Jazzy si putri tidur, ia punya hobi tidur anytime, anywhere. Ia jadi sering telat masuk kantor, ketiduran waktu kerja, ketiduran di angkot, bioskop, dsb. Kakaknya, Mira, malah mengatakan dia itu cacingan. Untungnya, orang-orang di sekitar mengerti kebiasaannya itu. Waktu terus berputar, keberuntungan tidak lagi di tangannya. Jazzy kehilangan pekerjaan karena keseringan tidur saat kerja, bahkan meeting penting sekalipun. Gebetannya, Enrico jadi ilfeel karena Jazzy ketiduran saat kencan, teman-teman ninggalin dia di bioskop karena ketiduran. Jazzy pun berusaha ekstra untuk mendapatkan semuanya kembali, melawan hobby tidurnya. Ia mulai hidup teratur dan hidup mandiri di rumah barunya. Akhirnya ia pun mendapatkan semua kembali.
Novel ini mempunyai tempat sendiri di hatiku. Selain nostalgia, ceritanya juga menyenangkan, tokoh-tokohnya pun seru. Selengkapnya bisa dibaca di sini ^o^/ https://www.reviewimpy.my.id/2022/03/...
Saya menghabiskannya dalam satu malam, jadi ini adalah bacaan yang cepat. Plot-nya sederhana dan mudah untuk diikuti, tapi character development-nya yang saya suka. Anda akan melihat perubahan dari Tuan Putri kita menjadi wanita yang lebih dewasa. Tapi bersabar ya terhadap buku ini, mungkin beberapa chapter awal akan membuat Anda kesal-sekesalnya terhadap Jazzy, karakter utama kita. Anda mungkin akan terpikir untuk meletakkan buku ini, tapi bertahanlah, semakin lama perjalanan ini semakin menyenangkan.
Saya suka persahabatan yang ditunjukkan antara Jazzy, Tita dan Rio. Mereka ada untuk satu sama lain and that's cool. Bagaimana Mira berubah pun merupakan salah satu hal yang saya suka dari buku ini. Karena saya merasa, saya bisa mengerti kenapa Mira seperti itu dan keinginannya untuk menjadi lebih baik. Saya kesal dengan Mira, sempat beberapa kali saya mengundang Mira berbicara dan berkata, "Kemari, Nak. Coba ceritakan, ada masalah hidup apa kamu, Nak." Secara harfiah, keras-keras. Meskipun saya tahu saya hanya berbicara pada angin. Oh! Saya belum menyebutkan Jazzy ya, padahal dialah bintang kita.
Selama cerita berjalan, Anda akan mendapatkan berbagai macam perasaan terhadap Jazzy. Saya sempat merasa sebal yang sekali karena Jazzy ngga sadar betapa merepotkannya dia. Tidak hanya berdampak terhadap dirinya, tapi juga orang lain. Tapi di saat dia memutuskan untuk mengambil aksi untuk berubah, di saat itu saya mendukung dia (walaupun pada awalnya dia masih menyebalkan, tapi dia tidak tahu apa yang dia lakukan dan meski begitu dia berusaha dan saya paham bahwa terkadang manusia bisa seperti itu. Kita tidak tahu apa yang kita lakukan, tapi kita tetap terus maju bahkan disaat itu kelihatan bodoh, bagi kita itu adalah rencana yang hebat). Jazzy berubah sepanjang cerita, berkat kemauannya, tindakan yang diambilnya, serta dukungan dan bantuan dari teman-teman dan saudaranya. Dan itu juga menunjukkan solidaritas yang tinggi. Istilah Indonesia, 'gotong royong', saya merasakannya disini.
Namun, pada awal cerita, saya merasa semua karakter samping tidak terlalu ditonjolkan. Saya pikir pada awalnya sahabat-sahabat Jazzy tidak akan membawa kontribusi terhadap plot atau character arc Jazzy sendiri, untunglah saya salah. Kemudian menurut saya karakter Enrico di ujung cerita membuat saya agak takut. Kemudian percakapannya. Ada beberapa kata baku yang diucapkan oleh beberapa tokoh, padahal biasanya mereka menggunakan percakapan kasual. Jadi aneh membacanya, seperti mendengarkan wanita tua mengobrol dan itu mengambil pergi perasaan membacanya.
Ini bacaan yang menarik. Saya rasa, akan ada hal yang bisa kita ambil dari buku ini. Namun, saya berharap masalah cinta Jazzy bisa dieksekusi lebih baik. Mempertahankan karakterisasi lebih baik lagi dan keluar dari rutinitas yang membosankan. Saya paham bahwa penulis mencoba untuk memperlihatkan bahwa kebiasaan Jazzy merusak kehidupannya, tapi saya harap ditulis dengan lebih menarik lagi.
Satu kutipan yang saya sukai dari buku Sleepaholic akan mengakhiri review saya. Terima kasih. Kritik dan saran akan selalu terbuka.
"Jazz, gak akan ada orang yang bisa bikin lo bahagia, kalo lo menghalangi kebahagiaan lo sendiri...." (Bab 12, hal. 270)
awalnya tertarik sama sinopsisnya yang lucu. Unik aja ada orang kena penyakit "tidur" kayak gini, di mana aja, kapan aja bisa langsung pules ... zzz zzzz...apa ada hubungan dgn nama tokohnya Jazzy :D
Jazzy ini tipikal ce yang enak dijadiin temen, disayang keluarga..tipe ce manis yg disukai orang en nga pernah hidup susah deh. Tapi gara2 hobi tidurnya yang masuk kategori gawat en keterlaluan itu, jazzy bener2 dalam masalah..mulai dari kencan yg gatot, diberhentikan degan hormat dari kerjaan, dimusuhin kakak ce satu2 nya.
Satu2 nya cara adalah Jazzy harus berubah nih..keluar dan hidup mandiri bener2 jadi pilihan jazzy... tantangan terberat number satu adalah : jangan tidur sembarangan, hihihi...Berhasilkah jazzy..berhasil donk sodara-sodara ( penggemar happy ending soalnya :P)
Dapet kerjaan baru, berdamai dengan kakak perempuan satu2 nya, hidup mandiri en sttt...cinta pun datang menghampiri lho..cihuyyyy :D
Buku ini aku baca bahkan lebih lama dari Dua Belas Pendar Bintang ataupun Fudus Ororpus yang baru aja aku review. 5 tahun lalu! Waktu itu aku pinjam dari temen SMP ku yang sekelas waktu kelas 7(kenapa sih novel-novel bagus selalu dari minjem sedangkan yang beli sendiri nggak sebagus yang minjem! XD) makanya inget kapan bacanya.
Makanya saking udah lamanya baca buku ini udah agak lupa sama ceritanya. Pokoknya ya cuma ingat kalo Jazzy tuh cewek yang hobby banget tidur saking hobby nya sampe kayak kebo, di mana-mana tidur sampe lupa daratan. Sampe-sampe hobby tidurnya bikin banyak hal berantakan.
Sejujurnya yang aku ingat dari cerita ini ya cuma inti utamanya dan soal Enriconya yang ganteng dan yaaah gorgeous lah ya (maaf ya aku emang selalu susah lupa kalo soal cowok ganteng hahaha).
Tapi aku ingat banget happy ending kok :D
Kapan-kapan mau baca lagi ah. Buat yang mau baca nggak usah ragu, aku aja mau beli ah nanti hehe..
Walaupun buku ini bergaya penulisan ringan, tapi ada beberapa poin penting yang bisa diambil. Salah satu contohnya, buku ini mengajarkan bahwa asalkan kita yakin dan percaya pada diri sendiri pasti akan ada jalan. Kemandirian Jazzy, yang walaupun sebenarnya telah mempunyai kehidupan yang menjamin, memberikan kita pemahaman bahwa segala yang kita peroleh dari hasil kerja kita sendiri, akan lebih terasa artinya. Kita akan mempunyai rasa penghargaan kepada diri kita dan juga orang-orang yang telah bekerja keras... Selain itu, dibuku ini kita juga dapat melihat betapa sangat berartinya persahabatan itu. Terutama disaat-saat tersulit kita, maka sahabat sejatilah yang akan selalu ada untuk kita... Nice thought....
Review gw bisa dibilang subjektif sih karena ini novel pertama yang gw baca pas SMP. Gw udah baca ulang buku ini setidaknya 7x saking sukanya.
Ceritanya ringan, karakter2 dan dialog2nya juga lucuuu banget. Gw sering bgt ngakak sama celetukan asal Jessi (si tokoh utama). But walaupun cerita yg diangkat ringan, tp konflik ttp ada & character development dr tokoh utama jg ttp terlihat. Jadi alurnya ttp ngga monoton menurut gw.
Paling yg kekurangannya adalah karena skrg gw udah kepala 2, jd kerasa ya gaya penulisan di novel ini khas remaja banget yg sering kasih efek dialog kayak "ugh" "hihihi" "huaaa".
But overall novel ini msh sangat enjoyable & kayaknya gw bakal reread lg deh kedepannya ahahaha. Still one of my favorite novel
Gue pinjem ni buku dari temen, berhubung lagi ngga ada kerjaan waktu itu, jadinya baru baca deh.. Hem, secara keseluruhan ceritanya simple, ringkas, dan ga gitu terlalu banyak permasalahan cerita. Tapi kalo terlalu banyak permasalahan, juga kadang bisa bikin kesel sih.. Ya, anyway... Buku ini bagus juga buat dibaca.. Cukup menghibur.. Walaaau... Terlalu cepat untuk diselesaikan.. (dan mungkin mudah terlupakan.. apalagi saya suka pikun, hehehe) Ide ceritanya cukup brilian kok..
.tidur adalah hobi yang menyenangkan, tapi tidak bagi Jazzy. hobi tidurnya itu malah membuat malapetaka bagi dia, mulai dari dipecat dari kantor, ditinggal waktu nonton, sampai ditinggal sang pacar. sejak itu, Jazzy memilih untuk hidup mandiri tanpa bantuan orang tua. tapi hal itu malah membuat hidupnya makin berantakan. untunglah ia punya 2 sahabat yang selalu membantunya dalam setiap masalah. setiap ada masalah, pasti kedua sahabatnya akan setia untuk mernolongnya.
novel pop pertama yang bikin gw ketagihan baca novel. cuma selesain novel ini dalam 1,5jam karena ga bisa berhenti buka lembar selanjutnya. cerita nya unik tapi menarik, suka bgt sama nama tokoh utama nya 'jazzy' yg suka ngantuk dan pelorrr. tapi baca novel ini sama sekali ga bikin ngantuk. this is worth it to buy, tapi mungkin sekarang stock nya udah ga ada di toko buku besar, kecuali kalo dibikin cover baru nya. nice book, nice author, nice experience ♥
Novel pertama yang aku baca dalam hidup adalah Sleepaholic, SD kelas 6 saat kelulusan, temen aku bawa novel ini dan aku pinjem selama seminggu, dalam seminggu inilah, aku udah baca sampai sekian kali tamat.
Novel inilah yang membuat aku menyelami dunia "pernovelan" XD, ceritanya lucu, juga dramatis. Aku suka.
Pesan moral : Kebahagian seorang manusia terletak di tangannya sendiri. Kelebihan buku ini terletak di alur cerita yang sangat apik serta gaya penulisannya yang lucu membuat kita tertawa sendiri membacanya. Buku ini direkomendasikan kepada mereka yang hobby tidur.
Saya pikir semua anak bungsu itu hanya taunya manja, ternyata dalam buku ini ada anak manja yang pengen lepas dari kebiasaan buruknya yaitu " tidur anytime and anywhere ". dan ternyata tidak semulus yang dia pikirkan. Dan pada akhirnya dia bisa menjadi herself. wah salut
ceritanya kelihatan ringan, tapi pesennya kena... sayang kertasnya kurang bagus, jadi pertimbangan juga pas beli buku ini. Tapi gw suka sama kegigihan jazzy dan kecuekannya dan gimana dia berjuang untuk jadi lebih baik. Gaya cerita yang asik tanpa harus menggurui... cool...
funny... mengemas nilai kemandirian dengan apik. ini yang ditunggu-tunggu dari buku-buku di indonesia, bukan yang sekedar bukunya laris dan menghasilkan uang banyak bagi penulisnya tapi yang mengajarkan arti kehidupan yang sesungguhnya bagi pembacanya.
dari awal cerita ampe akhirnya,, bagus,,, ceritanya lucu,,,dan kadang gak masuk akal banget, tp sangat menghibur... dan gak terasa ampe akhirnya nih buku uda habis dibaca,, and happy ending,,i like this
Udah baca bukunya dari 2008, dan sekarang baru selesai baca lagi. Penyajian konflik cerita sederhana bikin buku ini enak dibacanya. Gak terlalu rumit buat bacanya, antara satu plot ke plot lainnya mengalir. Recommended buat yang suka baca chicklit atau teenlit sekalipun!