Jump to ratings and reviews
Rate this book

Mencari Bapa

Rate this book
Tujuh hari aku merasa aneh. Pada hari ke tujuh aku naik gunung. Dipuncaknya memandang ke bawah melihat dunia yang luas. Lalu memandang ke atas melihat langit. Dan di kejauhan langit dan bumi bertemu di cakrawala.

42 pages, Paperback

First published January 1, 1997

79 people want to read

About the author

W.S. Rendra

46 books174 followers
Willibrordus Surendra Broto Rendra (b. November 7 1935) is a famous Indonesian poet who often called by his friends and fans as "The Peacock".

He established the Teater Workshop in Yogyakarta during 1967 but also the Teater Rendra Workshop in Depok.

His photo here shown Rendra in his room at 1969.


Theatres:
* Orang-orang di Tikungan Jalan (1954)
* SEKDA (1977)
* Mastodon dan Burung Kondor (1972)
* Hamlet (Translated from Hamlet by William Shakespeare)
* Macbeth (Translated from Macbeth from William Shakespeare)
* Oedipus Sang Raja (Translated from Oedipus Rex by Sophokles)
* Kasidah Barzanji
* Perang Troya Tidak Akan Meletus (Translated from La Guerre de Troie n'aura pas lieu by Jean Giraudoux)

Poems:
* Jangan Takut Ibu
* Balada Orang-Orang Tercinta
* Empat Kumpulan Sajak
* Rick dari Corona
* Potret Pembangunan Dalam Puisi
* Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta!
* Nyanyian Angsa
* Pesan Pencopet kepada Pacarnya
* Rendra: Ballads and Blues Poem
* Perjuangan Suku Naga
* Blues untuk Bonnie
* Pamphleten van een Dichter
* State of Emergency
* Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api
* Mencari Bapak
* Rumpun Alang-alang
* Surat Cinta
* Sajak Rajawali
* Sajak Seonggok Jagung

Short Stories:
* Pacar Seorang Seniman

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
15 (34%)
4 stars
13 (29%)
3 stars
13 (29%)
2 stars
3 (6%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Aliff Awan.
Author 6 books19 followers
January 29, 2019
Ada nafas yang agak berbeza dalam 4 sajak awal dan sajak Sunto Mencari Bapa; sajak paling panjang saya pernah baca.

"Sandalku usang
lantas kubuang.
Rambutku panjang
lantas kusayang." (Sandal)

Ada satu soft spot untuk 4 baris ini.

Sunto Mencari Bapa berjalan sebagai pencerita dan ceritanya hampir bekerja dengan baik. Saya taasub dengan pengulangan sejak dua menjak ini membuatkan saya gemar sangat dengan pengulangan;
"Kereta api menderu: membelah jiwa. --
Ya, bapa. Ya, bapa. Ya, bapa.
Dari kota ke kota: membelah raga. ----
Ya, bapa. Ya, bapa. Ya, bapa.
Dari desa ke desa: membelah rasa. ----
Ya, bapa. Ya, bapa. Ya, bapa." (Suto Mencari Bapa)

Ia ada ritma tersendiri yang menghasilkan rentak-tak-tak dalam kepala saya. Kereta api sedang bergerak; saya nampak!
Profile Image for Puri Kencana Putri.
351 reviews43 followers
September 15, 2015
"Kemudian aku melarikan diri. Sejak saat itu aku selalu berpindah-pindah. Mengembara. Ke mana saja arahnya. Dari kota ke kota seperti menghitung gundu. Dari desa ke desa seperti menghitung kenangan," halaman 14. Ini kali pertama saya membaca tulisan Rendra yang sangat intens, terutama di bagian Suto Mencari Bapa.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.