Dan dikisahkan dengan mengalir. Sehingga mudah sekali dinikmatiinya. Bacaan santai untuk menemani sebelum tidur. ^_^