Mengapa sejarah menjadi penting? Alasan utamanya adalah karena dengan memahami sejarah segala hal yang ada sekarang menjadi make sense. Ya! Sejarah sedikit banyak membuat kita mengerti akan segala hal yang ada sekarang. Dengan memahami sejarah kita bisa menjadi maklum atau setidaknya mengerti mengapa Amerika menjadi pusat ilmu pengetahuan dan universitasnya menjadi acuan dunia saat ini atau kita juga jadi mengerti mengapa berbagai peperangan di masa lalu dimulai oleh negara-negara tertentu di sekitar asia tengah dan juga berbagai hal lainnya. Namun tentu saja buku perang eropa jilid II ini tidak bisa menjawab semua rasa ingin tahu kita. Tapi setidaknya buku ini cukup membuka wawasan kita akan beberapa hal.
Buku ini adalah kelanjutan dari Perang Eropa Jilid I. Jika pada jilid I digambarkan terutama tentang kedigdayaan Jerman di medan perang sehingga bisa menguasai daratan Eropa dan afrika bagian utara (nyaris saja termasuk Uni Sovyet) tanpa ada perlawanan yang berarti dari negara yang diinvasinya, maka jilid II ini menggambarkan sebaliknya. Sekutu strikes back! Mungkin ini kalimat yang tepat menggambarkan keseluruhan buku ini.
Walaupun dalam jilid I sudah mulai digambarkan sedikit pada bagian akhir buku itu tentang sekutu yang mulai unggul di kawasan afrika utara, jilid II ini menggambarkan lebih banyak lagi keunggulan sekutu di medan perang. Penggambaran keunggulan itu terutama penguasaan itali hingga hingga penyerbuan oleh angkatan udara sekutu ke pabrik penyulingan minyak di rumania juga penyerangan ke beberapa kota di jerman.
Selain itu juga, digambarkan peranan para pejuang-pejuang bawah tanah di negara-negara dataran eropa yang berusaha mengusir pasukan jerman dari tanah airnya. Sehingga muncul nama-nama pemimpin pemberontakan itu seperti joseph broz tito di yugoslavia, odette di perancis, odd starheim di norwegia, dan beberapa orang di polandia.
Unuk masalah teknologi perang, digambarkan juga beberapa teknologi dan persenjataan yang digunakan selama perang. Terakhir, yang juga ditonjolkan dalam buku ini adalah hubugan antara inggris dan amerika yang tergabung dalam sekutu. Digambarkan bagaimana perbedaan pemikiran diantaranya keduanya dan juga kerjasama yang dilakukan.
Now, the German has reach its top condition. They'd beat most of the European country in just 2 years. But America, who's agreed to join the British & French army is going to give German hits in the face.
It's gonna be boring if you read this book after the first one. I suggest you read it 1 month after the first book. So you are not forget about the story, yet not boring with the topic.
Buku ke-2 dari 3 jilid. Membaca buku ini seperti air yang ikut mengalir bersama cerita yang dituliskan. Kalimat-kalimat sederhana dan susunan ceritanya terstruktur rapi sehingga bisa dimengerti oleh orang awam.
PEPERANGAN di Teluk Salerno yang indah dan Pulau Sicilia, serta bangun-jatuh diktator Italia Mussolini memenuhi dunia peristiwa pada Perang Dunia II tahun 1943.
Dan di tahun ini pula, ketika gerakan bawah tanah (la Resistance) mulai meluas dipakai daripada di Perang Dunia I, di wilayah Prancis, seorang agen bernama Harry Ree mendapat tugas berat: meminta Tuan Peugeot, pemilik mobil Prancis yang mendunia itu, untuk merelakan sebagian pabriknya di bom.
“Kami bermaksud menghancurkan pabrik Tuan,” kata Harry Ree, seperti diceritakan P.K. Ojong dalam Perang Eropa II.
Peugeot mengkerut, ia berpikir sedang menghadapi orang gila. Orang yang tak dikenal datang dan bukan menawarkan transaksi bisnis. Orang itu, dengan cukup misterius, datang menawarkan sesuatu yang bagi Peugeot semena-mena dan merugikan: penghancuran pabrik.
“Saya opsir tentara Inggris, Tuan, saya tidak gila.”
Tapi toh Harry tak punya bukti kalau ia orang kiriman London. Ia seorang agen, resistance, untuk itu tak boleh punya surat identitas asli. Adapun Peugeot paham benar kenapa pabriknya mesti jadi sasaran angkatan udara Inggris, RAF: saat itu, pabriknya memang “dipaksa memproduksi mercu (turrent) tank untuk Jerman”.
Akal Harry Ree kemudian: Peugeot diminta untuk membuat kalimat gila, paling gila selama hidupnya. Kalimat itu tak boleh diceritakan kepada siapa pun. Malam-malam, kalimat gila itu akan dikirim dengan bahasa sandi ke Radio BBC di London untuk disiarkan, sebagai bukti bahwa Harry Ree memiliki hubungan dengan pemerintah Inggris di London.
Kalimat gila yang dipilih Peugeot: la rache sauté pardessus la lune, les diables sout verts (sang sapi meloncati bulan, sang iblis berwarna hijau).
Pada malam sesuai janji, Peugeot mendengarkan siaran BBC dalam bahasa Prancis. “Ici Londres,” kata siaran itu membuka diri, “voice quelques messages personnels”. (Di sini London, dengarkanlah kini beberapa berita keluarga). Setelah beberapa berita, terseliplah kalimat edan itu, “sang sapi meloncati bulan, sang iblis berwarna hijau”. Gestapo mungkin tak mengerti benar makna kalimat itu. Tapi itu cukup bagi Peugeot: tak sembarang orang bisa menentukan isi siaran BBC di masa perang. Pertemuan selanjutnya berjalan cukup mudah. Peugeot menyetujui penghancuran pabrik hanya di satu bagian vital yang membuat mercu, tidak seluruhnya. Orang-orang Harry diterima sebagai buruh dan dengan leluasa membawa dinamit-dinamit plastik untuk diledakkan secara diam-diam. Kegiatan pabrik terhenti 6 bulan.
Kita bisa tenang dengan kisah Harry Ree dan Peugeot. Tapi itu hanya sebagian. Agaknya perlu kita ketahui pula, andaikata Peugeot tak memenuhi permintaan Harry, bagaimana jadinya? Tuan Legros, direktur pabrik ban Michelin yang bertempat di Clermont-Ferrand, tahu jawabannya. Di suatu malam ketika cuaca baik, sejumlah bomber berangkat dari London: dan ratalah seluruh pabrik Michelin dalam waktu seperempat jam.
Agen-agen rahasia itu memang dikirim, seperti perintah Churchill, agar “Eropa (yang diduduki Hitler) tetap berkobar, menyala-nyala” hingga tak memberi kemudahan bagi Hitler. Kemampuan yang harus dimiliki sangat sulit. Seorang agen, tak peduli pria atau wanita, harus bisa, misalnya, mendayung perahu di waktu malam tanpa mengeluarkan bunyi. Atau harus dapat mencuri ayam dengan tangan kosong tanpa ada keokan. Uang saku dikumalkan agar tak menimbulkan kecurigaan. Selain itu, ia mesti menghafal biografi palsu dirinya dan instruksi-instruksi panjang di luar kepala. Segala identitas yang asli hanya boleh ada di hati. Dalam introduksi seperti itu seorang agen didrop ke medan, dengan sembunyi-sembunyi. Satu sama lain sering tak saling kenal meski bertugas di area yang sama.
Tapi seorang resistance bernama Le Chef melakukan khianat. Dalam suatu operasi, beberapa resistance kepergok Gestapo. Satu per satu tertembak, terbunuh, dan tertangkap, dengan mudah. Tak ada akal lain selain memikirkan bahwa ada seorang pengkhianat diantara mereka. Kepercayaan satu sama lain semakin hilang, curiga lebih sering terbit. Suasana tak menyenangkan. Tak ada yang lebih menyebalkan selain mencurigai teman sendiri, yang sama-sama berkorban demi tanah air yang dijajah, sebagai pengkhianat.
Roger Landas, alias Aristide, pemimpin Resistance, segera melakukan tipu muslihat. Diamatinya ─atau dicurigainya─ satu persatu anak buah dan kawan seperjuangan yang dikenalnya. Ia menemukan keanehan ketika seseorang bernama Le Chef ditahan Gestapo, namun tiga hari kemudian dibebaskan. Aristide segera mengirim kurir untuk minta bertemu dengan Le Chef. Aristide bersiasat dengan mengaku sebagai “kawan dari Aristide”.
Ternyata Le Chef tak mengenal sosok Aristide. Penyamarannya tak diketahui. Mereka mengobrol. Le Chef minta bertemu dengan Aristide sendiri. Tentu saja Le Chef ingin menjebak Aristide, dengan menyergapnya bersama Gestapo. Aristide menyetujui pertemuan itu namun telah mengetahui akal bulus Le Chef. Maka, sebelum tiba di tempat yang dijanjikan, mobil yang memuat Le Chef dan istrinya ditahan, keduanya diculik. Le Chef diinterogasi. Ia pun akhirnya mengaku bahwa ia telah membuka beberapa rahasia resistance, yang dilakukannya secara bertahap karena Gestapo mengancam akan membunuh istri yang sangat dicintainya. Setiap kali Le Chef telah buka mulut, Gestapo tak pernah puas. Lepas satu penangkapan, Le Chef kembali diancam. Seperti itu berkali-kali. Dan ia terpaksa berkali-kali menyerah.
Ini mengingatkan saya pada Cooper yang diperankan Karl Urban dalam film RED (Retired, Extremely Dangerous), yang gelagapan dan susah untuk tak kompromi ketika diancam Frank Moses tentang istri dan dua anaknya, meski ia sebagai agen CIA harus bertindak menurut perintah atasan.
Di semua malam, di keseluruhan siang, di setiap lobang tikus, teman karib seorang agen yang paling setia adalah kesendirian.
The book is awesome. it encompassed all the main theme in one article. it like not too long to became boring and not short to be lack everything that you want to know Ojong is a World War II history geek and he was great at it. Please read the revision.
Bukunya keren parah. Terangkum sempurna semua topik utama dalam satu cerita dengan data yang semlutna. Gak panjang sampai boan baca dan gak terlalu sjngkat untuk dirasa kurang menjelaskan semuanya. Ojong adalah pencina sejarah dan dia kerena untuk hal tersebut. Tolong baca revisiny
Buku yang ringan namun sarat sejarah. Hal yang saya sukai dari gaya penulisan buku ini adalah banyaknya sejarah-sejarah kecil yang memunculkan dan sejalan dengan sejarah besar yang terjadi pada tiap episode
Perang Dunia II menyimpan cerita kemanusiaan yang sangat-sangat sedikit diketahui oleh masyarakat umum. Dalam kisah-kisah tersebut dapat pula ditemukan anomali dari sebuah perang, di mana sesama sekutu, Italia dan Jerman, dapat saling berbeda pendapat dan menempatkan diri secara frontal. Perbedaan pandangan antara rakyat Italia dan Pemerintah Fasis Italia merupakan sumber konfrontasi dan problem internal Pemerintah Fasis dalam campur tangan di Perang Dunia II ini. Ego Mussolini untuk menjadi "Numero Uno" di dunia tidak didukung oleh masyarakat Italia yang lebih cinta damai. Pada akhirnya, Mussolini yang nota bene adalah senior dalam dunia diktator modern, harus rela dikangkangi oleh Hitler dan jatuh secara tragis di negeri nya sendiri.
Kisah lainnya adalah bagaimana perbedaan watak antara Amerika Serikat dan Inggris terpapar jelas dalam pola penyerangan terhadap kantong-kantong pertahanan Jerman. Amerika yang mengedepankan semangat heroisme justru lebih sering menderita kerugian besar. sedangkan Inggris yang lebih mengutamakan Safe First, lebih taktis dalam metode penyerangan sehingga lebih irit biaya.
selain itu juga terdapat kisah-kisah Spionase dari pihak Inggris dan Perancis yang menyusupkan para agen ke wilayah pendudukan Jerman, dengan berbagai cara unik. Termasuk juga bagaimana terjadi kontra-spionase di berbagai negara yang dikuasai Jerman.
This was an awesome book!!,I have read it several weeks ago,this book give us the story about what Germany and Italian leader(Hitler and Mussolini) have been done to other European country(Holland,Poland,Yugoslavia,French,Hungarian,etc),how cruel(described with how could Gestapo did transaction 1 million soul of Jewish people were exchanged with"only" 10.000 of trucks,what the hecks was this?!)their treatment to conquer other countries..but the nice side are how brave the society each country to against the invasion..like Yugoslavia who had Tito as a leader, and also How solid the citizen of Poland to against the invasion..and the important one is how big England contribution to help other countries who had been conquered by both countries(Germany and Italy)..From this book, you will know directly a whole story of European war, you don't have to read all historian book, just read this series(I-IV) and your knowledge will enhance rapidly..he3
Buku ini merupakan jilid kedua dari trilogi tulisan P.K. Ojong mengenai Perang Eropa. Jilid kedua berkisah mengenai cerita-cerita di pertengahan masa Perang Eropa.
P.K. Ojong sejatinya merupakan salah satu sejarawan yang saya apresiasi tinggi. Tulisan-tulisannya memiliki referensi dari sejarawan-sejarawan dan pelaku sejarah dari Perang Eropa, salah satunya adalah Liddle Hart.
Tulisan P.K. Ojong sangat mudah dipahami dan dimengerti. Buku ini merupakan buku wajib yang harus dibaca apabila seseorang hendak mengetahui hal-ihwal yang berkaitan dengan Perang Eropa.
Betapa pentingnya seorg mata2 dalam Perang Dunia 2.. Tapi bagaikan pisau bermata 2, mereka bisa banyak membantu atau berkhianat demi kepentingan sendiri.. Bagaimana dengan sistem berperang Jerman yg hanya menerapkan offensif ketimbang defensif membuat Jerman mesti kalah dlm beberapa peperangan.. Semua dijelaskan dengan menarik dan dimengerti.
Selesai setelah beberapa bulan, buku ini ga sebombastis jilid I. Lebih suka jalan cerita perangnya, pemikiran para tokoh, taktik perang dibanding cerita tentang persenjataan perang seperti tank, kapal perang, dan pesawat tempur. Buku ini lebih banyak cerita tentang persenjataan perang, which isn't my cup of tea. But I still enjoy it even though it took me some time to finish the book
yg paling menarik ttg penyerangan sekutu ke ploesti (tempat cadangan bbm/minyak jerman)... seandainya indonesia punya cadangan bbm/minyak kita gak akan ditindas singapore dgn MOPS-nya. Teringat ttg perebutan kilang balikpapan oleh jepang dr belanda.
aku belum baca ,,,aq cariin di siantar gak ada bukunya,,,tp aq pengen baca semua dari jilid 1 ampe 3,perang pasifick n perang udara di eropa,, q pengen x bacanya tp tak ada bukunya... camana lah ini
lanjutan dari seri yang pertama di buku ini jerman sedang dalam top performnya dengan menaklukkan banyak daerah di eropa serta memulai kampanye barbarossa ke rusia dan singa laut ke inggris
Katanya Perang Eropa itu perang teknologi antara Jerman vs Inggris sedangkan Perang Pasifik itu perang yang penuh kebencian...Itu katanya. Sudah baca dari 1 smp 3