Jump to ratings and reviews
Rate this book

Harmonium

Rate this book
Criticism on contemporary Indonesian literature; collected articles.

221 pages, Paperback

First published January 1, 1995

9 people are currently reading
70 people want to read

About the author

Budi Darma

44 books180 followers
Budi Darma lahir di Rembang, Jawa Tengah, 25 April 1937. Semasa kecil dan remaja ia berpindah-pindah ke berbagai kota di Jawa, mengikuti ayahnya yang bekerja di jawatan pos. Lulus dari SMA di Semarang pada 1957, ia memasuki Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Kebudayaan, Universitas Gadjah Mada.

Lulus dari UGM, ia bekerja sebagai dosen pada Jurusan Bahasa Inggris—kini Universitas Negeri Surabaya—sampai kini. Di universitas ini ia pernah memangku jabatan Ketua Jurusan Inggris, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni, dan Rektor. Sekarang ia adalah guru besar dalam sastra Inggris di sana. Ia juga mengajar di sejumlah universitas luar negeri.

Budi Darma mulai dikenal luas di kalangan sastra sejak ia menerbitkan sejumlah cerita pendek absurd di majalah sastra Horison pada 1970-an. Jauh kemudian hari sekian banyak cerita pendek ini terbit sebagai Kritikus Adinan (2002).

Budi Darma memperoleh gelar Master of Arts dari English Department, Indiana University, Amerika Serikat pada 1975. Dari universitas yang sama ia meraih Doctor of Philosophy dengan disertasi berjudul “Character and Moral Judgment in Jane Austen’s Novel” pada 1980. Di kota inilah ia menggarap dan merampungkan delapan cerita pendek dalam Orang-orang Bloomington (terbit 1980) dan novel Olenka (terbit 1983, sebelumnya memenangkan hadiah pertama sayembara penulisan novel Dewan Kesenian Jakarta 1980).

Ia juga tampil sebagai pengulas sastra. Kumpulan esainya adalah Solilokui (1983), Sejumlah Esai Sastra (1984), dan Harmonium (1995). Setelah Olenka, ia menerbitkan novel-novel Rafilus (1988) dan Ny. Talis (1996). Belakangan, Budi Darma juga menyiarkan cerita di surat kabar, misalnya Kompas; pada 1999 dan 2001 karyanya menjadi cerita pendek terbaik di harian itu. Cerpennya, "Laki-laki Pemanggul Goni," merupakan cerpen terbaik Kompas 2012.

Dalam sebuah wawancara di jurnal Prosa (2003), lelaki yang selalu tampak santun, rapi, dan lembut-tutur-kata ini sekali lagi mengakui, “...saya menulis tanpa saya rencanakan, dan juga tanpa draft. Andaikata menulis dapat disamakan dengan bertempur, saya hanya mengikuti mood, tanpa menggariskan strategi, tanpa pula merinci taktik. Di belakang mood, sementara itu, ada obsesi.”

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
11 (22%)
4 stars
22 (44%)
3 stars
13 (26%)
2 stars
4 (8%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 9 of 9 reviews
Profile Image for Teguh.
Author 10 books333 followers
September 23, 2023
Setiap kali membaca karya-karya Budi Darma, jangan harap bisa tenang isi kepala kita. Budi Darma dalam fiksi akan menerobos apa yang selama ini tidak pernah terpikirkan pembaca: lompatan adegan, karakterisasi yang ajaib, mengebor nurani tokoh hingga paling dasar. Sehingga tidak akan ada noktah yang disembunyinya, meski fiksi Budi Darma tidak bertendensius untuk tampil menggurui. Sedangkan dalam esai-esainya, saya kebetulan baca Solilokui: Kumpulan Esai Sastra dan edisi terbaru dari Harmonium ini, Budi Darma akan tampil sebagai mahaguru yang lucu, sinis, tapi tetap tajam dan kritis. Dalam buku esai yang kebetulan akan rilis bulan Oktober ini, kita akan berjumpa dengan Nirdawat yang seorang kritikus cum pembaca cum pemberi komentar yang nyinyir abis. Dan komentar-komentar Nirdawat juga mengasyikkan disimak.

Dalam esai lain, Budi Darma juga tampil dengan akademis yang kuat. Paling asyik memang lompatan-lompatan pikiran Budi Darma.

Mohon ditunggu yaaaaa.
Profile Image for Ryan.
Author 2 books17 followers
February 27, 2025
Buah karya Budi Darma tentang karya sastra. Banyak hal yg dikritisi dan dibedah lewat buku ini, serta banyak juga pemikiran dan kalimat kalimat menarik
Salah satu favoritku: “pada hakikatnya, apa yang mendorong pengarang untuk menulis adalah ketidakpuasan akan apa yang seharusnya menurut moral tidak terjadi.” Dan ini benar, aku sendiri menulis dengan berangkat dari hal hal yang seharusnya tidak terjadi. Itu yang kemudian dapat menjadi konflik dari satu tulisan.
Profile Image for Nike Andaru.
1,643 reviews111 followers
May 29, 2025
40 - 2025


Sebenarnya kumpulan esai Budi Darma ini menurutku mantap sekali, sangat penuh dan banyak banget menceritakan buku-buku sastra dari dalam juga luar negeri. Mungkin karena gak terlalu paham secara teknis penulisan sastra, aku lebih mengikuti beberapa yang kayaknya mudah dipahami.
Sastra digambarkan sebuah seni yang berkaitan dengan seni lainnya, ada film dan seni lainnya, yang kadang menurutku diceritakan terlalu teknis.
Namun, buku ini tetaplah menarik.
Profile Image for Wahyudha.
444 reviews1 follower
April 7, 2025
Semenjak membaca solilokui saya menjadi penggemar tulisan Budi Darma. Dia disebut Murakaminya Indonesia atau Kafkanya Indonesia krn dalam novel atau cerpen yang ambigu tapi epik.

Nah ini adalah kumpulan essay buah pikir sang maestro tentang dunia sastra. Buat penikmat sastra medioker seperti saya buku ini menjadi bimbingan untuk nyambung dengan konteks sastra.
Profile Image for Farishad Latjuba.
25 reviews1 follower
June 28, 2025
Some of the essays here can also be applicable to filmmakers like myself; of how we perceive beauty, processing our negative capability, thus lead to a creation that can be good or merely a requirement for ‘good’ in pop culture.
Profile Image for Antariksa.
79 reviews3 followers
December 15, 2013
Beberapa buah pikiran Budi Darma tentang sastra. Ulasan dan tema yang dipilih tidak terlalu populer. Mungkin ini lebih cocok dijadikan konsumsi akademis semata.
Profile Image for mahatmanto.
545 reviews38 followers
May 14, 2015
ediaaan... baru tau ada buku kumpulan esai sebagus ini!
Displaying 1 - 9 of 9 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.