Buku yang saya pinjam dari lemari kelas ini sengaja saya bawa pulang karena kebetulan buku bacaan saya sedang habis, berlambangakan Gramedia di pojok kanan atas buku ini menjadi buku teenlit pertama yang saya baca, rupanya saya sedang membaca series berjudul "Girl Corner" dan langsung beranjak pada terbitan keduanya.
Bercerita tentang Kanya seorang siswa SMU yang hidup nya tidak kembali tenang setelah sosok bermata tajam dingin menjadi teman satu kamarnya yang bernama Bianca. Sejak hari itu kehidupan Kanya menjadi gusar setiap hari dia harus menghadapi berbagai kejahilan Bianca hingga membuatnya hilang akal. Karena inilah Kanya memilih perang dingin dengan Bianca. Kisah berlanjut dengan Kanya dan Bianca yang saling membalas kejahilan satu sama lain, hingga keduanya harus dihadapankan pada konsekuensi berat, Panggilan Kepala Sekolah.
Novel ini mengkombinasikan alur maju dan mundur yang mudah untuk di ikuti, progressi Emosional tokoh Kanya dan Bianca sangat bisa di rasakan seiring kita membaca. Dunia yang bawakan juga terasa hidup, semua tokoh pendukung juga berkontribusi pada plot sehingga minim ruang kosong. Adanya bagian "buku curhat" milik Kanya dan teman-temannya yang sengaja di tulis dengan font berbeda membuat kesan personal dari masing-masing tokoh sangat nyata.
Memang buku novel ini di targetkan ke perempuan remaja awal tapi saya sebagai laki-laki cukup bisa relate dengan pesan yang ingin di sampaikan oleh sang penulis karena terlepas dari gender, semua orang pasti mengalami masalah yang di angkat dalam novel ini yaitu, Ego. Dengan adanya wujud "Si baik Kanya" dan "Si Jahat Kanya" kita sebagai pembaca seakan di ajak merefleksikan bagaimana sering kali ego kita memegang kemudi atas tindakan kita yang berujung pada penyesalan, bagian ending mensupport pesan yang ingin di sampaikan sehingga bisa meninggalkan kesan hangat bagi pembacanya.
Have a Goodreads!