Semester ini benar-benar mimpi buruk bagi Kanya! Naira sudah tidak lagi sekamar dengannya, dan setelah beberapa hari kesepian di kamar, Kanya akhirnya mendapatkan teman baru, Bianca. Sayangnya, kedatangan Bianca malah membuat hidup Kanya berantakan.
Sejak SMP, Kanya tidak pernah akur dengan Bianca. Sikap Bianca yang sok, suka menjailinya, selalu membuat Kanya naik pitam. Dan kini, setelah bertahun-tahun tak berjumpa, Bianca kembali lagi... Dan Kanya takut akan melewati hari-hari yang sama buruknya seperti saat di SMP dulu.
Dan memang, lagi-lagi, Kanya harus menghadapi berbagai keisengan Bianca. Tapi kali ini Kanya tidak akan tinggal diam! Dia bertekad menghadapi Bianca, melawannya. Namun perlawanannya membuat mereka berdua berhadapan dengan guru BK. Puncaknya, keduanya malah diskors dari tim basket karena berkelahi saat latihan.
Siapa Bianca sebenarnya? Kenapa dia selalu mengganggu Kanya sejak SMP?
Girls’ Corner bercerita tentang suka-duka empat sahabat—Naira, Kanya, Vinka, dan Alin—di Balakosa Boarding School. Kisah Rumah Baru Vinka dan Penggemar Berat Alin.
Buku yang saya pinjam dari lemari kelas ini sengaja saya bawa pulang karena kebetulan buku bacaan saya sedang habis, berlambangakan Gramedia di pojok kanan atas buku ini menjadi buku teenlit pertama yang saya baca, rupanya saya sedang membaca series berjudul "Girl Corner" dan langsung beranjak pada terbitan keduanya.
Bercerita tentang Kanya seorang siswa SMU yang hidup nya tidak kembali tenang setelah sosok bermata tajam dingin menjadi teman satu kamarnya yang bernama Bianca. Sejak hari itu kehidupan Kanya menjadi gusar setiap hari dia harus menghadapi berbagai kejahilan Bianca hingga membuatnya hilang akal. Karena inilah Kanya memilih perang dingin dengan Bianca. Kisah berlanjut dengan Kanya dan Bianca yang saling membalas kejahilan satu sama lain, hingga keduanya harus dihadapankan pada konsekuensi berat, Panggilan Kepala Sekolah.
Novel ini mengkombinasikan alur maju dan mundur yang mudah untuk di ikuti, progressi Emosional tokoh Kanya dan Bianca sangat bisa di rasakan seiring kita membaca. Dunia yang bawakan juga terasa hidup, semua tokoh pendukung juga berkontribusi pada plot sehingga minim ruang kosong. Adanya bagian "buku curhat" milik Kanya dan teman-temannya yang sengaja di tulis dengan font berbeda membuat kesan personal dari masing-masing tokoh sangat nyata.
Memang buku novel ini di targetkan ke perempuan remaja awal tapi saya sebagai laki-laki cukup bisa relate dengan pesan yang ingin di sampaikan oleh sang penulis karena terlepas dari gender, semua orang pasti mengalami masalah yang di angkat dalam novel ini yaitu, Ego. Dengan adanya wujud "Si baik Kanya" dan "Si Jahat Kanya" kita sebagai pembaca seakan di ajak merefleksikan bagaimana sering kali ego kita memegang kemudi atas tindakan kita yang berujung pada penyesalan, bagian ending mensupport pesan yang ingin di sampaikan sehingga bisa meninggalkan kesan hangat bagi pembacanya.
"Dan kesialan demi kesialan ini terjadi sejak Bianca datang lagi dalam hidupku. Kenapa sih anak itu nggak membiarkan aku hidup bebas merdeka penuh bahagia tanpa dirinya? Kenapa dia harus datang lagi dan merusak hidupku? Yang menyebalkan, dia nggak mau mengakui bahwa dia sudah merusak hidupku.... Hidup ini nggak adil...!"
Kehidupan Kanya yang baru memasuki semester awal kelas 2 SMA-nya serasa seperti mimpi buruk. Mimpi buruk itu disebabkan oleh seorang perempuan bernama Bianca, yang menjadi murid baru di kelasnya, bahkan menjadi teman sekamarnya di asrama. Sebenarnya, ini bukan pertama kali keduanya bertemu; Kanya mempunyai banyak kenangan buruk bersama Bianca semasa SMP dulu. Dan ketika mereka bertemu lagi, Bianca semakin membuat kehidupan Kanya di sekolah kacau. Oleh karena itulah, Kanya selalu menyebut Bianca sebagai musuh bebuyutannya....
ini diaaa buku ketiga dari serial "girls corner" which makes me so excited when this came out! tapi sayangnya i have to wait for some WEEKS to buy this. (gue lupa kenapa, mungkin karna financial. lol) finalllyyyyy kebeli juga buku ini dan nyari nya tuh harus bener-bener teliti. gue kira malah udah gak ada di toko buku! hahaha #curhatbanget
and you know what.... after i bought this book gue gak langsung baca. malah buku nya di pinjem dulu sama temen gue. hahaha.
--karena waktu itu entah kenapa minat baca gue lagi nol banget. alias gak ada--
alhasil, gue baru BENER2 baca sekitar awal juli. padahal beli nya May! :) :)