What do you think?


Sadgenic
Jika semua doa kita di kabulkan Tuhan, apakah kita sudah siap?''
"Bagaimana jika doaku kusimpulkan pada layang-layang, lalu kubiarkan dia terbang mengawang-awang. Kemana ia akan jatuh?"
Sadgenic ini merupakan kanvas. Didalamnya di penuhi dengan limpahan tanda tanya menjejaki kepala, tentang mengapa, kenapa, dan bagaimana. Dihiasi dengan semburat malu-malu karena kabut merah muda dari rasa suka dan bahagia. Juga beberapa warna yang merupakan titisan genangan air yang meluapi hati dan mata.
Terdiri dari potongan cerita pendek dan tulisan singkat yang terkumpul di halaman maya dari sudut pandang Rahne Putri yang mungkin juga mewakili beberapa mata lainnya di luar sana. Setelah beberapa tahun mengeram di Sadgenic Blog kemudian menetas manjadi sebuah buku.
Selamat menikmati Sadgenic Anda
"Bagaimana jika doaku kusimpulkan pada layang-layang, lalu kubiarkan dia terbang mengawang-awang. Kemana ia akan jatuh?"
Sadgenic ini merupakan kanvas. Didalamnya di penuhi dengan limpahan tanda tanya menjejaki kepala, tentang mengapa, kenapa, dan bagaimana. Dihiasi dengan semburat malu-malu karena kabut merah muda dari rasa suka dan bahagia. Juga beberapa warna yang merupakan titisan genangan air yang meluapi hati dan mata.
Terdiri dari potongan cerita pendek dan tulisan singkat yang terkumpul di halaman maya dari sudut pandang Rahne Putri yang mungkin juga mewakili beberapa mata lainnya di luar sana. Setelah beberapa tahun mengeram di Sadgenic Blog kemudian menetas manjadi sebuah buku.
Selamat menikmati Sadgenic Anda
183 pages, Paperback
First published May 1, 2012
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 30 of 59 reviews
July 11, 2012
Aku bukannya menunggu, aku hanya menghitung detik-detik yang terlewatkan tanpamu.
Aku bukannya menunggu, aku hanya tahu dalam setiap detiknya selangkah kakimu menujuku.
Aku bukannya menunggu, aku hanya sedang merajut doa bersama waktu.
Aku bukannya menunggu, aku hanya senang mengoleksi rindu dan pada saat yang tepat akan kuhadiahkan kepadamu.
Aku bukannya menunggu, aku hanya tahu dalam setiap detiknya selangkah kakimu menujuku.
Aku bukannya menunggu, aku hanya sedang merajut doa bersama waktu.
Aku bukannya menunggu, aku hanya senang mengoleksi rindu dan pada saat yang tepat akan kuhadiahkan kepadamu.
August 16, 2013
Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan bertanya kenapa baru sekarang.
Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan membuatmu berdiri di depan pintu terlalu lama.
Kalau kamu datang,aku berjanji tidak akan bertanya hati mana saja yang sudah kau lewati untuk sampai disini.
Tiga kalimat di atas adalah salah satu favorit saya dari beberapa kalimat yang saya suka. Saya sempat merasa bosan dengan beberapa tulisan yang menurut saya biasa, tapi ada beberapa tulisan juga yang benar-benar membuat senyum saya menjadi berlipat-lipat ganda :))))))
Untuk orang yang tidak terlalu senang dengan puisi-puisi cinta seperti saya, buku ini tergolong bagus dan menarik untuk dibaca.
Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan membuatmu berdiri di depan pintu terlalu lama.
Kalau kamu datang,aku berjanji tidak akan bertanya hati mana saja yang sudah kau lewati untuk sampai disini.
Tiga kalimat di atas adalah salah satu favorit saya dari beberapa kalimat yang saya suka. Saya sempat merasa bosan dengan beberapa tulisan yang menurut saya biasa, tapi ada beberapa tulisan juga yang benar-benar membuat senyum saya menjadi berlipat-lipat ganda :))))))
Untuk orang yang tidak terlalu senang dengan puisi-puisi cinta seperti saya, buku ini tergolong bagus dan menarik untuk dibaca.
November 2, 2012
sadgenic? menurutku sadgenic itu sedih tapi anggun, begitu mungkin. tiap rangkaian kata kak rahne seperti menyeretku untuk membaca tiap baitnya tanpa henti. hingga di akhir buku ini, emosi begitu meluap, tercurah. cocok untuk yang sedang galau, termasuk saya waktu itu. dan dari sadgenic ini, saya pun kembali menulis puisi. terimakasih buku keren ini kak rahne :)
May 14, 2014
Saya benci mengabaikan buku-buku yang saya punya, membiarkannya teronggok di rak karena ia telah mengecewakan saya sejak halaman pertama. Tapi, saya lebih benci jika harus dipaksa membaca buku-yang-saya-punya-tapi-mengecewakan-sejak-halaman-pertama. Rasanya serba salah.
Kalau orang tua suka memberikan nasihat "jangan membuang makanan yang ada di depanmu", maka saya juga punya anggapan yang sama soal buku. "Semua buku yang saya punya, seburuk apapun itu, harus dibaca sampai habis". Dan buku ini, Sadgenic, sukses membuat saya merasa serba salah. Ibarat makanan, saya dipaksa menghabiskan makanan yang tidak saya suka. Mau dibuang, kok rasanya berdosa. Tapi, saya juga tidak sanggup menanggung konsekuensi menghabiskan "makanan" itu.
Dengan berat hati, setelah mencoba menikmati halaman demi halaman, toh saya menyerah juga. Akhirnya saya memutuskan untuk menutup buku ini dan tidak lagi berniat membukanya di lain waktu. Ini bukan yang pertama kalinya. Saya sudah memberikan beberapa kesempatan pada buku ini. Tapi hasilnya tetap saja sama.
Banyak yang memuji buku ini. Katanya Sadgenic bukan hanya berhasil mempermainkan aksara, tetapi juga mengaduk perasaan yang membaca. Testimoni seperti itu tidak salah. Hanya saja saya tidak mendapatkan pengalaman bookgasm semacam itu. Membaca buku ini seperti membaca sebuah catatan harian yang sangat personal. Saking personalnya, saya tidak bisa membayangkan makna yang ingin disampaikan si penulis. Saya pikir hanya penulis dan Tuhan yang akan mengerti.
Mungkin ini hanya soal selera. Menurut saya, berbicara soal cinta tidak melulu harus dibuat bertele-tele atau mendayu-dayu. Tidak juga harus membuat kita tampak lemah dan menyedihkan.
Kalau orang tua suka memberikan nasihat "jangan membuang makanan yang ada di depanmu", maka saya juga punya anggapan yang sama soal buku. "Semua buku yang saya punya, seburuk apapun itu, harus dibaca sampai habis". Dan buku ini, Sadgenic, sukses membuat saya merasa serba salah. Ibarat makanan, saya dipaksa menghabiskan makanan yang tidak saya suka. Mau dibuang, kok rasanya berdosa. Tapi, saya juga tidak sanggup menanggung konsekuensi menghabiskan "makanan" itu.
Dengan berat hati, setelah mencoba menikmati halaman demi halaman, toh saya menyerah juga. Akhirnya saya memutuskan untuk menutup buku ini dan tidak lagi berniat membukanya di lain waktu. Ini bukan yang pertama kalinya. Saya sudah memberikan beberapa kesempatan pada buku ini. Tapi hasilnya tetap saja sama.
Banyak yang memuji buku ini. Katanya Sadgenic bukan hanya berhasil mempermainkan aksara, tetapi juga mengaduk perasaan yang membaca. Testimoni seperti itu tidak salah. Hanya saja saya tidak mendapatkan pengalaman bookgasm semacam itu. Membaca buku ini seperti membaca sebuah catatan harian yang sangat personal. Saking personalnya, saya tidak bisa membayangkan makna yang ingin disampaikan si penulis. Saya pikir hanya penulis dan Tuhan yang akan mengerti.
Mungkin ini hanya soal selera. Menurut saya, berbicara soal cinta tidak melulu harus dibuat bertele-tele atau mendayu-dayu. Tidak juga harus membuat kita tampak lemah dan menyedihkan.
June 24, 2012
Seperti biasa, rahne bisa membius saya dengan kata kata. Beberapa bagian sudah pernah saya baca melalui tumblr rahne dan saya paling suka sama bagian yang ini,
“Nanti akan ada saatnya, namaku dan namamu, akan tercetak di lembaran yang sama dan akan berbaris dengan kata kata, “Yang Berbahagia”.”
— Rahne Putri, Sadgenic hal 12
“Nanti akan ada saatnya, namaku dan namamu, akan tercetak di lembaran yang sama dan akan berbaris dengan kata kata, “Yang Berbahagia”.”
— Rahne Putri, Sadgenic hal 12
August 11, 2012
"I'm playing with my own feeling. not with yours. Not now. Maybe later. Or soon. Or not at all. But it's fine. Very fine. When I look into the mirror, I see a reflection of secret admirer." Amazingly nampol!
July 4, 2014
Hmm, it was okay. Saya penasaran setenga mati sama buku ini dari bertahun-tahun lalu pas nggak sengaja nemu puisi 'Datang' di medsos. Sangat menyentuh, saya sampai nggak bisa lupa per barisnya. Ekspetasi saya waktu hari ini nemu buku ini adalah, saya bakal nemu baris-baris patah hati yang menyentuh lainnya lalu saya akan kembali jadi manusia huo-ho! Sayangnya, saya hampir nggak tersentuh sama sekali. Salahkan saya deh, bukan bukunya. Sadgenic ternyata tidak se-sedih yang saya kira. Sadgenic kebanyakan menyajikan perihal mencinta dan merindu dan ditinggalkan dan hal-hal lain yang pokoknya saya nggak nyambung maybe bikos di only loves of my current life are including mi ayam, sosis bakar saus barbekyu, mi goreng, dan teman-teman sejawatnya. Mungkin, mungkin kalo saya bacanya dalam keadaaan lain misal mencinta dan merindu dan hal-hal mustahlil bingit lainnya, saya bisa nambah 1 bintang buat ratenya.
Terlepas dari itu, permainan aksara serta pesannya patut diacungi jempol. Saya beneran nggak sabar merekomendasi buku ini buat teman-teman saya yang mencinta dan merindu karena buku ini teman yang bagus. Kalo bisa saya jual deh gapapa duitnya buat beli buku lagi :'v #digaplok
Terlepas dari itu, permainan aksara serta pesannya patut diacungi jempol. Saya beneran nggak sabar merekomendasi buku ini buat teman-teman saya yang mencinta dan merindu karena buku ini teman yang bagus. Kalo bisa saya jual deh gapapa duitnya buat beli buku lagi :'v #digaplok
January 1, 2013
Buku sadgenic adalah salah satu buku favorite saya. Saking sukanya saya gak rela kalau buku ini harus dipinjam sama teman karna khawatir akan lecek. Semua puisi yang ada di buku ini saya suka. termasuk ilustrasi yang ada di beberapa halamannya.
Kekurangan dari buku ini mungkin cuma di fisik buku. Akan lebih menarik kalau buku ini dibuat berwarna diatas kertas putih licin sep[erti majalah. (aku gak tau nama jenis kertasnya) karna beberapa gambar yang ada jadi gak terlalu menyentuh karna hitam putih. Aku juga lebih suka kalau sadgenic dicetak dengan hard cover karna buku puisi biasanya akan jadi buku koleksi terlama yang akan sering dibuka. beda sama novel yang biasanya tidak akan sering dibuka lagi jika kita sudah selesai membaca ceritanya. Menurut aku buku ini juga akan lebih menarik jika dicetak landscape. Mungkin harga buku ini memang akan jadi lebih mahal. Tapi aku gak akan keberatan untuk tetep beli kok. Aku harap Rahne bisa cepet nerbitin buku kumpulan puisinya lagi dengan tampilan buku yang lebih keren.
i love sadgenic!
Kekurangan dari buku ini mungkin cuma di fisik buku. Akan lebih menarik kalau buku ini dibuat berwarna diatas kertas putih licin sep[erti majalah. (aku gak tau nama jenis kertasnya) karna beberapa gambar yang ada jadi gak terlalu menyentuh karna hitam putih. Aku juga lebih suka kalau sadgenic dicetak dengan hard cover karna buku puisi biasanya akan jadi buku koleksi terlama yang akan sering dibuka. beda sama novel yang biasanya tidak akan sering dibuka lagi jika kita sudah selesai membaca ceritanya. Menurut aku buku ini juga akan lebih menarik jika dicetak landscape. Mungkin harga buku ini memang akan jadi lebih mahal. Tapi aku gak akan keberatan untuk tetep beli kok. Aku harap Rahne bisa cepet nerbitin buku kumpulan puisinya lagi dengan tampilan buku yang lebih keren.
i love sadgenic!
September 18, 2012
Di rentang tangan mana lagi bisa kusisipkan cinta yang mengebu?
Di kepala siapa lagi bisa kuselipkan bayangan yang enggan menyirna?
Di paru-paru mana lagi bisa kutitipkan separuh nafas sepanjang umurku?
Langkah kaki siapa lagi yang bisa kuikuti?
Di mana setiap derap pijakannya kuawasi dengan hati
Di proyeksi mata siapa lagi bisa kuhamparkan senyumku?
Di telinga siapa lagi bisa kuterbangkan bisik yang mengalir dari suaraku?
Saat semua mewujud kamu. Luruh semua pertanyaanku
Nah, itu tadi satu dari sekian banyak sajak dari Rahne Putri yang ada di dalam buku ink. Terdiri dari 3 bagian. Surat dari kamu, Cerita waktu dan aku juga Laci air mata. Tiap bagian mewakili beberapa perasaan, tentang menunggu, cinta diam-diam, juga ditinggalkan. Topik cinta masih mendominasi. Kalian, penikmat puisi, penyuka sajak, dan pencinta kata akan sangat menikmati buku ini.
Di kepala siapa lagi bisa kuselipkan bayangan yang enggan menyirna?
Di paru-paru mana lagi bisa kutitipkan separuh nafas sepanjang umurku?
Langkah kaki siapa lagi yang bisa kuikuti?
Di mana setiap derap pijakannya kuawasi dengan hati
Di proyeksi mata siapa lagi bisa kuhamparkan senyumku?
Di telinga siapa lagi bisa kuterbangkan bisik yang mengalir dari suaraku?
Saat semua mewujud kamu. Luruh semua pertanyaanku
Nah, itu tadi satu dari sekian banyak sajak dari Rahne Putri yang ada di dalam buku ink. Terdiri dari 3 bagian. Surat dari kamu, Cerita waktu dan aku juga Laci air mata. Tiap bagian mewakili beberapa perasaan, tentang menunggu, cinta diam-diam, juga ditinggalkan. Topik cinta masih mendominasi. Kalian, penikmat puisi, penyuka sajak, dan pencinta kata akan sangat menikmati buku ini.
August 3, 2012
Biasanya saya tidak suka membaca sesuatu yang terlalu romantis atau berbunga-bunga. Tetapi, permainan kata-kata Rahne selalu sukses membius saya. Puitis. Mendayu. Lugas. Menggelitik. Kadang menampar.
Sesuai dengan deskripsi di sampul belakang buku, 'Sadgenic ini merupakan kanvas'. Di dalamnya ada potongan cerita pendek dan tulisan singkat dari sudut pandang penulis, tetapi menurut saya sih, ikut mewakili isi hati dan kepala banyak orang termasuk saya :p
Kalau selama ini saya harus online dulu untuk bisa menikmati rangkaian huruf karangan Rahne di blognya, sekarang saya bisa membawa bukunya kemana-mana. Cool!
Sesuai dengan deskripsi di sampul belakang buku, 'Sadgenic ini merupakan kanvas'. Di dalamnya ada potongan cerita pendek dan tulisan singkat dari sudut pandang penulis, tetapi menurut saya sih, ikut mewakili isi hati dan kepala banyak orang termasuk saya :p
Kalau selama ini saya harus online dulu untuk bisa menikmati rangkaian huruf karangan Rahne di blognya, sekarang saya bisa membawa bukunya kemana-mana. Cool!
May 19, 2013
Kali pertama tuntas baca kumpulan sajak. Menghabiskan buku ini cuma butuh waktu satu setengah jam ditemani alunan lagu lembut dari laptop. 3 Bintang dari 5-lah. Puitis, Analitis. Ada beberapa puisi yang sejenak membuat kita berfikir tapi overall buku ini sangat ringan untuk dibaca sambil lalu. Buat saya buku ini menginspirasi. Ada banyak diksi-indah-tak-biasa yang saya temukan bertebaran di sini. Ide awalnya yang cuma mewujudkan rasa ke dalam blog hingga akhirnya berbuah jadi buku juga memotivasi. Tapi awas aja.. Baca buku ini seketika galau menyergap. Haha.
Nice Book!
Nice Book!
November 22, 2013
Menamatkan buku ini dalam 2 bulan, diselingi modul² kuliah :)
Sendu, hangat, romantis,
Sukaaaaaaa
Sebenarnya buku ini adalah kado buat adikku, namun karena adikku kurang suka, jadilah aku yang kebagian buat ngabisin buku ini.
Suka banget sama rangkaian kata-kata yang tersusun dalam buku ini. Dalam. Aku tak perlu menafsirkan maknanya, aku hanya menikmatinya saja.
Puisi favoritku, Cinta tanda baca, surat di awan, tenang, semuanya sweet banget, lope lope deh ;)
Jadi berpikir untuk mengoleksi buku² puisi dan syair kayak ini. It become one of my cup of tea.
Sendu, hangat, romantis,
Sukaaaaaaa
Sebenarnya buku ini adalah kado buat adikku, namun karena adikku kurang suka, jadilah aku yang kebagian buat ngabisin buku ini.
Suka banget sama rangkaian kata-kata yang tersusun dalam buku ini. Dalam. Aku tak perlu menafsirkan maknanya, aku hanya menikmatinya saja.
Puisi favoritku, Cinta tanda baca, surat di awan, tenang, semuanya sweet banget, lope lope deh ;)
Jadi berpikir untuk mengoleksi buku² puisi dan syair kayak ini. It become one of my cup of tea.
July 28, 2012
finally, setelah melewati beberapa rintangan (re: tugas dan ulangan) selesai juga baca buku ini.
keren.
dalem banget pokoknya.
aku suka gaya Rahne menulis yang memakai kiasan" klasik nan unik. itu buat jadi lebih mellow pas ngebacanya.
paling suka part "Langitmu, Langitku, Itu Rindu" ! asli itu dalem banget! mereka, Rahne dan Zarry, pinter banget utak-atik kata (y)
sama part "Tenang" juga!
jadi pengen baca yang punyanya Zarry (Dear Zarry's) :3
keren.
dalem banget pokoknya.
aku suka gaya Rahne menulis yang memakai kiasan" klasik nan unik. itu buat jadi lebih mellow pas ngebacanya.
paling suka part "Langitmu, Langitku, Itu Rindu" ! asli itu dalem banget! mereka, Rahne dan Zarry, pinter banget utak-atik kata (y)
sama part "Tenang" juga!
jadi pengen baca yang punyanya Zarry (Dear Zarry's) :3
February 11, 2013
sadgenic merupakan kanvas, di dalamnya dipenuhi dengan limpahan tanda tanya menjejaki kepala, tentang mengapa, kenapa, dan bagaimana. dihiasi dengan semburat malu-malu karena kabut merah muda dari rasa suka dan bahagia. jug abeberapa warna yang merupakan titisan genangan air yang meluapi hati dan mata..
"bagaimana jika doaku kusimpulkan pada layang-layang lalu kubiarkan dia terbang mengawang-ngawang.. kemana ia akan jatuh?"
"bagaimana jika doaku kusimpulkan pada layang-layang lalu kubiarkan dia terbang mengawang-ngawang.. kemana ia akan jatuh?"
June 15, 2013
Aku bukannya menunggu, aku hanya menghitung detik2 yg terlewatkan tanpamu.
Aku bukannya menunggu, aku hanya menyiapkan diri sampai benar2 siap menyambutmu.
Aku bukannya menunggu, aku hanya tau dalam setiap detiknya selangkah kakimu menujuku.
Aku bukannya menunggu, aku hanya sedang merajut doa bersama waktu.
Aku bukannta menunggu, aku hanya senang mengoleksi rasa rindu dan pada saat yg tepat akan kuhadiahkan padamu.
Aku bukannya menunggu, aku hanya menyiapkan diri sampai benar2 siap menyambutmu.
Aku bukannya menunggu, aku hanya tau dalam setiap detiknya selangkah kakimu menujuku.
Aku bukannya menunggu, aku hanya sedang merajut doa bersama waktu.
Aku bukannta menunggu, aku hanya senang mengoleksi rasa rindu dan pada saat yg tepat akan kuhadiahkan padamu.
August 12, 2013
Saya bukan pembaca tulisan kak Rahne. kenal kak Rahne pun hanya dari TL twitter karena ada beberapa teman yang menceritakan tentang tulisan-tulisannya.
Membeli buku ini karena di dorong oleh rasa penasaran saja. Dan voila, saya benar-benar terhipnotis dengan permainan katanya. Puisi yang dihadirkan seperti es krim, manis dan mudah meleleh. Saya suka. Eh, ralat, sangat suka!
Keren kak, keren! ^^b
Membeli buku ini karena di dorong oleh rasa penasaran saja. Dan voila, saya benar-benar terhipnotis dengan permainan katanya. Puisi yang dihadirkan seperti es krim, manis dan mudah meleleh. Saya suka. Eh, ralat, sangat suka!
Keren kak, keren! ^^b
January 9, 2013
Rahneee... ni adik kelas gue di sma, barengan di paduan suara dan lumayan klop krn sama2 suka lagu kroncong.
Ga tlalu terkejut dgn sadgenic nya rahne, secara Rahne tuh emang UNIK dan CERDAS... RAME juga :D
Baca sadgenic sambil ngebayangin itu keluar dari ocehannya rahne langsung, seru.
Mb Ika kasih 5 bintang ne, keep writing dan berkarya yaa :)
Ga tlalu terkejut dgn sadgenic nya rahne, secara Rahne tuh emang UNIK dan CERDAS... RAME juga :D
Baca sadgenic sambil ngebayangin itu keluar dari ocehannya rahne langsung, seru.
Mb Ika kasih 5 bintang ne, keep writing dan berkarya yaa :)
January 13, 2013
Kumpulan puisi, Cerpen dan juga dialog.
terdiri dari tiga bab.
Sepertinya karya ini ditumpahkan oleh seorang melankolis.
dan tambahan karya ini berbeda banget dengan dear zarry's...
saya pribadi lebih ngena banget di buku ini. Sedangkan di dear zarry saya kecewa biarpun covernya hampir sama ukir-ukirannya namun isinya berbeda 180 derajat dgn ini..
terdiri dari tiga bab.
Sepertinya karya ini ditumpahkan oleh seorang melankolis.
dan tambahan karya ini berbeda banget dengan dear zarry's...
saya pribadi lebih ngena banget di buku ini. Sedangkan di dear zarry saya kecewa biarpun covernya hampir sama ukir-ukirannya namun isinya berbeda 180 derajat dgn ini..
Read
January 25, 2014seperti blog nya sadgenic, buku nya emang immortaly mellow dan over romantic, buku ini bisa dibilang menggambarkan isi hatinya cewek, mulai dia sedang jatuh cinta, galau, menunggu kepastian, sakit hati,dll. dikemas dalam bentuk curhata, quotes, maupun cerita yang bikin kita mellow deh haha. recomended banget
June 29, 2012
yang menarik dari tulisan-tulisan rahn itu, ya diksinya! gue suka dengan rima dari kalimat-kalimatnya doi :3 tapi harus gue akui, ini buku OVER-ROMANTIC, sesuai dengan apa yang tertulis di covernya hehe
August 7, 2012
penghuni kolom follower tumblrnya.
dan juga sering berbincang dengannya.
akhirnya dapat tanda tangan di bukunya.
dan selalu terhanyut dengan semua rangkaian kata-katanya.
sudah jadi pembaca buku tetapnya.
dan juga sering berbincang dengannya.
akhirnya dapat tanda tangan di bukunya.
dan selalu terhanyut dengan semua rangkaian kata-katanya.
sudah jadi pembaca buku tetapnya.
Read
September 18, 2012Rahne luar biasa!
Orang-orang seperti ini yang memberi inspirasi hebat untuk menulis dan membaca puisi. Rasanya saya harus berterimakasih, karena dia, sastra Indonesia yang terbiasa dilupakan kembali dilirik terutama oleh kaum muda, walau hanya sastra sederhana tapi sangaaat hebat!
Orang-orang seperti ini yang memberi inspirasi hebat untuk menulis dan membaca puisi. Rasanya saya harus berterimakasih, karena dia, sastra Indonesia yang terbiasa dilupakan kembali dilirik terutama oleh kaum muda, walau hanya sastra sederhana tapi sangaaat hebat!
October 29, 2012
isinya penuh dengan kata-kata puitis yang mendayu. Cocoklah bagi para galauers atau bisa dibilang sadgenic. Untuk orang kasmaran yang lagi fallin in love madly, dianjurin beli buku ini. Isinya pasti banyak yang pas buat ungkapin suasana hati kamu
November 28, 2012
ekspektasi saya cukup tinggi sebelumnya. namun setelahnya, justru meh. biasa saja. sangat.
beberapa memang ada kata-kata yang WAH namun dibandingkan dengan konten buku secara keseluruhan, lebih banyak datarnya ketimbang WAHnya.
enough said.
beberapa memang ada kata-kata yang WAH namun dibandingkan dengan konten buku secara keseluruhan, lebih banyak datarnya ketimbang WAHnya.
enough said.
March 17, 2013
Kumpulan puisi-puisi. Ini bisa dikategorikan puisi jenis apa, ya? Soalnya gayanya 'beda', tapi tetap sukses bikin darah serr-serr-an. Skses juga bikin bengong. Kak Rahne memang pintar dalam merangkai kata.
April 12, 2013
tau ada novel ini dari banyaknya orang yang ngomongin di twitter. berawal penasaran dan ternyata tidak mengecewakan. permainan kata-kata mbak rahne yang apik dan juga karena saya perempuan yang juga menyukai jenis tulisan seperti ini. intinya, i like it a lot!
June 26, 2013
Apa yang ditulis Rahne di buku ini semuanya itu.....indah. Puisi-puisi juga percakapannya dengan Zarry atau cerpen, semuanya keren! Ditambah lagi dengan foto-foto yang sesuai dengan tema puisi/kata-kata yang tercantum, great!
August 30, 2013
great.
a bit pinky book but i like it.
lagi menyenangi persajakan indonesia dan ini lumayan klik.
suka sama diksi-diksi yang tercipta dan tak terbayangkan. suka sama rasa-rasa yang timbul ketika membaca untaian kata di dalamnya. manis!
a bit pinky book but i like it.
lagi menyenangi persajakan indonesia dan ini lumayan klik.
suka sama diksi-diksi yang tercipta dan tak terbayangkan. suka sama rasa-rasa yang timbul ketika membaca untaian kata di dalamnya. manis!
December 29, 2013
Full of joy waktu membacanya. Permainan kata-katanya itu sebenarnya sederhana, yang membuat aku berpikir, "kenapa gak kepikiran menuliskan suatu hal dengan cara begitu?" :) Over all, bener-bener melting waktu ngebacanya dan jadi senyum-senyum sendiri selama ngebacanya. Recommended.
January 20, 2014
"Kalau kamu datang,aku berjanji tidak akan bertanya hati mana saja yang sudah kau lewati untuk sampai disini."
Saya selalu suka cara Rahne menganalogikan sesuatu dan menuliskannya dalam berbagai pilihan kata yang indah. Melankolis tanpa terlalu mendramatisir.
Saya selalu suka cara Rahne menganalogikan sesuatu dan menuliskannya dalam berbagai pilihan kata yang indah. Melankolis tanpa terlalu mendramatisir.
Displaying 1 - 30 of 59 reviews



























