Orangtua Heidi tewas karena kecelakaan. Setelah itu, ia terpaksa harus tinggal bersama Paman Jekyll dan Marianna. Tepat setelah sampai di desa itu, Heidi langsung mendengar rumor bahwa penduduk sana sedang berada dalam ketakutan karena sesosok monster berburu di sana ketika malam. Mereka pun mencurigai pamannya yang merupakan ilmuwan gila dan bermaksud untuk balik memburunya. Meski tak mau, lama-kelamaan Heidi ikut curiga karena pamannya yang bermuka seram itu terlalu gila kerja dan sepupunya yang sangat cantik itu bersikap sangat tidak bersahabat.
Sepanjang cerita, aku seperti dibuat menahan napas. Deskripsi dan pembangunan suasana rumah yang besar, terpencil, gelap, serta misterius—sangat bagus.
Aku terlibat rasa emosional dengan tokoh utamanya. Penjelasan tentang tokoh antagonisnya juga bisa memberikan efek terharu meski alasannya mudah ditebak. Tokoh Aaron yang informatif dan berani juga terasa menyenangkan. Tapi, mungkin karena aku mulai baca ceritanya dengan malas dan ingin menyelesaikannya dengan cepat karena reading challenge, jadi novelnya terasa kurang spesial di hatiku meski bagus.
Aku agak melongo karena ada kekerasan terhadap hewan dan anak di sini. Sepertinya tidak terlalu menyebabkan trauma karena ada "penyelesaiannya", tapi jaga-jaga saja untuk para pembaca muda.
Aku agak sebal soal nasib malang protagonis yang sepertinya hampir selalu harus ada di akhir novel R.L. Stine, tapi setidaknya di sini ada ciri-ciri pasca bangun tidur (halaman 85). Selain itu, aku agak kurang puas soal nasib tidak pasti kedua saudara Heidi, tapi enggak masalah karena kuanggap mereka berakhir kayak yang di halaman 125 saja.
Aku suka hal terkait buku harian. Ending cerita R.L. Stine selalu ada cliffhanger, jadi bisa tertebak akan jadi apa nantinya. Namun, aku tetap merasa puas dengan keterangan-keterangan di novel ini yang sama seperti imajinasiku. Karena jalan pikiran kami sama, jadinya enggak terasa out of nowhere.
Pertanyaan:
1. Sampai sejauh apa si pembantu mengenal keluarga Jekyll, kok dia tetap menganggap mereka baik meski sikap kedua Jekyll sangat aneh dan bahkan tidak terpengaruh dengan rumor?
2. Berarti Dr. Jekyll benar-benar harus berubah dulu jadi manusia serigala dong supaya bisa menguji seberapa besar khasiat obat penawarnya karena dia menjadikan dirinya sendiri sebagai tikus percobaan? Jadi, "narasi jebakan" Heidi tentang Dr. Jekyll yang "mirip monster, tapi ternyata bukan monster" itu enggak terlalu menipu dong?